Tuesday, July 1, 2014

Survey and Mapping – Petrus Agung – Minggu, 29 Juni 2014

Minggu, 29 Juni 2014
Survey and Mapping
Petrus Agung

Victor and victim
Tuhan memberikan 2 pilihan dalam kehidupan kita: menjadi victor (pemenang) atau victim (korban) ?
Kisah anak yang hilang. Bungsu memiliki impian, dan merasa bahwa dia tidak bisa raih mimpinya di rumah bapanya. Saat bertobat, si bungsu tidak pernah menyalahkan bapaknya, tidak pernah menempatkan dirinya sebagai korban, pulang dengan tahu diri. Di awal bungsu meminta (give me), tapi saat bertobat hatinya berkata “jadikan aku” (make me). Pertobatan membuat hati Bapa timbul belas kasihan.
Sebaliknya dengan si sulung. Saat tahu bapak membuat pesta bagi adiknya, cara bicara sulung menempatkan diri sebagai korban (victim).

Cara berfikir menempatkan diri sebagai korban saat menghadapi apapun, dan menyalahkan orang lain sebagai penyebab nasib kita, membuat hidup kita tidak akan mengalami perubahan.

Saat breakfast with Obama, orang yang paling banyak dikerumuni adalah Nick Vujicic, seorang motivator tanpa tangan dan kaki. Salah satu kesaksian Nick: suatu kali bertemu dengan orang yang senasib. Selama pertemuan orang itu terus mengomel dan menyalahkan semua orang. Dia menempatkan diri sebagai korban. Nick memutuskan tidak akan pernah menjumpai orang ini lagi, karena orang yang selalu menganggap dirinya sebagai korban, dia tidak akan bisa ditolong, karena dia merasa paling benar.

Nasib kita ditentukan oleh keputusan yang kita ambil, bukan apa yang orang perbuat pada kita.
Happiness is a choice, destiny is a choice.

Kita tidak perlu belas-kasihan orang lain, tapi kita harus bertobat, maka anugerah Tuhan turun dan mengubah kehidupan kita

Survey and Mapping
Banyak jemaat yang setelah mengalami pesta rohani, lalu pulang ke rumah masing-masing. Tapi kemudian banyak yang mengalami bahwa semua berlalu biasa saja, tidak ada perubahan, tidak ada terobosan, hanya menunggu KKR berikutnya. Ini karena mereka tidak tahu yang harus dilakukan.

Yos 18: 1-10
Silo artinya tempat istirahat (place of rest). Kemah pertemuan diletakkan di Silo karena Israel sudah mengalami kemenangan besar atas Kanaan. Tapi ada 7 suku yang belum mendapat milik pusaka, masih berkemah di Silo seperti nomaden. Tanah bagian mereka tidak mereka dapat dengan nyata.

Hasil KKR Bahtera: Indonesia mendapat jaminan Tuhan, dan untuk pertama kalinya dapat poin tinggi dari Tuhan. Biasanya sekedar lolos (nilai 5,6), kali ini lulus (nilai 8). Kenyataan bahtera sama seperti yang dialami Israel: sudah menang perang, tapi banyak yang belum dapat bagian.

Yosua berkata bahwa Israel malas dan lamban, tapi lalu Yosua memberikan solusi. Ini artinya sebagian tidak tahu apa yang harus dilakukan, bukan sekedar malas. Solusi Yosua di Yos 18: 4-10.

Tuhan sudah memberikan kemenangan kepada musuh Israel di luar. 7 suku yang belum dapat bagian menggambarkan musuh di dalam diri kita sendiri yang belum ditaklukkan.

Akar masalah mengapa banyak orang tidak menikmati kemenangan di dunia nyata bukan sekedar karena malas, tapi kebanyakan tidak tahu harus memulai dari mana, dan harus berbuat apa.

Sehebat apapun keberadaan kita, jika kita tidak tahu harus berbuat apa, tidak tahu apa langkah pertama yang harus dilakukan, maka semua tidak berguna. Akibatnya tidak menikmati janji Tuhan, ujungnya marah pada Tuhan.

Contohnya:
  • Punya kendaraan yang canggih, tapi tidak diajari cara menyalakan mesinnya.
  • Punya gadget paling canggih, tapi tidak tahu cara menghidupkan.
  • Punya kulkas, tapi di daerahnya tidak ada listrik, akhirnya hanya berfungsi jadi lemari baju.

Suku-suku yang belum dapat jatah tanah pusaka:
1. Benyamin (anak dari tangan kananku)
Kita bisa punya status yang hebat, tapi itu tidak menjamin kita memperoleh hasil yang hebat, jika kita tidak tahu apa yang harus diperbuat.

2. Simeon (didengar)
Doa dan permohonan kita PASTI didengar Tuhan. Tapi jika kita kurang mendengar Tuhan, maka saat jawaban Tuhan datang kita tidak bisa mendengarnya.

3. Zebulon (ditinggikan)
Status dan peninggian yang Tuhan berikan jangan di-sia-siakan atau buang, jangan sampai jadi tumpukan janji Tuhan yang tidak bisa kita nikmati.

4. Isakhar (ada balas jasa/ hadiah)
Tuhan berikan janji hadiah dan bonus, tapi jika tidak kita ambil maka tidak kita dapatkan secara fisik.

5. Asher (
happy)
Saat Toronto blessing seluruh dunia datang ke Toronto, bahkan ada jalur khusus imigrasi. Manifestasi terbanyak adalah tertawa kudus (holy laughter). Kebahagiaan karena Tuhan akan menyembuhkan batin kita. Tapi banyak urusan dunia yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan sekedar tertawa.

6. Naftali (bergulat/
wrestling)
Ada orang yang dengan perjuangan dan pergulatannya bisa berhasil, tapi ada juga yang tidak berhasil.

7. Dan (hakim)
Ada kelompok orang yang punya banyak pengetahuan, tapi hanya digunakan untuk berkomentar atau menghakimi, tapi juga tidak mendapat apapun.

Yang membuat kita bisa mengalami terobosan adalah jika kita bisa mengkombinasikan antara hal yang seharusnya jadi bagian kita, dengan penetapan yang dari Tuhan.

