Thursday, July 16, 2015

Hati yang Menimbang dengan Bijak – Petrus Agung – Minggu, 12 Juli 2015

Minggu, 12 Juli 2015
Hati yang Menimbang dengan Bijak
Petrus Agung

Mat 13: 4-8
Banyak orang kehilangan potensi ajaib dari firman Tuhan, padahal potensi itu bisa membuat kita mencapai 100x lipat. Ini karena kita tidak sadar bahwa peluang mendekati kita. Baru kelak di hadapan Tuhan, kita tahu bahwa kita kehilangan banyak hal.

Ada berbagai alasan membaca Firman: kebiasaan, kewajiban, dll. Saat membaca dan mendengar Firman, adalah saat yang penting, karena ada benih kebenaran yang ditaburkan Tuhan. Jika tanah kita baik, maka bisa berubah dahsyat: 30-60-100 kali ganda.

Sayangnya kebanyakan orang seperti tanah di pinggir jalan. Banyak orang datang ke gereja karena rutinitas. Setelah pulang, kembali ke rutinitas kehidupan. Hari senin-nya Firman itu sudah hilang dan terlupakan. Itu masih di tahap mengingat, belum sampai tahap mengubah kehidupan.

Benih Firman Tuhan itu kuasanya tidak pernah hilang dalam hidup kita, dan mempunyai daya pelipat-gandaan tak terbatas.

Ilustrasi:
Ditemukan mumi mesir berusia 3 ribu tahun. Setelah dibuka, ada mayat wanita yang memegang seikat bunga. Para arkeolog menemukan biji bunga yang dipegang, lalu diserahkan pada ahli botani. Setelah ditanam, ternyata tumbuh jadi bunga yang indah, dan dinamai dahlia.
Benih bunga bisa bertahan 3 ribu tahun, maka benih firman Tuhan itu kekal.

Setiap kali mendengar Firman, minta Roh Kudus ajari, karena itulah yang akan merubah hidup kita

Ilustrasi meletakkan sesuatu dengan salah:
Samuel kecil ber-ulang tahun. Orang tua-nya membelikan hadiah: kue tart dan mobil dengan remote control. Anak ini meletakkan mobil di atas tart, dihidupkan, maka mobil berputar. Ujungnya roti tart berantakan, dan mobil rusak total.

Letakkan firman di dalam hidup kita dengan benar.

Belajar dari Yusuf
Kej 37:3, 41: 14

Then Pharaoh sent and called Joseph, and they brought him hastily out of the dungeon. But Joseph [ first ] shaved himself, changed his clothes, and made himself presentable; then he came into Pharaoh's presence. (Kej 41: 14, AMP)

1. Pakaian kita menunjukkan siapa diri kita saat ini dan kelak
Yakub mencintai Yusuf sejak kecil, bukan sekedar karena Yusuf lahir di masa tua yakub. Ungkapan itu artinya Yusuf anak yang bijaksana dan bertanggung-jawab. Yakub memberikan jubah bangsawan/ pangeran pada Yusuf.

Bagi orang Yahudi pakaian sangat penting, karena bukan hanya menunjukkan siapa dirinya, tapi juga akan jadi apa kelak di masa depan.

Kesaksian
Di TV Amerika, Lisa Bevere menjawab sebuah pertanyaan di stasiun TV : apakah anak gadis boleh mengenakan rok mini dan pakaian yang terbuka?
Jawabannya: tidak ada yang melarang. Tapi penampilan seseorang menunjukkan dia seperti apa, dan ingin jadi seperti apa? Jika kamu putri raja (princess), berpakaianlah seperti princess, jika kamu pelacur, berpakaianlah seperti pelacur.

Pakaian menunjukkan keyakinan kita, dan siapa kita di hari ini dan di masa depan.

