Monday, November 18, 2013

Yang Tidak Mampu Jadi Besar – Petrus Agung – Minggu, 17 November 2013

Minggu, 17 November 2013
Yang Tidak Mampu Jadi Besar
Petrus Agung

Who can understand [ his ] errors? cleanse thou me from secret [ faults. ] Keep back thy servant also from presumptuous [ sins; ] let them not have dominion over me: then shall I be upright, and I shall be innocent from the great transgression. Let the words of my mouth, and the meditation of my heart, be acceptable in thy sight, O LORD, my strength, and my redeemer. (Mzm 19: 12-14, KJV)

Banyak orang yang ingin Tuhan menyiapkan dirinya menjadi wadah yang siap dan besar. Tapi ada orang-orang yang saat kapasitasnya diperbesar oleh Tuhan, malah jadi seperti tempayan yang pecah dan rusak.


Salah satu faktor tidak bisa jadi wadah yang besar karena ada kelemahan, cacat, sakit atau error di jiwa; dan ini sering tidak disadari.

Contoh dalam Alkitab: Yerobeam (1Raj 11: 26-32; 1Raj 12: 25-33).
Tuhan berkata hendak menjadikan dia seperti Daud, tapi ternyata dia tidak mampu menjadi besar.

Rajin =
industrious (H6213) : orang yang produktif dalam hidupnya.
Awalnya Yerobeam adalah pegawai Salomo yang gagah, rajin dan cakap. Karena berprestasi, Salomo mengangkatnya menjadi kepala kelompok rodi/ kerja paksa bani Yusuf.

Suatu kali Nabi Abia datang kepada Yerobeam di tempat sepi di luar kota, dan hanya mereka berdua yang tahu. Abia menubuatkan koyaknya Israel setelah Salmo mati, karena Salomo menyembah dewa-dewa asing. Nabi juga menubuatkan naiknya Yerobeam menjadi raja atas 10 suku Israel.
Saat Salomo mengetahui hal ini, dia hendak membunuh Yerobeam. Maka Yerobeam lari ke Mesir. Setelah Salomo mati, Yerobeam menghadap Rehabeam dan meminta keringanan pajak. Permintaan itu ditolak Rehabeam, maka Israel pecah, dan 10 suku mengangkat Yerobeam menjadi rajanya.

Tapi saat memikirkan bahwa orang Israel setiap tahun harus beberapa kali ke Yeruslem untuk beribadah, Yerobeam jadi khawatir bahwa hati orang Israel kembali ke Yehuda. Hal ini aneh dan konyol, karena Tuhanlah yang berjanji kepada Yerobeam, dan menggenapinya. Tapi Yerobeam khawatir saat orang Israel beribadah kepada Tuhan yang sama itu.

Akhirnya Yerobeam membuat 2 patung lembu emas, dan ini membuat Tuhan sangat marah, dan seluruh keturunannya di musnahkan. Di masa-masa kemudian, Tuhan selalu kaitkan orang yang berkenan dengan Daud, dan orang yang berdosa dengan “dosa Yerobeam”.

Seringkali ada hal dalam jiwa manusia yang sakit/ cacat. Selama hal itu tidak disembuhkan, maka akan jadi masalah di kemudian hari.

Kisah di luar negeri: Ada pengecoran pilar sebuah gedung. Tanpa sadar ada biji tanaman yang ikut masuk. Sekian tahun kemudian pilar itu retak karena biji itu tumbuh dan memecahkan beton itu.

Nama perempuan jarang disebutkan di Alkitab. Jika disebut maka dia punya peran yang luar biasa. Ibu Yerobeam bernama Zerua.

Yerobeam = people will contend (H3379): orang-orang akan bersaing.
Zerua = leprous (H6871): orang yang kena kusta.

Di Alkitab nama mempunyai arti yang melekat pada kepribadian si pemilik nama. Karena itulah berkali-kali Tuhan mengganti nama seseorang, supaya sesuai destiny-nya:
Simon menjadi Petrus, Yakub menjadi Israel, Abram menjadi Abraham, Sarai menjadi Sara.

Ibu Yerobeam janda, dan mungkin orang tua dari Zerua kena kusta. Orang yang kena kusta artinya kena kutuk dan disingkirkan. Karena tersisih, maka dia harus bersaing dengan orang lain untuk bertahan. Maka saat anaknya lahir, diberi nama Yerobeam: orang yang berjuang dan bersaing.
Karena naluri bersaingnya kuat, Yerobeam jadi orang yang tangkas, rajin bekerja, mahir di pekerjaan, akhirnya diangkat menjadi kepala kelompok kerja paksa dari sukunya sendiri.

Dilema Yerobeam saat memimpin kelompok rodi dari keluarga sendiri: di satu sisi Yerobeam harus memaksa dan menekan saudara dan rakyatnya sendiri; di sisi lain Yerobeam harus mengerjakan tugas dari rajanya dengan baik. Hal ini menciptakan kemarahan, kepahitan, rasa tidak aman, dan kebencian di hati Yerobeam.

Yang dihadapi Yerobeam: tumpukan masalah masa lampau dan kesakitan di masa kini. Tiba-tiba seorang nabi bernubuat padanya. Kemungkinan besar Yerobeam tidak bisa menahan diri dan bercerita kepada orang-orang lain, sehingga nubuatan itu didengar Salomo.

Yerobeam melarang rakyatnya ke Yerusalem karena takut kehilangan semua yang sudah dimilikinya.

Saat ini mulai diangkat Tuhan, kita harus waspadai pengalaman menyakitkan kita di masa lampau. Karena di dalam hati bisa timbul persaingan, dan ujungnya kita bisa tergoda/ terpancing untuk membuktikan diri.