Pick three men from each tribe so I can commission them. They will survey and map the land, showing the inheritance due each tribe, and report back to me. They will divide it into seven parts. Judah will stay in its territory in the south and the people of Joseph will keep to their place in the north. "You are responsible for preparing a survey map showing seven portions. Then bring it to me so that I can cast lots for you here in the presence of our GOD (Yos 18: 4-6, MSG)

Langkah pertama untuk menentuk tindakan selanjutnya: harus men-survei (mengumpulkan data, melihat keadaan), dan memetakan daerah (survey and map the land). Setelah di survey, lalu tanah itu dibagi menjadi 7. Kemudian Tuhan yang menentukan tanah pusaka masing-masing suku.
Tanggung jawab pengintai: menyerahkan peta dan hasil survei dari 7 bagian tanah.

Tanggung jawab kita adalah melakukan survei dan pemetaan.

Jika kita hanya diam dan tidak berbuat apa-apa, artinya tidak bertanggung-jawab atas jatah kita sendiri. Akibatnya Tuhan bisa memotong jatah kita.

So off the men went. They covered the ground and mapped the country by towns in a scroll. Then they reported back to Joshua at the camp at Shiloh. (Yos 18: 9, MSG)

Pengintai dari 7 suku bertugas menjelajahi seluruh tanah, lalu membuat petanya. Kemudian Tuhanlah yang menentukan bagian bagi masing-masing suku.

Kesaksian tentang aplikasi survei dan pemetaan
Menjelang skripsi p Agung berhadapan dengan berbagai pilihan yang tidak mudah. Sebelum skripsi mahasiswa harus KKN selama 3 bulan, dan harus ikut membantu membangun desa. P Agung sudah pelayanan di berbagai tempat. Jika harus tinggal 3 bulan di desa, maka jadwal pelayanan yang sudah ada bisa batal. Padahal aturannya: jika absensi lebih dari 10% maka gagal dan harus mengulang. Maka p Agung melakukan survei dan pemetaan.

P Agung mengamati bahwa tokoh paling berpengaruh di desa adalah pak lurah. Setiap kali balik ke rumah, p Agung bawakan oleh-oleh: bandeng presto, wingko babat, lumpia, dll. Dengan ini p Agung bisa bebas meninggalkan desa untuk pelayanan sewaktu-waktu tanpa kena absensi.
Selama di desa p Agung melakukan survei, ngobrol dengan banyak orang. Dari survei p Agung mengerti 2 kebutuhan desa:
  • Sumur desa terlalu dalam, sehingga berat menarik timbanya, maka perlu waktu lama untuk menimba. Sumur itu juga berbahaya bagi jika anak-anak ikut menimba
  • Sedang terjadi hama tikus.
P Agung mencari solusi masalah desa ke pusat riset di UNDIP. Dari pusat riset diperoleh solusi: Sumur ditutup karena tidak perlu lubang besar, sehingga tidak berbahaya, lalu dipasang alat tepat guna, sehingga air bisa ditimba dengan ringan dan mudah.
Setelah alat jadi, p Agung bawa itu ke desa. Rasa penasaran penduduk tentang alat yang dibaa merupakan strategi pemasaran (marketing).
P Agung mendemonstrasikan alat kepada pak lurah, tapi tidak langsung diberikan begitu saja. P Agung meminta pak lurah mengumpulkan seluruh RT, RW dan kepala dukuh, untuk diberikan seminar dan demonstrasi penggunaan alat untuk menimba sumur.

Alat penimba sumur itu dijadikan sebagai hadiah lomba menangkap tikus. Dukuh yang terbanyak mendapat tikus (dikumpulkan ekor tikusnya) yang mendapatkan alat itu.
Acara ini dilaporkan p Agung kepada Camat dan dosen pembimbing, mereka diminta hadir dan berpidato saat pemberian hadiah bagi dukuh yang menang.
Dengan satu momen, dihasilkan banyak hal: dosen bangga, desa bebas tikus, ada dukuh yang mendapatkan alat penimba sumur, pak camat mendapat ide untuk membasmi hama tikus di seluruh kecamatan, pak lurah menikmati banyak hal.
Di akhir KKN ketahuan bahwa tim p Agung sering pulang. Tapi karena ada hasil nyata, maka p Agung mendapat nilai terbaik.

Lakukan survey dan pemetaan dalam menghadapi apapun, hadapkan ke Tuhan, maka kita akan tahu ke mana harus pergi, dan kita bisa menikmati Kanaan kita, janji Tuhan jadi kenyataan.

Semua ilmu kehidupan ada dalam Firman Tuhan, dan Tuhan mau buka dan tunjukkan itu semua. Jika kita bisa menangkapnya, maka kita akan segera memasuki masa-masa yang luar biasa, yang di roh jadi daging.

Lumbung Raja
Ide: jadi berkat bagi hamba-hamba Tuhan. Lumbung ini sebagai gudang dari sumbangan jemaat berupa barang-barang yang masih bagus, jangan barang-barang yang tidak layak.

Pengumuman:
Kamis-Jumat (3-4 Juli): seminar, materinya survey dan mapping. Akan dibagikan: minyak narwastu.

Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Tuesday, June 17, 2014

5 Hal yang Membuat Orang Tidak Bisa Jadi Besar – Petrus Agung – Minggu, 15 Juni 2014

Minggu, 15 Juni 2014
5 Hal yang Membuat Orang Tidak Bisa Jadi Besar
Petrus Agung

Mat 14: 12-21 – peristiwa 5 roti 2 ikan bisa memberi makan ribuan orang, bahkan sisa 12 bakul. Dari sesuatu yang kecil diubah menjadi begitu besar.

Tuhan merencanakan yang terbaik buat kita semua, tapi ada hal-hal yang menghambat seseorang untuk bisa jadi besar.

1. Tidak mau repot
Hari sudah mulai gelap, tidak ada makanan, murid-murid minta supaya Tuhan suruh orang banyak pulang. Jika orang banyak pulang, maka persoalan selesai. Murid-murid tidak mau repot. Yesus sebaliknya mau direpotkan dengan memberi makan banyak orang.

Jika kita tidak mau repot, tidak mau kerja keras, hanya ingin rileks, hanya urusi kepentingan sendiri, maka kita tidak akan bisa memberikan yang terbaik, dan tidak pernah bisa jadi besar. Karena semakin banyak tanggung-jawab akan merepotkan, dan memerlukan kerja lebih keras, doa lebih banyak, dll.

