Friday, October 12, 2012

SOM 2012 HS JKI IK - Sesi 7: Pengalaman Ilahi - Morris Cerullo

SOM 2012 HS JKI IK
Sesi 7: Pengalaman Ilahi
Morris Cerullo

Ada beberapa manifestasi yang Tuhan mau munculkan dalam hidup kita: dan itu dengan satu tujuan. Tuhan tidak pernah lakukan apapun tanpa punya tujuan. Kita masing-masing adalah orang-orang pilihan Tuhan, dan Tuhan punya rencana untuk kita masing-masing, yaitu membawa kita keluar dari alam natural menuju alam supranatural.

Ps Morris tidak datang untuk sekedar berkhotbah, tapi datang sebagai nabi Tuhan untuk memberikan pernyataan-pernyataan dari Tuhan, dan itulah destiny anak-anak Tuhan di Indonesia. Arti destiny adalah pre-determine plan, rencana yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Banyak orang yang mengaku sebagai Yesus, mengaku sebagai Mesias, banyak yang mati di salib. Tapi hanya Yesus yang keluar dari kubur dan bangkit dari kematian.

Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya,
yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. (1 Yoh 3: 8)

Tujuan Allah mengutus Yesus ke dunia adalah memerangi, mengalahkan dan menghancurkan pekerjaan iblis. Iblis tidak memiliki kuasa! Iblis tahu kalau kita sudah dibebaskan! Dan kita tahu bahwa peperangan bukan antara kita dengan iblis, tapi sudah diselesaikan Yesus.

Di awal Tuhan conversikan kita dengan lahir baru. Tuhan mau ubahkan kita lebih tinggi lagi, tapi itu tergantung seberapa besar kita mau maju.

Alkitab berkata Roh yang sama yang membangkitkan Kristus dari kematian sudah tinggal di dalam kita! Roh itu akan mengobarkan kita, sehingga kita mampu membawa manifestasi kuasa Tuhan di Indonesia.
Saat kita baca Alkitab, yang terpenting adalah perkataan Yesus !
Bukan perkataan Paulus, Petrus, Musa, Elia, atau yang lain !

Yoh 15: 16 – Pesan Yesus kepada murid-muridNya:
  1. Apapun yang dilakukan harus menggunakan nama Yesus!
  2. Ingat dari mana asal kita: bahwa bukan kita yang memilih Yesus, tapi Tuhan yang memilih kita ! Kita adalah orang-orang yang dipilih.

Banyak orang sudah mengalami berkat Tuhan. Tapi sangat sedikit yang maju terus hingga mengalami manifestasi kuasa Tuhan. Kita tidak bisa terima kuasa tanpa sebuah pengalaman.

Kisah Tuhan selamatkan Ps Morris.
Ibu Ps Morris adalah Yahudi ortodox, dan ps Morris jadi yatim piatu di usia 2 th, dan kemudian tinggal di panti asuhan Yahudi ortodox. Di usia 12 th tangan Tuhan jamah ps Morris melalui seorang wanita Kristen yang sudah datang ke rumah yatim itu selama 2 tahun untuk mencari kesempatan bersaksi tentang Tuhan Yesus. Tangan Tuhan mampu menjangkau Morris kecil yang berada di rumah yatim piatu Yahudi ortodox. Tuhan memilih Morris kecil karena melihat sesuatu di dalam Morris kecil dan menggunakannya untuk kehormatan dan kemuliaan Tuhan.

Tuhan juga lihat sesuatu di dalam kita! Tuhan akan rubah hidup kita!
Dan Tuhan akan gunakan kita untuk kemuliaan Tuhan ! Kita DIPILIH !

Doa:
Tuhan, apapun itu yang Kau lihat di dalamku, kuserahkan kepadaMu !

Mulai bulan agustus 2012, link MP3 rekaman hanya diberikan di grup mailing-list pada link di atas.

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
antoniusfw1@gmail.com (Google +, Google Talk);
antonius_fw@hotmail.com (MSN Massenger);
pin BB: 29C12B56

Thursday, October 11, 2012

SOM 2012 HS JKI IK - Sesi 6B: Kelimpahan Disertai Tanggung Jawab – Petrus Agung

SOM 2012 HS JKI IK
Sesi 6B: Kelimpahan Disertai Tanggung Jawab
Petrus Agung

Yoh 6: 1-15
1. Kelimpahan diawali dengan tanggung jawab.
Tuhan bertanya: di mana kita bisa membeli roti supaya mereka bisa makan.

Mental kerajaan: Kita yang beli, mereka yang makan. Inilah tanggung jawab orang Kristen.

Sebelum kita punya mental seperti ini, tidak akan ada mujizat 5 roti 2 ikan. Jika kita tidak ambil tanggung jawab ini dalam hidup kita, maka tidak ada mujizat yang ajaib dalam hidup kita. Ubah mentalitas kita, cara berfikir kita, sikap hati kita merespon, jadi mentalitas kerajaan Surga. Banyak orang karena didorong keninginan memperkaya diri, mereka lakukan berbagai hal, tapi tidak ada mentalitas kerajaan: kita yang beli – mereka yang makan.

