Friday, February 26, 2016

Makan – Petrus Agung – Minggu, 14 Februari 2016

Minggu, 14 Februari 2016
Makan
Petrus Agung

Mrk 2: 14-17
Tuhan panggil Lewi, dan Lewi ikut. Suatu hari Lewi undang Yesus datang ke rumahnya untuk makan. Lewi juga mengundang teman-temannya, kebanyakan profesinya pemungut cukai, atau pendosa lain. Ini menjadi isu besar di kalangan ahli Farisi: mengapa Yesus makan dengan orang-orang berdosa.

Latar belakang:
Untuk jadi pemungut cukai di masa itu tidak boleh miskin, harus memberikan jaminan sejumlah uang yang diserahkan pada Kekaisaran Roma, lalu kandidat memberikan target jumlah pajak yang dia sanggup kumpulkan. Kandidat yang berani beri target tertinggi akan dipilih pemerintah Roma. Dampaknya pemungut cukai menindas rakyat, sehingga mereka dibenci rakyat.

Orang Yahudi hanya duduk makan dengan orang dia ingin berteman dalam jangka waktu lama. Jika tidak terlalu kenal atau yakin akan seseorang, maka orang Yahudi tidak akan mengundangnya, atau ijinkan orang itu masuk dalam rumahnya. Tradisi ini juga banyak terdapat di berbagai bangsa lain.

Dalam Alkitab "
makan" adalah kegiatan yang sangat penting:
  • Manusia jatuh dalam dosa ketika makan buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat.
  • Dalam kisah Kain dan Habel, yang dipersembahkan adalah sesuatu yang bisa dimakan: sayuran dan daging domba
  • Setelah air bah manusia diijinkan Tuhan makan daging binatang.
  • Abraham menjamu Tuhan yang sedang melewati kemahnya. Setelah itu Sarah mengandung anaknya.
  • Setelah menang perang, Abraham disambut Melkisedek dengan membawa roti dan anggur.
  • Ishak meminta makanan yang sedap sebelum memberi hak kesulungan pada Esau.
  • Esau menjual hak kesulungan kepada Yakub dengan makanan.
  • Yusuf memberi makanan bangsa-bangsa.
  • Musa dan bangsa Israel hidup selama di padang gurun dari roti manna.
  • Joshua dijebak orang Gibeon dengan remah-remah makanan.
  • Yesus memberi makan 5 ribu orang dengan melipat-gandakan roti.
  • Tuhan adalah roti hidup.
  • Makanan Tuhan : melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaanNya.
  • Yesus diurapi saat makan.
  • Perjamuan Terakhir: Tuhan membuat covenant saat makan perjamuan.

Saat seseorang makan, sesuatu bisa terjadi.

Contoh dalam kahidupan:
Sekelompok tim PBB ditawan Taliban. Jika tim negosiasi pembebasan diterima bertamu, artinya 25% sandera akan bisa dibebaskan. Kemudian jika tim tamu mau makan, dan menghabiskan hidangan, maka kemungkinan besar negosiasi akan berhasil, dan semua sandera dibebaskan.

Makan bersama adalah hal besar, karena di dalamnya terkandung: keintiman, perjanjian (covenant), pertukaran sesuatu, dll

Tuhan mengetuk pintu. Jika kita buka, maka Tuhan akan masuk, dan makan bersama kita seperti sahabat yang sedang makan bersama.

Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. (Why 3: 20)

Setiap kali kita sajikan makanan pada seseorang, berkat di hidup orang itu bisa tersalur ke hidup kita

Yesus melipat-gandakan makanan, bukan baju, kasut, jubah atau lainnya.

Perjamuan kudus bukan sekedar sakramen, tapi Tuhan sedang menjamu kita, dan mengatakan bahwa kita jadi sahabatnya untuk selama-alamanya.

Tuhan tidak sekedar ingin berkati kita, tapi ada relationship dengan kita, seperti bapak dengan anak.

Setiap kali alami apapun, kita harus menghadap Bapa dalam posisi sebagai anak, hadapkan masalah itu, Bapa akan pelihara hidup kita. Jangan jadikan doa sebagai sesuatu yang rutin.

Covenant/ perjanjian tidak otomatis bekerja, covenant hanya berjalan saat kita mengerti.

Ilustrasi:
Untuk mengaktifkan kartu kredit, customer harus menelpon bank untuk mengaktifkannya. Jika tidak diaktifkan, maka kartu itu tidak berlaku.

