Wednesday, October 12, 2016

The Potter and The Clay – Tina Astari – Minggu, 09 Oktober 2016

Minggu, 09 Oktober 2016
The Potter and The Clay
Tina Astari

He also brought me up out of a horrible pit, Out of the miry clay, And set my feet upon a rock, And established my steps. (Mzm 40: 2, NKJV)

Horrible pit : lubang yang mengerikan. Yang mengangkat kita dari lubang adalah Tuhan.
Saat dalam masalah, seorang hamba Tuhan beri ayat ini pada bu Tina, lalu dicatat dan disimpan dalam hati.

Selama hidup selalu akan ada masalah. Permasalahan adalah kendaraan menuju kemenangan.

Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu (Yak 1: 21)

Diri kita terdiri atas tubuh-jiwa-roh.
  • Saat terima Yesus pertama kali, roh kita bisa kembali berhubungan pribadi dengan Allah tanpa perantara.
  • Tubuh bisa diajari sopan santun, diberi makan yang baik, dll. Makanan bisa merusak, sebagian besar penyakit masa kini berasal dari makanan. Tubuh kita adalah Bait Allah, maka pilihlah makanan yang sehat.
  • Yang suka hal kotor dan penuh kejahatan letaknya di jiwa. Maka jiwa harus mengalami proses.

Iblis adalah roh, dan tidak punya tubuh. Maka yang bisa dipengaruhi: pikiran-perasaan-kehendak manusia. Problem terbesar bukan mengalahkan iblis, karena dia sudah kalah dan di bawah kaki kita.

Problem tersulit adalah mengatasi jiwa kita yang cenderung kotor dan jahat.

Saat ada masalah, bersinggungan dengan orang lain, barulah kita tahu siapa diri kita sebenarnya.

Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. (Ams 27: 17)

Manusia roh punya banyak kekayaan, yaitu buah-buah Roh di dalam kita. Buah-buah Roh tidak bisa muncul jika tidak melalui jiwa yang yang sudah diproses Tuhan. Salah satu cara Tuhan memproses jiwa kita: saat kita bersinggungan dengan sesama kita. Orang yang bisa menyinggung dan melukai kita adalah orang yang terdekat.

Sebab, kalau susu ditekan, mentega dihasilkan, dan kalau hidung ditekan, darah keluar, dan kalau kemarahan ditekan, pertengkaran timbul. (Ams 30: 33)

Susu ditekan jadi mentega, mentega diproses jadi keju. Saat hidup kita ditekan, baru muncul buah-buah Roh. Buah-buah Roh tidak bisa diusahakan, tapi muncul dari dalam hidup kita.

Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu (Yak 1: 21)

Dalam jiwa kita tertanam Firman yang berkuasa menyelamatkan jiwa kita. Segala kekotoran dan kejahatan harus dibuang dari hidup, supaya Firman yang berkuasa bisa tertanam di jiwa kita.

Yer 18: 1-6 – Proses membuat periuk

Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya (Yer 18: 4)

Tuhan mem-proses kita melalui proses yang baik adalah menurut pandangan Tuhan, bukan menurut pandangan kita sendiri, atau pandangan manusia lain.

Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku (Mzm 40: 2b)

Kita diangkat Tuhan dari lobang kebinasaan, supaya kaki kita berdiri di atas bukit batu. Batu karang kita adalah Yesus Kristus, dan Yesus adalah Firman.

Artinya Tuhan mau pijakan hidup kita adalah Firman Tuhan, bukan kepandaian dan kemampuan kita.

Saat menapak di landasan yang kuat, kita bisa melangkah dengan mantap.

Ilustrasi
Bu Tina beberapa kali terjatuh. Saat konsultasi ke dokter, analisanya: bu Tina sudah melangkah lagi sebelum pujakan sebelumnya mantap. Untuk menghindari terkilir seharusnya melangkah satu persatu. Setiap langkah pijakannya harus mantap lebih dulu, baru melangkah lagi.

Tubuh kotor dibersihkan dengan mandi. Roh kita tidak bisa kotor. Jiwa yang kotor dibersihkan dengan cara di proses Tuhan.

Saat perjalanan di dunia, selalu akan ada badai. Maka harus kembali ke titik awal: mengapa dulu harus mulai melangkah mengerjakan hal itu. Jika pijakan kita adalah Yesus Kristus, kita tidak akan goyah.

