Wednesday, April 17, 2013

True Heart - Petrus Agung - Minggu, 14 April 2013

Minggu, 14 April 2013
Is Your Heart True to Me as My Heart is True to Your Heart
Petrus Agung

2Raj 10: 15-17 – penggalan kisah raja Yehu.

Yehu diurapi untuk menuntaskan hal-hal yang belum dituntaskan oleh nabi Elia.

Yonadab anak dari Rehab. Rehab arti hurufiahnya sais atau pengemudi kereta. Kaum Yonadab nomaden dan bukan orang Yahudi, tinggal di antara orang Yahudi. Mereka menjauhkan diri dari minum anggur. Karena pilihan hidupnya itu, Yonadab dihormati dan disegani orang Israel.
Yonadab artinya Tuhan berkehendak (Jehova is willing).

Tuhan berkehendak kita semua berkelimpahan (prosper), sehat (in health), diberkati (blessed), penuh sukacita (full of joy), shallom-Nya selalu di atas kita.
Tapi kehendak Tuhan saja ternyata tidak cukup, Tuhan mau 2 hal dari pihak kita:

1. Hati yang Benar
Yehu artinya Tuhanlah Dia (Jehova is He). Yehu baru saja mengalahkan 2 raja, lalu bertemu Yonadab. Yehu memberi salut kepada Yonadab, dan memberikan pernyataan ini:

Apakah hatimu jujur kepadaku seperti hatiku terhadap engkau? (2Raj 10: 15C)
Is Your Heart True to Me as My Heart is True to Your Heart

Orang percaya harus menjagai hatinya, karena hati mudah sekali berubah.

Kesaksian p Agung:
Saat ibadah DM, p Agung berangkat bareng p Thomas. Di hari kerja mobil biasa lewat pintu satpam, tapi di hari kebaktian pintu itu hanya untuk motor. Mobil p Agung salah lewat pintu, tidak ada satpam, lalu mobil dilarang masuk oleh tukang parkir. Ternyata hal ini mengusik hati p Agung dan membuat hatinya jengkel. Hal ini dinilai salah oleh Tuhan. Karena artinya masih ada kesombongan.
Beberapa hari kemudian kejadian itu terulang, tapi kali ini p Agung bisa tertawa dan tidak tersinggung.

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Ams 4: 23)

Apa yang terpancar dari kita, adalah yang di hati kita. Hati kita mudah berubah. Kita sebagai orang percaya harus selalu jagai hati kita, bahkan untuk hal kecil. Karena jika tidak, saat sesuatu yang besar terjadi maka hati kita akan ber-respon salah.
Banyak hal yang kelihatannya baik di diri kita, tapi ada hal lain tersembunyi di dalam dan tidak ada orang yang tahu. Kita alami penolakan, perlakuan yang tidak kita harapkan, dll. Seringkali hati kita akhirnya bereaksi salah, bahkan jahat.

Hati yang mudah marah bukanlah hati seorang hamba, tapi hati yang penuh kesombongan.

Manusia dan pentul korek sama-sama punya kepala. Tapi pentul korek marah jika digesek, sedangkan manusia mestinya tidak marah.

2. Mengulurkan Tangan Kita
Saat Yonadab menjawab bahwa hatinya benar terhadap Yehu, Yehu berkata: “Jika ya, berilah tanganmu!” (2Raj 18: 15D). Yonadab memberikan tangannya untuk ditarik dan didudukkan di kereta bersama raja. Tangan adalah simbol kekuatan.

Jika hati kita benar, selanjutnya yang Tuhan minta adalah tangan kita: kekuatan kita, kemampuan kerja kita, pelayanan kita, pengabdian kita, bahkan ketidak-berdayaan kita.

Luk 6: 6-11 – Yesus sembuhkan tangan yang lumpuh
Ada orang yang mati tangan kanannya, Yesus sembuhkan dengan memerintahkan orang itu ulurkan tangannya. Apa yang terjadi selanjutnya tergantung reaksi orang tersebut. Jika orang tersebut ulurkan tangan kiri yang sembuh/kuat, itu artinya menunjukkan kekuatan dan menyembunyikan kelemahan, tidak mau kelemahannya diketahui orang lain, maka tidak ada kesembuhan yang terjadi.
Saat orang itu ulurkan tangannya yang mati, maka tangan yang lemah itu disembuhkan.

Jangan datang ke Tuhan dengan kekuatan kita, tapi datang dengan kelemahan kita apa adanya! Jangan ditutupi, karena justru dengan keterbukaan itu kita akan dipulihkan Tuhan.

