Monday, August 1, 2016

The New Beginning – Timotius Arifin – Minggu, 24 Juli 2016

Minggu, 24 Juli 2016
The New Beginning
Timotius Arifin

Pesan terakhir p Agung: gereja akan memasuki chapter yang baru (new chapter). Kata "new" bukan dari "neos", tapi dari kata "kainos", artinya sesuatu yang belum pernah ada. JKI IK pernah punya superstar, tapi ke depan akan ada super-team yang dibangkitkan. Kegerakan terakhir adalah kegerakan semua orang kudus (all saints movement), bukan beberapa orang pemimpin atau beberapa kelompok.

1Sam 25: 2-44
Ay 6 – Kata "selamat" dalam bahasa aslinya "shalom". Daud mengucapkan berkat kepada Nabal.

Dari mulut hamba Tuhan hanya boleh keluar berkat, tidak boleh keluar kutuk.

Untuk mencapai sesuatu dalam kehidupan, dulunya manusia mengandalkan IQ (
intelegency quotion), yaitu nilai-nilai akademis. Dalam 30 tahun belakangan ada hal lain yang lebih tinggi dari IQ, yaitu EQ (emotional quotion). Dalam Alkitab EQ disebut panjang sabar (makrotimia) atau tahan menghadapi tantangan dan penderitaan (hipomone). Selain EQ dikenal juga SQ (spiritual intelegent), salah satunya adalah hikmat (sophia). Samuel adalah bapa dari Israel, seperti Elia dan Musa. Dalam kisah di atas ditunjukkan bahwa IQ saja tidak cukup.

Nabal artinya bodoh (fail), Abigail artinya "ayahku adalah kegirangan" (
my father is joyfull), David artinya "yang dikasihi" (beloved), Chileab artinya "seperti ayahnya" (like his father).

EQ Nabal sangat rendah, mudah marah. Daud hidup di padang-belantara, secara emosional sedang kelelahan. Urapan Daud adalah sebagai raja, tugasnya: melindungi rakyatnya dan mengalahkan musuh-musuh Israel. Tapi Daud hampir-hampir membunuh rakyatnya sendiri, yaitu Nabal dan seisi rumahnya. Jika ini terjadi, maka pengurapan Tuhan akan dicabut dari Daud.

Hungry man is an angry man
Contoh
Suporter Persebaya (bonek) merusak berbagai kota yang dilewatinya, karena tim-nya kalah. Sementara orang-orang kota melempari bonek dengan batu. Saat lewat di Solo, walikota Solo menyediakan nasi bungkus bagi bonek. Maka Solo selamat dari pengrusakan.

Seorang pemimpin jangan sampai emosi dan lepas kendali.
Seorang bapak harus melindungi istri dan anak-anaknya.

Samuel adalah bapa bagi orang Israel. Tugasnya menyiapkan seorang raja (
king maker), sebagai nabi yang mengurapi raja (king annointer), dan mengkoreksi jika raja salah (king confronter).
Saat itu Samuel sudah tiada, dan ternyata yang mendapat pujian adalah seorang wanita.

Salah satu tanda seseorang ada di dalam Tuhan: selalu bersukacita. Dihinapun tetap tersenyum.
Orang besar mengabaikan cemooh, penghinaan dan fitnah

Daud menjaga dan memelihara gembala-gembala Nabal dari serangan suku-suku lain dan binatang buas. Saat pengguntingan bulu seharusnya ada sukacita (
rejoice), dan biasanya orang kaya membagikan berkat pada banyak orang.

David diangkat dan diurapi Tuhan, maka dia raja yang sejati. Saul mantan diurapi. Nabal menghina kepemimpinan yang ditunjuk oleh Tuhan. Karena Daud kekurangan kasih karunia, maka akibatnya Daud marah. Kedua orang ini kesabarannya rendah. Sebaliknya Abigail bijak dan cantik.