Contoh di Alkitab:
  • Salomo punya hikmat yang tak tertandingi. Salah satu hal yang membuat ratu Sheba tercengang adalah saat melihat cara berpakaian para pegawainya.
  • Yakub punya iman dan meletakkan impian itu pada Yusuf

Akar kata pakaian dalam bahasa Ibrani adalah pengkhianat. Artinya pakaian bisa mengkhianati kita.
Contoh: Anak ingin jadi pricess. Tapi orang tua membiarkan dia berpakaian yang "menjual". Maka pakaian yang dikenakannya mengubah destiny-nya, seperti mengkhianatinya di masa depan.

Jika kita punya cita-cita yang hebat, tapi berpakaian buruk, maka pakaian yang kita kenakan itu seperti mengkhianati kita.

Contoh nubuat bagi diri sendiri:
  • P Agung ke Sentosa Island - Singapura bersama p Timotius. Salah seorang rekan berfoto di bekas penjara, seolah-olah dia adalah tahanan. 4 tahun kemudian dia benar-benar dipenjara. Tanpa sadar dia bernubuat bagi dirinya sendiri.
  • Saat masih miskin, John Avanzini memotong koran hingga seukuran uang kertas, lalu menumpuknya. Di luar tumpukan dipasang uang pecahan $100, lalu diikat dan dikantongi. Setiap kali kekurangan uang, dia pegang dan lihat tumpukan kertas itu. Ps John sedang mengajari jiwanya untuk percaya bahwa Tuhan bisa memberkatinya berkelimpahan.

Mari bernubuat dengan benar, baik dan tepat dalam hidup kita.

Banyak hal besar gagal karena masalah sepele, contohnya:
Seorang anak muda kaya penampilannya sederhana, dan cenderung tampil miskin. Saat akan menandatangani kontrak puluhan milyar, dia berpakaian biasa, naik metro mini. Saat turun dari metro mini, pemimpin perusahaan yang akan memberi kontrak baru itu turun dari mobilnya. Bos itu membatalkan kontrak itu. Anak muda ini bertobat, berdoa, berusaha menjelaskan, akhirnya mendapatkan kontrak itu setelah ada rekomendasi banyak orang.

2. Penampilan kita menunjukkan apa yang di dalam kita
Firaun ingin cepat-cepat bertemu Yusuf, tapi Yusuf menunda, dan lebih dulu membuat dirinya pantas bertemu Firaun dengan bercukur dan mandi. Ini karena orang Mesir di masa itu tidak suka jenggot, tapi lebih suka penampilan tercukur bersih, tidak berjanggut, tidak berkumis, gondrong, dll.
Maka saat tampil di depan Firaun, Yusuf langsung dipercayai, di antaranya karena penampilannya.

Ilustrasi
Presiden Lincoln (USA) membutuhkan menteri. Seseorang yang sangat qualified diajukan. Setelah di wawancara, ternyata orang itu ditolak, karena wajahnya jelek. Presiden Lincoln berkata bahwa sebelum usia 40 tahun wajah seseorang adalah pembawaan. Tapi di atas 40 tahun, wajah menunjukkan siapa dia: apakah pengomel dan pengeluh, atau suka mengucap syukur.

Kata "wajah" dalam bahasa Ibrani artinya
insight , yang di dalam.

Ekspresi wajah kita tergantung reaksi kita: marah, mengomel, mengeluh; atau penuh ucapan syukur

Neh 2: 1-2 – Perkataan raja membuat Nehemia ketakutan. Ini karena salah satu arti kata "muram" adalah "jahat (
evil)". Saat raja melihat wajah yang "jahat" dari bawahannya, raja bisa membunuhnya.

Fil 4:4 – Tuhan mengajak kita bersukacita, karena dampaknya sangat besar dalam hidup kita.

Apapun kewajiban kita bukanlah beban, tapi adalah kepercayaan Tuhan pada kita.

3. Jangan pasif
2 Raj 7: 1-4
Di kota ada kelaparan. Orang kusta ada di luar tembok kota dan biasa mendapat belas-kasihan keluarganya dan orang-orang kota. Mereka dihadapkan pada beberapa pilihan: duduk-duduk saja, pasif, seperti pilihan kebanyakan orang, lalu mati kelaparan. Atau bergerak ke perkemahan lawan dengan kemungkinan mati dibunuh atau mendapat makan.

