Thursday, June 14, 2012

My Fathers Business - Petrus Agung - Minggu 10 Juni 2012


Minggu 10 Juni 2012
My Fathers Business
Petrus Agung

Pendahuluan
Ketika lawatan datang dan orang tidak sadar Tuhan sedang kunjungi kita, suatu hari konsekuensinya akan berat.

Tuhan Yesus pernah meratapi kota Yerusalem. Di pengadilan, Pilatus tawarkan kepada rakyat: apakah mereka memilih supaya Pilatus membebaskan Barabas atau Yesus. Rakyat memilih Barabas, bahkan bersumpah: “Biar kami dan anak-anak kami yang menanggung darahNya”. Perkataan ini diucapkan secara emosional tanpa menyadari konsekuensinya. Ternyata akibatnya mengerikan !

Sekitar 30 th kemudian dari masa itu, sekitar 70 M, terjadi perang antara Yahudi melawan Romawi. Yerusalem dikepung, gerbang dijebol. Penduduk Yerusalem saat itu maksimal 250 ribu orang. Tapi sejarah sebutkan bahwa yang mati kelaparan 97 ribu, dan yang mati 1,1 juta orang. Bagaimana mungkin ada selisih jumlah itu?

Ternyata penghancuran Yerusalem tersebut terjadi pada waktu Paskah, saat orang Yahudi dari seluruh dunia merayakannya di Yerusalem. Itulah sebabnya jumlah korban begitu besar. Saat-saat yang mirip dengan saat orang Yahudi menyalibkan Yesus. Konon pada masa itu di 1 pohon disalibkan hingga 3-4 orang, hingga pohon di Yerusalem habis, bahkan ada yang disalibkan di tembok-tembok kota. Mereka yang dibantai adalah mereka yang dulunya pernah berseru “Salibkan Dia” dan “Biarlah darahNya tertanggung atas kami dan anak-anak kami”, dan juga anak-anak mereka.

Yosephus, sejarawan Yahudi yang menyaksikan dan mencatat pembantaian Yerusalem ini berkata bahwa ada hal yang aneh: Tidak ada satupun orang yang percaya Yesus menjadi korban pembantaian tersebut !
Di jaman Yesus tidak satupun muridNya berseru “Salibkan Dia” dan “Biarlah darahNya tertanggung atas kami dan anak-anak kami”. Tuhan tahu siapa milikNya, siapa yang jadi kepunyaanNya, Tuhan kenal kita semua satu-persatu ! Maka jangan gegabah dengan perkataan kita, jangan suka bersumpah !

Firman
Luk 2: 41-52 – Kisah Yesus di Bait Allah pada usia 12 tahun.

Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya,
dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. And Jesus increased in wisdom and stature, and in favour with God and man. (Luk 2: 52)

Supaya kita bisa dapatkan perkenan Tuhan dan manusia (favour of God and man) seperti Yesus, maka kita harus berada di mana “bisnis Bapa di surga” ada !

And he said unto them, How is it that ye sought me?
wist ye not that I must be about my Father's business? (Luk 2: 49)

Dalam terjemahan bahasa Inggris “pekerjaan Bapa” diterjemahkan sebagai “my Father's business”. Artinya bagi Tuhan harus ada keuntungan besar! Saat kita mengerjakan “my Father's business” maka kita akan mencapai panggilan maksimal kita dan mendapatkan jatah maksimal atas kehidupan kita yang sudah Tuhan tetapkan.

Bagaimana kita bisa mengerjakan pekerjaan/ bisnis Bapa di Surga ?

1. Bergerak di luar kelaziman
Maria dan Yusuf kehilangan Yesus, tapi di saat yang sama Yesus jadi berkat di Yerusalem. Maria dan Yusuf kehilangan Yesus karena mereka bergerak dalam kelaziman (ay 42). Semua yang lazim, yang dikerjakan berabad-abad tidak menghasilkan apapun ! Orang cenderung berbuat sesuatu yang lazim, karena sesuatu yang tidak lazim membuat orang tidak nyaman.

Hal yang lazim artinya hal-hal yang juga dibuat oleh orang lain. Jika kita buat hal yang sama dengan orang lain, kita tidak akan pernah buat sesuatu hal yang besar. Selama kita hanya melakukan hal yang lazim, kita hanya akan jadi orang rata-rata / average. Saat kelaziman masuk dalam kehidupan rohani, maka akan menjadi roh agamawi. Saat kita minta ke Tuhan untuk keluar dari kelaziman, maka Tuhan akan tunjukkan sesuatu yang baru.

Kelaziman membunuh banyak hal: kreativitas, keberanian kita untuk melakukan hal yang baru dan berbeda, semua ide yang masuk ke hidup kita, kesempatan dan pintu baru yang terbuka, bahkan membiarkan kairos Tuhan lewat dari kehidupan kita!

Contoh: Ketika p Agung melewati sebuah gereja pada hari kerja, terlihat tidak ada kegiatan apapun. Ini sangat tidak efektif dan efisien! Karena untuk mendirikan gereja di Indonesia ijinnya sulit, pengumpulan dana untuk pembangunannya berat. Tapi setelah semua jadi, ternyata hanya digunakan beberapa jam dalam seminggu.

Contoh orang yang 38 th sakit di tepi kolam Betesda. Dia tunggu di situ dan mengharap bisa lakukan yang lazim di kolam Betesda untuk mendapat kesembuhan, sampai bahkan kata “kesembuhan” menjadi trauma dalam hidupnya. Sampai saat Yesus datang dan sembuhkan dengan cara yang berbeda.

Hidup kita terhenti/ stag, sebagian besar karena kita terjebak dalam kelaziman, rutinitas agamawi yang terus menerus.
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Rat 3: 22-23)

Alkitab berkata bahwa kasih setia Tuhan baru setiap pagi . Itu artinya Tuhan sediakan bagi kita sesuatu yang baru, segar, fresh, dan beda dengan sebelumnya. Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat kreatif ! Maka Dia tidak akan nyaman dengan orang yang membosankan.
Dalam Habakuk 3 dikatakan bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang melakukan perjalanan, artinya bukan Tuhan yang menetap !