Contoh:
  • event organizer yang tidak mau repot hanya akan mendapatkan job-job kecil.
  • Musa mengurus 2 juta bangsa Israel yang menuju Kanaan.

Ilustrasi: beda antara fine-dining dengan makan di warung.
  • Fine-dining – disambut pelayan, ada ucapan terima kasih, dll. Warung – langsung duduk.
  • Fine-dining – menu-menu terbaik ditawarkan dan jelaskan, bahkan sejarah dan cara pembuatan dijelaskan. Warung – kita pilih sendiri.

Ilustrasi
Perusahaan kontraktor besar di suatu negara. Setiap kali ada staf yang pensiun, diberi pesangon dalam jumlah besar. Suatu kali ada 3 orang yang ingin pensiun. 3 orang ini diminta masing-masing membuat rumah contoh yang terbaik, dengan budget sangat besar.
Arsitek pertama membangun sebuah villa yang mewah.
Arsitek kedua membangun kantor beberapa lantai.
Arsitek ketiga tidak mau repot, maka dia membangun rumah sederhana dengan cepat dan bahan-bahan yang murah. Karena ia ingin segera pensiun dan beristirahat.
Proyek pertama dan kedua perlu kita panjang, tapi proyek ketiga sangat cepat. Saat semua proyek selesai, diadakan pesta untuk melepas 3 arsitek ini. Mereka diberi bonus istimewa, yaitu bisa menentukan uang pensiun mereka sendiri, yaitu proyek terakhir. Ternyata bonus mereka berupa proyek terakhir yang mereka kerjakan.

Kerjakan segala sesuatu hingga tuntas, dan dengan penuh tanggung jawab.

Kesaksian
Teman hamba Tuhan p Agung membangun rumah di samping rumah p Agung. P Agung dimintai bantuan mengawasi pembangunan. Ternyata sekian tahun kemudian rumah itu diberikan pada p Agung. Jika saat itu p Agung lakukan dengan asal-asalan, kualitas rumah yang didapat hari ini juga asal-asalan.
Lot tidak mau dibawa malaikat ke puncak gunung, dia tidak mau repot. Lot memilih tinggal di Zoar yang artinya insignificant (tidak penting), destiny-nya terpotong habis, dan kisah tentang Lot berakhir.

2. Tidak mau berfikir atau tidak mau menggumulkan.

Murid-murid hanya melihat pada yang dimiliki dan merasa itu sedikit. Tuhan beri kita banyak potensi, tapi kita sering kurang menghargai potensi itu.

Sekecil apapun Tuhan berikan sesuatu pada kita, potensi multiplikasinya tetap luar biasa.

Ilustrasi
Seseorang pandai yang miskin menemukan koin bekas yang sudah tidak bisa digunakan untuk berdagang. Pilihannya: buang saja karena tidak berguna, digunakan untuk kerik-an, atau ditanggapi serius sebagai berkat Tuhan. Orang ini mem-foto koin tadi, lalu ditunjukkan kepada penjual barang antik. Ternyata itu koin langka. Saat bertemu seorang kolektor kaya, ternyata harganya sangat mahal, dan si penemu koin hari itu tiba-tiba kaya.

Kesaksian
P Agung bertemu 2 orang teman, mereka mau buat suatu proyek yang butuh modal besar hingga milyar-an. P Agung dapat dari Tuhan bahwa sebenarnya mereka bisa memulai cukup dengan ratusan juta. Akhirnya mereka mulai dengan dana yang ada, lalu berhasil, sekarang keuntungannya milyaran. Jika mereka menunggu modal, maka kairos-nya akan lewat.

Lihat apa yang sudah Tuhan letakkan di tangan kita. Jika itu kita gumulkan, minta hikmat Tuhan, maka akan menjadi sesuatu yang besar.

3. Tidak mau mengatur/ manage

Di injil lain, Tuhan awali dengan memerintahkan orang banyak untuk duduk berkelompok. Mereka harus duduk hingga tidak berebut. Mereka harus berkelompok sehingga tidak ada yang tidak kebagian, dan semua makan hingga kenyang.

Bagian Tuhan melakukan multiplikasi, bagian kita mengatur agar berkat itu bisa masuk dengan baik

Ilustrasi dari seminar Keith Johnson: beda orang yang hidupnya sudah stabil dengan orang yang masih di bawah. Jika punya uang 10 ribu, kebanyakan dihabiskan untuk makan, bahkan berhutang. Orang yang stabil hanya menggunakan 7 ribu, sisanya ditabung.

Kita harus menata hidup kita dengan baik, sehingga berkat Tuhan yang akan datang tidak tercecer.

Jika kita merindukan berkat besar dari Tuhan, kita harus siapkan wadahnya, dan siap untuk me-manage berkat tersebut. Banyak orang tidak siap menerima berkat besar Tuhan dalam hidup kita.

Contoh:
  • Sebelum mujizat penggandaan minyak seorang janda, Elia terlebih dulu memerintahkannya mengumpulkan banyak wadah.
  • Manusia diciptakan Tuhan di hari terakhir. Segala hal diciptakan dan diatur lebih dulu, baru kemudian manusia diciptakan, sehingga bisa hidup.
  • Survey membuktikan bahwa orang-orang yang menang lotre ujungnya lebih miskin dari sebelum menang, karena tidak siap me-manage uang itu.

Jika kita tidak mempersiapkan diri, maka yang terjadi adalah saling menunggu: manusia menunggu berkat Tuhan, Tuhan menunggu kita menyiapkan wadah untuk menampung berkat yang akan datang.

Banyak orang menimba air, tapi tidak punya kolam penampungan. Maka ia hanya dapat 1 timba.

4. Tidak mau menghitung

Perikop cerita ini menyebutkan banyak angka: 5000 pria, 5 roti, 2 ikan, 12 bakul, 200 dinar, dst.

Kehidupan kita semua ada hitungannya. Orang yang bisa menghitung dengan tepat akan menang dengan luar biasa.