Jangan membiasakan hidup dari pertolongan dan kemurahan hati orang lain.

Jika kita terbiasa hidup dari uluran tangan orang lain, maka kita tidak akan pernah lepas dari cara ini. Orang yang dibantu saat kesulitan, seringkali akan datang lagi di waktu lain dengan kebutuhan lain. Setiap orang punya tingkat keletihan dalam membantu. Jika mereka membantu, tapi tidak ada hasilnya, tidak ada laporan (report) dan tidak ada hasilnya, mereka akan letih dan berhenti.

Kita punya Tuhan yang hidup, jangan selalu andalkan orang lain, tapi andalkan Tuhan.

Mujizat dalam kata Ibrani "nes". Dari kata ini ada 2 arti: "mujizat" dan panji "nissi".
Kata "nes" artinya panji-panji yang diangkat dan digerakkan maju, sebagai tanda pasukan bergerak maju dalam peperangan.

Jika kita ingin mengalami mujizat, kita harus berdiri, mengangkat panji-panji, dan bergerak, maka Tuhan akan membuka pintu di depan kita.

Ilustrasi iman:
Gedung-gedung modern pintunya selalu tertutup. Tapi saat kita mendekati, pintu akan terbuka sendiri.

Selama kita jadi orang yang pasif, tidak akan ada sesuatu yang terjadi.
  • Petrus tidak akan berjalan di atas air jika dia tidak melangkah keluar dari perahu.
  • Henokh, Nuh, Abraham, Musa, semua hidup-bergaul-berjalan bersama Tuhan.
  • Orang sakit di tepi kolam Bethesda. Yang Yesus perintahkan pertama kali bukan kesembuhan, tapi tindakan yang bisa dilakukan jika si sakit sembuh. Saat si sakit bergerak, dia sembuh.
  • Ps. Mathew Barnett sekarang memiliki Dream Center dan Angelus Temple, dll. Tapi semua diawali karena dia bergerak.

Resume
  • Benih yang terbaik jatuh di tanah subur
  • Cara berpakaian menentukan masa depan
  • Jangan pernah berhenti bergerak

Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064

Monday, July 13, 2015

Menjelang Tuhan Datang – Petrus Agung – Minggu, 21 Juni 2015

Minggu, 21 Juni 2015
Menjelang Tuhan Datang
Petrus Agung

Kita bisa menawar maju-mundurnya sebuah peristiwa dengan jalan berdoa kepada Tuhan. Tapi jika sudah ditetapkan maka tidak bisa dibatalkan manusia.

Kitab Matius pasal 24-25 adalah rangkaian pengajaran Yesus tentang akhir jaman, dan terbagi menjadi 2 bagian:
  1. Tanda-tanda yang akan terjadi sebelum Tuhan datang yang kedua kali. Bagian ini tidak bisa diubah dan harus terjadi.
  2. 4 perumpamaan yang merupakan nasehat Tuhan pada kita: bagaimana sikap kita dan apa yang harus dilakukan untuk menyambut kedatangan Tuhan.

Tidak ada gunanya mengerti tanda-tanda kedatangan Tuhan jika kita tidak punya sikap hati dan kesiapan.

Bagi orang yang tidak siap, kedatangan Tuhan yang kedua kali adalah malapetaka besar, tapi merupakan berkat besar bagi mereka yang siap.

Mat 25: 25-30 – Hamba ke-3 mendapat 3 predikat buruk dari tuannya: jahat, malas, tidak berguna.

Ilustrasi
Saat seseorang Kristen bekerja dan berbuat kesalahan, maka akan ada perkataan: "Kristen koq begitu?". Artinya masyarakat memberi standar bahwa orang Kristen harus seperti Kristus.

