Thursday, January 16, 2014

Melihat dan Terlihat – Petrus Agung – Minggu, 05 Januari 2014

Minggu, 05 Januari 2014
Melihat dan Terlihat
Petrus Agung

Janji Tuhan di 2014
Setiap kali ada KKR Bahtera, p Agung ingin jemaat menangkap apa garis besar yang ingin Tuhan sampaikan pada kita. Salah satu janji Tuhan ada di kitab Mikha 7

Akan datang suatu hari bahwa pagar tembokmu akan dibangun kembali; pada hari itulah perbatasanmu akan diperluas. (Mi 7: 11)

1. Pagar tembok kita akan dibangun kembali
Di jaman dahulu setiap kota punya tembok yang fungsinya melindungi kota. Kota yang tanpa tembok akan mudah diserang dan dijarah lawan.

Tahun ini kita harus banyak belajar. Kita harus punya dasar Firman Tuhan yang kuat, dan itulah kekuatan kita. Jika dasar Firman Tuhan kita tidak kuat, maka saat masalah, persoalan, kegagalan dan serangan datang, maka seluruh kota hidup kita akan runtuh.

Tembok adalah simbol harga diri sebuah kota. Jika temboknya kuat, tinggi dan tebal, maka harga diri kota naik. Tuhan ingin memberikan kepada kita hidup yang penuh kewibawaan. Hal ini tidak bisa dicari dengan membual dan membesarkan diri sendiri, tapi karena Tuhan mau membangun kita.

Kita harus mempunyai tembok yang kuat dan solid di segala bidang: dengan sesama, dengan para pemimpin, pendidikan, bisnis, pekerjaan, dll.

2. Perbatasan kita akan diperluas
In the day when your walls are to be built, In that day the decree shall go far and wide (Mi 7:11,NKJV)
Oh, that will be a day! A day for rebuilding your city, a day for stretching your arms, spreading your wings (Mi 7: 11, MSG)

Batas disebut juga sebagai sayap dan dekrit. Sayap/ wings: bentangan sayap kita akan diperluas. Dekrit/ decree: Deklarasi yang kita ucapkan akan diperluas.

Setiap orang mempunyai batasan. Contoh:
Jika ada bayi yang baru dilahirkan dalam sebuah rumah, bayi itu adalah bosnya. Perbatasan pengaruh si bayi adalah seluruh isi rumahnya, tapi ini perbatasan semu. Semakin besar, batasan si anak berubah. Perbatasan riil seseorang adalah saat dia dewasa, yaitu dirinya sendiri.

Tuhan mau perluas batasan kita. Jika pekerjaan kita tidak diperluas, artinya kita tidak naik pangkat. Semakin tinggi posisi kita, pengaruh kita akan lebih besar. 
 

Untuk mendapatkan janji Tuhan tersebut, ada 3 hal yang harus kita perhatikan dalam diri kita:
1. Iman bisa terlihat (Kis 14: 8-10)
Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan. (Kis 14: 9b)

Orang lumpuh ini belum pernah berjalan. Paulus MELIHAT dia beriman dan bisa disembuhkan.

Iman kita dapat dilihat oleh Tuhan dan manusia.

Jika iman kita bisa terlihat, maka dampaknya sesuatu langsung terjadi. Begitu muncul, iman membawa kita kepada sesuatu yang konkrit dan jelas. Meng-imani belumlah iman yang sebenarnya.

Mat 9: 1-2 – Yesus melihat iman mereka.
Orang tidak beriman juga kelihatan. Iman terlihat dari wajah, cara bicara, dan cara berfikir kita.

Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. (Mat 10: 12-13)

Setiap kali orang Israel bertemu orang lain mereka ucapkan "shalom". Arti kata “shalom” adalah damai sejahtera, tapi di dalamnya juga ada kelimpahan. Dalam ayat di atas “salam” dijabarkan seperti benda yang bisa turun dan kembali. Yang melayakkan kita menerima salam tersebut adalah iman.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibr 11:1)

Iman adalah dasar/ fondasi bagi semua berkat Tuhan.

Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. (Rm 12: 3)

Beda berkhayal dengan beriman:
  • Berkhayal/ melantur: berlebihan dan tidak jelas tujuannya.
  • Beriman: bisa diukur sampai atau tidak-nya

Contoh:
P Agung pernah ke pameran mobil di mall, ada mobil dengan harganya tertentu. Saat Roh Kudus bertanya, P Agung menghitung bahwa dia bisa lunasi mobil itu dalam sekian bulan, berdasar ukuran iman p Agung.

Setiap kita punya ukuran iman, seringkali dimulai dengan sangat kecil. Beberapa orang saat merasa keinginannya tidak mungkin tercapai, lalu jadi merana, maka yang terlihat adalah yang negatif.
Tuhan tidak merespon kebutuhan, tapi merespon iman. Jika kebutuhan yang di respon Tuhan, maka di tempat-tempat termiskinlah terjadi revival terbesar. Saat Tuhan tidak melihat iman kita, maka Tuhan tidak bisa berikan kepada kita.

