Monday, April 11, 2016

Reaksi dan Respon – Kezia-Yoseph-Hadasha – Minggu, 20 Maret 2016

Minggu, 20 Maret 2016
Reaksi dan Respon
Kezia Samantha – Yoseph Samuel – Hadasha Gloria


Kezia Samantha
Hai saudara- saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata- kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. (Yak 1: 19-21)

Reaksi jemaat saat melihat video rekaman cuplikan pesan-pesan p Agung: rindu, sedih, marah, dll. Semua reaksi itu spontan keluar dari hidup kita, dan itu wajar. Tapi Firman berkata supaya kita tidak terburu-buru berkata-kata, mempertanyakan, memprotes, mengolok-olok, atau menghakimi, karena semuanya kedaulatan Tuhan.

Reaksi adalah sesuatu yang spontan keluar dari hati kita.

Kesaksian
Minggu sore p Agung panggil Kezia dan Erik untuk membersihkan suatu hadirat yang berbeda di kamar p Agung. Pesan p Agung: "papa berangkat dulu". Ternyata itu adalah pesan terakhirnya.
Saat pulang, pembantu tiba-tiba panggil Kezia, Erick dan Shasha, karena kondisi p Agung berbahaya. Reaksi Kezia saat melihat kondisi p Agung berkata "Tuhan tolong".

P Agung meninggal di tempat tidurnya. Setelah keluarga dan pastoral flashback, ternyata p Agung banyak berikan tanda-tanda, baik keluarga, atau jemaat.
P Agung ternyata juga sudah berpesan supaya di ultahnya (20 Maret) ketiga anaknya berbicara di mimbar. Bahkan Tuhan sudah siapkan pembicara untuk 1 minggu setelah kematian p Agung.

P Agung berada di mimbar untuk menyampaikan Firman dan pesan dari hati Tuhan. Bagi p Agung mimbar bukan tempat curhat atau berkeluh-kesah. Saat bu Yusak meninggal, p Agung juga tidak menceritakan perasaannya. Maka anak-anak p Agung sepakat untuk tidak menyampaikan perasaan pribadi, tapi yang dari hati Tuhan.
Dalam 2 minggu terakhir p Agung banyak sekali beri wejangan ke anak-anaknya. Senin 7 Maret, p Agung beri nasehat ke Kezia dan Shasha tentang reaksi dan respon.

Saat manusia menghadapi masalah, ada 2 hal keluar dari hidup kita: reaksi dan respon. Seringkali reaksi yang keluar adalah reaksi yang salah. Saat kemarahan menguasai, kita akan keluarkan perkataan yang salah, kemudian melakukan tindakan yang salah.

Reaksi kita menentukan masa depan kita.
Reaksi terbaik: diam. Jangan langsung bertindak, jangan langsung mengatakan sesuatu.

1Sam 18: 6-10
Saul dipilih jadi raja, tapi bereaksi salah hanya karena mendengar perkataan para wanita. Begitu ber-reaksi yang salah, roh jahat masuk di hidup Saul, dan Tuhan tidak pernah lagi mempercayakan apapun pada Saul.

Jangan takut kehilangan Petrus Agung, tapi takutlah kehilangan Tuhan. Takutlah jika saat ibadah tidak ada hadirat Tuhan.

Apapun yang terjadi, jangan kata-katain orang di PP (status,
profil picture), jangan ada yang jahat keluar dari hidup kita, belajar diam. Karena begitu marah, kita tidak bisa berfikir jernih, dan hati tidak bisa menangkap yang dari Tuhan.

Yosep Samuel
Kesaksian
Yosep pernah bereaksi salah. 10 tahun lalu Yosep menemani p Agung makan malam dengan tamu. Tiba-tiba tukang parkir memintanya pindah, Yosep marah kepada tukang parkir di hadapan p Agung dan tamu. P Agung hanya diam, dan terlihat kecewa.

P Agung berkata kepada Yosef: kamu harus punya
cool spirit, harus tahu levelmu, dengan siapa kamu berbicara dan bertengkar. Yosef membantah, dan menganggap p Agung membela tukang parkir, bukan anaknya. P Agung tetap tenang, dan berkata bahwa dia tidak mungkin ber-reaksi seperti yang Yosep minta karena p Agung adalah hamba Tuhan, dan panggilannya raja.

Yosef bertobat, dan belajar mengontrol diri. Tuhan mau kita semua punya penguasaan diri, cool spirit.