1. Predikat pertama: jahat
Dalam Alkitab bukan ini satu-satunya hamba mendapat predikat jahat.

Mat 24: 45-51

"Who then is a faithful and wise servant, whom his master made ruler over his household, to give them food in due season? (Mat 24: 45, NKJV)

Household : rumah tangga dalam pengertian luas, dan secara keseluruhan. Akar katanya dari therapy, artinya suatu proses untuk perbaikan menuju kesembuhan.

Perumpamaan ini adalah peringatan (
warning) bagi semua orang. Ada hamba yang setia dan bijaksana. Hari ini sulit untuk mencari orang yang setia. Tuhan mencari orang-orang yang setia dan bijaksana, untuk diangkat. Orang ini akan Tuhan pakai untuk menyembuhkan-memulihkan-memberi makan hamba-hamba Tuhan yang lain.

Saat seseorang mulai diangkat hatinya bisa berubah. Kejahatan ada di dalam hati seseorang dan tidak terlihat pada awalnya, bahkan orang itu sendiri sering tidak menyadarinya. Saat ada kejadian yang menekan, sifat itu tiba-tiba keluar.

Contoh:
Saat seseorang miskin, tidak punya apa-apa dan menderita, lalu ada orang memaki dan memfitnah, dia tidak membalas, hanya menangis di depan Tuhan. Orang melihat bahwa dia orang yang baik. Suatu kali hidupnya dipromosi Tuhan dan jadi kaya. Begitu diangkat, punya kuasa dan uang, saat mengalami hal yang sama dengan masalah di masa lalu (dimaki dan difitnah), tiba-tiba tanduk-taring-cakarnya muncul, memanggil pengacara, menuntut orang yang menekan supaya masuk penjara.

Saat tertekan maupun diberkati, hati-hati dengan respon hati, karena kejahatan bisa muncul.

Kejahatan yang diceritakan Alkitab
  • Kain membunuh Habel
  • Saudara-saudara Yusuf ingin membunuh Yusuf

Saat orang tidak mencapai titik ekstrim tertentu di hidupnya, belum terbuka siapa dirinya sebenarnya.
Jangan ada kejahatan dalam hati kita.

Saat ada orang-orang yang hidupnya tergantung pada kita, maka kita harus berhati-hati, karena kita akan jadi orang yang menuntut orang lain.

Contoh:
Seseorang memberi dana rutin bea siswa pada anak panti asuhan. Saat si anak terima rapor, ternyata nilai pas-pasan. Orang ini mulai marah, dan mengancam untuk men-stop bea siswa.
Di awal orang ini niatnya murni, termasuk orang yang setia dan bijaksana. Saat si anak mulai bergantung pada bea-siswa, timbul tuntutan, tidak lagi murni menolong orang yang tidak beruntung. Motif-nya bergeser jadi mengontrol. Ujungnya si anak disuruh bekerja di rumahnya.

Saat kita bisa berbuat banyak bagi orang lain, sebenarnya Tuhan sedang mengangkat kita, dan tujuannya supaya kita men-therapy orang lain.

Kejahatan artinya saat diangkat, tidak ada lagi belas kasihan.

maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik (Mat 24: 50-51a)

Munafik artinya seperti aktor memainkan peran tertentu. Di setiap saat perannya berubah.

Aktor di jaman awal.
Drama Yunani ditampilkan di Amphitheatre. Banyak drama hanya dimainkan oleh 1 orang pemain. Di tengah panggung ada cekungan kecil sebagai pusat. Setiap kali aktor itu bergeser ke salah satu posisi, maka suaranya berubah, sehingga bisa memerankan berbagai peran.

Jangan bermain sebagai aktor di hadapan Tuhan. Tuhan melihat yang di hati. Kita harus punya ketulusan dan apa adanya di hadapan Tuhan.

2. Predikat ke-2: malas
Seringkali kemalasan kita berasal dari ketakutan. Ketakutan bisa melumpuhkan kita, sehingga kita tidak melakukan apa yang seharusnya menjadi kewajiban kita.

Ada 2 ketakutan dalam gereja yang harus diperangi: ketakutan untuk memberitakan Injil, dan ketakutan untuk menjalankan uang Tuhan.