Karena ada ukurannya, maka iman bisa diperbesar. Karena Alkitab berkata:

For in it the righteousness of God is revealed from faith to faith (Rm 1: 17a)

Cara memperbesar iman:

Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: " Aku percaya, sebab itu aku berkata- kata ", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata- kata. (2 kor 4: 13)

Contoh: membeli speaker
  • Cara paling aman: tanya Tuhan apakah boleh membeli speaker
  • Cara lain perkatakan: “Dalam nama Tuhan Yesus, jika speaker ini memang terbaik buatku, biar itu jadi. Kemudian foto, tumpangi tangan setiap hari, di doakan setiap hari.

Iman seperti orang yang membangun menara, harus ada perhitungannya untuk mendapatkan sesuatu. Saat kita tahu apa yang kita minta, maka kita akan menikmati yang terbaik dari Tuhan.

Saat kita ucapkan apa yang kita yakini dan percayai, itu akan membangun iman kita. Jangan ucapkan perkataan iman kita ke sembarang orang, karena tidak semua orang akan memberikan dukungan positif. Banyak orang yang tidak berhikmat: beriman dan berkata-kata, tapi di depan orang yang pesimis, maka hanya akan ditertawakan.

Mzm 1: 1-3

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh (Mzm 1:1)

Ada 3 tahapan: Jalan, berdiri, duduk.
Jika ada orang yang tidak sehat omongannya, lalu kita jalan bersama dia, maka dia akan membuat kita terhenti. Saat kita terus dengarkan, mereka akan buat kita duduk. Dan akhirnya kita justru jadi bagian dari pencemooh.

Merenungkan firman artinya membaca hingga mendapatkan
rhema. Rhema itu diperkatakan sambil menaikkan apa yang kita inginkan.

Efek menernungkan Firman:
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mzm 1:3)

Aplikasi praktis:
Setiap kali bertemu pelanggan, perkatakan rhema dan perkatakan perkataan iman. Misal: pelanggan ini akan order yang banyak dan pembayaran lancar.

Baca Firman Tuhan setiap hari, saat mendapat
rhema, perkatakan dan renungkan siang dan malam, maka akan jadi, dan iman kita bertumbuh. Saat iman kita bertumbuh, proses segala sesuatu akan jadi lebih cepat.

Kesaksian:
Seorang istri yang ditinggal suami menikah lagi. Si istri ini bertobat, lalu doakan dan perkatakan supaya suaminya kembali. Akhirnya si suami kembali, bahkan jadi hamba Tuhan.

Patok menunjukkan batasan kita. Patok terhebat adalah kaki kita. Jalani rumah kita dan wilayah pemasaran kita.

Perkataan positif dan Firman yang keluar dari mulut kita, membuat iman kita keluar dan terlihat. Saat iman kita terlihat, berkat akan turun.

Iman adalah tembok yang harus dibangun dengan kokoh.

Jika ada orang katakan sesuatu, jawab dengan positif, jangan buru-buru ditolak. Jika kita tolak, kita seperti membuang anugrah Tuhan.

2. Singkirkan segala sesuatu yang bisa menutup mata kita
Kisah Hagar diusir Sara. Saat air habis dan Hagar meratap, Tuhan membuka matanya dan bisa melihat sumur didekatnya.

Ada banyak sumur di depan kita, tapi kita tidak melihatnya. Tuhan beri kita pilihan: berkat se-kirbat atau satu sumur. Kirbat kita minum habis, sumur kita timba tidak habis-habis.

Minta Tuhan buka mata kita, sehingga kita bisa lihat sumur-sumur yang Tuhan sediakan bagi kita.

Luk 24: 13-16 – Yesus menampakkan diri pada 2 murid di Emaus.
Ada hal-hal yang bisa menghalangi mata kita, sehingga tidak bisa melihat berkat besar yang dari Tuhan. Salah satu hal yang menghalangi adalah kebodohan.

Orang cerdas bisa melihat setiap kesempatan/ kairos, tapi orang bodoh melewatkannya. Kebodohan bukanlah hakekat manusia. Ada orang jeli melihat peluang usaha di bidang-bidang tertentu. Itu penyingkapan dari Tuhan.

Tuhan pernah berikan hikmat kepada Salomo, maka Tuhan juga bisa berikan kepada kita

Aplikasi praktis: setiap hari sebelum bekerja, tumpangkan tangan kepada mata dan telinga kita, sehingga segala sesuatu yang membuat mata kita buta dan tuli terhadap setiap kesempatan yang Tuhan berikan.

3. Jangan sampai kita menjadi orang yang tersembunyi dari berkat/ blessing Tuhan.
Luk 4: 25-27 – Tuhan sedang mengajar di Nazaret dan ditolak.

