Tuesday, October 29, 2013

Echo – Petrus Agung – Minggu, 20 Oktober 2013

Minggu, 20 Oktober 2013
Echo
Petrus Agung

Mat 14: 13-21 – peristiwa lima roti dan dua ikan.
Hal-hal yang membuat Tuhan Yesus melakukan mujizat multiplikasi / pelipatgandaan pada hari itu:

1. Becoming more than ourself
Yesus sebenarnya tidak merencanakan mengajar, apalagi memberi makan banyak orang. Tapi karena orang berbondong-bondong mengikuti Dia, hati Nya tergerak oleh belas kasihan, dan menyembuhkan semua yang sakit. Yesus dan para murid melayani mereka sepanjang hari, bahkan belum sempat makan dan beristirahat.

Saat hari mulai gelap, murid-murid melihat orang banyak kelaparan, dan tidak ada cukup biaya untuk membelikan makanan bagi semua orang. Maka kemudian keluar pernyataan emphaty dari para murid untuk orang banyak: menyuruh orang banyak pergi sehingga bisa membeli makan.
Saat itulah Tuhan meminta para murid memberi orang banyak itu makan.

Mukjizat pelipatgandaan terjadi ketika kita mau menjadi sesuatu yg lebih dari sekedar kebutuhan diri kita sendiri (becoming more than ourself).

Untuk makan bagi Yesus dan para murid tidak diperlukan mujizat pelipatgandaan. Tapi untuk memberi makan ribuan orang, maka mujizat pelipatgandaan diperlukan.

Banyak orang minta diberkati. Tapi sebelum kita lepas dari penjara diri sendiri/ self : kepentinganku, kebutuhanku, keinginanku; maka kita tidak pernah bisa menikmati multiplikasi dari Tuhan.

2. Echo
And they say unto him, We have here but five loaves, and two fishes (Mat 14: 17, KJV)

Kata ada artinya punya/ memiliki. Frase “orang yang punya” atau “orang berada” di berbagai bahasa diartikan sebagai orang kaya.
punya = have (english) = ἔχω = echō (G2192)

Latar belakang kata “echo” dari mitologi Yunani. Dewi ini hanya bisa berbicara menirukan suara orang lain (menggemakan). Dewi ini jatuh cinta kepada dewa Narsisius yang tampan. Dewa Narsisius jatuh cinta pada dirinya sendiri saat melihat pantulan wajahnya di air. Dari sinilah asal kata narsis.

Mujizat pelipatgandaan terjadi saat kita memiliki sesuatu yang bisa ber-echo/ bergema / bergaung

Contoh: Ipad di tangan p Agung, di mata Tuhan belum tentu dipunyai p Agung. Saat Ipad itu digunakan untuk belajar Firman Tuhan dan menyampaikan pesan Tuhan kepada jemaat, barulah Ipad tersebut mempunyai echo. Saat itulah barulah di hadapan Tuhan p Agung mempunyai Ipad.

Saat yang Tuhan berikan kepada kita tidak mempunyai gema kepada orang lain, Tuhan menganggap kita tidak memilikinya.

Lawan echo adalah ego, artinya hidup untuk dirinya sendiri.

Saat yang kita miliki bukan untuk ego kita, tetapi untuk echo, maka akan terjadi pelipatgandaan!

Kesaksian pembangunan Holy Stadium:
Saat p Agung di Amerika, p Sugi telpon dan melaporkan pembangunan Holy Stadium. 4 bulan kemudianpembangunan masuk tahap pengecoran. Pengecoran harus dilakukan terus-menerus tanpa jeda, sehingga tidak ada bagian yang lemah yang bisa jadi patahan. Kas hanya ada ratusan juta, sedangkan kebutuhannya beberapa milyar.

P Agung hadapkan masalah ini ke Tuhan, lalu dijawab:
"apa yang p Agung punya tidak cukup untuk kebutuhan Holy Stadium, tapi jumlah uang itu lebih dari cukup untuk kebutuhan banyak hamba-hamba Tuhan yang lain"
Tuhan berkata bahwa di kota Semarang banyak pembangunan gereja terhenti karena kurang dana.

P Agung memutuskan membentuk 4 tim Noah. Dalam masing-masing grup ada arsitek, bagian sipil, pemborong, penjual material bangunan. Setiap tim diminta bergerak di Semarang, mendata gedung-gedung gereja yang pembangunannya macet. Dalam 3-4 hari terdata 15-17 gereja beserta fotonya.
Masing-masing tim menawarkan diri untuk menyelesaian pembangunan gereja-gereja tersebut. Sebagian langsung menerima, sebagian ragu-ragu dan bertanya imbalannya. Setelah p Agung membuat pernyataan di atas meterai bahwa semua itu hibah, maka gereja-gereja yang semula ragu mau menerima bantuan itu. Hari itu Jki membangun sekian banyak gereja, dan kas-nya habis.