2.1. ketakutan untuk memberitakan Injil

Apapun yang menakutkan dan tidak dalam kendali kita, akan mengendalikan dan melumpuhkan kita.

Ilustrasi
Di National Geographic ada program tentang seorang pawang anjing bernama Cesar, dari California. Saat anjing berulah, yang pertama kali dididik adalah pemiliknya. Anjing yang bermasalah selalu berusaha berjalan di depan tuannya. Cara mengatasi: pemilik anjing harus berjalan di depan si anjing.

S
aat ketakutan kita biarkan menguasai kita, maka semua bermasalah. Tapi saat semua kita kendalikan dengan otoritas Tuhan, maka semua terkendali.

Contoh memberitakan Injil
  • Ada seseorang yang hadir di KKR, bajunya hitam-hitam, memakai akik hitam, memakai blankon. Segera ada pasukan doa yang mendatangi, berperang, lalu di wawancara. Awalnya mengaku diundang Mahanaim, tapi kemudian terbukti bohong.
  • Seorang ibu punya banyak jimat. Dia mimpi diperintahkan "harus ke Holy Stadium untuk bertemu Hengky". Saat bertemu p Hengky, ditanyai, lalu dipimpin terima Tuhan Yesus, dan segera akan dibabtis. Ibu ini juga menyerahkan semua jimatnya.

Tidak banyak orang yang bisa menghadapi dan meng-handle masalah-masalah seperti ini. Ketakutan bisa membuat kemalasan: takut jika jadi ribut atau jadi masalah.

2.2. Ketakutan untuk menjalankan uang Tuhan.

Semua yang Tuhan berikan kepada kita selalu disertai tanggung-jawab: menjadi berkat bagi yang lain.

Kesaksian menjalankan uang Tuhan:
P Agung akan khotbah ke Sion Cirebon. Seseorang menelepon untuk memberkati dan minta no rekening. Ternyata jumlahnya sangat besar (1M). P Agung bertanya kepada Tuhan untuk apa uang itu, tapi tidak ada jawaban. Peristiwa ini 2-3 hari menjelang peperangan rohani di Monas.
Setelah berdoa di puncak Monas, p Agung didatangi sie transportasi yang minta didoakan. Sie transportasi butuh 1M, tapi uang belum ada sama sekali. Tuhan berkata: "ucap syukur, karena Tuhan sudah kirim dananya". P Agung serahkan dananya.
P Agung merasa jadi orang aneh karena tidak ada rasa sayang terhadap uang itu, malah merasa bahagia karena bisa menjalankan uang Tuhan.

Saat keuangan jadi hal yang menakutkan kita, maka mamon akan mengendalikan hidup kita.

3. Predikat ke-3: tidak berguna

Yesus mengajarkan
setelah kita melakukan semua tugas kita:

Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."(Luk 17: 10)

Predikat "tidak berguna" yang diberikan pada hamba ke-3 berbeda dengan ayat di atas.
Tidak berguna = un-profitable, tidak memberi manfaat dan keuntungan apapun bagi kerajaan Tuhan.

Apakah hidup kita sudah bermanfaat dan menguntungkan kerajaan Tuhan ?

Kesaksian
Seorang anak berusia 3 tahun menerima pengelihatan: Tuhan Yesus datang, dan minta mamanya membuka pintu. Saat pintu dibuka, si anak membungkuk menghormat. Dia lakukan itu karena diajari oleh malaikat yang berjalan di depan Yesus. Si mama minta si anak menanyakan bagaimana cara supaya diangkat. Tuhan Yesus jawab: si anak harus minta mamanya untuk diceritakan Alkitab, lalu juga harus melayani. Lakukan apapun yang dia sudah mampu lakukan.

Hidup kita harus punya manfaat bagi kerajaan Tuhan.

