Sunday, April 13, 2014

Wadah yang Besar - S4: Pelitaku Tetap Menyala – Petrus Agung – Rabu, 08 Januari 2014

Rabu, 08 Januari 2014
SEMINAR "WADAH YANG BESAR"
Sesi 04: Pelitaku Tetap Menyala
Seminar Bisnis dan Akhir Jaman – Januari 2014
Petrus Agung

Apapun yang kelak akan Tuhan berikan kepada kita, tidak boleh membuat kita melekat pada dunia. Saat Tuhan datang, hati kitalah yang mempertimbangkan: ingin Tuhan atau ingin dunia. Jika hati kita cenderung pada dunia, maka tarikan Tuhan tidak akan mempan, dan kita akan tertinggal.

Hati kita harus melekat pada Tuhan, bukan pada yang duniawi

Mat 25: 1-13 - Ini perumpamaan kedua yang berkaitan dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Dikatakan gadis yang bijaksana dan yang bodoh, tapi tidak ada yang dikatakan jahat.

Di masa menjelang Tuhan datang, kita harus kerjakan tugas-tugas kita dengan maksimal, dan tidak bermalas-malasan.

Di perumpamaan seperti terbagi 2: 50% bijaksana, 50% bodoh. Tidak dikatakan 90%-10% atau prosentasi lain. Ini seperti penyakit “kebodohan” yang mewabah di kalangan anak-anak Tuhan.
Ada sesuatu yang membuat terjadinya kebodohan secara masal.

Jika kita ingin pelita kita tetap menyala, maka kita tidak boleh bodoh! Karena kebodohan memadamkan banyak hal dalam hidup kita.

For as he thinks in his heart, so is he. (Ams 23: 7a, Amp)

Thinks = menghitung/ Kalkulasi =
שׁער = sha'ar (H8176) : seperti orang yang membuka gerbang (open, to act as gate keeper).
Kita akan menjadi sesuai kalkulasi/ hitungan di jiwa kita. Kalkulasi di jiwa itu seperti membuka gerbang bagi hidup kita. Kebodohan adalah saat kita salah menghitung apa yang ada di jiwa kita.

Kesaksian:
Ibu p Agung pernah bertemu sorang peramal. Dia ramalkan p Agung akan jadi jutawan. Setelah lahir baru, perkataan itu dipatahkan, karena jutawan tidak pernah bisa punya uang dalam skala milyar.

Apapun yang kita aminkan, kita akan jadi seperti itu.

P Agung hadiah mendapat ultah berupa buku dari anak-anak bu Lisa-Jakarta. Judulnya: "Cara Berfikir Seorang bilioner". Buku itu berdasar sebuah riset. Teori di bab 1 buku itu: T -> F -> A = R
Tought (pemikiran) kita akan mempengaruhi feeling (perasaan). Apa yang kita rasa itu akan membuat kita bertindak (action). Lalu tindakan itu akan memberikan hasil (result). Ini cara kerja manusia secara umum.

Saat tidak ada kebodohan, maka tidak ada orang miskin di antara kita

Tetapi dari riset tentang kepribadian dan keberhasilan seseorang, berkaitan dengan keuangan orang tersebut, ternyata ada satu faktor yang terabaikan dalam teori di atas. Faktor itu adalah: P (
past programming), yaitu sesuatu yang sudah terprogram di masa lalu.
Faktor P: apapun yang kita dapatkan saat kita kecil hingga remaja: apa yang kita dengar, model kehidupan yang kita lihat, kejadian-kejadian yang kita alami, dll. Semua itu mempengaruhi bawah sadar/ sub-concious kita. Faktor ini ternyata begitu dominan dan mengalahkan logika kita.

Contoh:
  • Orang yang di bawah sadar berfikir bahwa kerja adalah seni, di kehidupan nyata ternyata tidak mendapat gaji.
  • Ada lagu-lagu rohani lama yang semua di fokus-kan ke surga. Ini membuat orang Kristen jadi miskin. Padahal jika kita diberkati, kita bisa melakukan banyak hal yang Tuhan perintahkan.
  • Pepatah-pepatah kuno yang baik, tapi mempengaruhi bawah sadar kita, dan ujungnya mempengaruhi seberapa besar kita terima berkat:
    • urip mung mampir ngombe (hidup hanya mampir minum).
    • sing penting dapure ngepul (yang penting dapur berasap).

Dalam kehidupan, ada orang-orang yang menabrak logika yang ada. Ini karena ada yang tersimpan di bawah sadar kita. Bagian di bawah-sadar kita ini seperti thermostat (pengukur suhu). Ada titik yang merupakan batasan bagi kita untuk mencapai sesuatu. Berapa "thermostat" kita tentang berkat?

Kita harus sering diingatkan tentang apa yang Tuhan mau dalam hidup kita.

