Tuesday, January 21, 2014

Kabar Baik – Petrus Agung – Selasa, 24 Desember 2013

Selasa, 24 Desember 2013
Kabar Baik
Natal JKI Injil Kerajaan Semarang
Petrus Agung


Luk 2: 8-20
Dalam injil Lukas disebutkan 3 ciri Mesias yang lahir: bayi yang dibungkus dengan kain lampin dan diletakkan di dalam palungan. Semula p Agung anggap kelahiran Tuhan Yesus sebagai kesederhanaan, tapi ternyata tidak hanya itu.

1. Korban penebus dosa yang sempurna
Dalam Perjanjian Lama orang Israel memberikan persembahan secara berkala di Bait Suci. Pada Paskah mereka menyembelih anak domba, untuk menebus dosa jemaat. Kriteria anak domba yang akan dikorbankan: harus sempurna di pengelihatan para rabbi, dan tidak boleh ada cacatnya. Para imam punya tempat khusus untuk memelihara domba-domba spesial yang terpilih, yang diharapkan akan melahirkan anak domba untuk korban penebusan dosa mereka. Domba-domba ini diberi makan dan diperlakukan lebih baik. Hingga suatu saat domba-domba itu melahirkan anak domba jantan yang sempurna, yang kelak akan dikorbankan untuk menebus dosa.

Gambaran ini digenapkan pada 2000 tahun yang lalu oleh Yesus Kristus Tuhan

Para gembala bertugas mencari anak domba yang sempurna. Mereka menunggui induk domba yang akan melahirkan. Begitu lahir dipisahkan antara jantan dan betina. Ketika yang jantan diperiksa tubuhnya, dan didapati sempurna, maka anak domba ini dibedung seperti bayi.
Domba yang baru lahir belum kuat untuk bisa berjalan dengan sempurna. Sehingga ada kemungkinan menabrak atau jatuh, yang mengakibatkan luka atau cacat. Domba yang luka atau cacat artinya tidak sempurna, dan tidak layak untuk digunakan sebagai korban. Untuk mencegah hal ini terjadi, domba yang baru lahir dibedung, ditunggu hingga tenang dan siap. Setelah dibedung, anak domba itu diletakkan di dalam palungan.

Saat gembala melihat domba dibedung dan diletakkan di dalam palungan, itu tandanya domba itu adalah korban sempurna untuk penebus dosa.

Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan. (Luk 2: 12)

Tuhan buat hingga tidak ada tempat di penginapan bagi keluarga Yusuf, supaya pesan Tuhan sampai kepada umat manusia:

Tuhan menyatakan bahwa anak yang lahir ini adalah korban penebus dosa yang sempurna !

Tidak ada satupun dalam hidup kita yang kebetulan. Semua bagian dari perencanaan Tuhan. Palungan dan kain bedung yang kelihatannya tidak berarti, tapi ternyata merupakan pesan Tuhan.

Kita harus belajar meraba dan mendengar apa yang Tuhan mau katakan. Kita sering mengabaikan hal-hal kecil di sekitar kita, dan kita anggap tidak ada artinya dan tidak ada gunanya.

Tuhan sedang berbicara dengan banyak cara supaya kita mangerti apa yang Tuhan ingin sampaikan.

Pesan kisah natal di atas adalah: Yesus adalah anak domba Allah yang sempurna, yang akan dan sudah dikorbankan untuk menebus dosa kita semua.

Kita menerima jaminan hidup kekal di dalam Tuhan Yesus. Tuhan memberikan jaminan karena Dia telah bayar semua dosa yang kita buat. Kabar baik bagi kita:
  • Yesus sudah mati bagi kita semua (Ibr 5: 7-9)
  • Oleh bilurNya kita sudah disembuhkan (1 Ptr 2: 24)
  • Yesus yang kaya jadi miskin, supaya kita yang miskin jadi kaya (2 Kor 8:9)

2. Yesus punya Bapa di surga
Di jaman dulu, saat bayi baru lahir, maka sang ayah akan mengambil sedikit garam, lalu diusapkan di badan bayi (mungkin supaya tali pusar tidak infeksi). Menurut tradisi yang membedung si bayi adalah ayahnya. Jika ada bayi tidak dibedung, itu artinya bayi yang tak terurus. Bayi yang dibedung adalah tanda bahwa bayi itu punya ayah.

Kelahiranmu begini: Waktu engkau dilahirkan, pusatmu tidak dipotong dan engkau tidak dibasuh dengan air supaya bersih; juga dengan garampun engkau tidak digosok atau dibedungi dengan lampin. (Yeh 16: 4)

Yesus lahir di dunia, dan Dia dibedung. Artinya Yesus punya Bapa di Surga.

Di setiap pengajaranNya, Yesus selalu bercerita tentang BapaNya. Dia mau tunjukkan bahwa: kita memiliki Bapa di Surga yang mengasihi kita. Yesus adalah wujud cinta Bapa pada kita.

