Wednesday, July 3, 2013

Kingdom Explotion – Petrus Agung – Minggu, 30 Juni 2013

Minggu, 30 Juni 2013
Kingdom Explotion
Petrus Agung

Penyembahan
Dalam silsilah Yesus di Matius 1 ada banyak nama raja, tapi yang disebut raja hanya raja Daud. Tapi Daud menyebut dirinya sebagai “pemazmur yang manis dari Israel” (sweet psalmist of Israel), karena Daud tahu yang menyukakan hati Tuhan bukan mahkotanya, tapi penyembahan dan hatinya.

Tujuan hidup kita seharusnya menyenangkan hati Tuhan, dan menjadikan Tuhan pusat hidup kita.

Kesaksian p Thomas
P Thomas memimpin tim ke Brunai, dan merupakan tim pertama JKI yang berangkat ke bangsa-bangsa. Jumlah tim 8 0rang. Kondisi keKristenan di negeri ini terintimidasi dan susah bergerak, tapi dengan pertolongan Tuhan semua tugas bisa dikerjakan.

Kesaksian b Ribkah
Bu Ribkah mengkoordinasi tim ke India yang terdiri atas 30 orang, disebar ke 14 propinsi. Sejak awal setiap anggota tim berjalan sendiri dengan Tuhan. 10 orang awalnya tidak punya paspor, tapi bisa dapatkan dalam waktu singkat.

Kingdom Explotion
2 Raj 3: 9-24
Dalam perikop di atas lembah yang kering tiba-tiba jadi berair dan membasahi seluruh lembah. Tapi sebelum air itu datang, Tuhan perintahkan untuk membuat parit-parit, karena tanpa parit maka air yang Tuhan berikan itu akan jadi malapetaka bagi pasukan Israel ada di dalam lembah.

Kingdom Explotion: momentum ketika Tuhan membuat ledakan yang berdampak ke seluruh dunia.

Ledakan Tuhan terjadi tiba-tiba tanpa tanda apapun, dan itu akan mempengaruhi seluruh dunia.
Bahtera sudah masuk tahun ke-8. Di 7 tahun awal adalah masa Tuhan memberi kita mandat untuk membuat, membangun dan menyiapkan berbagai macam “parit”, yaitu infrastruktur jasmani dan rohani, untuk menopang sesuatu yang besar di depan:

  1. Parit kepada “saudara sepupu” : acara anak Raja, bisa menggerakkan banyak orang untuk hadir, pasar murah.
  2. Pendidikan: Sekolah Terang, dapur umum, Rumah singgah.
  3. Jaringan di 34 propinsi Indonesia: kunjungi, layani, doa peperangan, seminar, KKR.
  4. Menjangkau bangsa-bangsa dengan proyek “Menggelar Karpet Merah”
  5. Pertanian.
  6. Kesehatan: klinik yang merupakan cikal-bakal rumah sakit.
  7. Rumah shalom.

Tuhan sedang membawa kita jauh lebih dari yang dapat kita bayangkan !

Kegerakan Tuhan mempengaruhi cara hidup manusia: dari pelit jadi berani dalam memberi, hamba-hamba Tuhan luar negeri yang terkenal mulai datang ke Semarang.

Saat membangun Holy Stadium rencananya dengan kapasitas 5000 orang. Tapi p Alex (Bethany Surabaya) berkata harusnya 12 ribu. Dan ternyata jika hanya dibangun untuk kapasitas 5 ribu, maka saat ini JKI harus membangun gedung baru. Saat ke Surabaya p Alex menyarankan p Agung membangun stadion dengan kapasitas seperti Gelora Bung Karno, dan atapnya bisa dibuka-tutup. Itu untuk menampung tuaian besar jiwa-jiwa yang akan Tuhan berikan.

Alasan Tuhan perintahkan kita menjangkau bangsa-bangsa salah satunya karena Tuhan akan jadikan Indonesia sebagai negara super-power dunia. Sekian abad yang lalu Eropa (Inggris, Belanda, Spanyol, Portugal, dll) pernah jadi negara super-power karena memberitakan injil ke seluruh dunia. Kemudian keKristenan di Eropa mulai pudar. Amerika menggantikan Eropa dengan banyak membiayai misi ke seluruh dunia, maka Amerika naik jadi negara super-power. China juga jadi besar karena gereja-gereja Kristen bawah tanah China membiayai misi membawa Injil ke Israel. Amerika sedang menurun, ini saatnya Indonesia ambil alih!

Kekayaan Indonesia begitu melimpah sehingga tidak perlu membeli apapun dari siapapun: sumber daya alam maupun manusia.