Gereja mengalami ledakan bukan karena pengkotbah, pendeta, gedung atau yang lain, tapi karena Tuhan. Semua diawali dari mentalitas: kita yang beli dan mereka yang makan. Di tahun 2007 semua kegiatan menghabiskan uang dan tidak menghasilkan uang. KKR anak raja memakan dana sangat besar. Saat ini dikerjakan, maka di tahun yang sama Tuhan beri sangat banyak: sekolah, dapur umum, rumah singgah. Dari properti yang kecil sekitar 1200 m2, saat ini Tuhan beri properti total sekitar 17 Hektar.

Kita tidak bisa dapatkan semuanya jika tidak mengerjakan hal yang kecil dari awal
dengan penuh tanggung jawab.

Kita pasukan yang berbeda: datang untuk memberi, bukan untuk meminta.

Ambil tanggung jawab yang Tuhan berikan, sekecil apapun itu.

Ada nubuatan tentang kelaparan yang akan menimpa seluruh dunia, dan Indonesia harus beri makan dunia. Gereja bergerak di agro untuk menanggapi pesan Tuhan. Di awal banyak yang gagal, tapi saat ini mulai berhasil.

2. Faktor yang menyusahkan hati Tuhan
Hati Tuhan ingin memberkati anak-anakNya, tapi seringkali berkat yang Tuhan beri itu malah bisa memisahkan kita dari Tuhan.

Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa
untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri. (Yoh 6: 15)

Destiny Tuhan jadi Raja di atas segala raja, tapi harus dengan cara Tuhan, bukan dengan cara manusia. Tuhan sangat perduli dengan proses yang harus terjadi dan harus dilewati, bukan hanya perduli dengan tujuan akhir.

Arti kata “memaksa” di ayat di atas:
  • to gain control over of” = mendapat kehormatan utk mengiontrol dan mengendalikan. Yesus tidak pernah jadi raja kita jika kita coba kontrol Tuhan. Contoh menggunakan pengurapan dan karunia untuk tujuan-tujuan daging kita. Musuh kita sering kali di dalam kita: ketamakan.
  • to attack” = menyerang. Semua yang sifatnya memaksa Tuhan melakukan apa yang kita mau, itu seperti menyerang Tuhan. Roh Tuhan sensitif. Jika kita serang Dia, Dia akan undur. Ketika Roh Kudus turun, semua heboh. Tapi saat Tuhan undur dari hidup seseorang, Dia mundur pelan-pelan dengan sedih.
  • to plunder” = menjarah. Banyak orang Kristen yang menjarah Tuhannya, tapi tidak ada tanggung jawab keluar dari hidup kita.

Banyak orang kecewa karena merasa sudah melakukan sesuatu buat Tuhan, tapi sebenarnya tidak.
Tuhan ingin temukan orang-orang seperti Kaleb: rohnya lain dan mengikuti Tuhan segenap hati.

Di dalam Alkitab tidak ada tokoh yang miskin. Tapi menurut penelitian, yang paling membuat cemas orang Kristen: 39% adalah keuangan. Ini bertentangan dengan Alkitab dan ada sesuatu yang salah, yaitu ketakutan, rasa tidak aman, ketamakan kita.

Bereskan sikap hati kita, kerjakan tanggung-jawab sekecil apapun, jangan malas !
Sehingga Tuhan bisa beri kita kepercayaan lebih lagi.


Mulai bulan agustus 2012, link MP3 rekaman hanya diberikan di grup mailing-list pada link di atas.

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
antoniusfw1@gmail.com (Google +, Google Talk);
antonius_fw@hotmail.com (MSN Massenger);
pin BB: 29C12B56

Wednesday, October 10, 2012

SOM 2012 HS JKI IK - Sesi 6A: Generasi Pembebas (The Making of Generational Deliverance) - Paul Enenche

SOM 2012 HS JKI IK
Sesi 6A: Generasi Pembebas (The Making of Generational Deliverance)
Paul Enenche

Kel 2: 13-14; Kel 3: 1-11
Tema di atas artinya suatu proses yang membuat seseorang mampu melepaskan suatu generasi. Tuhan mencari seseorang yang akan membebaskan Indonesia. Satu orang saja cukup untuk membebaskan satu bangsa atau negara. Satu orang Musa, Elia, Ester, Debora, Paulus cukup untuk seluruh orang Israel di jamannya.

Sebelum seseorang bisa diutus Tuhan, maka orang tersebut harus diproses Tuhan.
Tuhan tidak pernah utus orang yang tidak siap.

Kita tidak bisa Tuhan gunakan jika belum di proses dan dicetak oleh Tuhan. Musa gagal di awal karena dia belum diproses, sehingga melakukan dengan kekuatannya sendiri. Di awal ada orang yang berkata: “Siapa yang mengangkat kamu jadi imam ?”, artinya Musa tidak bisa bebaskan orang Israel sebelum diproses Tuhan.

Saat Yesus panggil murid-muridNya, Dia berkata datang dan ikuti, maka aku akan membuat dan memproses kamu (Mat 4:19, Mrk 1:16).

And he saith unto them, Follow me, and I will make you fishers of men. (Mat 4: 19)

Tuhan ingin memproses dan mencetak kita, dari bahan baku hingga jadi produk jadi.