Kisah:
Ada kolektor lukisan yang kaya dari Eropa. Anaknya diajari cara memilih lukisan antara yang asli dan palsu. Saat ada perang, si anak ikut wajib militer. Putra satu-satunya itu diberitakan hilang di medan perang. Anak itu ditemukan mati di medan perang. Saat mundur di posisi yang aman, anak ini balik ke medan perang untuk mengangkut teman-temannya yang luka ke tempat yang aman. Saat usaha pertolongan terakhir, si anak tertembak.
Setelah perang selesai, ada beberapa anak muda datang kepada si bapak. Mereka adalah prajurit-prajurit yang diselamatkan si anak. sebagai tanda terima kasih, salah seorang prajurit melukis wajah si anak, dan diserahkan kepada bapaknya. Lukisan itu digantung di tengah museum pribadi si bapak.
Setelah si bapak meninggal, lukisannya di lelang. Yang dilelang pertama adalah lukisan si anak, dan yang lain tidak akan dilelang sebelum lukisan si anak laku. Akhirnya ada sepasang suami-istri tua yang membeli lukisan sang putera, dan ternyata itulah penutupan lelang.
Karena menurut surat wasiat: lelang harus diawali dengan lukisan sang putera, lalu siapa yang membeli lukisan sang putera akan mendapatkan semua lukisan yang lain.

Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? (Rm 8: 32)

Jika kita terima anakNya, kita dapatkan semuaNya. Karena semua ada dari-oleh-dan kepada Dia.

Kesaksian
Suatu kali saat membaca buku di kamar, p Agung mendapat visi berada di sebuah kebun yang tanpa bunga dan buah, hanya ada daun yang tertata rapi. Di ujung kebun ada gerbang emas yang berkilau. P Agung tahu jika masuk melewati gerbang itu akan bertemu Tuhan.
Saat akan berjalan ke gerbang, ada malaikat yang menahan p Agung. Malaikat ini melihat ada banyak luka di hidup p Agung. Kemudian malaikat mengobati luka-luka itu dengan menempelkan daun-daun.
Setelah sembuh, gerbang terbuka dan p Agung bertemu Yesus. Yesus tunjukkan sesosok Figur dari belakang. Figur itu tidak bisa dilihat karena ada cahaya yang luar biasa. Di bawah Figur itu ada peta besar, dan bidak-bidak di atas peta. Di sekitar peta ada banyak malaikat. Figur itu memerintahkan kepada malaikat-malaikat untuk menggeser bidak-bidak itu.
Figur itu adalah Bapa kita di surga, dan Dia sedang atur semua hidup kita!

Ada Bapa kita di Surga, yang begitu cinta kepada kita, sehingga 2000 tahun yang lalu Dia berikan yang termahal yang Dia punya kepada kita: Yesus, supaya kita diselamatkan

Whoever take the Son, gets it all ! Siapapun yang terima sang Anak, dia mendapat semuanya



Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Saturday, January 18, 2014

Thermostat – Petrus Agung – Minggu, 12 Januari 2014

Minggu, 12 Januari 2014
Thermostat
Petrus Agung


Mat 25: 14-15, 24-30
Dalam kaitan dengan hal-hal yang harus kita siapkan menjelang kedatangan Tuhan yang kedua, kali ini fokusnya pada hamba yang menerima 1 talenta. Karena 2 hamba yang lain sudah baik dan setia. Kita belajar dari kesalahan hamba ini, sehingga kita tidak mengulang kesalahan yang sama.

1. Kerusakan di dalam diri kita akan membatasi kesanggupan kita
Kesanggupan dari kata dunamis (G1411) yang artinya kuasa untuk menciptakan mujizat.
Setiap orang punya dunamis yang berbeda-beda, baik secara spiritual maupun kesanggupan bekerja.

Tuhan berikan kepercayaan yang berbeda karena Tuhan mengukur kedalaman kita

Ukuran Tuhan tepat karena di akhir kisah terbukti bahwa hamba ke-1 dan ke-2 menghasilkan, hamba ke-3 tidak. Bahkan jawabannya berisi kepahitan, kemarahan, dan kekecewaan. Ternyata selama itu ada sesuatu yang rusak di dalamnya, sehingga persepsinya akan Tuhan tidak benar.

Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. (Mat 25: 24b)

Padahal di akhir kisah, hamba yang dari talenta 5 menjadi 10, talentanya tidak diambil balik oleh tuannya.

Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. (Mat 25: 28)

Banyak orang punya persepsi yang salah tentang Tuhan. Setiap persepsi yang salah membuat kerusakan di jiwa. Kerusakan ini menurunkan kemampuan kita.

Ilustrasi:
Batery HP yang baru bisa bertahan 10 jam. Setelah digunakan sekian lama, ternyata kapasitas menurun dan harus di charge setiap 2 jam. Dari luar batery terlindung dan tidak terlihat ada kerusakan. Tapi kerusakan ada di dalam dan tidak terlihat.

Hamba yang terima 1 talenta mengalami kerusakan di jiwanya, sehingga termostat di jiwanya rusak dan level kesanggupannya terbatas di level tertentu, dan tidak bisa lagi ditambahkan apapun.

