Wednesday, May 15, 2013

Adam, di Manakah Engkau ? – Petrus Agung – Minggu, 12 Mei 2013

Minggu, 12 Mei 2013
Adam di Manakah Engkau
Petrus Agung

Kej 3: 1-9
Adam termasuk orang yang memiliki 6 panggilan:
  • Raja – karena Tuhan berfirman “berkuasalah” (Kej 1: 28b).
  • Pilar – Adam adalah kepala rumah tangga dan bukan sekedar tudung, karena ketika atap suatu rumah jebol, rumah tidak dikatakan runtuh. Ketika pilar rumah tersebut jebol, barulah rumah dikatakan runtuh. Adam juga merupakan pilar karena manusia baru sadar telanjang saat Adam ikut makan buah, dan itulah saat keruntuhan manusia (Kej 3: 6-7).
  • Imam – Adam merupakan gambaran dari Allah (Kej 1: 26), seperti imam Harun yang merupakan gambaran dari Yesus.
  • Mempelai – Tuhan perintahkan untuk “beranak-cucu dan bertambah banyak” (Kej 1: 28a). Seorang mempelai melahirkan keturunan Ilahi.
  • Tentara – Tuhan perintahkan untuk “taklukkanlah bumi“ (Kej 1: 28a). Penaklukan dan pendudukan berkaitan dengan panggilan tentara.
  • Pekerja – Tuhan perintahkan Adam untuk mengerjakan dan mengelola taman eden (Kej 2: 20).

Tuhan bertanya "dimanakah engkau" kepada Adam karena adam tidak berada di posisi yang seharusnya. Adam ada saat ular membujuk Hawa, tapi pasif dan tidak berbuat apapun.

Saat Tuhan ciptakan Hawa dari rusuk Adam, dan Adam jatuh cinta. Tapi cinta ini mematikan, karena menyebabkan Adam diam, pasif dan membiarkan Hawa dibujuk ular, menjawab dengan salah, bahkan memakan buah yang dilarang. Yang dihitung sebagai dosa manusia adalah saat Adam ikut makan buah terlarang. Saat Hawa memakannya, belum dikatakan berdosa.

Seharusnya setiap kita sadar akan panggilan kita, dan reaksi kita bukan dari pikiran atau perasaan manusiawi kita, tapi dari manusia roh kita.

Contoh pertama: Seminggu terakhir ada roh maut di Semarang:
  • Raja-raja harusnya mulai deklarasikan shalom untuk Semarang.
  • Tentara-tentara mulai perangi roh maut dan lakukan doa keliling.
  • Pilar-pilar harus mulai masuk doa syafaat dan puasa, mengangkat kota Semarang di hadapan Tuhan.
  • Imam-imam harus berdiri memintakan ampun dan membuat pendamaian bagi kota.
  • Pekerja-pekerja mulai berdoa dan tanya kepada Tuhan hal apa lagi yang harus dikerjakan.
  • Mempelai-mempelai harus mulai tersungkur di depan Tuhan dan minta tongkat perkenanan Tuhan turun atas semarang.

Tapi jika kita hanya membicarakannya saja dan tidak melakukan apapun, bahkan mengaminkan situasi dengan perkataan-perkataan kita, maka kita sama dengan Adam yang diam saja dan pasif. Kehidupan manusia selalu ada tantangan. Maka jika kita sungguh-sugguh cinta pada kota ini, jangan diam dan pasif, tapi bertindak dan berfungsi sesuai bagian kita.

Tuhan bertanya "dimana engkau" bukan karena Tuhan tidak tahu di manakah Adam, tapi meminta pertanggung-jawaban Adam karena pasif dan tidak berbuat apapun.

Tuhan memberi kita kemenangan dan menjadikan kita lebih dari pemenang, tapi jika kita diam dan tidak gunakan otoritas, maka kita justru dikendalikan lawan.

Jika ada sesuatu yang tidak beres di sekeliling kita, jangan diam! Mari bertindak dan berfungsi sesuai panggilan kita!
  • Raja – deklarasi dan perkatakan Firman yang membalikkan keadaan.
  • Tentara – belajar melihat alam roh, kemudian lakukan peperangan rohani.
  • Imam – doakan, mintakan ampun, damaikan.
  • Pilar – bersyafaat dan minta ditopang oleh kekuatan Tuhan.

Saat kita jalankan fungsi masing-masing, akan ada banyak hal yang berubah dan berbeda!

Contoh ke-2: Mrk 3: 31-35
Maria dan anak-anaknya datang dan bertindak sebagai ibu secara daging dari Yesus, dan merasa paling dekat karena sedarah. Di kitab lain dikatakan Maria akan mengambil Yesus karena orang-orang berkata Yesus kerasukan setan.

Tuhan tidak berhenti pada kasih manusiawi, tapi bergerak hingga kasih agape: kehendak Tuhanlah yang jadi prioritas terutama.

Maka mereka yang melakukan kehendak Allah, itulah yang disebut saudara-saudara dan ibu Tuhan. Tuhan suka kehendakNya dinyatakan dalam hidup kita.

Seringkali saat kita mencintai seseorang, dan cinta itu tidak berdiri atas kehendak Tuhan, maka kita sedang membunuh orang tersebut. Niat dan perbuatan baik saja tidak cukup, karena Tuhan katakan ada yang baik-berkenan-sempurna. Hal yang sekedar baik adalah yang terkecil.