Penolakan dan sikap negatif adalah kebalikan dari poin 1, dan hal ini bisa membuat seseorang jadi tersembunyi dari berkat Tuhan.

Contoh: Israel dikepung Aram, ada nubuatan, tapi seorang perwira tidak percaya. Akhirnya perwira ini melihat berkat melimpah, tapi tidak ikut menikmati karena mati terinjak-injak.

Apakah kita membawa iman atau ke-tidak percayaan? Setelah orang bertemu kita, apakah mereka jadi pencemooh atau jadi imannya naik? Keputusan kita menentukan seberapa Tuhan akan memberkati hidup kita.

Belajar perkatakan perkataan iman:

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya (Ams 18:21)
For as he thinks in his heart, so is he (Ams 23: 7, KJV)

Kita punya Tuhan pencipta. Tapi sebagian kemampuan daya ciptaNya diberikan pada kita, misalnya designer, composer, dll. Salah satu kesanggupan itu ada di mulut kita.

Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu. (Luk 17: 6)

Mulut kita sering bicara yang tidak rohani, mengucapkan hal sia-sia, menghakimi yang bukan hak kita, tapi kurang digunakan untuk mengucapkan kata-kata Firman yang bisa menciptakan sesuatu. Belajar menghentikan semua perkataan negatif. Perkatakan yang positif, sehingga kita layak menerima shalom-Nya. Belajar berkati diri kita, berkati orang lain. Jangan kutuki diri kita dan orang lain.

Perkataan negatif seperti kentut, sebagian kita hirup sendiri. Bergaul dengan orang yang negatif seperti menghirup kentut orang lain.

Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; (Yak 1: 19)

Dengar dan ucapkan perkataan Tuhan, maka hasilnya akan berbeda.

Di perjamuan terakhir Tuhan mengutus murid-muridNya mempersiapkan. Tuhan berkata bahwa saat memasuki kota, murid yang diutus akan bertemu seorang laki-laki yang menyunggi tempayan, lalu ikuti. Mereka akan menjumpai: ruangan yang
besar, lengkap, dan tersedia.

Tuhan perlu ruang yang besar dan lengkap dan tersedia karena:
  1. Waktu sempit
  2. Itu sifat Tuhan. (Seperti talenta 5-2-1). Jika kita punya - akan ditambah.

Kita harus siapkan diri untuk jadi tempat yang besar, lengkap, dan tersedia, sehingga momentum yang ajaib turun dan jadi dalam hidup kita. Tuhan segera datang yang kedua kali, Dia perlu ruang yang besar, lengkap dan tersedia.

Dibutuhkan: pakaian pantas pakai- serahkan di informasi
Jumat natal sekota 18:00

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Saturday, January 11, 2014

Masuk 2014 dengan Iman – Pastoral JKI Injil Kerajaan – Minggu, 29 Desember 2013

Minggu, 29 Desember 2013
Masuk 2014 dengan Iman
Pastoral JKI Injil Kerajaan

Hengky Kusworo
1. Mencari perkara-perkara di atas (Luk 10: 38-42)
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menyusahkan diri dengan berbagai hal seperti Marta. Perkara dan kebutuhan dalam dunia sangat banyak dan kompleks, tapi seharusnya kita juga memikirkan hal-hal yang kekal yang menjadi isi hati Tuhan.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat 6: 33)

Ayat ini sering kita bacadan berbicara, tapi tidak menjadi realita. Karena begitu menghadapi masalah, kita sibuk dengan hal itu.

Saat Tuhan perintahkan kita keluar dari perahu: kenyamanan kita, diri kita sendiri, kekhawatiran kita; maka kita melangkah saja. Tenggelam atau tidak itu urusan Tuhan.

Kesaksian:
Seorang anak youth dari Kalimantan, tidak punya KTP dan paspor, dan kartu keluarga ada di Kalimantan. Tapi saat red-carpet disampaikan, imannya langsung menyambar, walau secara logika dia tidak mungkin berangkat. Ujungnya dia bisa dapatkan paspor.

Tahun-tahun ke depan akan ada banyak pekerjaan Tuhan, dan banyak hal akan terjadi. Akan ada pesan-pesan Tuhan untuk “meloncat keluar perahu”. Apakah kita siap menyambar saat momentum Tuhan/ kairos itu muncul di depan kita? Setiap kita punya kesempatan yang sama.

Saat kita bisa menangkap hati Tuhan, kita akan masuk dalam kegerakan Tuhan.

Penyediaan Tuhan bisa kita jangkau dengan iman, tapi sering tidak bisa kita lihat. Bagi orang-orang yang pernah mengalami dan melangkah bersama Tuhan, seolah-olah pintu-pintu peluang terbuka dengan mudah.