Hadasha Gloria
Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: " Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu. (Yes 30: 15a)

Kesaksian
Shasha harus tulis artikel buat sebuah artikel di majalah, tapi bingung akan menulis apa. Shasha bertanya pada p Agung, lalu P Agung jelaskan: saat ada sesuatu yang berat, ada pilihan: reaksi atau respon. Reaksi langsung keluar begitu saja, respon keluar setelah lebih dulu diolah dan dipertimbangkan.

Reaksi keluar tanpa berfikir. Respon keluar setelah ada proses: diam, renungkan, tanya Tuhan, baru kemudian melakukan sesuatu.

Contoh perbedaan antara reaksi dan respon
Ada wanita-wanita eksekutif di sebuah kafe. Lalu ada 1 cicak kecil jatuh di meja. Terjadi kehebohan, ada yang teriak-teriak, ada yang keluar tanpa bayar. Seseorang pelayan wanita dengan tenang datang dengan tissue, mengambil cicak dan membuangnya, maka masalah selesai.

Reaksi yang salah bisa membuat masalah lebih parah, dan tidak menyelesaikan masalah. Tapi saat kita me-respon dengan benar, akan menyelesaikan masalah dengan efektif dan cepat, membuat semua yang salah bisa diselesaikan.

Kesaksian
P Agung ajak Shasha khotbah duet. Reaksi Shasha panik dan merasa tidak mampu. P Agung berkata bahwa ini jalan tercepat Shasha untuk mencapai destiny-nya. Sampai saat ini, saat berkhotbah, Shasha merasa p Agung ada di belakangnya dan meyakinkan bahwa dia bisa.

Shasha dekat dengan papanya karena kurang feminim. Jika dekat maminya harus pakai rok, pakai bando, pakai make up dll. Jika ibunya memaksa, p Agung membela dengan berkata bahwa Shasha sudah cantik apa adanya.

Pesan p Agung ke Shasha:
Jika kita difitnah dan dimaki-maki orang: diam, jangan balas, jangan ber-reaksi yang salah, serahkan semua ke Tuhan, ber-respon seperti yang Tuhan mau, maka kita akan melihat pembelaan Tuhan.

Shasha lihat p Agung lakukan hal sama saat difitnah orang: diam, hadapkan ke Tuhan. Maka pembelaan akan datang dari Tuhan, di waktu yang sempurna, dengan cara di luar pikiran manusia.

Manusia sering tidak sabar, terlalu cerewet kepada Tuhan. Padahal Tuhan sudah menata hidup kita. Jika itu bisa kita tangkap dan pelajari, akan ada yang luar biasa.

Yusuf difitnah saudara-saudaranya, bahkan dijual. Yusuf tetap diam. Bahkan saat digoda istri Potifar, Yusuf diam dan tidak menyebarkan aib istri Potifar. Saat juru minuman lupa akan Yusuf, Yusuf tetap diam. Inilah yang membuat Yusuf naik tinggi.
Saat masa kesesakan tiba, Firaun perlu Yusuf untuk membantunya. Firaun sejak kecil dididik jadi raja, tapi mudah marah, sementara Yusuf sangat tenang menghadapi segala sesuatu.

Menurut psikologi: Orang yang gampang emosi tidak bisa menggunakan akal sehat, ujungnya jadi parah dan malah mengacaukan semuanya. Emosi membuat kita tidak bisa mendengar suara Tuhan. Saat tenang, kita bisa dengar suara Tuhan, dan masalah bisa selesai dengan baik
.

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. (Ams 16: 32)

Ketika kita bisa menguasai diri, membiarkan Roh Kudus masuk dan menguasai kita, kita akan bisa menguasai kota, bahkan dunia, karena karakter Kristus masuk dalam hidup kita.

Contoh kasus: butuh uang, lalu pasang status + no rekening. Ini salah, seharusnya hadapkan masalah itu ke Tuhan, minta tolong ke Tuhan.

P Agung sudah tidak ada, saat berada di puncak destiny-nya. Jangan bersedih, mari lanjutkan visi-visi Tuhan: memuliakan Tuhan, memenangkan milyaran jiwa bagi Tuhan.

Mari bangkit, menyelesaikan visi Tuhan di hidup kita, jalan dengan Tuhan, dan tidak berhenti.