Model kehidupan yang kita lihat juga mempengaruhi cara fikir kita.
Contoh:
P Agung melihat sejak masa mudanya: pendeta hidupnya susah, puasa karena terpaksa, menjadi pendoa bagi orang-orang kaya. Saat lahir baru dan jadi hamba Tuhan, apa yang p Agung lihat bertahun-tahun itu membayanginya. P Agung tidak mau terima gambaran itu sebagai kebenaran. P Agung baca buku Keneth Hagin tentang iman. Hingga p Agung sampai pada kesimpulan bahwa jika mengerti tentang iman, hidupnya tidak akan susah.
Suatu kali p Agung menemani pdt Jeremia Rim saat antri tiket pesawat. Saat akan membayar tiket pesawat, p Agung lihat bahwa uang di dompet ps Rim sangat banyak. Hal ini menghancurkan kesimpulan bawah sadar p Agung yang semula. P Agung sampai pada kesimpulan bahwa hamba Tuhan juga bisa hidup diberkati.

Masing-masing kita punya peristiwa-peristiwa berbeda dalam kehidupan, dan itu membentuk kita.

Ada atmosfir yang mengelilingi dan mempengaruhi kita, menabrak semua logika normal, dan bisa membuat berkat seolah menjauh dari kita.

Ingat bagaimana masa kecil kita, lawan semua yang negatif dengan deklarasi firman Tuhan!

Kita harus belajar dan baca firman Tuhan terus-menerus karena itu akan membersihkan jiwa kita. Perkataan p Yusak yang juga mempengaruhi p Agung: mau surga dan juga mau menikmati dunia.

Cek apakah yang menghalangi kita selama ini adalah
past-programming kita, lalu patahkan. Contoh:
  • Ada yang melihat keluarga-keluarganya bangkrut di masa tua.
  • Sejak kecil terbiasa jika sakit sedikit langsung minum obat. Akibatnya sulit terima mujizat kesembuhan.

5 gadis tidak jahat, tapi bodoh. Kebodohan itu karena kalkulasi di jiwanya keliru. Seringkali kalkulasi yang salah itu oleh karena karena pihak lain, pengaruh lingkungan, atau masa lalu kita.
Jangan didik anak dengan cara menakut-nakuti, karena itu merusak past-programing mereka. Tapi masukkan firman Tuhan, karena itu akan membuat mereka kelak jadi bijaksana.

Beda gadis bodoh dengan yang bijaksana:
1. Yang bodoh hanya ber-reaksi, yang bijak punya antisipasi.
Di jaman itu jika mempelai pria terlambat adalah kejadian umum. Maka tindakan tidak membawa minyak cadangan adalah tindakan yang aneh dan bodoh, dan di luar logika.

Banyak anak Tuhan yang karena didikan masa lalu, mencetak sesuatu di pikiran dan jiwa kita, dan membuat banyak orang kehilangan banyak hal yang Tuhan sudah sediakan.

2. Yang bijaksana menggunakan uangnya untuk meyakinkan bahwa saat mempelai datang, mereka siap menyambut karena pelitanya tetap menyala. Yang bodoh menyimpan uangnya.

Pelita adalah tanda kesiapan melakukan apapun yang Tuhan perintahkan

Nyalakan pelita kita di banyak tempat, manfaatkan dan gunakan uang kita secara tepat sesuai yang Tuhan perintahkan.

Tuhan segera datang, mari songsong Dia dengan pelita yang masih menyala

Gift: lentera, mengingatkan bahwa Tuhan segera datang, dan kita harus siap menyongsong Tuhan dengan pelita yang tetap menyala.

Prosentasi tertinggi angket permintaan materi seminar: intim dan mendengar suara Tuhan.

Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Wadah yang Besar - S3: Repture - Petrus Agung – Rabu, 08 Januari 2014

Rabu, 08 Januari 2014
SEMINAR "WADAH YANG BESAR"
Sesi 03: Repture
Seminar Bisnis dan Akhir Jaman – Januari 2014
Petrus Agung

Berbagai perkembangan dunia saat ini sudah menggenapi nubuatan para nabi dan juga Tuhan Yesus tentang hal-hal yang terjadi menjelang kedatangan Tuhan yang kedua. Jika kedatangan Tuhan masih tertunda, kita harus melihatnya sebagai sebuah kesempatan dan anugerah yang Tuhan masih berikan, sehingga kita bisa memperbaiki hidup, mempersiapkan diri, dan berbuah lebih banyak. Sehingga saat Tuhan datang yang kedua kalinya, kita akan melihat kemuliaanNya.

Gereja harus selalu diingatkan dari waktu ke waktu bahwa dunia kita tidak selamanya seperti ini, tapi akan ada perubahan yang luar biasa, yang diawali dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua.