Ilustrasi
Seorang pegawai sebuah perusahaan yang sudah bekerja cukup lama dan baik. Dia merasa mampu, sudah mengurus banyak hal, dan merasa berjasa bagi perusahaan. Suatu hari dia lakukan kesalahan yang dianggap fatal oleh majikannya, dan dia dimarahi. Pegawai ini menyimpan amarah dan sakit hati kepada majikannya.
Akhirnya pegawai itu keluar dari perusahaan itu. Lalu membuat usaha baru dengan produk yang sama dengan perusahaan majikannya. Dia ingin membuktikan bahwa dia bisa. Uang pesangonnya digunakan untuk sewa gedung, menggaji pegawai, dll. Dia datangi pelanggan-pelanggan perusahaan majikannya, dan beri diskon dan harga yang lebih murah.
Saat mulai memesan bahan baku kepada suplier, ternyata ada syaratnya: menaruh deposit/ uang tanggungan yang jumlahnya banyak sekali. Di titik ini barulah dia sadar mengapa majikannya dulu mengambil margin keuntungan yang besar.
Semua runtuh, dari seorang yang punya penghasilan baik dan tetap, akhirnya jadi pengangguran. Pesangonnya habis untuk memberi pesangon karyawan-karyawannya.

Ingin mandiri tidaklah salah. Tapi jika itu didorong oleh kebencian, kemarahan dan ingin membuktikan diri, maka akan jadi masalah karena kita tidak bisa melihat apa yang terjadi dengan utuh.

Semua keputuskan kita yang diambil secara emosional, ujungnya akan menjatuhkan kita.
Yerobeam seharusnya tidak perlu khawatir jika Israel beribadah ke Yerusalem, karena 12 suku Israel adalah milik Tuhan, dan Tabut Tuhan yang mempersatukan mereka semua. Justru dengan membuat berhala, Yerobeam justru membuat 10 suku Israel menjadi musuh Tuhan. Inilah yang membuat Yerobeam tidak bisa jadi besar.

Seseorang tidak bisa jadi besar jika tidak mau ber-urusan dengan error yang di hatinya sendiri.

Saat ada ganjalan atau sakit hati kepada orang lain, bawa itu semua kepada Tuhan. Maka Tuhan akan sembuhkan sakit hati kita, bahkan bisa melihat kekurangan kita sendiri.
Kita cenderung mengukur Tuhan menurut kepentingan kita. Kemudian ketika kepentingan itu tidak terakomodir, kita marah. Itu artinya ada masalah di hati kita. Jika ini tidak diselesaikan, maka akan membuat kita tidak bisa jadi besar.

ketidakjujuran kita kepada Tuhan akan menghambat banyak hal dalam hidup kita

Yosea:
Jika kita biasa memberikan alasan, kita jadi sulit dikoreksi. Jika “memberikan alasan” sering terjadi, maka itu akan jadi reflek kita. Akibatnya pesan Tuhan melalui orang lain tidak bisa sampai.
Luka jiwa kita harus diselesaikan, dan kita harus membiarkan terang Tuhan menyingkapkan semua yang salah di hati kita. Maka Tuhan akan memulihkan kita.

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Wednesday, November 13, 2013

Wadah yang Siap – Petrus Agung – Minggu, 10 November 2013

Minggu, 10 November 2013
Wadah yang Siap
Petrus Agung

Kisah tokoh-tokoh di Alkitab bukan sekedar cerita, tapi Tuhan sedang menunjukkan pola kerjaNya kepada umatNya. Pola kehidupan tokoh-tokoh Alkitab tersebut sesuatu yang profetik, dan di dalamnya ada petunjuk dan penjelasan tentang rahasia-rahasia kehidupan. Saat membaca Alkitab, kita harus meminta Roh pengertian, sehingga kita bisa mengerti apa yang Tuhan mau katakan untuk hidup kita.

Ada pola-pola tertentu di dalam Alkitab yang berulang: pola 40 hari, pola 40 tahun, dst.
Contoh: Musa hidup 120 tahun, dan secara tepat terbagi menjadi 3 masa, masing-masing 40 tahun. 40 tahun awal dia di Mesir, 40 tahun berikutnya di padang gurun, 40 tahun terakhir memimpin umat Israel keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian.

Pola ini juga dialami JKI Injil Kerajaan. JKI IK berdiri 1991. Suatu kali Roh Kudus hadir dan mengingatkan p Agung tentang pola hidup Yusuf: Yusuf mendapat mimpi usia 17 tahun, umur 30 tahun mimpinya jadi kenyataan, artinya Yusuf harus menunggu penggenapannya dan melalui proses selama 13 tahun. P Agung dan rekan-rekannya dilahirkan secara rohani pada maret 1979, sehingga pada 1992 usia kelompok itu 13 tahun. Kemudian Tuhan berjanji memberikan "sesuatu yang besar" pada bulan Maret 1992. Saat itu jemaat kira-kira 100 orang. Saran rekan-rekan p Agung: janji Tuhan itu disimpan dulu, sampai janji itu benar-benar terjadi.
Akhir Februari 1992 ada gedung dijual, yaitu gedung yang sekarang adalah gereja Permata. Maret akhir terjadi kesepakatan untuk membeli gedung itu. Kapasitas gedung 1500 orang, padahal jemaat hanya 100 orang.

Tuhan menggunakan cerita Yusuf di Alkitab untuk menggambarkan apa yang akan p Agung alami saat itu: dari sebuah impian hingga menjadi kenyataan.

Sebelum menjadi gereja, JKI IK termasuk Yayasan Sangkakala, dan yayasan ini punya impian untuk mendirikan Christian center dengan nama Maranatha Indonesian Christian Center. Ada tempat doa, klinik, sekolah Alkitab, dll. Pada masa itu impian tidak terwujud. Saat ini impian itu sudah terwujud dengan komplek Holy Stadium. Dari sebuah impian menuju kenyataan dibutuhkan sekian waktu.