Ilustrasi
Kejuaraan tinju tahun 1974: M Ali lawan George Foreman, di Zaire. Ronde 1-6 Ali nyaris tidak berkutik dan dihajar oleh lawannya, Ali tidak bisa membalas memukul, tapi membalas dengan perkataan yang merendahkan/ mengejek. Lama-lama Foreman emosi, lupa taktik, menyerang membabi-buta, dan akhirnya kekuatan pukulannya menurun. Di ronde 7 tenaga Foreman sudah habis. Di ronde 8, dengan 2 pukulan Ali merobohkan Foreman. Selain menghadapi Ali yang tahan pukul, Foreman juga menghadapi mulut Ali, dan emosinya sendiri.

Jika ingin menjadi besar, kita harus menghitung segala sesuatu dalam hidup kita.

5. Tidak mau keluar biaya, maunya gratis.

Di Injil Yohanes dikatakan bahwa kas mereka tidak cukup untuk membeli semua roti.

Kesaksian:
P Agung diundang ke kota kecil di luar pulau oleh persatuan beberapa gereja. Saat mengundang, mereka bertanya berapa tarif khotbah p Agung, tiket hotel, tiket transport, dll. Ternyata gereja-gereja itu urunan hingga terkumpul 15 juta. Padahal jika semua kebutuhan p Agung dibebankan kepada mereka, biayanya 50 juta.
Panitia memperkirakan yang hadir 300-an. Kapasitas gedung 1000 orang. P Agung meminta mereka gunakan uang hasil urunan untuk mengangkut orang-orang yang tinggalnya jauh, sehingga yang datang bisa mencapai 1500 orang.
Tim p Agung bayar semua sendiri: tiket, makan, dll. Bahkan memberi bantuan dana untuk transport jiwa-jiwa dan kekurangan sewa gedung.
Di luar dugaan orang-orang hadir tepat waktu, dengan penuh kehausan akan Tuhan. Roh Tuhan bekerja dengan dahsyat.
Sehabis acara Tuhan bertanya kepada p Agung : apakah pantas p Agung mengambil dana hasil urunan gereja-gereja kecil tersebut, padahal firman yang disampaikan juga dari Tuhan.

Banyak orang ingin jadi besar, tapi tidak mau korban, maka tidak akan pernah bisa.

Pengumuman
Sebelum pilpres ada seminar 2 hari: 3-4 juli, akan dibagikan minyak narwastu. P Agung akan ajarkan spiritual mapping, social mapping, political mapping, hitungan psikologis.


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Sunday, June 8, 2014

Pilihan Terbaik – Petrus Agung – Minggu, 01 Juni 2014

Minggu, 01 Juni 2014
Pilihan Terbaik
Petrus Agung


Yoh 12: 1-8
Ada 3 pihak yang terlibat dalam penguburan Yesus:
  1. Maria saudara Marta dan Lazarus membawa minyak narwastu seharga 1 tahun kerja.
  2. Nikodemus bawa mur dan gaharu seberat 50 kati (30kg), seharga kira-kira 100 tahun kerja.
  3. Kelompok ke-3: Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome. Pagi-pagi benar mereka membeli rempah-rempah yang berbau harum.
Pilihan terbaik dilakukan oleh Maria.

Jesus said, "Let her alone. She's anticipating and honoring the day of my burial.But Jesus said, Let her alone. It was [intended] that she should keep it for the time of My preparation for burial. [She has kept it that she might have it for the time of My embalming.] (Yoh 12: 7, AMP)

Maria selama ini sudah menyiapkan dan menyimpan minyak narwastu itu, dan akan digunakan untuk mem-balsam mayat Yesus kelak.

Maria mendahului 2 kelompok yang lain. Maria tahu bahwa Yesus akan mati, maka dia siapkan yang terbaik. Hari itu Maria memutuskan untuk menggunakan minyak itu sebelum Tuhan mati.
Kelompok ke-3 terlambat karena Yesus sudah bangkit, dan rempah-rempah yang mereka bawa tidak berguna. Nikodemus bawa lebih banyak, tapi Tuhan sudah mati, sehingga tidak bisa merasakan ataupun me-respon.

3 wujud Yesus:
  • Yesus yang hidup sebagai manusia.
  • Yesus yang sudah jadi mayat.
  • Yesus yang bangkit dari mati.

Maria mengurapi Yesus saat Yesus masih hidup, sehingga Tuhan masih bisa merasakan, me-respon, dan meng-apresiasi pemberian Maria.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia." (Mrk 14: 9)

3 pemberian untuk penguburan Yesus:
  • Maria memberikan saat Yesus masih hidup
  • Nikodemus memberikan saat Yesus sedang jadi mayat
  • Wanita-wanita memberikan setelah Yesus bangkit.

Mrk 16: 1-6
Banyak pengabdian yang terlambat dan tidak tepat. Pengabdian yang tepat dasarnya karena kita punya pilihan terbaik. Maria punya kepekaan dan ketepatan, sementara yang lain seperti pengabdian yang salah tempat dan waktu.

Luk 10: 38-42 – Alasan mengapa Maria bisa memiliki ketepatan dan kepekaan.

But the Lord said to her, "My dear Martha, you are worried and upset over all these details! There is only one thing worth being concerned about. Mary has discovered it, and it will not be taken away from her." (Luk 10: 41-42, NLT)

Sesuatu yang berharga, mulia, dan ajaib harus ditemukan.

Martha sibuk melayani, Maria duduk diam dan mendengarkan perkataan Tuhan. Ada sesuatu yang membuat Maria tidak beranjak dari tempatnya dan mendengarkan Tuhan Yesus. Dia mendengar sesuatu yang membuat fokusnya hanya pada Yesus, dan hal lain bukan lagi jadi prioritas. Maria belajar memilih jadi yang terbaik.

discover disusun dari dua kata: dis dan cover. Discover artinya menghilangkan sesuatu yang menutupi.

Hanya orang yang berjalan dan belajar dari Tuhan yang akan melihat sesuatu terbuka/ disingkapkan

Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu. (Ams 25:2)

Ini adalah proses belajar dengan Tuhan. Saat kita bergaul dengan Roh Kudus, akan membuat roh kita makin cerdas, sehingga kita bisa selalu membuat pilihan terbaik.