Kesaksian
Saat bu Tina mulai bekerja, barulah mulai bergaul dengan orang di luar gereja. Banyak proses: ditolak
customer, pelanggan yang keminter, berbagai karakter manusia, dll.
Saat barangnya hilang, bu Tina kembali ke titik awal mulai kerja, yaitu semua Tuhan yang memberi peluang. Akhirnya dapat melalui masalah dengan baik.

  • Untuk ke gereja harus punya pijakan yang benar. Jika pijakannya salah, sepulang gereja tidak akan dapat apa-apa. Jika benar, maka akan dapat banyak penertian dalam hidup kita.
  • Dalam pelayanan juga harus ada pijakan Firman. Jika tidak, maka bisa sakit hati.

Kesaksian
Bu Tina dan keluarga berlibur ke Bali. Di balkon hotel bu Tina melihat laut sendirian dan merasa tenang. Saat itu bu Tina merasa ada seseorang di sampingnya, itu adalah Tuhan. Tuhan bicara: "Aku selalu ada di sampingmu, dan tidak pernah meninggalkanmu sendirian". Ini membuat bu Tina tenang

Berlatihlah untuk menenangkan jiwa. Saat jiwa tenang, barulah kita bisa mendengar suara Tuhan.

Di malam sebelumnya ada badai, sehingga pagi itu banyak sampah. Roh Kudus mengajari: "Jangan lihat ke bawah, karena yang terlihat sampah. Tapi lihatlah ke atas, karena langitnya sangat bersih."

Jangan melihat ke bawah, karena banyak masalah. Tapi lihat ke atas: kepada Tuhan Yesus.

Di Tuhan tidak ada persoalan, persoalan adanya di dunia. Permasalahan adalah sarana untuk memproses dan membersihkan jiwa kita.

Jika tidak menyediakan waktu masuk hadirat Tuhan setiap hari, maka yang muncul adalah sampah.

Saat menyembah dan memuji, kita tidak bisa stress. Dalam pujian kita mengucapkan Firman dan kata-kata iman.

Rencana Tuhan bagi mereka yang bekerja sekuler: menjadi saksi di tempat kerja.

Saat diproses Tuhan dengan masalah, seringkali kita seperti terhenti, berat untuk melangkah. Kasih Tuhan seluas samudra: luas dan tak ada ujungnya. Kapal hidup kita harus menyeberangi lautan kasih Tuhan, dan Tuhan tidak pernah biarkan kita sendirian.

Kesaksian
Saat bu Tina ada masalah, p Agung memintanya untuk berdoa dan bergumul sendiri dengan Tuhan di kamar doa. Ternyata ini sangat bermanfaat, membuat bu Tina bisa sendiri dengan Tuhan, mendapat Firman dari Tuhan sendiri.

Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya TUHAN, dan yang Kauajari dari Taurat-Mu (Mzm 94: 12)

Tuhan tidak hanya menghajar, tapi sekaligus mengajari Firman Tuhan, sehingga Firman itu masuk dalam hidup, lalu tertulis di loh hati kita. Kita bisa lupa ayatnya di mana, tapi perkataanNya tertulis di loh hati kita.

Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya (Mzm 94: 14)

Orang yang dalam masalah dan sendirian, akan merasa bahwa problemnya paling berat, dan problem orang lain kecil. Akibatnya mengasihi diri sendiri.
Tapi jika di saat itu kita berdoa, masuk dalam hadirat Tuhan, maka kita akan sadar bahwa Tuhan ternyata selalu menyertai kita dengan kasihNya. Kemudian Tuhan akan ajari kita dari FirmanNya.

Pentingnya MK
Hadir hanya pada kebaktian tidak membuat rohani bertumbuh. MK adalah tempat kerohanian jemaat bertumbuh. Kegiatan MK : mengupas Firman Tuhan dan renungan di warta gereja.
Renungan di warta adalah apa yang ditangkap bu gembala dari Tuhan.
Daya tangkap jemaat masing-masing berbeda. Di MK lah tempat sharing sehingga semua bisa mendapat pengertian. Teman-teman MK adalah keluarga terdekat yang bisa saling membantu paling cepat.

(Dalam MK akan dibagikan daftar pembacaan Alkitab.)