Kisah-kisah di Alkitab bisa Tuhan aplikasikan dalam hidup kita

Trip ke Israel 2013 yang profetis
Di konferensi ps Morris, p Agung diminta hadir di acara penutupan untuk membantu pengurapan. Kemudian ps Morris minta P Agung untuk ikut melayani di Israel pada akhir 2013.

Tema KKR Bahtera Juli 2013 adalah Kingdom Explosion. Bulan Juni Tuhan minta p Agung untuk menggenapi destiny gereja: membawa injil kerajaan ke seluruh dunia. Sejak itu dalam 4 bulan red carpet telah selesai di kurang lebih 150 negara, dan benar-benar terjadi kingdom explosion.
Maka trip ke Yerusalem dijadikan trip profetis: menggelar karpet merah dari seluruh dunia, kembali hingga ke Israel, hingga ke golden gate, sekaligus menutup kingdom explosion.

Tim ke Israel dibagi menjadi 3 bis: tim advance yang melakukan peperangan rohani, tim expo-bisnis, dan tim p Agung.

Kebaktian pertama di Amman-Yordania, tapi dipindah ke Sarka. Di Sarka terdapat sungai Yabok, tempat Yakub bergulat dengan Tuhan, dan namanya akhirnya berubah jadi Israel.

Orang Yordan terdiri atas 3 bangsa: Edom (keturunan Esau), Moab dan Amon (keturuna Lot). Di woman conference ibu Ruth-Mahanaim berkhotbah, yang hadir 25 orang. Saat memperkenalkan namanya sebagai Rut, ternyata semua yang hadir orang Moab, dan tidak ada yang dari suku lain.

Pagi sebelum masuk Betlehem, Tuhan datang dan berkata bahwa trip ini profetis, karena perjalanan ini seperti perjalanan Rut dari Moab, yang akhirnya menjadi salah satu leluhur Tuhan Yesus.

Di Alkitab ada banyak orang yang bukan keturunan Israel, tapi masuk jadi bagian orang Israel. Di antaranya Rahab (orang Kanaan dan pelacur) dan Rut (orang Moab).
Ibadah tim red carpet di Yordania seperti awal perjalanan Rut yang merupakan orang Moab. Kebaktian kedua di Betlehem, ini seperti Ruth masuk Israel, dan langsung menuju Betlehem.

Trip profetis ini mengubah kita yang adalah ranting cangkokan menjadi batang yang asli

Saat menjadi bagian dari “batang yang asli”, hidup kita sejak tahun depan akan mengalami penggenapan janji Tuhan secara luar biasa.

Hari berikutnya p Agung melayani di Yerusalem, dan ini meneruskan garis keluarga Ruth yang pindah ke Yerusalem, yaitu Daud. Karena kepadatan hari Jumat, maka tidak bisa parkir di kota lama. Bis berhenti di kota Daud, dan semua tiket rombongan adalah p Agung.
Malamnya p Agung khotbah di gereja yang sekaligus stasiun TV TBN (Trinity Broadcast Network), dan disiarkan di puluhan negara.

Hari Sabtu/ Sabat p Agung khotbah 2 kali di Tel Aviv. Kota ini pengembangan dari Yaffo/ Yope. Kota ini menggambarkan Daud dan Salomo. Ketika Yaffo di bawah raja Tirus: Hiram. Raja Hiram mengirim kayu kepada Daud untuk membangun kerajaannya. Saat Salomo memerintah, dia juga meminta Hiram untuk mengirim kayu.

Di kebaktian malam p Agung terlambat 30 menit. Ps Morris bernubuat:

Generasi yang tua akan die off, lalu muncul generasi yang baru.

Die off artinya mati satu persatu hingga punah. Di akhir acara, p Agung ulangi nubuatan ps Morris dan mendeklarasikannya:
Hari ini generasi baru yang tidak terbatas (no limit) dilahirkan

Tanda kecil dari Tuhan: saat pulang tiket p Agung di-upgrade menjadi 1st class.

Rut 4: 11 – Ini adalah puncak perjalanan Rut, dan tua-tua kota mengucapkan berkat ini kepada Rut dan Boas. Dan ini juga menjadi janji Tuhan buat kita:

Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biarlah namamu termasyhur di Betlehem (Rut 4: 11b)

Permasalahannya:
apakah wadah kita sudah siap?

Tuhan tidak akan berikan hal besar apapun kepada kita jika wadahnya tidak ada atau tidak siap, karena Tuhan tidak mau ada berkatNya yang terbuang



Contoh wadah yang siap:
  • Kisah janda nabi yang berhutang. Elisa perintahkan janda itu untuk meminjam banyak wadah dari tetangganya. Mujizat pelipat-gandaan itu terhenti saat semua wadah penuh.
  • Kisah 5 roti 2 ikan. Wadahnya adalah perut orang banyak. Setelah makan, Tuhan minta para murid untuk mengumpulkan sisanya hingga tidak ada yang terbuang. Jumlah roti yang sisa sesuai jumlah bakul yang ada.
  • Luk 5: 1-11. Di pantai Galilea, ada nelayan-nelayan sedang bersihkan jala-jala mereka. Yesus mengajar dari perahu itu. Setelah mengajar, Yesus perintahkan mereka untuk menebarkan jala-jala mereka. Tapi nelayan-nelayan itu hanya menebarkan 1 jala. Akibatnya jala koyak, dan sebagian ikan kembali ke danau.
  • Raja Israel-Yehuda-Edom berperang bersama, tapi suatu saat mengalami kehausan. Elisa memerintahkan untuk menggali parit-parit. Saat wadah itu siap, air masuk ke parit-parit itu.

Berkat Tuhan seperti air terjun yang deras. Kita bisa ambil itu dengan sendok, tapi jika terlalu dekat ait terjun maka sendok justru terlempar dan hilang.

Iman kita adalah urusan pribadi kita dengan Tuhan, dan bukan untuk di-diskusikan dengan orang lain. Karena justru bisa melemahkan, atau bahkan menghilangkannya.