Luk 16: 19 – kisah orang kaya, Lazarus dan Abraham.
Salah satu faktor mengapa orang kaya ini masuk neraka adalah: semua yang Tuhan percayakan kepada orang kaya ini hanya untuk ego-nya, dan tidak punya echo. Orang kaya ini berpesta setiap hari dalam kemewahan, tapi pengemis di halaman rumahnya tidak merasakan echo dari kemewahannya. Padahal orang kaya itu tahu siapa Lazarus.

Dengan pengertian ini kita baru bisa memahami arti perumpamaan orang kaya yang bodoh di Luk 12: 13-21. Tuhan menganggap orang kaya ini tidak memiliki apa-apa, sebab tidak ada orang lain yang bisa ikut menikmatinya, tidak ada echo/ gemanya.

Periksa: apakah profesi kita memiliki echo, atau hanya ego dalam hidup kita

Contoh echo:
  • Tuhan beri nama Injil Kerajaan kepada gereja, ternyata itu menjadi destinynya. Red carpet hampir tuntas, sudah mencapai sekitar 120 negara. Echo-nya sampai ke seluruh dunia.
  • Persembahan untuk propinsi memungkinkan gereja melayani ratusan hamba Tuhan dari berbagai propinsi dan bangsa saat ada KKR Bahtera.

Tuhan sayang kita semua karena kita memilih echo dan bukan ego.

Echo dalam hidup kita membuat sesuatu yang kecil dan sedikit, dirubah oleh Tuhan menjadi besar dan luar biasa.

Mzm 19: 1-6 – echo

tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi (Mzm 19: 4)

Echo ini membuat kita bisa menguatkan anak-anak Tuhan di Iran, membawa beberapa desa di India di babtis masal, bergema di desa-desa Rwanda-Burundi-Uganda yang hampir semua penduduknya menderit HIV Aids.

Maillist:

Portal Bahtera:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Wednesday, October 23, 2013

Sukses Dalam Pekerjaan – Lukas Kusuma – Minggu, 13 Oktober 2013

Minggu, 13 Oktober 2013
Sukses Dalam Pekerjaan
Lukas Kusuma

Dimanapun sedang terjadi goncangan ekonomi, tapi Tuhan Yesus sanggup menolong kita. Akan ada orang-orang yang diangkat Tuhan hingga bisa berdiri di hadapan raja-raja.

Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina. (Ams 22: 29)

Tuhan mau kita hidup di atas rata-rata. Janji Tuhan untuk kita:

TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, (Ul 28: 13a)

Contoh orang-orang yang diangkat Tuhan secara luar biasa:
  • Yusuf anak Yakub selalu sukses: di rumah Potifar, di penjara, di Istana raja Mesir
  • Daniel selalu sukses dalam jaman 3 raja yang berbeda: Nebukadnezar dan Belsyasar dari Babel, dan Darius dari Media-Persia
  • Nehemia sukses memimpin pembangunan tembok Yerusalem, lalu jadi bupati Yerusalem
  • Petrus adalah nelayan yang memiliki karyawan dan perahu sendiri
Tuhan akan membuat kita sukses dan berhasil, seperti Tuhan buat tokoh-tokoh di atas sukses.

6 Rahasia sukses di dalam pekerjaan:

1. Kerja hoki (bejo/ selalu berhasil)
Orang pandai dan orang bermodal besar kalah oleh orang yang hoki.

Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. (Kej 39: 2)

Yusuf berhasil bukan karena nasib baik, tapi karena Tuhan menyertai hidupnya.

Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia. (1Sam 18: 14)

Bagi orang yang selalu hogi/ bejo, maka sesukar apapun yang dikerjakan dan apapun keadaan dunia, mereka akan berhasil dan sukses, karena disertai Tuhan.

Supaya disertai Tuhan, kita harus mencari wajah Tuhan, melekat pada Tuhan, andalkan dan tempatkan Yesus sebagai yang utama dalam kehidupan kita.

Orang dunia berkata bahwa “hidup ini berat”. Anak Tuhan perlu menambahkan huruf K pada kalimat tersebut sehingga pernyataannya jadi: “hidup ini berKat”. Huruf K yang ditambahkan adalah: Kristus.

2. Kerja Keras

Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya (2Tim 2: 6)

Kerja keras tanpa disertai Tuhan akan sia-sia. Jika kita disertai Tuhan, maka kita tidak bisa santai, tapi harus bekerja keras.

Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku (1Kor 15: 10)

Tuhan berjanji memelihara burung-burung di udara. Tapi burung-burung itupun harus rajin bekerja mencari makan, karena makanan mereka tidak muncul atau datang begitu saja di hadapan mereka.

Tuhan mau kita kerja dengan rajin, bukan malas. Kerja ulet, bukan pembosan, tidak mudah putus asa.

orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.(Ams 12: 27)

Jika kita malas, bahkan berkat yang sudah di depan kita akan gagal diperoleh.

Banyak orang mau sukses dan berhasil, tapi tidak mau mendisiplin dirinya dan tidak mau bekerja keras. Jika kita bekerja keras dalam anugerah Tuhan, maka setiap janji Tuhan akan terjadi dalam kehidupan kita.

3. Kerja Pintar

"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Mat 10: 16)

Tuhan mau kita bekerja secara pintar dan penuh hikmat, sehingga tidak tertipu atau kalah bersaing dari orang-orang dunia.

Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina. (Ams 22: 29)

Cakap = מהר = mâhir (H4106). Artinya: cepat, lincah (quick); penuh keahlian (skilful); rajin (diligent).

Tuhan mau kita bekerja dengan hikmat, strategi, wawasan yang luas, kreatif dan inovatif. Bukan kerja asal-asalan dan monoton. Untuk itu kita harus selalu minta hikmat Tuhan.

Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya (Yak 1: 5)

Orang Yahudi datang ke Amerika sebagai pengungsi, dan tidak mempunyai apapun. Mereka memulai kerja dengan menjual baju-baju atau mebel-mebel bekas. Tapi hari-hari ini ekonomi dunia dikuasai orang Yahudi. Filosofi orang Yahudi: mereka mendapat janji Tuhan tanah yang penuh susu dan madu. Tanah yang limpah susu harus ada banyak sapinya, banyak sapi artinya banyak rumput, dan artinya tanahnya subur. Demikian pula tanah yang banyak madu artinya banyak lebahnya dan juga banyak bunganya, artinya tanah itu subur. Sebagian Israel tandus, tapi orang Israel tidak pernah meragukan janji Tuhan karena kenyataan itu. Mereka memutuskan bahwa sebelum menggali tanah tandus itu, mereka harus menggali otak mereka, supaya mereka bisa ubah padang pasir itu menjadi kebun buah-buahan. Akhirnya dengan tehnologi, orang Yahudi bisa mengubah padang gurun menjadi tanah yang subur.

4. Kerja Jujur

"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Mat 10: 16)

Tulus artinya punya kejujuran dan integritas. Janji Tuhan bagi orang jujur:
  1. Adanya ekspansi/ perluasan
Rumah orang fasik akan musnah, tetapi kemah orang jujur akan mekar. (Ams 14: 11)
Kata mekar artinya ekspansi/ perluasan.
  1. Pembelaan Tuhan
Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, (Ams 2: 7)
  1. Banyak berkat
Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman. (Ams 28: 20)
Belajar bekerja dengan integritas: bisa dipercaya dalam ucapan, janji, dan semua yang kita kerjakan. Saat Tuhan lihat kita bisa dipercaya, maka Tuhan akan berikan banyak berkat.

Kesaksian: Seorang sarjana komputer, anak dari seorang hamba Tuhan di Jakarta. Saat sedang mencari pekerjaan, motornya menabrak spion mobil mercedes hingga pecah. Sarjana ini tunggu hingga pemilik mobil itu muncul, kemudian dia menyatakan dirinya sebagai orang yang bertanggung-jawab. Ternyata pemilik mobil itu adalah bos sebuah perusahaan distributor komputer yang besar. Dalam beberapa bulan saja sarjana ini diangkat sebagai kepala cabang di kota lain.

5. Kerja Maksimal

Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga (Pkh 9:10a)

Kerja keras dan rajin belum tentu kerja maksimal, karena bekerja hanya untuk uang/ gaji, tanpa memiliki self-belonging (rasa memiliki) usaha itu. Orang yang kerja maksimal pasti kerja rajin.

Jika kita kerja maksimal, suatu hari Tuhan akan angkat hidup kita dengan luar biasa.

Ilustrasi:
Seorang ayah yang sekarat memberikan 2 nasehat supaya sukses kepada anaknya:
  • Jangan pernah menagih hutang kepada siapapun
  • Jangan sampai kulit kena sinar matahari saat bekerja
Si sulung gagal dan selalu rugi, karena memberi hutang, tapi tidak pernah menagihnya; pulang-pergi kantor naik taxi karena hanya punya motor.
Si bungsu sukses, karena tidak pernah memberi hutang; dan bekerja dari pagi hingga petang.
Kedua anak mengikuti pesan ayahnya. Tapi si sulung kerja asal-asalan, sedang si bungsu kerja maksimal.