Pastikan kita menyambar kairos yang Tuhan buka, tetap berada dalam kegerakan, dan siap menyambut kedatangan Tuhan yang kedua.

2. Mengambil bagian yang Terbaik (Luk 10: 41-42)
One thing only is essential, and Mary has chosen it--it's the main course, and won't be taken from her." (Luk 10: 42, MSG)

Maria mengambil bagian yang esensial, paling penting, paling signifikan, intinya. Maria adalah orang yang belajar mendengar apa yang Tuhan mau di jamannya.

Kita harus belajar meraba hati Tuhan, mencari kehendak Tuhan untuk saat ini.

Tuhan selalu bergerak. Mari kenali hati Tuhan, selalu bergerak bersama Tuhan, karena itu pilihan terbaik yang tidak akan diambil dari kita. Saat kita berada di tengah kegerakan, artinya Tuhan di tengah-tengah kita, maka dampaknya selalu dahsyat.


Viktor Purnomo
Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? (Luk 16: 12)

Tuhan akan beri kita kunci untuk menerima sesuatu yang dari Tuhan. Barangnya ada untuk kita, tapi masih dalam kotak yang terkunci. Kuncinya adalah: jika kita setia pada harta orang lain.

Akan ada berbagai tes dalam kehidupan kita sebelum mendapatkan kunci itu. Dan tes-nya adalah setia pada harta orang lain. Ini tidak mudah karena manusia cenderung perduli dan mengurus miliknya sendiri.

Saat kita lolos dalam tes ini, Tuhan akan serahkan harta kita kepada kita.

Jika kita setia mengerjakan Firman yang sederhana ini, maka akan jadi luar biasa dalam hidup kita.

Contoh di Alkitab: Yusuf

Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. (Kej 39: 5)

Yusuf bekerja sebagai budak di rumah Potifar, artinya tidak digaji. Tapi sejak ada Yusuf, harta Potifar bertambah. Walau Yusuf yang mengelola, tapi karena seorang budak, Yusuf tidak ikut menikmati seberapapun hasilnya. Tapi Yusuf bekerja dengan sungguh-sungguh dan menghasilkan banyak. Padahal jika hasil semakin banyak, maka Yusuf semakin repot, sementara statusnya tetap budak, sedangkan Potifar semakin kaya.

Ternyata sikap Yusuf ini adalah persiapan wadah yang besar untuk berkat Tuhan dalam hidupnya.

Di penjara Yusuf juga mengelola penjara dengan bagus, dan bertanggung jawab dengan baik. Padahal seharusnya itu adalah tanggung-jawab kepala penjara.

Ketika sikap hati dan mentalnya bagus, Tuhan angkat Yusuf jadi wakil Firaun.

Saat itulah Yusuf bukan lagi budak, dan di tangan Yusuf ada otoritas mengatur seluruh kerajaan Mesir. Hidup Yusuf baik dan limpah, dan artinya hari itu Tuhan serahkan pada Yusuf: harta Yusuf sendiri.

Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. (Luk 19: 17)

Ada hamba yang dapat 1 mina, dikelola dengan luar biasa menjadi 10 mina. Hamba ini tahu berapapun hasilnya, semua untuk tuannya. Tapi dia punya sikap hati yang luar biasa, dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Saat tuannya pulang dan hasilnya dikumpulkan, ternyata dia diangkat dari hamba jadi penguasa 10 kota. Jika hasilnya hanya 5 mina, dia hanya kuasai 5 kata. Hari itu dia dapat kuasa dan otoritas untuk kuasai-kendalikan-atur 10 kota, termasuk mengelola kekayaan dari 10 kota.

Mari kerjakan apapun dengan baik, sungguh-sungguh, dan setia kepada harta orang lain. Sehingga saat Tuhan menetapkan keputusan bagi hidup kita, kita tidak menyesal karena sudah mengerjakan yang terbaik. Karena yang jadi milik kita sendiri akan Tuhan serahkan bagi kita.


Petrus Agung
Saat kita alami apapun, jangan biarkan itu berlalu begitu saja, dan tidak memberi dampak dalam hidup kita. Bahkan akan sangat luar biasa jika juga bisa memberi dampak dan memberkati orang lain.

Banyak orang bertanya cara supaya hidup bisa berubah lebih baik. P Agung ingin mengajak mereka bergerak cepat secara rohani, tapi ternyata banyak yang masih baru belajar hal-hal rohani. Maka p Agung memutuskan untuk sesekali kembali ke pengajaran-pengajaran dasar, sehingga mereka yang belum mengerti bisa mulai belajar. Karena jika kita tidak kembali ke dasar, banyak orang yang bisa frustasi dengan dirinya sendiri. Setelah mendengar kesaksian-kesaksian yang luar biasa, banyak orang membandingkannya dengan dirinya sendiri yang belum pernah mengalami hal seperti itu.

Kerinduan untuk bahagia dan hidup diberkati adalah hal yang wajar.

