Thursday, January 26, 2017

Apa yang Keluar, itu yang Menajiskan – Tina Agung Purnomo – Minggu, 22 Januari 2017

Minggu, 22 Januari 2017
Apa yang Keluar, itu yang Menajiskan
Tina Agung Purnomo

Mrk 7: 14-20
Para ahli Taurat dan orang Farisi datang dari Yerusalem ke Galilea, 150 km jauhnya, hanya untuk memantau seperti apa perkembangan Yesus. Saat mereka anggap ada kesalahan yang dilakukan Tuhan Yesus atau para muridNya, mereka menjatuhkan penghakiman.

Tradisi Yahudi sangat ribet. Bagi orang kebanyakan cuci tangan sebelum makan adalah kebiasaan, dan kebersihan yang harus dilakukan. Tapi bagi orang Yahudi sudah jadi peraturan/ hukum, jika tidak dilakukan maka najis.

Aturan Yahudi mengenai cuci tangan:
  • Pagi harus mencuci tangan dengan benar. Itu menjaga kekudusannya sepanjang hari jika tidak bertemu orang lain.
  • Jika selama hari itu bersalaman dengan orang lain - maka najis lagi, jika akan makan harus cuci tangan lagi.
  • Makan tanpa cuci tangan jadi obyek serangan roh jahat, mereka jadi miskin dan hancur.
  • Roti yang dimakan tanpa cuci tangan tidak lebih baik dari kotoran manusia.
  • Seorang rabbi yang sekali aja melanggar hal ini, harus dimakamkan terpisah/ terasing dari yang lain.
  • Lebih baik mati kehausan daripada air cuci tangan digunakan untuk minum.
  • dst

Murid Yesus tahu peraturan-peraturan ini, tapi tidak mau terikat dengan hukum itu. Mereka melihat kemunafikan ahli-ahli Taurat itu: datang jauh-jauh dari Yerusalem untuk menghakimi Yesus.

Yesus mengajarkan kebenaran: yang penting adalah yang di dalam, bukan yang di luar

Kata-Nya lagi: " Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal- hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang. " (Mrk 7: 20-23)

  • Percabulan
Saat ini sudah marak di internet, aksesnya mudah. Pilihan kita : memilih yang kudus atau najis. Bagi yang mempunyai hal-hal berbau porno di gadget - segera hapus. Setelah di hapus, barulah Roh Kudus bisa bekerja dengan leluasa, roh kita bangkit dan bertumbuh. Jangan meniru dunia, tapi kita harus bersinar terang.

Kita adalah saluran berkat Tuhan. Jika banyak kotorannya, maka berkat tidak akan lancar.

  • Pencurian – semua sumbernya di hati, masuk pikiran, baru ujungnya bertindak
  • Pembunuhan - orang yang hatinya bersih tidak akan berkeinginan membunuh
  • Perzinahan
Saat melihat orang lain lebih baik dari pasangan - iblis mulai masuk. Hati kita tidak bisa dimasuki roh jahat jika tidak kita ijinkan masuk.
Kuncinya: bagaimana kita sendiri dengan Tuhan ? Apakah mau hidup benar/ kudus.

  • Keserakahan
Ingin mengambil sesuatu yang bukan haknya untuk dihamburkan dan kemewahan

  • Kejahatan (poneria, G4189)
keinginan untuk menyakiti orang lain, ingin membuat orang lain sejahat dia. Iblis - poneros - berbuat jahat dan ingin orang lain berbuat sama dengan dirinya.

  • Kelicikan (dolos, G1388) memasang jebakan untuk orang lain, dalam upaya pengkhianatan.
Contoh:
Orang Yunani mencoba masuk ke Troya selama 10 tahun dan gagal. Lalu mereka kirim kuda yang berisi prajurit. Orang Troya pikir itu jarahan dari Yunani yang kalah. Malam harinya prajurit di dalam kuda keluar dan membuka gerbang. Akhirnya Yunani menguasai Troya.