Lakukan apapun seperti untuk Tuhan, dan lakukan dengan segenap hati

Kel 18: 12 – Yitro mempersembahkan korban bakaran. Yang dibakar adalah hewan yang bisa dimakan. Setelah itu semua tua-tua Israel makan bersama mertua Musa di hadapan Allah.

Hari ini : taruh korban, lalu makan di hadapan Tuhan.


Cinta yang Agresif – Perumpamaan anak yg hilang

Ada cinta yang agresif dari Bapa pada kita.

Saat si bungsu sadar dan memutuskan berbalik pada bapanya, dia bangkit dan pulang. P Agung yakin bahwa si bungsu berjalan dengan lemah dan ragu, apakah bapanya masih mau menerimanya atau tidak. Tapi dari jauh sang bapa sudah mengenali si bungsu yang berjalan pulang.

Bapa tahu gestur, cara berjalan, dan cara hidup kita.

Dalam terjemahan lain dikatakan bahwa jantung sang bapa berdetak kencang saat melihat anak bungsunya pulang. Bapa tidak menunggu anaknya datang, tidak sekedar berjalan, tapi berlari, kemudian memeluk dan menciumi anaknya dengan penuh passion.

Bapa mengirim Yesus, anakNya yang tunggal untuk mati dan bangkit bagi manusia, bukan karena doa dan permohonan manusia, tapi inisiatif Tuhan, karena kasihNya begitu besar.

Dalam kehidupan kita, jangan pernah pergi dan lepas dari cinta Bapa

Kesaksian
Ps Avanzini berkhotbah di JKI, lalu setelah kebaktian pergi bersama p Agung dan p Tim. Ps John bertanya apakah ada tanah yang bagus untuk mendirikan gedung gereja baru. P Agung iseng menunjukkan daerah Marina yang sering dilewati, saat itu masih merupakan lapangan golf mini. Waktu itu belum ada rencana beli tanah baru, belum tahu apakah tanah yang akan didoakan itu kelak dijual. Di ujung jalan, ps John memberkati tanah itu, dan minta supaya Tuhan berkenan memberikan tanah itu untuk jadi gereja. Hari ini tanah itu jadi kompleks Holy Stadium.

Tuhan bisa memberi keinginan terdalam hati kita.

Setelah mendoakan tanah, ps John minta untuk berkunjung ke rumah p Agung. Ps John masuk ke semua ruang yang ada. Ps John sarankan supaya tanah di belakang rumah dibeli.
Alasan ps John memeriksa rumah p Agung untuk memastikan bahwa orang yang dekat dengan dia hidupnya juga diberkati, karena ps John menyampaikan berita tentang hidup yang diberkati Tuhan secara finansial. Ps John bersyukur bahwa hidup p Agung diberkati.

Jika satu orang tua yang jadi teman p Agung bisa berfikir: "jika kamu temanku, aku mau hidupmu juga diberkati", maka lebih besar lagi keinginan Bapa di surga supaya kita diberkati.

Bayangkan:
Sepulang dari gereja, Bapa menghampiri kita, lalu mau datang ke rumah kita. Padahal kita masih kost, kontrak, atau tinggal di rumah mertua. Kemudian Bapa masuk ke tempat tinggal kita yang kecil dan berantakan, lalu mau makan bersama kita padahal tidak ada hidangan yang layak.

Tanpa kita bayangkan-pun, setiap saat hal ini terjadi. Bapa kasihNya agresif, tidak sekedar menunggu dengan pasif. Bapa tahu semua kondisi kita. Kadang Dia datang saat kita sakit, saat kita ditagih hutang, dll. Tuhan ingin duduk, dan tatap mata kita dan berkata: "tidakkah kamu tahu bahwa kamu anakKu? Dan semua yang Aku miliki, juga milikmu".

Kita jadi anak Bapa karena Tuhan yang pilih kita
Kasih Bapa yang agresif itu ingin menarik hidup kita menuju level yang Tuhan inginkan: menikmati berkat dan karunia Tuhan.

Banyak orang yang berbalik, menjauh, kecewa, pahit, dan lari dari Tuhan. Tapi hari ini biarkan kasih yang agresif dari Bapa itu berlari pada kita, memeluk erat dan mencium kita dengan cintaNya, karena Dia Tuhan yang mau pelihara hidup kita. 2000 tahun lalu Bapa beri Yesus pada kita, supaya kita juga jadi anakNya. Jangan isi kehidupan hanya dengan semua upaya kita.

