Tuesday, November 6, 2012

Ruang Untuk Mujizat – Hengky Kusworo - Minggu, 28 Oktober 2012

Minggu, 28 Oktober 2012
Ruang Untuk Mujizat
Hengky Kusworo

2 Raj 4: 8-17 – Elisa dan wanita Sunem.

Through Gehazi Elisha said, "You've gone far beyond the call of duty in taking care of us
(2 Kings 4: 13a, MSG)

Ay 13 – Wanita Sunem ini melakukan jauh melebihi dari tugasnya, lebih dari lazimnya.
Kita sering datang ibadah hanya sebagai rutinitas. Padahal Tuhan tidak suka dengan rutinitas, Tuhan mau keluar passion, cinta, sesuatu yang ekstra dari dalam diri kita.

Memberi makan nabi bukanlah hal biasa, tapi wanita Sunem ini melakukan melebihi lazimnya, yaitu membuat ruang. Mengikut Tuhan seringkali artinya memberikan sesuatu yang ekstra dan di luar kebiasaan.

Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu,
serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. (Mat 5: 40-41)

Setiap hidup kita harusnya menyiapkan ruang untuk Tuhan,
yaitu ruang untuk mujizat yang bisa membawa dampak bagi hidup kita.

Wanita Sunem ini secara natural tidak bisa punya anak, tapi dia membuat ruang. Saat menyiapkan ruang itu, wanita ini tidak tahu bahwa dia sedang menyiapkan mujizat dan masa depan bagi hidupnya: punya anak, lepas dari kelaparan, anaknya dibangkitkan dari mati.

Jika kita dilingkupi: penolakan, keraguan, tidak percaya, kekecewaan; itu akan membuat kita tidak bisa lagi percaya kepada Tuhan. Ke-tidak percayaan menghalangi terjadinya mujizat.
Contoh: Saat Yesus kembali ke Nazaret, orang-orang sekotanya tidak percaya kepada Yesus, akibatnya Yesus tidak dapat melakukan mujizat di Nazaret.

Hidup yang diisi keraguan dan kekecawaan artinya tidak menyediakan ruang bagi Tuhan.

Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku
dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya
dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. (Why 3: 20)

Kisah George, mahasiswa Stansford University. Dia terlambat menghadiri kelas, lalu lihat 2 soal matematika di papan tulis. George mengira itu PR, dan berusaha menyelesaikannya. Akhirnya dia bisa selesaikan salah satu soal. Ternyata 2 soal itu adalah 2 soal tersulit sepanjang masa, dan sebelum itu belum ada orang yang bisa memecahkannya. Dalam diri George dipenuhi pemikiran bahwa setiap soal ada jawabannya, dan tidak terisi pernyataan profesornya tentang soal itu. Saat ini George jadi salah satu profesor di Stanford University.

Isi hati kita dengan percaya: bersama Kristus kita bisa lakukan dan menanggung segala perkara !

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Fil 4: 13)

Kisah Jeremy Lin. Lulusan Harvard dengan IPK 3,1. Di awal dia diejek secara rasis. Di NBA tahun 2011 dia disepelekan dan tidak diberi kesempatan bermain. Jeremy cinta Tuhan, dan dia pilih percaya bahwa bersama Tuhan dia bisa mengubah catatan sejarah. Jeremy beri ruang bagi Tuhan.

Penderitaan membentuk karakter, dan karakter itu membawa sebuah pengharapan,
dan pengharapan itu tidak mengecewakan.(quote Jeremy Lin)

Februari 2012 Tuhan buka peluang, semua pemain inti di tim Jeremy cedera, sehingga mau-tidak mau Jeremy bermain. Pertama kali main Jeremy cetak poin lebih dari 20 point, dan ini rekor baru. 7 pertandingan awal Jeremy cetak lebih dari 25 poin di setiap pertandingan. Saat di wawancara, Jeremy jawab: “semua karena Kristus !”, dan bersaksi di depan jutaan orang. Di setiap pertandingan Jeremy sediakan 50 kursi utama bagi orang-orang cacat mental.

Contoh orang yang memberi ruang bagi Tuhan:
Kisah janda Sarfat yang kelaparan. Elia meminta makanan terakhir bagi keluarga itu. Karena janda itu sediakan ruang bagi nabi Tuhan, maka Tuhan pelihara dia hingga kelaparan selesai.
Perempuan yang pendarahan 12 tahun memberi ruang untuk mujizat dengan percaya bahwa saat sentuh jubah Yesus, dia akan sembuh.
Perwira yang hambanya sakit memberi ruang bagi mujizat Tuhan.