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 085 727 868 064

Thursday, October 6, 2016

3 Hukum yang Paling Berpengaruh – Yosea D Christiono – Minggu pagi, 02 Oktober 2016

Minggu, 02 Oktober 2016
3 Hukum yang Paling Berpengaruh
Yosea D Christiono

Tuhan mencintai dan menciptakan hukum, tatanan dan aturan. Saat hukum Ilahi berjalan, buahnya kehidupan. Mereka yang tidak terbiasa disiplin, tidak terbiasa dengan aturan, maka tidak bisa awet bekerja. Saat kita mencari Tuhan, kita akan bertemu hukum-hukumNya.

Beginilah firman TUHAN, yang memberi matahari untuk menerangi siang, yang menetapkan bulan dan bintang-bintang untuk menerangi malam, yang mengharu biru laut, sehingga gelombang-gelombangnya ribut, --TUHAN semesta alam nama-Nya: "Sesungguhnya, seperti ketetapan-ketetapan ini tidak akan beralih dari hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunan Israel juga tidak akan berhenti menjadi bangsa di hadapan-Ku untuk sepanjang waktu (Yer 31: 35-36)

Beberapa tahun lalu p Yos menghadapi masalah berat: harus membuat keputusan penting. P Yos memutuskan untuk mencari kebenaran dari Firman Tuhan. P Yos mendapatkan berbagai hukum Tuhan: hukum benih, hukum iman, hukum persiapan, hukum proses, hukum pertumbuhan, hukum pemeliharaan, hukum kepemimpinan, hukum otoritas.

Ilustrasi
P Yos mengemudi melalui daerah Sarangan-gunung Lawu, menuju ke Jawa Timur. Ada kabut tebal, pandangan terbatas hanya 5 meter. Jika melambat atau berhenti, bisa ditabrak dari belakang. Jika dipacu, bisa menabrak mobil di depan atau masuk jurang. Patokan p Yos: berjalan pelan mengikuti garis pemisah tengah jalan, sampai kabut menghilang.

Saat ada kabut di hidup kita, jangan percayai perasaan kita, karena jika salah ambil keputusan, bisa fatal. Yang teraman: kembali pada hukum Tuhan.

Pilot tidak boleh percaya pada perasaannya saat mengemudikan pesawat. Karena di atas tidak ada rambu-rambu, tanda-tanda, dll, hanya langit tanpa batas. Dia harus percaya dan mengandalkan instrumen- instrumen yang ada di pesawat: ketinggian, kemiringan, dll.

Kenali hukum-hukum Tuhan, karena itu membawa pada kehidupan, bukan kebinasan

1Sam 30: 1-6
Daud dikejar-kejar Saul, lalu bersembunyi di salah satu kota Filistin, berlindung pada raja Akhis. Raja Akhis memberikan Ziklag pada Daud. Raja-raja kota Filistin lainnya tidak suka menyukai Daud, maka Daud diminta kembali ke Israel.
Daud dan pasukannya kembali ke Ziklag, lama perjalanannya 3 hari. Dengan kondisi lelah fisik, mereka menemukan Ziklag terbakar dan keluarga mereka hilang. Dalam kondisi sedih dan bingung, mereka mulai mencari penyebab masalah. Akhirnya mereka memutuskan bahwa kesalahan terletak pada Daud, bahkan sampai pada keinginan untuk melempari Daud dengan batu.

Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya. (1Sam 30: 6B)

Ilustrasi
Tubuh kita seperti baju astronot. Jiwa kita seperti astronot di dalam baju itu.

Pasukan Daud lelah secara fisik. Keinginan mereka berkata: akan bertemu keluarga, rindu, ingin ini dan itu, tapi tidak kesampaian, maka jiwanya lemah dan luka, putus asa dengan dalam.

Ketika mengalami kesulitan, akan muncul manusia batiniah kita yang sebenarnya

Daud juga capek, hatinya juga sedih. Tapi Daud tidak membiarkan fisik dan jiwanya mengendalikan arah hidupnya.

Kekuatan manusia ada di manusia batiniah/ roh-nya, lebih kuat dari kekuatan jiwa dan fisik manusia

1. Tubuh

P Yos makan di suatu rumah makan, dindingnya penuh slogan kesehatan. Salah satunya: "
you are what you eat" (kamu adalah apa yang kamu makan)

Hukum tubuh ini berlaku juga di roh dan jiwa:
  • Apa yang dimakan jiwa kita - akan jadi seperti itulah jiwa kita.
  • Apa yang dimakan roh kita - akan jadi seperti itulah roh kita.