Tuhan dengan berbagai cara berkali-kali mengunjungi kita, mengetuk pintu hidup kita. Saat kita membuka hati kita, Tuhan akan menyatakan diriNya sebagai Bapa yang mencintai kita.

Kesaksian dari Thailand
Sawat dihukum. Seminggu sebelum bebas dia kirim surat ke ayahnya: apakah masih mau menerimanya atau tidak. Dia merasa jahat, tidak ada masa depan, dan hidupnya sudah kacau.
Jika ayahnya masih mau menerimanya, Sawat minta ayahnya gantungkan 1 pakaian di pohon besar di depan rumahnya, sehingga dia bisa melihatnya dari jauh.
Jika ayahnya tidak mau menerimanya, Sawat juga tidak akan menyalahkan ayahnya.

Saat mendekati rumahnya, Sawat melihat: semua pakaian ayahnya digantung di pohon itu. Sawat tersungkur dan terharu. Si bapa mau berkata: hari yang bapa itu rindukan adalah saat anaknya balik ke bapanya.

Yesus mati dan bangkit bagi kita, supaya kita diselamatkan. Mari kembali pada Bapa, dan biarkan Bapa pelihara kita.


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064

Tuesday, February 9, 2016

Burning with the Spirit – Hengky Kusworo – Minggu, 07 Februari 2016

Minggu, 07 Februari 2016
Burning with the Spirit
Hengky Kusworo

Do not quench the Spirit (1Tes 5: 19, NKJV)

Artinya roh kita bisa padam. Ada 3 hal yang menyebabkan roh padam.

1. "dipadamkan" berarti
tertindas (2 Ptr 2: 7-10)

tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, (2Ptr 2: 7)
. sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa (2Ptr 2: 8b)

Jika kita terus menerus melihat yang najis, maka roh kita tertindas, ujungnya kita ikut mengijinkan. Jika roh kita tertindas, maka lama-lama akan padam.

Bahaya tentang sesuatu yang diulang: akan masuk ke bawah sadar.

Kisah seorang hamba Tuhan
Pendeta ini punya 2 anak, keduanya bersekolah di sekolah Kristen. Saat masuk, 85% tidak setuju dengan homoseksual. Tapi ada kegiatan, dipertontonkan film, seperti brainwash, selama 2 jam. Ujungnya setelah acara 95% anak jadi bisa menerima homoseksual.

Akibat tertindas jiwa dan batinnya, ujungnya Lot incest dengan anaknya

Yusuf setiap hari dibujuk istri Potifar. Di titik dia tidak bisa mengatasi, dia lari keluar. Sayangnya banyak anak Tuhan tidak bisa, bahkan tidak mau lari dari godaan. Fenomena saat ini: 85% anak hari ini dididik oleh media.

Contoh bahaya pengulangan:
Seorang pencuri dimasukkan di sel teroris. Semula menolak. Tapi 3 bulan kemudian jadi pesuruh dari si teroris.

ada saatnya kita harus keluar dari situasi yang menekan supaya roh kita tidak padam.

2. "dipadamkan" juga berarti:
ditundukkan (Hk 16: 4-5, 16, 19-20)

Simson jatuh cinta dan terus bermain-main dengan kelemahan: Delilah (artinya lemah /
febel)

Seperti yang sudah- sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas. " Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia. (Hk 16: 20b)

Simson tahu saat dia kuat dan diurapi. Orang lain juga tahu. Tapi saat Roh Allah meninggalkan dia, Simson maupun orang lain tidak tahu. Simson harus bayar dengan nyawa, kehilangan kedua mata, tapi tidak mencapai destiny-nya.

Dosa perjinahan, jika kita minta ampun, Tuhan akan langsung ampuni. Tapi konsekuensinya terus berjalan (ps. Edwin Lewis Cole)

Contoh:
Daud berjinah, lalu bertobat. Tapi anak-anak Daud kena konsekuensinya.

Manusia punya kelemahan, tapi jadi murid Tuhan harus sangkal diri dan pikul salib. Tapi berita ini di masa sekarang tidak disukai. Orang lebih suka berita anugerah, setelah berbuat dosa lalu bertobat.