Saat kita punya sikap hati merendah, mengakui kelemahan kita, maka kita akan aman, dan peninggian Tuhan akan terus berlangsung di hidup kita.
Jika kita ajukan kekuatan dan kelebihan kita kepada Tuhan, supaya orang tidak lihat kelemahan kita, maka kita akan alami kejatuhan berkali-kali di hidup kita.

Kesaksian KKR di Sumba dan Bali
Sebelum KKR p Agung tidak bisa tidur semalaman karena batuk. Setan menuduh: batuk saja tidak bisa sembuh, apalagi mau sembuhkan orang lain. P Agung jawab: yang sembuhkan adalah Tuhan Yesus, dan bukan p Agung.
Sebelum berangkat ke Sumba, bu Nany dapat pesan Tuhan bahwa harus peperangan rohani di sebuah gua di Sumba timur. Ternyata lokasinya sangat terjal dan sulit dijangkau.
Tuhan tahu batas kekuatan: p Agung tidak tidur semalaman dan p Yusak sudah 78 tahun. Tuhan perintahkan yang berangkat yang muda, sedang p Agung dan p Yusak dukung doa di hotel.

KKR dimulai jam 4, dan jam 4 masih sepi. P Agung hadapkan semua kondisi dan kelemahan kepada Tuhan. Tuhan kirim orang hadir hingga 30 ribu orang, dan Tuhan bekerja dengan kuat, dan Tuhan sembuhkan banyak orang.

Selesai di Sumba, rombongan p Agung singgah di Bali, di GKP Bali (Gereja Kristen Protestan). Para hamba Tuhan di Bali bertanya apa rahasia kesuksesan KKR Sumba. dijawab semua terjadi saat p Agung serahkan semua kelemahan ke Tuhan, maka Tuhan yang bekerja dengan kuat.

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." (2Kor 12: 9a)

Pengakuan yang jujur atas kelemahan dan ketidak-berdayaan kita kepada Tuhan, akan membuat Tuhan balikkan keadaan dengan dahsyat

Saat hati kita benar terhadap Tuhan, Tuhan minta kita ulurkan tangan kita. Saat kita berikan tangan yang tidak berdaya, maka Tuhan akan ubah yang lemah jadi kuat.

Begitu Yonadab mengulurkan tangannya, Yehu tarik dia naik ke kereta raja. Peristiwa ini meyakinkan Yonadab atas pilihan hidupnya.

300 tahun kemudian Tuhan minta Yeremia kumpulkan anak-anak Yonadab, dimasukkan ke Bait Allah. Saat diminta minum anggur di rumah Tuhan, mereka menolak karena memegang perkataan Yonadab untuk tidak minum anggur. Tuhan bandingkan ketetapan hati keturunan Yonadab yang tetap memegang ketetapan nenek moyangnya, dibandingkan dengan keturunan Israel yang tidak mau mendengarkan suara Tuhan walau Tuhan berkali-kali kirimkan nabi-nabiNya.

Yer 35: 18-19 – hadiah Tuhan untuk kaum Yonadab: keturunan Yonadab akan melayani dan berdiri di hadapan Tuhan sepanjang masa tanpa terputus.

Jika kita ingin Tuhan angkat hidup kita, jagai hati kita, hidup terbuka dengan Tuhan, akui semua kelemahan kita pada Tuhan, cerita setiap ketidak-berdayaan kita kepada Tuhan, jangan hidup dalam kesombongan, tapi hidup dalam kerendahan hati.

Saat rehab naik ke kereta, bukan dia yang jadi sais seperti nama ayahnya, tapi rajalah yang jadi pengendalinya.
Penutup
Tuhan berkata bahwa apa yang dimiliki gereja-gereja Tuhan saat ini belum cukup untuk bawa kegerakan Tuhan yang besar di akhir jaman. Tuhan sudah sediakan manifestasi kuasaNya dengan kuat di tengah-tengah umatNya. Tuhan beri p Agung visi bahwa anak-anak Tuhan buat mujizat dijalan-jalan, orang mati disembuhkan. Ini bukan dilakukan oleh 1-2 orang, tapi oleh ribuan anak Tuhan

Hanya mengingini manifestasi kuasa Tuhan saja tidak cukup, kita perlu bertindak: doakan yang sakit, menderita, dimanapun. Saat itu keluar dari hati kita yang paling dalam, maka Tuhan akan bekerja melalui kita. Kita tidak lagi cari hamba Tuhan, karena kitalah hamba Tuhan itu.

Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB: 29C12B56
WhatsApp 0858-7511-8451
LINE: antonfw (085-727-868-064)
WeChat: AntoniusFW (0858-7511-8451)

Tuesday, April 9, 2013

All I Have is Yours – Petrus Agung – Minggu , 7 April 2013

Minggu, 7 April 2013
All I Have is Yours
Petrus Agung

Kasih Allah
Kekristenan tidak bisa didekati dengan pikiran dan kekuatan manusia. Tapi kekristenan mendekati kita dengan kasih dan cinta.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3: 16)

Maka kata-kata manusia tidak bisa mendeskripsikan besarnya kasih Tuhan. Saat kita bersentuhan dengan kasih, kita hanya bisa sentuh balik dengan kasih, tidak bisa sentuh balik dengan pikiran.
Setelah bangkit, Yesus tanya tiga kali pada Petrus: “apakah engkau mengasihi Aku”, artinya Tuhan ulurkan tangan kasihNya kepada Petrus, dan menanti respon yang sama.

Responi kasih Tuhan dengan hati, karena itulah jalur untuk sampai pada hati Bapa

All I Have is Yours (Luk 15: 11-32)

and all that I have is yours. (Luk 15:31b, NKJV)

Bapa dalam kisah ini menggambarkan Bapa di Surga, dan kita adalah anak-anak dari Bapa di Surga. Maka perkataan ini berlaku juga untuk kita, apapun milik Bapa adalah milik kita, sehingga hidup kita adalah hidup yang no limit. Tapi kenyataannya/ faktanya hidup kita sangat terbatas.
Kita kerjakan banyak hal, pertimbangan utama selalu harga/ biayanya. Sebab kita merasa terlalu banyak batasan, dengan kata lain kemampuan kita sangat terbatas.

Jangan biarkan Firman Tuhan tidak terjadi dalam hidup kita karena ke-tidak-percayaan kita.

Yesus dalam hidupnya tidak pernah kekurangan. Misalnya saat diminta pajak Bait Allah, Petrus di suruh memancing dan kemudian mendapatkan uang dari ikan yang terpancing pertama.

Ada jarak antara pernyataan Firman yang seharusnya jadi bagian kita – dengan kenyataan hidup kita.

Kita harus sepakat dan percaya kepada Tuhan, bahwa perbedaan ini harus dihapus, dan Firman Tuhan harus jadi kenyataan dalam hidup kita. Kita harus mengingini lebih dulu, barulah kita bisa melangkah ke tahap berikutnya.

Firman Tuhan akan mengubah kenyataan kita, bukan kenyataan kita yang mengubah Firman Tuhan.

Kebanyakan orang Kristen seperti si sulung: orang baik-baik, tidak lakukan dosa besar. Si sulung bertahun-tahun memperbudak dirinya bagi bapaknya, dan merasa benar, tapi merasa tidak mendapat apapun, dan tidak bisa menikmati harta bapaknya. Padahal semua yang bapaknya punya adalah juga miliknya.
Saat kita merasa masih kurang, artinya ada sesuatu yang harus dibereskan!

Setiap orang tua PASTI ingin anaknya berhasil, sukses, diberkati dan cinta Tuhan.

Kita seperti juga si sulung sudah hidup di rumah bapa bertahun-tahun, tapi tidak menikmatinya. Kita harus tahu kebenaran, karena kebenaran yang kita ketahui itulah yang akan memerdekakan kita. Selama kita belum diketahui, kebenaran itu tidak membuat kita berubah.

Ef 3: 18-20
Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, (Ef 3: 18)

Ay 18 – Di awal Paulus mengharap kita dapat memahami kasih Kristus.

and to know the love of Christ, which surpasseth knowledge, that ye might be filled with all the fullness of God. (Ef 3:19, KJV)

Ay 19 – Paulus berharap dan berdoa supaya kita mengenal kasih (agape) dari Kristus (yang diurapi) yang melampaui segala pengetahuan, sehingga kita akan dipenuhi dengan kepenuhan Allah.

Kasih Kristus jauh melampaui pengetahuan, sehingga manusia tidak pernah bisa mengenali Tuhan melalui pengetahuan. Seperti seseorang yang jatuh cinta, perasaan itu tidak bisa dimulai dari pengetahuan.

Cinta Kristus hanya bisa dikenali dengan cinta kita. Mengenal cintaNya artinya menikmati cintaNya

Jemaat Efesus ditegur keras di dalam kitab Wahyu (Why 2: 1-7) karena meninggalkan kasih mula-mula mereka pada Kristus.

Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! (Why 2: 4-5a)

Jika hubungan kita dengan Tuhan adalah hubungan untung-rugi, itu artinya kita tidak punya cinta.

Bungsu hidupnya berfoya-foya, artinya melakukan sesuatu yang memberbahayakan hidupnya sehingga tidak ada seorangpun yang bisa tolong dia. Bungsu pulang dengan melarat dan kelaparan. Tapi bapaknya sambut anaknya, dipeluk dan diciumi. Kemudian diberi jubah, kasut dan cincin. Jubah bicara tentang kebangsawanan. Cincin digunakan untuk memeteraikan, artinya otoritas bungsu dikembalikan.

Pertobatan si bungsu menciptakan hubungan cinta yang luar biasa. Dan hal ini jauh melampaui hal pemikiran kita. Seharusnya si bungsu tidak lagi punya bagian, tapi kenyataannya bapanya pulihkan.

Yang membuat kita bisa mendapatkan the fullness of God adalah hubungan cinta kita dengan Tuhan.

Kisah perang saudara Amerika. Ada seorang budak yang baru datang dari Afrika dan sangat liar. Akibatnya harganya murah. Akhirnya ada seseorang bangsawan yang mau membelinya dengan harga cukup tinggi. Begitu sampai di rumah, budak itu dibebaskan dari ikatan, dan juga dari perbudakan. Budak ini kemudian kejar tuannya dan minta untuk mengabdi seumur hidupnya.
Si liar itu adalah kita. 2000th yang lalu Yesus mati untuk kita dan bebaskan kita. Tuhan buat itu karena cinta kepada kita, dan tidak ingin memperbudak kita.

Cinta itu yang membuat kita bisa mengenali yang diurapi: Kristus. Saat kita mengalami cinta Tuhan dan meresponinya, kita akan mulai hidup dalam anugerah, bukan dari pengetahuan, tapi mengalaminya. Ini akan membuat kita mendapatkan the fullness of God dalam diri kita.

Dalam “the fullness of God, Tuhan berkata “all I have is Yours, maka kita juga berkata kepada Tuhan: "all I have is Yours too”, dan kita jadi orang merdeka dan alami freedom/ kebebasan.

Kesaksian: Seorang jemaat butuh motor, dan adik p Agung mau ajak urunan untuk membelikan. Tapi ternyata Tuhan sudah sediakan dengan cara membuat p Agung mendapatkan undian sebuah motor.

Untuk mengalami kebebasan yang dari Tuhan tergantung iman dan pengertian kita.

Now unto Him that is able to do exceeding abundantly above all that we ask or think, according to the power that worketh in us, (Ef 3:20, KJV)

Ayat ini berlaku sekarang/ NOW. Kata
exceeding artinya hyper. Kata abundantly artinya limpah. Exceeding abundantly artinya Kelimpahan yang jauh lebih besar dari yang kita minta atau pikirkan. Kelimpahan itu berlakunya saat ini juga. “According to the power that worketh in us” artinya sesuai dengan kuasa/ dunamisNya yang bekerja di dalam kita.

Untuk mendapatkan all I have is Yours” :
  1. Mencintai Tuhan, yaitu membalas cinta Tuhan dengan cinta kita. Sehingga kita bisa berkata bahwa semua yang kita punya adalah kepunyaan Tuhan. Dalam level kebebasan ini kita akan mencapai “no limit
  2. Kita akan menerima kuasa/ dunamos jika Roh Kudus turun ke atas kita. Seberapa kita mengijinkan dunamos Tuhan bekerja di dalam kita, sebanyak itu pula kelimpahan yang hyper itu datang dan berlaku dalam hidup kita.

Kelimpahan hanya terjadi karena kasih dan kuasa Tuhan.
Jika keduanya kita ijinkan masuk dalam hidup kita, maka kita akan mengalami kelimpahan

Persembahan yang keluar dari hati akan membuat perbedaan karena keluar dari ketulusan.

Mari hidup dalam cintaNya, dan biarkan kuasaNya kerja dalam hidup kita

Penutup
Hoby Tuhan mengubah nasib. Dia rindu semua anakNya hidup dalam perkenannya.

Ilustrasi: 3 botol coca-cola, diproduksi pabrik yang sama, ramuan sama, lalu dikirim.
  • 1 diturunkan di warung rokok harga Rp. 4000,-
  • 1 diturunkan di swalayan besar, dipajang rapi, dingin, harga Rp. 7500,-
  • 1 diturunkan di hotel, tidak dipajang, hanya ada di daftar minuman, harganya 60rb + pajak.
Tergantung kita akan pilih yang mana.

Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB: 29C12B56
WhatsApp 0858-7511-8451
LINE: antonfw (085-727-868-064)
WeChat: AntoniusFW (0858-7511-8451)

Saturday, April 6, 2013

No Limits – Petrus Agung – Jumat, 5 April 2013

Jumat, 5 April 2013
No Limits

Petrus Agung

Luk 15:11-32 – Kisah anak yang hilang.

and all that I have is yours. (Luk 15:31b)

Ayahnya berkata: segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu (ay 31b).

Dasar untuk jadi NO LIMIT adalah semua yang Tuhan punya adalah milik kita

Tapi banyak anak Tuhan yang tidak merasa bahwa semua milik Bapa adalah milik kita.
Kedua anak dalam kisah di atas “hilang”, karena mereka tidak merasa memiliki harta yang Bapanya miliki. Bungsu minta sebagian harta ayahnya yang jadi bagiannya, tapi tidak anggap bahwa semuanya juga milik dia.

Si bungsu seperti kebanyakan orang Kristen:
  • Saat susah dan miskin bicara rohani: kehendak dan visi Tuhan.
  • Saat mulai diberkati, mulai ingin menikmati hidup, dan mulai merasa bahwa Tuhan sebagai gangguan.

Kata berfoya-foya artinya hidup menyerempet bahaya. Padahal Yesus berkata:

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Yoh 15: 5)

Jika saat kita ingin menikmati hidup di luar Tuhan, dan merasa Tuhan sebagai gangguan, maka kita terputus dari sumber kehidupan kita dan semuanya segera habis.

Si sulung seperti banyak pelayan Tuhan di gereja, bertahun-tahun merasa jadi budak bapaknya, dan merasa benar, tapi merasa tidak mendapat apapun.

Kita sering merasa harus melayani dan bekerja untuk Tuhan, dan pelayanan itu adalah pekerjaan sosial yang tidak ada keuntungannya. Kemudian kita berharap mendapat sesuatu, tapi kenyataannya tidak terjadi. Tuhan tidak pernah salah, artinya cara berfikir kita yang keliru.

Tuhan berkata bahwa DIA NO LIMITS, tapi kita membatasinya.
Buktinya: saat bungsu minta bagiannya, diberikan. Saat bungsu bertobat, diberi jubah tanda kebangsawanan dan cincin untuk meterai stempel yang artinya semua haknya dipulihkan!

Tuhan akan membongkar batas cara pemikiran kita hingga kebenaran ini masuk ke hidup kita
Jika kita sadar bahwa dalam Tuhan itu NO LIMITS, maka kita tidak akan pernah kekurangan !

Kesaksian: Tahun 1991 p Agung kenal dengan salah seorang pengusaha, p Agung doakan kesembuhan salah satu stafnya, dan benar-benar sembuh. Pengusaha ini membiayai p Agung untuk ikut KKR ps Benny Hinn di Malaysia.
Tour itu ternyata paket ekonomis: pesawat kelas ekonomi, tidur di hostel, makan nasi kotak. Saat itu p Agung merasa bahwa semua yang di dapat sudah lumayan karena dibayari.
Saat pengusaha itu lihat p Agung sedang makan nasi kotak, p Agung diajak makan di restoran sesuai kelas pengusaha itu. Di hati p Agung berfikir untung sudah diajak, ini artinya mental “dibayari”. Ini bukan mental yang memahami bahwa Bapa kita No Limits.
Kemudian pengusaha ini ke penginapan p Agung, kemudian p Agung diajak pindah ke hotel Shangrilla yang sewanya saat itu semalam 1 juta.

Tuhan ijinkan p Agung alami semuanya, sehingga cara berfikirnya berubah, tidak bergaya hidup miskin. Karena jika cara berfikir p Agung tidak berubah, semua jemaat akan punya gaya hidup miskin

Mental yang miskin merepotkan Tuhan, karena saat Tuhan berikan berkat besar justru akan mencederai dan mencelakakan kita.

Kita harus punya kebebasan percaya bahwa sumber berkat kita adalah dari Tuhan,
bukan penghasilan rutin kita.

Kelimpahan dimulai dari mentalitas dan jiwa kita!