Jika kita ditugaskan sebelum kita diproses lebih dulu, maka kita akan gagal total dan frustasi:
  • Kita belum punya strategi Ilahi.
  • Kurangnya otoritas dan topangan rohani.
  • Kurangnya favor /kemurahan Ilahi dan penerimaan/ acceptance dari orang-orang, bahkan yang hendak kita tolong akan menolak kita.

Kis 2: 47 – Rasul-rasul mendapat kemurahan dari orang-orang. Ada penambahan jiwa-jiwa karena adanya favor/ kemurahan.

Untuk berhasil sebagai rasul, nabi, raksasa finansial, kita perlu favor/ kemurahan dan
penerimaan/ acceptance. Kemurahan itu datangnya dari penerimaan.

Kriteria yang harus kita persiapkan untuk menjadi pembebas generasi : (contoh dari hidup Musa)

1. Memiliki hati seorang hamba (Possess the heart of the servant) - Kel 3: 1a
Musa memelihara ternak Yitro. Artinya Musa mengusahakan milik mertuanya, bukan miliknya sendiri.

Urapan Tuhan ada di kepala para hamba. Tuhan tidak mengurapi majikan-majikan!

Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus
(Mzm 89: 21)

Dimanapun Tuhan temukan hati hamba, maka urapan itu mengalir. Kita tidak bisa bebaskan generasi karena lebih banyak orang ingin jadi majikan dan tidak ada yang mau jadi hamba. Musa sebelumnya pangeran di istana Mesir, dibesarkan dalam suasana kaya raya. Tapi Tuhan harus turunkan gaya hidup seorang pangeran menjadi gembala selama 40 tahun.

Jika kita ingin lulus ujian kepemimpinan, kita harus melewati proses penghambaan
Sebelum kita punya hati hamba, kita tidak memenuhi syarat untuk melayani

Yusuf melayani para tahanan di dalam penjara, Daud menggembalakan kawanan ternak ayahnya di padang gurun. Saul sebelum diurapi juga menggembalakan ternak ayahnya.

Seberapa besar visi kita, seberapa besar potensi di dalam kita,
sebelum hati hamba muncul dalam hati kita, Tuhan tidak bisa gunakan kita.

2. Datang ke gunung Tuhan (go to the mountain of God) - Kel 3: 1b
Musa pergi ke bagian belakang padang gurun ke gunung Tuhan.

Pada hari Musa memutuskan untuk pergi ke gunung Tuhan, hari itu Musa alami perjumpaan Ilahi.

Gunung Tuhan adalah tempat doa, adalah tempat berpuasa, adalah tempat menyembah, adalah hadirat Tuhan.
Kita memerlukan api revival, itu ada di gunung Tuhan. Kita membutuhkan minyak untuk membebaskan generasi, itu ada di gunung Tuhan. Musa, Elia, Yesus bertemu Tuhan di puncak gunung.

Tuhan sedang memanggil kita ke tempat keintiman yaitu hadiratnya. Kita harus ambil keputusan untuk berpindah dari tempat sekarang, dan masuk ke hadirat Tuhan.

Ketika kita membutuhkan: api, kuasa, urapan, passion, jubah untuk menyelamatkan generasi, semua itu ada di ruang rahasia – di ruang mahakudus – di gunung Tuhan, yaitu tempat penyembahan dan doa kita.

3. Memutuskan untuk menyimpang dari jalan kita sendiri (decide to turn aside) - Kel 3: 3
Di gunung Tuhan Musa melihat semak belukar menyala tapi tidak terbakar. Kemudian Musa memutuskan untuk menyimpang dan melihatnya.

Kita harus membuat keputusan untuk menyimpang dari jalan kita sekarang ke jalan Tuhan.

Menyimpang artinya beri perhatian ekstra kepada apa yang Tuhan katakan dan taruh di hati kita: visi, api Tuhan.

Jangan ijinkan tubuh kita hidup sembarangan. Banyak yang visi padam karena kurang memberi perhatian kepada visi itu. Jika kita beri perhatian kepada sesuatu, kita akan fokus kepada hal itu. Ketika Tuhan melihat Musa menyimpang, baru Tuhan memanggil. Melihat api Tuhan tidak cukup. Hanya saat kita beri perhatian lebih, baru Tuhan akan berikan arahan.

No direction and revelation without attention.

Menyimpang artinya siap merubah arah hidup, pendekatan, sikap, menjadi fleksibel dengan Tuhan, tidak lakukan sesuatu hanya sesuai kebiasaan. Tuhan tidak memakai orang yang menikahi tradisi.

Tuhan hanya bekerja pada orang-orang yang fleksibel dengan Tuhan.

Saat Musa menyimpang, dia membelakangi ternaknya dan berhadapan dengan semak. Sejak saat itu ternak-ternak itu tidak pernah lagi dikaitkan dengan Musa. Selama ini ternak adalah usaha, kehidupan, investasi Musa. Saat kita mau dipakai Tuhan menjadi pengubah generasi, kita harus siap berpaling dari semuanya, meninggalkan semuanya dan jadikan Tuhan satu-satunya fokus.