Jangan memiliki hati yang licik, karena menajiskan hidup kita. Mari bersikap tulus.

  • Hawa nafsu (aselgeia, G766)
kecenderungan jiwa yang membenci semua disiplin. Ciri-ciri: kehilangan rasa sopan dan rasa malu.

  • Iri hati
mata yang jahat, tidak suka dengan keberhasilan orang lain, bahkan mengutuki keberhasilan orang lain
  • Hujat
jangan menghujat. Gunakan mulut kita hanya untuk memuji Tuhan.

  • Kesombongan
merasa dirinya lebih baik dari orang lain, derajat dirinya lebih tinggi. Menempatkan dirinya melawan Allah. Puncak kejahatan adalah kesombongan.

Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." (Yak 4: 6)

Kita semua adalah anak Allah, sama-sama ditebus oleh Tuhan Yesus. Tidak ada yang lebih tinggi dari yang lain.

  • Kebebalan
bebal moral, melakukan hal-hal yang bodoh.

Tuhan mau mengkoreksi dan ajari kita, supaya jadi lebih baik.

Pesan p Agung : bagi seseorang hamba Tuhan, yang terpenting adalah hatinya berkenan di hadapan Tuhan. Dari dalam hati bisa keluar hal-hal yang baik dengan yang buruk.

Sumber dosa bukanlah makanan atau persentuhan jasmani, tapi dari dalam hati, lalu masuk ke pikiran, akhirnya jadi perbuatan.

Hal yang kecil di dalam hidup harus diselesaikan dengan Tuhan.

Kesaksian
P Agung pulang ke surga, dan bu Tina ditahbiskan sebagai gembala gereja. Ada 33 divisi di gereja, ELT bekerja keras membenahi semua yang ada.
Saat ada banyak masalah, bu Tina sempat marah, merasa yang dialami tidak adil, mengeluh, merasa belum punya kapasitas, merasa imannya diseret.
Bu Tina juga merasa diseret imannya dalam urusan rumah baru dan pelajaran anak-anak.
Kehidupan rohani kita harus sendiri, tidak bisa rombongan/ ber-ramai-ramai. P Agung tahu hal ini, makanya mengarahkan bu Tina untuk bergaul pribadi dan sendiri dengan Tuhan.
Roh Kudus berkata: semua yang terjadi diperlukan supaya iman bu Tina bertumbuh di dalam Kristus, iman bu Tina ke Tuhan naik level.
Semua itu untuk meningkatkan potensi bu Tina, sehingga bisa jadi lebih baik. Dulu bu Tina biasa bergantung ke suami, karena banyak tidak berani melangkah sendiri.

Tapi saat ini mau-tidak mau harus bergantung total hanya pada Roh Kudus. Saat bergantung kepada Roh Kudus, bu Tina mendapat banyak hal yang baru, dan bu Tina merasakan damai sejahtera. Bu Tina jadi bisa melihat gambar besar tujuan Tuhan bagi dirinya: mengapa berada dalam kondisi seperti sekarang, mengapa ditempatkan di Semarang, dll.

P Steve, suami bu Monika (penterjemah) meninggal. Saat bertemu bu Tina, yang dikeluhkan bu Monika sama dengan yang pernah bu Tina.

Kita sering jatuh karena kerikil kecil, bukan batu besar. Singkirkan kerikil-kerikil dari hati kita.

P Agung orangnya visioner, yang dilihat segala yang besar di depan. Tapi dampaknya tidak ada pengaturan detil dan kecil-kecil, tidak ada sistem. Bu Tina membuat sistem untuk berbagai bagian. Atas saran beberapa teman, bu Tina memakai akuntan publik untuk mengurus keuangan dan laporannya.

Hal-hal kecil di dalam hati harus dibereskan, termasuk kemarahan dan kejengkelan. Jika dibiarkan, maka kita tidak bisa lagi dengar arahan Roh Kudus, ujungnya melakukan tindakan-tindakan bodoh.

