Tuesday, August 27, 2013

Grace along The Way – Tommy Barnet – Jumat, 23 Agustus 2013

Jumat, 23 Agustus 2013
Grace along The Way
Tommy Barnet

Setiap kali malayani, ps Barnet berdoa supaya ada 1 orang yang dijamah Roh Kudus sehingga bisa menangkap yang dari Tuhan, dan melakukan hal yang besar bersama Tuhan.

Ada orang yang lakukan begitu banyak bagi Tuhan, tapi ada yang hanya lakukan sedikit.

Let us therefore come boldly unto the throne of grace, that we may obtain mercy, and find grace to help in time of need. (Ibr 4: 16, KJV)

Tuhan tidak pernah memberikan anugerah di awal (starting grace), tapi Tuhan menunggu hingga kita bergerak, setelah itu dia beri kasih karunia di sepanjang jalan.

Banyak orang tidak melangkah karena menunggu untuk mendengar dari Tuhan. Tapi Tuhan berkata bahwa kita baru akan mendengar dari Dia saat kita melangkah. Tuhan menunggu kita berbuat, melangkah mengikuti dan mengejar visi yang dari Tuhan.

Grace work when faith come out. Kasih karunia bekerja saat iman muncul.

Yairus adalah pengurus sinagoga dan putrinya sekarat. Yairus harus ambil keputusan antara menunggui putrinya yang sakit dan hasilnya pasti putrinya mati. Atau pergi mencari Yesus, dan putrinya MUNGKIN hidup.

Iman tidak menjamin bahwa Allah akan bertindak. Tapi diam saja akan memastikan kegagalan kita.

Saat kita mulai melangkah dengan iman, maka kasih karunia dan kemurahan Allah akan hadir.

2Raj 7 – kisah 4 orang kusta yang kelaparan dan sekarat. Jika tetap di tempat itu atau masuk Yerusalem, mereka PASTI akan mati. Tapi jika mereka pergi ke kemah musuh, maka mereka MUNGKIN mati atau hidup.
Mereka memutuskan untuk masuk ke kemah musuh. Saat mereka bergerak ke perkemahan musuh, Tuhan bergerak dalam kasih karuniaNya dan menimbulkan ketakutan di pihak musuh, dan musuh melarikan diri.

Yairus datang ke Yesus dengan ketidak-pastian: apakah bertemu Yesus? Apakah Yesus mau datang ke rumahnya? Maka saat bertemu Yesus, Yairus menyembahnya. Ternyata Yesus mau menyembuhkan putri Yairus.

Allah kita adalah Tuhan yang me-responi, dan menunggu kita melakukan langkah pertama.

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu (Mat 7: 7)

“Mintalah” – bagian kita; “kita akan menerima” – ini bagian Tuhan.

Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. (Mrk 16: 16)

“Percaya” – bagian kita, “kita diselamatkan” – bagian Tuhan

Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. " (Luk 6: 38)

“Beri” - bagian kita; “Diberikan kepadamu” - bagian Tuhan.

Kesalahan banyak orang: menunggu Allah bergerak lebih dulu.

Cara kerja kasih karunia seperti football Amerika. Dalam tim ada quarterback/ gelandang dan receiver/ penerima. Tugas quarterback adalah melemparkan bola ke depan. Tugas receiver adalah berlari dan bergerak, berusaha bebas dan menghindar dari halangan lawan.

Kita bisa terus berkata:
  • Kita ingin kerja tapi tidak dapat pekerjaan.
  • Kita ingin sembuh, tapi tidak pernah bisa bangkit dari tempat tidur.
  • Kita ingin jadi mujijat Tuhan, tapi tidak pernah keluar dari perahu dengan iman.

Apa yang kita percayai dari Allah, itu yang harusnya kita kejar.
Saat kita melakukan hal ini maka kasih karunia akan mengikuti.

Quarterback tidak menunggu receiver sampai ke depan, tapi dia melemparkan bola ke posisi yang nantinya akan dicapai receiver. Quarterback tidak melemparkan bola ke posisi receiver saat itu, tapi ke posisi seharusnya dia berada nantinya.

Seperti ilustrasi football di atas, saat ps Barnet bergerak menuju posisi yang Tuhan harapkan, Tuhan SELALU muncul dengan kasih karunia, kemurahan, kuasa, dan keuangan.

Kita perlu pergi ke titik/ posisi yang Tuhan kehendaki, tapi seringkali kita justru menjauhinya.

Saat
quarterback melemparkan bola, maka bola akan melayang di udara. Waktu bola berada di udara ini disebut hang-time. Selama hang-time, si receiver bisa memperbaiki arah larinya menuju titik jatuhnya bola.

Allah membiarkan berkatnya tertunda dan menunggu kita berada di posisi yang Tuhan kehendaki.

19 th yang lalu ps Barnet mendapat panggilan Tuhan untuk menyentuh daerah terburuk di Los Angeles: penuh kemiskinan, tidak ada pekerjaan, banyak pengangguran. Di LA tinggal bermacam bangsa: Yahudi, Kamboja, Filipina, dll, merupakan kota yang mempunyai bangsa paling beragam di Amerika. Selama 5 tahun ps Barnet menggumulkannya, dan akhirnya jadi. Jika kita tetap memimpikan hal yang sama selama 5 tahun, maka mimpi itu akan tergenapi.