4. Mempertahankan jarak aman antara kita dan Tuhan (maintain the save distance) - Kel 3: 5a
Musa ingin cepat-cepat mendekati semak, tapi Tuhan beri perintah yg aneh: jangan mendekat!

Mempertahankan jarak aman antara kita dan Tuhan, artinya keintiman tanpa kurang ajar
(proximity without familiarity)

Banyak orang Kristen kehilangan api, jubah, urapan, karena mereka merasa terlalu dekat dengan Tuhan. Kurang berdoa, kurang duduk diam untuk mendengar suara Tuhan.

Di Alkitab ada orang-orang yang merasa terlalu dekat kepada Tuhan dan akibatnya dibinasakan: Usa menjamah Tabut perjanjian. Anak Harun yang mempersembahkan api asing, anak-anak Eli yang tidak benar di hadapan Tuhan.

Yes 6 – saat Yesaya melihat kerubim: 2 tangan menutupi muka. Kita tidak diijinkan memandang wajah Jehova.

Jika kita mau jalan jauh dengan Tuhan, harus jaga sikap dan jangan sok akrab

5. Tanggalkan kasut (put of thy shoes) - Kel 3: 5b
Sepatu menyatakan martabat (dignity). Melepaskan kasut artinya merelakan martabat kita di hadapan Tuhan. Serahkanlah segala pergerakan dan tindak-tanduk kita kepada Tuhan.

Saat Tuhan minta Musa lepas sandal, sejak saat itu Tuhan yang menentukan langkah Musa,
dan Musa tidak bisa ambil keputusan untuk dirinya sendiri.

Banyak dari kita jalankan hidup dan pelayanan kita semau kita. Tuhan minta kita tanggalkan kasut kita dan Tuhan yang menentukan arah kita hingga ujung perjalanan hidup kita.

6. Ikut merasakan hati Tuhan (fill HIS pain) - Kel 3: 7
Kita harus bisa rasakan apa yang Tuhan rasakan. Tuhan melihat kesengsaraan umat Israel, dan ia ingin hal yang sama kita rasakan.

7. Mati terhadap diri sendiri (dead to self) - Kel 3: 11
Saat Musa berkata: “siapa aku ini?” Musa mengacu kepada dirinya dulu: pangeran Musa yang dulunya. Sebelum kita melihat diri kita sebagai orang yang tidak penting, kita tidak bisa Tuhan gunakan. Yohanes pembabtis berkata: aku harus semakin berkurang dan Dia semakin bertambah.

Kita harus sampai pada titik kesadaran bahwa kita tidak ada apa-apanya, saat itulah Tuhan bisa gunakan kita. Segala kepercayaan diri harus mati, rasa yakin kepada pendidikan dan bakat kita harus hilang, kita harus sampai pada kesadaran bahwa kita tidak berguna tanpa Tuhan.


Setelah Tuhan memproses Musa, Tuhan bertanya kepada Musa: “apa yang ada di tanganmu?”
Artinya tidak ada satu manusiapun yang tangan kosong. Setiap manusia telah diberikan sesuatu.

Hidup, tangan, roh kita tidak kosong.
Tuhan sudah taruh di dalam kita : bakat, karunia, potensi, urapan Tuhan; saat kita ditebusNya.

Musa sedang membawa tongkat, artinya arah suatu generasi, jawaban untuk penindasan seluruh bangsa, cara menghentikan kekuasaan Firaun, kemampuan untuk menghapus air mata bangsa. Ada banyak orang yang menuju kematian karena kita tidak sadar apa yang ada di tangan kita.

Saat Musa lemparkan tongkatnya ke tanah, maka tongkat itu menjadi sesuatu yang hidup. Tuhan sudah tanam suatu potensi dalam hidup kita, tapi kita tidak menyadarinya, dan gunakan hanya untuk sekedar hidup atau sekedar merasa nyaman.

Saat Tuhan kirim Musa ke Mesir, Tuhan tidak beri alat baru. Tuhan hanya menyadarkan apa yang selama ini di tangan musa, sehingga Musa kemudian bisa memberdayakannya.

Minta kepada Tuhan supaya mencelikkan dan singkapkan kepada kita tentang apa yang sudah kita miliki dari Tuhan, tapi kita tidak sadar, sehingga kita bisa menjadi jawaban bagi generasi ini.


Mulai bulan agustus 2012, link MP3 rekaman hanya diberikan di grup mailing-list pada link di atas.

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
antoniusfw1@gmail.com (Google +, Google Talk);
antonius_fw@hotmail.com (MSN Massenger);
pin BB: 29C12B56

SOM 2012 HS JKI IK - Sesi 5B: Doa yang Berkuasa - Tony Mulia

SOM 2012 HS JKI IK
Sesi 5B: Doa yang Berkuasa
Tony Mulia

100 tahun yang lalu Korea masih dijajah Jepang. 50 tahun yang lalu Korea dilanda kemiskinan karena perang Korea. 5-6 Juni 1984 ada sekumpulan hamba Tuhan dari seluruh dunia, kira-kira 50 orang, yang berdoa untuk Korea. 2010 baru disadari bahwa Korea berubah luar biasa:
  1. Ekonomi melonjak, produk elektronik dikuasai Korea.
  2. Dulu pengirim missionaris terbanyak dunia adalah Amerika, tapi hari ini adalah Korea.
  3. Sebelum 1984 ke-Kristenan di Korea dibawah 6%, hari ini di atas 40%

Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya (Yak 5: 16)

Konferensi doa sedunia yang kedua akhirnya diadakan di Indonesia tanggal 17 Mei 2012. Hadir 86 negara, ada 378 kota berdoa bersama dengan satu keyakinan: jika Korea dirubah Tuhan, maka Indonesia juga akan diubah Tuhan! Banyak delegasi datang dan berkata bahwa mereka bukan hendak mengajar, tapi belajar dari Indonesia, karena mereka percaya api Tuhan saat ini sedang ada di Indonesia.
Tuhan pilih setiap kita dari orang biasa menjadi orang luar biasa!

Selain mengubah Indonesia, Tuhan juga akan ubah masing-masing kita dari biasa menjadi luar biasa.

2 Taw 14: 2-12 – Kekristenan bukan tempat bermain, tapi tempat berperang !
Raja Asa takut akan Tuhan, mencari Tuhan. membuang semua berrhala, tiba-tiba ada serangan besar dari Ethiophia. Saat kita hidup benar-pun, masalah tetap akan ada di hidup kita. Tapi jangan takut terhadap masalah karena kita punya Tuhan yang jauh lebih besar dari masalah!

Mujizat besar justru terjadi saat kita berada di tengah masalah besar.

Kunci kemenangan Asa:
1. Percaya bahwa HANYA Tuhan yang bisa buat mujizat (ay 11a)
Asa percaya tidak ada yang bisa menolong dan buat mujizat pada situasi itu, selain Tuhan.
Untuk selesaikan masalah bangsa Indonesia hanya Tuhan. Tidak ada satu orang atau kelompok bisa rubah bangsa ini sendirian. Maka kita harus unity, semua gereja bersatu untuk kemuliaan Tuhan.

Saat tubuhNya/ gerejaNya bersatu, maka kepalaNya pasti hadir !

Saat Daud melawan Goliat, secara manusiawi tidak mungkin yang kecil bisa kalahkan yang besar. Tapi Daud percaya bahwa Tuhan-nya lebih besar, dan saat Tuhan berperkara tidak ada yang mustahil!

2. Bersandar kepada Tuhan (ay 11b)
Bersandar artinya menempel dan bergantung. Bergantung artinya ada sesuatu tali diulurkan dari atas dan kita pegang, saat kita lepas kita akan jatuh. Banyak orang yang hanya datang ke Tuhan saat perlu saja: ada masalah, ada kebutuhan, dll. Ini bukan bergantung kepada Tuhan.

Tuhan mau setiap kita selalu bergantung-bersandar-dekat-intim dengan Tuhan

Orang yang intim dengan Tuhan pasti diurapi dan diberkati Tuhan.

3. Punya iman (ay 11c)
Asa mempunyai iman, yaitu mengandalkan nama Tuhan.

Tuhan bekerja bukan karena kebutuhan kita, tapi karena iman kita.
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Rm 10: 17)

Memberi untuk Tuhan bukan judi! Apa yang kita tabur pasti kita tuai. Memberi dengan iman untuk pekerjaan Tuhan tidak akan sia-sia, dan akan diberkati luar biasa.

Tuhan sedih jika potensi yang Tuhan sudah letakkan dalam diri kita tidak digunakan sebagai mana mestinya. Kita masing-masing punya potensi yang besar dan mahal, yang bisa Tuhan gunakan untuk mengubah kehidupan, keluarga, lingkungan, kota, bahkan bangsa kita. Penting untuk menemukan destiny dan panggilan dalam diri kita.

Tuhan mau kita menaruh iman dan percaya kepada nama Yesus !

4. Bisa menggerakkan hati Tuhan (ay 11d)
Kita bisa menang dalam peperangan bukan dengan kekuatan kita, tapi kekuatan Tuhan. Masalah besar seperti apapun bisa Tuhan selesaikan, masalahnya bagaimana kita menggerakkan hati Tuhan.

Saat ini bangsa-bangsa sedang menantikan apa yang akan terjadi di Indonesia, mereka rindu Indonesia jadi berkat bagi mereka, karena api Tuhan ada di Indonesia.

Mulai bulan agustus 2012, link MP3 rekaman hanya diberikan di grup mailing-list pada link di atas.

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
antoniusfw1@gmail.com (Google +, Google Talk);
antonius_fw@hotmail.com (MSN Massenger);
pin BB: 29C12B56

Monday, October 8, 2012

SOM 2012 HS JKI IK - Sesi 5A: Ciri-Ciri Generasi Penuntas - Iin Cipto

SOM 2012 HS JKI IK
Sesi 5A: Ciri-Ciri Generasi Penuntas
Iin Cipto

Pembukaan: Petrus Agung
Hidup kita dibangun bukan berdasar karunia yang kita miliki, tapi berdasar setiap perubahan hati dan pertobatan. Seberapa besar Tuhan memberkati kita tergantung seberapa besar tanggung jawab yang kita sedia pikul. Jika keinginan diberkati keluar dari kedagingan kita, tanpa kemampuan bertanggung-jawab, itu berbahaya.