Turis ke Israel dari berbagai negara rata-rata berusia tua. Sebaliknya rombongan Bahtera kebanyakan orang-orang muda, bahkan anak-anak. Ini artinya:
  1. Roh Tuhan sedang kerja di Indonesia. Karena jika tidak cinta Tuhan, maka anak-anak muda yang punya uang tidak akan pergi ke Israel, tapi memilih tempat-tempat lain seperti Monako, Swiss, Paris, dll.
  2. Uang ada di tangan orang Indonesia.

Tuhan perintahkan p Agung mempersiapkan wadah bagi jemaat. Maka pada hari kamis dan jumat diadakan seminar di Holy Stadium untuk menyiapkan wadah di roh, di jiwa dan di fisik/
skill.
Di akhir acara dibagikan biji sesawi. Biji ini merupakan biji terkecil, tetapi menjadi tanaman terbesar.

Anggur yang baru membutuhkan kirbat yang baru. Untuk sesuatu yang baru, perlu wadah yang baru.

Hati Tuhan dan berkat Tuhan itu satu paket: seperti tangan kanan dan kiri, atau mata kanan dan kiri. Maka dua hal ini tidak bisa dipertentangkan.

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Pengumuman:
Minggu depan kesembuhan Ilahi.
Tema KKR Bahtera desember 2013 : His Kingdom be Established
Seminar kamis dan jumat tidak di streaming

Saturday, November 9, 2013

Wednesday, November 6, 2013

Melatih Diri – Victor Purnomo – Minggu, 03 November 2013

Minggu, 3 November 2013
Melatih Diri
Victor Purnomo

Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. (Ibr 12:11)

Ada target/ tujuan Tuhan dalam hidup kita: menghasilkan buah kebenaran, dan tujuannya memberikan damai dalam hidup kita. Jika ada buah kebenaran dalam hidup kita, artinya hidup kita senantiasa dituntun dalam semua jalan kebenaran. Semua manusia ingin hidup baik dan dalam kebenaran karena itu adalah sifat alamiah/ nature kita. Tidak ada orang yang ingin hidup jahat.

Ganjaran = chastening = παιδεία = paideia (G3809) = training dan edukasi/ pendidikan.

Tuhan sedang men-training dan mendidik kita seperti seorang guru, supaya dalam hidup kita muncul buah kebenaran dan kedamaian. Didikan Tuhan ini mengubah kebodohan menjadi kepintaran, artinya semua orang bisa menjadi cerdas, jika mengijinkan Tuhan mendidik dia.

Dilatih = exercised = γυμνάζω = gumnazō (G1128) = orang yang berolah raga kebugaran untuk membentuk tubuhnya jadi besar dan kuat.

Jaman Yunani kuno ada sekolah atletik (palestra), tujuannya melatih, mendidik dan membuat orang-orang muda menjadi lebih kuat, melalui latihan yang sangat berat.

Gereja harus punya orang-orang yang kuat. Jika tidak, maka kekuatan kita tersedot hanya untuk mengurusi urusan-urusan pribadi, akibatnya tidak bisa berbuat sesuatu yang besar buat Tuhan. Jika kekuatan kita besar, kita akan bisa mengatasi masalah-masalah pribadi, dan masih punya cukup cadangan kekuatan untuk berbuat sesuatu bagi Tuhan.

Tuhan mau ada orang-orang yang memberikan dirinya dilatih Tuhan, supaya jadi besar dan kuat, sehingga bisa lakukan hal-hal besar bagi Tuhan.

Kesaksian:
P Viktor RC ke Amerika, Kuba, Jamaica, Bahama, masing-masing perlu visa. Lama misi hanya 14 hari. Visa Jamaika jika diurus di Indonesia, keluar dalam 30 hari. Bahama dan Cuba tidak punya kedutaan di Indonesia, maka untuk mengurus visa-nya hanya bisa di Amerika.
14 hari misi, 5 hari perjalanan, maka hanya ada 9 hari misi. Mengurus visa jamaika 4 hari, visa Bahama 5 hari. Artinya tidak ada waktu untuk lakukan misi, hanya untuk urus visa. Maka itulah saat bagi p Viktor untuk bersandar penuh pada Tuhan.
Sampai Washington p Viktor langsung urus visa Jamaika. Harusnya 3 hari, maka minta terobosan Tuhan sehingga akhirnya dalam 2 hari visa bisa keluar. Setelah mengambil visa Jamaica, p Viktor langsung urus visa Bahama: harusnya 5 hari, tapi anugrah Tuhan membuat visa jadi dalam 1 hari.
Sesampai Jamaica, p Viktor urus visa Cuba dan langsung jadi dalam 1 hari.
Akhirnya 3 visa keluar dalam 3 hari.

Jika hanya menghadapi hal-hal mudah dalam hidup, kita tidak akan punya kekuatan. Saat kita hadapi situasi yang sukar dan tidak mungkin, itu saat Tuhan bisa banyak bekerja dalam hidup kita.

Saat kita sedang menghadapi semua yang sukar dan tidak pasti, itulah saat Tuhan melatih kita, karena Dia adalah Tuhan yang penuh kepastian.

Spesialisasi Tuhan: jika semua jalan buntu, Tuhan sediakan 1 pintu terakhir yang sebelumnya tidak terlihat: pintu iman. Saat kita percaya, kita akan lihat pintu itu, maka semua yang tidak mungkin akan tercipta dan jadi ada.

Hak 3:1-4
Tuhan sengaja ingin melatih orang-orang Israel, dengan jalan meninggalkan suku-suku kecil, sehingga orang Israel bisa berlatih berperang dan kuat.

Tuhan sengaja tinggalkan beberapa lawan kecil dalam hidup kita supaya kita tidak santai, dan terlatih. Respon orang Israel salah: bukannya diperangi, malah dinikahi. Kadang kita bukan memusuhi iblis, tapi justru berteman. Padahal Tuhan berikan itu sebagai sparring-partner kita.