Di usia 57 tahun ps Barnet mengumumkan di gerejanya di Phoenix tentang pembangunan Dream Center di LA. Dia merasa sangat letih untuk menggalang dana bagi Dream Center, hendak berhenti dan menikmati gerejanya di Phoenix yang sudah besar. Saat itulah seorang ketua sinode gereja menelepon dan memberikan persembahan untuk Dream Center. Ps Barnet bercerita bahwa dia akan menyerah, tapi rekan itu menyemangatinya: Jika ps Barnet tidak melangkah, mungkin dia akan kehilangan alasan utama ps Barnet diciptakan, kemudian jadi tidak berbahagia dan depresi.

Kadang Tuhan gunakan orang lain untuk berbicara dan membawa kita menuju posisi yang tepat, supaya Tuhan bisa kirimkan iman dan kasih karuniaNya pada hidup kita.

Saat Tuhan mulai memberkati kita, Dia memberkati kebutuhan kita.

Yairus sedang membutuhkan Yesus, dan mereka sedang menuju rumah Yairus, Yesus terhenti karena ada wanita yang menjamah jubahNya.

Mungkin kita sudah berjalan sesuai tujuan Ilahi menuju destiny kita, tapi yang mendapat berkat lebih dahulu adalah orang lain, dan kita harus menunggu.

Kadang Tuhan menunda berkatNya untuk melihat apakah kita bisa tetap menyembah Dia, saat orang lain diberkati dan sukses; apakah kita bisa bersukacita dan merayakan kesuksesan orang lain, hingga kesuksesan kita sendiri datang.

Saat kita bisa bersukacita atas apa yang Tuhan lakukan bagi orang lain dan rekan-rekan kita, kita bisa mengerti mengapa Allah buat itu bagi mereka. Dan karena Allah mengasihi kita semua, maka Tuhan juga bisa berikan keberhasilan kepada kita.

Saat keluarga ps Barnet pesan di drive through McDonald, ibu dari ps Barnet selalu memesan apa yang tidak ada di menu. Konsekuensinya walau datang lebih dulu, tapi pesanan orang lain akan dilayani terlebih dulu sementara pesanan itu disiapkan.

Kadang kita harus menunggu berkat kita, sambil ikut merayakan saat orang-orang lain menerima berkatnya, karena berkat kita SPESIAL, dan Tuhan masih mempersiapkan berkat kita.

Allah ingin mempergunakan kita lebih besar, tapi saat ini kita masih berupa benih.

TD Jakes yang disebut sebagai Billy Graham berikutnya, pernah hampir menyerah karena bertahun-tahun jemaatnya kurang dari 100 orang. Tapi kini dia sudah menjadi begitu besar dan terkenal.

Beberapa dari kita saat ini masih berbentuk benih. Tapi saat benih itu tumbuh, akan jadi sangat besar. Saat kita meminta sesuatu yang khusus kepada Tuhan, Tuhan sedang mempersiapkannya, dan kita harus menunggu.

Ps Barnet harus menunggu visi Dream Center selama 40 th. Selama masa penantian itu ps Barnet membangun imannya dengan bergaul dengan hamba-hamba Tuhan yang bisa menggerakkan tubuh Kristus. Saat hamba-hamba Tuhan itu menyampaikan firman, maka iman ps Barnet bertumbuh.

Tugas kita adalah melangkah dengan iman, sehingga Allah bisa mengerjakan tugasNya, yaitu memberikan kasih karuniaNya.

Ps Barnet tidak pernah memiliki uang lebih dulu untuk pelayanan yang Tuhan letakkan dalam hidupnya.
Provision follow vision- penyediaan mengikuti visi, uang mengikuti pelayanan.

Visi Tuhan kepada kita kadang begitu besar, karena kita begitu kecil dan tidak memiliki hal-hal yang dibutuhkan untuk meraih visi tersebut. Tetapi selalu ada
grace along the way- karunia sepanjang jalan.

Saat usia kita semakin bertambah, kita perlu memiliki visi garis akhir. Mimpi ps Barnet saat ini:
  • Membantu jemaat meraih visi kita.
  • Sebelum meninggal, seseorang akan memberikan kepada ps Barnet 1 milyar dollar untuk Injil, dan akan digunakan untuk membangun Dream Center di seluruh dunia. Tapi mimpi kedua ini tidak akan terjadi karena kasih karunia ada sepanjang perjalanan iman (grace along the way), bukan sebelumnya.

Kita tidak tahu bagaimana cara Tuhan melakukan atau kapan waktunya. Tapi setiap kali kita melangkah dengan iman, maka kasih karunia Tuhan akan selalu muncul.

Dalam perjalanan ke rumah Yairus, muncul pembunuh-pembunuh mimpi: mereka menyatakan bahwa anak Yairus mati, dan tidak ada manusia yang bisa membangkitkan orang mati.