Di Hongkong ada salah satu orang terkaya bernama Li Ka Shing. Dia punya sopir yang setia dan sudah kerja bertahun-tahun padanya. Karena faktor umur, maka sudah waktunya sopir itu pensiun. Saat akan memberikan pesangon sebesar 20 juta dollar Hongkong, sopir itu berkata dia punya uang sejumlah itu. Ternyata selama jadi sopir, setiap kali bos-nya memerintahkan untuk beli/ jual suatu saham, maka sopir ini ikut walau dalam jumlah sedikit. Setelah sekian tahun, bos-nya super kaya, tapi sopirnya lumayan kaya.

Kita harus bisa belajar dari orang-orang yang bergaul dengan kita

JKI dan Bahtera mengalami kegerakan yang luar biasa. Bisakah jemaat belajar dari hal itu? Jika bisa, maka semua itu akan mendewasakan kita.

Setiap saat kita harus belajar dan menangkap sesuatu dari Roh Tuhan.

P Agung suka melayani hanba-hamba Tuhan lain, karena bisa belajar banyak.
Dalam kesembuhan ilahi, yang membuat berat adalah harapan dari mereka yang sakit untuk langsung mengalami kesembuhan. Sikap hati p Agung saat melayani KKR kesembuhan didapat dari pergaulan dengan ps Peter Yongren. Saat menemani ps Yongren di bandara, p Agung menduga ps Yongren akan ambil waktu khusus untuk berdoa, ternyata dia memilih untuk ngobrol dan mencoba fasilitas handphone barunya.
Saat p Agung bertanya tentang persiapan khusus ps Yongren, dia berkata bahwa yang menyembuhkan orang-orang sakit adalah Tuhan. Sambil ngobrol dengan p Agung, hati ps Yongren berkomunikasi dengan Roh Kudus. Yang dia butuhkan adalah jaminan penyertaan Tuhan.

Kadang kita terjebak dalam kebiasaan-kebiasaan agamawi. Dalam setiap pergaulan kita dengan Tuhan dan manusia, kita harus belajar hingga menemukan/ discover sesuatu. Hasil proses seseorang yang belajar akan jadi dewasa, bijaksana, dan kenal dengan Tuhan.

Moshe Dayan (jendral Israel) memimpin pendudukan Yerusalem. Setiap kali perang, di depan ada peta, di sisi ada Alkitab. Dia belajar apa yang Tuhan pernah lakukan di kota tersebut. Dari situ dia susun strategi, kemudian merebut kemenangan.


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Betania – Petrus Agung – Kamis, 29 Mei 2014

Kamis, 29 Mei 2014
Betania
Petrus Agung
Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus


Luk 24: 50-54
Sebelum terangkat Yesus membawa mereka ke luar kota, ke area dekat Betania. Betania adalah tempat kediaman Marta, Maria dan Lazarus. Di kota itu Lazarus dibangkitkan dari mati. Dalam peristiwa itu Yesus membuat sebuah pernyataan:

Then Jesus became explicit: "Lazarus died. And I am glad for your sakes that I wasn't there. You're about to be given new grounds for believing. Now let's go to him. " (Yoh 11: 14-15 , MSG)

Tuhan akan memberikan pada kita pijakan-pijakan baru untuk percaya.

Ps Kong mengalami pergulatan hidup dalam 4 tahun terakhir.
Tahun 90an ekonomi Singapura jatuh. Kemudian masuk dana dari Hongkong (Li Ka Shing), lalu mereka membangun kawasan Suntec. Singapura negara maju, tapi penuh mistis. Kota-kota di Eropa juga dibangun berdasar mistis. Karena di belakang semuanya adalah demonik, maka yang bisa mengalahkan hanya gereja Tuhan, karena hanya pada gereja-lah Yesus memberikan kuasa.

Ps Kong membeli 40% kepemilikan Suntec sebesar Rp 3,2T. Saat akan mengumumkan ke jemaat, ps Kong didatangi iblis penguasa Singapura, dan baru bisa diusir setelah 1 jam. Ps Kong tahu bahwa akan ada masalah dengan pembelian ini.
Saat pembelian Suntec diumumkan pada hari Minggu, Senin mulai timbul serangan dari media karena merasa gereja terlalu agresif. Setelah diberi gereja, properti Suntec naik 2 kali lipat, maka artinya uang gereja juga meningkat.

Arsitek yang mendesain Suntec adalah anak Tuhan. Orang ini mendesain Suntec berdasar pesanan. Gambar desain Suntec berasal dari dukun, maka inspirasinya dari iblis. Gambar desain Suntec seperti telapak tangan kiri menghadap atas: 4 gedung tingginya 45 lantai (seperti 4 jari), 1 gedung tingginya 18 lantai (seperti jempol). Di tengah area ada kolam kemakmuran, di sebelahnya ada convension hall yang digunakan untuk ibadah. Letaknya di pergelangan tangan.
Arsitek Suntec mengatakan bahwa selain berbentuk tangan, area Suntec juga berbentuk mulut naga. Di dasar kolam ditanam segala macam jimat dari berbagai macam dukun.
Maka Suntec adalah simbol kekayaan Singapura yang berasal dari iblis sendiri. Sehingga saat gereja masuk, iblis marah, pemerintah Singapura juga marah.
Sejak ada masalah di Suntec, pergelangan tangan ps Kong sering sakit. Ps Kong juga kehilangan 12 ribu jemaat.

Kita harus belajar peperangan rohani dengan lebih serius!

Iblis kerjanya: mencuri, membunuh, dan membinasakan. Jika kita tidak berperang, iblis akan tetap berbuat sesukanya pada kita. Peperangan rohani saat ini semakin riil karena setan tahu bahwa waktu mereka sempit. Saat Tuhan kembali ke dunia, maka waktu setan habis.

Hidup tidak bisa diselesaikan hanya dengan kekuatan manusia, tapi harus dengan kekuatan Tuhan

Kesaksian:
Di acara Solo, sesaat sebelum kesembuhan Ilahi, di panggung yang sama ada reog dan beberapa orang kerasukan. Tapi saat doa kesembuhan, Tuhan melawat dan bekerja secara luar biasa.