Saat ada problem ekonomi kita juga mestinya bertindak sesuai panggilan kita. Jika tidak kuat maka sebaiknya share ke MK (mezbah keluarga/ kelompok sel) sehingga bisa didoakan oleh anggota yang lain. Saat anggota-anggota MK lain berdiri di posisinya masing-masing, maka Tuhan akan buat mijizatNya.

Contoh ke-3: Kis 21: 10-14
Ay 11 – Nabi Agabus datang dengan pesan yang sepertinya negatif bagi Paulus. Muncul pilihan bagi Paulus: melakukan kehendak Tuhan, atau menuruti perasaan dan pilihan manusiawinya sendiri. Sebenarnya kehendak Tuhan adalah seluruh Romawi jadi murid Kristus, melalui Paulus yang ditangkap dan akhirnya naik banding hingga berhadapan dengan Kaisar Roma.

Jangan tangisi orang sakit, karena itu bisa hancurkan imannya dan mempercepat kematiannya.
Kadang kita harus menguatkan hati mereka, bahkan memarahi si sakit sehingga bangkit imannya.

Dalam kehidupan kadang kita seperti seorang kiper yang harus menghadapi adu pinalti dalam pertandingan sepak bola. Semua tergantung mentalitas dan latihan sehari-hari sang kiper. Rekan-rekan dan pelatihnya hanya bisa menonton.

Saat menghadapi seorang diri akan terlihat apakah manusia batiniah kita terbangun atau tidak

Seorang anak yang sedang ujian akan menghadapi tes sendirian, tidak bisa ditemani oleh siapapun. Hasilnya tergantung bagaimana si anak mempersiapkan dirinya sebelum ujian.

JKI baru memiliki ambulance yang canggih dan terkoneksi ke internet. Saat sedang mencoba sirine ambulance, banyak orang menyangka sakit p Agung kambuh. Ini respon yang salah, harusnya masing-masing berdiri dan bertindak sesuai panggilan masing-masing.

Contoh ke-4 : Mat 16: 21-23
Yesus menyatakan apa yang akan dialamiNya, tapi Petrus karena cintanya mencegah Tuhan. Tapi cinta Petrus itu bukan cinta yang membuat seseorang melakukan kehendak Tuhan. Walau Petrus sudah dihardik Yesus, dia tetap belum mengerti. Karena di taman Getsemani saat Tuhan Yesus berdoa, Petrus malah tidur. Padahal itulah saat tergenting, karena jika Yesus menolak cawan dari BapaNya maka tidak ada keselamatan. Saat Yesus ditangkap, Petrus bangkit dengan pedang dan kemarahan.

Jika di saat kritis roh kita tidur, maka daging kita akan bangkit dan bertindak.

Semua yang dari manusia tidak membawa kepada kehendak Tuhan yang sempurna.

Saat Yesus memikul kayu salib, para wanita menangisiNya. Yesus berkata bahwa seharusnya mereka menangisi dirinya sendiri, yang tidak tahu bahwa Yesus sedang menggenapkan kehendak Bapa.

Kita harusnya terhisap pada Adam kedua yaitu Tuhan Yesus, dan berdiri di posisi yang Tuhan mau.

Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB: 29C12B56
WhatsApp 0858-7511-8451
LINE: antonfw (085-727-868-064)
VIBER: 085-727-868-064

Saturday, May 11, 2013

Fulfilling Your Destiny – Petrus Agung – Kamis, 9 Mei 2013

Kamis, 9 Mei 2013
Fulfilling Your Destiny
Petrus Agung

Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?" Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku." (Yoh 21: 21-22)

Ayat di atas adalah rhema yang didapat p Agung di hari pertama masuk rumah sakit.

Saat pelayanan bulan Februari di Palembang, beberapa kali P Agung alami sesak nafas. Frekuensi sesak nafas p Agung semakin lama semakin sering. Di Temanggung p Yusak lihat kaki p Agung bengkak, lalu didoakan. Setelah ibadah bersama ps Darrell, p Agung periksa ke dokter. Dokter itu dengan serius meminta p Agung diperiksa dokter jantung, tapi ditolak karena harus mengurus visa Belanda di Jakarta. Semua itu dihadapkan p Agung ke Tuhan.
Di Jakarta diatur jadwal bertemu dengan seorang dokter jantung. P Yusak mendoakan supaya p Agung mau periksa ke rumah sakit, dan melakukan pemberesan karena hal itu menyangkut destiny p Agung. Akhirnya p Agung opname selama 10 hari di salah satu RS di Jakarta.

Dua peristiwa yang menyangkut destiny kesehatan p Agung:
  • KKR di p. Bangka beberapa tahun yang lalu, sampai di lokasi p Agung sempat kelelahan. P Yusak doakan p Agung, dan Tuhan katakan bahwa Tuhan yang akan memampukan p Agung hingga destinynya tuntas.
  • Saat ultah p Agung maret, ada acara anak raja. Selesai acara, anak-anak p Agung buat kejutan memberikan kue ulang tahun. P Agung memotong roti itu berdua dengan p Yusak. Saat itulah Tuhan berkata bahwa p Agung akan alami anugrah kesehatan seperti p Yusak.

Pergaulan dan kedekatan kita dengan seseorang akan mempengaruhi anugrah-destiny-pengurapan kita, karena anugrah-destiny-pengurapan orang tersebut bisa masuk juga ke hidup kita

Di rumah sakit ternyata ada banyak cairan di paru-paru p Agung, indikasinya ada masalah di jantung. Ternyata jantung p Agung membesar, dan harus di kateter. Di hari ke-2 p Yusak dan bu Yusak mengunjungi p Agung, sekaligus bu Yusak memeriksakan jantungnya. Hasil pemeriksaannya bu Yusak harus di-kateter juga di rumah sakit yang sama dengan p Agung. Selama 3 hari p Yusak ngobrol dengan p Agung, sehingga seperti ditunggui.