Kesaksian:
Seseorang berguru ilmu hitam, ilmunya semakin kuat jika bisa merusak perempuan. Perempuan itu jadi linglung, mengalami mimpi buruk, dan ada kerusakan di rohnya. Suatu kali dia coba ilmunya kepada seorang anak hamba Tuhan, tapi tidak berhasil, bahkan satu kali berjumpa Tuhan Yesus sendiri. Dalam sebuah doa semalam orang ini datang, dan membuat suasana penyembahan berat. Saat didoakan, terjadi manifestasi kuasa jahat, bahkan terjadi pelepasan, dan orang ini akhirnya percaya Tuhan Yesus.
Beberapa waktu kemudian, dalam sebuah retret di Salatiga, guru orang tersebut mengirim 2 murid seniornya untuk menjemput balik orang ini. Penyembahan berat. Saat 2 orang itu didoakan, terjadi manifestasi dan pelepasan. Paginya 2 orang itu melarikan diri dari tempat retret. Guru dari 2 orang itu mendapati bahwa bagian dalam 2 murid ini rusak dan tidak bisa diperbaiki, lalu diusir. Ujungnya yang satu gila, dan yang lain mati.

Periksa apakah ada yang tidak tepat di hidup kita, sehingga walau sudah berusaha lakukan apapun tetap gagal.

Semua hal yang merusak jiwa kita, membuat termostat di dalam kita rusak.

Tuhan sanggup menyembuhkan semua kerusakan di dalam kita, yang tidak terlihat oleh orang lain.

Orang yang kepahitan tidak mendapat bagian dalam kerajaan surga.

Saat kerusakan di dalam kita dibiarkan, maka kita tidak bisa berbuah maksimal. Sehingga saat Tuhan datang, kita seperti berada dalam kondisi yang compang-camping.

Tuhan sangat mengasihi kita, dan memberikan berbagai hal sesuai kesanggupan kita. Tuhan juga mau bawa kita ke next level, tapi kita harus ijinkan Tuhan membenahi kerusakan-kerusakan di dalam kita. Di roh kita harus sadar bahwa kita sudah lahir baru.

Termostat di dalam kita harus diperbaiki. Apapun yang kita deklarasikan, nubuatkan, tarikan, nyanyikan, itu semua akan terjadi, karena Tuhan memberi jauh lebih banyak dari yang kita pikirkan.

Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, (Ef 3: 20)

Ada hal-hal dari masa lalu kita yang harus kita perangi. Salah satunya: perasaan minder. Survey membuktikan bahwa orang yang ekonominya baik akan bisa promo produk dengan berani. Sebaliknya yang ekonomi kurang, mereka menawarkan barang dengan malu-malu. Karena rasa minder inilah kita tidak berkembang, karena cetakan di jiwa/ termostat kita rusak.

Kerusakan di dalam diri kita ujungnya menciptakan kesombongan, karena kita akan mencoba menutupinya dengan cara lain.

Tuhan bisa bawa kita ke tempat-tempat yang tidak pernah kita pikirkan. Tuhan bisa angkat dan berkati hidup kita, tapi sebelumnya Tuhan mau perbaiki kerusakan-kerusakan di dalam kita.

2. Kerusakan di dalam kita membawa kesimpulan yang salah
Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. (Mat 25: 24b)

Kata "aku tahu" adalah idiom Yahudi dalam konteks hubungan suami-istri.
Artinya hamba ini “merasa” tahu karena merasa memiliki kontak dan kedekatan sangat erat dengan majikannya.

Jika dalam kita thermostat-nya sudah rusak, kesimpulan kita bisa rusak.

Sesuatu yang rusak di dalam kita membawa kesimpulan yang salah. Semakin dekat dengan seseorang, kita bisa semakin salah menilai orang tersebut. Contohnya Yudas Iskariot dekat dengan Yesus, tapi menjual Yesus. Ini karena ada yang rusak di dalam.

Seringkali kita punya niatan yang baik, tapi jika ada error di dalam maka kedekatan tidak selalu membuat sesuatu jadi lebih baik.

Semua karunia rohani selalu diwarnai jiwa orang yang memilikinya. Jika di jiwa kita ada kerusakan, maka kita bisa gunakan karunia itu untuk hal yang merusak.

Contoh: seseorang punya karunia pengelihatan. Tapi karena jiwanya ada error, saat melihat orang yang hidupnya tidak benar, apa yang dilihat itu digunakan untuk mengancam akan "membongkar"

Saat mendengar berita apapun, jangan telan semuanya sekaligus, karena selalu ada kemungkinan pengaruh dari jiwa si pembawa pesan.

3. Kita disebut jahat jika apapun yang jadi milik kita tidak ber-echo bagi orang lain
Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas (Mat 25: 26a)

Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya(Mat 25: 29)

Kata “mempunyai” dari kata echo. Semua yang kita punya harus ber-echo. Jika kita memiliki sesuatu, dan itu bergema ke banyak orang lain, maka artinya kita benar-benar memilikinya, dan kita adalah orang yang baik.

Yang disebut jahat adalah jika miliki kita disimpan bagi diri kita sendiri dan tidak ada echo-nya.

Dalam kisah “Orang kaya dan Lazarus yang miskin”, nasib mereka berbeda bukan karena kekayaan, tapi karena kekayaan si kaya tidak ber-echo dan hanya disimpan bagi dirinya sendiri.