Segala sesuatu yang Tuhan berikan kepada kita adalah hasil dari sebuah relationship

Dalam kisah anak yang hilang, si sulung tidak diundang ke pesta si bungsu. Saat mendengar tentang pesta itu, si sulung marah. Walau ayahnya memohon, tapi si sulung tetap menolak untuk masuk dan mengikuti pesta. Si bungsu tidak punya jasa atau andil apapun yang membuatnya layak di-pestakan. Sebaliknya si sulung sudah bersikap dan bekerja bagus, banyak jasa, tapi tidak pernah dipestakan. Mengapa ini terjadi?

Kesaksian: Rumah pertama p Agung kecil dan diangsur selama 5 tahun. Rumah kedua lunas dalam 9 bulan. Rumah ketiga lunas dalam 2 hari. P Agung bertanya kepada Tuhan mengapa hal ini terjadi, dan apa yang mendasarinya.

Relationship dengan Tuhan adalah yang terpenting dan paling esensial.

Saat si bungsu berbalik, dan tersungkur di hadapan bapanya, maka hati bapanya tersentuh, dan semua urusan dianggap selesai.

Jika sikap dan tindakan kita menyentuh hati Bapa, maka semua permasalahan kita selesai karena Tuhan turun tangan. Tapi seringkali justru tindakan-tindakan kita menyakiti hati Bapa: bicara sembarangan, mengomel, menyalahkan Tuhan, menyalahkan orang lain. Hal inilah yang merusak hubungan kita dengan Tuhan.

Ilustrasi
Seorang kaya akan meminjami kita uang 2T untuk modal. Maka beberapa waktu sebelum cek diserahkan adalah saat-saat krusial bagi kita: apakah akhirnya menerima atau tidak. Jika tindakan-tindakan kita menyinggung perasaan orang itu: kentut sembarangan, mencela hidangan; maka dana yang dijanjikan itu tidak akan pernah diberikan.

Dalam hal hubungan antar-manusia, banyak berkat yang harusnya kita dapatkan akhirnya hilang karena cara pendekatan yang salah. Jika kita salah dalam melakukan pendekatan kepada manusia yang terlihat, apalagi dengan Tuhan yang tidak terlihat tapi bisa melihat kita.

Yang pertama kali Tuhan lihat adalah sikap hati kita

Jika kita mendekati Tuhan dengan sikap menantang: merasa benar, merasa berjasa; maka kita tidak akan mendapat apapun! Kita tidak bisa mendatangi Tuhan dengan kebenaran diri kita sendiri.

Contoh kebenaran diri sendiri (Mat 18: 21-35)
Hamba yang berhutang sangat banyak diampuni tuannya. Tapi dia tidak mau mengampuni hamba lain yang hutangnya jauh lebih sedikit dibanding hutangnya. Akhirnya dia dimasukkan ke penjara.

Tuhan tidak mencari manusia yang sempurna, karena manusia penuh kesalahan. Maka kita tidak bisa mendekati Tuhan dengan apa yang kita lakukan, tapi kita harus membangun relationship. Tuhan melihat watak dan hati seseorang. Jika kita bisa melihat watak dan hati seseorang seperti Tuhan melihat, maka kita akan tahu mengapa seseorang mudah menerima berkat, sedangkan yang lain sulit.
Karena apapun yang di dalam kita seringkali tidak terdeteksi dari luar.

Saat merenungkan tentang mimpi p Hengky yang mendapat warisan dari p Yusak, p Agung menangkap bahwa a
da karakter-karakter yang Tuhan suka, tapi ada juga karakter-karakter yang Tuhan tidak suka.

Semakin kita lemah lembut –
great power under control - seperti keledai yang dijinakkan, maka Tuhan semakin senang dan sayang. Saat Tuhan makin senang dan sayang, Tuhan akan mengurus hidup kita dengan luar biasa, dan semua akan beres.

Jangan punya sikap yang suka meng-klaim apapun, karena itu bisa berarti seolah-olah Tuhan punya salah atau hutang pada kita. Deklarasi adalah pernyataan iman bahwa yang kita ucapkan adalah jatah kita dari Tuhan.

Miliki hubungan baik dengan Tuhan setiap hari!

tetapi orang berdosa ditugaskan-Nya untuk menghimpun dan menimbun sesuatu yang kemudian harus diberikannya kepada orang yang dikenan Allah. (Pkh 2: 26b)

Jika kita tahu bagaimana menyukakan hati Tuhan, maka semua akan beres. Tuhan mendekati kita dengan kasih, maka kita seharusnya juga mendekati Tuhan dengan kasih.

Sulung mempermasalahkan tentang kambing. Padahal bapa memberikan 1/2 hartanya saat bungsu meminta warisan. Saat hati si bungsu kembali ke bapanya, otoritasnya dikembalikan. Sedangkan si sulung justru kepahitan pada bapanya.