Jika hati kita percaya pada Tuhan, akan ada ketenangan, damai sejahtera turun dalam hidup kita. Untuk ber-respon dengan benar, ketenangan harus ada di hati kita. Dalam hati yang percaya tidak ada kegelisahan. Tidak akan ada pertanyaan di hati tentang pertolongan Tuhan, karena kita tahu Tuhan pasti menolong kita.

Hengky Kusworo
Reaksi salah dari Saul membuat dia kehilangan kerajaan.
Respon benar dari Yusuf membuat dia jadi penguasa Mesir.

Jika ada reaksi yang salah, hadapkan ke Tuhan, minta ampun, supaya kita dipulihkan.

Ziklag dibakar hanya 3 hari sebelum Daud naik tahta. Daud tidak bereaksi salah, tapi menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, dan menghadap Tuhan. Respon yang benar membuat Daud jadi raja.

dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." (Yes 30: 15b)

Terima warisan p Agung:
Hati yang tenang dan teduh, menguasai diri, roh pengertian yang kuat, mampu me-respon dengan benar, ada penguasaan diri, menghadapkan semuanya pada Tuhan.

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, 085 727 868 064

Thursday, April 7, 2016

Relationship – Hengky Kusworo – Minggu, 03 April 2016

Minggu, 03 April 2016
Relationship
Hengky Kusworo

Firman Tuhan adalah Anggur yang Manis – Tina Astari
Bil 13: 23
Eskol artinya segugus buah anggur. Secara kesehatan buah anggur anti oksidannya tinggi, makin gelap warnanya makin bagus.

2Taw 11: 11 – ada persediaan anggur bagi tentara. Anggur juga punya kadar gula yang tinggi, sehingga digunakan sebagai makanan cadangan tentara. Kita adalah pasukan Allah, maka harus ada persediaan anggur dalam hidup kita.

Yoh 15: 1 – pokok anggur adalah Yesus sendiri.

Saat anggur diperas, rasanya kadang manis atau masam, tergantung bagaimana kita mengecapnya. Jika terasa manis, kita ingin mengecap lagi. Jika masam kita tidak mau mengecapnya lagi.
Firman Tuhan yang manis membuat kita ketagihan dan ingin lagi dan lagi. Tapi jika kita tidak mendapatkan sesuatu, maka Firman yang kita dengar tidak berarti.
Siapapun yang menyampaikan Firman, seringkali Tuhan berbicara melaluinya, dan setiap orang bisa dapatnya berbeda-beda. Setiap ada Firman, minta Tuhan bukakan satu kata yang khusus untuk kita, maka kita akan dapat sesuatu yang berarti dan mengubah hidup kita.

Firman di gereja hanya 1x seminggu, 6 hari yang lain kita harus sendiri dengan Tuhan. Jika kita mendapat rhema Tuhan, maka itu akan memberi kekuatan selama seminggu, hidup kita akan dibangun setiap hari.


Relationship – Hengky Kusworo
KeKristenan bukan bicara tentang aturan demi aturan, tapi bicara tentang hubungan (relationship) dan cinta kita kepada Tuhan.

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." (Mat 22: 37-40)

Yoab adalah jendral yang pandai berperang, sangat pandai strategis, sangat protokoler, tapi ujungnya buruk, kehilangan semuanya.

Yang penting bukan awalnya, tapi bagaimana kita bisa mengakhiri dengan kuat (finish strong) dengan Tuhan.

2Sam 3: 23-29 – Panglima yang setia, tapi dikutuk oleh raja Daud.

1. Yoab tidak pernah sembuh dari lukanya.
Daud sedang ber-rekonsiliasi dengan Daud, karena Abner adalah bekas panglima Saul. Tapi Yoab tidak bisa ampuni Abner, karena punya perang pribadi: Abner membunuh Asael, adik Yoab.

Saat orang tidak terima kita, atau tidak terima pendapat kita, jangan terluka dan menyimpan luka.

Ada orang-orang yang berusaha membuktikan sesuatu, tapi akarnya karena luka di hati, merasa tidak diterima. Ini adalah perang pribadi.

Kutipan dari renungan harian
Saul adalah raja yang luka. Saat ingin mendapat kepercayaan rakyat, tapi justru kehilangan kepercayaan Tuhan.
  • Saat menyelamatkan Agag, justru mahkotanya dilepas oleh Tuhan.
  • Saat menang dan harusnya menjarah dengan kuat, justru memerintahkan rakyatnya berpuasa.
  • Menarik jubah Samuel, justru robek.