Bagaimana memiliki hati yang bersih dan kudus
1. Hanya Tuhan Yesus yang bisa merubah dan mengkuduskan

Saat lampu dimatikan, kita tidak bisa melihat jika ada kotoran. Saat lampu dinyalakan, maka semua kotoran terlihat. Yesus adalah terang dunia. Saat kita mengandalkan Yesus, kita bisa melihat kotoran-kotoran dalam hati kita. Terang Yesus bisa di dapat di Firman, karena Yesus adalah Firman.

Jika Firman Tuhan ada di hidup kita, maka Firman itu menerangi hidup kita dan membongkar hati kita, mengkuduskan manusia batiniah kita.

Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman- Mu. (Mzm 119: 9)

2. Hanya dengan pertolongan Roh Kudus kita bisa memelihara hati kita.
Tuhan berikan Roh Kudus bagi kita sebagai penolong. Tanpa pertolongan Roh Kudus, kita tidak bisa mengkoreksi hati kita. Minta kepada Roh Kudus untuk menunjukkan kekotoran di hati, lalu minta Dia mengisi hati kita. Saat Roh Kudus di dalam kita, semua kekotoran di dalam hati akan menyingkir keluar.

Jangan hanya merasakan Roh Kudus pada hari minggu, tapi setiap saat dan setiap keputusan harus tanya Roh Kudus. Biarkan Roh Kudus menuntun dan memberikan petunjuk.

Kita tidak bisa mengkoreksi diri sendiri, Roh Kuduslah yang bisa melihat diri kita yang sesungguhnya

Cermin adalah pantulan diri kita. Reaksi kita terhadap orang lain adalah diri kita sesungguhnya: iri hati, kejengkelan, kemarahan, dll. Jika kita tidak berbenturan dengan orang lain, kita tidak tahu kondisi hati kita.
Contoh: jengkel pada seseorang setiap kali bertemu.

Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya (Ams 27: 17)

Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. (Ibr 12: 14)

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Ams 4: 23)

Iblis selalu berusaha masuk di hidup kita, karena dia adalah musuh Tuhan. Iblis tidak suka kita mencari Tuhan.

Kehidupan kita di dalam Kristus akan terpancar keluar jika hati kita bersih. Dari hati yang bersih tidak akan muncul makian atau perkataan yang jahat. Pilihan ada di dalam kita: mau hidup kudus, atau hidup seperti dunia.

Core value JKI Injil Kerajaan: IKUTI -> Integritas, Kekeluargaan, Unggul, Tanggung-jawab, Inovasi
Nilai-nilai ini harus ada dalam hidup setiap jemaat JKI Injil Kerajaan.

Saat hidup kita bersih-kudus-benar, berkat Tuhan akan turun di hidup kita tanpa terhalang.


Rekening JKI Injil Kerajaan:
BCA 182-53-0000-9
BCA – Berkat bagi bangsa – 182-27-0000-9

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Tuesday, January 17, 2017

Suruhlah Mereka Pergi – Fonny Hoetomo – Minggu, 15 Januari 2017

Minggu, 15 Januari 2017
Suruhlah Mereka Pergi
Fonny Hoetomo

Mrk 6: 30-44

Ay 30 – Yesus punya manajemen yang rapi. Setelah mengutus murid-muridNya, murid-muridNya melaporkan kepada Yesus apa-apa yang sudah mereka lakukan.

Jika dalam pekerjaan, kita mengerjakan sesuatu tugas, laporkan perkembangannya, kesulitan-kesulitannya, seberapa sudah selesai dikerjakan. Maka atasan melihatnya, dan kepercayaannya pada kita meningkat.

Ay 31 – Orang banyak datang pada Yesus. Walau pelayananNya banyak, Yesus tahu bahwa waktuNya di dunia singkat. Maka Yesus harus menjaga kondisi supaya fit.

Kesaksian
John Sung, si obor asia, pelayanannya hebat. Dia meninggal di usia muda karena kurang mengurus kesehatannya.

Tubuh kita adalah Bait Allah, maka seharusnya harus dijaga dengan baik.