Kekuatan yang besar, pengurapan yang tak terkalahkan, bisa ditundukkan dengan kelemahan

Hidup kita tidak bisa bermain-main seperti Simson: walau berdosa, tapi pengurapan Tuhan masih bekerja dengan kuat.

Kesaksian
Rombongan ziarah menyeberangi danau Galilea. Tanpa alat musik, p Hengky memimpin penyembahan di kapal. Hadirat Tuhan menjamah semua peserta, hadiratNya sangat nyata.

Saat roh kita disentuh oleh Tuhan, semua akan berbeda. Tapi jika roh kita dicemari oleh yang najis dan kotor, maka kita akan seperti Lot yang tersiksa jiwanya, dan ujungnya melahirkan bangsa Moab dan Amon.

Kisah Jeremy Lin
Jeremy tidak setinggi orang Amerika, tapi punya impian tinggi: jadi pemain basket dunia. Di Amerika dia ditindas dan dihina. Jeremy sudah lahir baru, cinta Tuhan, rajin ke gereja, kuliah di Harvard.
Banyak pemain basket lain berusaha mencederai spirit-nya, tapi semua selalu dihadapkan ke Tuhan.
Di awal tidak ada yang mau menggaji Jeremy. Setelah ditolak banyak tim, akhirnya karena kasihan ada pelatih yang menerimanya, tapi selama 1 tahun hanya duduk di bangku cadangan. Ini membuat frustasi, tapi Jeremy ingat firman Tuhan: segala sesuatu dapat ditanggung karena Kristus.
Saat pertama main, ternyata buruk: banyak turnover, shoot meleset, dll.

Suatu hari playmaker tim kena cedera engkel di tengah permainan. Karena pemain habis, terpaksa pelatih memainkan Jeremy. Hari itu dia cetak 39 poin, dan mencetak rekor NBA, sebagai
rookie (pemain pemula) yang mencetak poin terbanyak. Selanjutnya 9 pertandingan Jeremy terus dimainkan, dan tampil cemerlang.

Tidak ada kemuliaan tanpa bayar harga, tak ada mahkota tanpa duri (Jeremy Lin)

3. "dipadamkan" juga berarti:
mendiamkan

Jika Roh Kudus didiamkan, tidak pernah diajak bicara, walau tidak pernah lakukan dosa besar, ujungnya roh akan padam.

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala- nyala dan layanilah Tuhan (Rm 12: 11)

Roh yang menyala-nyala: dikobarkan dengan api, seperti air yang mendidih.
Orang yang diam dan tenang terhadap Roh Kudus, mengijinkan kepahitan masuk, maka hatinya akan jadi hitam.

Kis 8: 21-23
sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan (Kis 8: 23)



Kain membunuh adiknya karena marah: iri karena adiknya lebih baik, akhirnya membunuh.
Saul tidak pernah berjinah, tapi dia marah karena iri pada Daud.

Hati kita tidak lurus jika kita ijinkan iri hati dan marah. Kita bisa terlihat lurus di hadapan manusia, tapi belum tentu lurus di hadapan Allah. Jika hati kita pahit, kita akan terjerat kejahatan, jadi seperti empedu: pahit.

Supaya hati tidak hitam:
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. (Rm 12: 11)

Kita akan menyala-nyala jika hati kita dijamah Tuhan. Jika di dalam kita panas, yang hitam tidak akan menguasai. Jagai hati kita dengan segala kewaspadaan, jangan biarkan kebencian-kemarahan-iri hati mencemari hati kita. Jangan biarkan hati kita suam atau dingin.

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Ams 4: 23)

Kisah Manny Pacquiao (Pacman)
Pacman cinta Tuhan, dan dengar suara Tuhan. Di awal hidupnya sangat miskin. Suatu hari Pacman minggat dan menggelandang. Dia marah pada ayahnya, karena memasak anjing kesayangannya.
Di usia 14 tahun Pacman didatangi 2 malaikat. Sejak hari itu hidupnya membaik, dan kesukaaannya membaca Alkitab.

Saat di-wawancara oleh Rick Warren, Pacman mampu mengucapkan 60 pasal di luar kepala. Dan Pacman memberi quote:

Percaya dan kuasa doa saja tidak cukup, kita harus jadi pelaku Firman

Tujuan hidup Pacman bukan petinju, tapi memberitakan Yesus bagi semua orang. Roh Pacman tidak bisa dipadamkan oleh dunia dan kekayaan. Dia tetap bakar rohnya dengan membaca Alkitab.