Akar permasalahan Kain dan Habil adalah pengenalan mereka akan Tuhan. Kain bertani, artinya menetap/ stay/ tinggal. Habil penggembala, artinya selalu bergerak !

Tuhan berkata bahwa Dia adalah gembala agung kita – bukan peternak. Kita bukan ternaknya Yesus, tapi domba gembalaanNya. Maka setiap pagi Dia akan ajak kita jalan mencari rumput yang hijau. Gembala harus kreatif membawa domba ke padang rumput yang hijau, karena itu menentukan seberapa sehat domba-dombanya.
Peternakan membawa domba untuk dikorbankan, penggembalaan membawa domba untuk jalan dan jadi semakin sehat, sehingga domba bisa mencapai destinynya.

Yusuf dan Maria kehilangan Yesus karena kelaziman ! Padahal nature Yesus adalah di luar kelaziman, bahkan cara Yesus menyembuhkan orang sakit sangat kreatif dan bermacam-macam.

Cara melepaskan diri dari kelaziman adalah dengan bergaul dengan Roh Tuhan. Digembalakan oleh Roh Tuhan membuat kita jadi orang yang berbeda, cara pikir kita tidak lazim.

2. Punya kesadaran diri yang penuh
Kita hanya bisa jadi besar dan mencapai destiny kita, hanya pada saat kita mencapai tingkat kesadaran diri yang penuh tentang siapa sebenarnya diri kita ! Dan hal ini tidak tergantung umur !

Penelitian mengatakan bahwa 90% orang mati membawa serta semua potensinya yang tidak pernah digali, dikelola dan dikembangkan.

Contoh: kisah telur rajawali yang jatuh dari sarangnya dan akhirnya dierami oleh ayam. Saat bertumbuh, tubuh luarnya rajawali, tetapi di dalamnya/ mentalnya ayam !

Di usia 12 tahun Yesus sudah mencapai kesadaran diri! Ketika ada orang-orang berdiskusi tentang Taurat, hal ini menarik hati Yesus, RohNya bangkit, karena Firman yang mereka bicarakan itu adalah diriNya sendiri.

Kesadaran siapa diri kita di depan Tuhan: bahwa kita adalah manusia roh dan punya potensi Ilahi yang besar – ini jarang dimiliki orang Kristen. Kesadaran yang kita miliki seringkali lebih manusiawi. Jika kita tidak sadar diri, maka setan akan dengan mudah membisiki kita: “kamu tidak bisa apa-apa”, “kamu terbatas”, “kamu tidak punya potensi”, dll.

Karena kita tidak mengerti siapa sebenarnya kita di depan Tuhan, maka banyak potensi yang Tuhan beri kepada kita – tidak kita gunakan dengan maksimal. Setan yakinkan bahwa kita tidak bisa berbuat sesuatu yang besar.

Kenali diri kita dengan baik ! Minta Tuhan ajari kita sehingga timbul pengenalan diri hingga ke roh kita. Lihat bahwa ada hal besar yang Tuhan taruh dalam diri kita !

3. Memilih bergaul dengan orang-orang yang bijaksana

And it came to pass, that after three days they found him in the temple,
sitting in the midst of the doctors, both hearing them, and asking them questions
And all that heard him were astonished at His understanding and answers (Luk 2: 46-47)

Dalam bahasa Inggris alim ulama diterjemahkan sebagai doctors. Yesus berada di tengah-tengah kaum alim ulama, dan Dia mendengarkan, bertanya dan menjawab.

Doktor adalah orang yang melihat dan mengamati sekitarnya,
kemudian melihat kebutuhan yang ada, merenungi dan memikirkannya,
kemudian memberi solusinya.

Yesus berada di tengah “doktor”, dan melakukan seperti “doktor” juga : mendengarkan, bertanya, gali informasi, sampai kemudian keluar jawaban dari hidupNya !

Tuhan sering frustasi dengan kita: kehidupan rohani OK. Maka Tuhan ingin memberkati kita, tapi terbentur oleh keadilanNya. Karena seberapa talenta yang Tuhan beri, itu sesuai dengan kesanggupan kita. Ketika ternyata kita tidak punya kesanggupan, Tuhan tidak bisa berkati, karena tanpa kesanggupan maka berkat itu justru akan mencelakakan kita. Orang yang tidak bisa mengelola uang akan dikelola uang !

Supaya kita bisa dipercayai: dengarkan, tanya, olah dengan roh kita dan hikmat Roh Kudus, kemudian temukan solusinya !
Hidup kita harus punya kecerdasan dan kesanggupan untuk mengelola! Masing-masing kita harus hitung dan ukur: bisakah kita dipercayai Tuhan ?

Didik diri kita, biarkan Tuhan latih hidup kita, maka kita akan jadi orang yang bisa dipercayai. Semakin kita bisa dipercayai, maka semakin besar kepercayaan Tuhan kepada kita! Semakin kita mempersiapkan diri jadi orang yang mampu dan bisa dipercayai, maka kepercayaan Tuhan akan semakin besar !

4. Memiliki kerendahan hati
ay 51 – Walaupun sudah menyadari siapa sebenarnya dirinya, Yesus tetap hidup dalam asuhan orang tuaNya. Ini adalah bentuk dari kerendahan hati.

Kerendahan hati seringkali tidak bisa dinilai orang lain, tapi Tuhan menilai yang di dalam kita. Apapun yang kita kerjakan di luar, nilai akhirnya ditentukan oleh apa yang di dalam kita. Manusia cenderung senang dipuji, padahal pujian itu menjadi upah kita di bumi.

Dalam perjalanan ke Belanda p Agung mimpi diajak Tuhan untuk melihat ibunya. Ternyata di surga ibunya berpangkat, padahal saat di dunia tidak melakukan banyak hal. Ternyata yang diperhitungkan Tuhan beda dengan yang manusia pikir. Tuhan lihat hati dari ibu p Agung: doa, baca Alkitab, datang dan bicara dengan Tuhan, keprihatinan terhadap berbagai masalah, dan bagaimana hubungan pribadi dengan Tuhan, dan semua itu tidak pernah beliau ceritakan dan banggakan di luar.