Seorang pemimpin tidak boleh lepas kendali. Dalam pemilihan diaken disebutkan syaratnya: seorang peramah dan bukan pemarah

6 langkah Abigail sehingga mendapat permulaan yang baru : HIKMAT
  • Hormat diterima (Ams 22:4)
  • Iman yang bertindak (Yak 2: 22, 26)
  • Kerendahan hati (Ams 18: 12)
  • Menghindari konflik (Ams 17: 14)
  • Amarah dipadamkan (Ams 29: 9, Pkh 10:4)
  • Takut akan Tuhan (Ams 9: 10)

1. Takut akan Tuhan

Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian (Ams 9: 10)

Mengenal yang Maha Kudus dan menjauhi kejahatan adalah SQ. Dasar segala sesuatu adalah takut akan Tuhan.

Ps Arifin dulunya seperti Nabal, mudah marah. Maka saat bertobat ps Arifin memilih nama babtis Timotius. Karena Timotius menghormati Tuhan dan sesama.

Aplikasi takut akan Tuhan: tidak melanggar hal-hal kecil. Contohnya: melanggar lalu-lintas, berbohong, memainkan pajak, dll.

Orang yang takut akan Tuhan tidak takut apapun, baik manusia atau setan.

2. Amarah dipadamkan
Orang yang bijak bisa memadamkan amarah. Tuhan benci pada provokator, yaitu orang yang mengobarkan perbantahan antar saudara.

Mulut yang sama bisa membesarkan api atau memadamkannya (Kebijaksanaan Salomo - Apokripa)

Jika orang bijak beperkara dengan orang bodoh, orang bodoh ini mengamuk dan tertawa, sehingga tak ada ketenangan (Ams 29: 9)

Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh (Pkh 7: 9)

Hampir-hampir Daud tidak bisa jadi raja dan menurunkan Mesias karena ingin membunuh Nabal dalam kemarahannya. Tapi Abigail meredakan kemarahan Daud.

Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar (Pkh 10:4)

Abigail tidak lari saat Daud marah, tapi menghadapinya. Abigail menyebut dirinya "ama" (hamba) kepada Daud. Ini meredakan amarah Daud, dan Daud tidak jadi menghukum Nabal.

Pembalasan adalah hak Tuhan (Ul 32: 35, 41; Mzm 18: 47; Rm 12: 19; Ibr 10: 30), maka jangan balas dendam, biarkan Tuhan yang melakukannya.

Kesaksian
Seseorang memfitnah p Arifin. Saat terbukti tidak bersalah, ps Arifin tidak mau menuntut balik, karena menganggap bahwa yang memfitnah itu saudara dalam Tuhan.

3. Menghindari konflik
Kita harus menghindari konflik bukan karena takut. Perang itu mahal. Seorang yang punya EQ dan SQ akan menghindari konflik.

Perlu 2 orang gila untuk berperang.

Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar. (Ams 29: 8)

Kata "amarah" bukan dari kata "
anger", tapi mengamuk (wrath).

Kesaksian
Suatu hari ps Ariifin pulang dengan sangat marah karena dikhianati temannya. Saat pulang, bu Arifin bisa menenangkannya dan meredakan amarahnya.

Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air; jadi undurlah sebelum perbantahan mulai.(Ams 17: 14)

Anak kecil jika bertengkar lebih profesional: hanya pada masalah yang dipertengkarkan. Tapi pertengkaran orang tua kadang-kadang merembet ke berbagai hal: keluarga, masalah lain, dll.

Orang bijak tidak mau bertengkar. Dia undur sebelum perbantahan dimurahi

4. Kerendahan hati
Kerendahan hati menyebabkan harmoni dalam keluarga.

Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan. (Ams 18: 12)

Dalam beberapa budaya Indonesia, kedekatan menghilangkan rasa hormat. Seharusnya walau semakin dekat, kita tetap harus menjaga rasa hormat satu-sama lain. Orang yang rendah hati akan mendapat kehormatan.

Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.(Hab 2:4)

5. Iman yang bertindak

Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna (Yak 2: 22)
Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. (Yak 2: 26)

Iman tanpa perbuatan adalah mati. Rahab dan Abigail dihargai karena tindakannya.