Yesus mengajar dengan penuh kuasa dan belas kasihan, sehingga semua mendengarkan dan diberkati, bahkan lupa waktu hingga hari hampir malam. Orang-orang ini mencari Yesus karena butuh kesembuhan dan pertolongan. Jumlah hadir saat Yesus menggandakan roti dikatakan 5000 laki-laki. Padahal dikisahkan bahwa yang memberi 5 roti-2 ikan adalah anak kecil. Jadi jika ditambah wanita dan anak-anak, jumlah totalnya bisa lebih dari 10 ribu orang. Diperkirakan tempat Yesus mengajar seperti ampitheatre, sehingga semua yang datang bisa mendengarkan.

"Suruhlah mereka pergi" adalah perkataan murid-murid kepada Yesus, supaya memerintahkan orang banyak itu pergi

Ada berbagai motifasi orang datang ke Yesus, dan Yesus menerima mereka semua, karena hatiNya penuh belas-kasihan

Uang yang ada pada para murid ada 200 dinar. 1 dinar adalah upah pekerja sehari. Dengan 200 dinar hanya bisa memberi makan sekitar 200 keluarga. Murid-murid melihat situasi: uang sedikit, tapi orang banyak, jadi mereka mengusulkan hal yang mudah: menyuruh orang banyak pergi.

Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja." (Yoh 6: 7)

Filipus menyampaikan kenyataan bahwa uang yang dimiliki kelompok Yesus kurang. Andreas menemukan bahwa ada anak kecil membawa 5 roti jelai dan 2 ikan kecil. Roti jelai adalah roti untuk orang miskin.

Sumber mujizat tidak jauh, ada di sekitar kita

Murid-murid sudah melihat Yesus membuat berbagai mujizat, tapi belum pernah melihat mujizat pelipat-gandaan roti. Ini seperti membatasi Yesus, mereka belum kenal Yesus seutuhnya. Jalan pikiran kita seringkali membatasi kuasa Tuhan: apakah Tuhan bisa menolong dalam pergumulan kita.

Saat kita datang pada Yesus dengan sepenuh hati, ada jawaban bagi masalah kita

Bagi semua murid roti yang dibawa anak kecil itu tidak berarti, tapi Yesus bisa melipat-gandakannya.

Setiap hari dari dapur umum JKI Injil Kerajaan memberi makan minimal 1300 orang. Sekolah Terang Bangsa memberikan beasiswa kepada banyak siswa. Semua tetap dilanjutkan dan tidak dihentikan.

Banyak hal kecil yang kita buat tidak diperhitungkan orang, tapi Tuhan melihat dan memperhitungkan, sekecil apapun kontribusi kita.

Saat makan dibagi-bagi jadi kelompok-kelompok kecil, dan masing- masing ber-
fellowship.
MK (Mezbah Keluarga) adalah keluarga kecil. Jika jemaat mau bergabung, ada banyak keuntungan. Saat jemaat mengalami sesuatu, yang bisa menolong paling cepat adalah dari keluarga terdekat, yaitu MK.

Semua yang hadir makan sampai kenyang, artinya Yesus memberkati dengan tidak tanggung-tanggung. Dikatakan bahwa roti awalnya roti jelai, tapi orang-orang bisa makan dengan enak.

Tuhan akan menolong kita hingga tuntas, karena Tuhan adalah alfa dan omega. Saat Tuhan mengakhiri sesuatu, Dia sudah memulai sesuatu yang baru, karena kasih Tuhan tidak berkesudahan.

Banyak orang berfikir bahwa dalam kebaktian yang terpenting hanyalah Firman. Memang Firman Tuhan memberi makan pada jemaat, tapi saat pujian dan penyembahan adalah saat jemaat meninggikan dan mengagungkan nama Tuhan.

Kita memberkati Tuhan dengan pujian dan penyembahan kita.

Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit (Mrk 6: 41a)

Yesus menengadah ke langit, artinya menghadap pada Bapa di surga.
Saat menghadapi sesuatu masalah, kekuatan dan pertolongan manusia terbatas, maka kita harus mengandalkan Tuhan, menghadapkan semua kepada Tuhan.

Hadapkan 5 roti-2 ikan yang Tuhan percayakan dalam hidup kita kepada Tuhan, ucapkan berkat yang sesuai Firman dan janji Tuhan: untuk pekerjaan, keluarga, usaha, pelayanan, dan semua yang Tuhan percayakan.

Setiap bangun pagi, jangan mengomel dan memikirkan persoalan. Tapi mulai hari dengan mendeklarasikan berkat yang dari Firman Tuhan:
Aku percaya Yesus, hidupku dijamin oleh Yesus, aku percaya kebenaran Firman, aku mau berkati dan perkatakan sesuai jatah Tuhan buat hidupku, iblis tidak punya hak atas hidup kita karena sudah dibayar lunas oleh darah Yesus.

Tuhan mengerti hidup kita, mengerti apa yang ada di dalam hati dan pikiran kita. Sebelum kita bicara, Tuhan sudah tahu, karena Dia lebih kenal kita daripada kita mengenal diri sendiri. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian dalam masalah.

Saat akhirnya semua orang pergi, mereka pergi dengan kenyang jasmani-rohani, dan disembuhkan.

Hal itu dikatakan- Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan- Nya.(Yoh 6: 6)

Yesus tahu apa yang Dia rencanakan untuk hidup kita, dan rencanaNya itu detil.

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yer 29: 11)

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah." (Yoh 6: 27-29)

Pekerjaan yang dikehendaki Allah : percaya pada Yesus.

Kesaksian
Bu Fonny dan beberapa teman dari beberapa kota menghadiri KKR Joyce Meyer di Jakarta. Saat itu ada banjir besar, lalu harus menerobos banjir besar. Bu Fonny dan rekan-rekannya berdoa supaya mobil bisa melewati banjir tanpa mogok. Sopir khawatir mobil akan mogok, tapi setiap kali mengatakan kekuatirannya, ibu-ibu penumpang melarang memperkatakan yang negatif. Akhirnya rombongan bisa sampai dengan selamat.

Kesaksian
Anak bungsu bu Fonny rencana dilahirkan secara cesar di tanggal kelahiran suami bu Fonny. Dokter yang menangani semula mencegah karena dianggap masih prematur. Bu Fonny dapat dari Tuhan bahwa harus dilahirkan hari itu. Akhirnya dokter menuruti tanggal yang diminta.
Ternyata setelah operasi, dokternya berkata bahwa saat itu ternyata adalah saat yang terbaik, karena jahitan-jahitan sebelah dalam dari hasil operasi cesar anak sebelumnya: sudah robek, dan tinggal lapisan tipis. Maka jika kandungan sobek, bayi bisa meninggal.

Ketika kita masih di dunia, mari kerjakan bagian kita, sekecil apapun kontribusi kita. Tuhan tidak melihat jumlahnya, tapi ketaatan hati kita. Hidup di dunia waktunya singkat, tapi waktu yang singkat itu menentukan hidup kita di kekekalan.

Penutup – Yosea C
Jika kita mengatakan bahwa kita mengalami Tuhan, tapi dalam kehidupan dikungkung masalah demi masalah, dan kalah; maka orang lain akan mempertanyakan kehadiran Tuhan di hidup kita.
Berjalan dengan Tuhan satu paket dengan mujizatNya!

Rekening JKI Injil Kerajaan:
BCA 182-53-0000-9
BCA – Berkat bagi bangsa – 182-27-0000-9

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Tuesday, January 10, 2017

Asal Kujamah Jumbai JubahNya – Yosea Christiono – Minggu, 08 Januari 2017

Minggu, 08 Januari 2017
Asal Kujamah Jumbai JubahNya
Yosea Christiono

Setiap orang ingin hidupnya lancar-baik- dan enak saja. Tapi kenyataannya tidak begitu. Saat kita hanya terima yang baik, kita tidak bisa menghargai anugrah yang kita terima.