Saat kita berkata bahwa kita tidak butuh pengakuan manusia
dan hanya ingin senangkan Tuhan, dan ini membuat kita puas,
maka kita akan jadi besar di hadapan Tuhan dan manusia,
kita akan terima favor of God and man seperti Yesus. Just hineni !


link MP3 (pagi) :

link MP3 (sore) :


"BAGI YANG MERASA DIBERKATI DENGAN PELAYANAN KAMI DI MINYAKCADANGAN DAN MEMILIKI CUKUP DANA, HARAP BELI DVD/ VCD/ CD/ MP3 ASLINYA DI: RHEMA BOOKSTORE, MEDIA INJIL KERAJAAN, ATAU EL-BLOSSOM CAFE & RESTO !"

MARI BERGERAK DARI KONSUMEN - MENJADI PRODUSEN, DARI DIBERKATI - MENJADI SALURAN BERKAT !!!

korespondensi di antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB)

Sunday, June 10, 2012

Menang di 2 Alam - Petrus Agung - Jumat 08 Juni 2012 - Dewasa Muda Juni 2012 – JKI Permata

Jumat 08 Juni 2012
Menang di 2 Alam
Petrus Agung
Dewasa Muda Juni 2012 – JKI Permata


Kej 11: 1-9 Menara Babel
Kisah di atas adalah kisah orang-orang yang nyaris sukses. Kisah ini harus kita pelajari supaya kita tidak hanya “nyaris sukses”, tapi benar-benar sukses.

Kita hidup di 2 alam: alam atas (rohani) dan alam bawah (jasmani).
Sebelum manusia berdosa hanya ada alam atas. Saat manusia berdosa hubungan dengan Tuhan terputus. Kita secera jasmani hidup di alam bawah. Alam atas adalah alam roh, alamnya Tuhan.
Begitu kita lahir baru, roh kita bisa kembali berkomunikasi dengan Tuhan, maka kita bisa masuk ke alam atas. Maka jika kita tidak bisa menang terhadap orang dunia, maka ada yang salah !

Ketika kita berusaha hanya di “alam bawah”, maka kita hanya akan sampai pada taraf “nyaris sukses”.

Kekuatan Tuhan adalah penentu, tapi Tuhan punya keadilan !
Maka jika seseorang berusaha dengan baik di “alam bawah” dalam koridor Tuhan: kerja, berpeluh, menabur, maka hasilnya akan sangat baik! Tapi jika semua tidak kita kuasai dengan baik, di suatu titik akan roboh lagi. Setelah berkali-kali roboh, kebanyakan orang akan mati semangatnya, putus asa, karena mengalami terlalu banyak terbanting.

Seharusnya kita hidup di 2 alam: jasmani dan rohani. Kerjakan sejara jasmani di alam bawah, tapi saat ada yang harus dilakukan di alam atas – kita bisa kerjakan, kita kuasai semuanya !

Kualitas orang Babel (di alam bawah = potensi manusiawi) dalam kisah di atas:

1. Punya visi : membangun menara agar terkenal dan bersatu. Banyak orang punya kemampuan dan dijadikan satu/ unity.
P Agung lahir baru 1979. Saat itu Indonesia selalu jadi lahan bagi hamba Tuhan luar negri untuk datang dan mengajar. Dalam beberapa tahun terakhir keadaan bisa berbalik, p Agung sudah mengajar ke luar negri. Hamba Tuhan luar datang ke Indonesia dalam kelompok kecil, tapi kelompok Bahtera ke luar negri dalam rombongan yang selalu besar (misal 600 orang), bayar sendiri, berani gila-gilaan, maka akhirnya menguasai atmosfir tempat pelayanan dengan kuat !

Punya visi artinya punya “ambisi yang kudus”, artinya ada target di setiap ukuran waktu/ usia: usia sekian mencapai sekian, usia sekian mencapai sekian, dst.

2. Tahu bagaimana meraih visinya (how to), artinya punya teknologi: tahu cara membuat batu bata.

3. Mau berusaha
Tuhan berkata bahwa ini baru permulaan usaha mereka, dan mulai saat itu – dengan potensi yang manusia punya – manusia tidak akan ada yang gagal ! Ini belum ditambah campur tangan Tuhan !

Ragukan semua batasan dalam hidup kita !

Contoh: semua hal yang bisa kita nikmati saat ini – 100 tahun yang lalu orang berkata tidak bisa atau tidak mungkin: atur suhu (AC), atur penerangan (lampu), dll. Apa yang hari ini kita katakan tidak mungkin, suatu hari akan jadi mungkin ! Apapun yang kita butuhkan hari ini: semuanya mungkin !


> Acara 27 Mei di bundaran HI Jakarta berhasil, tapi konser lady Gaga(l) batal.
> p Agung di Belanda mencari dokumen awal VOC. Awalnya tidak boleh, akhirnya malah bisa sampai pegang.

Saat kita bahwa sesuatu itu tidak mungkin, hal itu seperti menghina Tuhan, karena Firman Tuhan berkata bahwa tidak ada yang tidak berhasil.

Berapa lama kita bisa mencapai sesuatu tergantung kita masing-masing!
Jika kita santai bisa 80 th.
Cara mempercepatnya: paksa diri kita, didik, tekan, paksa diri kita
karena manusia cenderung manja dan gampang menyerah !

Bangun lebih pagi, doa lebih banyak, baca Alkitab lebih banyak, kerja lebih keras !
Saat bangun pagi – buat cek-list mengenai apa yang harus kita kerjakan hari itu.
Jika kurang dari 15 item: BERTOBAT, karena artinya kita MALAS !

Sejak manusia berdosa, nature kita harus berpeluh dan bekerja keras, tujuannya untuk memeras hingga semua potensi kita keluar.