Kesaksian
Dalam pesawat, seorang ayah berusaha menenangkan anaknya yang rewel. Selama 20 menit gagal, lalu capek dan tertidur. Setelah ayahnya menyerah, mamanya ganti mengangkat anaknya, menempelkan hidung ke anaknya, digoyang-goyang sebentar, lalu anak itu tidur.
Beda si ayah dan ibu: sentuhan. Si ayah tidak menyentuh si anak, sementara si ibu selalu bersentuhan dengan si anak.

Jika hidup kita tidak pernah disentuh Tuhan, akan kering, hitam. Hati dan hidup kita harus disentuh dengan api Tuhan terus-menerus, maka roh kita tidak akan pernah padam.

P Hengky pergi ke bekas tempat Ruang Maha Kudus. Sekitar 15 menit p Hengky diam dan merasakan hadirat Tuhan.

Kita harus ke gereja, masuk dalam hadirat Tuhan, sehingga bersentuhan dengan api Roh Kudus, yang membuat hati kita tidak dingin

Pesan P Agung (dari Philadelphia, USA)
Setiap kali seorang presiden membubuhkan tanda tangan, itu tanda persetujuannya. Artinya dia ikut bertanggung-jawab akan apa yang terjadi.

Ilustrasi cara menangkap kera
Ada kelapa yang lubangnya hanya se-tangan kera, lalu diisi kacang. Saat kera mencium bau kacang dan menggenggamnya, maka dia terperangkap.

Setiap yang kita lakukan ada tanggung-jawabnya. Jika semua kita lakukan tanpa motif pribadi, maka kita akan jadi orang yang merdeka, bertindak dengan bertanggung jawab, tidak bisa diperangkap jebakan iblis. Sebaliknya jika ada motif pribadi, kita akan seperti monyet yang terperangkap.

Tangan kita harus tetap terbuka untuk menolong orang lain dan menyembah Tuhan, bukan menggenggam sesuatu yang daging kita inginkan


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064

Wednesday, February 3, 2016

Pelita di Hadapan Tuhan – Petrus Agung – Minggu, 31 Januari 2016

Minggu, 31 Januari 2016
Pelita di Hadapan Tuhan
Petrus Agung

Tuhan tetapkan bahwa kerajaan Israel harus dibagi 2, karena Salomo tidak seperti Daud. Dua suku ikut Rehabeam yang merupakan keturunan Daud, sementara 10 suku lain ikut Yerobeam. Tuhan juga berjanji kepada Yerobeam untuk menjadikan keluarganya seperti Daud, keturunannya akan ada di hadapan Tuhan dan memerintah turun-temurun.

Pernyataan bahwa "selalu ada keturunan Daud yang menduduki tahta" digenapi Tuhan hingga masa kini: raja-raja kerajaan Inggris masih keturunan Daud

And to his son I will give one tribe, that My servant David may always have a lamp before Me in Jerusalem, the city which I have chosen for Myself, to put My name there. (1 Raj 11: 36, NKJV)

Istilah yang digunakan untuk kata "keturunan" adalah pelita.

Di hadapan Tuhan, keturunan kita adalah seperti pelita.

Daud semakin tua, tapi harus menghadapi beberapa raksasa. Daud lupa bahwa usianya menua, dan dalam pertempuran itu Daud hampir mati, tapi ditolong jenderal-jenderalnya.

But Abishai the son of Zeruiah came to his aid, and struck the Philistine and killed him. Then the men of David swore to him, saying, "You shall go out no more with us to battle, lest you quench the lamp of Israel. " (2 Sam 21: 17, NKJV)

Frase "keturunan Israel" juga diterjemahkan sebagai "pelita Israel". Dalam perikop ini yang dikatakan sebagai pelita adalah Daud sendiri. Jika Daud adalah pelita di hadapan Tuhan, maka anak keturunan Daud seharusnya juga jadi pelita di hadapan Tuhan.

Jika orang tua adalah pelita di hadapan Tuhan, maka keturunan kita seharusnya juga jadi pelita di hadapan Tuhan.

Warisan rohani dari orang tua jasmani dan rohani itu nyata. Kita perlu mewarisi semua yang terbaik yang Tuhan berikan sejak Abraham hingga Tuhan Yesus, karena kita masuk pohon keluarga Yesus.