Mat 24: 31-44
Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain. (Mat 24: 31)

Ay 31 tergenapi di tahun 1948, ketika Israel yang dilambangkan sebagai pohon ara, berhasil muncul sebagai negara yang berdaulat. Ini berarti waktunya sudah dekat dan sudah di ambang pintu.

Ay 34 – Yang dimaksud dengan "angkatan ini" adalah angkatan dari pohon ara yang mulai bertunas. Ada berbagai teori yang berkata 1 angkatan adalah sekitar 40, 50, 70 atau 80 tahun. Jika kita gunakan 80 tahun, maka 1948 + 80 = 2028. Ini hanya tafsiran, karena Alkitab berkata bahwa tidak ada yang tahu hari dan jamnya. Tapi Alkitab tidak berkata bahwa kita tidak bisa mengetahui tahun-nya.

Di akhir 2005, saat KKR pertama Bahtera, seorang anak Tuhan dari kota lain diperintah Tuhan datang pagi-pagi ke Holy Stadium. Di HS dia mendapat penglihatan sebuah Bahtera yang sangat besar. Maka Bahtera bukan sekedar nama, tapi merupakan tugas bagi kita. Selama hampir 9 tahun Bahtera dibuat Tuhan jadi begitu profetis. Apa yang kita tarikan, deklarasikan, itulah yang terjadi. Semakin hari masa antara Firman dan penggenapannya semakin pendek, mereka yang bisa menyambar dengan cepat akan mengalami percepatan Tuhan.
Ini artinya Tuhan sedang benar-benar membangun Bahtera-Nya di akhir jaman.

Saat Tuhan datang, kita harus didapati sedang melakukan tugas kita.

Ay 40 – pada waktu seperti jaman Nuh akan terjadi pengangkatan/ repture.

Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. (Mat 24: 40-41)

Ini berarti ada orang yang akan ditinggal, dan ada yang akan dibawa.

Hati Bapa: Tidak ada bapak yang tega menyerahkan anak-anaknya kepada musuh untuk disiksa.

Tuhan selalu menawarkan keselamatan kepada manusia. Jangan hidup di luar Bahtera-Nya Tuhan yaitu Yesus, karena Tuhan rindu semua anak-anakNya menikmati kebahagiaan kekal bersama Tuhan.

Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya. (Why 11: 2)

Ada bagian halaman Bait Suci yang sengaja diserahkan. Ini berarti orang Kristen model “halaman” yang harus mengalami masa aniaya besar.
Jika hidup kita terlalu duniawi dan hanya fokus ke dunia, maka akan ada masanya kita bisa memiliki semua yang ditinggalkan oleh mereka yang terangkat. Dengan kata lain kita tidak terangkat.

Fokus kita harus pada Tuhan, karena Tuhan tahu siapa yang hatinya cinta dan merindukan Dia ! Tapi kita juga hidup di dunia dengan cara yang wajar.

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. (1 Kor 15: 51-52)

Tidak semua kita akan mati. Saat nafiri terakhir dibunyikan, akan ada orang hidup yang mendapat tubuh baru. Sedangkan yang sudah mati dibangkitkan dengan tubuh yang tidak bisa binasa. Tubuh baru seperti yang dimiliki Yesus: bisa disentuh, bisa komunikasi, bisa makan, bisa tembus tembok, tapi tidak bisa binasa dan tidak bisa sakit.

Saat inilah waktunya membawa orang-orang kepada Tuhan, sehingga kelak tidak ada penyesalan karena kita melewatkan kesempatan untuk membawa mereka kepada Tuhan.

Mimpi p Agung minggu pagi:
P Agung berdiri di tengah gerbang besar. Tampak Tuhan Yesus, menggandeng 2 orang di tangan kanan dan kiriNya. Orang yang digandeng ini menggandeng orang yang lain lagi, orang selanjutnya menggandeng orang yang lain lagi, hingga jumlahnya begitu banyak.
Tuhan mau percayakan banyak jiwa-jiwa kepada p Agung. Walau gerbang kita besar, tapi ternyata tidak cukup besar untuk jumlah besar yang masih ada di luar.

Gandeng 1 atau 2 orang yang belum kenal Yesus, lalu bawa kepada Yesus!

Tuhan Yesus ingin semua orang diselamatkan dan tidak ada yang binasa!

1Tes 4: 15-18
Saat Tuhan datang kedua kali, yang pertama terjadi adalah kubur dari mereka yang milik Yesus akan terbuka, dan mereka bangkit. Kubur yang tiba-tiba terbuka itu adalah tanda bagi mereka yang hidup bahwa ada sesuatu terjadi. P Agung memperkirakan rentang antara tanda ini dengan pengangkatan hanya berjarak beberapa detik.

Mat 27: 50-53 – Orang di jaman Yesus sudah pernah melihat hal ini terjadi: kubur terbuka, orang kudus bangkit dalam jumlah yang cukup besar, dan menampakkan diri di kota kudus.

Kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat singkat. Maka kita harus meng-kalkulasi hidup seperti apa yang akan kita jalani.

Tahun ini akan terjadi 2 kali bloodmoon (gerhana bulan). Dalam 1000 tahun sudah terjadi 3 kali, tahun ini adalah yang ke-4. Semua berkaitan dengan orang Yahudi, dan terjadi pada hari raya Paskah dan hari raya Tabernakel.
  • Abad 14 Pengusiran orang Yahudi dari Spanyol.
  • 1948 – Israel merdeka sebagai suatu negara.
  • 1967 – Yerusalem direbut Israel setelah perang 6 hari.
Tahun ini, bloodmoon terjadi sekitar April dan Oktober, dan ini akan menciptakan tanda bagi orang Yahudi. Secara prinsip perdamaian antara Israel-Palestina sudah disepakati.

Perkembangan politik Eropa: Austria baru saja melantik menlu berusia 27 tahun. Dia dikenal sebagai orang yang jenius dan tampan. Dia bisa mendamaikan imigran timur-tengah dengan masyarakat asli Austria. Austria diyakini para ahli sebagai bagian dari suku Dan yang hilang. Suku ini yang pertama kali menyembah berhala, dan tidak disebutkan di kitab Wahyu.
Antikris akan meniru Yesus secara keseluruhan. Yesus memulai pelayanan berusia 30 tahun.
Ada kemungkinan menlu Austria ini akan bisa mendamaikan timur-tengah dalam 3 tahun ke depan.

Klip gambaran pengangkatan

Renungkan: dimana kita berada saat repture terjadi? Terangkat atau tertinggal?

Altar call dan
re-commitmen bagi:
  • Mereka yang belum terima Tuhan Yesus
  • Mereka yang hidup jauh dari Tuhan
  • Mereka yang kehidupan doanya kacau
  • Mereka yang hidup semaunya sendiri
  • Mereka yang tidak yakin akan ikut terangkat dalam repture
  • Mereka yang sudah lama tidak ke gereja


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Saturday, April 12, 2014

Save Indonesia – Petrus Agung – Minggu, 06 April 2014

Minggu, 06 April 2014
Save Indonesia
Petrus Agung

Saat Tuhan memberitahukan Abraham tentang yang akan terjadi di Sodom, itu belum keputusan final. Tuhan beri kesempatan Abraham untuk mempertahankan Sodom semaksimal mungkin. Hal ini juga dialami Bahtera. Tuhan beri kita kesempatan untuk menentukan nasib Indonesia. Tuhan tunjukkan berbagai ancaman untuk Indonesia: banyak gunung berapi akan meletus, akan ada upaya pemecah belah, bahkan hingga terjadi pertumpahan darah.

Peneguhan dari hal di atas:
Seorang di luar Bahtera yang bertobat 10 tahun yang lalu, dia mendapat karunia mimpi dalam bentuk asli dan bukan perlambang. Dia sudah mendapat mimpi tentang tsunami Aceh dan lumpur lapindo. Tapi karena sebelumnya tidak punya komunitas, dia tidak lakukan apa-apa. Kali ini orang ini mimpi tentang gunung-gunung yang meletus, dan salah satunya gunung Anak Krakatau, dan dampak letusannya akan sangat besar. Orang ini juga bermimpi melihat pertumpahan darah.

Jika Tuhan memberitahukan manusia tentang suatu bencana, sebenarnya itu berarti masih bisa dibatalkan, dicegah, minimal dikurangi dampaknya.

Berkaitan dengan semua hal yang didapat tersebut, maka kita harus mendoakan bangsa kita. Salah satu hal yang harus dilakukan adalah mematok bagian tengah Indonesia:
  • Untuk seluruh wilayah Indonesia, darat dan laut, titik tengahnya adalah selat Makasar (antara pulau Sulawesi dan pulau Kalimantan). Dikerjakan oleh p Luky dari Mahanaim, p Yohanes Temanggung, dan bu Ribka (Tim 1).

  • Untuk wilayah daratan saja, titik tengahnya adalah sebuah gunung di Kalimantan Tengah, dekat Palangkaraya (Tim 2).


Tim 1 berangkat dari Mamuju, Sulawesi Barat, dikawal oleh 4 aparat. Selat Makasar dikenal sebagai "segitiga bermuda" Indonesaia. Banyak kecelakaan di daerah itu: jatuhnya Adam Air, tenggelamnya kapal Tampomas. Di daerah itu magnetik-nya kuat, tidak ada sinyal apapun.
Mobil dari tim 2 menabrak motor, dan pengendaranya terpental. Mobil dan motor rusak. Pengendara motor sempat pingsan, tapi setelah didoakan lalu bangun dan hanya luka ringan. Setelah itu tim 2 tidak bisa komunikasi karena tidak ada sinyal. Lama perjalanan harusnya 12 jam, dengan menumpang mobil proyek bisa ditempuh hanya dalam 5 jam.