6. Kerja Kompak

Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. (1Kor 1: 10)

Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya (Mzm133:1b,3b)
Di mana ada kerukunan, kesatuan, kekompakan, maka berkat Tuhan akan dicurahkan:
Suami-istri, orang tua-anak, sebuah perusahaan, sebuah pelayanan, dalam gereja, dll.

Banyak berkat Tuhan terhalang karena pertengkaran dan perselisihan.

Contoh kerja kompak:
Saat ada pergantian musim, burung-burung ber-migrasi ke tempat yang lebih hangat. Dalam sehari kelompok burung ini mampu menempuh ratisan mil karena formasinya berbentuk V.
Burung terdepan bertugas menerobos memecahkan tembok udara. Burung-burung yang dibelakang terbang dengan lebih ringan. Burung yang terbang di bagian belakang berteriak-teriak untuk memberi semangat kepada yang ada di depan. Saat burung terdepan lelah, dia akan pindah ke paling belakang, dan posisinya digantikan burung yang ada di belakangnya.
Saat salah satu burung sakit dan jatuh, maka akan ada rekan-rekannya yang mendampingi, mencarikan makan, dan mengobati.


Maillist:

Portal Bahtera:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line – 085 727 868 064

Thursday, October 17, 2013

Radical Faith – Lukas Kusuma – Minggu, 13 Oktober 2013

Minggu, 13 Oktober 2013
Radical Faith (Iman yang Radikal)
Lukas Kusuma

sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. (1 Yoh 5: 4)

Sejak kita percaya Yesus sebagai juru selamat, kita mengalami kelahiran baru. Tuhan memberikan destiny baru buat kita: tidak lagi dikalahkan oleh apapun, dan kita adalah pemenang. Kita bisa
mengalahkan dunia dengan iman kita.

Orang benar akan hidup oleh iman (Rm 1: 17b)

Orang benar hidup karena iman, bukan karena melihat. Orang Kristen lemah dan goyah karena pemahaman tentang iman mulai kabur/ kurang jelas.

Iman yang radikal:
1. Percaya walaupun belum melihat.

Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat (Ibr 11: 3)

Semua yang kita butuhkan di alam jasmani sudah Tuhan sediakan di alam roh. Supaya semua yang Tuhan sediakan di alam roh itu terjadi di alam jasmani, dibutuhkan iman percaya.
Percaya setelah melihat bukanlah iman, tapi fakta.

Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (Yoh 20:29)

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! (Mzm 34: 8a)

Kita harus mengecap dan mengalami terlebih dulu, baru kemudian kita akan melihat kebaikan Tuhan.

Orang percaya harus tetap menggunakan otak dan logika, tapi seringkali iman diluar logika, kelihatan mustahil, tapi bagi Tuhan tidak ada perkara yang mustahil.

1997 Tuhan panggil p Lukas untuk fulltime, sebelumnya kerja sekuler. Selama 3 tahun beliau menggembalakan gereja di Makasar. Awal 2000 p Lukas pelayanan di Amerika. Dalam pelayanan itu p Lukas harus putus dari pacarnya. P Lukas belajar percaya pada janji Tuhan walau belum melihat penggenapan janji Tuhan masalah jodoh.
Akhirnya p Lukas mendapat jodoh dari Philadelphia, seorang anak Tuhan dari keluarga pendoa, yang sejak1998 pindah ke Amerika. 6 bulan kemudian mereka menikah. Ternyata setelah menikah p Lukas baru menyadari bahwa istrinya memenuhi 10 kriteria istri yang pernah dia ajukan pada Tuhan.

2. Taat walaupun belum mengerti

Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; (Ibr 11: 7a)
Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui (Ibr 11:8)
Nuh mendapat perintah Tuhan, dia tidak tahu kapan air bah akan datang, tapi dia taat.
Abraham mendapat perintah Tuhan, dia tidak tahu kemana arah yang dituju, tapi dia taat.

Banyak hal dalam hidup yang kita belum mengerti dan seolah-olah misteri. Walau belum mengerti, jika itu perintah Tuhan maka kita harus belajar taat. Hasil ketaatan kita: Tuhan akan bekerja dan membela hidup kita.

3. Tekun walaupun tidak menyukainya

Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan (Ibr 11: 27)

Musa rela meninggalkan istana raja Mesir karena iman, walau sebenarnya Musa tidak suka berada di gurun Median, karena Musa tahu ada rencana Tuhan yang besar.