Tujuan Tuhan yang lain adalah supaya mereka yang pulang dari misi ke bangsa-bangsa menjadi pahlawan-pahlawan dan tentara-tentara yang hebat, tidak mengeluh tentang kebutuhan mereka, punya hati yang teguh, berani, tahu bagaimana untuk survive, mental terbangun, tidak lagi minder.

Dana bukan dari gereja, tapi dari iman masing-masing pribadi. Tuhan cukupi dan sertai secara ajaib, ini adalah bukti bahwa Tuhan serius memberikan tugas.

Ledakan dari Tuhan akan segera terjadi, dan selalu diawali dengan ledakan secara rohani/ supranatural, tanpa tanda-tanda. Maka kita harus siapkan hati kita.

Bagi yang belum bisa berangkat misi ke luar negeri, bisa mulai dengan bergerak menjangkau ke lingkungan sekitar kita. Karena kita bergerak di dalam kegerakan Tuhan, maka tidak ada pintu yang tertutup bagi kita karena ada penyertaan Tuhan yang luar biasa. Saat kita melangkah, kita akan menjadi generasi yang tidak terhentikan, baik oleh uang, kedutaan asing, budaya, dll.

Bangun infrastruktur kita, ijinkan Tuhan menyiapkan semuanya, maka saat ledakan dari Tuhan terjadi kita akan alami sesuatu yang ajaib di hidup kita

Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);

Friday, June 28, 2013

Pergilah – Petrus Agung – Minggu, 16 Juni 2013

Minggu, 23 Juni 2013
Pergilah
Petrus Agung

Dalam silsilah Yesus di Matius 1, Yesus disebut sebagai anak Daud dan anak Abraham, baru di baris selanjutnya disebutkan detil leluhur Yesus yang lain. Dalam Gal 3: 29 Paulus menyebutkan bahwa kita berhak menerima berkat Abraham melalui Yesus. Alkitab tidak mengatakan bahwa kita menerima berkat Musa, Daud, atau nabi-nabi yang lain. Untuk mendapat warisan yang Tuhan berikan pada Abraham, kita harus lihat penugasan yang Tuhan berikan kepada Abraham.

Kej 12 : 1-3 – Penugasan Allah kepada Abraham. Penugasan itu diawali dengan kata: pergilah. Saat Tuhan Yesus berikan amanat Agung juga diawali dengan kata-kata: pergilah.

Pergilah = לך־לך = lekh-lekha
Kata ini hanya disebut 1 kali di seluruh Alkitab. Maka jika kita ingin menerima berkat Abraham ini, maka kita harus terima penugasan/ assignment dari Tuhan kepada Abraham: pergilah!

Kata lekh-lekha mempunyai beberapa pengertian:
  1. Orang yang dipakai Tuhan dari titik yang paling kecil dan tidak berarti, sampai jadi tinggi dan di atas orang lain.
  2. Orang yang punya hati yang teachable, mau dibentuk dan diajar, dari sejak di bawah hingga paling atas.

Tuhan akan pakai hidup kita dari kecil, dibuat naik hingga melebihi dari rata-rata orang-orang lain.

Saat seseorang dengar panggilan Tuhan dan meresponinya, hasilnya akan luar biasa.

Dua pengertian kata “pergilah” di atas harus ada. Kita harus mau diajar dan dididik oleh Tuhan, karena tanpa itu Tuhan akan sulit memakai kita. Karena musuh terbesar kita bukan setan, karena Yesus sudah kalahkan setan dan kita tinggal mengusirnya. Musuh terbesar kita ada di dalam kita sendiri: hawa nafsu, ego, kesombongan, kedagingan kita. Semua itu harus kita taklukkan.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki (Yoh 21: 18)

Yoh 21:18 adalah proses yang akan dialami Petrus. Kata masih muda artinya masih baru dan mentah.

Saat kita mencapai kematangan, yang muncul bukan kemauan diri kita sendiri tapi penundukan diri kepada Tuhan dan kepada yang Tuhan inginkan, sekalipun dagingnya tidak mau.

Di antara 11 rasul, Petrus adalah rasul pertama yang ditugasi Tuhan untuk menjangkau bangsa lain: rumah Kornelius. Di awal Petrus menolak. Saat itu hukum Taurat yang menempel di daging Petrus lebih besar pengaruhnya daripada amanat agung yang Tuhan berikan. Saat dilayani Kornelius dan seisi rumahnya dibabtis dan penuh Roh Kudus. Ketika kembali ke Yerusalem, semua murid yang lain menyidang Petrus. Ini artinya mereka juga masih terikat pada hukum Taurat.