Luka membuat kita tidak bisa maksimal, bahkan tidak bisa normal, dan akan jadi letih.

Tidak selamanya orang setuju dan meng-iyakan kita. Jika hal ini terjadi, jangan terluka.

2. Yoab cinta perbuatan Daud, tapi tidak tahu beban hatinya

"And I am weak today, though anointed king; and these men, the sons of Zeruiah, are too harsh for me. The LORD shall repay the evildoer according to his wickedness. " (2Sam 3: 39, NKJV)

Hidup Yoab penuh kekerasan dan protokuler, akibatnya tidak kenal hati Daud, tidak cinta pada Daud.

2Sam 11 : 23-25 – Yoab melakukan perintah Daud untuk mengorbankan Uria dengan kemarahan, karena melihat ketidakbenaran.

2Sam 12: 27-29 – Yoab orang yang protokuler. Kota Raba sudah dikalahkan Yoab, lalu mempersilahkan Daud yang merebut kota, supaya yang terkenal adalah nama Daud, dan bukan Yoab.

Satu-satunya panglima yang menerobos gorong-gorong Yerusalem adalah Yoab, sehingga Yerusalem ditaklukkan.

Jika kita tidak diterima, pendapat kita tidak dianggap, jangan terluka.

2Sam 24: 1-4 – Yoab terpaksa mengikuti perintah Daud untuk melakukan sensus. Yoab peka dan mengerti. Yoab mengabdi pada Daud, tapi luka dalam dirinya tak pernah sembuh.

KeKristenan bukan hanya protokuler, peraturan, tapi ujungnya kasih antara Tuhan dan manusia.

Jika Tuhan mementingkan protokuler, maka tidak mungkin saat si bungsu pulang lalu bapa membuatkan pesta.

2Sam 19: 5-7
Daud minta supaya Absalom tidak dibunuh. Tapi saat rambut Absalom tersangkut di pohon, dan tidak ada yang berani menangkapnya, Yoab justru menikam Absalom.
Daud berduka, dan Yoab marah pada respon Daud. Ini karena Yoab tidak kenal hati Daud.

1Raj 2: 5-6 – Di akhir hidupnya Daud minta Salomo tidak melupakan untuk menyingkirkan Yoab.

Setelah Daud tua, protokulernya berkata bahwa anak tertua yang jadi pengganti. Maka Yoab berpihak pada Adonia. Ternyata Daud memilih Salomo sebagai penerusnya.

Yoab hanya cinta perbuatan Tuhan dalam hidup Daud, kemenangan-kemenangan Daud, pada destiny dan visi-visi Daud. Tapi Yoab tidak pernah mengerti kerinduan, beban hati, dan kedalaman hati Daud. Yoab tidak pernah cinta pada Daud.

Kesaksian
Ps Kong Hee dinyatakan bersalah secara hukum. Gereja goncang, dan banyak jemaat yang keluar.
Seseorang berkata bahwa dia tahu beban ps Kong: mengenalkan Kristus ke seluruh Asia, jadi gereja pemenang jiwa (
soul winning church). Tapi ps Kong berkata bahwa semua itu bukan beban, tapi perbuata-perbuatan dan visi-visinya.
Tapi beban ps Kong sebenarnya: anaknya di bully di sekolah karena kasusnya, istrinya dimaki-maki banyak orang Singapura. Di titik ter-rendah, sedikit orang yang mengerti bebannya.

Berbeda dengan Yoab, triwira tahu kerinduan hati Daud, kemudian mereka menembus barikade lawan hanya demi segelas air di sumur Betlehem.

Jemaat dan banyak orang di luar bersedih dengan meninggalnya p Agung. Saat pemakaman p Agung, banyak sopir taxi, ojek, dan banyak orang lain membantu mengantar pengunjung dengan gratis, bahkan sebagian besar belum kenal Tuhan Yesus. Semua karena mereka pernah menikmati kebaikan p Agung, sehingga mereka mengasihi p Agung. Ini semua bukan meng-kultuskan, tapi karena cinta.

Jawab Yesus: " Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firmanKu dan BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama- sama dengan dia. (Yoh 14: 23)

Orang yang menuruti Firman belum tentu mengasihi Yesus. Mengedepankan aturan adalah agama. Yesus membuat sebuah revolusi: keKristenan adalah tentang cinta: cinta pada Tuhan dan cinta pada sesama.