Beloved, I pray that you may prosper in all things and be in health, just as your soul prospers (3Yoh 2)

Aku berdoa di atas semua yang lain, kiranya engkau berkelimpahan dan dalam keadaan sehat, sebagaimana jiwamu juga berkelimpahan dan sehat

Saat mental kita limpah, semua di hidup kita ikut berkelimpahan.

Ilustrasi: 3 botol coca-cola, diproduksi pabrik yang sama, ramuan sama, lalu dikirim.
  • 1 diturunkan di warung rokok – harga Rp. 4000,-
  • 1 diturunkan di swalayan besar, dipajang rapi, dingin, harga Rp. 7500,-
  • 1 diturunkan di hotel, tidak dipajang, hanya ada di daftar minuman, harganya 60rb + pajak.
Tergantung kita akan pilih yang mana.

Kesaksian: Saat p Agung bicara di satu kota, ditempatkan di hotel yang sangat parah. P Agung pindah hotel, karena tahu apa yang dibutuhkan: tempat yang wajar. Awalnya semua akan diurus sendiri supaya tidak memberatkan siapapun. Ini mentalitas No Limit.

Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB: 29C12B56
WhatsApp 0858-7511-8451
LINE: antonfw (085-727-868-064)
WeChat: AntoniusFW (0858-7511-8451)

Tuesday, April 2, 2013

Dia Menjumpaimu di Galilea – Petrus Agung – Minggu Paskah, 31 Maret 2013

Minggu, 31 Maret 2013
Dia Menjumpaimu di Galilea
Petrus Agung

Mrk 16: 1-8
Setelah peristiwa ini ada beberapa hal yang terjadi di Galilea, dan itulah pesan Paskah kali ini.

Yoh 21: 1-14
Murid-murid tergoncang karena Yesus yang mereka ikuti selama 3 tahun lebih ternyata mati di salib, dan dikuburkan. Tapi beberapa hari kemudian mereka dengar kabar dari beberapa wanita dan murid lain bahwa Yesus sudah bangkit. Walau Petrus mencintai Yesus dan ingin bertemu, tapi dia ragu Yesus masih mau terima dia karena sudah menyangkal Yesus.

Setelah balik ke Galilea dan tunggu beberapa waktu tapi Tuhan tidak juga muncul, Petrus dan teman-temannya kembali ke profesi lama sebagai penangkap ikan. Mereka berusaha tangkap ikan seharian tapi tidak dapat satu ikanpun.

1. Tumbuh jadi murid Tuhan yang dewasa dan tidak kekanak-kanakan

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. (Yoh 15:15)

Hari itu Yesus tidak memanggil para murid sebagai teman atau sahabat, tapi sengaja gunakan istilah “anak-anak” untuk menyapa para murid.
Anak-anak = paidion = παιδίον (G3813) = anak-anak yang belum dewasa.

Murid-murid sudah ikut Tuhan lebih dari 3 tahun, melihat mujizat Tuhan setiap hari, dan Tuhan juga sudah beritahukan bahwa Dia harus mati dan bangkit kembali. Tapi murid-murid masih tidak percaya. Inilah yang membuat Yesus memanggil mereka dengan sapaan “anak-anak”.

Tuhan sedih karena banyak anggota gereja Tuhan yang usianya dewasa, tapi manusia batiniah-nya belum matang, bahkan cenderung kekanak-kanakan.

Sering kita tinggalkan Tuhan atau fellowship hanya karena perkara-perkara kecil: tersinggung harga dirinya, lalu meledak dan keluar sifat kekanak-kanakan.

Sifat kedewasaan kita mempengaruhi berkat Tuhan dalam hidup kita

Kesaksian:
P Agung dari kecil dipaksa ayahnya ikut sekolah minggu, karena kelasnya di ruang tamu rumah p Agung. P Agung tidak suka dengan gurunya: tante "ya anak-anak" dan pak "injil Yahya". P Agung kecil akhirnya punya alasan untuk tidak lagi ikut sekolah minggu: sudah setia 1 tahun ikut sekolah minggu, tapi dapat hadiah pistol bocor. Sejak itu p Agung tidak mau ikut sekolah minggu.
Satu hari ada pengajar baru yang bisa bercerita dengan menarik. P Agung ikuti cerita guru ini dari dalam kamar tidurnya. Di belakang rumah p Agung, jika sore hari juga digunakan untuk sekolah minggu, dan ada pengajar yang pandai bercerita. Maka p Agung mendengarkan sekolah minggu di depan dan belakang secara diam-diam. Inilah cara Tuhan supaya p Agung tidak terhilang.
Satu hari guru yang mengajar di ruang tamu di pindah ke ranting lain. Sedangkan guru yang mengajar di belakang harus sekolah Alkitab di luar negri.
Pengajar di sekolah minggu di rumah p Agung jadi gembala di GKB Kahal: pdt Teofilus Hendra. Pengajar sekolah minggu di belakang rumah p Agung jadi gembala di GPDI Tanah Mas: pdt Filipus Widianto. Yang curi dengar akhirnya juga jadi pendeta.