Selesai acara retret di Belanda, Tuhan minta p Agung ke Austria. P Agung mendarat di Salzburg, kotanya Mozart. Saat akan landing, p Agung mendapat visi banyak bayi terlentang penuh darah dan menangis menjerit-jerit. Dri pemetaan rohani, didapat kisah bahwa di Salzburg jaman dahulu, pada masa Romawi pernah terjadi pembantaian 200 bayi dan anak-anak oleh penyihir-penyihir. Oleh warga Salzburg para penyihir itu dibakar hidup-hidup. 200 jiwa-jiwa bayi itu pernah dipersembahkan ke setan. Karena ikatan setan ada batas-waktunya, maka sudah saatnya ikatan terhadap bayi-bayi itu dilepaskan. Tuhan perintahkan peperangan rohani di Austria karena hampir semua raja Eropa cikal-bakalnya di Austria.

Saat makan, ada 2 orang mendapat visi di toilet: dikeroyok bayi-bayi yang minta tolong supaya dilepaskan. Di Salzburg Tuhan minta tim menyembah malam hari dengan piano. Akhirnya tim mendapatkan tempat di gereja Babtis. Tim menyembah menggunakan grand piano, dan Tuhan melawat dengan dahsyat. Sebelum pulang, di dekat landasan ada sekitar 20-30 anak SD berdiri berjajar sambil melambaikan tangan kepada orang-orang yang akan naik pesawat.

Setelah acara selasa selesai, ada seseorang yang ingin membelikan JKI piano. Harganya 168 jt. Setelah nego, harganya 131 jt. Orang yang diperintahkan Tuhan membeli piano jadi yakin bahwa itu perintah Tuhan karena ulang-tahunnya 13 Januari (13-1), sama dengan harga piano.

Hidup kita bukan sekedar kebetulan. Di Betania Yesus berikan pijakan baru untuk iman murid-muridNya. Maka ini saatnya kita naik ke next level, bangkit jadi pasukan Tuhan, sehingga kita tidak mudah dibodohi setan.


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Tuesday, May 13, 2014

Cut Off – Hengky Kusworo – Minggu, 11 Mei 2014

Minggu, 11 Mei 2014
Cut Off
Hengky Kusworo

Untuk menjadi Kristen kita tidak perlu bayar apapun, karena Yesus yang bayar keselamatan kita.
Tapi untuk menjadi seorang murid Yesus, sering kita harus menyerahkan segalanya.

Kej 17: 1- 16
Ay 9 – Dalam sebuah perjanjian dengan Tuhan, bagian Tuhan adalah melaksanakan janjiNya. Tapi dari pihak manusia juga harus memegang janji Tuhan itu.

Manusia ada karena sebuah alasan dan tujuan. Tidak ada manusia yang muncul secara kebetulan. Tuhan merancang kita tidak dengan asal-asalan atau berjudi.

Sebelum menerima janji Tuhan dalam hidupnya, Abraham mengalami banyak hal. Tuhan melihat potensi besar dalam hidup Abram, tapi itu tidak akan bisa besar jika tidak ada sesuatu yang dipotong/ dikerat dari hidupnya.

Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.(Rm 2: 29)

Hati kita harus di-sunat, karena dari situ muncul hal-hal yang jahat: cabul, najis, dengki, iri hati, kemarahan.

Sunat memotong sesuatu yang najis dan tidak kudus dalam hati dan hidup kita.

Sunat dalam hidup Abraham
1. Nama Abram diganti Tuhan. berkaitan dengan karakter.
Nama "Abram" tidak bisa membuat nya jadi besar, tidak bisa membawa destiny untuk menurunkan bangsa-bangsa. Nama “Abram” artinya bapa yang ditinggikan.

Sebelum namanya diganti, fokus Abram adalah pujian untuk dirinya sendiri, dan bukan fokus kepada Tuhan. Tuhan masukkan unsur Jehova pada nama Abram sehingga menjadi “Abraham”.

Hati kita harus disunat ! Kita tidak bisa besar jika fokus kita hanya pada diri kita sendiri.

Kata “sunat” artinya cut off, sesuatu yang dipotong. Sunat memotong sesuatu yang najis-kotor-tidak berkenan di hidup kita. Saat Tuhan akan membuat kita jadi besar, maka yang Tuhan urusi pertama adalah karakter kita. Bahkan Tuhan bawa kita masuk ke proses yang membuat kita mendapatkan kerendahan hati. Misalnya: meminta maaf walau tidak bersalah.

Saat Yakub meninggal, saudara-saudara Yusuf takut Yusuf membalas dendam. Tapi ternyata dalam hati Yusuf sudah tidak ada kemarahan-kebencian-dendam-iri, bahkan menjamin semua keluarganya dan keturunannya. Yusuf rela sunat terjadi dalam hatinya, dan inilah yang membuat Yusuf jadi besar.

Nama Yakub artinya penipu. Maka harus diubah jadi Israel yang artinya pangeran Tuhan.

Ada identitas dalam hati dan hidup kita yang Tuhan mau kerat.

Yang membuat Saul tidak sampai pada destinynya: iri. Saul berakhir tragis karena Saul tidak pernah berurusan dan bereskan hatinya di hadapan Tuhan.

Nama Abram diubah menjadi “Abraham”, artinya “bapak segala bangsa. Maka destiny Abraham berubah: harus menjadi berkat buat banyak bangsa dan banyak orang, fokusnya bukan lagi dirinya.

Nama Sarai jadi Sarah. Nama “Sarai” artinya princess/ chief. Nama “Sarah” artinya wanita yang bermartabat (noble woman). Fokusnya tidak bisa bossy - selalu memimpin, tapi harus menjadi orang yang bermartabat dan memiliki mental yang mulia. Tuhan mau hati Sarah harus besar, penuh dengan pengampunan, karena dari rahimnya Tuhan akan menurunkan raja-raja.

Jepang pernah menjadi penjajah terkejam di dunia. Tapi setelah bom atom dijatuhkan sekutu di Heroshima-Nagasaki, maka sesuatu berubah: mental mereka berbeda. Mereka punya integritas, menghargai orang lain, jujur, hidup harmony dengan alam.
  • Saat tsunami Jepang, supermarket dibuka tanpa penjagaan, mereka antri tanpa dijaga, dan ambil seperlunya. Fokusnya pada saudaranya
  • Tanpa pengawasan, jalan-jalan bersih.
Orang Jepang susah di-injili karena merasa dirinya baik.