Jika kita cinta Tuhan, kita akan bisa menuruti Firman Tuhan. Tapi tanpa cinta, tidak mungkin seseorang berhasil menjalankan perintah-perintah Tuhan. Jatuh cinta memungkinkan semuanya. Saat kita cinta pada Tuhan, kita bisa katakan bahwa semua milik kita untuk Tuhan.

Apakah kita cinta perbuatan-perbuatan Tuhan di JKI: gereja besar, dapur umum, sekolah, visi-visi ke bangsa-bangsa; atau tahukah kita beban pribadi p Petrus Agung?

Dua juta bangsa Israel hanya melihat perbuatan-perbuatan Tuhan, tapi yang mengerti hati Tuhan hanya Musa. Akhirnya mereka tidak ada yang masuk tanah perjanjian kecuali Kaleb dan Yosua.

Kesaksian p Adi Sutanto
P Adi tidak suka anjing, istrinya suka anjing. Suatu kali istrinya minta anjing. Setelah beberapa waktu, istri p Adi minta anjing lagi sebagai teman untuk yang sudah ada. Sepasang anjing itu akhirnya beranak jadi 5.
Suatu kali p Adi dan istri berangkat pelayanan. Saat pulang, ke-7 anjing menyambut dan mengerumuni istri p Adi. Anjing tahu siapa yang mengasihi dia.

Cinta artinya: tahu bahwa kita adalah milik Tuhan seutuhnya. KeKristenan bukan aturan. Walau kita jago berperang, strategis, protokuler, skillfull, tapi jika tanpa kasih maka semuanya percuma.

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih (1Kor 13: 13)

Apakah jemaat bersama JKI hanya di saat pencapaian tertinggi? Tapi saat di titik terendah, apakah jemaat tetap bersama dengan JKI?

Pengumuman
Sabtu-minggu kebaktian dengan ps Kong Hee


Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, 085 727 868 064

Tuesday, April 5, 2016

Kebangkitan Besar – Pastoral JKI – Minggu, 27 Maret 2016

Minggu, 27 Maret 2016
Kebangkitan Besar
Pastoral JKI

Kezia Samantha
Mat 21: 9-15 – Lawatan saat Yesus hidup.
Lawatan adalah kegerakan yang membuat kegemparan, dan menghasilkan keajaiban yang bisa dilihat dan dirasakan secara langsung. Kelahiran, hidup, kematian, dan kebangkitan Yesus selalu diwarnai kegemparan. Hingga hari ini Tuhan masih membuat kegemparan.

Tuhan mau kita mengikuti contoh yang Tuhan lakukan dalam setiap lawatan kegerakan

Contoh:
Azusa street adalah jalan yang kecil, ada beberapa orang berdoa, lalu terjadi lawatan dan kegerakan. Kegerakan di Azusa terhenti saat uang habis.

P Agung selalu berkata kepada anak-anaknya: hidup harus seperti Yesus dan mengikuti Yesus. Kezia melihat bahwa P Agung menjalani apa yang dikatakannya, tidak pernah meninggalkan Yesus, tidak pernah marah pada Yesus, tidak pernah mempertanyakan apapun yang terjadi dengan gereja, keluarga, kesehatan, dll. Ini karena p Agung percaya bahwa semua ketetapan Tuhan pasti baik.

Tuhan adalah pembawa lawatan, maka kita juga harus membawa lawatan.

Kita semua milik Tuhan Yesus, maka ikuti apa yang Tuhan minta. Petrus Agung penuh keterbatasan, maka jangan ikuti Petrus Agung. Tapi Tuhan Yesus sempurna, maka ikuti contoh Tuhan Yesus.

Minggu ini ada 2 perayaan, yaitu Purim dan Paskah, dan Purim adalah pembalikan keadaan:
  • Yesus membalikkan keadaan dari kematian menjadi kebangkitan yang besar. Ester dibalikkan keadaannya dari orang biasa jadi ratu.
  • Yesus mengalahkan iblis. Ester mengalahkan orang-orang yang memusuhi bangsa Israel.

Mari tumbuh, bangkit, bergerak memberitakan Injil ke seluruh dunia, sesuai nama gereja Injil Kerajaan

Saat p Agung sakit jantung yang pertama kali, anak-anak menanyakan: apakah p Agung bisa mengurangi pelayanan, hanya ambil yang besar-besar saja. Jawaban p Agung: Tuhan Yesus tidak selalu mengadakan KKR, tapi juga sering bersentuhan dengan orang kecil. Jika kita mau diangkat Tuhan, kita harus selalu bersentuhan dengan yang dari bawah. Seringkali gereja yang di daerah jauh lebih memiliki kehausan akan Firman Tuhan. Waktu p Agung tidak banyak, maka dia mengejar supaya bisa menyelesaikan banyak hal.