Saat liburan ke Karimun Jawa, rombongan youth terhalang kepulangannya karena ombak tinggi. P Hengky meminta rombongan untuk menginjil door to door di pulau itu. Esok harinya rombongan bisa pulang karena ombak reda.

Jika kita tidak beri ruang bagi Tuhan, maka kita juga tidak akan melihat mujizat

2 Raj 4: 18-37
Ay 21 – Ruang yang semula wanita ini sediakan bagi hamba Tuhan, akhirnya menjadi ruang baginya untuk terima mujizat kebangkitan anaknya dari kematian.
Ay 26 – Wanita ini kenal Tuhan-nya. Walau anaknya mati, wanita ini tetap sediakan ruang bagi mujizat Tuhan.
Ay 31 – Gehazi lakukan persis yang nabi Tuhan perintahkan, tapi anak itu tidak bangkit.
Ay 33-35 – Elisa melakukan tindakan yang tidak lazim, maka dia tutup pintu kamar.

Saat kita lakukan tindakan-tindakan yang Tuhan inginkan dalam hidup kita,
kadang kita perlu tutup pintu dari perkataan negatif di sekitar kita.

Kisah Horatio Spafford. Kaya, pengacara, punya 4 anak, ikut DL Moody. Tahun 1871 anak laki-lakinya tewas di real-estate yang dia bangun. Tahun 1873 mereka berlibur ke Eropa, tapi Horatio menyusul belakangan. Di tengah jalan kapal yang membawa istri dan anaknya tenggelam dalam 12 menit karena ditabrak kapal perang Inggris. 3 anak Horatio tewas. Saat dia menyusul dan sampai di bangkai kapal yang tenggelam, lahirlah lagu “It is well with my soul

When peace, like a river, attendeth my way, when sorrows like sea billows roll;
Whatever my lot, Thou has taught me to say, it is well, it is well, with my soul.

Seorang Australia yang mendaki Himalaya untuk berobat, sempat hilang di tengah badai salju. Dia hilang selama 40 hari, dengan pakaian seadanya. Dia makan serangga apapun. Dia bertahan karena punya pengharapan bahwa dia pasti hidup dan Tuhan Yesus pasti tolong dia.

Beri ruang bagi Tuhan, katakan pada jiwa kita: “It is well with my soul”,
percaya bahwa Tuhan masih tetap buat mujizat sampai hari ini


Mulai bulan agustus 2012, link MP3 rekaman hanya diberikan di grup mailing-list pada link di atas.

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
antoniusfw1@gmail.com (Google +, Google Talk);
antonius_fw@hotmail.com (MSN Massenger);
pin BB: 29C12B56

Tuesday, October 30, 2012

Be Strong in The Grace - Petrus Agung - Minggu, 28 Oktober 2012

Minggu, 28 Oktober 2012
Be Strong in The Grace
Petrus Agung

Tokoh-tokoh Alkitab yang mengalami transfers of wealth: Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, Israel, Salomo, kita. Kali ini dibahas tentang Yusuf. Yusuf diutus Tuhan untuk memulai proses lahirnya sebuah bangsa.

Kej 39: 1-6, 20-23
Ay 1 – Dibawa ke Mesir = brought down to Egypt (KJV). Artinya secara manusia kehidupan Yusuf sedang dibawa menurun. Dua bangsa yang membawa Yusuf turun ke Mesir adalah Potifar (orang Mesir) dan orang Ismael.

Ay 2 – Kata "tetapi" di awal ayat menghapuskan semua kepedihan di ayat 1.
tinggallah ia di rumah tuannya” berarti sebelum saat itu Yusuf tidak tinggal di rumah tuannya. Proses Yusuf belajar di rumah tahapan melalui beberapa tahapan. Diawali tinggal di luar, hidup sebagai budak biasa, tidak diijinkan masuk rumah tuannya.

and he [ though a slave ] was a successful and prosperous man; (Gen 39: 2b, AMP)
Walaupun budak, Yusuf berhasil dan berkelimpahan. Kuncinya: Tuhan menyertai – Imanuel. Kemudian Yusuf dipercaya dan di bawa masuk ke rumah tuannya.

Ay 3 – Tuannya melihat penyertaan Tuhan pada Yusuf sehingga segala yang dikerjakannya berhasil.

apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mzm 1: 3b)

Ini janji Tuhan untuk kita, karena Dia sangat mengasihi kita.

Ay 4 – Yusuf naik jabatan jadi pelayan pribadi tuannya.

Hari-hari ini Tuhan cari orang-orang seperti Yusuf: diberi tanggung-jawab, tanpa dikontrol – kerjanya bagus dan maksimal. Sebaliknya sekarang ini banyak orang yang harus diawasi, baru pekerjaannya beres.
Kita tidak bisa jadi Yusuf akhir zaman jika kita tidak bisa dipercaya!