Pembunuh mimpi adalah orang-orang yang mengucapkan kata-kata negatif dan pesimis. Jangan dengarkan kata-kata para pembunuh mimpi, karena apapun yang kita ijinkan masuk ke dalam roh kita, itulah yang kita percayai. Saat kita mempercayai kata-kata negatif itu, maka Tuhan tidak bisa menolong kita. Karena tanpa iman tidak mungkin kita berkenan kepada Allah.

Saat tiba di rumah Yairus, Yesus menyingkirkan para peratap dan hanya mengajak beberapa muridNya untuk berdoa.

Kita tidak bisa berdoa dan share visi kita dengan semua orang, karena akan selalu ada pembunuh-pembunuh mimpi.

Wanita yang sakit pendarahan sembuh seketika, tetapi bagi Yairus diperlukan beberapa waktu untuk menerima mujizatnya.
Wanita yang sakit pendarahan mengalami mujizat kesembuhan, tapi yairus mengalami mujizat kebangkitan.

Dalam Ibr 4: 16 tidak dikatakan sebelum waktu kebutuhan, tetapi pada waktu kebutuhan (
in time of need).

Kristus datang pada saat yang tepat, di saat yang dibutuhkan, tidak terlambat dan tidak terlalu cepat

Saat akan membeli gedung bekas rumah sakit yang sekarang jadi Dream Center, ps Barnet tidak memiliki dana sedikitpun. Suatu saat ada hamba Tuhan yang punya urapan multiplikasi. Hamba Tuhan itu menuangkan benih sesawi ke tangan ps Barnet, melambangkan urapan multiplikasi.
Satu hari ada seorang jemaat di Pheonix yang dulunya menentang visi ps Barnet. Saat mengunjungi dan meninjau Dream Center, dia tersentuh dan memberi cek sebesar 1 jt dollar, dan kemudian 1 jt dollar lagi.

Dalam 10 tahun terakhir sejak ps Barnet menerima urapan multiplikasi:
  • Ada lebih banyak orang diselamatkan dibanding dalam 50 tahun pelayanan sebelumnya
  • Ada lebih banyak tanda dan mujizat.
  • Ada lebih banyak keuangan yang melewati tangan ps Barnet. Tidak ada yang tertahan karena semua untuk kepentingan Injil.

Tuhan menunggu seseorang yang melangkah dalam iman dengan berani, melangkah keluar dari perahu dan mencoba melangkah di atas air.

Kasih karunia ada sepanjang jalan, tapi kita harus membuat langkah pertama.

Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line, WeChat, Kakao, Viber – 085 727 868 064

Friday, August 23, 2013

Living Water – Petrus Agung – Minggu, 18 Agustus 2013

Minggu, 18 Agustus 2013
Living Water
Petrus Agung

Yeh 47: 1, 6-12

Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. (Yeh 47:1)

Then he said to me, These waters pour out toward the eastern region and go down into the Arabah (the Jordan Valley) and on into the Dead Sea. And when they shall enter into the sea [the sea of putrid waters], the waters shall be healed and made fresh. (Yeh 47:8, AMP)

Masa ini seperti Yeh 47. Ada air keluar dari Bait Allah, dan kemanapun air pergi ada kehidupan, memulihKan dan menyembuhan air yang rusak dan asin menjadi tawar, sehingga pohon-pohon tumbuh dan daunnya bisa menjadi obat.

Kemana Bait Allah yaitu diri kita di-arahkan, di situ akan ada kesembuhan dan kehidupan.

Sungai ini mengalir ke timur karena bait Allah menghadap ke timur. Alkitab berkata bahwa begitu kita terima Tuhan, kita adalah bait Roh Kudus. Maka ke mana kita menghadap, aliran sungai Tuhan itu akan mengarah ke sana. Dan apapun yang kita sentuh jadi sembuh dan segar. Air itu tidak dari luar, tapi dari dalam kita.

Sejak klip Iran diputar, timbul standart baru di hati tim yang akan berangkat ke bangsa-bangsa: selain menginjil juga membabtis orang. Sebelum itu belum ada yang membabtis:
  • Tim India membabtis 1 desa.
  • Tim Papua Nugini membabtis > 100 orang.
  • Tim Korea Utara pun akhirnya babtis minimal 16 orang.

Sikap hati semua yang sakit harusnya: kesembuhan itulah yang aku inginkan, maka itulah yang akan terjadi! Tapi jika sikap hati kita: siapa tahu sembuh, maka orang tersebut belum tentu sembuh.

Yoh 4: 4 – Kasih Yesus mengharuskan diriNya melalui Samaria.

tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal. (Yoh 4: 14)

Aliran air hidup yang dimaksud Tuhan adalah Roh Kudus. Cara mengaktifkan air kehidupan di dalam kita adalah dengan membiarkan Roh Kudus mengalir dalam hidup kita.

Saat kita arahkan dan angkat hati menyembah kepada Tuhan, maka aliran Roh Kudus mulai mengalir dalam hidup kita, menyentuh bagian yang sakit dan mati, sehingga timbul kehidupan dan kesembuhan. Jika penyembahan ini selalu kita lakukan, maka kuasa Tuhan akan mengalir dalam dan melalui hidup kita.


Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line, WeChat, Kakao, Viber – 085 727 868 064

Wednesday, August 21, 2013

Niat Hati – Petrus Agung – Minggu, 4 Agustus 2013

Minggu, 4 Agustus 2013
Niat Hati
Petrus Agung

1Sam 14: 1-3
Israel dijajah Filistin dan kondisinya sangat buruk, semua peralatan logam dibuat dan dikontrol oleh Filistin. Yang memiliki senjata hanya tinggal Raja Saul dan Yonatan anaknya.

Saul ada di ujung Gibea, di bawah pohon delima, ada di dekat Migron (jurang yang terjal). Selain masih memiliki senjata, Saul juga punya 600 pasukan, dan disertai imam besar yang memakai baju efod. Imam yang memakai baju efod seharusnya bisa bertanya kepada Tuhan, tapi Saul tidak memerintahkannya. Saul memilih untuk diam, membiarkan dirinya tersudut dan tidak bisa melarikan diri.

Banyak orang Kristen yang di posisi sama: ada problem, tapi tidak menggunakan Firman Tuhan yaitu pedang Roh, tidak pernah sunggu-sungguh menanyakan kehendak Tuhan dalam kehidupannya, cenderung membiarkan semuanya berjalan begitu saja.

Kegerakan menggelar karpet merah juga menghasilkan 2 reaksi. Ada yang berani melangkah walau belum punya pengalaman mengurus paspor, visa, dan belum punya dana. Mereka akhirnya menghasilkan kemenangan bagi Tuhan. Tapi ada juga yang melihat begitu banyaknya rintangan sebelum melangkah, minta diberi berbagai fasilitas tanpa berusaha sendiri..

Yonatan punya senjata, tapi tidak punya baju efod, tidak disertai imam besar. Tapi dia menangkap pesan Tuhan dari perkataan orang Filistin yang menyebut orang Israel sebagai orang Ibrani. Ibrani artinya orang dari seberang. Yonatan ajak bujangnya “mari kita menyeberang” sebanyak 3 kali, maka dia menggenapi destiny-nya. Tindakan Yonatan menimbulkan kegentaran yang dari Tuhan, maka keadaan jadi berbalik.

Saat kita bisa menangkap atmosfir rohani yang Tuhan hembuskan, gerakan kita akan luar biasa.
Keputusan untuk melangkah sesuai destiny kita akan hasilkan terobosan besar dalam hidup kita.

Tokoh Alkitab yang menyeberang:
  • Abraham menyeberangi sungai Efrat menuju Kanaan.
  • Yakub menyeberangi sungai Yordan menuju rumah Laban.
  • Yoshua membawa bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan dan masuk tanah Kanaan.
  • Elia dan Elisa menyeberangi Yordan.

This Book of the Law shall not depart out of your mouth, but you shall meditate on it day and night, that you may observe and do according to all that is written in it. For then you shall make your way prosperous, and then you shall deal wisely and have good success. (Yos 1: 8, AMP)

This Book of the Law shall not depart from your mouth, but you shall meditate in it day and night, that you may observe to do according to all that is written in it. For then you will make your way prosperous, and then you will have good success. (Yos 1: 8, NKJV)

Buku hukum ini tidak boleh beranjak dari mulutmu, tetapi engkau harus merenungkannya siang dan malam, supaya engkau mempelajarinya dan melakukannya sesuai dengan apa yang tertulis di dalamnya. Karena kamu akan membuat jalanmu berhasil atau berkelimpahan. Kemudian kamu akan bersikap bijaksana dan mempunyai kesuksesan yang baik (terjemahan bebas)

Keputusan kitalah yang membuat jalan kita berhasil dan berkelimpahan: membiarkan diri kita terjepit seperti Saul, atau bertindak seperti Yonatan.

Jangan pernah gentar dengan penolakan manusia, karena kita keturunan Singa dari Yehuda !

Apakah kita takut terhadap masalah, atau masalah yang takut terhadap kita? Setiap kali ada hambatan, kita harus seberangi. Beberapa tim red carpet awalnya mengalami penolakan di negara tujuan, beberapa yang lain diremehkan, tapi mereka tidak takut dan menyerah. Dengan tuntunan Roh Kudus mereka akhirnya membalikkan keadaan, menerobos dan mendapat kemenangan.

Sikap hati kita harus menyerah, tapi langkah-demi langkah kita harus sesuai cara Roh Kudus, karena Tuhan menghargai kehendak bebas kita.

Tindakan profetis: menginjak dompet lalu menyeberanginya.
Selama ini kita dibatasi oleh isi dompet kita, tapi Tuhan mampu memberi kita jauh lebih banyak dari yang kita impikan dan doakan. Seberapa yang kita pikirkan atau doakan, kadang menemui hambatan. Tapi Alkitab berkata bahwa Tuhan memberi jauh lebih banyak dari yang kita pikirkan atau doakan.

Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita (Ef 3: 20)

Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line, WeChat, Kakao, Viber – 085 727 868 064

Tuesday, August 13, 2013

5-2-1 – Petrus Agung – Minggu, 11 Agustus 2013

Minggu, 11 Agustus 2013
5 – 2 – 1
Petrus Agung

Setiap kita harus jalan dan dipimpin Roh Kudus hari demi hari. Karena akan ada satu hari saat apapun hasil pergaulan dengan Roh Kudus tersebut akan sangat menentukan kehidupan kita. Dalam menghadapi sebuah situasi, respon orang yang terlatih bergaul dengan Roh Kudus akan sangat berbeda dengan orang yang tidak terlatih.

Mat 25: 14-30 – Perumpamaan tentang talenta
Ada 3 tahapan/ tingkatan dalam kehidupan kita dengan Tuhan

1. Tahap Pendidikan Tuhan
Level di mana si tuan menggali/ meng-explore semua potensi yang ada pada hamba-hambanya. Di level ini terlihat bahwa kesanggupan/ ability mereka berbeda-beda

3 orang di kisah di atas kemungkinan di level yang sama dan salary yang lama. Ini adalah saat mereka dididik oleh tuannya. Di level ini banyak pendidikan dan hal yang tidak enak yang harus dilewati, sehingga menghasilkan sikap hati berbeda di antara orang Kristen.

Sikap hati inilah yang akan menentukan seberapa potensi kita tergali dengan baik dan muncul, dan berikutnya menentukan seberapa besar kepercayaan Tuhan kepada kita

Banyak orang yang tidak mau diajar dan dibawa Tuhan dalam sebuah perjalanan iman karena itu menyakitkan buat dagingnya.

Hari depan kita ditentukan oleh seberapa kita mau dididik oleh Tuhan.

Kesaksian: Raker di Bali.
Di awal raker, yunior mendapat peringatan bahwa mereka diincar iblis. Saat doa peperangan p Agung mendapat pengelihatan ada 3 mayat, maka saat itu juga p Agung memerangi roh maut itu sendiri. Saat 6 hamba Tuhan mendoakan yunior, Bu Iin merasa Samuel dalam incaran iblis.
Hari itu kejadian yang dialami yunior: terkunci di lift dan hampir tenggelam saat berenang di pantai Kuta. Pada kejadian di pantai, Samuel sempat tergulung ombak sampai ke tengah laut hingga kakinya kram. Oleh anugrah Tuhan semua yunior selamat.

Ternyata peristiwa di pantai Kuta digunakan Tuhan untuk mendidik Samuel, sehingga lebih serius dengan Tuhan dan tidak main-main dengan hidupnya. Salah satu hasil didikan Tuhan, saat misi di Malaysia bisa injili 2 orang secara one on one, mengajaknya terima Tuhan Yesus dan kemudian membabtisnya.

Tuhan ingin semua potensi kita keluar dan tergali

Jika kita menanggapi didikan Tuhan dengan baik dan tidak kepahitan, maka kita akan kembangkan diri kita secara luar biasa karena Tuhan. Tapi jika kita menanggapinya dengan sakit hati dan kepahitan seperti hamba yang menerima satu talenta, maka potensi kita tidak akan tergali secara maksimal. Hamba ketiga menyimpulkan bahwa tuannya kejam dan dia diperlakukan tidak adil.

Didikan Tuhan harus diresponi dengan kerendahan hati, bukan dengan marah dan kesombongan.

Ada orang yang saat diberitahukan kesalahannya, maka memberontak, pembelaan diri keluar, maka pada akhirnya orang jadi segan membicarakan kebenaran kepadanya. Akhirnya kejatuhannya tinggal menunggu waktu.

Didikan Tuhan menuntut kejujuran akan keberadaan kita

Saat Naaman diperintahkan mandi di sungai Yordan sebanyak 7 kali dia marah. Alasan sebenarnya adalah kesombongan. Pakaian jendral Naaman menutupi kusta di tubuhnya. Jika mandi di negerinya, dia bisa halangi orang melihatnya mandi. Tapi itu tidak bisa dilakukannya di negara lain.

Jika hidup kita dikendalikan gengsi, maka saat kita harus lepaskan harga diri kita, kita akan mempertahankannya mati-matian, bahkan mencari berbagai alasan untuk membenarkan dirinya.

Kepahitan membuat potensi seseorang tidak berkembang

Kesaksian p Agung:
Saat SMP nilai bahasa Inggris p Agung jelek. Awalnya p Agung menutupi hal itu dengan alasan nasionalisme. Setelah pendidikan Tuhan dilewati, sekarang bahasa Inggris itu menjadi berkat bagi hidup p Agung.

Daud di masa mudanya dilatih Tuhan menghadapi Singa dan Beruang. Tiba-tiba Tuhan beri investasi dalam hidup Daud: mengalahkan Goliat, sehingga nama Daud terkenal di seluruh negeri.

Yusuf sejak kecil harus bekerja di bawah anak-anak gundik Yakub. Saat masuk sumur, rumah Potifar, dan penjara, Yusuf selalu jadi pemimpin. Yusuf tidak punya kepahitan, terbukti dengan memberi nama anak sulungnya Manasye (aku tidak ingat/ I dont remember)

2. Tahap Investasi
Di tahap ini hidup kita akan terlihat berkembang dengan baik.
  • Pengusaha – maju dan berkembang
  • Guru – saat mengajar, anak didiknya mengerti
  • Manajer – leadership-nya terlihat
  • Hamba Tuhan – ada hal khusus di dalam dirinya yang tidak dimiliki orang lain.