Tutup tahun ini dengan berkata kepada Tuhan:
Aku mau jalan dan hidup dengan Engkau, dan menikmati kebersamaan dengan Tuhan setiap hari.

Dalam kisah pemberontakan Harun dan Miriam, Tuhan muncul dan membela Musa, karena ada relationship. Hubungan pribadi kita dengan Tuhan membuat perbedaan perlakuan dari pihak Tuhan.

Hasil akhir adalah sekedar buah dari suatu proses. Maka kita harus lihat proses dan bukan hasil akhir.

Apapun profesi kita, yang membuat perbedaan adalah hubungan pribadi kita dengan Tuhan: persekutuan, ketaatan, kelembutan di dalam, kesediaan melakukan yang Tuhan mau, mendengar apa yang dikatakanNya, bekerja seperti yang Tuhan mau, sikap hati yang merendah di hadapan Tuhan, taat melakukan apapun yang Tuhan mau.

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Tuesday, January 7, 2014

Generasi Gada Besi – Iin Cipto – Minggu, 29 Desember 2013

Minggu, 29 Desember 2013
Generasi Gada Besi
Iin Cipto

Why 12: 1-5
Di tahun 2014 dan 2015 akan ada tanda besar di langit, berkaitan dengan matahari dan bulan. Orang-orang bijak akan bisa membaca dan mengerti tanda-tanda ini, tapi orang bebal tidak. Jika belum mengerti, kita harus minta pengertian pada Tuhan.

Di jasmani terjadi lebih dulu sebelum yang rohani, bahkan bisa berjarak ribuan tahun:
  • Adam jasmani datang pertama, Adam rohani yaitu Yesus ada kemudian.
  • Bait Suci jasmani dibangun Musa dan Salomo, Bait Suci rohani adalah kita semua.

Di tahun 1967 yang jasmani terjadi: saat bulan darah terjadi peperangan besar 6 hari sebelum Israel merebut Yerusalem. Saat ini kita sedang menghadapi peperangan besar selama sekitar 6 tahun, baru kemudian masuk Yerusalem baru.

Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit (Why 12: 4a)

Saat ini banyak anak-anak Tuhan yang sedang diangkat Tuhan menjadi bintang: di pekerjaan, di bidang olah raga, di study, di pelayanan. Iblis tidak suka jika kita jadi bintang dan membawa banyak orang kepada Yesus. Iblis akan berusaha menyeret dan menjatuhkan kita. Iblis tidak tertarik pada orang yang pelayanannya biasa-biasa, prestasi sekolah jelek, penari tanpa passion.

Mimpi sopir bu Iin:
Dalam sebuah kebaktian dia lihat ada jemaat yang membawa beban berat, dirantai, ditekan, terluka, dikendalikan kuasa gelap. Saat penari keluar, ikatan-ikatan itu diputuskan dan disapu. Tapi walau sama-sama penari, ada yang mengeluarkan senjata, ada yang mengeluarkan sinar, tapi ada yang hanya sedikit mengeluarkan sinar, bahkan ada yang tidak mengeluarkan apapun.

Iblis tahu apakah hidup kita jadi bintang atau bukan. Tuhan mau
setiap kita jadi bintang. Tuhan sudah sediakan semua urapan, pengetahuan, berkat dan destiny, supaya kita bisa jadi bintang. Tetapi semua tergantung seberapa kita serius, percaya, mengejar, dan berperang untuk semua itu. Tahun depan peperangan akan semakin gencar. Gunakan semua senjata dan otoritas yang kita punya, sehingga kemenangan demi kemenangan menjadi bagian kita.


Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya (Why 12: 5)

Ketika anak laki-laki itu sedang menggembalakan dengan gada besi, tiba-tiba pengangkatan terjadi.

Saat ini ada lowongan besar bagi anak laki-laki Tuhan yang dewasa, untuk menggembalakan dengan gada besi.

7 tahun ke depan generasi gada besi harus bangkit. Generasi ini dimulai saat kegerakan ke bangsa-bangsa dimulai. Beberapa orang sudah menyambar kesempatan itu, tapi beberapa tidak mengerti.

Kesaksian orang-orang yang menyambar kairos Tuhan dalam kegerakan ke bangsa-bangsa.
Seorang pembantu pocokan bekerja keras saat lebaran, mengumpulkan uang untuk pergi ke bangsa-bangsa. Hasil yang dikumpulkan tidak cukup, maka tabungannya diberikan kepada orang-orang yang berangkat. Dia mengikuti setiap detil kegiatan pasukan yang berangkat via SMS, ikut pemetaan dan doa perang. Dia bisa tahu calon lawan-lawan di alam roh di tempat yang akan didatangi oleh tim.
Saat seseorang akan pelayanan di Hongkong, dan mencari seorang pembantu rumah tangga yang bisa bersaksi dengan kuat kepada TKW di Hongkong, bu Iin merekomendasikan ibu ini. Dia dibuatkan paspor, dikirim dengan pesawat terbang. Ibu fokus pada tugasnya, dan berhasil bersaksi membagikan 10 ribu gelang. Tuhan kembalikan semua taburan ibu ini dalam bentuk: tiket, hotel, barang-barang, dan uang 10 juta. Ibu ini memasukkan dirinya dengan kuat kepada generasi gada besi.