Contoh: p Yusak di usia 77 th, setiap hari beliau bangun subuh, baca 30 fasal, doa, selalu tanya apa kata Tuhan. Maka saat menghadapi persoalan, kekuatan yang di dalam rohnya cukup ! Ini karena p Yusak “menimbun” kekuatan setiap hari. Santai p Yusak adalah “santai yang berbeda” ! Di Papua p Yusak tidak hanya jadi dokter gigi, tapi juga menginjil dan mengerjakan bermacam-macam usaha, hingga di masa itu sempat jadi orang terkaya di Biak.

Yang jadi masalah kita: kebanyakan manusia jarang atau malas untuk menaikkan potensi kita.
Bagian dari usaha: belajar, baca bacaan yang bermanfaat dan berguna bagi hidup kita.
Jika “alam bawah” kita kuasai dengan kuat, dikombinasi dengan “alam atas” dalam hidup kita, maka hasilnya akan dahsyat melebihi manusia kebanyakan.

Para pendeta umumnya hanya bergerak di alam atas, itupun hanya dikerjakan sedikit sekali.

P Agung di hari kerja melewati sebuah gereja yang tertutup tidak ada kegiatan. Ini pemborosan! Karena urus ijinnya susah, cari uang untuk membangun susah, begitu jadi hanya digunakan seminggu sekali!

Kita harus manfaatkan setiap centimeter dari gereja dengan efektif ! Gereja harus jadi suply bagi daerah sekitarnya, bangsa dan dunia. Gereja harus jadi representatif kerajaan Tuhan di dunia ini.

> Di alam atas: baca Alkitab, kenali kerinduanNya, keinginanNya, hatiNya.
> Di alam bawah kita kerja keras, efisien, mengerti visi, mengerti cara mewujudkan visi.

Apapun yang dunia tuntut dari kita, sebenarnya kita memiliki 2 x lipatnya,
dan potensi itu Tuhan letakkan dalam diri kita.

P Agung sudah lama ingin membangun Rumah sakit, dan keinginan itu tidak di padamkan, tapi disimpan dalam hati. Pada waktu Tuhan, tiba-tiba dapat tanah. Saat ps Jon Avanzini datang, gambar RS dibuat. Kemudian mendapat hibah peralatan RS dari beberapa RS luar negri, dan sumbangan alat-alat laboratorium dari jemaat.

Jika kita hanya urusi hal-hal di “alam atas” - ini MASALAH ! Karena nanti kita akan mempertanyakan hal-hal yang tidak penting, tetapi hal-hal yang penting tidak pernah kita pertanyakan dalam hidup kita!

Contoh pertanyaan yang salah:
  • Mengapa memakai jubah? Anak TK di wisuda menggunakan jubah – terlihat bagus. Tapi mengapa saat kita gunakan jubah di gereja banyak yang ribut?
  • Mengapa memakai banner?
  • Mengapa menari?

Harusnya yang ditanyakan:
  • Mengapa tidak membangun Rumah sakit?
  • Mengapa tidak membuat sekolah untuk orang miskin?
  • Mengapa tidak membangun gereja dengan kapasitas besar?
  • Berapa jiwa yang sudah dimenangkan?

Jika kita serius, kita bisa taklukkan dunia ! Selalu ada jalan, tapi kita harus bisa “bermain” di 2 alam: kerja keras secara jasmani, punya pengenalan yang benar akan Tuhan.
Jika kita kenal Tuhan tapi malas, maka Tuhan serba salah: tidak diberkati – hubungan dengan Tuhan sudah dekat, tapi jika diberkati – tidak bisa dipercaya, tidak dikerjakan!

Jika kita kenal Tuhan, ujungnya Dia akan beri kita kepercayaan !
Bisakah setiap talenta yang Tuhan letakkan dalam hidup kita pertanggung-jawabkan,
kita latih, kita belajar, kita kembangkan, kita jadikan besar dalam berkatNya !
Saat kedua alam kita kuasai dengan seimbang, maka sesuatu yang ajaib akan terjadi !

Ada yang super rohani, tapi tidak mampu kerja.
Ada yang hanya kerja jasmani, durinya banyak: kesombongan, kecongkakan, omong besar, akhirnya hanya mentok di kekuatan manusianya dan tidak bisa jadi besar.

Alkitab berkata Tuhan tidak pernah beri kemuliaan kepada yang lain! Jika kita tidak kenal Tuhan, PASTI tidak tahu diri! Saat diberkati, maka kemuliaan diambil untuk dirinya sendiri.

Error orang-orang babel ini adalah saat mereka menemukan tanah yang datar.
Potensi kita akan jadi error saat hidup kita datar dan tidak ada passion untuk naik!

Jika kita tiba di “tanah datar” - HATI-HATI ! Tanah datar artinya:
  • Tidak ada goal/ tujuan lain yang ingin dicapai. Jika tidak ada tujuan lain, maka manusia cenderung mulai mengurusi orang lain.
  • Tidak punya ambisi kudus untuk terus naik di depan Tuhan.

Jangan pernah “datar” sebelum Tuhan datang yang kedua kali !

Ps Morris Cerullo usianya 80 th, tapi hari ini masih aktif khotbah setiap hari dalam sebulan, dari satu negara ke negara yang lain, dan tetap bersemangat !

Di gereja kita banyak belajar tentang “alam atas”. Tapi di luar gereja kita harus terus “upgrade” diri dan potensi manusia kita. Jaga sikap hati kita ! Minta Tuhan menjaga sikap hati kita, maka kita akan menjadi orang-orang yang militan dan tahu apa yang harus dikerjakan !

Ubah cara berfikir ! Bukan lagi: “Tuhan, aku minta 1 M” tapi “Tuhan, aku ingin memberi 1 M”.
Artinya kita minta diberkati sedemikian sehingga persembahan sebesar 1 M adalah ringan bagi kita!


link MP3 :


"BAGI YANG MERASA DIBERKATI DENGAN PELAYANAN KAMI DI MINYAKCADANGAN DAN MEMILIKI CUKUP DANA, HARAP BELI DVD/ VCD/ CD/ MP3 ASLINYA DI: RHEMA BOOKSTORE, MEDIA INJIL KERAJAAN, ATAU EL-BLOSSOM CAFE & RESTO !"

