Minggu,
28 Juli 2013
Confidence
Keith
Johnson
16
mar 2001 Keith di posisi terendah dalam kehidupan: keruntuhan
emosional, spiritual, mental, rohani, finansial. Itu adalah hari
terburuk dalam hidupnya. Saat keith bertanya pada Tuhan mengapa
segalanya terjadi, Tuhan menjawab: “apakah Keith benar-benar ingin
tahu ?”. Itu artinya kemungkinan Keith tidak benar-benar ingin
tahu, atau jawaban Tuhan mungkin tidak kita diharapkan. Jawaban
Tuhan: kurang confidence/
percaya diri
Cast
not away therefore your CONFIDENCE,
which hath great recompence of reward (Ibr 10:35,KJV)
Jangan
lepaskan percaya diri kita, karena itu akan memberi pahala yang besar
bagi kita. Kesanggupan mempertahankan confidence kita setiap
harinya akan membentuk upah kita di masa depan. Di saat kita
mengambil keputusan, itulah saat destiny kita dibentuk.
Reward
hanya diberikan kepada sedikit orang, yaitu mereka yang rela
melakukan hal-hal yang orang lain tidak mau lakukan.
Seringkali
meskipun kita percaya bahwa Tuhan itu maha kuasa, penyembuh, dll;
tapi kita tidak percaya kepada diri kita sendiri. Karena kita tidak
percaya kepada diri kita sendiri, maka Tuhan kesulitan untuk
mempergunakan kita.
Kadang
kita seperti raksasa rohani: mengutip Alkitab dan berkhotbah,
bernubuat, mendoakan, dan menyembuhkan orang sakit, dll; Tapi kita
lemah di jiwa dan pikiran kita. Confidence berkaitan erat dengan
kejiwaan (psikologi) kita.
3
kunci yang secara radikal akan mengubah kejiwaan kita, yang akhirnya
mengubah destiny
Confidence
triangle: self-image, self-esteem
1.
Self-image
Sebelum
mengubah hidup kita, Tuhan harus mengubah citra diri kita. Self-image
adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri. Karunia pertama
Tuhan bagi manusia adalah sebuah gambar, karena Tuhan menciptakan
manusia menurut gambar dan citra Tuhan. Sehingga Adam merupakan foto
diri Allah. Tujuan Tuhan memberikan citraNya kepada manusia adalah
supaya manusia sukses dan menang dalam kehidupannya.
Iblis
membenci citra diri Allah di dalam manusia, dan berusaha
menghancurkannya. Cara iblis dengan membuat manusia meragukan bahwa
dirinya benar-benar merupakan citra Tuhan.
Only
it must be in faith that he asks with no wavering (no hesitating, no
doubting). For the one who wavers (hesitates, doubts) is like the
billowing surge out at sea that is blown hither and thither and
tossed by the wind. (Yak 1:6, AMP)
Orang
yang mendua-hati tidak stabil jalannya, dan tidak terima apapun dari
Tuhan.
Iblis
ingin curi identitas kita. Karena:
Jika
kita tidak kenali siapa diri kita, kita tidak akan pernah tahu apa
yang bisa kita lakukan.
Jika
kita tidak melakukan yang Tuhan perintahkan, maka kita juga tidak
akan mendapatkan hal-hal yang Tuhan ingin kita memilikinya.
Jika
kita tidak memiliki hal-hal yang Tuhan ingin kita memilikinya, maka
kita tidak bisa menolong orang-orang lain yang harusnya kita tolong.
Saat
iblis bisa menghancurkan jati diri kita, maka masa depan kita habis.
Contoh:
Kisah Gideon di Hak 6: 12
Panggilan
Gideon adalah pemimpin kelas dunia. Tapi hidup Gideon jauh dari
potensi maksimalnya. Perkataan Tuhan melalui malaikat mengubah hidup
Gideon: Gideon adalah mighty man of valor.