6. Hormat diterima

Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.(Ams 22:4)

Tuhan suka pada orang yang suka berbagi, dan akan memberikan kehormatan dan kehidupan kepadanya.

Di ujung cerita Nabal mati karena sakit jantung. Akhir dari Nabal adalah permulaan yang baru bagi Abigail: menjadi istri Daud. Anak Abigail dari Daud diberi nama Chileab (
like his father). Ini kerinduan Abigail seperti anaknya seperti Daud.

Tuhan beri kita Roh Kristus supaya kita seperti Bapa kita: kudus (holy), megah (glorious) dan berkuasa (merciful).

Ilustrasi
Seorang wanita menikah dengan pria kaya yang rumahnya besar. Setiap hari dia harus membersihkan rumah. Ini jadi beban karena suaminya setiap kali menilai seberapa bersih rumah itu.
Suatu hari si suami meninggal, dan wanita ini menikah lagi. Tugasnya sehari-hari tetap sama, tapi kini bukan jadi beban karena dilakukan dengan rasa cinta.

Mari melayani Tuhan bukan karena kewajiban, tapi karena kita mengasihi Tuhan

Abigail adalah gambaran jemaat Tuhan, Daud adalah gambaran Tuhan Yesus. Jika ada seseorang yang melakukan hal yang tidak berkenan kepada kita: mintakan ampun, dan doakan supaya murka Tuhan tidak turun atas mereka.

Yang membedakan kita dengan agama lain: kita mendoakan mereka yang menyakiti kita.

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, 085 727 868 064

Friday, July 15, 2016

Menang dari Mental Hidup Sebagai Korban – Rony Tirtobisono – Minggu, 03 Juli 2016

Minggu, 03 Juli 2016
Menang dari Mental Hidup Sebagai Korban
Rony Tirtobisono

Ada perbedaan antara "menjadi korban" dan "hidup sebagai korban". Setiap orang pasti pernah menjadi korban: keadaan, keluarga, sahabat, rekan bisnis, dll.

P Rony adalah anak ke-4 dari 7 bersaudara, lahir dari keluarga yang berantakan. Semula keluarganya kaya, tapi kemudian jatuh miskin. Karena tidak sanggup menanggung rasa malu pada banyak orang, papa dari p Rony lari ke Kalimantan meninggalkan keluarganya. Sejak saat itu ibu p Rony harus menanggung hidup 7 orang anak. Dulunya tidak bekerja, sekarang harus bekerja. Kondisi ekonomi sangat berat.
Setelah lulus SD, di usia 11 tahun p Rony memutuskan untuk berhenti sekolah dan bekerja mencari uang untuk membantu ibunya. Kakak-kakak dan adik p Rony tetap bersekolah. P Rony mulai dari pekerjaan sederhana, dan penghasilannya diberikan kepada ibunya. P Rony adalah korban, tapi tidak mau tinggal dan hidup sebagai korban, memilih untuk bangkit dan melangkah, menerima kenyataan. Suatu hari p Rony bertemu kembali dengan papa-nya, lalu beliau diajak pulang, dan ada rekonsilisasi.

Jangan menghidupi dan tinggal sebagai korban
Kita ditetapkan menerima kehidupan lebih dari pemenang

Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." (Yoh 5: 7)

Orang yang lumpuh 38 tahun di tepi kolam Betesda adalah korban. Suatu kali Yesus datang dan bertanya maukah dia sembuh. Jawaban si sakit menyalahkan orang lain dan keadaan. Sebenarnya selama puluhan tahun lumpuh, dia terpelihara oleh Tuhan melalui orang lain yang memberinya makan, tapi kebaikan itu tidak dilihatnya.

Orang yang hidup sebagai korban selalu berharap kehidupannya menjadi tanggung jawab orang lain
Sekalipun pernah jadi korban, kita harus sadar bahwa kita harus mengerjakan hidup kita

Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia (Ams 23: 7a)

Ayat di atas membuat p Rony berani melamar pekerjaan ke sebuah perusahaan multinasional di Kudus, walau hanya lulusan SD. Ternyata p Rony diterima.

Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yoh 10: 10b)

P Rony Bekerja dengan totalitas, tidak memperhitungkan jam kerja. Dalam waktu singkat p Rony mendapat promosi demi promosi. Tahun 2000 p Rony diangkat menjadi General Manager salah satu anak perusahaan dengan 600 anak buah. Untuk menangani perusahaan ini, p Rony meminta hikmat Tuhan, karena tidak mengerti apapun. Karena mengandalkan Tuhan, p Rony memimpin devisinya selama 3 tahun, meraih sebagai devisi terbaik dari sisi profit, cash flow, inventory, dll.
Akhirnya p Rony diangkat menjadi salah satu direktur, mendapat fasilitas luar biasa, memimpin kurang lebih 26 perusahaan dengan 8600 karyawan dari berbagai level pendidikan.

Cara p Rony mengatasi masalah: mengajak staf yang beragama Kristen dan Katolik untuk berdoa di ruang kerja. Ternyata hal ini membuat berbagai masalah terselesaikan secara ajaib.

Selama bekerja, p Rony juga melayani di gereja, mulai dari usher, terima tamu, singer, WL, majelis, pendeta muda. Akhirnya Tuhan panggil p Rony pada tahun 2007 untuk melayani Tuhan sepenuh waktu.

Suatu hari p Rony mendapat ayat Fil 1: 29, dan ini terus berbicara selama beberapa tahun.

Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia (Fil 1: 29)

Tahun 2013 tiba-tiba kondisi fisik p Rony menurun drastis. Awalnya di-diagnosa kurang gizi. Beberapa waktu kemudian saraf motorik tubuh bagian kiri ber-reaksi lambat. Setelah diperiksa, diagnosanya stroke ringan. Beberapa saat kemudian bahkan pengelihatannya menurun.
P Rony mencari info beberapa terapi, tapi selalu ada halangan.

Kadang Tuhan tidak menyetujui tindakan kita, Tuhan bisa halangi, tapi memberi jalan yang lain.

Setelah di MRI, didapati ada tumor di otak p Rony sebesar 4 cm, dan itu menekan syaraf-syaraf, akibatnya melemahkan tubuh bagian kiri. Jika tidak di operasi, maka sewaktu-waktu bisa meninggal. P Rony tidak siap di operasi dan pulang ke rumah.

P Rony merasa hampir waktunya dipanggil Tuhan untuk pulang. Maka p Rony berpesan 4 hal pada istrinya: jangan pernah kecewa mengiring Tuhan, jangan takut karena p Rony tidak punya musuh, p Rony tidak punya hutang, aset yang dimiliki hanya yang diketahui istrinya.
Setelah semua pesan disampaikan, p Rony lalu menyerahkan hidupnya pada Tuhan, siap untuk dipanggil, lalu mengucap syukur untuk semua kehidupannya. Tiba-tiba p Rony mendapat pengelihatan bahwa langit terbuka dan banyak malaikat yang menaikkan pujian. Beberapa saat kemudian pengelihatan itu hilang, dan p Rony tahu bahwa dia tidak jadi Tuhan jemput pulang.
Istri p Rony segera memanggil semua majelis dan menyatakan siap di operasi.

Esoknya saat ke rumah sakit, mobil terhadang macet parah. Secara ajaib ada polisi yang memimpin mobil ps Rony menembus kemacetan dan sampai di rumah sakit tepat waktu, di operasi, dan dipulihkan. Saat cek-up tahun 2014 ternyata otak p Rony sudah hampir pulih total.

Dalam setiap kelemahan kita, saat kita berserah pada Tuhan, maka kasih-karuniaNya melingkupi dan memenuhi kita, sehingga kita menjadi kuat di dalam Dia.

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Thursday, June 30, 2016

Pengurapan Akselerasi – Darrell Stott – Minggu, 26 Juni 2016

Minggu, 26 Juni 2016
Pengurapan Akselerasi
Darrell Stott
Kej 13: 14-15

1995 ps Darrel pertama kali ke Semarang, jemaat hanya 250 orang, dan ada masalah finansial. P Agung menjual mobil dan memasukkan uangnya dalam persembahan. Di masa itu banyak gereja besar undang ps Darrell. P Agung menginginkan lawatan terjadi di seluruh Semarang.