Jika kita lakukan segala sesuatu dengan benar di hadapan Tuhan, maka berkat yang didapat bukan hanya untuk kita, tapi untuk keturunan kita.

P Agung ingin ada anak-anak yang sejak kecil mengenal Tuhan, dan mengerti bagaimana melayani dan bekerja bagi Tuhan. Sehingga Roh Tuhan di dalam anak-anak itu yang menuntun mereka pada destiny mereka. Teknologi masa kini sangat maju, dan anak-anak mampu menguasainya, sementara orang tuanya gaptek. Hanya jika hati mereka dibawa ke Tuhan, dan mereka akan jadi orang yang memuliakan Tuhan seumur hidupnya.

Pengenalan akan Tuhan bisa diwariskan pada generasi berikutnya

Kesaksian tentang warisan rohani
2 minggu lalu p Agung menghadiri ayah bu Ribka (p Thomas) yang ultah ke-80. P Thomas punya warisan yang luar biasa.
Sejak tahun 80an, p Thomas selalu berkata:
"orang Indonesia bisa kenal Tuhan Yesus karena ada orang barat/ asing mengabarkan Firman kebenaran kepada bangsa kita, sehingga banyak orang kenal Tuhan Yesus. Maka kita berhutang pada bangsa-bangsa lain. Sekarang adalah waktu Indonesia memberkati bangsa-bangsa lain."

Karena kondisi Indonesia saat itu buruk, pernyataan ini ditertawakan banyak orang. Tapi p Thomas terus menyampaikan hal ini dengan berani, dan terus mengerjakannya sendiri.

Suatu hari ada beberapa pendeta coba mengikuti misi penginjilan p Thomas, tapi hanya 1 kali ikut, lalu kapok karena model pelayanannya menakutkan.
Dalam salah satu misinya, p Thomas menginjil seluruh penumpang angkot. Saat ada orang gila di jalan, beliau turun dari angkot, menginjili orang gila itu , memotong rambut dan kukunya.

Bu Aning rumah shalom dan p Victor pernah mengikuti pelayanan p Thomas. Mereka mendapat warisan dari p Thomas. Saat ini bu Aning banyak melayani orang miskin, sementara p Victor banyak bergerak di misi.

Tahun 1991 JKI baru mulai sebagai gereja. P Thomas di tahun itu juga merintis gereja. Bu Ribka membantu p Agung. Ada hamba Tuhan lain menegur bu Ribka: mengapa tidak bantu ayahnya? Tapi saat mendengar itu, p Thomas memerintahkan anaknya untuk tetap membantu p Agung. Sikap ini sebuah jiwa besar dan sikap yang sangat langka. Setelah sekian tahun berlalu, ternyata ini investasi p Thomas. Hari ini JKI sudah pergi hampir ke seluruh dunia. Ini juga dari benih yang ditanam p Thomas.

Ilustrasi cara berfikir:
Padi normalnya tidak bisa tumbuh di padang gurun atau daerah bersalju. Supaya menghasilkan, benih itu seharusnya dititipkan pada seseorang yang punya tanah yang subur.

Arahkan anak-anak ikut kebaktian sekolah minggu, sehingga warisan rohani dari gereja juga masuk ke hidup anak-anak.

Salah satu cara penginjilan p Thomas
Anak buahnya diminta mengamen. Jika yang pemilik rumah keluar, orang itu diinjili di depan rumahnya. Setelah 5-6 rumah, baru mereka makan dari hasil mengamen.
Pada Maret 2016 sekolah HOMs yang dikepalai bu Ribka akan buat sekolah untuk pengamen. Bu Ribka menerima warisan dari ayahnya.

Contoh warisan rohani
Ishak mau berikan hak kesulungan pada Esau karena sayang. Yakub tidak bisa ambil hak ini begitu saja karena ada jarak hubungan (gab) dengan ayahnya. Maka Yakub harus menyamar sebagai Esau.

Warisan rohani hanya bisa diterima saat ada relationship antara yang mewarisi dengan yang mewariskan. Jika hubungan terputus atau terganggu, maka warisan itu terhenti.

P Agung punya 3 anak, masing-masing mewarisi dari p Agung, tapi kadar kekuatannya berbeda-beda. Anak pertama kemampuan kepemimpinan (leadership) jauh lebih detil, jauh lebih hebat dari p Agung.
Anak kedua favor nya ajaib, artinya seharusnya tidak bisa, tapi dia menikmatinya.