Miliki jiwa yang sehat, minta Tuhan sembuhkan kita!

Klip rapture
Altar call: bagi mereka yang merasa ada kerusakan di dalamnya, Tuhan mau pulihkan itu.

Tahun ini holywood banyak buat film berdasar akhir jaman, beberapa bertema tentang Yesus, Musa, Nuh. Entah kisahnya sesuai Alkitab atau dipelintir, ini adalah cara Tuhan mengingatkan bahwa kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi.

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Thursday, January 16, 2014

Melihat dan Terlihat – Petrus Agung – Minggu, 05 Januari 2014

Minggu, 05 Januari 2014
Melihat dan Terlihat
Petrus Agung

Janji Tuhan di 2014
Setiap kali ada KKR Bahtera, p Agung ingin jemaat menangkap apa garis besar yang ingin Tuhan sampaikan pada kita. Salah satu janji Tuhan ada di kitab Mikha 7

Akan datang suatu hari bahwa pagar tembokmu akan dibangun kembali; pada hari itulah perbatasanmu akan diperluas. (Mi 7: 11)

1. Pagar tembok kita akan dibangun kembali
Di jaman dahulu setiap kota punya tembok yang fungsinya melindungi kota. Kota yang tanpa tembok akan mudah diserang dan dijarah lawan.

Tahun ini kita harus banyak belajar. Kita harus punya dasar Firman Tuhan yang kuat, dan itulah kekuatan kita. Jika dasar Firman Tuhan kita tidak kuat, maka saat masalah, persoalan, kegagalan dan serangan datang, maka seluruh kota hidup kita akan runtuh.

Tembok adalah simbol harga diri sebuah kota. Jika temboknya kuat, tinggi dan tebal, maka harga diri kota naik. Tuhan ingin memberikan kepada kita hidup yang penuh kewibawaan. Hal ini tidak bisa dicari dengan membual dan membesarkan diri sendiri, tapi karena Tuhan mau membangun kita.

Kita harus mempunyai tembok yang kuat dan solid di segala bidang: dengan sesama, dengan para pemimpin, pendidikan, bisnis, pekerjaan, dll.

2. Perbatasan kita akan diperluas
In the day when your walls are to be built, In that day the decree shall go far and wide (Mi 7:11,NKJV)
Oh, that will be a day! A day for rebuilding your city, a day for stretching your arms, spreading your wings (Mi 7: 11, MSG)

Batas disebut juga sebagai sayap dan dekrit. Sayap/ wings: bentangan sayap kita akan diperluas. Dekrit/ decree: Deklarasi yang kita ucapkan akan diperluas.

Setiap orang mempunyai batasan. Contoh:
Jika ada bayi yang baru dilahirkan dalam sebuah rumah, bayi itu adalah bosnya. Perbatasan pengaruh si bayi adalah seluruh isi rumahnya, tapi ini perbatasan semu. Semakin besar, batasan si anak berubah. Perbatasan riil seseorang adalah saat dia dewasa, yaitu dirinya sendiri.

Tuhan mau perluas batasan kita. Jika pekerjaan kita tidak diperluas, artinya kita tidak naik pangkat. Semakin tinggi posisi kita, pengaruh kita akan lebih besar. 
 

Untuk mendapatkan janji Tuhan tersebut, ada 3 hal yang harus kita perhatikan dalam diri kita:
1. Iman bisa terlihat (Kis 14: 8-10)
Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan. (Kis 14: 9b)

Orang lumpuh ini belum pernah berjalan. Paulus MELIHAT dia beriman dan bisa disembuhkan.

Iman kita dapat dilihat oleh Tuhan dan manusia.

Jika iman kita bisa terlihat, maka dampaknya sesuatu langsung terjadi. Begitu muncul, iman membawa kita kepada sesuatu yang konkrit dan jelas. Meng-imani belumlah iman yang sebenarnya.

Mat 9: 1-2 – Yesus melihat iman mereka.
Orang tidak beriman juga kelihatan. Iman terlihat dari wajah, cara bicara, dan cara berfikir kita.

Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. (Mat 10: 12-13)

Setiap kali orang Israel bertemu orang lain mereka ucapkan "shalom". Arti kata “shalom” adalah damai sejahtera, tapi di dalamnya juga ada kelimpahan. Dalam ayat di atas “salam” dijabarkan seperti benda yang bisa turun dan kembali. Yang melayakkan kita menerima salam tersebut adalah iman.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibr 11:1)

Iman adalah dasar/ fondasi bagi semua berkat Tuhan.

Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. (Rm 12: 3)

Beda berkhayal dengan beriman:
  • Berkhayal/ melantur: berlebihan dan tidak jelas tujuannya.
  • Beriman: bisa diukur sampai atau tidak-nya

Contoh:
P Agung pernah ke pameran mobil di mall, ada mobil dengan harganya tertentu. Saat Roh Kudus bertanya, P Agung menghitung bahwa dia bisa lunasi mobil itu dalam sekian bulan, berdasar ukuran iman p Agung.