Jika seseorang nabi bernubuat, dengarkan baik-baik apa yang dikatakannya, dan jika percaya harap merespon. Banyak orang menyebut dirinya sebagai nabi dan bernubuat. Tapi seorang nabi tidak perlu memperkenalkan dirinya sebagai nabi. Saat nabi sejati bicara, Tuhan juga berbicara di hati jemaat.

Nubuatan ps Darrell 3 tahun yang lalu:
Bu Tina sangat penting bagi Tuhan, dan Tuhan memilihnya. Tuhan akan mengurapi bu Tina dengan urapan p Agung dan urapan yang baru, yaitu urapan macan tutul. Cheetah adalah binatang tercepat di seluruh dunia. Bu Tina harus berubah dan bergerak cepat dalam mengikuti Tuhan.

Nubuatan ps Darrell untuk p Agung, Samuel, dan Shasha, sekitar 2 tahun yang lalu:
  • Shasha saat itu masih kecil, tapi Tuhan akan mengurapinya dengan urapan kesembuhan, bukan hanya untuk di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Shasha akan jadi evangelis dengan urapan kesembuhan.
  • Tugas Samuel: melindungi Shasha, karena dia sangat penting bagi Tuhan. P Agung hanya punya 1 anak laki-laki, ada urapan dan rencana besar yang Tuhan sediakan bagi Samuel. Jika Samuel bisa santai, Tuhan akan memimpin dan bicara padanya.
  • Kezia serupa dengan ps Tina. Kezia bisa lakukan segala sesuatu dengan cepat.

Tuhan akan memberitahukan rencanaNya, tapi kita harus sepakat dengan rencana itu.
Seseorang jadi besar jika dia rendah hati, menghormati Tuhan dan para pemimpin gereja.

JKI adalah gereja dari denominasi Menonite yang berpusat di California. Pemimpin-pemimpin Menonite berdoa untuk memilih pengganti p Agung. Mereka tidak akan bertanya pada ps Darrel atau jemaat, tapi bertanya pada Tuhan.

Sehari setelah penguburan p Agung, Tuhan perintahkan ps Darrell bicara kepada bu Tina:
Tuhan punya rencana besar untuk Esau, tapi Yakub berusaha mencurinya. Berkat dari Holy Stadium akan turun kepada Esau. Bu Tina dan anak-anaknya adalah Esau. Akan ada urapan yang turun bagi bu Tina dan anak-anaknya karena p Agung. Visi dan impian p Agung tidak boleh mati. Tapi orang yang lain adalah Yakub, yang ingin membawa pemimpin, visi, arah dan tujuan baru. Jika ini terjadi, maka rencana Tuhan tidak akan terjadi pada Shasha, Samuel dan Kezia.
Bu Tina harus jadi gembala, sehingga urapan itu akan tinggal di keluarga p Agung. Jika bu Tina menolak jadi gembala, maka Yakub akan datang ke Holy Stadium. Di mana ada persatuan, di situ ada berkat. Tapi iblis ingin memecah-belah. Ps Darrell menubuatkan bu Tina sebagai gembala JKI, tapi itu harus diteguhkan oleh denominasi Menonite, dan ternyata terjadi.
Shasha, Samuel, dan Kesia akan diberkati, hanya jika bu Tina berkata ya untuk menjadi gembala. Karena bu Tina adalah ibu yang menjadi tudung (cover) anak-anaknya.
Apapun yang saat ini dilakukan bu Tina bukanlah demi posisinya, tapi demi anak-anaknya.

3 tahun lalu ps Darren diperintahkan Tuhan bernubuat tentang urapan akselerasi, saat sedang mengalami serangan jantung dan terbaring di rumah sakit.
Biasanya saat ps Darrel berkhotbah, p Agung pergi berkhotbah di gereja lain. Tapi saat pengurapan akselerasi dilepaskan, p Agung tidak berkhotbah di tempat lain seperti biasanya, tapi mendengarkan dengan serius dan meng-aminkan pesan Tuhan pada umatNya.