Seringkali manusia menentang kehendak Tuhan, sebagian alasannya daging, sebagian lagi rohani.

Dalam sejarah gereja awalnya tidak ada rasul yang bergerak menginjil keluar dari Yudea. Filipus keluar dari Yudea setelah masa aniaya. Murid-murid yang tersebar karena aniaya akhirnya memberitakan injil ke mana mereka pergi.

Dalam surat Galatia Paulus sebutkan bahwa Petrus hanya melayani bangsa Yahudi. Maka akhirnya tugas penginjilan ke bangsa lain digeser Tuhan kepada Paulus.

Saat jemaat mendengar tentang “Menggelar Karpet Merah” sebagian ber-respon positif, cepat dan Tuhan mencukupi dengan cara yang ajaib! Harusnya semua kita responnya sama!

lekh-lekha: Tuhan akan sertai dan pakai hidup kita, saat kita mau pergi.

Baru menjelang matinya Petrus jadi dewasa, dan mati sebagai martir, tapi kehilangan jatahnya.

Jika kita tidak melewati semua tantangan bersama Tuhan maka tidak akan menghasilkan apapun.

Kepompong yang jadi kupu-kupu harus keluar melalui lobang yang kecil. Proses ini menyakitkan. Ada seorang peneliti yang mencoba membantu dengan memperbesar lobang kepompong. Akibatnya kupu-kupu ini keluar dengan cepat, tapi tidak bisa terbang karena sayapnya lemah, dan akhirnya dimakan predator dan mati. Proses melewati lubang yang kecil dengan susah payah itulah yang membuat semua otot pada sayap kupu-kupu hingga mampu terbang.

Proses pendewasaan dialami Samuel, anak p Agung. Samuel mengikuti retret keluarga US Army di Belgia karena diajak temannya. P Agung minta Samuel berangkat sendirian tanpa teman dari JKI, dan memberikan beberapa tugas tambahan. Ternyata dia harus hadapi semua hambatan sendirian karena rekan yang mengajaknya retret tidak bisa cuti. Maka ketakutan menguasainya dan jadi stress. Setelah ada permainan paint-ball, ada penjebolan dan Samuel bisa menikmati retret, dan bisa mengatasi ketakutannya.

Banyak orang berdoa “paksakan rencanaMu Tuhan” hanya karena ikut-ikutan p Yusak, tapi hatinya tidak benar-benar ingin dipaksa. Karena begitu ada tugas yang tidak disukai, maka melakukannya asal-asalan dan setengah hati, bahkan berontak dan marah. Tapi ada juga yang sungguh-sungguh mau alami didikan Tuhan. Ujungnya akan terlihat siapa yang dewasa dan siapa yang tetap anak-anak.

Proyek “Menggelar Karpet Merah” adalah sarana Tuhan untuk mendewasakan anak-anakNya

Menggelar karpet merah” adalah kesempatan yang Tuhan tawarkan bagi kita. Kita akan belajar soal iman, penginjilan dengan tantangan budaya, bahasa dan makanan. Maka mereka yang berangkat akan pulang sebagai orang yang berbeda. Doa untuk kebutuhan pribadi biasanya lebih lambat dibanding doa untuk kebutuhan misi. Tapi jika kita sudah biasa berdoa seperti itu, untuk kebutuhan pribadi pun akan sama mudahnya.

Iman itu perlu dilatih, dan latihannya akan membuat kita makin dewasa.

Eropa pernah jadi negara super-power karena memberitakan injil ke seluruh dunia. Tapi di Eropa kekristenan mulai pudar. Amerika menggantikan dengan membiayai misi ke seluruh dunia, maka Amerika naik jadi negara super-power. Amerika sedang menurun, ini saatnya Indonesia ambil alih!

Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);

Friday, June 21, 2013

Keluarga Allah Adalah Tiang Penopang – Bahtera – KKR Bandung – Senin, 17 Juni 2013

Senin, 17 Juni 2013
Keluarga Allah Adalah Tiang Penopang
Bahtera – KKR Bandung

Daniel Cipto
  • Tuhan mau ajari kita naik ke next level. Roh Kudus ajari kita langkah demi langkah dan caranya. Setiap kelompok punya tuntutan yang berbeda, ujungnya Yesus sendiri.
  • Di hadirat Tuhan semua terbuka dan tidak ada yang bisa disembunyikan, maka kita harus mau membuka topeng kita, datang ke Tuhan dengan apa adanya kita.