Setiap kita punya ukuran iman, seringkali dimulai dengan sangat kecil. Beberapa orang saat merasa keinginannya tidak mungkin tercapai, lalu jadi merana, maka yang terlihat adalah yang negatif.
Tuhan tidak merespon kebutuhan, tapi merespon iman. Jika kebutuhan yang di respon Tuhan, maka di tempat-tempat termiskinlah terjadi revival terbesar. Saat Tuhan tidak melihat iman kita, maka Tuhan tidak bisa berikan kepada kita.

Karena ada ukurannya, maka iman bisa diperbesar. Karena Alkitab berkata:

For in it the righteousness of God is revealed from faith to faith (Rm 1: 17a)

Cara memperbesar iman:

Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: " Aku percaya, sebab itu aku berkata- kata ", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata- kata. (2 kor 4: 13)

Contoh: membeli speaker
  • Cara paling aman: tanya Tuhan apakah boleh membeli speaker
  • Cara lain perkatakan: “Dalam nama Tuhan Yesus, jika speaker ini memang terbaik buatku, biar itu jadi. Kemudian foto, tumpangi tangan setiap hari, di doakan setiap hari.

Iman seperti orang yang membangun menara, harus ada perhitungannya untuk mendapatkan sesuatu. Saat kita tahu apa yang kita minta, maka kita akan menikmati yang terbaik dari Tuhan.

Saat kita ucapkan apa yang kita yakini dan percayai, itu akan membangun iman kita. Jangan ucapkan perkataan iman kita ke sembarang orang, karena tidak semua orang akan memberikan dukungan positif. Banyak orang yang tidak berhikmat: beriman dan berkata-kata, tapi di depan orang yang pesimis, maka hanya akan ditertawakan.

Mzm 1: 1-3

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh (Mzm 1:1)

Ada 3 tahapan: Jalan, berdiri, duduk.
Jika ada orang yang tidak sehat omongannya, lalu kita jalan bersama dia, maka dia akan membuat kita terhenti. Saat kita terus dengarkan, mereka akan buat kita duduk. Dan akhirnya kita justru jadi bagian dari pencemooh.

Merenungkan firman artinya membaca hingga mendapatkan
rhema. Rhema itu diperkatakan sambil menaikkan apa yang kita inginkan.

Efek menernungkan Firman:
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mzm 1:3)

Aplikasi praktis:
Setiap kali bertemu pelanggan, perkatakan rhema dan perkatakan perkataan iman. Misal: pelanggan ini akan order yang banyak dan pembayaran lancar.

Baca Firman Tuhan setiap hari, saat mendapat
rhema, perkatakan dan renungkan siang dan malam, maka akan jadi, dan iman kita bertumbuh. Saat iman kita bertumbuh, proses segala sesuatu akan jadi lebih cepat.

Kesaksian:
Seorang istri yang ditinggal suami menikah lagi. Si istri ini bertobat, lalu doakan dan perkatakan supaya suaminya kembali. Akhirnya si suami kembali, bahkan jadi hamba Tuhan.

Patok menunjukkan batasan kita. Patok terhebat adalah kaki kita. Jalani rumah kita dan wilayah pemasaran kita.

Perkataan positif dan Firman yang keluar dari mulut kita, membuat iman kita keluar dan terlihat. Saat iman kita terlihat, berkat akan turun.

Iman adalah tembok yang harus dibangun dengan kokoh.

Jika ada orang katakan sesuatu, jawab dengan positif, jangan buru-buru ditolak. Jika kita tolak, kita seperti membuang anugrah Tuhan.

2. Singkirkan segala sesuatu yang bisa menutup mata kita
Kisah Hagar diusir Sara. Saat air habis dan Hagar meratap, Tuhan membuka matanya dan bisa melihat sumur didekatnya.

Ada banyak sumur di depan kita, tapi kita tidak melihatnya. Tuhan beri kita pilihan: berkat se-kirbat atau satu sumur. Kirbat kita minum habis, sumur kita timba tidak habis-habis.

Minta Tuhan buka mata kita, sehingga kita bisa lihat sumur-sumur yang Tuhan sediakan bagi kita.

Luk 24: 13-16 – Yesus menampakkan diri pada 2 murid di Emaus.
Ada hal-hal yang bisa menghalangi mata kita, sehingga tidak bisa melihat berkat besar yang dari Tuhan. Salah satu hal yang menghalangi adalah kebodohan.

Orang cerdas bisa melihat setiap kesempatan/ kairos, tapi orang bodoh melewatkannya. Kebodohan bukanlah hakekat manusia. Ada orang jeli melihat peluang usaha di bidang-bidang tertentu. Itu penyingkapan dari Tuhan.

Tuhan pernah berikan hikmat kepada Salomo, maka Tuhan juga bisa berikan kepada kita

Aplikasi praktis: setiap hari sebelum bekerja, tumpangkan tangan kepada mata dan telinga kita, sehingga segala sesuatu yang membuat mata kita buta dan tuli terhadap setiap kesempatan yang Tuhan berikan.

3. Jangan sampai kita menjadi orang yang tersembunyi dari berkat/ blessing Tuhan.
Luk 4: 25-27 – Tuhan sedang mengajar di Nazaret dan ditolak.