Sejak Daud diurapi Samuel, ada destiny baru bagi Daud: jadi raja Israel. Tapi Tuhan harus latih Daud, karena tidak mungkin dari gembala langsung jadi raja. Jika Daud tidak pernah masuk pelatihan Tuhan, dia tidak pernah jadi apapun.

Dalam hidup kita ada destiny yang hebat dan besar. Jika hanya kita pegang, maka tidak akan pernah jadi. Supaya destiny itu jadi, maka kita perlu berlatih.

Pelatihan Tuhan bagi Daud sebelum mencapai destinynya:
1. Jadi pelayan Saul.

Demikianlah Daud sampai kepada Saul dan menjadi pelayannya. Saul sangat mengasihinya, dan ia menjadi pembawa senjatanya. (1Sam 16: 21)

Dari gembala, Daud jadi pelayan Saul. Dia masuk istana, dikasihi. Hari ke hari Daud melihat kerja Saul: makan, mengatur strategi perang, membuat keputusan, mengatur kerajaan, dst.
Jika tidak melewati training ini, Daud tidak akan tahu bagaimana bersikap sebagai raja, dan bertindak hanya sebagai gembala.

Level ini seperti TK. Tk adalah level sekolah yang menyenangkan, materinya sederhana.

2. Jadi tentara/ prajurit

Daud maju berperang dan selalu berhasil ke mana juga Saul menyuruhnya (1Sam 18: 5a)
Daud keluar dari istana, pergi berperang, menjadi tentara. Tentara yang maju perang tidak tahu apakah dia akan bisa pulang hidup atau tidak.
Saat menghadapi musuh, Daud belajar untuk bertindak cepat, memutuskan dengan cepat, ber-reaksi cepat terhadap serangan lawan, kecepatan dan ketepatannya dilatih, instingnya dilatih.

3. Jadi pemimpin pasukan

sehingga Saul mengangkat dia mengepalai para prajurit (1Sam 18: 5b)

Daud diangkat jadi kepala pasukan yang mengatur strategi. Bukan lagi berpikir bagaimana menyelamatkan diri sendiri, tapi bagaimana sebuah anggota pasukan yang dipimpinnya menang, dan semua pulang dengan selamat. Mengatur manusia lebih sulit daripada mengatur benda-benda.

4. Jadi kepala pasukan 1000

Sebab itu Saul menjauhkan Daud dari dekatnya dan mengangkat dia menjadi kepala pasukan seribu (1Sam 18: 13a)

Daud jadi penentu nasib negaranya: hancur atau menang. Level tanggung-jawabnya dinaikkan.

Jika Daud hanya pemain harpa atau gembala, dia tidak tahu strategi perang, dan tidak bisa berbuat banyak. Hasil pelatihan: Daud tahu cara hidup di istana, tahu berperang, dan tahu cara mengatur strategi perang.

5. Ujian hati.

Saul memberikan anaknya untuk jadi istri Daud, tapi dengan tujuan supaya menjadi jerat bagi Daud.
Saul meminta mas-kawinnya 100 kulit khatan orang Filistin, artinya Daud harus terlebih dulu membunuh 100 orang Filistin. Tujuan Saul adalah membunuh Daud. Daud tahu rencana jahat dan kelicikan Saul, tapi Daud tetap lakukan yang Saul minta dengan tulus.

Kita harus punya hati yang tulus, karena ketulusan selalu menang atas kelicikan.

Di Jamaica semua kontak yang diberikan tidak bisa dihubungi. Dengan diantar seorang sopir taxi, p Viktor bisa kunjungi: panti asuhan anak
down syndrom, sekolah, penampungan gelandangan.

Ini adalah training bagi p Viktor untuk bergantung pada Tuhan lebih dari bergantung pada manusia.
6. Dikejar-kejar Saul

Saul iri, mengejar, dan hendak membunuh Daud. Pelatihan ini untuk melatih Daud menjadi cerdik, dan bisa meloloskan diri dari berbagai kondisi dan jebakan lawan.
Bahkan beberapa kali Daud mendapat kesempatan membunuh Saul, tapi tidak dilakukan.


Training ada masa berakhirnya. Jika Tuhan lihat bahwa pelatihannya sudah cukup, maka akhirnya Daud dinobatkan menjadi raja Israel, sesuai destiny-nya.

Jika destiny jadi dokter yang hebat - tapi tidak pernah kuliah- destiny tidak akan pernah jadi.
Jika destiny kita jadi konglomerat, tapi tidak pernah belajar bisnis, maka tidak akan pernah jadi.

Arti kata “
training” dalam bahasa Inggris adalah beaten until black and blue. Latihan kita harus sampai menyakitkan, mencapai batas kemampuan, dan badan jadi tidak enak, baru latihan itu bisa mendapatkan kekuatan dan hasil terbaik.

Setiap kali kita menghadapi yang tidak enak, itu akan memperkuat dan memperbesar roh kita.

Di olympiade Roma 1960 ada seorang wanita afro-amerika bernama Wilma Rudolph yang berhasil mendapat 3 emas di nomor lari, walaupun kakinya cacat karena polio. Dia bisa menang karena mau dilatih. Di titik kelemahan: kakinya, dia raih kemenangan dan kalahkan semua lawan yang normal.

Di tempat terlemah kita, jika kita mau dilatih dan meminta Tuhan latih kita, maka kita bisa menang !

Oscar Pistorius dari Afrika Selatan. Juara lari, padahal dari lutut ke bawah di amputasi dan diganti plat besi. Dia bisa jadi juara karena mau dilatih, berlatih lebih keras dan lebih serius.

Sebelum kita mendapat hati yang baru, kita tidak bisa melihat pintu iman yang tidak pernah tertutup!
Minta hati yang baru, sehingga kita bisa lihat semua tujuan Tuhan dari setiap pelatihan kita !