2 tim belum kembali sesuai jadwal. Tim 1 kehabisan bahan bakar, sehingga hanyut hingga bergeser mil dibanding posisi yang seharusnya. Tim pencari baru berangkat jam 8 pagi, tapi setelah 1 jam balik lagi karena ombak besar dan salah satu mesin mati. Helikopter yang akan disewa terjebak badai, mendarat di bukit, dan tidak bisa menembus awan. Kapal cepat yang akan dikirim tim SAR kehabisan behan bakar, dan perlu 4 jam untuk beli di kota lain. Akhirnya yang diberangkatkan untuk mencari: kapal perang AL dan pesawat F16 AU.
Pertolongan Tuhan: Tim 2 yang di gunung tinggal di rumah salah satu pemimpin desa. Tim 1 yang di laut ditolong dan ditarik oleh kapal nelayan, setelah bu Ribka berteriak-teriak minta tolong.
Semua ini dilakukan karena kita sedang menghadapi sesuatu yang sangat serius bagi bangsa Indonesia.

Apapun yang akan Tuhan kerjakan terhadap suatu bangsa, selalu ada ukurannya. Dan dilambangkan dengan
cawan.

Kej 15: 13-16
Saat akan membentuk bangsa Israel, rahimnya di Mesir, disemai selama 400 tahun dan diperbudak. Selama perbudakan mereka tidak dibayar, saat keluar dari Mesir mereka merampasi kekayaan orang Mesir. Tuhan tidak semena-mena dengan menyingkirkan bangsa Kanaan, tapi dalam keadilanNya itu tidak dilakukan karena kedurjanaannya belum genap.

Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genapTetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap (Kej 15: 13-16)

Jika suatu bangsa bersikap durjana, tapi seolah-olah tidak ada dampaknya secara langsung, itu karena cawan/ takaran Tuhan belum penuh.

Saat Tuhan hendak memusnahkan sebuah bangsa, ada ukuran kedurjanaan dan kejahatan yang harus digenapi. Sebaliknya untuk menyelamatkan dan mengubah suatu bangsa, maka diperlukan takaran tertentu yang harus dipenuhi.

3 takaran/ cawan yang harus kita perhatikan:
1. Cawan doa
Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus. (Why 5: 8)

Doa kita diukur dan ditimbang dengan sebuah cawan emas yang dipegang oleh para tua-tua. Saat cawan penuh dan naik ke hadapan Tuhan, maka akan dilemparkan ke bumi dan menghasilkan kegerakan yang luar biasa.

Why 8:1-5

Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi. (Why 8: 4-5)

Untuk mengubah bangsa Indonesia, kita harus penuhi cawan doa kita, minta Tuhan ubah dan selamatkan bangsa Indonesia. Jika kita tidak ikut berdoa, maka cawan doa tidak segera penuh. Jika cawan itu tidak penuh, tidak ada alasan bagi Tuhan untuk bergerak menyelamatkan bangsa kita, karena tanggung-jawab mendoakan bangsa ada di tangan kita.

Keep on asking and it will be given you; keep on seeking and you will find; keep on knocking [reverently] and [the door] will be opened to you (Mat 7: 7, AMP)

Kita diajarkan untuk tidak jemu-jemu berdoa karena itu mengisi cawan doa kita. Jika dalam pergumulan, doa kita belum dijawab, kita harus terus berdoa karena takarannya belum penuh. Jika yang kita berdoa untuk orang lain, atau hal yang lebih besar seperti kota atau bangsa, maka takarannya beda.

dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga- jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus- putusnya untuk segala orang Kudus, (Ef 6: 17-18)

Ada doa dan permohonan yang harus kita naikkan tanpa putus, supaya cawan doa itu penuh.

Pilih salah satu hari dalam seminggu hingga pemilihan Presiden, untuk doa-puasa bagi bangsa Indonesia, supaya cawan doa penuh.

2. Cawan deklarasi
and has made us kings and priests to His God and Father (Why 1: 6a, NKJV)

Tuhan membuat kita menjadi raja-rajaNya dan imam-imamNya.
And have made us kings and priests to our God; And we shall reign on the earth (Why 5: 10, NKJV)

Menjadi imam-imam dan raja-raja dari Tuhan adalah mandat dan
destiny kita. Artinya kita diberi kehormatan dan mandat oleh Tuhan untuk ikut menentukan apa yang terjadi pada bangsa kita.

Jika kita diam, maka setan akan meraja-lela. Tapi jika imam-imam dan raja-raja bertindak, maka hasilnya akan luar biasa!

Kekuatan imam-imam dan raja-raja: yang mereka ucapkan akan terjadi !