Dunia mengajarkan supaya kita hanya melakukan apa yang kita sukai dan menjadi passion kita. Tapi seringkali perintah Tuhan tidak menyukakan daging kita, dan bertentangan dengan keinginan kita.

Saat mengawali pelayanan di Amerika, p Lukas kurang nyaman karena iklim yang ekstrim, dan segala sesuatu harus dikerjakan sendiri. Jemaat yang dilayani adalah orang Indonesia di perantauan yang hidupnya sederhana. Gereja dimulai dengan minim dana. P Lukas bertekun walau tidak menyukainya. Kebaktian perdana 97 orang, hingga saat ini jemaatnya 1000 orang.
Tahun 2007 gereja membeli gedung bekas “medical center” dan namanya diganti menjadi “miracle center

Asal kita bertekun, tidak mudah menyerah walau banyak tantangan, akan terbukti bahwa Tuhan setia

4. Memperkatakan janji Tuhan walaupun belum menerima

Karena iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-belulangnya (Ibr 11: 22)

Sebelum matinya, Yusuf mendeklarasikan kemerdakaan Israel dari perbudakan Mesir.
Setiap hari kita deklarasikan janji-janji Tuhan, jangan perkatakan hal-hal negatif.

Dalam perumpamaan 5-2-1, hamba dengan 1 mina menuduh tuannya kejam. Maka dia dihakimi sesuai perkataannya.

Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. (Luk 19: 22a)

Hati-hati dengan perkataan kita, karena itu adalah benih masa depan kita, yang kelak akan kita tuai. Setiap hari perkatakan kata-kata iman, kata-kata pengagungan, kata-kata berkat, maka hidup kita akan diubah Tuhan:
  • Saya diberkati Tuhan
  • Saya sukses dan berhasil
  • Saya dicintai Tuhan
  • Destiny saya menaklukkan dunia
  • Saya tidak dikalahkan oleh persoalan
  • Saya adalah pemenang

5. Memberi Persembahan terbaik walaupun belum ditolong

Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain (Ibr 11: 4)

Orang yang beriman pasti membawa korban yang terbaik, dan bukan korban asal-asalan. Beri yang terbaik dari kekurangan kita. Sehingga saat diberkati melimpah, kita bisa persembahkan lebih lagi.

Pada malam Paskah, orang Israel mengorbankan domba yang terbaik, sehingga terluput dari tulah. Ujungnya mereka menjarahi orang Mesir dan menjadi konglomerat-konglomerat.

Saat kita bawa persembahan kepada Tuhan, Tuhan melihat hati dan jumlah persembahan kita.

Yesus berdiri di depan kotak peti persembahan, dan melihat orang-orang memberikan persembahan. Yesus tidak tahu jumlah banyak atau sedikit jika tidak melihat jumlahnya.

Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. (Mrk 12: 41-42)

Tuhan tidak mau kita memberikan persembahan secara asal-asalan, tapi harus dengan iman dan yang terbaik. Maka perkenanan Tuhan akan membuat kita hidup dalam kelimpahan.

Suatu kali p Lukas mendapat perintah Tuhan untuk menabur pada pembangunan Holy Stadium, padahal mereka belum memiliki gedung sendiri. Tuaian tidak langsung datang. Desember 2006, gedung yang disewa untuk kebaktian terbakar habis. Saat itu p Lukas dan jemaatnya belajar bersyukur dan percaya bahwa taburannya tidak sia-sia. Di Januari 2007 istri p Lukas keguguran anak yang kedua. Mereka tetap percaya dan taat, Agustus 2007 gereja p Lukas berhasil membeli gedung “medical center”.

Orang yang menabur tidak pernah berkekurangan!
Good giver is good receiver; seorang pemberi yang baik akan menjadi penerima yang baik.

Mari kita menjadi pemenang dalam hidup ini dengan memiliki iman yang radikal ! Upah dari iman kita tersebut adalah: kita akan melihat semua janji Tuhan terjadi dalam hidup kita.

Maillist:

Portal Bahtera:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line – 085 727 868 064

Thursday, October 10, 2013

Roti dan Anggur – Petrus Agung – Minggu, 06 Oktober 2013

Minggu, 06 Oktober 2013
Roti dan Anggur
Petrus Agung

Hubungan kita dengan Tuhan Yesus digambarkan seperti seorang pria dengan tunangannya, yang kelak akan bersatu dalam pernikahan Anak Domba. Jika kita bisa memahami gambaran ini dengan baik, maka kita akan mengerti apa yang Tuhan ingin sediakan bagi kita, dan apa yang Tuhan ingin kerjakan dalam kehidupan kita.