Maillist:

Portal Bahtera:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Saturday, November 2, 2013

Honors Reward – John Bevere – Jumat, 6 September 2013

Jumat, 6 September 2013
Honors Reward
John Bevere

Look to yourselves, that we do not lose those things we worked for, but that we may receive a full reward (2Yoh 1: 8, NKJV)

Tuhan adalah Allah yang memberi upah. Allah memperkenalkan diri kepada Abraham bahwa dia adalah pemberi upah. Tuhan memberi upah dan rindu untuk memberi upah kepada kita!

Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." (Kej 15: 1)

Secara khusus di 2Yoh 1:8 tersebut Tuhan berkata: “upah yang penuh”. Artinya ada “upah sebagian” dan “tanpa upah” sama sekali. Tuhan ingin kita mendapat upah yang penuh.

Behold, the righteous shall be rewarded in the earth; (Ams 11: 31a, LITV)

Orang benar akan menerima upah di bumi. Gambaran firman Allah di bumi adalah pelayanan Yesus. Ada orang-orang dalam pelayanan Yesus yang menerima upah sepenuhnya, ada yang menerima sebagian, dan ada yang tidak menerima upah sama sekali. Setiap golongan mempunyai ciri-ciri.

He could not do any miracles there, except lay his hands on a few sick people and heal them. (Mrk 6: 5, NIV)
And He was not able to do even one work of power there, except that He laid His hands on a few sickly people [ and ] cured them. (Mrk 6: 5, AMP)

Tidak dikatakan bahwa Yesus tidak mau melakukan mujizat, tapi dikatakan Yesus tidak bisa. Artinya Yesus ditahan sehingga tidak bisa melakukan mujizat.

Kita harus tahu apa yang menahan Yesus, sehingga kita bisa tahu apa yang menahan kita.

Penjelasan tentang hal yang menahan Yesus ada di:

Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." (Mrk 6: 3-4)

Yesus datang ke kota tempat Dia dibesarkan: Nazaret. Di hari Sabat, seluruh kota berkumpul di sinagoga. Yesus membaca ayat firman Tuhan tentang Mesias (Yes 61:1), kemudian menyatakan bahwa diriNya Mesias. Maka timbul kegemparan, karena Mesias dalam gambaran mereka adalah pemimpin militer (Yes 9:6) yang membebaskan Israel dari penjajahan Romawi, membangunkan kembali tahta Daud, dan akan memerintah selama-lamanya. Yesus tidak sesuai dengan gambaran mereka!

Seringkali Tuhan kirimkan apa yang kita perlukan dalam bungkus yang tidak kita inginkan!

Saat Yesus tidak datang sesuai harapan mereka, maka orang Nazaret
tidak menghormati Yesus.

Hormat = Honor (Eng) – tee-mee (Greek).
Arti harafiahnya: menghargai, bernilai seperti emas; meng-apresiasi dan memberi respek/ hormat.

Tidak menghormati = Dishonor (Eng) =
ἄτιμος = atimos (G820). Artinya diperlakukan secara lazim dan biasa, tidak menunjukkan rasa hormat dan penghargaan.
Dalam kamus Gerika, kata “hormat” bisa diungkapkan dalam tindakan, perkataan, juga dalam pikiran.

Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan, (Yes 29: 13)

Rasa hormat sebenarnya berasal dari hati, dan berasal dari sikap takut akan Tuhan. Karena Yesus tidak datang seperti yang orang Nazaret harapkan, mereka
tidak menghormati Yesus, maka dari itu pekerjaan Yesus terbatas.

Orang Nazaret hanya mendapat upah sedikit karena tidak memiliki rasa hormat!

Luk 5: 17-26 – Yesus mengajar di sebuah gedung yang penuh guru-guru dan pengajar Yahudi. Saat Yesus mengajar, kuasa kesembuhan Tuhan ada di situ (ayat 17) untuk menyembuhkan guru-guru dan pengajar Yahudi itu. Tuhan tidak pernah menyia-siakan apapun, maka jika dikatakan ada kuasa kesembuhan Tuhan, maka setidak-tidaknya ada satu orang yang perlu disembuhkan. Tapi di ruangan itu tidak ada yang sembuh.
Ada beberapa orang yang membawa temannya yang sakit tapi tidak bisa memasuki ruangan, lalu mereka membawa si sakit naik ke atap, membongkar atap, menurunkan si sakit di hadapan Yesus. Barulah saat itu ada orang yang disembuhkan. Yesus berkata kepada si sakit "dosamu diampuni". Para guru-guru Yahudi hanya berkata dalam pikiran mereka, bahwa Yesus hanya manusia dan tidak bisa mengampuni dosa. Tapi Yesus tahu apa yang mereka pikirkan.

Para ahli itu tidak mendapat upah karena tidak menghormati Yesus di dalam pikiran mereka.

Mat 8: 5-13 – Perwira tentara Romawi statusnya adalah penjajah, dan dia sedang berbicara kepada seorang tukang kayu Yahudi yang merupakan rakyat dari negeri jajahannya. Tapi perwira berkata bahwa dia tidak layak, dan bahwa Yesus mempunyai otoritas di atas dirinya! Ini artinya perwira ini memberi penghormatan yang sangat tinggi kepada Yesus. Yesus heran dan berkata bahwa iman perwira ini lebih besar dari seluruh orang Israel, artinya lebih besar daripada Yohanes Pembabtis, Maria ibunya, atau 12 rasul.
Kisah di Alkitab tentang perwira ini lebih sedikit dibanding kisah tentang Yohanes Pembabtis, tapi imannya lebih besar dari Yohanes pembabtis, karena perwira ini memahami arti hormat dan otoritas.