Ilustrasi
Seorang anak dari kecil diberikan semua kemauannya dan diproteksi. Anak ini akan berfikir bahwa hidup ini mudah. Kelak anak ini tidak akan siap menghadapi kehidupan. Ini malah menjerumuskan.

Ada masa-masa hidup yang tidak nyaman, sebagai bagian pelatihan, sehingga kelak hidupnya kuat. Saat menghadapi sesuatu yang besar, yang butuh keteguhan hati dan kekuatan mental, kita harus sudah terlatih. Kemampuan menghadapi masalah tidak datang dengan tiba-tiba. Ujian kehidupan tidak bisa diprediksi. Hanya orang yang terlatih dan mau berubah, siap menghadapi ujian apapun dalam hidup.

Mrk 5: 24-33
Yesus sedang berjalan, banyak orang menempel pada Yesus. Di tengah orang berhimpitan, Yesus bertanya "siapa yang menjamah jubahKu ?". Di Matius ada penjelasan lebih rinci: yang disentuh adalah jumbai jubah Yesus.

Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah- Nya. (Mat 9: 20)

Tindakan iman wanita ini dilakukan dengan segenap hati. Tindakan iman wanita ini akhirnya dicontoh orang lain. Saat ada kesaksian seseorang, kita bisa mencontohnya. Saat kita punya iman yang sama, maka kita akan alami hal yang sama.

Mrk 6: 53-56 – Tindakan iman wanita ini ditiru oleh banyak orang, dan mereka juga disembuhkan.

Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh. (Mrk 6: 56)

Jika kita tidak mengalami Tuhan di hidup kita, harus introspeksi: mana yang tidak tepat di hidup kita. Jangan hanya mencontoh penampakan luar, tapi contohlah yang di dalam.

1. Jumbai jubah itu akan mengingatkan kamu kepada segala perintah Tuhan (Bil 15: 37-41)

Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN (Bil 15: 39)

Jumbai jubah mengingatkan orang Israel pada perintah Tuhan dan pengalaman-pengalaman dengan Tuhan.

Kesaksian
p Yosea mempunyai seorang teman pengusaha. Di sudut ruang kerja teman itu ada banyak akrilik berbentuk salib, dan di bagian bawah masing-masing salib ada catatan peristiwa-peristiwa yang pernah dialami teman ini dengan Tuhan.

Kita harus punya mezbah, yang menandai saat-saat kita mengalami Tuhan dengan luar biasa.

Saat Tuhan mau membangun karakter kita, memperkokoh akar hidup kita, Tuhan akan beri 1-2 peristiwa untuk mengujinya. Jika sebelumnya kita tidak punya pengalaman dengan Tuhan, maka bisa patah semangat dan kecewa dengan Tuhan.

Bagi orang Israel, melihat jumbai jubah artinya melihat pengharapan

Ibr 12: 1-3 – Kita harus punya pengalaman yang mengingatkan kita pada Tuhan.

Kehidupan manusia mungkin terlihat selalu naik. Tapi setelah diamati dari dekat, selalu ada sedikit penurunan, lalu naik lagi. Saat kita retret, istirahat, pemulihan, itu saat hidup kita turun sedikit. Jika saat turun itu disertai pertobatan dan ketaatan, kita akan naik lebih tinggi.

2. The power of kepepet
Wanita ini berkali-kali mendengar tentang Yesus yang bisa menyembuhkan. Seseorang yang mendengar tentang Tuhan belum tentu berubah. Dia baru berubah saat ada respon dari dalam. Tapi dia punya masalah: sakit pendarahan, artinya dia najis (Im 15: 25), dan apapun yang disentuh juga najis.

Dengan Tuhan itu pribadi

Saat melihat Yesus, ada tarik-menarik di hati: antara merasa najis dan butuh disembuhkan.