Saat kita makan, yang berlaku adalah hukum tubuh. Jika kita makan dengan baik, ber-olah raga, istirahat cukup, maka tubuh akan sehat. Jika kita makan sembarangan, misalnya mengkonsumsi hanya yang berlemak, walau berdoa supaya sehat, hukum tubuh akan berlaku dan kita akan sakit. Kita harus pelihara tubuh kita sesuai yang seharusnya.

Tubuh kita harus seimbang. Jika akan melakukan hal yang berat, maka istirahat harus cukup dan asupan gizi baik. Fisik ada batasnya. Saat fisik kita mati, jiwa dan roh akan masuk kekekalan.

Fisik kita bisa menghentikan pekerjaan Tuhan, saat kita tidak memperhatikannya.

Contoh:
Jiwa kita bisa baik, roh berkobar-kobar. Tapi jika kita makan secara sembarangan, maka bisa kena stroke. Akibatnya pesan-pesan Tuhan tidak lagi bisa disampaikan.

2. Jiwa

Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan. (Mzm 107: 8-9)

Jiwa: terdiri atas pikiran-perasaan-kehendak. Jiwa butuh makanan. Jiwa yang lapar dikenyangkan dengan kebaikan.

Saat kita memasukkan banyak pemikiran yang baik, maka kita bisa merespon orang lain dengan baik. Sebaliknya:
  • Saat di salah mengerti, maka akan sedih.
  • Saat tidak dipedulikan atau direndahkan, maka akan tersinggung.
  • Saat dihina, maka perasaan akan terluka.

Seorang anak membutuhkan penerimaan dan penghargaan. Jika orang tua sering mencela anaknya, maka jiwa si anak terluka.
Suami membutuhkan diterima oleh istri, dan sebaliknya. Jika tidak diperdulikan oleh pasangannya, maka jiwanya akan luka.

Makanan jiwa: kasih, perhatian, keperdulian, penghargaan, penerimaan, dukungan, kekuatan, pujian, kelegaan, ketersediaan, kecukupan, sukacita, Firman Tuhan, dst.
Maka jangan lukai dan jelek-jelekkan diri kita sendiri, karena itu melukai jiwa kita. Padahal Tuhan ingin kita naik-pulih-kuat dan jadi lebih baik.

Jika jiwa tidak diberi makan, maka akan melemah.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Mat 11: 28

Kelegaan juga termasuk makanan jiwa.
Orang konseling menceritakan bebannya. Maka setelah bercerita bebannya, dia lega. Tapi akar masalah harus diselesaikan supaya masalah itu tidak muncul lagi.

Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya (Mzm 23: 1-3)

Tersedia dan tercukupinya yang kita butuhkan juga merupakan makanan bagi jiwa.

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! (Fil 4: 4)

Sukacita adalah makanan bagi jiwa

Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. (Mzm 19: 7-8)

Firman Tuhan adalah makanan jiwa.

Orang yang kurang Firman dalam hidupnya, akan lemah jiwanya. Jiwa yang lemah tidak mencari Tuhan.

3. Manusia batiniah
Manusia batiniah selalu mencari Tuhan (Yoh 15). Kita harus menempel pada pokok anggur supaya mendapat suply kehidupan.

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (Yoh 15: 4)

Makanan bagi manusia batiniah: saat roh kita perlu bertemu Tuhan, berdoa dan menyembah.

Setiap hari ada kebutuhan yang harus dipenuhi:
  • Tubuh butuh 3x makan dalam sehari.
  • Jiwa butuh dihargai, diterima, perhatian, perlakuan baik, kasih, Firman Tuhan.
  • Manusia batiniah kita perlu berdoa, menyembah, bertemu Tuhan.

Orang yang tidak bisa mengasihi diri sendiri, dia tidak bisa mengasihi orang lain

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Mat 22: 37-39)

Saat kita hanya memikirkan tubuh, Firman Tuhan berkata bahwa Tuhan mereka adalah perut mereka.
Saat pikiran kita diisi sesuatu yang luar biasa, tapi roh tidak diberi makan, maka tidak ada kekuatan. Ini seperti yang dialami pasukan Daud.

Saat roh kita lemah, kita tidak bisa berperang, karena iblis akan dengan mudah memasukkan banyak konsep yang salah.