Kita bisa punya pengetahuan, kekayaan, orang-orang terbaik yang menangani, peralatan terbaik; tapi hidup kita tergantung hati dan iman kita kepada Tuhan. Maka kita harus bangun manusia roh kita!

Hari jumat akhirnya diambil tindakan. Banyak hamba Tuhan mendoakan dan meminta p Agung supaya imannya bangkit, karena saat didorong masuk ruang operasi adalah saat kita sendiri hanya dengan Tuhan. Bahkan dokter tidak bisa tentukan hidup dan mati kita.

Kepandaian manusia adalah pemberian Tuhan, tapi hidup kita karena iman percaya kita

Dokter mengira masalah p Agung sederhana, tapi ternyata p Agung mengalami sumbatan 100% dan panjang. Alternatif tindakan: di ring atau bypass. Ternyata tidak memungkinkan di bypass, keputusannya di-kateter kemudian di ring. Ternyata alatnya tidak bisa masuk karena sumbatan terlalu keras. Di titik ini p Agung hanya bisa bergantung kepada Tuhan, bangkit dan memperkatakan perkataan iman: terbuka” . Dua jam kemudian akhirnya jalur yang tertutup bisa jebol/ tembus.

Bangun manusia roh kita! Hidup kita punya banyak tantangan, masalah dan persoalan. Tapi ujungnya hanya kita sendirian dengan Tuhan. Saat manusia batiniah kita bangkit, maka masalah selesai.

Dua faktor yang mempengaruhi destiny kita:
  1. Pergaulan pribadi kita dengan Tuhan
  2. Peperangan rohani.

Kita boleh punya ilmu, kekuatan, kehebatan, jangan pernah semua itu jadi yang utama; karena keputusan akhirnya ada pada Yesus dan bukan pada manusia.

Bangun manusia roh kita, baca Firman, doa, perkatakan Firman, buat peperangan rohani !


Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB: 29C12B56
WhatsApp 0858-7511-8451
LINE: antonfw (085-727-868-064)
VIBER: 085-727-868-064

Second Voice – John Avanzini – Minggu, 5 Mei 2013

Minggu, 5 Mei 2013
Second Voice
John Avanzini

Setiap kali kita perlu membuat keputusan, Tuhan akan menolong kita dengan memberi petunjuk. Tapi kemudian selalu ada suara kedua yang berkata sebaliknya. Suara kedua ini bersama kita terus menerus.
Kita harus belajar untuk bisa membedakan antara suara Tuhan dan suara iblis.

1Raj 19:11 – Tuhan akan berbicara pada nabi Elia.
Datang angin keras, gempa, api, tapi Tuhan tidak ada di tengah semuanya itu. Itu iblis yang muncul, dia ingin pikiran Elia teralih dari yang Tuhan katakan. Itu semua suara kedua.
Akhirnya ada suara yang lembut pada angin sepoi-sepoi basah. Tuhan tidak perlu datang seperti angin, atau gempa, tapi biarlah telinga kita terbuka. Sehingga saat Tuhan berfirman dengan suara yang kecil, kita bisa mengenalinya.
Saat Elisa minta urapan kesulngan, Elia berkata Elisa akan mendapatkannya jika bisa melihat Elia naik, bukan melihat gempa, angin, api, dll.

Kita harus belajar tidak mendengarkan suara kedua.

Kis 5: 3 – Ananias dan Safira menjual tanah mereka, lalu membuat komitmen kepada Tuhan. Saat mereka terima uangnya, suara pertama berkata semua hasil penjualan diberikan kepada kerajaan Allah. Lalu muncul suara kedua yang berkata bahwa tidak perlu serahkan semua, dan tinggalkan sebagian. Akhirnya mereka tewas karena mendengarkan suara kedua.

Terus mendengarkan suara kedua akan membunuh iman kita, karena Allah ingin berbicara pada orang yang mendengarkanNya

Yos 24:14 – Israel mengejar Allah asing, lalu Yosua membuat pernyataan supaya Israel memilih siapa yang jadi Tuhan. Ada 2 pilihan: Allah berfirman, lalu iblis juga berkata-kata.

Mat 16: 21-23
Yesus berkata bahwa Dia akan ke Yerusalem dan mati. Petrus menolaknya dan Yesus menghardiknya sebagai iblis! Ini karena Tuhan tahu siapakah suara kedua yang mempengaruhi Petrus.

Jika Tuhan Yesus tidak naik ke kayu salib, maka saat ini tidak ada keselamatan.

Mat 21: 28-31
Matius bercerita tentang petani dengan 2 anak, dia minta anak pertamanya untuk menolongnya di ladang. Suara kedua muncul kepada anak pertama, dan berkata: jangan pergi. Anak itu dengarkan suara kedua dan tidak terima upah. Putra kedua awalnya menolak, tapi kemudian ubah pikirannya dan menolong.

Kadang-kadang kita siap melakukan hal-hal yang Tuhan katakan, tapi saat waktunya tiba – suara kedua datang dan tidak mengerjakan.
Kadang-kadang kita memulai dengan salah, tapi Tuhan akan menolong dan beri kesempatan kedua.