Raja-raja mengucapkan hal-hal yang berkaitan dengan kejadian-kejadian di dunia. Imam-imam mengucapkan hal-hal yang berkenaan dengan kerohanian seseorang.

You will make your prayer to Him, and He will hear you, and you will pay your vows. You shall also decide and decree a thing, and it shall be established for you; and the light [of God's favor] shall shine upon your ways (Ayb 22: 27-28, AMP)

Kita akan memutuskan (
decide) dan mendeklarasikan (decree) sesuatu, dan itu akan terjadi. Doa adalah tugas imam di perjanjian lama. Sedangkan decide and decree adalah tugas seorang raja.

And since we have the same spirit of faith, according to what is written, “I believed and therefore I spoke,” we also believe and therefore speak (2Kor 4:13, NKJV)

Percaya (
beliving) dan berkata-kata (speaking): apa yang kita percayai, itu yang kita katakan !

Contoh:
  • Tuhan ubah nama seseorang supaya nasibnya berubah. Abram jadi Abraham, Sarai jadi Sara.
  • Beberapa anak peserta red carpet tidak punya biaya untuk ke luar negeri, mereka menulis nama negara, ditempel di dinding, dan memperkatakannya. Akhirnya mereka bisa berangkat.
  • Perwira Romawi minta Yesus berkata, maka hambanya sembuh.

Jangan biarkan dekrit orang lain menguasai hidup kita:
  • Saat orang berkata kita “seperti orang susah” - katakan “aku orang paling berbahagia”
  • Saat orang berkata “wajahmu tidak meyakinkan” - katakan “sedang dalam proses perubahan yang luar biasa”
  • Saat orang berkata “kamu koq selalu sial?” - tolak dalam nama Tuhan Yesus, “aku orang yang diberkati dan berkelimpahan”.
  • Saat orang berkata “Indonesia gawat“ - balikkan “Indonesia akan jaya, mulia, dan dilawat Tuhan dengan luar biasa!”

Tujuan Tuhan memberikan radio Rhema adalah supaya Firman disampaikan dan udara dipenuhi kebenaran. Deklarasikan Firman Tuhan setiap kali memasuki tempat kerja/ usaha kita.

Kita bukan mengingkari fakta yang tidak baik, tapi kita menetapkan hal sebaliknya yang dari Tuhan.

3. Cawan Kebaikan
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan,tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!(Rm12:21)

Keributan, kerusuhan dan huru-hara adalah kejahatan. Benih-benih kejahatan: dikecewakan, tertipu, marah, dikhianati, tertindas, dll. Benih ini bisa dipadamkan dengan kebaikan.

Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! (Fil 4: 5)


Yang harus kita lakukan:
  • Gerakkan semua di sekitar kita untuk berdoa dan berpuasa bagi bangsa.
  • Deklarasi bagi bangsa dan bagi diri sendiri!
  • Lakukan/ tebar kebaikan:
    • Anak sekolah membagikan mainan kepada yang tidak mampu
    • MK membagikan makanan di jalan-jalan
    • Jaringan impact: membagikan sarung di daerah yang paling miskin di lokasi masing-masing. Sarung asosiasi dengan ibadah. Bangsa kita perlu "di-sarungi", supaya malu untuk berbuat buruk (korupsi dll)

Pengumuman:
  • Yang tergerak: beli sarung, kumpulkan ke gereja, gereja yang akan menyalurkan. Hubungi: Samuel Elisa Purnomo (081 805 82 000 3). Bagi yang akan menyumbang dalam bentuk uang ke rekening BCA 898 500 8091 a/n Samuel Elisa Purnama. 1 pcs harganya 20 ribu.

  • Seminar 1 dan 2 Mei, souvenirnya replika cawan.


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Tuesday, April 1, 2014

Its my Time – John Avanzini – Jumat-Sabtu-Minggu, 28-29-30 Maret 2014

Jumat-Sabtu-Minggu, 28-29-30 Maret 2014
Its my Time
John Avanzini

Petrus Agung
Kairos
Yesus sering sembuhkan banyak orang yang sakit dalam suatu peristiwa. Di tepi kolam Betesda banyak orang yang sakit, tapi kairos saat itu hanya untuk 1 orang. Hari ini mata Tuhan sedang tertuju kepada pribadi, dan Tuhan bertanya kepada masing-masing kita: "maukah engkau sembuh?"

Banyak orang pergi ke gereja, tapi tidak punya level iman yang cukup untuk berkata: “ini hari-ku !”, “aku terima mujizatku hari ini”, dan “tidak kubiarkan berkat itu tercecer !”.