Yusak Cipto – Semua Karena Anugerah
Semua hanya anugerah Tuhan, tanpa itu kita tidak akan mampu menyelesaikan bagian kita, karena kita penuh kelemahan. Maka kita hidup bergaul dengan Tuhan secara pribadi

Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan. (Luk 17: 10)

Setelah kita lakukan semua tugas dari Tuhan, katakan pada diri kita sendiri Luk 17: 10. Kejatuhan banyak hamba Tuhan adalah karena kesombongan, kebanggaan, ketinggian hati yang tidak pernah disadari. Padahal apapun yang kita lakukan yang membawa hasil, kemuliaan, berkat, semua Tuhan yang melakukan di dalam kita. Dengan sikap ini kita tidak akan mencuri kemuliaan Tuhan.

Petrus Agung – Kairos
Datang ke Tuhan dengan mata apatis adalah kerugian besar, karena tidak setiap saat adalah kairos. Kairos datang sewaktu-waktu.

Saat Yesus menuju Yerusalem untuk mati dan bangkit, Ia kunjungi Yerikho untuk terakhir kalinya. Tapi tidak ada apapun yang terjadi. Setelah kebangkitanNya tidak ada kunjungan Tuhan lagi ke Yerikho.
Bartimeus artinya anak Timeus, dan Timeus artinya haram. Bartimeus adalah anak haram, matanya buta, pekerjaannya pengemis. Saat Yesus keluar kota Yerikho, orang berkata pada Bartimeus bahwa yang lewat adalah “Yesus dari Nazaret”. Di jaman itu pernyataan “orang dari Nazaret” tidak mempunyai arti apapun. Tapi Bartimeus mata hatinya tidak buta, dan dia berteriak memanggil “Yesus, anak Daud !” Bagi orang Yahudi sebutan “anak Daud” mengacu pada Mesias yang mereka tunggu.

Saat Yesus memanggilnya, Bartimeus lepas jubah pengemisnya, lalu tersungkur di kaki Tuhan dan disembuhkan. Hanya Bartimeus yang memanfaatkan kairos Tuhan hari itu.

Petrus Agung – Terapi dalam Keluarga

You're blessed when you can show people how to cooperate instead of compete or fight. That's when you discover who you really are, and your place in God's family. (Mat 5: 9, MSG)

Engkau akan diberkati ketika engkau bisa menunjukkan kepada orang-orang bagaimana engkau bisa bekerja-sama daripada anda berkompetisi/ bersaing/ bertengkar. Itu terjadi saat engkau menemukan siapa engkau yang sebenarnya dan tempatmu dalam keluarga Tuhan.

Naluri manusia adalah berkompetisi, baik untuk hal yang positif maupun negatif. Tapi Tuhan tidak suka jika kompetisi itu membuat kita berkelahi dan menjatuhkan orang lain dengan segala cara.

Semua kita adalah ciptaan yang unik, maka kita tidak pernah bisa meniru orang lain, dan kita tidak perlu minder karena tidak ada orang lain yang seperti kita.

Temukan siapa diri kita di hadapan Tuhan, dan di mana tempat kita dalam keluarga Tuhan, maka kita akan bisa bekerjasama dengan indah.

Mat 24: 45-51 – hamba yang setia.
Kata “setia” mengandung unsur dapat dipercaya
Kata “bijaksana” artinya punya kemampuan yang bisa digunakan dalam keseharian (practical skill)

Hamba Tuhan harus dapat dipercaya dan memiliki practical skill

Frase “atas orang-orangnya“ dalam bahasa Inggris household = θεραπεία = therapeia (G2322).
Dari kata ini lahir kata terapi.

Dalam keluarga Tuhan ada terapi yang luar biasa, kita dipanggil untuk saling menyembuhkan dan memberikan terapi satu sama lain.

Keluarga Bahtera adalah tempat memberikan terapi, sehingga kita tumbuh dalam kekuatan Tuhan. Semua kita mempunyai talenta masing-masing yang unik, jika kita menghormati kekuatan masing-masing dan bersatu/ unity, maka sesuatu yang ajaib akan terjadi.

Munafik dari kata aktor, artinya orang yang memakai topeng. Tuhan tidak mau ada aktor di tengah-tengah kita, Tuhan mau ketulusan hati.

Nani Susanti – Kuasa Doa
Di awal Tuhan tidak hanya menciptakan Adam, tapi Adam dan Hawa, artinya sebuah keluarga. Sebuah keluarga bisa unity karena doa. Doa besar kuasanya dan dapat mengubah sesuatu yang tidak kelihatan/ alam Roh menjadi kenyataan.

Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. (Yak 5: 17)

Sofy – Kuasa Doa
Dalam satu fase kehidupan seorang anak, di usia remaja sering timbul kekerasan hati yang hanya bisa ditembus oleh kekuatan doa orang tua.