Saat kita dengarkan suara pertama maka ada berkat,
saat kita dengarkan suara kedua maka tidak ada berkat.

Iblis adalah pendusta, jangan pernah letakkan hidup kita di tangan pendusta.

Setiap kali ada keputusan, selalu ada suara kedua: suara Tuhan dan suara iblis. Ini selalu terjadi dan tidak berhenti karena kita diselamatkan, atau sekalipun kita dewasa di dalam Tuhan.

Masa depan ke Kristenan kita tergantung bagaimana kita mendengar suara Allah.

Tuhan akan bawa kehendakNya pada kita dengan suara yang lembut. Iblis akan berusaha menggerakkan kita dengan suara yang lantang, keributan, dll. Iblis sering tunjukkan jalan yang lebih mudah bagi kita.

Jalur yang Tuhan tunjukkan menuju berkat, jalur yang iblis sarankan mendatangkan kutuk

1Taw 21 – Daud disarankan tidak menghitung rakyatnya. Tapi iblis datang dan membujuk Daud: di depan ada perang besar dan Daud perlu menghitung pasukannya. Padahal Tuhan tidak perlu banyak pasukan untuk memenangkan pertempuran. Daud mendengarkan suara kedua karena lebih masuk akal, tidak taat, dan akibatnya 70 ribu orang israel mati. Keputusan kecil, akibatnya parah.

Tuhan berkata supaya kita membayar tunai, iblis gerakkan untuk mengambil pinjaman karena lebih pasti. Tapi Alkitab berkata bahwa perkataan nubuatan dari Tuhan lebih pasti!

Penalaran kita seringkali menjadi suara kedua, padahal kekuatan kita bukan dari penalaran – tapi dari mendengarkan suara Tuhan.

Bahkan untuk keputusan-keputusan yang kecil Allah mau menolong kita. Ini menentukan kita ada di jalan yang aman atau kehancuran. Suara Tuhan akan membawa kita dari glory to glory, ke tempat yang lebih baik.

Beberapa hal sulit harus datang dalam hidup kita, karena Tuhan tidak bisa jadikan kita pemenang jika tidak ada yang harus dimenangkan !

Ps John tidak pernah belajar apapun dalam kondisi enak, tapi justru di situasi sulit. Iblis menunjukkan jalan yang mudah, tapi tidak membuat kita jadi lebih baik, karena itu membuat kita berfikir bahwa kehidupan hanya yang enak-enak saja.

Saat Tuhan akan bawa kita ke suatu level, Tuhan akan berikan juga kekuatan untuk mencapainya

Di taman Eden Tuhan larang Adam makan buah pengetahuan. Iblis katakan sebaliknya, akibatnya seluruh umat manusia jatuh. Hawa mendengarkan ular dan membawa kehancuran total bagi seluruh umat manusia. Jika Hawa tidak lakukan keputusan yang salah, maka tidak ada orang-orang yang terhilang.

Suara pertama membuat umat manusia tetap tanpa dosa. Suara kedua membawa ketidaktaatan yang akhirnya membawa kematian.

12 pengintai dikirim ke tanah perjanjian. Beberapa pengintai melaporkan kondisi yang luar biasa dan mereka harus pergi menaklukkannya karena Allah berkata bahwa Israel bisa menaklukkannya. Tapi iblis bilang supaya jangan pergi dan beri gambaran-gambaran yang menakutkan: ada raksasa dan orang Israel seperti belalang.

Jika kita mentaati suara kedua, maka dunia yang memutuskan kita jadi seperti apa.

Saat mendengarkan suara kedua, maka Israel harus kembali tinggal di padang gurun. Tapi saat mendengarkan suara Tuhan, maka Israel terima negeri yang penuh susu dan madu.

Kebahagian/happiness berasal dari pikiran dan berlangsung hanya sementara. Tapi sukacita/ joy memenuhi hati kita dan bertahan dalam waktu yang lama.

Jangan takut kepada raksasa-raksasa yang datang ke kehidupan kita. Daud tidak akan pernah jadi raja jika tidak pernah berhadapan dengan Goliat dan membunuhnya. Daud hanya seorang pemuda, Goliat adalah prajurit terkenal. Tapi di akhir pertempuran Daud-lah yang menang, lalu memenggal kepala Goliat, dan itu jadi trophy kemenangan Daud.

Daud dengarkan suara Tuhan, karena Tuhan sudah sering tolong Daud membunuh singa dan beruang. Karena Filistin tidak punya perjanjian dengan Tuhan, maka orang Filistin akan bernasib sama dengan singa dan beruang yang sudah Daud kalahkan.

Kebanyakan kita saat bertemu raksasa akan lari, tapi Daud lari mengejar si raksasa dan mengalahkannya. Semua senjata dan atribut Goliat diambil oleh Daud. Sehingga setiap kali berperang, Daud melihat trophy kemenangannya dan itu memberinya keberanian.

Temukan salah satu kemenangan kita, taruh itu di dekat tempat tidur kita. Jika ketakutan datang, ambil benda yang mewakili kemenangan itu, lalu tunjukkan kepada iblis bahwa Tuhan pernah beri kita kemenangan. Karena di siang hari kita bisa teguh dalam iman kita. Tapi kadang di saat gelap kita ketakutan.

Jangan lihat raksasanya, tapi lihat singa dan beruang yang sudah kita kalahkan !

Suara kedua akan selalu bicara dan tidak pernah berhenti karena iblis ingin menghancurkan kita. Ketika Yesus di taman getsemani juga diserang suara kedua: jika ada cara selain jalan salib. Saat Yesus memilih untuk melihat pada upah, maka Dia bisa menanggung bebannya dengan sukacita (Ibr).