Seberapa besarpun anugrah kita terima, respon kita terhadap apa yang Tuhan beri kepada kita – menentukan langkah kita selanjutnya.

Abraham-Ishak-Yakub punya kualitas yang sama: bekerja maksimal tanpa diawasi majikan !
Artinya Tuhan tidak pernah salah beri anugrah dan favor-Nya kepada manusia

Ay 5b – Kemanapun Yusuf ada, selalu membawa berkat.
Ay 6 – Tuannya sudah tidak perlu mengatur apapun.
Jika kita bisa diberi kepercayaan seperti Yusuf, maka kepercayaan Tuhan kepada kita akan besar.

Potifar adalah kepala pasukan pengawal pribadi Firaun, dan memimpin pasukan paling elite di Mesir. Maka sebenarnya
privilege Yusuf luar biasa.

Ay 20 – Yusuf ditahan.
Ay 21 – Sekali lagi ayat ini diawali “tetapi”, artinya Tuhan bertindak cepat dan tidak menunda-nunda untuk menolong Yusuf, dan membuat Yusuf disayangi kepala penjara.

for the Lord was with him and made whatever he did to prosper. (Gen 39: 23b, AMP)

Yusuf mendapat
favor of God dan favor of man, kemurahan dari Tuhan dan manusia. Bentuknya dicintai ayahnya lebih dari saudara-saudaranya, diberi jubah maha-indah, dan Yusuf membalas favor Tuhan itu dengan menjadi orang yang bisa dipercayai ayahnya.

Dari awal Tuhan rencanakan yang besar bagi Yusuf, dan beri
favor dari awal – dari rumah ayahnya.
Saat "lulus" dari proses di rumah bapaknya, Yusuf di "wisuda" saudara-saudaranya: jubahnya dirobek-robek saudara-saudaranya.

Lalu Yusuf masuk “kelas” berikutnya di Mesir – di rumah Potifar. Ternyata Yusuf buktikan dirinya bisa dipercayai, kerja dengan sangat baik, tidak malas, lakukan bagiannya. Maka Yusuf lulus dari "kelas" ini.
Kemurahan dan kemudahan Tuhan adalah modal ajaib dari Tuhan

“Lulus” dari rumah Potifar, “pendidikan” Yusuf berikutnya adalah penjara.

Ide penjara adalah tempat di mana seseorang tidak layak berhubungan dengan orang banyak, karena dia akan merugikan, melukai, membawa masalah bagi orang banyak.

Maka semua orang yang tidak bisa diatur, pengacau masyarakat, orang-orang liar dan ganas, semua masuk penjara, sama seperti Yusuf.

Yusuf bisa dipercayai karena terbukti bisa tangani/
handle orang-orang liar di penjara. Setelah kepala penjara melihat hal itu, maka barulah dia beri kepercayaan kepada Yusuf.

Setelah selesai dari "sekolah" ini, akhirnya Yusuf di "wisuda" dan diberi cincin kekuasaan Firaun dan mengendalikan seluruh negara.

Yusuf harus lewati semua itu karena mengatur sebuah negara tidak mudah.
Yusuf terbukti bisa mengendalikan orang-orang di atas dan di luar kekuasaannya.

Yusuf bisa mengendalikan kakak-kakaknya, mengendalikan rumah tangga seorang Jendral, dan mengendalikan orang-orang paling liar di dalam penjara. Maka dia tahu bagaimana mengendalikan seluruh negara.

Yang jadi masalah bukan berapa tahun Yusuf harus jalani proses, tapi bagaimana dia bisa dipercaya dalam semua proses yang dialami.

Seberapa kita bisa dianggap lulus mengerjakan apa yang Tuhan mau,
sebesar itulah kemuliaan yang Tuhan sediakan bagi kita.
Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah,
bahwa mereka ternyata dapat dipercayai. (1 Kor 4: 2)

Responi setiap anugrah Tuhan dengan tanggung jawab, sehingga kita terbukti bisa dipercaya !

Seringkali kemudahan memanjakan kita dan buat kita terlena. Padahal dalam setiap kemudahan harus ada respon: tanggung jawab.

Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat;
karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar,
bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu
baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. (Fil 2: 12-13)

Kita telah terima keselamatan, dan itu anugrah Tuhan, bukan usaha kita. Tapi kita tetap harus kerjakan keselamatan itu!