Banyak keputusan untuk berhenti dari pelayanan hanya dikarenakan ketersinggungan terhadap suatu keadaan. Jika hal ini tidak kita selesaikan maka kita tidak akan pernah dewasa !

Mari tumbuh jadi umat dan murid Tuhan yang dewasa. Sehingga Tuhan tidak panggil sebagai anak-anak, tapi sebagai anak laki-laki yang dewasa dan tidak kekanak-kanakan.

Relakah kita didewasakan Tuhan ?

Kita bukan lagi anak-anak, seharusnya tidak ada alasan kekanak-kanakan yang keluar dari kita. Apapun yang kita alami: tersinggung, direndahkan atau apapun, kita harus jujur dan bicarakan itu kepada Tuhan, dan tidak mengorbankan panggilan kita.

2. Lepas dari belenggu cara berfikir yang bahwa kesuksesan tergantung pada faktor-faktor duniawi (waktu, tempat dan tenaga)
Semalaman murid-murid berjuang tapi tidak menangkap ikan. Yang Yesus minta adalah lauk pauk, artinya ikan yang sudah diolah (bakar, goreng, kukus, dll).

Dalam peristiwa di Luk 5: 4-10:
  • Yesus hanya perintahkan untuk pergi ke tempat yang dalam dan tebarkan jala.
  • Tangkapannya sangat banyak, jala hampir robek, perahu hampir tenggelam.
Dalam kuasa kebangkitanNya:
  • Yesus perintahkan tebarkan jala di sebelah kanan perahu, walau tempatnya dangkal.
  • Tangkapannya lebih banyak, tapi jala tidak robek, perahu tidak tenggelam.

Dalam hidup kita ada 2 pilihan saat bekerja:
  1. Work- Kerja normal seperti orang lain: waktu tepat, tempat tepat, tenaga masih kuat.
  2. Grace- Bertanya kepada Tuhan apa yang harus kita lakukan, bekerja dalam anugrahNya.

Dalam kisah di atas waktu menangkap ikan sudah sudah lewat, tenaga sudah habis, tempatnya salah karena di tempat yang dangkal, tapi ada
suara Tuhan: “Tebarkan jala ke sebelah kanan !”
Sebelah kanan artinya tempat yang terhormat, maka Tuhan sedang ajari kita sesuatu yang sangat terhormat: bekerja di dalam anugrah Tuhan.

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." (Yoh 6: 27)

Tuhan mengajari p Agung bahwa pekerjaannya bukan untuk mencari nafkah. Pekerjaan p Agung adalah melakukan yang Tuhan perintahkan: berkhotbah, melayani, konseling, mendoakan orang sakit, membangun Holy Stadium, membangun sekolah, dll. Semua dilakukan bukan supaya mendapat persembahan atau gaji.

Bebas dari pemikiran bahwa “bekerja adalah untuk hidup” akan membuat kita no limit!

Kesaksian:
P Agung sering diundang hamba Tuhan ke kota kecil atau pedalaman. Jika berharap mendapat sesuatu dari tempat itu, maka hati tidak akan beres, bahkan bisa emosi. Tapi p Agung lakukan semua karena Tuhan yang memerintahkan, sehingga berharap hanya pada Tuhan, bukan pada pemberian panitia pengundang. Jika perlu menggunakan dana pribadi.

Motivasi dagang kita jangan sekedar ingin dapat untung, tapi karena diperintahkan Tuhan. Sehingga pendapatan kita tidak bergantung pada penghasilan, tapi bisa Tuhan sediakan dari sumber lain.

Bekerja adalah kewajiban, tapi nafkah kita tidak boleh tergantung pada hal itu !
Jika kita tidak bebas dari hal ini, kita akan dibelenggu oleh apa yang orang tetapkan bagi kita.