Jika ada harga yang harus dibayar- jangan lihat bebannya, tapi lihat reward-nya

Janji Tuhan kepada Abraham bahwa keturunannya seperti debu tanah. Di malam hari saat Abraham tidak bisa lihat debu tanah, Tuhan beri night-vision yaitu: keturunannya seperti bintang-bintang di langit. Maka Abraham mendapatkan pengelihatan siang dan malam.

Jika kita bangun dalam ketakutan, kita tidak punya kekuatan, akhirnya kita dengarkan iblis dan bernegosiasi dengan musuh.

Tuhan kirimkan kita ke arah panen besar, iblis tunjukkan kita ke arah berkat yang terbatas.

Hal yang pertama berlaku juga saat memberi persembahan. Suara pertama: tabur banyak, tuai banyak. Suara kedua berteriak: itu tidak cukup bagi kita. Akhirnya tidak ada tuaian bagi kita, tidak punya warisan bagi anak-anak kita.

Iblis tidak punya program bagi orang-orang miskin. Dalam saat persembahan: katakan ya pada suara pertama, dan katakan tidak kepada suara kedua. Tabur sesuai yang Tuhan perintahkan.

Cara Tuhan adalah membawa kita dari satu kemuliaan kepada kemuliaan yang lebih tinggi.

Sebelum menetapkan hukum tabur-tuai, Allah mencoba/bereksperimen itu di taman Eden. Taman Eden bukan diciptakan secara ajaib, tapi Tuhan menanam taman itu, dan itu berhasil.

Petrus berjalan di atas air. Saat dia melihat sekeliling dan kondisinya, dia mulai tenggelam. Ada 11 rasul lain yang tidak keluar dari perahu, dan dia jadi pemimpin dan pelayanannya dikenal di mana-mana. Beberapa orang kondisi keuangannya buruk, dan Tuhan tidak ingin menenggelamkan perahu kita, tapi ajak kita untuk berjalan di atas air menuju perahu kita yang kedua. Saat kita tetap di perahu pertama, akibatnya kita akan tenggelam bersama perahu itu.

Suara pertama berkata bahwa Tuhan beri ps John kesehatan dan kekuatan, lalu mengajarkan kelimpahan pada bangsa-bangsa. Tapi suara kedua berkata bahwa tidak perlu karena sudah berbuat banyak. Ps John ikuti suara pertama yang dari Tuhan.

Tuhan ingin berikan panen besar: kekayaan asing masuk dalam hidup kita, sehingga kita berkelimpahan, dan bisa memberikan banyak pada pekerjaan Tuhan dan misi ke bangsa-bangsa.

Tuhan bukan mau mengambil uang kita, tapi mau meningkatkan standart hidup kita.

Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB: 29C12B56
WhatsApp 0858-7511-8451
LINE: antonfw (085-727-868-064)
VIBER: 085-727-868-064

Wednesday, May 1, 2013

Urapan Percepatan – Darrell Stott – Minggu, 28 April 2013

Minggu, 28 April 2013
Urapan Percepatan
Darrell Stott

Petrus Agung
Menjelang akhir tugasnya, Tuhan perintahkan nabi Elia mengurapi 3 orang: Hasael untuk menjadi raja Aram, Yehu untuk menjadi raja Israel, Elisa untuk menggantikan Elia. 3 orang ini harus diurapi sebelum tugas Elia selesai. Tapi Elia tidak urapi satupun. Perintah Tuhan seringkali tidak mudah dikerjakan, bahkan oleh orang sekaliber Elia, karena kita masing-masing punya pandangan pribadi, dan sering tidak setuju dengan keputusan Tuhan. Di setiap masa Tuhan selalu melawat dengan cara baru dibanding masa sebelumnya.

Setiap kali kegerakan, jangan pernah mengacu kepada hal yang sudah pernah terjadi, karena Tuhan selalu membuat sesuatu yang baru setiap pagi bagi kita.

Beberapa tahun terakhir Tuhan bawa kegerakan melalui tarian. 1 bulan terakhir Tuhan perintahkan turun ke jalan-jalan dan ajak orang-orang menari. Ada yang bilang ini kegiatan dan bukan kegerakan.

Let me tell you what GOD said next. He said, "You're my son, And today is your birthday. What do you want? Name it: Nations as a present? continents as a prize? You can command them all to dance for you, Or throw them out with tomorrow's trash. " (Mzm 2: 7-9, MSG)

Perintahkan semua bangsa-bangsa menari bagi kita. Jika tidak mau, buang ke tempat sampah.
Saat kita ajak orang-orang menari dan mereka berteriak "selamatkan Indonesia", itu seperti Ismael yang berteriak dan mengerang kepada Tuhan, dan Tuhan mendengar jeritannya.

Nubuatan ada 2 macam:
  1. Bersyarat, artinya jika dikerjakan syaratnya maka kita akan mendapat yang Tuhan janjikan.
  2. Ketetapan Tuhan, artinya saat di deklarasikan itu sudah menjadi ketetapan. Yang dibutuhkan adalah percaya, sepakat, lalu mengaminkan, maka yang dideklarasikan akan terjadi.