Pengertian kata “kerjakanlah” :
  1. To do from which that something result – mengerjakan sesuatu dan apa yang dikerjakan itu menghasilkan sesuatu. Yusuf terima kemudahan dan kemurahan, diresponi dengan membuktikan bahwa dia bisa dipercaya. Orang yang terima anugrah besar, kerjanya banyak.
  2. To make gain by trading – menghasilkan keuntungan dengan berdagang. Maka semua yang Tuhan beri harus kita kelola, sehingga berkembang dan menghasilkan keuntungan. Anugrah yang paling kecil dari Tuhan, sudah lebih besar dari dunia. Iman sebesar biji sesawi sanggup memindahkan gunung. Contoh:
    1. Janda nabi yang berhutang, hanya punya minyak dalam buli-buli kecil.
    2. Elisa ke Sarfat, ada janda yang punya segenggam tepung, akhirnya dipelihara Tuhan.
    3. 5000 orang diberi makan dari 5 roti dan 2 ikan
  3. To produce – menghasilkan
  4. Carry out to the goal – membawa ke sasaran akhir

Sedikit atau banyak itu relatif, karena Tuhan bisa menolong dengan banyak maupun dengan sedikit
Anugrah Tuhan buat kita adalah modal dan dasar yang luar biasa! Kita harus kerjakan itu di dalam anugrah Tuhan, bukan karena kekuatan kita tetapi karena Tuhan yang mengerjakan di dalam kita.

So you, my son, be strong (strengthened inwardly) in the grace (spiritual blessing)
that is [ to be found only ] in Christ Jesus. (2 Tim 2: 1, AMP)

Strong dari kata Yunani dunamos (ἐνδυναμόω – G1743) = dinamit, dinamo, miraculous power , kuasa ledakan yang dahsyat.
Anugrah Tuhan memberikan dunamos dalam kehidupan kita.

Imam berpakaian lenan supaya tidak berkeringat. Tuhan tidak mau kita melayani Tuhan dengan "keringat" kita. Tapi begitu anugrahNya turun, kita akan berkeringat! Semakin besar anugrahNya, semakin kita akan berkeringat.

Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang,
dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia- sia.
Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua;
tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. (1 Kor 15: 10)

Artinya ada kemungkinan Tuhan beri kasih-karunia kepada seseorang dan menjadi sia-sia.

Indonesia tidak maju, karena profetiknya salah: menanamnya mundur. Makan hasil penanaman mundur – jadinya susah untuk maju.

Responi anugrah yang Tuhan beri dengan kerja lebih baik.
Jangan biarkan anugrah yang Dia beri jadi sia-sia. Jadilah orang yang bisa Tuhan percayai !

Mulai bulan agustus 2012, link MP3 rekaman hanya diberikan di grup mailing-list pada link di atas.

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
antoniusfw1@gmail.com (Google +, Google Talk);
antonius_fw@hotmail.com (MSN Massenger);
pin BB: 29C12B56

Friday, October 26, 2012

Doa terima Tuhan Yesus (dipimpin ps Benny Hinn)

Tuhan Yesus terkasih, aku percaya bahwa Engkau adalah anak Allah
Dan aku percaya Engkau datang ke dunia ini, mati di atas kayu salib bagi dosaku
Dan aku percaya Engkau curahkan darahMu bagiku
Dan aku percaya Engkau bangkit dari kematian
Dan aku percaya Engkau diangkat ke tempat yang tinggi
Dan saat ini Engkau duduk di sebelah kanan Allah Bapa
Dan aku percaya bahwa Engkau akan datang lagi ke dunia ini untuk berkuasa selama-lamanya
Aku datang kepadaMu hari ini
Dan aku memanggil namaMu saat ini
Oh Tuhan Yesus terkasih aku membutuhkan Engkau
Aku datang kepadaMu karena aku orang berdosa
Ampuni dosa-dosaku
Basuh aku dengan darahMu yang mahal
Masuklah ke dalam hatiku
Hidupi hidupMu di dalamku
Aku berserah kepadaMu saat ini
Aku terima Engkau sebagai satu-satunya Juru-Selamatku, Tuhanku dan Rajaku
Tuhan Yesus terkasih saat ini aku mengaku
Engkaulah Juru-Selamatku
Aku bukan lagi milik setan
Aku bukan lagi milik dunia ini
Aku bukan lagi milik diriku sendiri
Aku milikMu selamanya
Allah yang Maha Kuasa adalah Bapaku di Surga
Engkaulah Juru-Selamatku
Roh Kudus adalah penghiburku
Dan aku lahir baru !
Amin

(Holy Stadium JKI Injil Kerajaan Semarang, 19 September 2012, Miracle Service – ps Benny Hinn)


Tinggal Tenang dan Percaya – Yusak Cipto – Minggu 21 Oktober 2012 (sore)

Minggu, 21 Oktober 2012
Tinggal Tenang dan Percaya
Yusak Cipto

P Yusak diminta Tuhan sharing pengalaman hidupnya, bagaimana Tuhan bertindak mengatasi masalah-masalah dalam hidup p Yusak.