1. Tuhan melamar kita

Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus (2 Kor 11: 2)

Kita adalah tunangan Kristus !

Yoh 14: 1-4 – perikop ini mengacu pada proses dari pertunangan hingga menjadi pernikahan.

Tradisi pernikahan Yahudi
  • Si pria datang bersama orang tuanya ke rumah si wanita untuk melamar.
  • Kedua belah pihak orang tua kemudian mulai ber-negosiasi tentang mas-kawin.
  • Setelah sepakat tentang mas-kawin, si pria akan menuangkan anggur, kemudian disodorkan kepada si wanita.
  • Jika si wanita mau meminumnya, artinya lamaran diterima.
  • Setelah si wanita bersedia, dia menutup dirinya bagi pria lain dan menutup wajahnya dengan cadar.
  • Si pria akan kembali pulang dan bekerja. Hasil kerjanya untuk membangun sebuah rumah atau kamar di lingkungan rumah orang tuanya.
  • Selama membangun, secara berkala si pria mengirimkan banyak hal kepada tunangannya, supaya si wanita bisa siap dan punya gaun pengantin yang terbaik.
  • Ayah si pria mengawasi pekerjaan anaknya. Saat dia melihat ruangan yang dibangun anaknya sudah siap, barulah tanggal pernikahan ditetapkan.
  • Jam pernikahan tidak pernah jelas, karena prosesi perjalanan dari rumah pria ke rumah wanita tidak pasti lamanya.

Setelah makan Paskah, dalam perjamuan terakhir Yesus mengambil roti dan memecahkannya, dan berkata:
Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku (Luk 22:9b)

Inilah bentuk “lamaran” Tuhan kepada kita. Tuhan tidak membawa mas-kawin berupa berlian atau emas, tetapi diriNya sendiri. Saat kita makan, kita jadi tubuh Tuhan.

Setelah makan Tuhan membagikan cawan berisi anggur kepada murid-muridNya dan berkata:
Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu. (Luk 22: 20b)

Dengan menerima dan meminum anggur itu, kita menyatakan bahwa kita menerima lamaran Tuhan, dan mulai saat itu kita jadi kekasih Tuhan.

Setiap kali kita melakukan perjamuan kudus, kita mengingat akan kekasih kita: Yesus.

Dalam peristiwa di lembah raja: Melkisedek menyongsong Abraham. Abraham makan roti dan anggur sebagai tanda menerima lamaran Tuhan El-Elyon.
Yesus memperbaharui perjanjian “lembah raja” dengan tubuh dan darahNya sendiri.

Yesus pergi kepada Bapa untuk mempersiapkan rumah bagi kita semua.

Bagian Yesus adalah membangun rumah kita di Surga, bahannya dari ketaatan kita kepadaNya.

Mimpi seorang ibu yang dibawa ke Surga
Ada rumah yang besar, ada yang kecil, ada yang seperti barak. Rumah ibu ini belum selesai karena dia tidak pernah membayar angsurannya, setiap kali ditagih – dikembalikan.
Tuhan jelaskan makna mimpi kepada ibu ini: rumah di mimpi adalah rumah ibu itu kelak di Surga. Tagihan yang ditolak ibu itu: pengampunan, ketaatan, kekudusan, kesabaran, kerendahan-hati. Padahal tagihan itu untuk menyelesaikan rumah ibu itu sendiri.
Sejak itu hidup ibu ini berubah, dan dia bertekat membayar semua tagihannya.

Yesus menyediakan tempat bagi kita. Bagian kita memberikan bahan bangunannya: pengampunan, ketaatan, kekudusan, kesabaran, kerendahan-hati, kejujuran, cinta, hati, kasih, kedewasaan, korban, buah-buah Roh.

Di sisi lain selama di dunia Tuhan men-suplay hidup kita dengan semua berkat jasmani dan rohani, penyertaan Roh Kudus, Firman yang memberi makan manusia roh kita, untuk mendandani kita sehingga kita siap menjadi mempelainya.

Yesus lahir sebagai anak tukang kayu sebagai gambaran bahwa saat Dia naik ke Surga, Dia mampu membangun rumah bagi setiap kita.

Anjuran: berdoa minta supaya Tuhan tunjukkan rumah kita di Surga.

2. Tuhan mendandani kita.

Mat 6: 28-30
Pakaian = ἔνδυμα = enduma = G1746; apparel (especially the outer robe/ pakaian luar, atau jubah)
Jubah adalah simbol status. Bagi kaum miskin jubah juga berfungsi sebagai selimut.