Jenis pengurapan:
  • Pribadi. Contoh:
    • Daud diurapi Samuel: urapan tidak turun sebelum Daud pulang ke rumahnya dan kemudian Samuel mengurapinya dengan minyak.
    • Elisa harus mengikuti Elia sampai menyeberangi sungai Yordan sebelum mendapat pengurapan Elia.
  • Korporat, urapan yang diperoleh karena kita ada di suatu tempat. Contoh:
    • 120 orang di loteng Yerusalem pada hari Pentakosta. Mereka menunggu Roh Kudus turun seperti yang Yesus katakan saat naik ke Surga. Tidak ada yang tahu seperti apa janji Tuhan akan tergenapi. Semua yang hadir terima kepenuhan Roh Kudus.
    • Saul bertemu rombongan nabi yang sedang kepenuhan dan bernubuat, dan dia akhirnya juga kepenuhan dan bernubuat.

Urapan percepatan seperti sebuah bis besar yang digerakkan Roh Kudus dan dikendalikan Tuhan Yesus. Tongkat persneling hanya 1. Maka saat Tuhan akan lakukan percepatan dengan masuk ke gigi/ persneling 3, bagian kita adalah masuk dalam bis dan duduk.

Urapan percepatan ini adalah ketetapan, maka hanya membutuhkan kehadiran, kehausan, dan setuju! Hamba Tuhan akan memproklamirkan, kita percaya dan setuju, maka akan jadi.

Darrel Stott
Di seluruh dunia banyak negara mengalami krisis. Hari ini urapan percepatan Tuhan akan pindah ke persneling 3. Saat percepatan terjadi orang-orang yang tinggal dalam kemuliaan Tuhan dan hidup dikendalikan Roh Kudus di negara Indonesia, mereka diberi kesanggupan untuk memberkati segala bangsa di dunia, dan mengubah dunia secara nyata.

1Kor 3: 6-14
2 tahun lalu ketika ps. Darrell dan jemaat bernubuat kepada tanah di seluruh Indonesia untuk menumbuhkan secara supranatural, maka pertanian supranatural terjadi. Nubuat tentang berkat finansial bagi gereja dan p Agung juga Tuhan genapi. Dalam 2 tahun, JKI sudah mengunjungi dan memberkati banyak negara.

Ketika semua jemaat setia, maka hidup p Agung, jemaat, bahkan dunia akan berubah. Tuhan akan lakukan percepatan sehingga kita melupakan kesuksesan di masa lalu karena kesuksesan di depan jauh lebih cepat dan luar biasa.

Tuhan mau orang Indonesia memberkati dunia !

Supaya kita bisa mempercayai nubuatan, kita harus berada dalam hadirat Tuhan yang kuat, sehingga kita tidak lagi hanya berpikir secara natural

Banyak orang ingin percaya, namun tidak mampu untuk percaya. Mereka adalah tahanan dari ke-tidak-percayaan (
prisoners of unbelieve).

Penabur benih dan pembajak penting, tapi Tuhanlah yang memberikan pertumbuhan.

Tuhan sudah melakukan janjiNya dengan memberikan berkat-berkatNya kepada banyak gereja di Indonesia, tapi mereka kemudian melakukan kesalahan besar yaitu membiarkan kesombongan masuk ke dalam gereja, padahal Tuhan membenci kesombongan. Kita semua pendosa yang telah dibasuh oleh Darah Yesus, kita tidak bisa menyombongkan kesanggupan kita, kita hanya membanggakan Yesus Kristus.

Kita harus menanggapi (respon) perkataan pengkhotbah, karena iman itu aktif – tidak pasif !

Harapkan perkara-perkara yang baik terjadi dalam hidup kita, jangan harapkan hal yang buruk. Jauhkan orang-orang yang negatif dari hidup kita.

Ps Darrel dinubuati oleh seorang nabi saat akan berangkat ke Indonesia:
  • Tuhan memberi kesanggupan untuk membawa orang-orang lain pada destinynya, bukan di masa depan tapi di saat ini.
  • Tuhan akan mengumpulkan kelompok pebisnis, kemudian berdoa bersama dan menubuati mereka, sehingga mereka berhasil dalam bisnis mereka
  • Tuhan akan mengkaitkan orang-orang percaya satu sama-lain. Sehingga saat terhubung dalam Roh Kudus akan membuka banyak peluang: Bisnis-bisnis akan menjadi franchises, berkembang ke seluruh Indonesia dan dunia.
  • Favor dan pengurapan Tuhan akan dicurahkan kepada kita, sehingga tidak ada kuasa jahat maupun penyakit apapun, yang bisa menjamah kita.
  • Tuhan akan membawa kita kepada destiny kita! Roh Kudus akan membawa kita kepada keberhasilan dan menjadi wakil-wakil Yesus yang penuh keberhasilan.

Tuhan punya rencana bagi generasi muda:
  • Berkat finansial meningkat.
  • Lebih berhasil daripada orang tua mereka dan orang-orang sekitarnya.
  • Lebih peka kepada Roh Kudus
  • Ber-respon lebih baik dari orang lain
  • Mendemonstrasikan sesuatu yang baru yang belum pernah orang lain lihat dan alami.

Semua ini akan terjadi bagi siapapun yang percaya.

Tuhan sedang memperhatikan hati yang punya kerinduan untuk menolong orang lain!

Banyak jemaat yang sudah mencoba lakukan banyak hal di masa lalu: bisnis, relasi-relasi. Pesan Tuhan: ambil resiko untuk mencoba 1x lagi, minta didoakan 1x lagi, percaya 1x lagi.
Tuhan patahkan roh ketidak-percayaan dan memberikan iman.