Seberapa kita memasukkan diri dengan kuat ke generasi gada besi ?

Syarat untuk masuk generasi gada besi adalah: anak laki-laki yang dewasa, artinya punya kekuatan, kuasa, otoritas, kedewasaan, mampu mewarisi segala milik orang tuanya. Mewarisi bukan berarti menggunakan dan menghabiskan hak milik orang-tuanya, tapi mengelola apapun yang orang-tua kita punya, dan membuatnya minimal menjadi 2x lipat.
Menurut tradisi Israel, seorang anak yang beranjak dewasa akan dipercayakan beberapa harta orang-tuanya: ternak, gandum, atau mengatur pemasaran. Beberapa orang yang melakukannya dengan main-main tidak akan terima apapun dan tetap disebut anak.

Tokoh Alkitab yang bisa mewarisi: Salomo, Ishak. Di tangan mereka kekayaan orang tuanya berkembang berkali-kali lipat.
Bu Iin menulis buku di usia 17, dan berharap anak-anaknya menulis buku di usia lebih muda, dan lebih banyak buku. Saat ini anak-anak bu Iin berusia 20 dan 18, tapi sudah melayani sebagai guru rumah singgah, mengadakan KKR ke daerah-daerah, berkhotbah di bangsa-bangsa, menulis buku, bahkan mendapat mobil bukan dari uang orang-tuanya.

Banyak jemaat JKI ingin terima warisan seperti p Agung, tapi tidak mendapatkan apa-apa. Ini karena mereka tidak mau belajar, sehingga tidak mengerti tentang peperangan rohani. Beberapa orang pergi red carpet, tapi saat pulang kondisi ekonomi atau keluarga memburuk. Ini karena mereka tidak melakukan peperangan rohani, sehingga seolah-olah menyerahkan diri pada lawan.

Iblis tidak bisa menyerang mereka yang bisa “terbang”, bisa “berperang”, dan dewasa; tapi akan balas dendam dan serang habis-habisan yang tidak bisa “perang”, tidak bisa “terbang”, dan tidak dewasa. Mewarisi atau tidak adalah pilihan kita, apakah kita mau memulai: ikut pelayanan, berani korban, mau belajar dan melatih diri, sehingga kita bisa masuk generasi gada besi.

Cara masuk generasi gada besi:
sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, (Ef 4: 13)

1. Kesatuan iman
Harus ada kesepakatan dan kesatuan iman dengan gembala.

Iman tidak bisa tiba-tiba besar, tapi harus dilatih setiap saat. Bagi yang merasa imannya belum cukup, harus didongkrak/ dinaikkan: deklarasi, miliki saat teduh, menyembah, baca Firman Tuhan, menari bagi Tuhan, melakukan peperangan rohani. Hingga kita punya kesatuan iman dengan gembala.

Kesaksian:
Bu Iin dilatih p Yusak untuk beriman sejak usia 3 th. Saat terkena kanker di ibu jari, p Yusak tantang bu Iin untuk memilih cara dokter atau dengan iman. Beriman untuk kesembuhan, tanpa ada kepastian apakah akan sembuh atau mati. P Yusak temani bu Iin berlatih untuk percaya kepada Tuhan, deklarasi, dan mengucap syukur saat kesakitan. Bu Iin sembuh 1 tahun kemudian.

Tidak ada iman yang langsung jadi. Semua harus dibangun, dipaksa dan dikembangkan hingga terjadi kesatuan iman

Kesatuan iman artinya iman kita setaraf-sama-sedetak-seirama dengan iman gembala kita. Untuk mencapainya kita harus paksa diri kita, mengejar, dan jangan puas dengan kondisi kita.

2. Pengetahuan yang benar tentang Anak Allah
Kenali Tuhan dari segala aspek: sebagai Bapa, sebagai Pengusaha, sebagai Panglima Perang, sebagai Pilar, sebagai Juru Selamat, sebagai Raja segala raja, dll.
Jika kita tidak kenali dari seluruh aspek, kita tidak bisa disebut dewasa.

3. Kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus
Cek buah kita setiap tahunnya. Seberapa kita bertumbuh dalam hal keuangan, pelayanan, pekerjaan, dan segala aspek yang lain.

Saat memulai rumah singgah, kebutuhan dana bu Iin: 3 juta, dan itu membutuhkan pergumulan yang berat. Di tahun kedua butuh 20 juta per bulan, tapi pergumulan lebih ringan. Tahun ke-3 butuh 100 juta perbulan. Saat ini kebutuhannya 2M perbulan, tapi pergumulan tidak seberat di masa lalu.