Semua yang Tuhan beri dalam hidup kita berkaitan dengan
seberapa besar tanggung-jawab yang kita harus pikul dalam anugrahNya,
dan seberapa kita mau bertanggung-jawab dengan apa yang Tuhan tugaskan dalam hidup kita.

Kisah 5 roti dan 2 ikan terjadi bukan karena Tuhan iseng. Tuhan beri tanggung jawab kepada muridNya untuk memberi makan orang banyak. Saat memberi persembahan dan taburan, jangan hidup dikuasai ketamakan, jangan emosional. Tuhan memberi hak waris kepada mereka yang dewasa dan akil balik. Jika ingin diberkati, dewasalah dalam segala hal.

JKI Injil Kerajaan diberkati Tuhan sehingga punya 9 bis. Ini karena punya tanggung-jawab mengantar jemput 4000 siswa.

Tuhan memberkati anak-anakNya sesuai kapasitas dan tanggung-jawab anak-anakNya.

Ciri-Ciri Generasi Penuntas - Iin Cipto

Yes 41: 1-6 – Tuhan sedang bangkitkan generasi yang berbeda, yang akan jadi penggenap dari semua rencana Tuhan dari abad ke abad.

Ciri generasi ini:
1. Generasi yang bisa mendengar Tuhan (ay 1).
Mendengar Tuhan bukan hanya audible, tapi berjumpa pribadi dengan Tuhan, bisa mengerti semua kerinduan hati Tuhan.

Dikatakan duduk diam, karena seringkali kita duduk diam secara fisik, tapi pikiran dan hati kita sibuk. Terlalu banyak konsep sehingga tidak bisa dengar sesuatu yang baru dari Tuhan. Terlalu banyak motivasi, ego, kemarahan, kekhawatiran, semuanya membuat kita tidak bisa mendengar suaraNya. Minta kepada Tuhan untuk mencabut semua yang perlu dicabut dari hidup kita, meredakan yang semua kekhawatiran dan kemarahan.

Saat akan berbicara di SOM, bu Iin tidak mendapatkan firman Tuhan hingga kurang 1 hari. Penyebabnya di dasar hati bu Iin ada kebanggaan dan prestise, bukan pelayanan. Terlalu banyak hal yang bisa bikin kita jadi tidak murni, geser dari Tuhan. Tuhan minta bu Iin ajak semua yang hadir untuk koreksi dan periksa hati yang terdalam. Tidak ada kejatuhan hamba Tuhan secara mendadak, kesuaman gereja yang tiba-tiba. Semua dimulai saat ada benih kesombongan, benih prestise, agenda pribadi, rutinitas, pembuktian diri, dll. Sampai suatu titik kita tidak bisa dengar lagi suara Tuhan yang murni, tapi dari keinginan daging dan suara manusiawi kita.

2. Generasi yang berperang (ay 2).
Artinya tidak ada kata santai atau lengah, karena hidup di tengah-tengah peperangan. Generasi ini tahu cara menggunakan pedang Firman Tuhan, dan panah ketepatan untuk menaklukkan dan menyelesaikan yang Tuhan mau.

Kisah seorang tentara:
Sebelumnya tidak tahu rasanya perang, karena hanya berlatih. Seberapapun suara yang terdengar tetap sadar bahwa hanya berlatih. Saat tugas di Timor Timur, dan diserang saat berpatroli, baru sadar kondisi perang sebenarnya, dan sempat membuat mereka takut dan tidak bersikap seperti tentara.

Di akhir jaman iblis akan melipat-gandakan serangannya, sayangnya kita tidak pernah sungguh-sungguh bereaksi dan bersikap seperti tentara. Setiap perang ada strategi dan hitungannya. Setiap kita harus berdiri di tempat kita masing-masing: pekerjaan, negara, kota, pelayanan. Dan mau-tidak-mau kita menghadapi peperangan level demi level. Setiap level akan semakin sulit dan berbahaya, bahkan menyangkut nyawa.

Berkat sejajar dengan tanggung jawab. Mau berkat besar, belajar terima tanggung jawab besar.

Bagi tentara kenyamanan bukan pilihan. Harusnya kita tidak terganggu oleh uang. Alasan kita hidup hanya untuk berkenan kepada Atasan kita.

3. Generasi yang berbeda (ay 3).
Generasi yang tidak lazim, tidak terduga, tidak melakukan yang biasa dilakukan orang lain, memasuki setiap sudut yang bisa dimasuki, menempuh jalan yang baru – yang belum ada orang menempuhnya, tetapi selalu berkemenangan.

4. Generasi yang selalu mengutamakan unity dan hineni (ay 6).
Generasi ini tidak berkata “saya”, tapi “kita bersama”.

Saat anak-anak Tuhan menuduh saudaranya sesat, tidak menolong saudara yang membutuhkan, menggosip dan menghakimi saudaranya, membuat perpecahan di gereja-gereja, saling menjelekkan antar gereja, itu melukai tubuh Kristus. Mereka menjadi agen-agen iblis di dunia

Kita adalah generasi yang :
  • Menolong anak Tuhan lain yang lemah
  • Menopang rekan yang akan naik mencapai destiny-nya
  • Berkorban dan melayani saudaranya

Saat generasi ini bersatu, dunia akan melihat bahwa Yesus adalah Tuhan!