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." (Yoh 8: 31-32)

Kebenaran Firman Tuhan yang kita ketahui dan alami akan menjadi fondasi kita. Saat manusia batiniah diberi makan, maka apapun yang terjadi kita akan kuat.

Setiap hari tubuh-jiwa-roh kita harus diberi makan. Jika tidak, maka kita jadi lemah.

Mzm 84: 4-7
Ziarah: spiritual journey (perjalanan spiritual).
Yang membuat lembah baka jadi lembah bermata air adalah orang-orang yang melakukan perjalanan manusia batiniah. Manusia batiniah makin hari makin kuat jika dibangun dan diberi makan.

Saat manusia batiniah kita memerintah, jiwa dan tubuh akan tunduk. Tapi hukum-hukum jiwa harus tetap diperhatikan.

Manusia batiniah yang diberi makan semakin hari semakin kuat: mengandalkan kekuatan di dalam Tuhan, tahu tatanan dan hukum Tuhan, membangun cara pandang Ilahi, memahami logika rohani. Hasilnya kita akan semakin dewasa di dalam Tuhan.
Sementara manusia lahiriah makin hari makin lemah. (2Kor 4: 16-18)

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. (2Kor 4: 16)

dan pedang Roh, yaitu firman Allah, (Ef 6: 17b)

Peperangan rohani pedangnya Firman Tuhan, maka hidup kita harus penuhi dengan Firman.

Dalam PB Yesus memperkenalkan kita dengan pribadi Tuhan sendiri. Babtisan Roh Kudus bertujuan supaya kita bisa berkomunikasi dengan Tuhan sendiri, bahkan pengurapan Tuhan mengajar kita sendiri.


Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 085 727 868 064

Tuesday, October 4, 2016

Moving on, Moving up – Tina Astari – Minggu, 25 September 2016

Minggu, 25 September 2016
Moving on, Moving up
Tina Astari

Semua orang pernah mengalami masa padang gurun. Saat di padang gurun jangan berhenti, tapi jalan terus (moving on). Padang gurun bukan tempat penyiksaan, karena Tuhan tidak pernah beri yang jahat pada kita. Apapun posisi seseorang, hamba Tuhan atau jemaat, semua akan diproses Tuhan.

Padang gurun adalah tempat Tuhan memproses hidup kita.

1. Bangsa Israel (Ul 8: 11-18)

dan yang MEMIMPIN engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular- ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras, (Ul 8: 15)

supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya. (Ul 8: 16b)

Israel dibawa dan dipimpin Tuhan keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian. Jika kita masuk padang gurun, itu bukan hukuman Tuhan. Tuhan yang memimpin, tujuannya selalu supaya kita jadi lebih baik pada akhirnya.

Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan. Atas petunjuk peringatan- peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta. Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu. Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan. (Mzm 119: 13-16)

Ucapkan mazmur ini dengan bersuara saat kita berada di padang gurun, sehingga telinga kita mendengar, dan hati kita ditarik semakin mengasihi Tuhan dan mengerti jalan-jalan Tuhan.

Jika Tuhan tidak memproses, kita tidak bisa duduk diam dan belajar Firman, merendahkan diri dan hati di hadapan Tuhan

Tujuan padang gurun supaya kita menjadi lebih baik:
  1. Tidak melupakan Tuhan
  2. Tidak tinggi hati.

Saat dalam padang gurun, jangan berkecil hati, karena itulah cara Tuhan mendidik dan mengajar kita.

2. Tuhan Yesus (Mat 4: 1-4)

Tetapi Yesus menjawab: " Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Mat 4: 4)

Tuhan dibawa ke padang gurun oleh Roh Kudus. Tuhan mengalami prosesnya supaya bisa mengajari kita untuk mengandalkan Firman dalam setiap peristiwa.

Tujuan Tuhan membuat kita jadi lebih baik pada akhirnya: bergerak maju dan bergerak naik.

Jika kita mengerti bahwa makanan di padang gurun adalah Firman Allah, maka padang gurun tidak akan membuat kita terpuruk.

Jangan berhenti dalam lembah kekelaman, karena jika berhenti maka kerohanian akan mati, hidup seperti layangan putus yang tidak tahu tujuannya, tidak tahu siapa dirinya di dalam Kristus.