Paskah tahun ini banyak hal yang harus dimerdekakan: yang belum bertobat minta
roh nya dibebaskan, bagi yang sudah bertobat, minta jiwa kita dibebaskan

Ul 11: 10-15 – Beda hidup dengan kekuatan sendiri atau dengan anugrah:
  • Ay 10 – Saat di Mesir tanaman tidak bisa dibiarkan, tapi harus diairi dengan ber-jerih payah.
  • Di tanah perjanjian ada gunung dan lembah, ada hujan yang mengairi, dan mata Tuhan mengawasi sepanjang tahun, sehingga tidak mungkin gagal.

Kita harus lepas dari belenggu cara berfikir bahwa untuk berhasil kita harus berada di saat yang tepat, di tempat yang tepat, dengan tenaga yang utuh; dan beralih pada cara Tuhan: anugrah

Orang yang sakit, 38 tahun menunggu di tepi kolam Betesda, menunggu air terguncang untuk disembuhkan. Karena lumpuh, dia selalu keduluan oleh orang lain. Saat bertemu Yesus, tanpa goncangan air, dia disembuhkan.

Paskah tahun ini Tuhan putuskan semua yang bukan dari Tuhan, dan Tuhan beri kita anugrah

3. Derajat kita Tuhan angkat sehingga ikut menjadi tuan rumah bersama Tuhan
Orang Yahudi tidak makan dengan orang yang tidak mereka inginkan untuk menjadi sahabat jangka panjang. Tuan rumahlah yang sediakan semua jamuan. Tuhan tidak meminta lauk pauk, karena saat murid-murid mendarat mereka lihat Tuhan sudah siapkan semua lauknya.

Yesus meminta ikan dari para murid, artinya Yesus beri kehormatan kepada para murid untuk ikut menjadi tuan rumah (co-host)

Dari orang yang bekerja UNTUK Tuhan, dirubah jadi orang yang bekerja BERSAMA Tuhan.

Setiap kali kita bawa persembahan kepada Tuhan, artinya derajat kita diangkat oleh Tuhan.

Tuhan selalu punya alasan saat melakukan dan mengerjakan suatu hal dalam hidup kita

Kuasa Darah Yesus
Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya (Im 17:11a)

Saat kita dibawa Tuhan ke gunung tertinggi, darah itu bisa naik dan menudungi kita, sehingga kita terjamin tetap berdiri di hadapan Tuhan hingga Tuhan datang yang kedua kalinya.
Saat hidup kita di lembah terdalam, darah itu mengalir, dan membawa kebangkitan dan kehidupan pada setiap kematian

Tulang-tulang Yesus tidak dipatahkan. Posisi penyaliban membuat orang yang disalib tercekik dan harus mengangkat tumitnya untuk bisa bernafas. Jika menjelang malam terhukum belum mati, maka kakinya diremukkan sehingga tidak bisa lagi mengangkat badannya, akibatnya mati tercekik. Orang Yahudi tidak boleh makan dari binatang tercekik.
Yesus tidak mati tercekik, tapi Dia berikan nyawaNya. Jika Yesus mati tercekik karena kakinya hancur, maka kemungkinan tidak akan ditombak. Tapi karena sudah mati, Yesus ditombak untuk memastikan kematianNya. Dari lubang tombak itu keluar darah dan air, artinya setiap darah sudah dicurahkan tuntas. Setelah darah habis, lalu keluar air, artinya gereja lahir karena pengorbanan Yesus.

Darah Yesus yang habis itu adalah untuk kita semua !

Di Jakarta ada pentahbisan 3 pendeta muda. Salah satu diantaranya sebelum lahir baru mencatat sekian ratus wanita yang pernah dikencani. Tapi darah Yesus menyentuhnya sehingga lahir baru, dan akhirnya serahkan diri menjadi pendeta.

Pengumuman
  • Program Paskah: Sampai tgl 4 April, pemilik IPad bisa download gratis semua buku-buku Bahtera di Indobooks.
  • Jumat 5 April 2013 18:30 – Ibadah Dewasa Muda, tema: “No Limit”.
    • Firman oleh p Agung, kesaksian dari bu Lisa. Bu Lisa dan suaminya selama 3 tahun naik mobil Jakarta-Semarang untuk ikut kebaktian. Mereka percepatan blessing dalam usahanya luar biasa.
    • Tulis target kita tahun ini di atas kertas, akan ada the power of agreement, p Agung akan doa bersepakat dengan semua yang hadir, sehingga bisa tangkap yang Tuhan mau yang akan menjadikan impian jadi kenyataan.

Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB: 29C12B56
WhatsApp 0858-7511-8451
LINE: antonfw (085-727-868-064)
WeChat: AntoniusFW (0858-7511-8451)