Ada masa Tuhan akan melihat seberapa kita kembangkan investasi Tuhan atas hidup kita.

Dalam Alkitab terjemahan The Messege kisah 5-2-1 di atas berjudul The story about investment – kisah tentang investasi.

3. Tahap Partner
Saat kita lalui tahap kedua dengan baik, maka posisi kita berubah dari hamba yang digaji, kemudian dimodali, akhirnya menjadi partner Tuhan. Artinya kita akan duduk dan memerintah bersama Tuhan.

His master commended him: 'Good work! You did your job well. From now on be my partner.' (Mat 25: 21, 23, MSG)

Janda Sarfat diperintahkan Elisa meminta bejana dari tetangganya. Kata meminta juga berarti konsultasi. Maka kita juga harus ber-konsultasi dengan orang yang lebih maju dan cara pikirnya berkembang. Tapi ini hanya terjadi saat kita punya hati yang terbuka dan mau diajari.

Sering kita tidak bisa menerima saran orang lain karena kesombongan kita.

Pengumuman:
Minggu depan di kebaktian pagi dan sore adalah minggu kesembuhan/ healing.

Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line, WeChat, Kakao, Viber – 085 727 868 064

Friday, August 2, 2013

Iman dan Kepercayaan Diri – Petrus Agung – Minggu, 28 Juli 2013

Minggu, 28 Juli 2013
Iman dan Kepercayaan Diri
Petrus Agung

And Caleb stilled the people before Moses, and said, Let us go up at once, and possess it; for we are well able to overcome it. (Bil 13:30, KJV)
Kaleb menenangkan hati umat itu di hadapan Musa, dan berkata, mari kita segera naik, dan menguasainya; karena kita sungguh-sungguh mampu untuk menaklukkannya

Dari bahasa asli (Ibrani) penjabaran dalam bahasa sehari-hari, perkataan Kaleb adalah sebagai berikut: Ayo kita berangkat sekarang, dan kita akan berulang-ulang menyerang mereka, sampai kita menaklukkan mereka, karena kita sangat sanggup untuk mengalahkan mereka.

Tuhan suka memberi tugas kepada kita dalam rentang waktu yang pendek dan mendadak. Ini kekuatan yang luar biasa, karena itu membutuh orang yang dalamnya terlatih dengan baik.
Saat kita bergerak dengan Tuhan, maka kita tidak bisa jadi penentu waktunya. Sesuatu yang Tuhan perintahkan harus kita kerjakan berulang-ulang sampai musuh habis.

Kesaksian:
Ada seorang ibu dari Papua yang ingin kirim anak perempuannya sekolah di Yogya. Dari mimpinya dia tahu bahwa gereja yang Tuhan tunjukkan adalah GKKD. Anak ini terlalu mengandalkan logika. Suatu kali dia alami kecelakaan tunggal dan koma. Setelah bangun dari koma 1 bulan, ternyata dia amnesia. Saat mulai sadar, anak ini ceritakan pengalaman supranatural-nya selama koma, yaitu bertemu dengan Tuhan Yesus. Yesus ajari anak ini rahasia untuk menjadi kaya: menolong banyak orang miskin.

Seringkali saat Tuhan tawarkan suatu hal kepada kita, kita berpikir terlalu panjang, dan ujungnya kita tidak mendapatkan jatah kita. Saat ada tantangan dan hambatan di hadapan kita, satu-satunya cara adalah seberapa
kita percaya bahwa Tuhan Yesus menyertai kita sehingga kita berani menerobos.

Saat kita kenal siapa diri kita di dalam Yesus, dan seberapa Tuhan melihat dan ada dalam hidup kita, maka itu sebuah keajaiban. Karena kita akan melihat Tuhan jauh lebih besar dari masalah kita.

Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line, WeChat, Kakao, Viber – 085 727 868 064

Thursday, August 1, 2013

Confidence – Keith Johnson – Minggu, 28 Juli 2013

Minggu, 28 Juli 2013
Confidence
Keith Johnson

16 mar 2001 Keith di posisi terendah dalam kehidupan: keruntuhan emosional, spiritual, mental, rohani, finansial. Itu adalah hari terburuk dalam hidupnya. Saat keith bertanya pada Tuhan mengapa segalanya terjadi, Tuhan menjawab: “apakah Keith benar-benar ingin tahu ?”. Itu artinya kemungkinan Keith tidak benar-benar ingin tahu, atau jawaban Tuhan mungkin tidak kita diharapkan. Jawaban Tuhan: kurang confidence/ percaya diri

Cast not away therefore your CONFIDENCE, which hath great recompence of reward (Ibr 10:35,KJV)

Jangan lepaskan percaya diri kita, karena itu akan memberi pahala yang besar bagi kita. Kesanggupan mempertahankan confidence kita setiap harinya akan membentuk upah kita di masa depan. Di saat kita mengambil keputusan, itulah saat destiny kita dibentuk.