Penolakan dan sikap negatif adalah kebalikan dari poin 1, dan hal ini bisa membuat seseorang jadi tersembunyi dari berkat Tuhan.

Contoh: Israel dikepung Aram, ada nubuatan, tapi seorang perwira tidak percaya. Akhirnya perwira ini melihat berkat melimpah, tapi tidak ikut menikmati karena mati terinjak-injak.

Apakah kita membawa iman atau ke-tidak percayaan? Setelah orang bertemu kita, apakah mereka jadi pencemooh atau jadi imannya naik? Keputusan kita menentukan seberapa Tuhan akan memberkati hidup kita.

Belajar perkatakan perkataan iman:

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya (Ams 18:21)
For as he thinks in his heart, so is he (Ams 23: 7, KJV)

Kita punya Tuhan pencipta. Tapi sebagian kemampuan daya ciptaNya diberikan pada kita, misalnya designer, composer, dll. Salah satu kesanggupan itu ada di mulut kita.

Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu. (Luk 17: 6)

Mulut kita sering bicara yang tidak rohani, mengucapkan hal sia-sia, menghakimi yang bukan hak kita, tapi kurang digunakan untuk mengucapkan kata-kata Firman yang bisa menciptakan sesuatu. Belajar menghentikan semua perkataan negatif. Perkatakan yang positif, sehingga kita layak menerima shalom-Nya. Belajar berkati diri kita, berkati orang lain. Jangan kutuki diri kita dan orang lain.

Perkataan negatif seperti kentut, sebagian kita hirup sendiri. Bergaul dengan orang yang negatif seperti menghirup kentut orang lain.

Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; (Yak 1: 19)

Dengar dan ucapkan perkataan Tuhan, maka hasilnya akan berbeda.

Di perjamuan terakhir Tuhan mengutus murid-muridNya mempersiapkan. Tuhan berkata bahwa saat memasuki kota, murid yang diutus akan bertemu seorang laki-laki yang menyunggi tempayan, lalu ikuti. Mereka akan menjumpai: ruangan yang
besar, lengkap, dan tersedia.

Tuhan perlu ruang yang besar dan lengkap dan tersedia karena:
  1. Waktu sempit
  2. Itu sifat Tuhan. (Seperti talenta 5-2-1). Jika kita punya - akan ditambah.

Kita harus siapkan diri untuk jadi tempat yang besar, lengkap, dan tersedia, sehingga momentum yang ajaib turun dan jadi dalam hidup kita. Tuhan segera datang yang kedua kali, Dia perlu ruang yang besar, lengkap dan tersedia.

Dibutuhkan: pakaian pantas pakai- serahkan di informasi
Jumat natal sekota 18:00

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Saturday, January 11, 2014

Masuk 2014 dengan Iman – Pastoral JKI Injil Kerajaan – Minggu, 29 Desember 2013

Minggu, 29 Desember 2013
Masuk 2014 dengan Iman
Pastoral JKI Injil Kerajaan

Hengky Kusworo
1. Mencari perkara-perkara di atas (Luk 10: 38-42)
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menyusahkan diri dengan berbagai hal seperti Marta. Perkara dan kebutuhan dalam dunia sangat banyak dan kompleks, tapi seharusnya kita juga memikirkan hal-hal yang kekal yang menjadi isi hati Tuhan.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat 6: 33)

Ayat ini sering kita bacadan berbicara, tapi tidak menjadi realita. Karena begitu menghadapi masalah, kita sibuk dengan hal itu.

Saat Tuhan perintahkan kita keluar dari perahu: kenyamanan kita, diri kita sendiri, kekhawatiran kita; maka kita melangkah saja. Tenggelam atau tidak itu urusan Tuhan.

Kesaksian:
Seorang anak youth dari Kalimantan, tidak punya KTP dan paspor, dan kartu keluarga ada di Kalimantan. Tapi saat red-carpet disampaikan, imannya langsung menyambar, walau secara logika dia tidak mungkin berangkat. Ujungnya dia bisa dapatkan paspor.

Tahun-tahun ke depan akan ada banyak pekerjaan Tuhan, dan banyak hal akan terjadi. Akan ada pesan-pesan Tuhan untuk “meloncat keluar perahu”. Apakah kita siap menyambar saat momentum Tuhan/ kairos itu muncul di depan kita? Setiap kita punya kesempatan yang sama.

Saat kita bisa menangkap hati Tuhan, kita akan masuk dalam kegerakan Tuhan.

Penyediaan Tuhan bisa kita jangkau dengan iman, tapi sering tidak bisa kita lihat. Bagi orang-orang yang pernah mengalami dan melangkah bersama Tuhan, seolah-olah pintu-pintu peluang terbuka dengan mudah.

Pastikan kita menyambar kairos yang Tuhan buka, tetap berada dalam kegerakan, dan siap menyambut kedatangan Tuhan yang kedua.

2. Mengambil bagian yang Terbaik (Luk 10: 41-42)
One thing only is essential, and Mary has chosen it--it's the main course, and won't be taken from her." (Luk 10: 42, MSG)

Maria mengambil bagian yang esensial, paling penting, paling signifikan, intinya. Maria adalah orang yang belajar mendengar apa yang Tuhan mau di jamannya.