MARI BERGERAK DARI KONSUMEN - MENJADI PRODUSEN, DARI DIBERKATI - MENJADI SALURAN BERKAT !!!

korespondensi di antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB)

Menjadi Kuat Adalah Pilihan - Iin Cipto - Minggu 03 Juni 2012 - JKI Hananeel


Minggu 03 Juni 2012
Menjadi Kuat Adalah Pilihan
Iin Cipto
JKI Hananeel

(ringkasan menyusul)


link khotbah:


"BAGI YANG MERASA DIBERKATI DENGAN PELAYANAN KAMI DI MINYAKCADANGAN DAN MEMILIKI CUKUP DANA, HARAP BELI DVD/ VCD/ CD/ MP3 ASLINYA DI: RHEMA BOOKSTORE, MEDIA INJIL KERAJAAN, ATAU EL-BLOSSOM CAFE & RESTO !"

MARI BERGERAK DARI KONSUMEN - MENJADI PRODUSEN, DARI DIBERKATI - MENJADI SALURAN BERKAT !!!

Saturday, June 9, 2012

Berkonfrontasi dengan Ketakutan Kita - Petrus Agung - Minggu 03 Juni 2012


Minggu 03 Juni 2012
Berkonfrontasi dengan Ketakutan Kita
Petrus Agung


Pembukaan
Dalam sejarah sebuah bangsa ada moment-momen yang sangat kritis yang menentukan nasib dan arah bangsa tersebut. Keputusan pemimpin/ otoritas pada momen-momen seperti itu sangat menentukan. Kesalahan keputusan yang diambil membawa malapetaka bagi bangsa tersebut, sedangkan keputusan yang benar akan membawa bangsa ke arah kemajuan yang ajaib tanpa halangan yang berarti.

Contoh: Yang mengalami kegerakan rohani di semenanjung korea awalnya kota Pyongyang (sekarang ibukota Korea utara), yaitu kegerakan “doa pagi”. Bahkan Pyongyang sempat disebut sebagai Yerusalem Asia timur. Saat pendudukan Jepang masuk dan pemerintahan korea runtuh, praktis kepemimpinan Korea dipegang oleh para hamba Tuhan.
Kemudian tentara jepang memaksa para pemimpin gereja untuk mengumumkan kepada jemaat bahwa penyembahan kepada nenek moyang adalah budaya dan diijinkan. Pemimpin gereja yang tidakmau menurut akan dibunuh. Pemimpin-pemimpin gereja di Pyongyang saat itu akhirnya menurut. Akibatnya sejak hari itu kegerakan terhenti dan bergeser ke selatan.

27 mei kemarin adalah persimpangan jalan bagi bangsa kita. Awalnya acara doa di bundaran HI ini sulit perijinannya. Setelah terus didoakan, akhirnya ijin keluar. Pemerintah telah dituntun Tuhan untuk mengambil keputusan yang bijak bagi bangsa ini!
Seharusnya Lady gaga hari ini (3 juni) konser di Indonesia, penampilannya demonic, penontonnya disebut monster kecil – sedangkan Lady Gaga adalah ibu dari monster-monster kecil itu. Jika konser ini terlaksana di Indonesia, maka daya rusaknya secara rohani akan luar biasa.


Sikap-sikap yang harus kita ambil supaya siap menerima kesembuhan yang dari Tuhan
Yoh 5:1-9 – Penyembuhan di kolam Betesda

1. Berani ber-konfrontasi dengan apapun yang menakutkan bagi kita
Tuhan Yesus mengajukan pertanyaan yang seharusnya tidak perlu ditanyakan "maukah engkau sembuh ?" Tetapi pertanyaan diajukan bukan untuk mendapatkan jawaban “ya” atau “tidak”, tetapi merupakan pertanyaan konfrontasi ! Orang itu sudah terlalu lama sakit – 38 tahun, sehingga kata "sembuh" itu sudah menimbulkan trauma baginya.

Si sakit ini melihat mujizat di depan matanya, tetapi yang sembuh orang lain, dan ini menyakitkan baginya. Maka bagi Tuhan itulah saat mengkonfrontasi ketakutan orang ini.

Kita harus berani berkonfrontasi dengan apapun yang menakutkan hidup kita. Jangan mencari pembenaran diri ! Jika kita berani, maka kita akan merdeka dan mengalami mujizat ! Persoalannya bukan di mujizatnya ! Ada cara dan waktu Tuhan yang sering kali tidak sama dengan yang kita inginkan dan kita pikirkan. Tapi semakin kita takut ber-konfrontasi dengan apa yang menakutkan kita, kita akan makin jauh dari apa yang sebetulnya Tuhan sediakan bagi kehidupan kita.

Orang ini tidak menjawab Yesus dangan “mau”, tapi malah bercerita tentang semua upaya-nya dan bagaimana dia gagal. Seringkali saat kita gagal dalam satu atau 2 hal, kita jadi begitu kepahitan dengan hidup ini, kemudian menceritakan semua kenyataan yang buruk dalam hidup kita, dan ujungnya hanya sebuah alasan dan pembenaran diri. Tapi pembenaran diri tidak membawa penyembuhan apapun !

Jika Tuhan mau kita ber-konfrontasi dengan apapun yang menakutkan dan menyakitkan kita: jangan mulai dengan memberikan semua alasan yang membenarkan keadaan kita hari ini. Semakin kita membenarkan alasan mengapa engkau seperti sekarang ini, semakin tidak ada perubahan akan terjadi ! Tuhan ingin kita konfrontasi dengan apapun yang menakutkan kita, maka itu akan mengubah kita !

Contoh konfrontasi dengan ketakutan:
  • P Agung dulunya minder, takut bergaul dengan orang yang belum dikenal. Cara mengatasi: latihan berbicara di persekutuan yang jumlah anggotanya sedikit.
  • P Agung tidak bisa bahasa Inggris, dan gurunya galak. Cara mengatasi: mengikuti ekstrakurikuler bahasa Inggris yang diadakan guru tersebut.

Saat orang sedang sakit di dalam, apapun yang baik jadinya jelek. Orang sakit ini merasa Yesus menyalahkannya, sehingga merasa tertuduh, dan kemudian mengemukakan pembenaran diri. Tetapi selama tidak kita konfrontasi, maka tidak akan ada apapun terjadi dalam hidup kita.