Orang yang memberi penghormatan tinggi kepada Yesus mendapat upah yang penuh dari surga!
Orang yang menahan rasa hormatnya kepada Yesus hanya mendapat upah sebagian
Orang yang tidak menghormati Yesus tidak mendapat apapun dari Surga

I tell you, you will not see me again until you say, 'Blessed is he who comes in the name of the Lord. (Luk 13: 35b, NIV)

Artinya: Yesus akan pergi, disalibkan, lalu naik ke surga. Orang-orang tidak akan melihat Yesus lagi, hingga mereka berkata kepada orang yang diutus Tuhan kepada mereka di dalam nama Yesus: “diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan”. Dengan kata lain kita tidak bisa melihat Yesus jika kita tidak menghormati orang yang dikirim Tuhan kepada kita.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku." (Yoh 13: 20)

Menerima” berasal dari akar kata yang sama dengan “menghormati”.
Maka ayat di atas juga berkata: Saat kita menghormati orang yang di utus Yesus, kita menghormati Yesus. Saat kita menghormati Yesus, maka kita menghormati Bapa yang mengutus Yesus.
Tuhan menulis hal ini sebagai salah satu hukumNya:

for those who honor Me I will honor, and those who despise Me shall be lightly esteemed (1 Sam 2: 30b, KJV)

Tuhan menghormati orang yang menghormatiNya, dan merendahkan orang yang merendahkan/ menyangkali Tuhan.

Saat kita tidak menghormati orang yang diutus Yesus, berarti tidak menghormati Yesus. Dan barang siapa tidak menghormati Yesus, maka Bapa tidak menghormatinya!

Hal yang sama diungkapkan Yesus:
He who receives you receives Me, and he who receives Me receives Him who sent Me.
He who receives a prophet in the name of a prophet shall receive a prophet’s reward. And he who receives a righteous man in the name of a righteous man shall receive a righteous man’s reward.
And whoever gives one of these little ones only a cup of cold water in the name of a disciple, assuredly, I say to you, he shall by no means lose his reward.” (Mat 10: 40-42)

Pada ayat di atas Yesus berbicara tentang 3 level orang yang berhubungan dengan kita:
  1. Pemimpin / leaders: orang yang punya wewenang atas kita
  2. Sejawat / peers: orang yang sama tingkat otoritasnya
  3. Orang-orang yang dipercayakan Tuhan untuk kita asuh/ di bawah otoritas kita.
Menghormati tiap-tiap level otoritas ini, mendatangkan upah penuh dari surga. Karena:

sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Mat 25: 40b)

Semua otoritas berasal dari Allah (from God), tapi tidak semuanya saleh (godly).
Otoritas dari Allah, tapi manusiawinya-kebiasaannya-tingkah lakunya belum tentu dari Allah

1. Pemimpin / leaders: orang yang punya wewenang atas kita.

Ada 4 area otoritas dalam hidup kita:

1.1. Otoritas pemerintahan (civil authority):
Presiden, perdana menteri, parlemen, hingga polisi jalan raya (Rm 13: 3-4, 6-7)

For the authorities are not a terror to good conduct, but to bad. Would you like to live without being afraid of the authorities? Then do what is right, and you will receive their approval.
For they are God's servants working for your good (Rm 13: 3-4, ISV)

Pay your taxes, too, for these same reasons. For government workers need to be paid. They are serving God in what they do. Give to everyone what you owe them: Pay your taxes and government fees to those who collect them, and give respect and honor to those who are in authority (Rm13:6-7)

Alkitab berkata bahwa kita harus menghormati otoritas sipil. Alkitab tidak berkata untuk hanya menghormati aparat yang baik saja, tapi semuanya, termasuk yang jahat, tidak jujur dan korupsi.

Honor all people. Love the brotherhood. Fear God. Honor the king (1Ptr 2:7, NKJV)

Kita tidak bisa menghormati Allah yang tidak bisa kita lihat jika kita tidak menghormati otoritas yang bisa kita lihat. Raja yang ditulis Petrus di ayat ini tentang Herodes Agripa 1 yang membunuh orang-orang Kristen untuk memenangkan hati orang Yahudi secara politik.

Kita harus mampu
melihat melampaui kelakuan pribadi masing-masing aparat, dan menghormati posisi yang mereka miliki !

Di Amerika ada gereja yang sebelumnya tidak berkembang, jemaatnya 150 orang selama 10 tahun. Tiba-tiba gereja itu berkembang hingga jemaatnya bertambah 10x lipat.
Suatu kali si pendeta itu lelah mendengar keluhan jemaat tentang aparat-aparat kota dan keengganan jemaat membayar pajak. Maka pendeta itu datang ke walikota dan bertanya tentang kebutuhan terbesar kota itu. Di kebaktian minggu pagi pendeta tersebut mengutip Roma 13 dan menyatakan:
beraninya kalian meng-kritik hamba Tuhan, yaitu dengan mengkritik aparat pemerintah.”
Kemudian pendeta itu memimpin pertobatan gereja, lalu mengumpulkan dana bagi kebutuhan kota sebanyak 25 ribu dollar.
9 bulan kemudian ada peresmian gedung gereja. Semua aparat kota datang ke acara itu, dan banyak yang diselamatkan. Itu adalah tiket untuk menerobos seluruh kota.
Gereja itu menghormati otoritas Tuhan pada para aparat kota, Tuhan membuka kota bagi gereja itu!

1. 2. Otoritas keluarga (family authority) – Ef 6: 2-3

Honor your father and mother,” which is the first commandment with promise (Ef 6: 2)

Jika kita lakukan perintah itu, ada 2 upah:
that it may be well with you and you may live long on the earth.” (Ef 6: 3)

Karena janji Tuhan ini, kita bisa mengusir kanker dan penyakit mematikan lain.
Orang tua harus mengontrol film-film yang ditonton anak-anak. Jika ada bagian dimana tokoh film berbicara secara tidak hormat kepada orang tuanya, maka kita harus melarang mereka menontonnya.

Terkutuklah orang yang memandang rendah ibu dan bapanya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin! (Ul 27: 16)

Tuhan memberikan 10 perintah berdasar urutan pentingnya perintah tersebut. Membunuh di urutan ke 6, berjinah di urutan 7, mencuri di urutan 8. Tapi tidak menghormati orang tua ada di urutan ke 5.