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu."(Yes 30:15a)

Diam disini artinya kita percaya, lalu membiarkan Tuhan yang bertindak, bukan kita sendiri yang bertindak.

Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami,
sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami. (Yes 26: 12)

Ukuran untuk lakukan apapun: damai sejahtera. Saat kita lakukan apapun jangan punya motivasi dan sikap hati ingin dipakai Tuhan atau mujizat Tuhan terjadi. Tapi supaya kita mengalaminya dibutuhkan kerelaan untuk menanggung derita. Rela berdoa, rela dimaki jika tidak terjadi.

Ketika usaha kita merosot dan tidak punya harta, bawa semua itu ke hadapan Tuhan. Saat hati kita tulus, Tuhanlah yang menyediakan.

Sikap yang Tuhan suka: rela, menyerah, apapun yang terjadi tidak protes dan mengeluh, percaya bahwa Tuhan ada di balik semua perkara dan tidak pernah mengecewakan kita.

Kunci menghadapi semua masalah: percaya, tenang. Hadapkan semua masalah kita kepada Tuhan, pasti ada jalan keluar !

Mulai bulan agustus 2012, link MP3 rekaman hanya diberikan di grup mailing-list pada link di atas.

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
antoniusfw1@gmail.com (Google +, Google Talk);
antonius_fw@hotmail.com (MSN Massenger);
pin BB: 29C12B56

Tipu Muslihat Setan – Yusak Cipto – Minggu 21 Oktober 2012 (pagi)

Minggu, 21 Oktober 2012
Tipu Muslihat Setan
Yusak Cipto

Kita tidak akan pernah mengerti jika tidak diberi pengertian oleh Tuhan. Kita biasa ucap syukur karena janjiNya, kondisi yang kita alami, diberkati, sedang sehat, nyaman, dll. Tapi bisakah kita dalam kondisi sakit, susah, penderitaan: berkata bahwa Tuhan baik?

Acara di UK bertepatan dengan Yom-Kippur, hari di mana Imam besar masuk ruang Maha Kudus. Pada hari itu p Yusak menghadap Tuhan, minta tidak usah ke luar negri lagi karena merasa sudah tidak kuat. Tuhan tidak menjawab ya atau tidak, tapi tunjukkan semua yang Tuhan sudah lakukan untuk p Yusak dan semua jemaat Bahtera. Ternyata Tuhan tidak suka dengan permintaan p Yusak, karena permintaan itu artinya kurang percaya bahwa Tuhan yang atur dan tetapkan hidup p Yusak. Tuhanlah yang selama ini memampukan dan memberi kekuatan kepada p Yusak.

Saat kita sudah kerjakan apa yang Tuhan perintahkan, jangan melihat hasilnya. Karena jika melihat hasil akan ada 2 kecenderungannya: membuat kita bangga atau membuat kita kecewa!

Kegerakan Bahtera adalah hasil PEKERJAAN Tuhan, yang Tuhan lakukan untuk kita! Dan Tuhan mau kita menikmati hasilnya.

KKR Desember adalah 7 tahun Bahtera. Sebenarnya secara tubuh p Yusak tidak yakin sanggup menyelesaikan tugas hingga desember.

Kadang keputusan Tuhan tidak bisa dimengerti. Ayah p Yusak pertama kali dengar suara Tuhan secara audible, malah mengalami kematian anak kesayangannya di pangkuannya.

Setiap pribadi punya jatah kasih karunia sendiri-sendiri. Maka jangan ingini bagian orang lain, jangan tertipu oleh setan!

Contoh tipuan setan: Pengorbanan Tuhan Yesus di Salib untuk dunia. Tapi setan berusaha memberi kesimpulan yang salah: Yesus sudah mati, sudah bayar dan sudah menderita untuk kita, lalu timbul kesimpulan yang susah bahwa kita tidak usah menderita, tidak usah perang, dll. Akhirnya timbul pengajaran bahwa kita tidak usah menderita, dan kita hidup dalam kelimpahan. Tuhan mau kita limpah, tapi bukan berarti kita tidak kerjakan apapun.

Pekerjaan setan adalah memutar-balikkan Firman Tuhan! Kita harus belajar menghadapi tipuan setan dari Tuhan Yesus, diantaranya cara Tuhan menjawab setan pada peristiwa pencobaan di padang gurun. Kita harus tanya Roh Kudus setiap kali mau menggunakan otoritas Tuhan, karena Roh Kudus yang paling tahu tindakan apa yang harus kita ambil.