Dalam sepanjang sejarah gereja, gereja yang dimulai dengan hati yang berontak-pahit-marah-permusuhan, tidak pernah jadi besar. Karena jika hal itu diwariskan, seperti minum sesuatu yang beracun. Apsintus adalah roh kepahitan, jika ada di hati akan menyebabkan semua yang dikatakan pahit. Kepahitan seperti sianida rohani: mematikan rohani dalam waktu singkat.

Jika kita melayani sebagai hamba Tuhan, tapi anak-anak kita tidak tertarik ikut pelayanan, maka ada sesuatu yang salah dengan keluarga itu, walaupun kelihatannya baik. Anak-anak hamba Tuhan yang tidak mau terlibat pelayanan karena ada kepahitan. Mungkin ada tindakan atau perkataan orang tua di rumah yang menyakiti hati anak-anak.

Jika kita melayani Tuhan dengan antusias, semua anak akan ingin ikut melayani Tuhan.

Anak ke-3 p Agung mewarisi hal spiritual, yaitu kepekaan mendengar suara Tuhan.

Akar untuk menyelesaikan banyak hal: mendengar suara Tuhan, bukan emosi atau pikiran kita
Suara Tuhan harus jadi hal yang terpenting dalam hidup kita.

Kesaksian mendengar suara Tuhan
P Agung akan ujian, dan siapkan 1 bolpen. Saat akan masuk kampus, ada suara: beli isi bolpen baru. Awalnya p Agung tertawa dan mengacuhkan karena bolpennya baru. Tapi karena suara itu berkata lagi, maka p Agung membeli isi bolpen. Di tengah-tengah ujian tiba-tiba bolpen macet, dan terpaksa p Agung mengganti dengan isi bolpen yang baru. Hari itu Tuhan selamatkan p Agung dari kepanikan yang tidak perlu.

Kesaksian mendengar suara Tuhan
P Agung diajak makan p Adi. Saat keluar rumah mengenakan T-shirt dan sandal, ada suara berkata: pakai sepatu dan baju resmi. Ternyata sesampai di tempat p Adi, beliau bawa Alkitab, dan ternyata harus melayani kebaktian tutup peti lebih dulu sebelum pergi makan.

Kemampuan mendengar suara Tuhan bisa di-transferkan, bisa didoakan oleh yang memiliki kepada yang belum memiliki.

Jika kita punya anak-anak yang mendengar suara Tuhan, sebelum kita alami sesuatu, Tuhan bisa gerakkan anak-anak untuk mendoakan kita, sehingga ada intervensi Tuhan dalam hidup kita.

Sharing Hadasha – mendengar suara Tuhan
Di buku Benny Hinn ada pernyataan: setiap kita bisa mendengar suara Tuhan, tapi dimulai dengan lembut, kecil dan berbisik. Seringkali itu tidak terdengar karena kalah dengan keinginan, kebisingan di pikiran kita, dan pendapat pribadi kita. Kita sendirilah yang menghalangi mendengar diri kita mendengar suara Tuhan.

Shasha nyaman jika berada di kamar doa papinya. suatu pagi Shasha masuk ke kamar doa, lalu ditanya p Agung "apakah mau dengar suara Tuhan". P Agung minta Shasha duduk diam dan mendengarkan. Perkataan Tuhan yang pertama didengar: "Sha, tidur". Ini disampaikan ke p Agung, lalu p Agung minta Shasha ikuti itu dan pergi tidur. Ini adalah awalnya. Saat itu Shasha kelas 3 SD.
Sampai hari ini Shasha belajar mendengar suara Tuhan, juga belajar membedakan antara suara hati sendiri dengan suara Tuhan.

Semua suara Tuhan ujungnya adalah berkat.

Shasha bertemu Tuhan secara fisik untuk pertama kali di HS junior. Saat itu kebaktian biasa. Tiba-tiba hadirat begitu kuat, Shasha bersujut, lalu muncul sosok Tuhan menghampiri, dan Shasha jatuh cinta saat menatap mata Tuhan. Shasha menangis berjam-jam karena merasakan hadirat dan cinta Tuhan.

Untuk mendengar suara Tuhan, dan berjumpa dengan Tuhan, diperlukan ketenangan di dalam hati, dan ada penundukan diri.

Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064