2. Ikuti dan percayai saat Tuhan beri suatu perintah yang merupakan lompatan

Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." (Yoh 5: 8)

Perintah Yesus ini seharusnya diucapkan setelah si sakit sembuh. Umumnya diucapkan doa kesembuhan lebih dulu, si sakit jadi sembuh, baru kemudian mengangkat tilam dan berjalan. Tapi perintah Tuhan ini seperti sebuah lompatan – ada beberapa hal yang Tuhan lompati !

Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan,
percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. (Mrk 11: 24)

Ketika Tuhan memerintahkan sesuatu yang merupakan lompatan, bagian kita adalah berkata: AMIN !Tidak usah tanya lagi, karena artinya tahapan-tahapan yang dilompati itu sudah tercover dan sudah Tuhan bereskan ! Masalahnya: bisakah kita percaya saat Tuhan berkata seperti itu ?

Contoh perintah yang merupakan lompatan:
Tuhan suruh p Agung membangun rumah sakit. Ini merupakan lompatan. Harusnya: ada tanah lebih dulu, peralatan, sumber daya, perijinan, dll.

Pesan Tuhan hari ini:
Apapun yang paling menakutkan hidup kita – jangan cari alasan membenarkan diri !
Konfrontasi ! Supaya kita bisa lolos, menang dan keluar dari penjara ketakutan kita sendiri !
Karena jika kita biarkan hidup kita dikuasai ketakutan,
maka kita tidak akan pernah bisa keluar sebagai pemenang !


link MP3 kebaktian pagi :

link MP3 kebaktian sore :



"BAGI YANG MERASA DIBERKATI DENGAN PELAYANAN KAMI DI MINYAKCADANGAN DAN MEMILIKI CUKUP DANA, HARAP BELI DVD/ VCD/ CD/ MP3 ASLINYA DI: RHEMA BOOKSTORE, MEDIA INJIL KERAJAAN, ATAU EL-BLOSSOM CAFE & RESTO !"

MARI BERGERAK DARI KONSUMEN - MENJADI PRODUSEN, DARI DIBERKATI - MENJADI SALURAN BERKAT !!!

Wednesday, June 6, 2012

Rahasia Keberhasilan Pelayanan - Petrus Agung - Jumat 01 Juni 2012


Jumat 01 Juni 2012
Leaders Meeting JKI Injil Kerajaan
Rahasia Keberhasilan Pelayanan
Petrus Agung


Pendahuluan
Setiap kali ada pertemuan, baik itu kebaktian maupun MK, perhatikan apakah Tuhan hadir atau tidak ! Karena jika tanpa Tuhan, maka tidak akan ada sesuatupun yang terjadi !

1. Belas-kasihan
Mat 14: 13-21 – Yesus memberi makan 5000 orang
Banyak orang melihat pelayanan dalam bingkai-bingkai tertentu, dan masing-masing menganalisa dari sudut pandangnya. Tapi apapun itu, dasar yang terpenting adalah belas-kasihan !
Jika kita tidak memulai pelayanan dengan belas-kasihan, maka kita akan terjebak dalam sistem, terjebak dalam organisasi. Yang membuat satu pelayanan beda dengan yang lainnya adalah ada atau tidaknya belas-kasihan !

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,
sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,
melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3: 16)

Ayat di atas adalah belas-kasihan yang terbesar ! Dari situlah timbul pengorbanan terbesar ! Penyaliban Yesus dasarnya adalah belas-kasih Bapa kepada manusia. Di masa sebelum Yesus dan sesudahnya banyak orang Yahudi yang disalibkan oleh Romawi. Tapi yang memiliki dampak terbesar adalah penyaliban Yesus, karena dasarnya belas-kasih Bapa. Penyaliban orang Yahudi lainnya dasarnya bukan belas-kasihan. Ada yang karena pemberontakan, karena kekejaman tentara Romawi, dll.

Apapun yang dikerjakan JKI Injil Kerajaan dengan mudah dapat ditiru oleh orang lain. Tapi selama itu tidak didasari belas-kasihan maka tidak akan sukses, karena tidak akan ada orang yang mau terlibat.

Setiap kali melayani: minta Tuhan beri kita hati yang penuh belas-kasihan, sehingga sekecil apapun pelayanan yang kita lakukan akan membawa berdampak !
Melayani tanpa belas-kasihan hanya menyebabkan kita letih dan capek, karena tidak semua orang yang kita layani tahu diri dan bisa berterima kasih. Apapun yang kita kerjakan, suatu kali kita akan berkata cukup ! Kemudian berhenti. Hanya dengan belas-kasihan kita akan mampu bertahan !

> Tata ulang hati dan hidup kita ! Minta belas-kasihan ! Jangan pernah lelah dan letih menolong orang lain, kerjakan dengan segenap hati !

2. Pelayanan yang berdasarkan belas-kasihan akan melahirkan VISI
Visi bisa muncul dari berbagai hal: harga diri/ pride, kesombongan, ambisi, tidak mau kalah, tapi visi dengan latar belakang seperti ini tidak murni !

Visi yang didasari oleh belas-kasihan adalah visi terbaik ! Jika dilandasi hal-hal lain, maka ujungnya hanya akan membuat “menara babel” dan membawa kebaikan bagi diri kita sendiri, namun tidak membawa dampak apapun pada orang lain !

5000 orang butuh makanan, Yesus perintahkan 12 murid memberi makan mereka. Artinya Tuhan bebankan 5000 orang pada 12 orang murid. Hal ini membedakan dasar visi: apakah dari belas-kasihan atau dari ambisi !
Dunia membebankan 12 orang kepada 5000 orang
Jika dasarnya belas-kasihan maka yang sedikit orang bertugas memberi makan dan melayani orang lain yang jumlahnya jauh lebih banyak.

Pelayan dan pemimpin yang ada HARUS mampu menanggung beban sekian belas ribu jemaat JKI Injil Kerajaan. Cara Tuhan selalu begini: pemimpin melayani semua, pemimpin beri yang terbanyak.