Orang yang punya mentalitas mulia tidak akan punya kecenderungan melukai orang lain. Bahkan saat dilukai akan belajar mengampuni, dan meletakkan haknya. Hati yang mulia tidak penuh dengan kebencian/ dendam, mau mengorbankan harga diri dengan merendahkan diri.

Kesaksian:
P Hengky dulu punya kecenderungan kikir. Saat pembangunan gereja, Tuhan meminta p Hengky untuk mempersembahkan deposito yang merupakan dana persiapan kelahiran anaknya. P Hengky menahan dan menunggu peneguhan. Tuhan ber-urusan dengan hati p Hengky:
  • Saat mengendarai mobil, truk di hadapan p Hengky tulisannya “pelit”.
  • Seorang anak kecil datang dan berkata bahwa p Hengky pelit.

Akhirnya deposito dipersembahkan. Tiba saat istrinya melahirkan, istri p Hengky terpaksa masuk ke kelas VIP karena kelas 1 penuh. Selain itu istri p Hengky harus operasi cesar karena anaknya “kalung-usus”. Ternyata sebelum membayar, ada seseorang yang memberi persembahan. Dan saat membayar, ternyata potongan harganya sangat banyak.

Setelah memanggil Musa, tiba-tiba Tuhan ber-ikhtiar membunuh Musa, karena Musa lupa menyunat anaknya. Tindakan Zipora menyunat anaknya menyelamatkan Musa.

2. Mengusir Ismael dan Hagar – Menyunat kedagingan
Kej 21: 8-13 – Sarah meminta Abraham mengusir Ismael dan Hagar, dan Tuhan menyetujui hal itu. Hati Abraham terkoyak saat harus melepaskan Ismael. Apapun yang terjadi, Ismael adalah anak kandung Abraham.

Ay 10 - Ismael sekitar usia 15, Ishak sekitar 5-6 tahun. Arti kata “bermain” adalah
mocking, seperti di bully, dibuat permainan.

Orang yang takut akan Tuhan akan menjaga kata-katanya. Cemoohan kita harus kita pertanggung-jawabkan.

Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (Rm 10:10b)
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. (Ams 18: 21)

Anak yang dari Roh ditindas oleh anak yang dari daging

Now Sarah saw the son of Hagar the Egyptian, whom she had borne to Abraham, mocking [ Isaac ] (Kej 21: 9, AMP)
One day Sarah saw the son that Hagar the Egyptian had borne to Abraham, poking fun at her son Isaac (Kej 21: 9, MSG)

Roh tidak boleh ditindas oleh kedagingan, karena lama-kelamaan tidak akan tahan.
Contoh: saat tinggal di Sodom, roh Lot tersiksa.

Kita harus sunat kedagingan dalam diri kita. Jika tidak, maka destiny, tujuan dan panggilan Tuhan dalam hidup kita akan hilang.

Ilustrasi:
Di dalam diri kita seperti ada 2 anjing, yang satu baik dan yang lain jahat. Mereka selalu bertengkar. Yang menang adalah anjing yang diberi makan.

Jika kita masukkan dan telan semua yang jahat, maka itu yang menang. Tapi jika kita beri makan roh kita dengan semua yang baik, maka roh kita yang akan menang!

2011 – Jeremy Lin, pemain basket asal Taiwan, tingginya hanya 180 cm, maka sangat berat menghadapi lawan-lawan di NBA yang tingginya rata-rata 2 m. Lin dihina, ditolak berbagai klub, tidak pernah dipasang, dan mengalami rasisme. Lin tidak mengijinkan semua yang dialami untuk mencederai hatinya. Saat ada kesempatan bermain, Lin langsung mencetak 20 poin di penampilan pertama. Kemudian dia selalu mencetak skor dalam 7 pertandingan. Saat di wawancara tentang keberhasilannya, Lin selalu berkata bahwa semua karena Kristus yang memberi kekuatan. Setiap kali bertanding, Lin membeli 50 tiket VIP bagi anak-anak
disable, dan meminta mereka mendoakannya. Sejak itu, dana sosial NBA yang sempat terhenti, kembali dialirkan.

Mari ijinkan Tuhan berperkara dalam hidup kita !

3. Tuhan meminta Abraham mengorbankan Ishak - yang paling dicintai
Kej 22: 1-9
Sunat ketiga dalam hidup Abraham: melepaskan yang paling dicintainya. Jika yang diminta harta atau hal yang lain, itu tidak akan menyentuh hati Abraham. Tapi saat yang diminta adalah anak perjanjian yang telah ditunggunya selama 30 tahun.

Dalam perjalanan hidup kita, akan ada titik dimana Tuhan minta kita lepaskan yang paling kita kasihi.

Saat meletakkan Ishak di atas mezbah, Abraham tidak tahu bahwa dia sedang melakukan tindakan profetik. Karena di tempat yang sama didirikan bait Allah oleh raja Salomo. Dan Bapa kelak harus menyerahkan anak yang paling dicintai: Yesus, untuk disalibkan sebagai korban penebus manusia.

Jim Caveizel – pemeran Yesus di film “the Passion of the Christ”. Yang paling dia takuti adalah
shooting penyambukan, karena menggunakan cambuk asli, sementara punggungnya hanya dilapisi papan. Pemeran algojo adalah seorang yang tidak percaya Tuhan. Saat pengambilan gambar, ada ujung cambuk yang mengenai tubuh Jim. Maka dia berteriak memaki penyambuk-nya. Di saat itu Jim sadar: saat Yesus dicambuk, yang keluar bukan makian, tapi pengampunan.
Pemeran algojo akhirnya terima Yesus, karena sadar betapa besar penderitaan Yesus.

Kesaksian:
Tim basket SD TerBang ikut
camp selama 2 minggu. Suatu saat pelatih menemukan sampah di kamar mandi. Mereka dihukum tidur di teras rumah. Satu-persatu anak dipanggil si pelatih, ditanya apakah mau pasang badan dan menanggung hukuman bagi teman-temannya. Akhirnya seluruh tim setelah ditanya, hanya satu anak yang tidak mau berkorban karena latar belakangnya. Anak ini akhirnya ditinggal di luar sementara teman-temannya boleh masuk. Kemudian si pelatih menjelaskan pada anak itu bahwa semua harus mau berkorban demi teman yang lain. Akhirnya semua anak tidak dihukum.