Masalah-masalah di Holy Stadium penyebabnya karena iblis ingin menghentikan rencana Allah. Setiap pendeta yang kenal Alkitab akan berkata: di dalam sebuah gereja Tuhan akan berikan mata dan visi hanya pada 1 orang yaitu gembalanya.

Hari ini visi p Agung untuk Semarang dan Indonesia harus mati. Sehingga Tuhan bisa memberikan visi yang baru: Tuhan memberikan seluruh dunia jadi milik kita.
Tuhan beri pertanyaan kepada semua jemaat: apakah kita akan mengambil visi itu?

Tujuan gereja:
win the lost at any cost. Visi gereja: berkhotbah tidak hanya di Semarang dan seluruh Indonesia, tapi juga kepada segala bangsa di seluruh dunia.

Visi dari Tuhan akan mati, jika tidak ada persatuan. Visi dari bu Tina, Kesia, Samuel, Shasha, ps Hengky, ps Victor, dll, akan mati tanpa ada persatuan. Apa yang kita pikirkan tidaklah penting.
Jemaat harus doakan, berkati dan hormati ps Tina.

Jika kita ingin melihat sesuatu yang besar terjadi, harus ada unity dalam gereja

Beberapa pengusaha diberkati saat ada pengurapan akselerasi, tapi berkat itu saat ini terhenti. Ini karena seharusnya berkat Tuhan untuk memberkati bangsa-bangsa lain, dan bukan disimpan untuk diri sendiri.

Semua orang punya potensi yang besar, dan orang-orang ini menunggu hidupnya berubah. Ada porensi-potensi di tanah gurun, tapi belum akan bertumbuh. Saat hujan mulai turun, barulah benih itu bertumbuh.

Alasan ps Darrell datang saat pentahbisan bu Tina:
  1. Ps. Tina adalah teman ps Darrell
  2. Saat minyak dicurahkan pada Daud, maka dia bukan lagi Daud. Saat pemimpin dari denominasi Menonite menumpangan tangan dan mengurapi bu Tina, maka ps Tina menjadi hamba Tuhan yang diurapi Roh Kudus.

Daud diurapi Tuhan, tapi melakukan banyak hal buruk: perzinahan, pembunuhan, dll. Maka di mata beberapa orang Daud tidak memenuhi syarat untuk menjadi apapun.
Orang yang diurapi tetap bisa membuat kesalahan. Tapi jangan jamah orang yang diurapi.

Kita tidak dapat menghormati Tuhan tanpa menghormati gembala anda !

JKI IK akan menjadi besar, tapi visi itu tidak datang dan terjadi melalui ps Hengky, ps Victor, atau ps Hasto. Visi selalu datang melalui gembala, dan ini selalu cara Tuhan bekerja.
Harapan ps Darrell bahwa semua pemimpin dan jemaat berdoa dan kemudian menerima visi p Agung: membawa injil ke seluruh dunia.

Jika tidak ada unity, visi p Agung akan mati. Artinya tetap ada gereja yang bagus, lagu penyembahannya bagus, tariannya bagus, ada pembicara-pembicara tingkat internasional, banyak uang. Tapi dunia tidak pernah dijangkau, dan JKI IK hanya bermain gereja-gerejaan di Semarang.
Apakah kita ingin hal ini terjadi? Atau rindu melihat seluruh dunia diselamatkan?

Urapan Tuhan akan meningkat saat unity meningkat: kuasa Tuhan, kesembuhan, keuangan, kesempatan, dll, semua dipercepat. Jemaat harus mempersiapkan diri untuk semua itu.

Relakan pendapat-pemikiran-visi kita sendiri mati, lalu ganti dengan visi Tuhan: menyampaikan Injil kepada seluruh dunia.

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Friday, June 24, 2016

Roma 8: 28 – Sony Mandagi – Minggu, 19 Juni 2016

Minggu, 19 Juni 2016
Roma 8: 28
Sony Mandagi

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Rm 8: 28-29)

Ayat ini ditulis dalam konteks: bagaimana hidup berjalan di dalam Roh saat sedang mengalami tantangan dan penderitaan.