Di akhir kisah ada sisa 12 bakul. Walau letih, 12 orang ini melihat kemuliaan yang jauh lebih besar dibanding ke 5000 orang.

3. Belajar ikuti cara Tuhan dan biarkan cara berfikir kita dari luar kelaziman
Masalah bagi anak Tuhan adalah walaupun mereka cinta dan ikut Tuhan, tapi cara berfikirnya masih dalam kelaziman, padahal cara kerja Tuhan adalah “out of the box” , karena di luar kotak kelaziman adalah areal untuk mujizat bisa berlangsung.


link MP3 :


"BAGI YANG MERASA DIBERKATI DENGAN PELAYANAN KAMI DI MINYAKCADANGAN DAN MEMILIKI CUKUP DANA, HARAP BELI DVD/ VCD/ CD/ MP3 ASLINYA DI: RHEMA BOOKSTORE, MEDIA INJIL KERAJAAN, ATAU EL-BLOSSOM CAFE & RESTO !"

MARI BERGERAK DARI KONSUMEN - MENJADI PRODUSEN, DARI DIBERKATI - MENJADI SALURAN BERKAT !!!

Tuesday, June 5, 2012

KKR Jakarta - Bahtera - Minggu 27 Mei 2012


Minggu 27 Mei 2012
KKR Jakarta - Bahtera


Pdt. Petrus Hadi
Kis 1: 6-11
Yesus naik dan kedatangan ke-2 dengan cara yang sama ! Artinya tidak semua orang percaya melihat keajaiban itu. Tidak semua dapat kehormatan menyaksikannya. Orang yang dapat menyaksikannya adalah orang yang selalu mengikuti ke mana kegerakan ada, ke mana Tuhan ada !
Maria Magdalena mengikut Yesus hingga ke dekat Salib, bahkan tetap di sana saat semua murid melarikan diri. Maka saat Yesus bangkit, Maria mendapat kehormatan menjadi saksi pertama kebangkitan Yesus.

Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ:
"Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" (Kis 1: 6)

Sebenarnya para murid bukan sekedar bertanya, tapi ini sebuah permintaan. Mereka rindu mengalami kemerdekaan sebagai bangsa, karena sudah mengalami dan melihat banyak keajaiban saat bersama Yesus.
Acara di bundaran HI ini bukan hanya sebuah moment – tapi akan menjadi movement !
Tuhan selalu menghargai kerepotan kita. Yesus terkesan! Menjelang Dia datang kedua kalinya, Tuhan berjanji akan lakukan segala pemulihan ! Bangsa Indonesia PASTI dilawat !

Murid-murid bertanya apa yang harus dilakukan? Jawabannya: percaya !

Hidup kita bukan karena melihat, tapi karena percaya !

Kadang kita melakukan yang diperintahkan. Tapi seringkali baru setelah sekian waktu kita mengetahui bahwa Tuhan ada di dalamnya !

Ketika Belanda menguasai Indonesia, salah satu hal yang mereka kerjakan: mematok titik tengah Jawa, yaitu titik tengah antara utara-selatan, timur-barat; dan tempatnya di sebuah mata air di Temanggung.
Patok itu sudah dicabut ! Karena secara alam roh itu telah menghambat lawatan untuk Indonesia.

P Daniel hari ini di Israel – bertugas mencari tempat Roh Kudus dicurahkan pertama kali !
P Agung dan bu Nani di Belanda bertugas mencari tongkat otoritas yang dipergunakan Belanda ketika menguasai Indonesia selama 350 th.

Setelah patok dicabut, p Hadi baru sadar mengapa ditempatkan di Temanggung.
Saat ini patok itu sudah dicabut, maka Roh Kudus akan sedang dicurahkan!

Dari pada mereka akan muncul batu penjuru,
dari pada mereka akan muncul patok kemah,
dari pada mereka akan muncul busur perang,
dari pada mereka akan keluar semua penguasa bersama-sama (Za 10: 4)

4 hal yang Tuhan berikan bagi kita:
  1. Yesus menjadi batu penjuru.
  2. Kita dipatok menjadi milik Tuhan !
  3. Busur berarti tentara – 1 juta tentara Tuhan siap bergerak bersama Tuhan !
  4. Dari mereka SEMUA akan jadi penguasa ! Semua – bukan beberapa orang saja.

ev Yusak Cipto
Hari ini hari yang khusus! Tuhan ingatkan: "Masuk Surga tidak rombongan !"
Saat Yesus di dunia, di tempat Tuhan buat banyak mujizat justru banyak orang yang tidak masuk surga! Kita tidak usah tahu kapan waktunya Tuhan datang kedua kalinya, karena Bapa yang tetapkan!

Rombongan di HI begitu besar, tapi tiap-tiap pribadi punya motivasi dan pemikiran sendiri-sendiri. Motivasi dan pemikiran yang salah akan membuat yang kita lakukan tidak diperhitungkan oleh Tuhan. Maka kita masing-masing harus koreksi diri !

Kita harus punya sikap hati dan pemikiran penerimaan yang benar. Karena Alkitab berkata bahwa tidak setiap orang yang berteriak "Tuhan-Tuhan !" akan masuk surga, melainkan mereka yang melakukan kehendak Tuhan.

Yang menentukan adalah penilaian Tuhan kepada masing-masing pribadi ! Bukan kegiatan kita, doa kita, ibadah kita, persembahan kita, dll.
Maka kita harus periksa: apa MOTIVASI kita masing-masing ! Ini masing-masing pribadi!

Masuk kanaan – artinya kegenapan janji Tuhan – tergantung sikap hati masing-masing. Yudas juga jatuh di masa akhir, bukan di tengah. Petrus di saaat akhir hampir hilang jika Yesus tidak berdoa untuk Petrus ! Padahal Petrus dipilih Bapa dan dijadikan kepala, diberi kuasa, namun di saat akhir menyangkal Yesus. Kita harus kenali pribadi masing-masing !

Jadi saat mau lakukan apapun: konsultasi dgn Roh Kudus, karena tanpa Dia - kita tidak akan bisa!