Ada pengajaran yang menyatakan bahwa kita tidak perlu menderita, tidak perlu sakit, tidak perlu alami kelemahan karena semua sudah dibayar Yesus. Padahal Alkitab berkata:

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.(Yoh 16: 33)

Yang kita butuhkan adalah percaya bahwa Tuhan itu beri kita kekuatan dan segala-segalanya. Jaminan Tuhan :

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu,
mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya (Yoh 15: 7)

Jaminan itu tergantung cara penerimaan kita. Jika kita terima itu sebagai kuasa, kita bakal jatuh. Tapi jika kita sadar bahwa kita tidak punya apa-apa dan Tuhan yang memberi semuanya, maka kita akan dapatkan jaminan dan karunia yang begitu besar.

Maka kita harus benar-benar baca Firman, dan benar-benar bergantung kepada Roh Kudus.

Roh Kudus adalah penolong kita dan tinggal di dalam kita. Dari Yoh 15: 7 kita ketahui bahwa Firman yang di dalam kita adalah Roh Kudus.

Walau bangsa Israel di padang gurun hidupnya dijamin oleh Tuhan, tanpa kerja, ternyata mereka tetap tidak bisa mengucap syukur dan tetap mengomel dan tidak puas. Akibatnya tidak ada yang bisa masuk Kanaan.
Saat terima Firman harus kita hadapkan kepada Roh Kudus,
karena Dia penolong dan penuntun kita dalam seluruh kebenaran dan kegenapan Firman

Kerja setan: mendorong dan menghambat

Jika rohani, di dorong supaya terlalu rohani, sehingga mau jadi seperti Tuhan. Misalnya dengan menentukan langkah-langkah kita sendiri tanpa tanya kepada Tuhan.
Saat kita alami hal-hal yang tidak enak, kerja setan adalah menekan kita, mengatakan bahwa kita tidak disayang Tuhan.

Saat dengar firman, jangan ditangkap dan kembangkan sesuai pikiran kita, tapi hadapkan kepada Roh Kudus, karena Dia lah penolong kita. Cara kita menangkap Firman Tuhan menentukan langkah-langkah kita selanjutnya.

Menghadapi apapun, hadapkan kepada Tuhan, PASTI ada jalan keluar !
Karena semua tergantung sikap hati kita, percaya kita, harapan kita kepada Tuhan !

Kita tidak punya kekuatan, tidak punya kemampuan, tidak punya kuasa, tapi alami kuasa dan pembelaan Tuhan. Tuhan bertindak untuk membela FirmanNya.

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel:
" Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan,
dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu. " (Yes 30: 15a)

Bertobat itu tidak diam, tapi memeriksa diri, mengetahui keberadaan kita, menyadari kelemahan dan ketidakmampuan kita, menyadari siapa diri kita di hadapan Tuhan!

Percaya bahwa janji Tuhan ya dan amin! Jangan hidup berdasarkan perasaan, mata dan telinga. Tapi kita harus percaya bahwa Tuhan sayang kita dan sediakan segala-galanya, meskipun jalannya belum tentu seperti yang kita mau.

Penutup: Petrus Agung

Pandanglah burung- burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai
dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga.
Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? (Mat 6: 26)

Jika kita tidak menabur, akibatnya tidak menuai, maka tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung. Itu adalah orang Kristen level burung. Tapi Yesus berkata bahwa kita jauh melebihi dari burung-burung itu. Maka kita menabur, menuai, dan mengumpulkan dalam lumbung, dan semuanya untuk kemuliaan Tuhan.


http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/
Mulai bulan agustus 2012, link MP3 rekaman hanya diberikan di grup mailing-list pada link di atas.

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
antoniusfw1@gmail.com (Google +, Google Talk);
antonius_fw@hotmail.com (MSN Massenger);
pin BB: 29C12B56

KKR Miracle Service 2C – Annointing/ Pengurapan – Benny Hinn

KKR Miracle Service 2C – Annointing/ pengurapan
Benny Hinn
Rabu 19 September 2012

1. Dimensi Pengurapan
Pengurapan punya 3 dimensi. Semua orang Kristen sudah alami dimensi pertama, beberapa alami dimensi kedua, tapi sangat sedikit yang sudah alami dimensi ke-3.