Sama seperti orang berdosa yang butuh diampuni. Banyak orang yang merasa berdosa tidak mau ke gereja. Ini konsep yang salah. Dalam gereja ada berbagai macam orang: ada yang berkobar-kobar cinta Tuhan, ada yang baru bertobat, ada yang dewasa rohani, tapi ada juga yang berdosa. Saat ada salah dan dosa, tetap cari Tuhan karena itu pribadi, tidak bisa dengan perantaraan orang lain.

Wanita ini merangkak supaya bisa mendekati Yesus, dan akhirnya bisa menjamah jumbai jubah Yesus, dan disembuhkan.

Desperately looking for help
Saat seorang sudah sakit bertahun-tahun, tidak lagi perduli yang menyembuhkan dari agama apapun - yang penting sembuh.

Orang yang belum pernah mentok/ tersudut, tidak akan mengalami sesuatu yang besar.

> Ada adrenalin iman yang muncul di saat terdesak
Tekat wanita ini muncul dari dalam: jika tidak bertemu Yesus maka akan mati.

Kesaksian
P Yosea selalu berdoa pada Tuhan: "Jangan buat aku tenang jika menjauh daripadaMu, buat hatiku gelisah". Hati ini jadi alarm dalam hidup p Yosea. Jika tidak ada damai, maka p Yosea tidak akan mengambil keputusan besar, lalu mundur dan mencari Tuhan.

> The power of kepepet
Saat tersudut ada kekuatan yang keluar. Padahal kepepet (tersudut) itu tidak enak.

Ilustrasi
Saat keuangan mepet, keinginan kita dibatasi oleh jumlah uang. akan mulai melihat kemungkinan-kemungkinan yang sebelumnya tak terlihat saat kondisi longgar.

Saat ada masalah, orang yang tidak biasa cari Tuhan akan mencari teman atau peluang lain. Ini sikap yang salah, karena artinya teman kita menggantikan posisi Tuhan. Seharusnya yang pertama dicari adalah Tuhan. Hubungan kita dengan Tuhan itu pribadi, tanpa ada orang lain sebagai perantara.

Siapa diri kita sebenarnya: Respon pertama yang muncul di hati sebelum dipikir.

Tuhan dekat dengan orang yang hatinya hancur/ patah (Mzm 51: 19-21)
Wanita ini najis, yang disentuh harusnya ikut najis. Tapi saat menyentuh Yesus justru dia sembuh.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mzm 51: 19)

Tuhan sifatNya penuh kasih, dan ingin selalu menolong. Saat seseorang hancur hati, Tuhan seperti mendekatinya. Segera ceritakan pergumulan kita pada Tuhan.

Bahkan tindakan iman yang desperately wanita pendarahan ini mampu mengintervensi jadwal pelayanan Tuhan Yesus. Mampu membuat Tuhan Yesus berpaling kepadanya. Jadwal pelayanan Yesus sebenarnya (Mrk 5: 21-25) adalah jadwal pelayanan Tuhan pada anak Yairus.

3. Kasih Karunia dan kebenaran ada dalam Tuhan Yesus
Di jaman sekarangpun kita bisa menjamah Yesus.

Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. (Yoh 1: 15-17)

Saat Yesus berjalan, Dia penuh kasih karunia demi kasih karunia. Maka saat wanita itu menjamahNya, kasih karunia keluar dari Yesus dan menyembuhkan wanita ini.

Alami persekutuan kehidupan yang lebih nyata dalam perjamuan kudus.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." (Yoh 6: 47-51)

Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap- tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal. Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita. (1Kor 11: 27-31)

Ada kuasa dalam perjamuan kudus: pemulihan, kesembuhan, kekuatan baru
Dalam perjamuan kudus kita bisa menjamah tubuh Tuhan

Saat kita butuh pertolongan Tuhan, ambil tubuh dan darah Tuhan. Tapi jangan di-mistik-kan. Saat kita satukan hati berdoa untuk roti dan anggur, maka selama perjamuan kudus, roti dan anggur jadi tubuh dan darah Kristus.

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878-3377-8822