Reward hanya diberikan kepada sedikit orang, yaitu mereka yang rela melakukan hal-hal yang orang lain tidak mau lakukan.

Seringkali meskipun kita percaya bahwa Tuhan itu maha kuasa, penyembuh, dll; tapi kita tidak percaya kepada diri kita sendiri. Karena kita tidak percaya kepada diri kita sendiri, maka Tuhan kesulitan untuk mempergunakan kita.

Kadang kita seperti raksasa rohani: mengutip Alkitab dan berkhotbah, bernubuat, mendoakan, dan menyembuhkan orang sakit, dll; Tapi kita lemah di jiwa dan pikiran kita. Confidence berkaitan erat dengan kejiwaan (psikologi) kita.

3 kunci yang secara radikal akan mengubah kejiwaan kita, yang akhirnya mengubah destiny

Confidence triangle: self-image, self-esteem

1. Self-image
Sebelum mengubah hidup kita, Tuhan harus mengubah citra diri kita. Self-image adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri. Karunia pertama Tuhan bagi manusia adalah sebuah gambar, karena Tuhan menciptakan manusia menurut gambar dan citra Tuhan. Sehingga Adam merupakan foto diri Allah. Tujuan Tuhan memberikan citraNya kepada manusia adalah supaya manusia sukses dan menang dalam kehidupannya.

Iblis membenci citra diri Allah di dalam manusia, dan berusaha menghancurkannya. Cara iblis dengan membuat manusia meragukan bahwa dirinya benar-benar merupakan citra Tuhan.

Only it must be in faith that he asks with no wavering (no hesitating, no doubting). For the one who wavers (hesitates, doubts) is like the billowing surge out at sea that is blown hither and thither and tossed by the wind. (Yak 1:6, AMP)
Orang yang mendua-hati tidak stabil jalannya, dan tidak terima apapun dari Tuhan.

Iblis ingin curi identitas kita. Karena:
  • Jika kita tidak kenali siapa diri kita, kita tidak akan pernah tahu apa yang bisa kita lakukan.
  • Jika kita tidak melakukan yang Tuhan perintahkan, maka kita juga tidak akan mendapatkan hal-hal yang Tuhan ingin kita memilikinya.
  • Jika kita tidak memiliki hal-hal yang Tuhan ingin kita memilikinya, maka kita tidak bisa menolong orang-orang lain yang harusnya kita tolong.

Saat iblis bisa menghancurkan jati diri kita, maka masa depan kita habis.

Contoh: Kisah Gideon di Hak 6: 12
Panggilan Gideon adalah pemimpin kelas dunia. Tapi hidup Gideon jauh dari potensi maksimalnya. Perkataan Tuhan melalui malaikat mengubah hidup Gideon: Gideon adalah mighty man of valor.
Dalam bahasa Ibrani artinya “prajurit pemenang yang penuh percaya diri” (confidence warrior champion). Champion artinya pribadi super dengan semua atribut seorang pemenang.

We are Gods champion! Kita adalah juaranya Tuhan!

Kata-kata adalah deskripsi dari sebuah gambar. Saat ingin mengubah hidup Gideon, Tuhan mengucapkan perkataan yang menciptakan sebuah gambaran. Gideon melihat ke dalam dirinya: seorang mesin perang, berotot, kuat, pahlawan, dan selalu menang. Yang Tuhan coba lakukan dalam hidup Gideon adalah mengubah cara Gideon memandang dirinya sendiri.

Saat Tuhan berkata kepada kita, Tuhan akan bicarakan potensi kita. Tuhan tidak berbicara tentang siapa diri kita saat ini, tapi apa kemungkinan yang bisa kita capai di masa depan. Tapi apa yang kita ucapkan menunjukkan bagaimana cara kita memandang diri kita sendiri.

Ay 15 – Jawaban Gideon adalah cara Gideon melihat dirinya: orang yang lemah, negatif dan pecundang. Akibatnya Gideon selama ini menjalani hidup sebagai seorang pecundang.

Saat kita tidak punya citra diri, kepercayaan diri, dan mentalitas yang positif, maka itu bisa menghentikan Tuhan memakai kita dengan cara yang luar biasa. Sebelum kita ubah cara berfikir kita, kehidupan kita tidak akan berubah.

Orang yang menggunakan tato sudah memiliki gambaran tato-nya terlebih dulu di pikirannya. Kita memiliki pemikiran tentang diri kita sendiri, dan itu seperti tato. Selama kita belum ubah gambar diri itu, maka hidup kita juga tidak akan berubah. Kerena apa yang kita bayangkan dalam pikiran akan jadi kenyataan pada waktunya.