Orang dunia tidak mencari agama, tetapi mencari kebahagiaan. Saat kita ceria, tersenyum, tidak mengomel, selalu mengatakan hal-hal yang positif, maka itu akan menarik perhatian mereka, dan kita bisa menceritakan apa yang Tuhan sudah kerjakan pada hidup kita.

Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB: 29C12B56
WhatsApp 0858-7511-8451
LINE: antonfw (085-727-868-064)
WeChat: AntoniusFW (0858-7511-8451)

Tuesday, April 23, 2013

Di Sini Ada – Petrus Agung – Minggu, 21 April 2013

Minggu, 21 April 2013
Di Sini Ada
Petrus Agung

Yoh 6:1-9 – Yesus memberi makan 5000 orang.

1. Bapa surgawi
Di kitab lain dikatakan bahwa hati Yesus tergerak oleh belas kasihan. Setiap kali muncul pernyataan hati Yesus tergerak oleh belas kasihan, selalu diikuti demonstrasi kuasa Tuhan yang luar biasa.

Kesaksian pengalaman tentang rasa belas kasihan:
Ada seorang jemaat konseling. P Agung melihat orang ini punya kemiripan dengan anak p Agung. Saat orang ini menangis tersedu-sedu, p Agung seolah-olah melihat anaknya sedang curhat, dan hati p Agung tergerak ingin menolong dan selesaikan semuanya. Roh Kudus berkata: p Agung adalah bapak yang tidak sempurna, tapi saat lihat seseorang yang mirip anaknya, respon hati p Agung bisa tergerak ingin menolong.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3: 16)

Di Golgota 2000 tahun yang lalu Yesus disalib. Bapa sangat cinta kepada Yesus. Sepanjang sejarah tidak pernah Bapa berpaling dari Yesus. Tapi Bapa juga cinta kita, dan sadar bahwa hanya dengan pengorbanan Yesus kita bisa diselamatkan. Saat disalib, di puncak penderitaanNya, semua beban dosa manusia dipikul Yesus. Sesaat Bapa tidak tahan dengan penderitaan anakNya, dan palingkan wajahNya. Di titik itulah Yesus berteriak "Eloi, Eloi, Lama sabakhtani". Setelah itu Yesus genapi semua bagi kita. Sejak saat itu tidak pernah lagi Bapa memalingkan wajahNya dari Yesus.

Yesus berkata bahwa di luar Yesus kita tidak bisa berbuat apa-apa. Alkitab ajarkan supaya kita ada di dalam Kristus. Setiap kali kita bergaul dengan Tuhan, ikuti kehendakNya, datang ke Bapa di dalam nama Yesus, artinya kita ada di dalam Yesus. Maka Bapa tidak lagi lihat kita, tapi lihat Yesus dengan semua bekas penderitaanNya. Jika
doa itu sesuai tuntunan Roh Kudus, maka seperti Yesus sendiri yang minta kepada Bapa. Maka Bapa akan beri yang Yesus minta.

Yesus berkali-kali menggunakan perumpamaan untuk menggambarkan Bapa: seperti Tuan terhadap hamba-hambaNya, seperti Raja terhadap bawahanNya, seperti Hakim, seperti Pengusaha, seperti Pemilik kebun anggur. Dalam setiap pengungkapan tindakan dan reaksi Bapa bisa diduga.

Tapi setiap kali Yesus gambarkan Allah sebagai Bapa, tindakan Bapa susah ditebak.

Contoh dalam kisah anak yang hilang, saat bungsu minta hartanya tetap diberi, walau bapaknya tahu bahwa dia akan bangkrut dan melarat. Tujuannya supaya bungsu bisa membedakan antara hidup di rumah bapa dan di kandang babi. Saat bungsu bertobat dan pulang, bungsu diterima oleh bapaknya, dipeluk, posisi dipulihkan, dipestakan.

Sebab jika Allah tampil sebagai Bapa kita, DIA Bapa yang protektif, melindungi, maha baik, punya segala-galanya, dan berkata bahwa semua milikNya juga milik kita !

Saat kita bisa tangkap hati Bapa, akan ada perbedaan. Saat murid-murid minta diajari berdoa, Yesus ajarkan: Bapa kami yang di surga. Bukan sebutan raja kami, tuan kami, atau sebutan lainnya.

Bahkan saat kita tidak punya siapapun di dunia, kita punya Bapa Surgawi yang sangat baik dan mengasihi kita.

Kesaksian: p Agung saat teduh sambil baca buku. Tiba-tiba di bawa ke sebuah taman yang hanya ada daun-daunan saja. Ada gerbang di ujung taman dan p Agung tahu Tuhan ada di sana. Ada malaikat penjaga pintu yang melarang p Agung masuk karena masih banyak luka di hidupnya. Malaikat mengobati dengan menempelkan daun yang ada di taman ke tubuh p Agung. Setelah itu p Agung masuk ke taman. Di dalam taman p Agung bertemu Tuhan Yesus, matanya sangat tulus, lalu p Agung diajak jalan. Tuhan Yesus tunjukkan sebuah figur seperti siluet yang di depannya ada peta besar dengan bidak-bidak catur. Di sekeliling peta itu ada ratusan malaikat. Figur dalam siluet itu memerintahkan malaikat-malaikat untuk menggeser dan memindahkan bidak-bidak di peta. Siluet itu adalah Bapa yang sedang mengatur hidup & masa depan kita.

Jangan pernah kuatir akan hidup dan masa depan kita, karena semua itu diatur dan dikendalikan oleh Bapa kita yang di surga.