Walaupun denominasi, cara ibadah, bahkan negara kita beda, tapi kita adalah saudara dalam Kristus. Kita masing-masing berdiri di bagian kita masing-masing, karena tidak mungkin satu orang atau golongan menyelesaikan semuanya. Ujungnya semua hanya dari-buat dan bagi Tuhan.

Penutup: Petrus Agung
Revival selalu karena ada pengorbanan. Tahun 70an ada 5 anak dari satu keluarga terima Tuhan Yesus, mereka dari keluarga yang masih doa sembahyangan. Suatu malam meja sembayangan terbakar. 5 anak ini dituduh menjadi pelakunya. Saat disuruh memilih antara ayah atau Yesus, mereka pilih Yesus.

5 orang anak itu ditampung di rumah p Thomas (sekarang salah seorang pendeta JKI). Suatu hari mereka dapat perintah Tuhan untuk bikin kegerakan di Semarang. Dengan dana seadanya mereka bikin kkr pada maret 1979, dan 300 orang terima Tuhan Yesus, di antaranya p Agung. Pada bulan berikutnya ribuan orang terima Tuhan Yesus.

Mulai bulan agustus 2012, link MP3 rekaman hanya diberikan di grup mailing-list pada link di atas.

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
antoniusfw1@gmail.com (Google +, Google Talk);
antonius_fw@hotmail.com (MSN Massenger);
pin BB: 29C12B56

Saturday, October 6, 2012

SOM 2012 HS JKI IK - Sesi 4: Tujuan Ilahi - Morris Cerullo

SOM 2012 HS JKI IK
Sesi 4: Tujuan Ilahi
Morris Cerullo

Gereja di Indonesia perlu pengalaman pertobatan! Sesuatu harus terjadi lebih dulu Indonesia. Tuhan tidak puas dengan yang gereja saat ini capai, dan mau bawa ke level yang lebih tinggi.

Pernyataan iman:
Aku bukan apa yang iblis dan dunia katakan tentang aku, tapi aku adalah yang Tuhan katakan,
dan aku akan masuk ke dalam destiny akhir jaman buat hidupku.

Kita tidak bisa percaya perkataan Tuhan, sebelum Tuhan mengubah kita dari Kristen-normal, menjadi seperti rasul Paulus yang ingin mengenal Tuhan dan kuasa kebangkitanNya, dan persekutuan dengan penderitaanNya.
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya (Fil 3: 10)

Tuhan mau bawa ke tingkat lebih tinggi, tapi sebelumnya Tuhan akan hancurkan ketakutan kita lebih dulu. Setelah kita tidak takut, kita akan alami Kis 1: 8 – kita akan menerima kuasa. Tapi Tuhan tidak bisa beri kuasa itu pada kita, sebelum kita mati dari diri sendiri, dari ide-ide dan agamawi kita.

Kita akan jangkau Indonesia bukan dengan pendidikan atau agama. Tapi dengan kuasa dari Tuhan: "Devine capability" / kemampuan Ilahi.


Mulai bulan agustus 2012, link MP3 rekaman hanya diberikan di grup mailing-list pada link di atas.

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
antoniusfw1@gmail.com (Google +, Google Talk);
antonius_fw@hotmail.com (MSN Massenger);
pin BB: 29C12B56

Friday, October 5, 2012

SOM 2012 HS JKI IK - Sesi 2B: Kebutuhan Tuhan - Paul Enenche

SOM 2012 HS JKI IK
Sesi 2B: Kebutuhan Tuhan
Paul Enenche

Kel 2: 21, 23-25; 3: 1-4
Kita hidup di masa yang penuh tekanan, penindasan, ketegangan, usaha-usaha yang melibatkan setan, banyak kerusakan, lebih banyak bencana alam dari sebelumnya, angin kejahatan menyambar seluruh dunia. Semua itu menyebar sehingga banyak hati orang Kristen jadi dingin. Iblis tahu waktunya sangat pendek, maka dia kerja lembur untuk menyusahkan orang-orang.
Banyak orang merindukan figur Tuhan yang sebelumnya tidak mereka kenal. Banyak orang menuju kekekalan tanpa Allah. Banyak orang menghadapi kedatangan kedua Tuhan tanpa mereka tahu kedatangan Tuhan yang pertama.

Kejadian sebelum Tuhan Yesus datang yang kedua kali:
  • Dunia dipenuhi pengetahuan akan Tuhan, dikuasai oleh kuasa Tuhan, lebih daripada masa-masa sebelumnya.
  • Kuasa-kuasa kegelapan, penguasa teritorial, penyihir, semua dipatahkan dan bertekuk lutut, dan Tuhan akan pakai kita untuk lakukan semua itu seperti Tuhan memakai Musa.
  • Tuaian jiwa yang sangat besar.

    Ini semua harus terjadi, tapi Tuhan punya ada 1 masalah. Masalahnya bukan tentang kejahatan manusia, atau kehebatan kuasa iblis. Tapi masalahnya ada pada respon manusia, sangat kurang orang-orang yang mau memberi diri untuk dipakai Tuhan.