Pertumbuhan Bahtera. Di awal Bahtera hanya 6 kota. Tahun ke-2 membuat KKR di 6 pulau besar di Indonesia. Tahun ke-3 membuat KKR dan arak-arakan di 5 kota per-propinsi. Tahun ke-4 deklarasi dan mematok di sebanyak mungkin kota di Indonesia. Tahun ini Bahtera menjangkau 200 bangsa dalam 6 bulan, dan total mengirim 2300 misionari.

Kita harus bertumbuh di segala bidang untuk bisa masuk generasi gada besi

Why 19: 11-16 – Tuhan segera menunjukkan kegerakan terbesar, lawatan terbesar, kemenangan terbesar, dan pendudukan terbesar di seluruh dunia, dan mereka yang termasuk generasi gada besi akan mengikutiNya.

Dalam sesi pelantikan di KKR Bahtera, secara roh banyak jemaat yang menerima kuda putih, ada yang mendapat kereta perang dengan beberapa kuda putih. Artinya Tuhan akan berikan pelayanan-pelayanan baru, perusahaan-perusahaan baru, pekerjaan-pekerjaan baru.

Upgrade diri kita ! Minta petunjuk pada Tuhan tentang apa yang harus kita kerjakan, melalui: mimpi, pengelihatan, dan pintu yang terbuka.

Kesaksian:
Seorang anak muda lulusan SMA semula bekerja pada orang lain. Saat mendengar pesan untuk meng-upgrade diri, dia minta iman untuk bisa sepakat dengan pemimpin dan punya usaha sendiri. Tuhan beri dia mimpi tentang besi tua dan rongsokan. Anak ini melangkah dan mempelajari bisnis besi tua, dan saat ini sudah berhasil memulai bisnis baru.

"Yang Setia dan Yang Benar" (Why 19: 11C)

Generasi gada besi harus punya sifat setia dan benar. Banyak jemaat yang tidak setia dalam membaca Alkitab, tidak setia dalam berperang, tidak setia dalam bangun pagi, tidak setia dalam kerja, pembukuan kacau, dll.

Contoh kesetiaan: Pak Yusak sejak masa mudanya setia membaca Alkitab, berdoa pada jam tertentu, berpuasa pada hari tertentu. P Yusak bekerja sebagai dokter gigi, tapi juga menginjil, kotbah, jadi montir saat di Irian, jual beli mebel.

Banyak orang yang bersemangat di awal pelayanan, tapi setelah beberapa tahun jadi kehilangan semangat dan passion. Banyak orang didapati tidak setia. Tuhan mau kita tetap punya passion, iman dan gelora. Tanpa passion, kita tidak bisa masuk generasi gada besi.

Dan mata-Nya bagaikan nyala api (Why 19: 12a)

Koreksi:
JKI pernah mengalami penyembahan yang penuh urapan dan passion, sehingga bahkan orang-orang bisa merasakan hadirat Tuhan saat masih di parkiran. Tapi saat ini sudah jauh berkurang karena ada yang bergeser, dan passion kurang.

di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota (Why 19: 12b)

Tuhan mau kita punya banyak mahkota. Jangan sampai kita kehilangan mahkota kita.
Alkitab tulis minimal ada 7 mahkota, antara lain:
  • Mahkota karena penderitaan (Yak 1: 12)
  • Mahkota karena kesetiaan (Why 2: 10)
  • Mahkota karena jiwa-jiwa (1 Tes 2: 19-20)

dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri. (Why 19:12c)

Pengelihatan:
Di KKR Bahtera Tuhan tetapkan nama kepada masing-masing jemaat yang hadir. Semua yang serius mendapat nama baru, tapi hanya 10% dari 15 ribu orang yang hadir yang mengambil nama dan jatahnya. Tuhan minta bu Iin sampaikan hal ini ke jemaat, supaya berkat yang merupakan jatah JKI tidak jatuh ke kota-kota lain.

Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam (Why 19:15a)

Tuhan mau jadikan kita di tahun depan sebagai pembawa Firman, nabi-nabi, guru-guru, dan rasul-rasul yang sangat tajam.

Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."(Why 19:16)

Pada jubah yang dikenakan Bahtera dipasang tulisan dan lambang-lambang, yang a
dalah: senjata, nama, perjanjian, destiny dari yang mengenakannya. Jubah adalah cara surga berpakaian.

Altar call:
Minta supaya cinta dan passion dipulihkan, bisa bertumbuh, mengejar dan lari pada jatah yang Tuhan sediakan. Sehingga saat peninggian, berkat, tugas dan tanggung-jawab datang, tidak menjadi letih, lemah dan biasa.


Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB); @Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381; WhatsApp – 085 727 868 064