Saat kita tidak menghormati orang tua kita, maka iblis mempunyai pijakan legal di hidup kita, dan menghalangi kesuksesan kita.

1. 3. Otoritas Sosial (Social authority)

Let as many as are servants under the yoke count their own masters worthy of all honor, that the name of God and the doctrine be not blasphemed. (1Tim 6:1, ASV)

Yang termasuk “orang yang menanggung beban perbudakan” : murid, pekerja, atlet.
Yang termasuk sebagai “tuan” : guru, bos, pelatih.
Tuhan perintahkan kita untuk menghormati “tuan” kita, dan melayani seperti kepada Allah, seburuk apapun perlakuan dan kelakuan “tuan” itu.

1.4. Otoritas Gereja (church otority)

Dear brothers and sisters, honor those who are your leaders in the Lord's work. They work hard among you and give you spiritual guidance (1Tes 5:12, NLT)

Ada hamba Tuhan dengan urapan kesembuhan. Saat melayani di luar gerejanya terjadi banyak kesembuhan dari penyakit-penyakit berat. Tapi saat melayani di gerejanya sendiri hanya terjadi sedikit kesembuhan, itupun atas penyakit-penyakit ringan. Seorang hamba Tuhan dengan urapan yang sama, tapi hasil yang diperoleh berbeda.
Masalahnya ada pada jemaat: yang di luar gereja sangat “haus”, menghargai dan hormat; sedangkan di jemaatnya sendiri menganggap biasa dan tidak menghormati.

Jangan pernah sepelekan hamba-hamba Tuhan yang ada dalam hidup kita !

Saat menjadi gembala kaum muda (youth pastor), ada seorang anak muda yang bertanya apakah ps Bevere mau menjadi sahabatnya. Ps Bevere menjawab: jika anak muda itu menerima ps Bevere sebagai youth pastor, maka dia akan mendapat upah youth pastor. Tapi jika dia menerima ps Bevere sebagai sahabat, maka dia hanya akan menerima upah “sahabat”.

2. Sejawat / peers: orang yang sama tingkat otoritasnya

dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. (Mat 10: 41b)

Seorang bisnisman di bidang pembuatan air mancur bersaksi pada ps Bevere:
Ada perusahaan properti yang berhutang pada bisnisman ini 170 ribu dollar, dan tidak mau membayar tagihannya. Bisnisman ini marah dan memaki-maki pemimpin perusahaan properti itu. Saat mendengar khotbah ps Bevere tentang hormat (honor), Tuhan menempelak hatinya, dia bertobat, lalu mengakuinya dan meminta maaf pada pemimpin perusahaan properti tersebut. Satu minggu kemudian perusahaan itu membayar hutangnya hanya sebanyak 11 ribu dollar.
Kelihatannya tidak berhasil.
Tapi 2 ½ minggu kemudian perusahaan bisnisman ini mendapat proyek senilai 2,5 juta dollar. 4 minggu kemudian perusahaan itu mendapat proyek lain senilai 7 juta dollar.

Seringkali upah terbesar kita datang saat kita menghormati orang-orang yang tidak menghormati kita

3. Orang-orang yang dipercayakan Tuhan untuk kita asuh/ di bawah otoritas kita.

Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya. (Mat 10: 42)

Orang-orang yang Tuhan percayakan kepada kita: Anak-anak kita, istri kita, pegawai-pegawai kita, pembantu-pembantu kita, anggota tim kita, jemaat kita.

Husbands, likewise, dwell with them with understanding, giving honor to the wife, as to the weaker vessel, and as being heirs together of the grace of life, that your prayers may not be hindered (1Ptr 3: 7, NKJV)

Lebih lemah tidak berarti martabat istri lebih hina, tetapi artinya secara fisik tenaga istri tidak sekuat suami. Istri adalah rekan pewaris janji Tuhan.

Jika tidak menghormati istri, doa kita tidak akan didengar Surga.

Cara kita menghormati pelayan restoran, pelayan supermarket, semua itu juga menentukan reward kita.

Kita harus menghormati setiap individu di hadapan kita, bukan supaya kita dapat upah, tapi karena Allah sudah membayar harga tebusan yang paling mahal untuk pribadi itu: Yesus Kristus.

Tantangan terbesar untuk memperlakukan semua orang dengan manis: itu hanya berlangsung sesaat saja. Kita harus meminta dengan sungguh-sungguh pada Tuhan: supaya meletakkan rasa hormat itu dalam hati kita.

Rhema:
Jangan coba mengubah cara bicara kita kepada orang yang dekat dengan kita, karena kita akan frustasi. Pertama-tama ubah cara hati kita melihat orang-orang yang dekat dengan kita. Ijinkan Tuhan mengubah hati kita. Lidah hanyalah mata air yang memancarkan apa yang ada di dalam tanah hati kita. Renungkan dan pikirkan kasih Tuhan kepada orang-orang di dalam hidup kita. Saat kita lakukan, maka kasih Tuhan akan dilepaskan di dalam kita, dan kita akan berbicara pada mereka dengan cara yang sangat berbeda.

Jangan ubah cara bicara kita, tapi ubahlah hati kita, maka cara berbicara kita akan selaras.

Maillist:

Portal Bahtera:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Petrus Agung
Tidak ada orang tahu kapan Tuhan lawat hidup kita. Kadang dia hadir dalam keadaan yang tidak terduga. Maka kita harus datang ke Tuhan dengan penuh pengharapan. Karena tiba-tiba Roh Tuhan bisa hadir dan membuka babak baru dalam hidup kita.

Allah memanggil kita semua untuk jadi pemimpin. Kita dipanggil untuk memberi pengaruh, karena kita bergerak dalam otoritas Yesus. Bukan kita yang hidup, tapi Yesus yang hidup di dalam kita.