Ayat ini sering digunakan untuk menghibur orang yang sedang jatuh dan kecewa, menjadi obat bagi jiwa yang sakit, menghibur keluarga yang menghadapi kematian.

Manusia percaya Tuhan bekerja dalam beberapa hal, tapi sulit percaya bahwa Tuhan bekerja dalam segala hal, terutama hal-hal yang tidak baik: sakit, pembunuhan, perceraian, kematian, dll.

Allah turut bekerja dalam segala sesuatu yang kita alami: yang baik dan yang tidak baik, yang enak dan yang tidak enak.

Allah bukan bekerja nanti setelah suatu kejadian terjadi, tapi Tuhan secara aktif turut bekerja: sebelum, sedang, dan sesudahnya.

Ayat ini mengajarkan bahwa awal kehidupan iman kita adalah Tuhan. Artinya jangan mencari Tuhan hanya saat permasalahan tiba, tapi kita mulai dari melihat Firman Tuhan: mengerti hikmat, kuasa, kebaikan, dan kemuliaanNya, sampai masuk dalam hati kita, sehingga saat menghadapi persoalan kita bisa melihat masalah dalam terang Firman.

Apapun yang Tuhan ijinkan kita lalui, Tuhan turut bekerja sama sejak awal. Tuhan tidak punya kewajiban untuk menjelaskan semua kepada kita. Seringkali tidak ada jawaban yang sempurna, tapi kita bisa yakin bahwa Tuhan bisa dipercaya. Ada masa-masa Tuhan beri pencerahan, tapi ada juga masa-masa kita harus percaya pada kebaikan Tuhan.

Kita tidak bisa mencari secara horizontal akan hal-hal yang hanya bisa dipenuhi secara vertikal

Contoh:
Saat memasuki pernikahan, pengharapan kepada pasangan sangat besar. Jika tidak hati-hati masing-masing akan berharap pasangan membahagiakannya. Tapi ini tidak akan terjadi karena kebahagiaan, sukacita, sejahtera dan rasa aman hanya bisa diberikan secera utuh oleh Tuhan.

Sebaliknya ada orang-orang yang menanti Tuhan bertindak sesuatu, padahal tanggung-jawab ada pada orang itu sendiri, karena Tuhan sudah berikan kuasa untuk bertindak.

Contoh:
Jika ada konflik, orang sering berdoa dan menanti Tuhan memulihkan hubungannya. Padahal Alkitab berkata bahwa kita harus segera minta maaf kepada orang yang kita salahi, maka hubungan akan dipulihkan. Kelihatannya rohani, tapi sebenarnya ini adalah ketidak-taatan.

Hanya Tuhan yang bisa selamatkan jiwa-jiwa. Tapi Tuhan panggil kita untuk proklamirkan Injil, bersaksi, mengajar, menghidupi Firman Tuhan. Yang menentukan hasilnya adalah Tuhan.

Kata "turut bekerja" = work together (KJV) = συνεργέω (G4903) sunergon. Artinya menggabungkan beberapa elemen untuk menghasilkan sebuah produk yang ada nilai dan tujuannya. Jika elemen-elemen itu terpisah-pisah maka tidak jelas fungsinya. Inilah cara kerja Tuhan di hidup kita: menggabungkan semua peristiwa dui hidup kita, baik atau tidak baik, susah atau tidak susah.

Ilustrasi: pabrik assembly mobil
Ada bagian pintu, mesin, kaca, roda, dll. Di ujung proses akan muncul sebuah mobil.

Tujuan Tuhan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita

Hal-hal yang disebut "baik"menurut manusia: gaji naik, tambah kaya, sehat, dst, semua keadaan yang menguntungkan kita. Jika tidak hati-hati, maka doa kita hanya terpancang pada hal-hal itu.

Segala sesuatu yang dialami di bumi, bertujuan menunjuk dan mempermuliakan pada sang Juru Selamat, yaitu Tuhan Yesus.