Saat pentahbisan pendeta JKI di Kalimantan. P Adi Sutanto (ketua sinode) bercerita. Suatu hari saat berkendara dengan staf-nya, mereka lihat seseorang sedang mengamen. P Adi bertanya mengapa orang itu bernasib buruk. Jawaban apapun yang diberikan salah. Jawaban p Adi: karena tidak kenal p Adi, jika kenal orang itu akan disekolahkan dan dicarikan pekerjaan.

Bapa di surga kenal kita, dan Tuhan tidak akan pernah biarkan anak-anakNya karena Dia Bapa yang maha-baik.

2. Respon hati yang benar terhadap hal yang kecil

Pertanyaan Tuhan Yesus kepada Filipus adalah sebuah proyek besar: memberi makan 5000 orang. Kemudian ada murid lain yang berkata:

"Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" (Yoh 6: 9)

Kita sering salah berfikir bahwa untuk menggenapi destiny itu kita harus siapkan dan punya banyak hal termasuk dana.

Setiap kali Tuhan beri visi, destiny dan tugas yang baru, maka di dalamnya sudah ada penyediaan Tuhan yang limpah bagi kita.

Di jaman itu orang kaya makan roti gandum, tapi anak itu membawa roti jelai. Ikan-nya pun ikan kecil, hasil memungut ikan yang dibuang nelayan. Dengan sedikit hal yang anak itu punya, dia datang kepada Yesus dan menjadi jawaban untuk kebutuhan memberi makan ribuan orang.

Bagi murid-murid 5 roti dan 2 ikan itu tidak berarti, bagi Yesus itulah cara penyediaan Bapa.

Reaksi kita saat punya kebutuhan yang sangat besar: sangat menentukan. Terutama jika kemudian kita mendapat berkat yang tidak sesuai dengan kebutuhan atau harapan kita.

Banyak berkat kita buang dengan ber-reaksi salah!

Kita sering bersyukur hanya karena perkara-perkara besar, tapi mengabaikan perkara-perkara kecil.

Ilustrasi: Ada seseorang sakit kanker, dan minta disembuhkan Tuhan. Tuhan berkata bahwa jawaban doanya datang hari itu. Ternyata yang datang adalah orang yang menyakitinya. Orang yang sakit kanker ini marah, mengusir orang itu, dan kemudian dia mati tanpa pernah sembuh. Seandainya dia lakukan pemberesan lepaskan pengampunan, maka kepahitan hatinya akan hilang dan kankernya disembuhkan.

Mari waspada dengan reaksi-reaksi kita, cara kita bicara, sikap hati kita, karena itu berdampak besar pada berkat Tuhan dalam kehidupan kita.
Jangan pernah abaikan berkat sekecil apapun dalam hidup kita.

Kesaksian perpuluhan dari jumlah yang kecil:
Di masa muda, p Adi ajarkan p Agung untuk beri perpuluhan. P Adi beri ilustrasi bahwa dari perpuluhan p Agung yang sedikit bisa digunakan untuk bea perangko dalam kota untuk menyebarkan buletin rohani. Ujungnya ada jiwa-jiwa yang bertobat. P Agung lakukan seperti yang p Adi sarankan. Dampaknya sekarang Jki IK bisa beri perpuluhan terbesar bagi sinode, yang bisa memberkati ratusan gereja dan pendeta dalam sinode Jki.

Kita dididik memberi perpuluhan bukan karena Tuhan butuh, tapi demi kepentingan dan kesejahteraan kita sendiri.

Jangan remehkan hal kecil. Kerajaan Surga digambarkan sebagai benih yang kecil, tapi saat tumbuh banyak burung hinggap dan berlindung padanya.

Tuhan selalu memulai sesuatu dari hal yang sederhana, kecil, dan di luar yang kita pikirkan. Saat bisa mensyukurinya maka keajaiban demi keajaiban akan Tuhan buat dalam hidup kita.

Penutup
Sisa peristiwa adalah 12 bakul berisi potongan-potongan roti, tapi tidak ada kelebihan ikan. Saat Tuhan pecahkan roti tidak ada komentar apapun. Tapi saat Tuhan pecahkan ikan, Tuhan gandakan sesuai "keinginan" mereka.

Keinginan manusia membatasi, berani menyerahkan kepada kehendak Tuhan membuat kita unlimited
Keinginan manusia membuat kita just enough (sekedar cukup), menyerahkan pada keinginan Tuhan membawa kita more than enough (berkelimpahan)

Kesaksian: P Agung pernah diundang ke Myanmar. Tempat itu produsen batu jade. P agung dan pendeta-pendeta lain diajak ke salah satu rumah jemaat yang baru menambang batu jade. Saat melihat batu-batu itu, p Agung pilih untuk melihat yang paling besar, karena mau beli-pun tidak ada dana. Ternyata si penambang hadiahkan batu jade yang dipegang masing-masing pendeta itu.

Saat kita tidak menghitung kekuatan kita sendiri, tanpa menghitung, justru itu memberi ruang pada mujizat Tuhan.

Berkat kecil yang kita terima adalah ujian apakah bisakah kita tetap bersyukur pada Tuhan

Yesus terima 5 roti dan 2 ikan kecil, lalu mengucap syukur. Ucapan syukur itulah yang mendatangkan kuasa multiplikasi Tuhan.

Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB: 29C12B56
WhatsApp 0858-7511-8451
LINE: antonfw (085-727-868-064)
WeChat: AntoniusFW (0858-7511-8451)