Dalam
bahasa Ibrani artinya “prajurit pemenang yang penuh percaya diri”
(confidence warrior champion). Champion artinya pribadi super
dengan semua atribut seorang pemenang.
We
are Gods champion! Kita adalah juaranya Tuhan!
Kata-kata
adalah deskripsi dari sebuah gambar. Saat ingin mengubah hidup
Gideon, Tuhan mengucapkan perkataan yang menciptakan sebuah gambaran.
Gideon melihat ke dalam dirinya: seorang mesin perang, berotot, kuat,
pahlawan, dan selalu menang. Yang Tuhan coba lakukan dalam hidup
Gideon adalah mengubah cara Gideon memandang dirinya sendiri.
Saat
Tuhan berkata kepada kita, Tuhan akan bicarakan potensi kita. Tuhan
tidak berbicara tentang siapa diri kita saat ini, tapi apa
kemungkinan yang bisa kita capai di masa depan. Tapi apa yang kita
ucapkan menunjukkan bagaimana cara kita memandang diri kita sendiri.
Ay
15 – Jawaban Gideon adalah cara Gideon melihat dirinya: orang yang
lemah, negatif dan pecundang. Akibatnya Gideon selama ini menjalani
hidup sebagai seorang pecundang.
Saat
kita tidak punya citra diri, kepercayaan diri, dan mentalitas yang
positif, maka itu bisa menghentikan Tuhan memakai kita dengan cara
yang luar biasa. Sebelum kita ubah cara berfikir kita, kehidupan kita
tidak akan berubah.
Orang
yang menggunakan tato sudah memiliki gambaran tato-nya terlebih dulu
di pikirannya. Kita memiliki pemikiran tentang diri kita sendiri, dan
itu seperti tato. Selama kita belum ubah gambar diri itu, maka hidup
kita juga tidak akan berubah. Kerena apa yang kita bayangkan dalam
pikiran akan jadi kenyataan pada waktunya.
Pikiran
kita membutuhkan gambaran tentang masa depan yang ingin kita
ciptakan. Saat Tuhan siap mengubah hidup kita, Tuhan akan mulai
dengan mengubah semua gambar diri kita. Kita harus melihat masa depan
yang lebih besar, lebih cerah dan lebih cemerlang dari saat ini.
as
He is, so are we in this world. (1
Yoh 17B, KJV)
Saat
kita fokus kepada Tuhan, maka kita akan menyadari bahwa sebagaimana
adanya Tuhan, demikian pula kita, karena kita ada di dalam Dia:
Tuhan
itu kasih, maka saya juga kasih
Tuhan
powerful, maka saya juga powerful
Tuhan
confidence, maka saya juga confidence
Tuhan
berfikir besar, maka saya juga berfikir besar
Tuhan
itu indah, maka saya juga indah
Tuhan
itu cerdas, maka saya juga cerdas.
Rubah
gambar batin kita: Kita adalah juaranya Tuhan, prajuritnya Tuhan,
pemenang kehidupan !
2.
Self - esteem
Self
– esteem
adalah seberapa besar kita menghargai diri kita sendiri. Kebanyakan
orang menilai rendah dirinya. Kita cenderung mengobral/
mengurangi nilai diri kita karena kita membandingkan diri kita dengan
orang lain: pendek, tinggi, hidung besar, hidung kecil, warna rambut
salah, dll.
Perbedaan
kitalah yang membuat kita bernilai mahal. Nilai kita tidak berdasar
pada citra tubuh kita, tapi ditentukan oleh Yesus. Kita dibeli dengan
darah Yesus yang mahal, itu artinya kita bernilai dan mahal.
Sebab
kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu
muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (1 kor 6: 20)
Tuhan
mengasihi diriNya sendiri, maka Tuhan membentuk manusia sesuai citra
diri Tuhan. Maka kita juga harus belajar jatuh cinta pada diri kita
sendiri, dan berhenti mencoba meniru orang lain. Karena kita original
dan indah.