Hal-hal yang disebut "baik" menurut Tuhan: menjadi serupa dengan gambaran anakNya (Rm 28: 9). Baik di mata Tuhan artinya: makin diubahkan, makin merendahkan hati, makin seperti Yesus.

Apapun yang membuat kita semakin dekat pada Tuhan, adalah hal yang baik di mata Tuhan.

Yang bisa mengalami kebaikan Allah hanya mereka yang terpanggil sesuai rencana Allah, yaitu orang yang percaya pada karya keselamatan yang dilakukan Tuhan Yesus.

Kesaksian Ravi Zakarias pada hari doa nasional, Washington DC – USA
Tahun 1971 Ravi diundang untuk menjadi pembicara di Vietnam. Perang masih sengit dan terjadi pembunuhan di mana-mana. Penterjemahnya seorang muda berumur 17 tahun bernama Hien. Dua orang muda ini melayani di Kamp Militer Amerika, di penjara tawanan, dan di rumah sakit militer. Setelah empat bulan berkhotbah Ravi kembali ke USA.

Tujuh belas tahun kemudian, tahun 1988, Hien menelepon Ravi dari Los Angeles. Ravi bertanya apa yang dilakukan Hien di Amerika, dan bagaimana dia bisa keluar dari Vietnam.

Hien kemudian bercerita. Vietnam jatuh ke tangan Vietkong, Hien ditahan dan dimasukkan ke dalam penjara. Setiap hari dia hanya boleh membaca buku komunis. Di satu titik Hien frustrasi, dan memutuskan untuk tidak mempercayai Tuhan lagi mulai malam itu dan tidak akan berdoa.

Pagi harinya ketika bangun pemimpin pasukan meminta Hien membersihkan jamban. Saat sedang mengeluarkan isi keranjang sampah, terlihat kertas yang berbahasa Inggris. Hien ingin membacanya maka ia membersihkannya dan menaruh kertas tersebut ke dalam kantong pinggangnya. Pada malam ketika semua tidur, Hien membaca kertas itu, dan di sana tercantum robekan Alkitab dari Roma pasal 8.
Saat Hien ingin meninggalkan Tuhan, Tuhan berikan ayat yang paling berharga dan dibutuhkannya. Sejak hari itu Hien menyediakan diri membersihkan jamban setiap hari. Tenyata pemimpin pasukan itu mendapatkan hadiah Alkitab beberapa tahun lalu dan dia merobek halamannya satu per satu dan mengunakannya sebagai kertas untuk membersihkan kotorannya.

Akhirnya Hien dilepaskan dan mulai membuat perahu untuk melarikan diri dengan sekitar 52 orang lainnya. Satu hari 4 tentara Vietkong datang dan menuduh mereka hendak melarikan diri. Awalnya Hien berbohong dan tentara itu pergi. Hien tidak tenang, lalu kemudian bertobat dan berdoa minta ampun. Sebelum mereka berangkat, keempat tentara itu datang lagi dan menanyakan apakah mereka akan lari. Kali ini Hien menjawab dengan jujur. Ternyata keempat orang Vietkong itu mau ikut lari dan naik perahu bersama mereka. Ternyata 4 orang ini mampu kendalikan perahu dalam hantaman badai.

Hien datang ke Amerika Serikat dan menyelesaikan studinya di Berkeley. Sekarang dia seorang pengusaha di sana.


Jangan pernah berfikir Tuhan jauh dari kita, persekutuan yang intim dengan Tuhan adalah segala-galanya. Sehingga saat kita lemah, kita bisa percaya bahwa Tuhan selalu menyertai.

Kita tidak selalu merasa kehadiran Tuhan, tapi kita harus yakin bahwa Dia tak pernah meninggalkan dan undur dari kehidupan kita, karena Dia turut bekerja sama untuk menyelesaikan rancanganNya bagi anak-anakNya.

Tuhan juga turut bekerja sama bagi JKI Injil Kerajaan: dulu, sekarang dan seterusnya.


Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

link kesaksian ps Ravi Zakarias