Sepanjang hidup p Agung banyak kegemparan: membangun Holy Stadium, makan dengan Obama, bahkan dalam kematian. Semua jemaat juga harus mewarisi: bergerak cepat dan membawa lawatan di Indonesia, lebih cepat dari sebelumnya. Tongkat estafet tidak diberikan pada orang yang berlari dengan lambat, tapi yang berlari dengan lebih cepat.

Waktu kedatangan Tuhan tidak lama lagi, kita harus punya hati dan passion untuk lawatan. Ambil jiwa-jiwa yang terhilang. Kita tidak boleh sekedar duduk, tapi harus bangkit, lari, terbang, dan mencapai puncak destiny. Tuhan pegang kendali jika kita mengikuti Yesus, dan tidak mundur, menyelesaikan yang belum selesai.

Hadasha Gloria

Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. (Rm 6: 9)

Lawatan Wales dibawa oleh Evan Roberts, 2 juta orang bertobat. Karena dicemooh banyak orang sebagai sesat, Evan mulai ragu apakah yang dia dapat dari Tuhan atau dari jiwanya sendiri, lalu Evan jatuh sakit. Kemudian dia dibawa ke negara lain, dan lawatan terhenti.

Sejak muda Evan sensitif terhadap Roh Kudus, dan hapal banyak ayat Alkitab. Tapi saat cemooh datang, imannya mati. Seharusnya Evan tahu bahwa dia harus ikut Yesus. Tuhan menjawab: Evan tidak bisa bangkit karena tidak kenal Tuhan Yesus secara pribadi, tidak bisa membedakan yang mana suara Tuhan, dan mana yang bukan.

Saat Tuhan Yesus bangkit, maut tidak bisa berkuasa atasNya!

Kita mengikuti teladan Yesus, dan bangkit bersama Yesus. Setan sudah dikalahkan Tuhan Yesus 2000 tahun yang lalu, maka setan juga berada di bawah kaki kita, hingga kita selesaikan tugas sampai garis akhir.

Azusa street terhenti karena uang. Tapi kita sudah belajar bahwa uang mengikuti lawatan.

Kita tidak diciptakan untuk diam, pasif, atau terhenti. Tuhan sudah bayar semua dosa kita, dan ciptakan kita untuk jadi pembawa lawatan

Akan ada banyak orang di luar yang mencemooh JKI: akan habis dan mati. Perkataan ini sama seperti yang diucapkan banyak orang saat Yesus disalibkan. Setan merasa menang, bahwa Yesus sudah habis dan mati. Tapi saat Tuhan Yesus disalib, Dia juga dicemooh. Tapi di hari ke-3 Tuhan Yesus bangkit dan membalikkan semua keadaan.

Tidak ada lagi kesedihan, mari merapatkan barisan, sepakat dan unity, bertumbuh jadi ajaib, dan tak terhentikan, membawa lawatan ke seluruh dunia.

Victor Purnomo
Ada masa kosong selama ratusan tahun antara penulisan kitab Maleakhi dan Injil Matius. Di situ Yesus lahir dan membawa lawatan ke seluruh Israel. Yesus juga siapkan murid-muridNya untuk membawa yang lebih besar. P Agung sudah menanamkan benih, dan dia mengharapkan yang lebih besar segera terjadi.
Setelah kebangkitan, banyak hal yang harus dibereskan di dalam murid-muridNya. Demikian juga harus ada sesuatu yang dikerjakan dan dibereskan dalam hidup kita.

Luk 24: 1
Murid-murid memberi rempah-rempah yang terbaik untuk mayat Yesus. Yang menyedihkan Yesus: banyak murid tidak percaya bahwa Dia bangkit. Padahal selama hidupNya Yesus berkali-kali berkata bahwa Dia akan bangkit. Murid-murid membawa rempah-rempah, artinya mereka berharap hanya bertemu jasad Yesus. Memberi rempah-rempah adalah hal yang baik, tapi tidak benar, karena Yesus sudah bangkit.