Pengurapan dalam hidup Daud
  1. Daud diurapi Samuel di rumahnya, di hadapan orang tua dan saudara-saudaranya (1 Sam 16: 1-13)
  2. Daud diurapi sebagai raja atas satu suku Yehuda (2 Sam 2: 4)
  3. Daud diurapi sebagai raja atas seluruh Israel (2 Sam 5: 3)

Pengurapan dalam hidup para rasul:
  1. Yesus hembuskan Roh Kudus kepada mereka (Yoh 20: 22)
  2. Di loteng Yerusalem saat Roh Kudus turun seperti tiupan angin keras (Kis 2: 1-4)
  3. Di Yerusalem, mereka dipenuhi lagi dengan Roh Kudus (Kis 4: 23-31)

Tujuan pengurapan Roh Kudus:
  • Dimensi 1 untuk keselamatan.
  • Dimensi 2 untuk pelayanan.
  • Dimensi 3 untuk menerima kuasa yang besar.

Pada dimensi ke-3 kuasa yang besar muncul:
  • Kis 4: 31 - Murid-murid penuh Roh Kudus dan bersaksi dengan berani.
  • Kis 4: 33 - Rasul-rasul hidup dalam kasih karunia yang berlimpah-limpah.
Pengurapan Roh Kudus yang luar biasa ini sangat berbahaya karena sangat sedikit orang yang bisa menanganinya.

2. Definisi Pengurapan/ Annointing

Pengurapan/ Annointing Roh Kudus adalah kelimpahan/ overflow dari kuasa Tuhan

  • Annointing/urapan bukan presence/hadirat Tuhan, keduanya berbeda.
  • Hadirat Tuhan tidak bisa dirasakan, tapi yang bisa kita rasakan adalah kuasaNya.
  • Hadirat Tuhan adalah His Glory (kemuliaanNya) dan pribadi Tuhan sendiri.
Saat Musa minta Tuhan tunjukkan kemuliaanNya, maka Tuhan singkapkan siapa diriNya: atribut-atributNya, sifat-sifatNya.

Turunlah TUHAN dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa serta menyerukan nama TUHAN.
Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru:
"TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya,
yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya,
kepada keturunan yang ketiga dan keempat." (Kel 34: 5-7)

  • Hadirat Tuhan tidak mengobarkan jiwa, tapi menenteramkan jiwa.
  • Hadirat Tuhan tidak memicu emosi, tapi justru menenangkan dan menekan emosi. Tapi kuasa Tuhan (power of God) mengobarkan dan membangkitkan emosi.
  • Saat kita alami hadirat Tuhan, kita jadi sangat tenang dan diam. Tapi saat kita merasakan kuasa Tuhan (power of God) kita menjadi sangat hidup, karena kuasa Tuhan itu mengobarkan kita.

3. Hadirat Tuhan adalah Tuhan sendiri
Hadirat Tuhan adalah pribadiNya (Himself), sifat-sifatNya (His Nature), jalan-jalanNya (His ways), atribut-atributNya (His attribute).

Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-kepada orang Israel.
He made known his ways unto Moses, his acts unto the children of Israel (Mzm 103: 7)

Musa kenal pribadi Tuhan, Israel kenal kuasa Tuhan. Kuasa saja tidak cukup.

Be still, and know that I am God (Mzm 46: 10)

4. Cara kita mengalami dan mengenali Hadirat Tuhan (presence of God)
  1. Worship/ menyembah
  2. Pray/ doa
  3. Scripture/ pembacaan Firman Tuhan

5. Hadirat Tuhan ada dalam hati kita selamanya.

And I will pray the Father, and he shall give you another Comforter, that he may abide with you for ever; Even the Spirit of truth; whom the world cannot receive, because it seeth him not, neither knoweth him: but ye know him; for he dwelleth with you, and shall be in you. (Yoh 14: 16-17, KJV)

Yesus berkata bahwa “penolong” itu bersama kita dan di dalam kita selama-lamanya. Saat kita terima keselamatan, Roh Kudus datang untuk tinggal di dalam kita.
Tapi sebenarnya Roh Kudus yang sama sudah menyertai kita sejak semula, karena:
  • Roh Kuduslah yang membawa kita kepada Tuhan.
  • Roh Kuduslah yang menempelak kita dari dosa.
  • Roh Kuduslah yang memberi kita iman untuk percaya.
  • Roh Kuduslah yang menarik kita kepada Yesus.

Roh Kudus bersama kita untuk menuntun (guide), menghibur (comfort), menolong (help), mengobarkan (quicken), menempelak (convict) kita

Pada saat kita diselamatkan, Roh Kudus masuk dalam hati kita, dan sejak saat itu Dia ada di sana. Roh Kudus tidak datang dan pergi, tidak pergi dan balik.

Kita tidak selalu rasakan dan sadari kehadiranNya setiap waktu. Hingga saat kita berdoa, menyembah atau membaca Firman Tuhan, Roh Kudus membuat diriNya nyata bagi kita ! HadiratNya termanifestasi !