Saat
kita menghargai dan memberi nilai pada diri kita, itu sebuah
investasi. Kita akan mengharapkan sesuatu yang lebih, punya standar
yang tinggi bagi hidup kita.
Nilai
uang kertas dibedakan karena citra/ gambar yang ada di permukaannya,
walaupun nilai bahannya sama. Yesus meletakkan fotonya pada kita.
Kita sangat istimewa bagi Tuhan.
3.
Self - talk
Ubah
cara kita berkata-kata terhadap diri sendiri (self-talk). Jika
gambar diri kita negatif, bahasa kita tentang diri sendiri juga
negatif. Psikologi berkata bahwa 85% inner-dialog kita
negatif.
Contoh
perkataan negatif: saya tidak akan jadi apapun, saya jelek, saya
bodoh, saya tidak bisa, saya kurang pendidikan, dst.
Perkataan
negatif menyakiti diri kita sendiri. Itu juga berarti berkata negatif
tentang Tuhan yang menciptakan kita, karena kita adalah karya seni
Tuhan sendiri.
Let
the words of my mouth,
and the meditation of my heart,
be acceptable in thy sight, O LORD, my strength, and my redeemer.
(Maz 19: 14, KJV)
Daud
adalah seorang pemenang, dan dia tahu cara menjadi pemenang.
Meditation
of my heart =
renungan hati, kata-kata yang tidak didengar orang lain. Maka
arti pernyataan Daud: semua perkataan eksternal dan internal Daud
kiranya memuliakan Tuhan.
Dalam
diri kita ada sosok pengkritik dan seorang pelatih/ coach. Yang kita
beri makan lebih banyak akan berkata-kata lebih banyak.
Banyak
orang melihat Tuhan sebagai polisi yang mencari-cari kesalahan kita.
Tapi sebenarnya Tuhan adalah pelatih terhebat bagi kita. Tuhan
sepenuhnya percaya kepada kita, memberi semangat dan meyakinkan bahwa
kita bisa jadi besar, bisa mengubah suatu bangsa, bisa jadi
triliuner, bisa sukses.
Selama
kita tetap seperti adanya saat ini, kita tidak bisa menjadi seperti
yang Tuhan inginkan. Banyak orang sedang menunggu pertolongan kita di
masa depan. Maka kita harus serius mengubah diri kita dari dalam.
Tuhan
mau ubah kita bukan karena diri kita, tapi karena banyak orang yang
akan disentuh karena perubahan kita. Kesanggupan kita untuk merubah
diri sendiri membentuk kesanggupan untuk mengubah orang lain.
Tuhan
akan pakai kita hari-hari ini sebagai perubah bangsa.
Kita
harus serius untuk mengubah diri kita sendiri, karena kita tidak bisa
mengubah orang lain: istri, presiden, pemimpin kita. Yang bisa kita
ubah adalah diri kita sendiri.
But
we all, with open face beholding as in a glass the glory of the Lord,
are changed into the same image from glory to glory, even as by the
Spirit of the LORD. (2Kor 3: 18, KJV)
Saat
kita memandang Tuhan, maka kita sedang diubahkan dari kemuliaan
kepada kemuliaan.
Penutup
– Petrus Agung
Banyak
orang menghancurkan diri sendiri karena perkataan dan cara berfikir
yang negatif.
Banyak
orang hanya mengumpulkan data, tapi tidak bertindak memulai
perubahan.
Untuk
memenangkan suatu bangsa, yang terbaik adalah orang-orang
sebangsanya. Misi Red carpet
datang ke bangsa-bangsa sebagai pembawa api kegerakan, membangkitkan
orang-orang lokal untuk mulai bergerak.
Maillist:
Korespondensi:
@Antonius_FW
(tweeter);
pin
BB 24D0C381
WhatsApp,
Line, WeChat, Kakao, Viber – 085 727 868 064