Maka dalam 40 hari Yesus tunjukkan diri pada murid-muridNya, untuk mempersiapkan mereka membawa lawatan yang besar. Murid-murid dekat dengan Yesus, tapi tidak tahu hati Yesus yang paling dalam. Seringkali kita tidak kenal hati Tuhan, dan membuat Tuhan sedih.

Luk 24: 11
Murid-murid tidak percaya pada berita dari wanita-wanita yang melihat Yesus bangkit. Di dalam hati mereka: Yesus mati dan tidak mungkin bangkit. Pengajaran Yesus selama ini belum menembus hingga ke hati para murid, dan hanya berhenti di pikiran.

P Agung pernah berkata: saat berkhotbah, hanya 10% dari pendengar mengerjakan apa yang diajarkan. Sisanya hanya berkata khotbahnya bagus, tapi tidak melakukan.

Menyukai sebuah khotbah tidak pernah mengubah hidup kita sebelum kita melakukannya.
Saat dengar khotbah bagus: ambil rhema, dan mulai kerjakan.

P Victor dengar kesaksian p Agung tentang cara mendapat rumah. Kesaksian masuk di hati p Victor, dan saat mendapat rumah, itu dilakukan, dan rumah lunas dalam 1 1/2 tahun.

Kita bukan hanya pendengar, tapi pelaku-pelaku Firman.

Murid-murid tidak kenal dan tahu Tuhan karena ada selaput yang menutupi matanya. Saat Yesus membuka pikiran mereka, baru mereka mengerti bahwa Yesus bangkit.

Setelah pikiran terbuka dan mengerti, murid-murid tersebar dan membuat lawatan ke seluruh dunia.

Karena pikirannya sudah dibuka, 120 murid mengerti pesan Tuhan Yesus: untuk menunggu di loteng Yerusalem. Yesus janjikan seorang penolong, yaitu Roh Kudus, yang memberikan kuasa. Kuasa dari kata dunamos. Dunamos artinya sifat dan kuasa Tuhan yang melekat dalam hidup kita, dan menjadi sifat kita.

Tina Astari
Saat di salib, ada 2 orang disalibkan bersama Yesus, artinya di jaman itu penyaliban adalah hukuman yang umum. Beda antara Yesus dengan 2 orang yang lain: di dalam Yesus ada kasih kepada BapaNya dan kepada manusia.

Mat 27: 33-38

Mat 22: 37-40
Kasih adalah hukum yang terutama dan utama.

Tanpa kasih, tidak ada beda antara Yesus dan penjahat yang lain.

Inti dari kebangkitan besar adalah kasih. Yesus tidak akan bangkit jika di dalam diriNya tidak ada kasih, yaitu kasih kepada Allah Bapa, dan kasih kepada manusia.

Kebangkitan yang besar dimulai dengan hati yang penuh kasih kepada Tuhan dan kepada sesama.

Saat kematian p Agung, hati bu Tina dipulihkan Tuhan. Rasa cinta kepada p Agung pulih. Jika hari itu rasa cinta bu Tina tidak dipulihkan, bu Tina akan hidup dalam kemarahan, kepahitan, dan kekecewaan. Hari ini bu Tina hidup dengan kasih. Sebelum pemberangkatan jenasah bu Tina mendedikasikan lagi dirinya kepada Tuhan.

Saat lahir baru, bu Tina jadi sangat rajin baca Alkitab, rajin ke gereja. Hari-hari ini bu Tina merasa seperti saat lahir baru. Jadi kembali rajin membaca Alkitab, mendapat pengertian-pengertian baru.

Kelahiran baru tidak bisa disembunyikan, karena ada perbedaan yang sangat mencolok. Kelahiran baru membawa kasih turun dalam hidup kita: kasih pada Tuhan dan pada sesama. Kasih itulah yang membuat Yesus bangkit.

Kebangkitan sesungguhnya saat ada kasih dalam hidup kita.

Jangan simpan kepahitan, kejengkelan, dll, semua harus dibereskan. Biarkan kasih Yesus memenuhi hidup kita kembali.

Pesan bagi JKI Injil Kerajaan:
JKI harus bertumbuh kuat dalam pengenalan akan Yesus, mengenal Firman dengan solid, berdiri di atas Firman Tuhan. Penjangkauan jiwa dilakukan bukan karena perintah, tapi karena mengasihi jiwa-jiwa yang belum kenal Yesus. Tidak ada yang paling penting atau menonjol, semua bersama-sama bangkit dengan didasari kasih Kristus.


Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line 085 727 868 064