Tuhan membandingkan jubah kita dengan kemegahan Salomo, maka yang Tuhan maksud bukan jubah biasa, tapi jubah simbol status.

Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? (Mat 6: 30)

Mendandani = ἀμφιέννυμι = amphiennumi = G294; to invest (menanam modal); to enrobe: - clothe

Tuhan mendandani kita bukan untuk memanjakan, tapi untuk ber-investasi. Tuhan investasikan:
  • Urapan – apakah akan memuliakan Tuhan atau membuat ego-nya berkembang ?
  • Berkat – apakah saat diberikan kita jadi lebih cinta Tuhan, lebih cinta jiwa-jiwa, memberkati banyak orang, atau justru menjadi orang yang vulgar dan bermewah-mewah.

Tuhan akan memastikan bahwa apapun yang Dia nantinya berikan pada kita, akan membuat kita jadi indah dan ajaib - bukan sebaliknya.

Tuhan mau investasi-Nya kembali untuk kemuliaan Tuhan, untuk orang lain diberkati, dan kita tetap tidak terikat harta.

Contoh: para gadis calon permaisuri Ahasyweros di kitab Ester. Tes terakhir adalah masuk gudang harta raja, dan boleh mengenakan apapun yang dia mau pakai, kemudian baru menghadap raja. Ester hanya mengenakan perhiasan yang dianjurkan sida-sida. Wanita-wanita lain dalam ketamakan masing-masing mengenakan perhiasan-perhiasan yang mereka suka, dan membuat jadi tampil aneh. Saat sudah jadi ratu, semua isi gudang harta Ahasyweros adalah milik Ester

Saat Tuhan mendandani kita, selalu dengarkan Roh Kudus, sehingga kita bisa bersikap sesuai selera Tuhan.


Maillist:

Portal Bahtera:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line – 085 727 868 064

Thursday, October 3, 2013

Lembah Raja – Petrus Agung – Minggu, 29 September 2013

Minggu, 29 September 2013
Lembah Raja
Petrus Agung

Kej 14: 17-20
Peristiwa ini terjadi di lembah raja, terjadi jauh sebelum adanya hukum Taurat. Tindakan Abraham memberikan persepuluhan kepada Melkisedek adalah reaksi yang cerdas terhadap tawaran Tuhan.

Banyak orang yang melewatkan begitu saja kesempatan yang Tuhan tawarkan dalam hidupnya.

Tahun ayin dalet memberikan kita pintu yang terbuka, tapi tidak menarik atau memaksa kita masuk. Kitalah yang memutuskan untuk mengambil kesempatan yang Tuhan berikan atau tidak. Tahun ini harusnya kecerdasan bereaksi menjadi ciri kita.

Latar belakang kisah di atas:
Lot sebenarnya tidak pernah dilibatkan Tuhan dalam rencana membawa Abraham ke Kanaan. Tapi karena rombongan yang keluar dari Ur-Kasdim dipimpin Terah, maka Lot diajak. Proteksi dan berkat Tuhan turun dalam hidup Lot karena keterikatannya pada Abraham.
Saat para gembala-gembala Abraham bertengkar dengan gembala-gembala Lot, Lot membiarkannya. Kemudian Abraham mempersilahkan Lot untuk berpisah jalan. Di Sodom, walau Lot menjadi penatua, jiwanya tersiksa karena melihat perbuatan di sekitarnya.

Suatu ketika Sodom dikalahkan dan ditawan Kedorlaomer. Abraham bertindak dan membebaskan Lot.
Di lembah shawe Abraham disambut raja Sodom dan Melkisedek. Melkisedek adalah raja Salem (Shallom) sekaligus imam dari Allah yang maha tinggi (El-Elyon).

Melkisedek menyambut Abraham sambil membawa roti dan anggur. Begitu Abraham menerima roti dan anggur dari raja Salem, respon Abraham adalah memberikan sepersepuluh dari semua jarahan.

Elyon =
עליון = ‛elyôn = adalah Tuhan yang menetapkan batas-batas dan warisan bangsa-bangsa.

When the High God gave the nations their stake, gave them their place on Earth, He put each of the peoples within boundaries under the care of divine guardians (Ul 32: 8, MSG)

Ayat 8B – El-Elyon meletakkan kelompok masyarakat / bangsa di dalam suatu batasan, di bawah perlindungan malaikat-malaikat Ilahi.

Abraham sedang dalam perjalanan keluar dari Ur-Kasdim menuju tanah terjanji yang belum jelas lokasinya. Melkisedek memberkati Abraham dalam nama El-Elyon, yang berhak membagi-bagi tanah.