Yesus berkorban bagi kita. Karena Salib-Nya maka kita bisa berdiri di hadapan Bapa di Surga.

Jangan korbankan saudara, tapi mari rela berkorban bagi saudara-saudara kita.

Keith Johnson 20-21 Mei, di JKI permata 18:00


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Thursday, May 8, 2014

The Cup of Blessing – Petrus Agung – Minggu, 04 Mei 2014

Minggu, 04 Mei 2014
The Cup of Blessing
Petrus Agung

The cup of blessing which we bless, is it not the communion of the blood of Christ? The bread which we break, is it not the communion of the body of Christ? (1Kor 10: 16, NKJV)

Ritual Paskah Yahudi: saat merayakan paskah mereka meminum minimal 4 cawan. Cawan yang Tuhan Yesus bagikan dalam perjamuan terakhir, dan sekarang kita lakukan dalam perjamuan kudus, adalah cawan ke-3, yaitu "cawan berkat" (the cup of blessing).

Liturgi perayaan Paskah Yahudi
Bagian pertama
  • Perayaan paskah Yahudi dimulai oleh imam berkata "biarlah perayaan ini dimulai".
  • Menaikkan doa-doa.
  • Minum cawan pertama: anggur dicampur sedikit air.
Bagian kedua:
  • Makan sayur pahit yang dicelup cuka/ garam, untuk mengingat pahitnya nasib mereka di Mesir, sekaligus mengingatkan bahwa ada perjanjian garam antara mereka dengan Tuhan. Diharap itu membuat mereka tidak lagi berdosa hingga dibuang jadi budak bangsa lain.
  • Imam membaca kitab keluaran, bagaimana Tuhan memukul Mesir dengan berbagai tulah, perayaan Paskah pertama, lalu Tuhan membawa bangsa Israel keluar dengan membawa jarahan yang luar biasa, dan akhirnya masuk tanah Kanaan.
  • Menaikkan doa, membaca Mazmur 113 dan 114, menaikkan pujian.
  • Minum cawan ke-2.
Bagian ke-3
  • Makan berbagai makanan dengan pengertian profetik:
    • 2 Roti, salah satu dipecah, diletakkan di atas roti yang lain.
    • Roti yang dibungkus daun pahit.
    • Makan domba paskah.
  • Minum cawan yang ke-3 (cawan berkat = the cup of blessing).
Bagian ke-4
  • Menaikkan doa dan menyanyi lagu-lagu yang luar biasa bagi Tuhan: "great hallel"
  • Beberapa doa
  • Minum cawan ke-4
  • Imam menutup perayaan dengan berkata "tetelestai", artinya: "sudah selesai" (it is finish)

Dalam perjamuan terakhir, Yesus tidak menyelesaikan ibadah Paskah dan berhenti pada cawan ke-3. Setelah selesai menyanyikan "the great hallel", Yesus tidak melanjutkan liturgi, tapi langsung mengajak murid-muridNya ke bukit Zaitun.

Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid- murid- Nya ke Bukit Zaitun. (Mat 26: 30)

Di taman Getsemani Yesus menaikkan doa-doa:
"Ya Bapa- Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada- Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki. " (Mat 26: 39)

Yesus ditangkap di taman Getsemani. Kemudian disiksa semalaman. Esoknya Yesus disalibkan.

Tuhan berikan kepada kita "the cup of blessing", tapi cawan ke-4 Yesus minum sendiri.

Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia-- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--: " Aku haus! " Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: " Sudah selesai. " Lalu Ia menundukkan kepala- Nya dan menyerahkan nyawa- Nya. (Yoh 19: 28-30)

Tuhan tidak selesaikan perayaan Paskah hingga cawan ke-4, sebab cawan itu berisi murka Tuhan karena dosa manusia sejak Adam hingga akhir jaman.

Saat ibu Yohanes dan Yakobus minta supaya anak-anakNya duduk di sisi kanan dan kiri Yesus, mereka tidak tahu cawan apa yang Yesus maksudkan. Manusia tidak ada yang sanggup meminum cawan murka Tuhan, bahkan Yesus pun menawar supaya itu lalu.

Yesus meminum sendiri cawan ke-4, itu membuktikan cinta Yesus kepada kita.

Pemimpin dunia berkata: Aku senang, kamu senang; aku susah, kamu ikut susah
Yesus berkata: Aku senang, kamu ikut senang; yang susah Yesus tanggung sendiri.

Ucapan imam menutup perayaan paskah Yahudi, digenapkan Yesus di kayu salib.

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya (Yoh 19: 30)

Semua kutuk dosa, penghukuman di neraka, kemiskinan, sakit-penyakit: semua sudah selesai!

Minum "the cup of blessing" dengan ucapan syukur, karena kita tidak perlu minum cawan ke-4.

Kaitan antara cawan berkat dengan kehidupan kita.

LORD, You alone are my inheritance, my cup of blessing. You guard all that is mine (Mzm16:5,NLT)

Tuhan adalah cawan berkat kita, yang memegang dan menjamin masa depan kita.

Di taman Getsemani, Yesus mengungkapkan keinginan manusiawiNya. Tapi Bapa tetap meminta Yesus meminumnya, karena tidak ada manusia di sepanjang jaman yang akan sanggup menebus dosa, dan menanggung murka Tuhan. Di puncak semua penderitaan di Golgota, saat tahu semua sudah terbayar, Yesus berkata "aku haus". Setelah minum, Yesus tidak lupa menutup perayaan Paskah terakhir Yesus, sebagai bagian tugas ke-imam-anNya

Kitab Wahyu, sebagai penutup Alkitab, diberikan pada Yohanes, satu-satunya murid yang menghadiri penutupan ibadah Paskah terakhir Yesus.

Yang bisa bertahan sampai akhir adalah yang punya ikatan hati dan jiwa sangat kuat dengan Tuhan!
Setialah sampai akhir!

Didik hidup kita untuk setia sampai akhir. Tuhan akan selesaikan apa yang Dia sudah mulai dalam hidup kita. Walau seolah-olah belum selesai atau terhenti, Tuhan akan tuntaskan!

Tuhan adalah cawan berkat kita, dan Tuhan yang memegang dan menjamin masa depan kita.


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064