Kita harus belajar meraba hati Tuhan, mencari kehendak Tuhan untuk saat ini.

Tuhan selalu bergerak. Mari kenali hati Tuhan, selalu bergerak bersama Tuhan, karena itu pilihan terbaik yang tidak akan diambil dari kita. Saat kita berada di tengah kegerakan, artinya Tuhan di tengah-tengah kita, maka dampaknya selalu dahsyat.


Viktor Purnomo
Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? (Luk 16: 12)

Tuhan akan beri kita kunci untuk menerima sesuatu yang dari Tuhan. Barangnya ada untuk kita, tapi masih dalam kotak yang terkunci. Kuncinya adalah: jika kita setia pada harta orang lain.

Akan ada berbagai tes dalam kehidupan kita sebelum mendapatkan kunci itu. Dan tes-nya adalah setia pada harta orang lain. Ini tidak mudah karena manusia cenderung perduli dan mengurus miliknya sendiri.

Saat kita lolos dalam tes ini, Tuhan akan serahkan harta kita kepada kita.

Jika kita setia mengerjakan Firman yang sederhana ini, maka akan jadi luar biasa dalam hidup kita.

Contoh di Alkitab: Yusuf

Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. (Kej 39: 5)

Yusuf bekerja sebagai budak di rumah Potifar, artinya tidak digaji. Tapi sejak ada Yusuf, harta Potifar bertambah. Walau Yusuf yang mengelola, tapi karena seorang budak, Yusuf tidak ikut menikmati seberapapun hasilnya. Tapi Yusuf bekerja dengan sungguh-sungguh dan menghasilkan banyak. Padahal jika hasil semakin banyak, maka Yusuf semakin repot, sementara statusnya tetap budak, sedangkan Potifar semakin kaya.

Ternyata sikap Yusuf ini adalah persiapan wadah yang besar untuk berkat Tuhan dalam hidupnya.

Di penjara Yusuf juga mengelola penjara dengan bagus, dan bertanggung jawab dengan baik. Padahal seharusnya itu adalah tanggung-jawab kepala penjara.

Ketika sikap hati dan mentalnya bagus, Tuhan angkat Yusuf jadi wakil Firaun.

Saat itulah Yusuf bukan lagi budak, dan di tangan Yusuf ada otoritas mengatur seluruh kerajaan Mesir. Hidup Yusuf baik dan limpah, dan artinya hari itu Tuhan serahkan pada Yusuf: harta Yusuf sendiri.

Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. (Luk 19: 17)

Ada hamba yang dapat 1 mina, dikelola dengan luar biasa menjadi 10 mina. Hamba ini tahu berapapun hasilnya, semua untuk tuannya. Tapi dia punya sikap hati yang luar biasa, dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Saat tuannya pulang dan hasilnya dikumpulkan, ternyata dia diangkat dari hamba jadi penguasa 10 kota. Jika hasilnya hanya 5 mina, dia hanya kuasai 5 kata. Hari itu dia dapat kuasa dan otoritas untuk kuasai-kendalikan-atur 10 kota, termasuk mengelola kekayaan dari 10 kota.

Mari kerjakan apapun dengan baik, sungguh-sungguh, dan setia kepada harta orang lain. Sehingga saat Tuhan menetapkan keputusan bagi hidup kita, kita tidak menyesal karena sudah mengerjakan yang terbaik. Karena yang jadi milik kita sendiri akan Tuhan serahkan bagi kita.


Petrus Agung
Saat kita alami apapun, jangan biarkan itu berlalu begitu saja, dan tidak memberi dampak dalam hidup kita. Bahkan akan sangat luar biasa jika juga bisa memberi dampak dan memberkati orang lain.

Banyak orang bertanya cara supaya hidup bisa berubah lebih baik. P Agung ingin mengajak mereka bergerak cepat secara rohani, tapi ternyata banyak yang masih baru belajar hal-hal rohani. Maka p Agung memutuskan untuk sesekali kembali ke pengajaran-pengajaran dasar, sehingga mereka yang belum mengerti bisa mulai belajar. Karena jika kita tidak kembali ke dasar, banyak orang yang bisa frustasi dengan dirinya sendiri. Setelah mendengar kesaksian-kesaksian yang luar biasa, banyak orang membandingkannya dengan dirinya sendiri yang belum pernah mengalami hal seperti itu.

Kerinduan untuk bahagia dan hidup diberkati adalah hal yang wajar.

Segala sesuatu yang Tuhan berikan kepada kita adalah hasil dari sebuah relationship

Dalam kisah anak yang hilang, si sulung tidak diundang ke pesta si bungsu. Saat mendengar tentang pesta itu, si sulung marah. Walau ayahnya memohon, tapi si sulung tetap menolak untuk masuk dan mengikuti pesta. Si bungsu tidak punya jasa atau andil apapun yang membuatnya layak di-pestakan. Sebaliknya si sulung sudah bersikap dan bekerja bagus, banyak jasa, tapi tidak pernah dipestakan. Mengapa ini terjadi?