    Cara Tuhan bekerja adalah menggunakan manusia, karena manusia adalah peralatan Tuhan. Saat Israel meratap kepada Tuhan, Tuhan tidak kirim malaikat, tapi kirim seseorang !

Tuhan sedang menunggu seseorang yang memberi diri dipakai Tuhan
untuk menghapus air mata Indonesia !

    Orang Israel tertindas dan mengeluh, tapi Musa di Median merasa nyaman. Banyak orang/ kelompok menangis dan menderita karena kita belum bergerak dan masih diam dalam kenyamanan kita.

    Alasan Musa merasa nyaman, padahal dia harusnya selamatkan bangsanya:
  • Musa mengkondisikan hatinya untuk merasa nyaman. Banyak orang di gereja yang bekerja dan melakukan bisnis seperti biasa dan nyaman, sementara dunia menuju kebinasaan. Awalnya Musa bersemangat dan berapi-api membela Israel. Tapi kemudian api itu hampir padam selama 40 tahun.
  • Musa mencoba melakukan visinya dan gagal, lalu berpaling dari visi tersebut. Musa sebelumnya sudah coba selamatkan Israel dengan kekuatan dagingnya, tapi gagal, dan kemudian meletakkan visi itu. Ada beberapa jemaat coba lakukan visi Tuhan dengan segala kekuatan tapi gagal, lalu letakkan semua itu.
  • Musa coba menggenapi visi, dan iblis menyerang hidupnya. Setiap saat kita melakukan kehendak Tuhan, iblis akan meningkatkan serangannya kepada kita, lalu kita alami seperti “neraka tumpah”, menyerang kesehatan, finansial, hubungan kita.
  • Musa mencoba lakukan panggilan Tuhan dan tidak ada yang mendukung, dia sendirian. Seringkali kita dapat sesuatu dari Tuhan, tapi kita sendirian, tidak ada yang dukung. Semua bilang kita terlalu ekstrim, dll. Sekalipun kita sendirian, kita harus tetap bicara untuk Tuhan!
  • Musa sukses. Musa berhasil secara fisik: menikah, punya anak, berhasil mengusahakan usaha mertuanya. Ada beberapa orang jemaat yang sukses di dunia, dan merasa puas, tapi Tuhan panggil.
    Semua yang mengalami kegagalan di atas, Tuhan akan pulihkan.
    Ada urapan pemimpin di dalam Musa. Tapi kemampuan itu digunakan untuk memimpin ternak, bukan untuk memimpin bangsanya. Tempat kita berada sekarang, tidak bisa dibandingkan dengan tujuan Tuhan dalam hidup kita: Ada yang punya pengaruh untuk satu kelompok, padahal pengaruh kita harusnya untuk satu kota, negara, benua, bahkan dunia.
Kita harus berani menolak tingkat kesuksesan yang rendah,
ketika Tuhan beri kita yang jauh lebih besar dan jauh lebih tinggi.

Tinggalkan kenyamanan dan kemapanan kita, capai yang lebih tinggi bersama Tuhan !

    Mari kembali melekat dengan kerinduan hati Tuhan, terkoneksi dengan tangisan dunia, dengan api yang mula-mula. Ada orang-orang dan generasi yang meratap di luar.

Panggilan kita adalah menjadi jawaban bagi tangisan generasi ini

    Ini waktu kita untuk naik lebih tinggi, bangkit, menjawab kebutuhan generasi, membelenggu segala tipuan dan pekerjaan setan.
Kita harus banjiri generasi ini dengan pengenalan akan kemuliaan Tuhan

    Rancangan Tuhan adalah kita menjadi jawaban! Kita harus bangkit dan berkata kita bersedia!

    Harga untuk jadi alat Tuhan yang akan Tuhan utus:
    Musa pergi ke bagian belakang padang gurun. Semua orang ingin di bagian depan, tapi Musa pergi ke bagian belakang.
    Tuhan selalu mengambil orang-orang di bagian belakang untuk diletakkan di depan.

    Contoh: Daud di padang penggembalaan, Yusuf dipenjara, Gideon mengirik sambil bersembunyi; tapi urapan Tuhan memunculkan mereka semua.

    Tuhan melatih hamba-hambanya di dalam sekolah ketidak-jelasan (univercity of obscurity). Mereka yang lulus memenuhi standart untuk menjadi jawaban bagi permasalahan dunia.

    Orang-orang yang sekedar cari nama besar untuk diri sendiri, tidak bisa berjalan jauh bersama Tuhan.
    Orang yang bisa ikut Tuhan hingga jauh adalah orang-orang yang mau duduk di belakang,
    dan ijinkan Tuhan memindahkan dia ke depan.
    Mereka selalu berkata kepada Tuhan: “Ini saya, pakailah saya”, “biar mereka lihat dan dengar Engkau dan bukan aku”, “adalah Tuhan dan bukan saya”.

Mulai bulan agustus 2012, link MP3 rekaman hanya diberikan di grup mailing-list pada link di atas.

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
antoniusfw1@gmail.com (Google +, Google Talk);
antonius_fw@hotmail.com (MSN Massenger);
pin BB: 29C12B56