Orang tua jangan pernah lelah mendoakan anak-anaknya. Demikian juga saat orang tua tidak harmonis, anak-anak jangan pernah lelah mendoakan orang tuanya.

Kita semua bersemangat mengejar panggilan kita, tapi kadang ada rekan yang alami kelelahan secara rohani. Maka rekan yang kuat jangan menghakimi yang lemah, tapi justru harus menjadi tiang doa bagi mereka.

Petrus Hadi – Keluarga Allah
Mzm 22: 23, 26a
Destiny Daud:
  1. Tuhan menjadi segalanya bagi Daud. Maka sejak sebelum jadi raja hingga akhir hidupnya, Tuhan mengajar Daud menjadi penyembah.
  2. Menjadi raja bagi umat pilihan Tuhan: bangsa Israel.
Dalam menjalani 2 destiny dalam hidupnya Daud punya 3 pengalaman ditopang oleh keluarga Allah:
  1. Ay 22a – Daud memuji Tuhan di tengah keluarganya: ayah, ibu dan kakak-kakaknya.
  2. Ay 22b – Daud memuji di tengah jemaah. Ini terjadi saat Daud di gua Adulam (1Sam 22: 1-2), Daud memimpin keluarga dan 400 orang lain yang mendukung Daud. Daud seperti menemukan sahabat-sahabat karib yang lebih dari saudara.
  3. Ay 26a – Daud memuji dalam jemaah yang besar, yaitu seluruh orang Israel yang mendukungnya menjadi raja.

Kadang saat kita sedang menjalani apa yang Tuhan mau, ada orang-orang dekat kita tidak bisa lagi mendukung. Tapi hal ini tidak boleh menghentikan kita.

Di depan Tuhan sedang siapkan kingdom explosion bagi Bahtera. Tapi untuk mencapai semua itu kita harus saling mendukung, menguatkan dan unity.

Luk 12: 49-53 – saat api lawatan Tuhan diberikan dalam sebuah keluarga, belum tentu semua orang bisa terima, karena masing-masing diberi kebebasan.

Mat 12: 46-50 – Inilah keluarga besar Yesus:

Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku (Mat 12: 50)

Bahtera berkumpul dengan sebuah tujuan: lawatan dan tuaian terjadi atas Indonesia dan dunia.
Bahtera adalah keluarga besar yang bersama-sama melakukan yang Tuhan mau.

Iin Cipto – Terima Kasih dan Permintaan Maaf Mahanaim


Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);

Thursday, June 20, 2013

Mental Raja – Petrus Agung – Minggu, 16 Juni 2013

Minggu, 16 Juni 2013
Mental Raja
Petrus Agung

Ada pertanyaan, mengapa saat ular memperdaya Hawa, Adam diam saja dan tidak meng-intervensi pembicaraan. Jika iblis berbicara harus segera kita intervensi, karena jika didiamkan akan menimbulkan masalah yang besar.

Kej 2: 21-25
Tuhan menggunakan istilah bagi manusia pertama: Adam = אדם = 'âdâm (H121) = manusia.
Kemudian Tuhan memberikan otoritas kepada Adam untuk memberi nama semua makhluk.
Lalu Tuhan menciptakan penolong yang sepadan bagi Adam, yaitu wanita = אשּׁה = 'ishshâh (H802)
Saat Tuhan membawa wanita itu kepada Adam, Adam dengan otoritasnya menyebutnya sebagai wanita (
אשּׁה = 'ishshâh) yang diambil dari laki-laki = אישׁ = 'îysh (H376). Adam mengubah istilah bagi dirinya dari manusia (adam) menjadi laki-laki (iysh).

Nama Adam pengertiannya:
  1. Manusia.
  2. Keunikan ciptaan Tuhan (the uniqueness of creation)
  3. Sifatnya punya ketergantungan kepada Tuhan (dependent in God)
  4. Pribadi yang punya pertanggungjawaban (accountability) ke Tuhan
  5. Punya kemampuan menangkap pewahyuan

Jika semua pengertian di atas digabungkan, maka Adam adalah manusia yang punya hubungan dengan Tuhan, spesial/ unik, punya ketergantungan dengan Tuhan, punya rasa tanggung jawab kepada Tuhan, dan sanggup menerima pewahyuan perkataan Tuhan.

Alkitab berkata “perempuan (ishshah) diambil dari Adam”, tapi Adam mengubahnya menjadi “perempuan (ishshah) diambil dari laki-laki (iysh)”. Kata-kata yang pertama muncul adalah ishshah, kata iysh merupakan istilah yang menyesuaikan dari kata ishshah. Kata iysh artinya laki-laki, punya koneksi dan relationship dengan orang lain.