Pikiran kita membutuhkan gambaran tentang masa depan yang ingin kita ciptakan. Saat Tuhan siap mengubah hidup kita, Tuhan akan mulai dengan mengubah semua gambar diri kita. Kita harus melihat masa depan yang lebih besar, lebih cerah dan lebih cemerlang dari saat ini.

as He is, so are we in this world. (1 Yoh 17B, KJV)

Saat kita fokus kepada Tuhan, maka kita akan menyadari bahwa sebagaimana adanya Tuhan, demikian pula kita, karena kita ada di dalam Dia:
  • Tuhan itu kasih, maka saya juga kasih
  • Tuhan powerful, maka saya juga powerful
  • Tuhan confidence, maka saya juga confidence
  • Tuhan berfikir besar, maka saya juga berfikir besar
  • Tuhan itu indah, maka saya juga indah
  • Tuhan itu cerdas, maka saya juga cerdas.

Rubah gambar batin kita: Kita adalah juaranya Tuhan, prajuritnya Tuhan, pemenang kehidupan !

2. Self - esteem
Self – esteem adalah seberapa besar kita menghargai diri kita sendiri. Kebanyakan orang menilai rendah dirinya. Kita cenderung mengobral/ mengurangi nilai diri kita karena kita membandingkan diri kita dengan orang lain: pendek, tinggi, hidung besar, hidung kecil, warna rambut salah, dll.

Perbedaan kitalah yang membuat kita bernilai mahal. Nilai kita tidak berdasar pada citra tubuh kita, tapi ditentukan oleh Yesus. Kita dibeli dengan darah Yesus yang mahal, itu artinya kita bernilai dan mahal.

Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (1 kor 6: 20)

Tuhan mengasihi diriNya sendiri, maka Tuhan membentuk manusia sesuai citra diri Tuhan. Maka kita juga harus belajar jatuh cinta pada diri kita sendiri, dan berhenti mencoba meniru orang lain. Karena kita original dan indah.

Saat kita menghargai dan memberi nilai pada diri kita, itu sebuah investasi. Kita akan mengharapkan sesuatu yang lebih, punya standar yang tinggi bagi hidup kita.

Nilai uang kertas dibedakan karena citra/ gambar yang ada di permukaannya, walaupun nilai bahannya sama. Yesus meletakkan fotonya pada kita. Kita sangat istimewa bagi Tuhan.

3. Self - talk
Ubah cara kita berkata-kata terhadap diri sendiri (self-talk). Jika gambar diri kita negatif, bahasa kita tentang diri sendiri juga negatif. Psikologi berkata bahwa 85% inner-dialog kita negatif.

Contoh perkataan negatif: saya tidak akan jadi apapun, saya jelek, saya bodoh, saya tidak bisa, saya kurang pendidikan, dst.

Perkataan negatif menyakiti diri kita sendiri. Itu juga berarti berkata negatif tentang Tuhan yang menciptakan kita, karena kita adalah karya seni Tuhan sendiri.

Let the words of my mouth, and the meditation of my heart, be acceptable in thy sight, O LORD, my strength, and my redeemer. (Maz 19: 14, KJV)

Daud adalah seorang pemenang, dan dia tahu cara menjadi pemenang. Meditation of my heart = renungan hati, kata-kata yang tidak didengar orang lain. Maka arti pernyataan Daud: semua perkataan eksternal dan internal Daud kiranya memuliakan Tuhan.

Dalam diri kita ada sosok pengkritik dan seorang pelatih/ coach. Yang kita beri makan lebih banyak akan berkata-kata lebih banyak.

Banyak orang melihat Tuhan sebagai polisi yang mencari-cari kesalahan kita. Tapi sebenarnya Tuhan adalah pelatih terhebat bagi kita. Tuhan sepenuhnya percaya kepada kita, memberi semangat dan meyakinkan bahwa kita bisa jadi besar, bisa mengubah suatu bangsa, bisa jadi triliuner, bisa sukses.

Selama kita tetap seperti adanya saat ini, kita tidak bisa menjadi seperti yang Tuhan inginkan. Banyak orang sedang menunggu pertolongan kita di masa depan. Maka kita harus serius mengubah diri kita dari dalam.

Tuhan mau ubah kita bukan karena diri kita, tapi karena banyak orang yang akan disentuh karena perubahan kita. Kesanggupan kita untuk merubah diri sendiri membentuk kesanggupan untuk mengubah orang lain.

Tuhan akan pakai kita hari-hari ini sebagai perubah bangsa.

Kita harus serius untuk mengubah diri kita sendiri, karena kita tidak bisa mengubah orang lain: istri, presiden, pemimpin kita. Yang bisa kita ubah adalah diri kita sendiri.

But we all, with open face beholding as in a glass the glory of the Lord, are changed into the same image from glory to glory, even as by the Spirit of the LORD. (2Kor 3: 18, KJV)

Saat kita memandang Tuhan, maka kita sedang diubahkan dari kemuliaan kepada kemuliaan.

Penutup – Petrus Agung
  • Banyak orang menghancurkan diri sendiri karena perkataan dan cara berfikir yang negatif.
  • Banyak orang hanya mengumpulkan data, tapi tidak bertindak memulai perubahan.
  • Untuk memenangkan suatu bangsa, yang terbaik adalah orang-orang sebangsanya. Misi Red carpet datang ke bangsa-bangsa sebagai pembawa api kegerakan, membangkitkan orang-orang lokal untuk mulai bergerak.


Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line, WeChat, Kakao, Viber – 085 727 868 064