Saat Melkisedek datang membawa roti dan anggur, artinya El-Elyon menawarkan sebuah perjanjian/ covenant: jaminan bahwa Allah menyediakan jatah Kanaan bagi Abraham dan anak-cucunya.

Perjanjian/ covenant baru berlaku setelah ditanda-tangani oleh 2 belah pihak.

Roti dan anggur adalah tawaran sebuah perjanjian/ covenant dari Tuhan. Respon Abraham adalah memberi persepuluhan. Jika Abraham tidak me-respon, maka tawaran perjanjian itu akan berlalu. Setelah dua belah pihak memberikan “tanda-tangan”nya, maka tanah Kanaan resmi menjadi milik Abraham dan anak-cucunya. Kota Salem kelak berubah nama menjadi Yerusalem. Sejak dulu hingga hari ini, penguasanya adalah anak-anak Abraham.

Tuhan suka melihat respon Abraham cerdas, yang menyambar perjanjian yang Tuhan tawarkan. Maka beberapa ribu tahun kemudian Tuhan tetapkan persepuluhan menjadi hukum, supaya anak-cucu Abraham juga berada dalam perjanjian dengan Tuhan.

Sikap hati saat mengembalikan persepuluhan: aku terima covenan/ perjanjian dengan Tuhan, dan jatah masa depan kita dan anak-cucu kita sudah ditetapkan Tuhan.

Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN (Im 27: 30)

Persepuluhan bukan pajak atau beban, dan Tuhan tidak butuh uang kita. Persepuluhan adalah reaksi iman kita menanggapi tawaran dari Tuhan. Saat kita kembalikan, persepuluhan itu kudus/ sakral, dan merupakan milik Tuhan.

Kesaksian tentang persepuluhan:
P Agung sudah mulai pelayanan, khotbah di berbagai tempat, akan segera menikah, dan sedang membangun rumah. Saat itu p Agung tidak membayar persepuluhan, uangnya dipinjam untuk keperluan pribadi.
Suatu ketika p Agung diundang melayanani di Jawa Timur selama hampir 2 minggu. P Agung sedang membutuhkan uang untuk membeli sofa buat ruang tamu rumahnya. Saat pelayanan di satu kota, sepatu P Agung hilang sebelah. Saat naik mobil, kaki p Agung tersengat listrik.
Sesampai di tempat menginap, p Agung berdoa dan tanya kepada Tuhan mengapa semua terjadi. Tuhan ingatkan bahwa persepuluhan adalah hak Tuhan, dan p Agung sudah gunakan dalam jumlah yang banyak. P Agung bertobat, lalu mengembalikan persepuluhan yang dihutang.
Tuhan perintahkan persepuluhan itu diserahkan kepada pendeta yang ditempati saat pelayanan di Surabaya. Semula pendeta itu tidak mau menerima. Ketika ada orang datang membawa sepatu baru untuk p Agung, dan ternyata ukurannya pas, maka pendeta itu akhirnya mau menerima uang itu.
Saat kembali ke Semarang, ternyata sudah ada orang yang belikan sofa untuk p Agung.

Kej 14: 21-24
Setelah Abraham mengikat perjanjian dengan Melkisedek, datanglah Raja Sodom menawarkan kekayaan kepada Abraham. Abraham tidak mau menerima kekayaan Sodom, supaya raja Sodom tidak bisa berkata bahwa dia membuat Abraham kaya.

Artinya Abraham berkata bahwa yang menjamin hidupnya dan membuat dia kaya adalah El-Elyon

Ada kemiripan penulisan kata “sepuluh” dengan kata “kaya” dalam huruf Yahudi: Kata 10 bagi orang Yahudi artinya sangat banyak, saat kita memiliki sangat banyak, artinya kita kaya. Abraham memberi sepersepuluh, artinya memberi sangat banyak.

Setan mati-matian menghalangi kita mengembalikan persepuluhan sesuai perintah Tuhan, karena setan tidak mau kita tetap memegang jaminan Kanaan kita.

P Agung kenal dengan lagu “Mulialah namaMu Tuhan” dari seorang hamba Tuhan. Dia dan saudara-saudaranya yatim piatu sejak kecil, hidup di lingkungan yang jahat dan tidak ada yang perduli, tapi mereka bersepakat untuk hidup bagi Tuhan. Mereka hidup dari berjualan pisang goreng bergantian. Saat P Agung bertamu ke rumahnya, dan istrinya menghidangkan pisang goreng, dia menangis terharu karena merasa berkat Tuhan begitu melimpah. Dia bisa naik pesawat, menginjil kemana-mana, semua karena anugerah Tuhan.

Maillist:

Portal Bahtera:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line – 085 727 868 064