Selama Adam tidak merubah jati dirinya dia tetap menjadi pribadi yang sesuai arti nama Adam, dan hubungan dengan Tuhan adalah yang dominan. Tapi karena Adam ubah namanya dan menyesuaikan diri dengan istilah perempuan, sejak itu Adam di belakang perempuan. Akibatnya banyak hal yang diambil dari diri Adam dan fungsinya bergeser. Akibatnya Adam diam saja dan menyesuaikan diri terhadap istrinya saat Hawa dibujuk ular.

Yang menentukan siapa kita adalah pilihan kita untuk tetap memegang atau melepaskan otoritas yang sudah Tuhan berikan kepada kita, karena Tuhan menghormati free-will kita.

Saat kita biarkan diri dipimpin oleh Roh Tuhan dan berdiri dalam kebenaran, maka kita tidak gampang diombang-ambingkan dunia. Ketika Adam menyebut dirinya iysh, yang menyesuaikan diri kepada ishshah, maka semua tudung dan otoritasnya hilang dan tidak berfungsi.

Hati hamba harus! Tapi Tuhan tidak mau kita punya mental hamba.
Tuhan mau anak-anak Raja punya mental raja!

Mental raja artinya kita tidak panik menghadapi apapun, tidak mudah dipengaruhi oleh apapun, hidup karena ketergantungan kita pada Tuhan, punya otoritas dan keunikan, punya panggilan yang spesial bagi masing-masing kita, memiliki pertanggung-jawaban kepada Tuhan, dan menerima pewahyuan dari Tuhan. Mental raja ini tidak lagi dimiliki Adam, karena dia berikan otoritasnya kepada hal lain.

Suami adalah kepala dan tudung rumah tangga. Jika kita hidup semaunya itu seperti merobek tudung dan membiarkan keluarga kita hancur. Maka suatu hari kita harus membayar harganya. Adam semula hidup dalam anugerah, akhirnya harus bekerja keras untuk kehidupannya.

Jangan lepaskan tanggung-jawab yang Tuhan berikan di hidup kita, karena itulah yang membuat berkat Tuhan turun dalam kehidupan kita. Mental kita harus dibangun jadi mental raja

Mental raja tidak membiarkan kondisi kacau berlangsung. Jika arah pembicaraan menuju pada hal-hal yang tidak benar, orang bermental raja akan menghentikan dan meluruskannya.

Mental raja: Yang lemah berkata aku kuat, yang miskin berkata aku kaya!

Semua dimulai dengan iman, bukan dengan realita. Ilmu pengetahuan bukan benda, maka tidak bisa diambil. Bisa diajarkan tanpa orang yang memiliki kehilangan. Jika “sesuatu” bisa diambil hingga kita kehilangan, maka “sesuatu” itu bersifat benda.

Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya." (Luk 8: 18)

Anggapan kita tentang diri kita adalah awal dari sebuah realita yang akan datang dalam hidup kita.

Contoh:
  • Pegawai toko menyebut dirinya magang sebelum nantinya punya toko sendiri.
  • Tukang sapu kantor gubernur bisa sebut dirinya calon menteri anti korupsi yang sedang magang di kantor gubernur.
  • Orang yang sudah berumur menyebut dirinya sebagai orang berusia matang dan berpenghasilan 3 milyar per minggu.
  • Makelar mobil bisa menyebut dirinya sedang mempersiapkan diri untuk jadi calon manajer pemasaran Mercedes.
  • Penjual loak menyebut dirinya mempersiapkan diri menjadi kurator barang antik PBB.

Saat kita rubah mental kita dan berdiri di posisi yang Tuhan tetapkan, maka perkataan kita akan berbeda, dan kita akan menjadi pemimpin.

Yusuf dari kecil punya mental penguasa: dimanapun berada dia kontrol semuanya: pekerjaan kakak-kakaknya, pegawai-pegawai potifar, preman-preman di penjara, bahkan Firaun.

Saat p Agung dipanggil jadi hamba Tuhan, mentalnya minder. Untuk mengikis rasa minder terhadap orang bule, setiap kali ke Amerika, p Agung naik maskapai Northwest, berkali-kali minta dilayani pramugari yang semuanya bule.

Jiwa yang minder membuat kita tidak bisa maksimal dengan Tuhan.



Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);

Wednesday, June 19, 2013

Menaikkan Persembahan yang Berkenan – Petrus Agung – Minggu, 9 Juni 2013

Minggu, 9 Juni 2013
Menaikkan Persembahan yang Berkenan
Petrus Agung

Membalikkan roh perbudakan
Orang kaya menguasai orang miskin, yg berhutang menjadi budak dari yg menghutangi (Ams 22:7)

Di masa kini sudah tidak ada perbudakan, tapi ayat Alkitabnya tidak berubah. Untuk membalikkan keadaan, pemberesan dimulai dari peristiwa terakhir saat mereka yang berhutang ditagih, baik secara halus atau kasar, sehingga mengakibatkan sakit hati timbul. Caranya: lepaskan pengampunan! Maka hubungan dengan pemberi hutang kembali baik dan normal. Setelah selesai pemberesan dengan Tuhan, maka selanjutnya roh perbudakan dihentikan, ujungnya hutangnya juga akan selesai.

Hadirat Tuhan Membawa Kesembuhan
Saat menghadapi masalah, kita harus datang ke Tuhan, masuk ke hadiratNya. Maka sel-sel kita akan hidup, jiwa segar kembali, roh kita bangkit, tubuh disembuhkan, kita bisa panggil semua berkat ciptaan Tuhan, karena semua ciptaan suka untuk melekat kembali kepada penciptanya. Semua yang bukan ciptaan Tuhan: persoalan, beban, dll, akan berakhir dan selesai. Orang Kristen yang punya persoalan lalu marah, murtad dan tinggalkan Tuhan, dia tidak pernah dapatkan apapun. Seseorang menjadi lemah dimulai saat jiwanya letih. Untuk mengatasinya kita harus datang ke Tuhan.

Menaikkan Persembahan yang Berkenan
Kej 4: 3-4 – Frase “Tuhan mengindahkan” artinya Tuhan melihat dan terkagum-kagum, kemudian ada api Tuhan yang keluar dan menyambar persembahan Habel. Itu tidak terjadi pada persembahan Kain.

Setiap hari kita mendapat kesempatan memberikan sesuatu kepada Tuhan: pujian, sikap hati, ucapan syukur, dll. Kita akan berbahagia jika apapun yang kita bawa kepada Tuhan, bisa membuat Tuhan kagum dan tercengang, lalu apiNya turun dan menyambar korban kita.

Yesus pernah kaguman pada seseorang perwira yang bujangnya sakit. Dia meng-analogikan Yesus sebagai seorang komandan yang punya otoritas, dan berkuasa mengusir penyakit pergi.

Setiap ada kesempatan memberi sesuatu pada Tuhan, apakah itu bisa mengobarkan passion Tuhan?

Persembahkan Habel yang berupa anak domba membuat hati Bapa kagum, karena itulah rencana agung penebusan Tuhan bagi manusia, dengan mengorbankan Anak Domba Allah: Yesus. Habel memberi sesuai keinginan hati Bapa!

Setiap kali Tuhan menyambar korban manusia dari atas: efeknya selalu besar!

Korban Elia di atas mezbah dan air yang di parit disambar api Tuhan. Saat Elia kemudian berdoa minta hujan, dia menuai hujan lebat di seluruh Israel.

Saat Tuhan suka penyembahan kita, maka mujizat adalah bagian dari hidup kita sehari-hari.

Dalam pelajaran dari Dubai ke Kiev selama 5 jam, p Agung mendengarkan audio bible. Saat mendarat p Agung sangat segar. Kemudian setiap malam selama tur p Agung dengarkan audio bible. Efeknya p Agung alami refresh dan bisa melayani dengan kuat. Malam terakhir di Uraina ada setan di kamar mandi kamar hotel p Agung. Kemudian p Agung pasang audio bible, setan itu langsung pergi.

Dalam hadirat Tuhan: setan tidak bisa bertahan, dan kita alami mujizat demi mujizat hari demi hari.

Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);

Saturday, June 15, 2013

Anger Kills – Petrus Agung – Minggu, 9 Juni 2013

Minggu, 9 Juni 2013
Anger Kills
Petrus Agung

Kej 4: 1-8
Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, kematian pertama manusia secara fisik adalah seorang kakak membunuh adiknya. Penyebabnya di permukaan seperti karena memperebutkan perkenan Tuhan, tetapi di dasarnya adalah masalah harga diri, merasa dikalahkan dan disingkirkan.

Kain sebenarnya tidak mencari perkenan Tuhan, tapi merasa gengsi dan harga dirinya terusik, maka Kain mengikuti emosinya. Kain anak sulung dan jatahnya luar biasa, tapi ujungnya tidak mendapatkan apapun. Seharusnya Kain bertanya kepada Tuhan, mengapa korban Habel yang diterima Tuhan.