Kesaksian
Tante angkat bu Tina mengirim kain-kain yang bagus, dia minta bu Tina menjualkannya. Bu Tina minta seseorang menterjemahkan keterangan produk karena dalam bahasa Mandarin. Kemudian bu Tina pelajari barang itu. Dalam 3 bulan, bu Tina bisa menjual dengan cepat dan sesuai target.
Satu kali ada pengiriman sekitar 35 juta. Ada seseorang menelepon dan meminta tebusan. Tim ekspedisi meminta bantuan polisi. Bu Tina berdoa supaya proses lancar.
Saat tidur siang, Roh Kudus membangunkan dan menggerakkan untuk memperkatakan klaim pada iblis, supaya semua dikembalikan. Akhirnya barang bisa kembali, tanpa harus menebus ke pencuri.
Dalam peristiwa ini Roh Kudus ajari bu Tina untuk mempraktekkan Firman menghadapi iblis.

Sebelum jadi anak Allah, perkataan kita tanpa kuasa. Tapi setelah ditebus Yesus, ucapan kita ada kuasanya.

Ilustrasi:
TV canggih, tapi jika tidak tahu cara kerja
remotenya, maka tidak akan berguna

Saat kita tidak tahu cara menggunakan Firman Tuhan dengan tepat, maka tidak berguna.

Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai- sungai di padang belantara. Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai- sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihan- Ku; umat yang telah Kubentuk bagi- Ku akan memberitakan kemasyhuran- Ku. " (Yes 43: 19-21)

Kata "membuat" (
‛âśâh - H6213) dalam bahasa asli artinya "berubah menjadi".
Yang mengubah sesuatu itu bukan kita, tapi Tuhan.

Kata "jalan" (= highway) artinya jalan yang besar, bukan jalan kecil.
Kata "sungai" (stream = nâhâr - H5104 ) artinya aliran, termasuk laut.

Jika bukan Tuhan, tidak ada yang bisa membuat: jalan raya di padang gurun dan sungai di padang belantara. Saat di padang gurun kita harus melangkah maju (
moving on) bersama Tuhan, sehingga akhirnya kita bisa moving up, naik ke level berikutnya.

Tetapi bagian TUHAN ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya. Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah- tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya. (Ul 32: 9-10)

Tuhan mengelilingi, mengawasi dan menjagai kita saat melewati padang belantara. Maka tidak ada hal yang perlu kita takutkan. Tuhan selalu punya tujuan saat Dia ciptakan sesuatu. Yang berbahaya adalah saat kita terhenti di padang gurun. Kita harus terus melangkah maju dan melangkah naik dengan pimpinan Tuhan. Tuhan itu mengasihi kita, dan Dia tidak menghukum kita.

Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati. (Pkh 7: 8)

Kesaksian
Di masa kecil, bu Tina harus mengajari Joseph saat menjelang ujian. Bu Tina mengucapkan Firman dan janji Tuhan supaya Joseph bisa lolos. Orang tua selalu berusaha memberi yang terbaik bagi anaknya. Ternyata yang terbaik adalah mengucapkan Firman.

Saat kita tidak bisa memahami yang terjadi, ucapkan saja Firman sampai itu jadi dalam hidup kita.

Jadilah peniru-peniru Allah dengan mengucapkan Firman Tuhan
  • Allah menciptakan bumi seisinya dari sesuatu yang kosong dengan ber-Firman
  • Saat bertemu iblis di padang gurun - Yesus mengucapkan Firman

Yang diucapkan bukan perkataan kita sendiri, karena itu tidak ada kuasanya.

Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan. Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. Bangsaku akan diam di tempat yang damai, di tempat tinggal yang tenteram di tempat peristirahatan yang aman. (Yes 32: 15-18)

Kerajaan Allah terdiri atas 3 hal: kebenaran, damai sejahtera, sukacita. Jika di suatu masa, salah satu dari 3 hal ini tidak ada dalam kehidupan kita, minta pada Tuhan supaya 3 hal ini ada dalam hidup kita.

Tanda bahwa kita ada di jalur Tuhan: ada kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita di hidup kita

Setiap kali bu Tina datang ke Tuhan, jika mendapat Firman akan menggembirakan. Tapi jika tidak dapat sesuatu, bu Tina terus mencari. Cari dan terus cari, ketuk dan terus ketuk. Karena Tuhan suka dicari. Caranya: baca Firman, pujian, penyembahan, dll.


Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 085 727 868 064