6. Saat Roh Kudus menjadi begitu nyata, kita mulai kehilangan realitas dunia kita sendiri.
Realitas Roh Kudus membatalkan realitas kita.
Contoh:
  • Kel 34: 29 – Musa terbungkus hadirat Tuhan, sehingga tidak sadar mukanya bercahaya.
  • Adam dan Hawa telanjang, tapi tidak menyadarinya karena terbungkus/ berpakaian kemuliaan. Saat dosa masuk ke hati mereka, kemuliaan terangkat, barulah mereka menyadari kondisinya.
Dalam hadirat Yesus kita tidak menyadari kedagingan kita, lupa akan semua masalah kita.

7. Hadirat Tuhan dan Kuasa Tuhan

Hadirat Tuhan tidak bisa diimpartasikan. Hadirat Yesus mendatangkan keselamatan

Kita tidak bisa impartasikan Yesus. Tidak ada seorangpun yang tumpang tangan kepada orang lain dan berkata “selamatlah”, karena keselamatan itu pribadi. Tapi kesembuhan Ilahi keluar dari kuasa Yesus.

Kita tidak bisa impartasikan hadirat Tuhan, tapi bisa impartasikan kuasa Tuhan

Kita tidak rasakan hadirat, tapi bisa mengenali hadirat Tuhan

Mengenali hadirat Tuhan: saat kita berdoa atau membaca Alkitab atau menyembah, tiba-tiba kita begitu menyadari realitas Mesias yang hidup. Dalam penyembahan, realitas kita hilang di dalam realitas Yesus.

8. Hadirat Tuhan konstan
Hadirat Tuhan tidak meningkat dan melemah /naik dan turun, tapi konstan.

9. Kuasa terletak di dalam hadirat Tuhan

"And His brightness was as the light; He had horns coming out of His hand,
and there was the hiding of His power” (Hab 3: 4)

Habakuk melihat kemuliaan Tuhan, kemudian dia melihat kuasa/ glory Tuhan tersembunyi.

10. Menarik Pengurapan
Ul 32: 13 – Tuhan berikan nyanyian kepada Musa untuk diajarkan kepada orang Israel. Dan ada pewahyuan di dalam lagu ini.

He made him ride on the high places of the earth, that he might eat the increase of the fields;
and He made him to suck honey out of the rock, and oil out of the flinty rock; (Ul 32: 13 )

Di tempat-tempat tinggi artinya tempat-tempat penyembahan dimana hadirat Tuhan nyata.

Di tempat-tempat tinggi itu kita bisa tarik pengurapan itu.

Saat kita sadari kehadiran Yesus, pemimpin akan beri tanda kepada pemusik untuk bersiap masuk ke dalam penyembahan.

Cara menarik urapan adalah dengan berserah/ surrender.

Saat kita begitu sadar (aware) akan eksistensi Yesus, kita sekejap masuk ke dalam kekekalan. Saat kita berserah, kita menghirup urapan, dan itu bisa dirasakan.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu (Kis 1: 8a)

Contoh aplikasi:
Ketika masuk ke sebuah kebaktian, Ps Benny Hinn tidak merasakan urapan. Yesus di dalam Ps. Benny Hinn – juga di dalam semua orang lain. Kemudian ps Benny memuji dan mengajar/ berkhotbah. Di satu titik saat mulai menyembah, tiba-tiba ada seperti jubah/ selimut menutupi ps Benny. Inilah yang dimaksud Yesus dengan “di atas/ upon kita”.

11. Ada 3 Pengalaman kita dengan Roh Kudus
  1. Bersama/ with you
  2. Di dalam/ in you
  3. Di atas kita/ on/upon you

Roh Kudus bersama(with) dan di dalam(in) kita untuk selamanya.
Roh Kudus di atas kita(upon) tidak selamanya, hanya saat kita melayani.

12. Pengurapan/ Annointing
  • Hadirat itu konstan, di level yang sama, tidak naik turun.
  • Urapan bisa naik, turun, menguat, melemah, berbelok ke mana-mana; seperti angin. Dan kita harus mengikutiNya.
  • Musuh urapan adalah pengalihan perhatian.

13. Transfer Urapan
  • Urapan/ Annointing juga bisa dipindahkan kemanapun: saputangan, mantel, bayangan, dll.
  • Semakin lama kita melayani, semakin dalam/ kental/ tebal pengurapan itu. Sampai suatu saat daging kita seperti mau meledak dan tidak bisa kita tahan, tubuh kita merasakan berbagai manifestasi dan hidup.


Mulai bulan agustus 2012, link MP3 rekaman hanya diberikan di grup mailing-list pada link di atas.

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
antoniusfw1@gmail.com (Google +, Google Talk);
antonius_fw@hotmail.com (MSN Massenger);
pin BB: 29C12B56