Ternyata hidup kita di dunia selalu bingung: sekolah mana, kerja mana, dll. Hidup Kristen ternyata tidak gampang, karena selalu "nyaris"
Contoh: p Yusak disuruh baca Alkitab sehari 30 fasal. Lalu bisa timbul di pikiran: tertuduh karena tidak bisa menggenapi ! Akhirnya dituntut setan. Harusnya bersandar pada anugrah, selalu tanya Roh Kudus: Tuhan maunya apa? Karena Roh Kudus selalu berubah sesuai kebutuhanNya!

Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya:
Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing,
atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? (Mat 25: 44)

Orang-orang “kambing” ini merasa "sudah melakukan". Orang-orang ini tahu Firman : bahwa jika melayani orang miskin artinya melayani Tuhan. Dan orang-orang inipun menjadi pelaku Firman, tapi mereka tidak masuk surga! Mengapa? Karena mereka melakukan Firman berdasar pemikirannya sendiri, dan motivasinya: upah !

P Yusak tanya: apakah yang datang banyak yang termasuk “kambing”?
Tuhan jawab: ingatkan mereka! Supaya tidak gerak dengan kemauan dan pemikiran mereka sendiri !
Kita seringkali bertindak membantu Tuhan, tapi ternyata salah. Lihat sikap hati kita ! Selalu tanya Roh Kudus !

Contoh: untuk acara hari ini caranya gerilya, tidak frontal. Maka pakaian bebas dan santai. Tapi ternyata untuk pemimpin Roh Kudus tetap perintahkan untuk memakai pakaian lengkap dan formal !

Belajar: lihat sikap hati! Motivasi hati! Jangan pakai pikiran sendiri sehingga bersikap "mau membantu Tuhan" ! Sikap hati yang Tuhan ingin dari kita: selalu melekat kepada Tuhan, percaya kepada Tuhan ! karena yang melakukan semuanya sebenarnya adalah Tuhan !
"Kambing2" merasa sudah melakukan yang Tuhan mau, tapi ternyata tidak! Domba-domba tidak merasa melakukan, tapi justru oleh Tuhan dinilai melakukan ! Saat kita pulang dan menghadap Tuhan, pertanyaanNya selalu: apa yang sudah kita lakukan untuk Tuhan!

Tuhan berkata "ingatkan" - artinya banyak yang berfikiran dan motivasi salah. Tapi karena Tuhan disuruh ingatkan, artinya masih ada waktu untuk berubah dari kambing menjadi domba yang berkenan kepada Tuhan.
Jangan lihat hasil ! Tapi lihat: Tuhan suka atau tidak !

Jika kita tidak punya sikap hati yang takut akan Tuhan, tidak menanti-nantikan Dia: bahaya ! Cara Tuhan bicara bermacam-macam ! Jika kita dianugrahi Roh ketaatan dan Roh kerendahan hati, maka akan mengerti. Karena hanya Roh Kudus yang bisa menuntun kita kepada seluruh kebenaran!
Rencana Tuhan: kita alami Firdaus bukan hanya nanti di surga, tapi juga bisa kita nikmati di dunia!

ev Iin Cipto
Saat kegenapan hampir datang !
Tuhan takut anak-anakNya tidak bisa dipercaya ! Tapi iblis juga takut jika anak-anak Tuhan menang maka kerajaannya akan guncang. Maka di masa-masa seperti ini kita sangat perlu jaminan Tuhan !

3 anak buah bu Iin yang awalnya paling berani dan berapi-api, akhirnya kecewa dan berhenti!

Iblis selalu serang orang-orang yang paling berbahaya bagi dia, sehingga imanorang itu hilang, dan akhirnya terhenti. Iblis berusaha hentikan dengan mengambil passion kita, iman kita, cinta kita. Perhatikan diri kita sendiri ! karena saat iblis tahu bahwa kita orang yang berbahaya, kita akan jadi sasarannya, dan iblis akan serang pemikiran kita, mulai bisikkan pertanyaan: kapan lawatannya? Terlalu lama, dll !

Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan.
Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa (Kis 2: 42)

Cara supaya kita bisa menjaga diri dan hati kita:
  1. Kita harus lebih tekun! Biarkan hidup kita diajar dan dididik. Ada saatnya tuhan minta kita "tambah" dan bertekun. Tapi jika kita tidak bisa, jangan tertuduh ! Jujur kepada Tuhan ! Karena kita masing-masing punya bagian ! Kita semua harus bertumbuh!
  2. Tingkatkan iman, tingkatkan percaya, tetap unity !

Tindakan profetik yang nanti dilakukan adalah makan roti dan minum air.
Roti artinya:
  1. Janji dalam Firman Tuhan menjadi daging!
  2. Unity! Tugas kita untuk Indonesia: sama-sama lari, terbang dan berjuang sampai Indonesia sampai di masa keemasan ! Ini tidak pernah bisa jika hanya 1 orang, 1 golongan, 1 gereja, tapi harus semua bersama-sama ! Banyak anak Tuhan yang dulunya orang di bawah, saat masuk pemerintahan malah kehilangan cinta dan kesetiaan kepada Tuhan. Kita butuh Tuhan, butuh satu sama lain, saling topang dan dukung !
  3. Strength! Roti dan air diberikan kepada Elia supaya perjalanan Elia tidak terlalu berat ! Kita makan roti artinya kita diberi kekuatan agar perjalanan kita tidak terlalu berat, sehingga mampu untuk sampai di gunung Tuhan.

Air: air kehidupan, supaya kita kuat selesaikan bagian kita dan finish strong!
.
"BAGI YANG MERASA DIBERKATI DENGAN PELAYANAN KAMI DI MINYAKCADANGAN DAN MEMILIKI CUKUP DANA, HARAP BELI DVD/ VCD/ CD/ MP3 ASLINYA DI: RHEMA BOOKSTORE, MEDIA INJIL KERAJAAN, ATAU EL-BLOSSOM CAFE & RESTO !"
.
MARI BERGERAK DARI KONSUMEN - MENJADI PRODUSEN, DARI DIBERKATI - MENJADI SALURAN BERKAT !!!