Lakukan apapun bagi kerajaan Tuhan, dari hal terkecil hingga terbesar, tapi semua harus keluar dari hati terdalam. Maka artinya kita jadi hamba yang berguna bagi kerajaan Tuhan

Menjelang Tuhan datang, kita harus didapati Tuhan tidak jahat, setia, bijaksana, tidak ada kemalasan karena ketakutan, dan hidup kita bermanfaat bagi kerajaan Tuhan.

Kata "hineni" arti literalnya ini aku. Arti yang lebih dalam: ini aku hambaMu, bukan karena dipaksa, tapi karena kita mencintai Tuhan. Lakukan semua karena cinta pada Tuhan.


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064

Tuesday, June 16, 2015

Menyongsong Yobel Besar 2 – Petrus Agung – Jumat, 22 Mei 2015

Jumat, 22 Mei 2015
Seminar Wadah yang Besar 2015
Menyongsong Yobel Besar (2)
Petrus Agung

Review seminar hari pertama
1. Paradigma yang benar tentang hal sekuler dan rohani
Segala sesuatu yang sudah bersentuhan dengan firman Tuhan, maka akan berlaku di jasmani dan rohani. Jika kita pisahkan antara yang rohani dan sekuler, maka kita akan rugi, karena membuang pengetahuan. Firman Tuhan adalah kunci pengetahuan.

2. Merenungkan firman Tuhan
Orang yang merenungkan firman Tuhan siang dan malam, apapun yang dibuat berhasil.
Merenungkan firman Tuhan itu seperti lembu memamah biak: firman Tuhan kita kunyah dan telan berulang-ulang. Maka kita mendapat kunci pengetahuan, maka apapun yang dibuat akan berhasil.

The law of attraction : Segala sesuatu di dalam hidup kita akan menarik hal-hal yang sama di luar.

Beberapa ahli psikologi menemukan fakta:
Otak kita sering mengeluarkan sinyal-sinyal tertentu, yang mengundang banyak hal datang dalam kehidupan kita. Apapun yang otak kita setuju, menarik sesuatu supaya hal yang kita setujui itu terjadi. Sebaliknya jika tidak setuju, otak mengeluarkan berbagai hal untuk menghalangi hal itu terjadi.

Maka kita harus berfikir seperti kata Alkitab:

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (Fil 4: 8)

Contoh: puasa
Saat diumumkan untuk berpuasa, awalnya kita bilang amin. Ini adalah keinginan. Tapi di otak sudah ada data: puasa tidak enak, tidak akan mampu, dll. Maka saat mulai start puasa, perut akan berbunyi. Padahal biasanya walau terlambat sarapan tidak terjadi apapun. Kemudian kepala pusing, maka harus minum obat. Tapi minum obat tidak boleh perut kosong, maka tergoda untuk makan. Atau tiba-tiba diajak makan. Akan ada berbagai hal yang setuju dengan pemikiran di otak: tidak usah puasa.

Contoh: kikir
Ada penggalangan dana di sekolah anaknya. Otaknya berkata: sayang untuk mengeluarkan uang. Selanjutnya akan terjadi berbagai hal, misal: dompet tertinggal, ban kempes, sakit perut, dll. Semua intinya "tidak usah menyumbang".

Vav
Dalam kitab Rut kalimatnya 90% diawali kata "vav". Kitab Rut dibaca pada hari Pantekosta. Artinya kita harus punya hubungan dengan Tuhan dan manusia.

Give, and it shall be given to you; good measure, pressed down, and shaken together, and running over, shall men give into your bosom. For with the same measure that you mete with it shall be measured to you again (Luk 6: 38, KJV)

Sebagian besar berkat yang Tuhan berikan di hidup kita adalah melalui orang lain, maka kita harus mengerti cara menjalin hubungan dengan orang lain.

4 Sungai di Taman Eden

Kej 2: 10-15 – Sepintas ini adalah peta geografis. Setelah dibandingkan dengan peta timur-tengah, 4 sungai ini tidak menyatu dan tidak ada titik temunya, dan jaraknya masing-masing berjauhan. Maka ini adalah peta secara rohani

Eden artinya kehidupan yang menyenangkan dan berkelimpahan.
Untuk mencapai tempat yang menyenangkan dan berkelimpahan, peta rohani berkata harus diairi 4 sungai: Pison (increase, bertambah), Gihon (menyembur/ bursting forth), Tigris (cepat/ rapid), Efrat (berbuah lebat/ fruitfullness).