Orang yang tidak mau diajar atau tidak punya teacheable spirit, di dalamnya penuh ketakutan, cemburu, kemarahan, iri hati, dendam, tidak bisa mengampuni, maka itu memperpendek destiny-nya.

Jika kita biarkan kemarahan terus ada dalam kehidupan kita, dan tidak meminta penjelasan pada Tuhan, maka destiny kita tidak pernah besar !

Dalam terjemahan asli, saat korban Habel naik, itu membuat Tuhan kagum dan heran, lalu hati Tuhan merespon seperti ada api menyambar korban Habel. Sebab yang dikorbankan adalah anak domba. Dalam pandangan Bapa anak domba adalah Yesus. Kitab Ibrani mengatakan bahwa Habel mempersembahkan dengan iman. Iman timbul dari pendengaran, pendengaran oleh Firman Kristus.

Kemungkinan timbulnya iman Habel adalah ketika Adam mengisahkan kepada anak-anaknya tentang kehidupan di taman Eden dan bagaimana manusia jatuh ke dalam dosa. Kemudian Tuhan datang, menyembelih seekor binatang, dan membuat pakaian bagi Adam dan Hawa dengan kulit binatang itu. Habel mendengar dan mengerti kisah itu, bahwa persembahan seekor anak domba menutupi dosa. Habel jadi memahami bahwa korban yang Tuhan suka adalah anak domba, maka Habel sengaja memelihara anak domba untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Tujuan memelihara domba bukan untuk dimakan karena sebelum jaman Nuh manusia belum memakan hewan.

Obsesi Habel adalah memberi yang Tuhan suka.

Saat kita menginginkan sesuatu, lalu ada yang memberikan secara tepat, itu akan menyentuh hati kita dan membuat pemberian itu jadi sangat istimewa. Inilah yang terjadi saat Habel mempersembahkan anak domba kepada Tuhan: hati Tuhan terkejut, kagum dan hati Tuhan bereaksi.

Hati Tuhan adalah menebus manusia, dan yang akan dikorbankan adalah anak tunggal Tuhan: Yesus

Jika Kain merespon dengan bertanya kepada Tuhan, maka Tuhan akan menjelaskan. Maka tidak ada luapan kemarahan Kain kepada saudaranya, dan reaksinya benar, berikutnya akan memberi dengan pengertian yang baru. Inilah sikap seseorang yang berjiwa besar.

Tuhan sedang bawa kita masuk ke level raja-raja. Raja-raja harus punya hati yang besar: tidak mempertahankan reputasi, tidak iri pada orang lain, punya rasa aman.

Di dalam diri kita ada potensi spirit of excelence, tapi kesempurnaan dan kehebatan kita tertutup dan rusak jika reaksi kita salah.

Jika kita melihat segala hal sebagai kompetisi, maka hati kita akan rusak !
Jiwa kompetisi Saul terhadap Daud muncul karena nyanyian berbalas-balasan dari wanita-wanita. Ujungnya Saul kerasukan, jadi pembunuh, dan mati mengerikan.
Dalam kisah anak yang hilang, jiwa persaingan si sulung muncul saat ada pengampunan bapa bagi adiknya. Akibatnya sulung marah dan tidak mau masuk dalam pesta.

Jika kita mau diajar (teachable), maka spirit of excelence di dalam kita akan berkembang, dan kita akan berkembang jadi orang yang luar biasa.

Jika spirit kompetisi, iri hati dan kemarahan kita biarkan muncul dalam diri kita, maka kita bisa membunuh orang lain atau kita mematikan manusia roh kita sendiri.

Jika kita punya teachable spirit, maka saat menghadapi masalah yang tidak kita sukai kita akan datang bertanya kepada Tuhan, sehingga kita bisa membuat keputusan yang excellent !

Apapun yang dicampur dengan kemarahan akan membunuh: hubungan, persahabatan, kehidupan jiwa kita sendiri, ujungnya membunuh roh kita sendiri jika kita murtad.

Dulunya minder pak Agung besar, sehingga memilih sikap menghamba dan tidak pernah menolak permintaan orang lain, supaya menghindari keributan. Tuhan kirim pertolongan melalui seorang hamba Tuhan, dengan mengkonfrontasi p Agung secara langsung. Saat hampir tidak kuat, p Agung mendapat mimpi dari Tuhan bahwa hamba Tuhan ini mengejar dan menangkap p Agung, lalu membebaskan p Agung dari borgol/ belenggunya.

Saat tekanan datang dalam hidup kita, jangan baca sebagai siksaan.

Saat orang yang kita cintai sedang di proses Tuhan, doakan, jangan pasang badan dan melindungi, biarkan didikan Tuhan selesai bagi dia.


Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);