Kesaksian: Rumah pertama p Agung kecil dan diangsur selama 5 tahun. Rumah kedua lunas dalam 9 bulan. Rumah ketiga lunas dalam 2 hari. P Agung bertanya kepada Tuhan mengapa hal ini terjadi, dan apa yang mendasarinya.

Relationship dengan Tuhan adalah yang terpenting dan paling esensial.

Saat si bungsu berbalik, dan tersungkur di hadapan bapanya, maka hati bapanya tersentuh, dan semua urusan dianggap selesai.

Jika sikap dan tindakan kita menyentuh hati Bapa, maka semua permasalahan kita selesai karena Tuhan turun tangan. Tapi seringkali justru tindakan-tindakan kita menyakiti hati Bapa: bicara sembarangan, mengomel, menyalahkan Tuhan, menyalahkan orang lain. Hal inilah yang merusak hubungan kita dengan Tuhan.

Ilustrasi
Seorang kaya akan meminjami kita uang 2T untuk modal. Maka beberapa waktu sebelum cek diserahkan adalah saat-saat krusial bagi kita: apakah akhirnya menerima atau tidak. Jika tindakan-tindakan kita menyinggung perasaan orang itu: kentut sembarangan, mencela hidangan; maka dana yang dijanjikan itu tidak akan pernah diberikan.

Dalam hal hubungan antar-manusia, banyak berkat yang harusnya kita dapatkan akhirnya hilang karena cara pendekatan yang salah. Jika kita salah dalam melakukan pendekatan kepada manusia yang terlihat, apalagi dengan Tuhan yang tidak terlihat tapi bisa melihat kita.

Yang pertama kali Tuhan lihat adalah sikap hati kita

Jika kita mendekati Tuhan dengan sikap menantang: merasa benar, merasa berjasa; maka kita tidak akan mendapat apapun! Kita tidak bisa mendatangi Tuhan dengan kebenaran diri kita sendiri.

Contoh kebenaran diri sendiri (Mat 18: 21-35)
Hamba yang berhutang sangat banyak diampuni tuannya. Tapi dia tidak mau mengampuni hamba lain yang hutangnya jauh lebih sedikit dibanding hutangnya. Akhirnya dia dimasukkan ke penjara.

Tuhan tidak mencari manusia yang sempurna, karena manusia penuh kesalahan. Maka kita tidak bisa mendekati Tuhan dengan apa yang kita lakukan, tapi kita harus membangun relationship. Tuhan melihat watak dan hati seseorang. Jika kita bisa melihat watak dan hati seseorang seperti Tuhan melihat, maka kita akan tahu mengapa seseorang mudah menerima berkat, sedangkan yang lain sulit.
Karena apapun yang di dalam kita seringkali tidak terdeteksi dari luar.

Saat merenungkan tentang mimpi p Hengky yang mendapat warisan dari p Yusak, p Agung menangkap bahwa a
da karakter-karakter yang Tuhan suka, tapi ada juga karakter-karakter yang Tuhan tidak suka.

Semakin kita lemah lembut –
great power under control - seperti keledai yang dijinakkan, maka Tuhan semakin senang dan sayang. Saat Tuhan makin senang dan sayang, Tuhan akan mengurus hidup kita dengan luar biasa, dan semua akan beres.

Jangan punya sikap yang suka meng-klaim apapun, karena itu bisa berarti seolah-olah Tuhan punya salah atau hutang pada kita. Deklarasi adalah pernyataan iman bahwa yang kita ucapkan adalah jatah kita dari Tuhan.

Miliki hubungan baik dengan Tuhan setiap hari!

tetapi orang berdosa ditugaskan-Nya untuk menghimpun dan menimbun sesuatu yang kemudian harus diberikannya kepada orang yang dikenan Allah. (Pkh 2: 26b)

Jika kita tahu bagaimana menyukakan hati Tuhan, maka semua akan beres. Tuhan mendekati kita dengan kasih, maka kita seharusnya juga mendekati Tuhan dengan kasih.

Sulung mempermasalahkan tentang kambing. Padahal bapa memberikan 1/2 hartanya saat bungsu meminta warisan. Saat hati si bungsu kembali ke bapanya, otoritasnya dikembalikan. Sedangkan si sulung justru kepahitan pada bapanya.

Tutup tahun ini dengan berkata kepada Tuhan:
Aku mau jalan dan hidup dengan Engkau, dan menikmati kebersamaan dengan Tuhan setiap hari.

Dalam kisah pemberontakan Harun dan Miriam, Tuhan muncul dan membela Musa, karena ada relationship. Hubungan pribadi kita dengan Tuhan membuat perbedaan perlakuan dari pihak Tuhan.

Hasil akhir adalah sekedar buah dari suatu proses. Maka kita harus lihat proses dan bukan hasil akhir.

Apapun profesi kita, yang membuat perbedaan adalah hubungan pribadi kita dengan Tuhan: persekutuan, ketaatan, kelembutan di dalam, kesediaan melakukan yang Tuhan mau, mendengar apa yang dikatakanNya, bekerja seperti yang Tuhan mau, sikap hati yang merendah di hadapan Tuhan, taat melakukan apapun yang Tuhan mau.

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064