Noise dan Voice
Kata noise dan voice mirip. Voice adalah suara yang bermakna, noise adalah suara tanpa makna. Ada banyak noise di sekitar kita: suara-suara yang bukan dari Tuhan, maka kita harus belajar mengabaikannya.
Suatu kali Yohanes Pembabtis membabtis Yesus, Dia kenali Yesus sebagai Mesias. Saat keluar dari air banyak orang mendengar suara petir menyambar-nyambar, itulah noise yang tidak ada artinya. Tapi Yohanes Pembabtis dan Yesus mendengar voice dari Bapa: “Inilah anakKu yang Ku kasihi”.

Bartimeus yang buta mengemis di gerbang Yerikho. Kota Yerikho dikutuk Yosua, Timeus artinya anak haram. Bartimeus artinya anak haram yang mengemis di depan kota terkutuk. Suatu hari dia mendengar noise, dia bertanya apa yang terjadi. Ada noise lain yang berkata bahwa itu adalah Yesus dari Nazaret. Di Nazaret Yesus tidak bisa melakukan mujizat apapun, ditolak oleh keluarga dan kampungnya. Tapi di antara begitu banyak noise, ada voice dari Tuhan: itulah Yesus anak Daud.

Pilihlah untuk mendengar voice: suara Tuhan, abaikan semua noise yang lain!

Saat Yesus menyampaikan kebenaran, banyak orang meninggalkannya. Tapi murid-murid tetap tinggal. Yang meninggalkan Yesus mendengar noise, murid-murid yang tinggal mendengar voice .

Respon
Banyak janda di Israel, tapi saat kekeringan, Tuhan utus Elia ke janda Sarfat. Sarfat adalah kampung halaman Izebel. Di ujung cerita ada mujizat: tepung dan gandum milik janda itu tidak pernah habis. Raja Ahab dan Izebel berkata pada seluruh Israel bahwa kekeringan selama 3 tahun itu adalah karena Elia. Berita ini meracuni hati orang-orang Israel. Maka jika saat itu Elia meminta makan pada salah satu keluarga di Israel, dia akan ditolak, karena dia dianggap penyebab terjadinya kemarau.

Seberapa besar mujizat terjadi tergantung seberapa kita merespon.

Samaria dikepung musuh selama beberapa waktu, hingga terjadi kelaparan. Saat nabi mengatakan bahwa besok terjadi kelimpahan, seorang perwira mentertawakan. Akibatnya saat kelimpahan itu datang, perwira itu hanya lihat dan tidak ikut menikmati, malah mati terinjak-injak.

unbelieve is deadly - ketidakpercayaan itu mematikan! Jangan biarkan setan melemahkan hidup kita!


John Avanzini
Tuhan mengutus ps John untuk alasan yang sangat spesial: sesuatu yang sangat dahsyat akan terjadi. Gereja ini memasuki hari yang baru. Dan itu juga muncul dalam hidup kita. Sejak hari ini hingga akhir tahun ada 1 proyek yang baru: yaitu kita masing-masing sebagai pribadi. Tuhan akan bergerak dengan cara yang sama-sekali baru. Tuhan melihat semua yang sudah gereja lakukan bagi semua lapisan yang membutuhkan, maka Tuhan berkata bahwa sudah waktunya menerima hadiah.

Saat ada orang banyak mengikuti Yesus. Tapi seorang wanita menerobos dan meraih ujung jubah Yesus. Wanita itu berkata bahwa "itu waktuku!, aku akan memperoleh apa yang aku inginkan"

Kita selalu berfikir sebagai kelompok, tapi hari ini spotlight surga tertuju kepada masing-masing pribadi, bukan kelompok. Mulai hari ini hingga 9 bulan kemenangan. Ini tidak ada hubungan dengan iman ps john, tapi iman jemaat untuk percaya bahwa ini adalah waktu kita pribadi.

Ini adalah waktu kita, bukan sebagai kelompok, tapi sebagai pribadi.

Yes 43: 18-21
"Jangan ingat-ingat hal-hal yang dahulu" – ini bukan hanya melupakan hal-hal buruk, tapi juga yang baik di masa lalu. Hal-hal yang baik di masa lalu tidak sebanding dengan apa yang akan kita alami segera. Apa yang di masa lalu terlihat besar, akan terlihat kecil saat kita terima hal baru di depan kita. Tuhan akan buat sesuatu mujizat yang besar, dan kita tidak akan terkejut karena kita sudah tahu. Segala sesuatu akan berubah sejak hari ini dan selanjutnya!

Ada standart baru untuk mujizat yang akan kita terima segera.

Mujizat kita tidak hanya terjadi 1 kali (event), tapi dalam siklus (cycle) yang terus terjadi. Hal ini hanya terjadi pada mereka yang tahu bahwa ini adalah waktu baginya.

Ay 19 – sesuatu yang baru akan muncul, mujizat akan mengejar kita, dan kita tidak perlu bersusah-payah untuk mendapatkannya.

Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu, kamulah yang akan memilikinya: mulai dari padang gurun sampai gunung Libanon, dan dari sungai itu, yakni sungai Efrat, sampai laut sebelah barat, akan menjadi daerahmu. (Ul 11: 24)

Allah memerintahkan kepada Abraham untuk menjalani negeri, dan dimanapun yang dia jalani- jadi miliknya. Karena kita di dalam Kristus, maka kita juga benih Abraham, dan juga berhak mendapat janji yang sama. Dunia menuju resesi besar, tapi kita akan ada di puncak gunung Tuhan. Setiap tanah yang kita injak akan menjadi milik kita. Bukan Tuhan yang menentukan berapa besar berkat yang kita terima, tapi kitalah yang menentukannya.

Ay 25 - iblis berkata bahwa dia punya kuasa. Tapi kita harus berkata balik: "kami tidak takut, dan iblis harusnya takut pada kami". Semua kuasa kegelapan akan ketakutan karena kuasa Roh Kudus yang kita bawa. Tidak ada musuh yang bertahan di hadapan kita, musuh kita akan ada di bawah kaki kita.

Ul 28: 2-8
Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu (Ul 28: 2)

Sejak hari ini, saat kita melangkah, berkat akan mengikuti dan mencari kita. Kesembuhan terjadi, kelimpahan mengalir.

Ay 3a – bisnis ada di kota, tersedia bagi semua pengusaha muda.
Ay 4 – Tuhan sedang mengirim kemakmuran ke dalam kehidupan kita.
Ay 5 – keranjang/ bakul adalah transaksi harian kita. Mujizat ini tidak hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari, tapi juga untuk masa depan: tabungan, investasi, rumah, kendaraan, dll.
Ay 7 – musuh ketakutan melihat kedatangan kita.
Ay 8 – Tuhan memerintahkan berkat ke atas kita. Firman Tuhan ini seperti terang: bergerak cepat mengusir kegelapan.

Im 26: 5 – ada siklus panen. Setelah memanen kacang-kacangan, anggur siap dipanen. Setelah anggur selesai di panen, gandum siap dipanen. Artinya: panen yang terus-menerus.

Supaya ada panen yang terus-menerus, harus ada taburan yang terus menerus

Setiap pagi kita harus menyadari bahwa:
  1. Musuh ada di bawah telapak kaki kita.
  2. Kita berjalan di dalam janji-janji Tuhan.
Untuk itu ps John memberikan “talking shoes” (sepatu yang berbicara):
  • Stiker E artinya enemy (musuh) : rekatkan di bagian dalam sepatu kiri.
  • Stiker P arinya promise (janji) : rekatkan di bagian dalam sepatu kanan.


Maka setiap kali kita melepas dan memasang sepatu, sepatu itu akan “berbicara” :

engkau akan menginjak musuh, dan melangkah dalam janji-janji Tuhan.

Kita akan menjalani seluruh negeri, dan di setiap tempat kaki kita menjejak, akan menjadi milik kita.


Petrus Agung
Mujizat finansial tidak berkaitan dengan profesi: pendeta atau pengusaha.

Tidak ada hal yang kita tuai yang tidak kita tabur

Petani Indonesia berfikir bagaimana bisa panen setiap hari. Sebagai contoh durian di Indonesia hanya panen 2 kali setahun. Tapi di Thailand tersedia durian setiap hari.

Seorang rekan bercerita bahwa dia bisa membuat supaya panen setiap hari: setiap hari menanam benih yang berbeda, di tempat yang berbeda. Dia menanam tanaman yang jangka waktu panen pendek, tapi juga yang waktu panen panjang. Misal: apel dan mangga, harus bertumbuh jadi pohon terlebih dulu sebelum bisa dipetik hasilnya. Petani yang tidak menabur benih akan menuai rumput liar.

Saat p Agung merefleksi ke belakang, ternyata banyak menabur: membantu bea siswa seorang anak, membayar sewa rumah seseorang, dll. Begitu memberi, lalu terupakan karena berbagai kesibukan. Ternyata ujungnya saat p Agung membutuhkan sesuatu, tuaiannya telah tersedia.

Memberkati harus jadi gaya hidup: mendoakan, mengunjungi yang sakit, hibur yang sedih, memberi makan orang miskin, memberi perhatian, mendukung dana pelayanan, memberi persembahan, dll. Maka suatu hari kita akan menuai dengan luar biasa.

Saat kita berbagi kebaikan, maka suatu saat apa yang kita tabur akan tumbuh dan menghasilkan panen bagi kita.

Amplop persembahan:
  1. Persembahan reguler
  2. Janji iman untuk menabur benih yang signifikan dalam 30 hari.

Rekening untuk janji iman dan persembahan:
Bca Cabang gang tengah semarang
182 492 7777 a/n Petrus Agung Purnomo


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064