Berkat Tuhan untuk kita sebagian besar berasal dari orang lain. Supaya orang lain bisa memberkati, maka kita harus siapkan salurannya. Cara kita bergaul dengan orang lain akan menentukan seberapa besar kemungkinan yang kita buka bagi Tuhan untuk bisa memberkati kita. Jika semua saluran kita tutup/ blok, akan menyulitkan Tuhan untuk memberkati kita.

Contoh:
Raja Israel-Edom-Yehuda berperang. Saat kekurangan air, mereka memanggil Elisa. Tuhan perintahkan mereka membuat parit untuk menampung. Setelah parit selesai, air datang.

Uang sebetulnya mudah, masalahnya apakah kita punya parit dan saluran-nya.

Saat kita meng-isolasi diri, hanya melakukan urusan rohani, tidak bergaul dengan orang lain, maka kita menutup akses dari orang lain.

Saat kita bisa memberikan 4 hal yang paling dikejar/ dibutuhkan manusia, itu seperti membuat saluran bagi Tuhan untuk memberkati kita.

Ben Somah, seorang rabbi Yahudi, mengatakan bahwa 4 sungai di sekitar Eden menggambarkan hal-hal yang paling me-motivasi seseorang untuk bergerak meraih sesuatu. 4 hal ini juga merupakan kebutuhan manusia : hikmat (
wisdom), kekuasaan (power), kekayaan (wealth), penghargaan dari orang lain.

1. Kebutuhan akan hikmat (
wisdom) dan pengetahuan
Semua orang suka bergaul dengan orang yang membuat wisdomnya meningkat. Setiap orang membutuhkan tambahan hikmat dan pengetahuan.

P Agung banyak bergaul dengan hamba Tuhan senior. Saat p Agung membagikan sesuatu yang baru, mereka tertarik dan akan meminta waktu untuk mengobrol lebih panjang.

Saluran pertama terbuka saat kita bisa memberikan pengetahuan tambahan kepada orang lain

Contoh:
Ada dokter mendiagnosa pasien, memeriksa pasien, memberi obat, tapi tidak menjelaskan penyakit kita. Ada dokter lain masih baru, suka menjelaskan banyak hal pada pasien.
Maka dokter ke-2 ini lebih disukai, karena memberi tambahan pengetahuan.

Steve jobs berkata:
stay foolish. Tetaplah merasa bodoh, sehingga selalu mencari tambahan ilmu pengetahuan.

Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku; mereka akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian. (Yer 3: 15)

Lembu (
ox), artinya: to asociate with, to learn. Urapan lembu berkaitan dengan belajar pengetahuan.

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; (Luk 11: 52a)

Semakin belajar firman Tuhan, semakin kita punya kunci pengetahuan.

Ilustrasi 1: penjual asuransi
Penjual asuransi bisa dikagumi atau dibenci. Jika pendekatannya dengan menakut-nakuti tentang kematian, maka orang akan jadi benci.
Orang yang tidak bijak mem-BC ke semua kontak. Ini tindakan bodoh. Jika 5 dari 100 orang itu punya uang tunai yang sangat besar (> 20M), sementara yang lain uangnya di bawah 1/2 M. Lalu agen ini mem-BC program: 5 tahun dapat 2M, maka BC dari orang ini akan selalu diabaikan oleh 5 orang ini karena merasa di luar level mereka. Atau sebaliknya ada program dimana 5 tahun mendapatkan 100M, maka bagi 95 orang yang lain program itu akan diabaikan.
Ada pengetahuan yang bisa diberikan pada orang tertentu, tapi orang yang sama tidak bisa menerima pengetahuan yang lain. Ini harus dipelajari dan diteliti.

Kita punya Roh Kudus dalam hidup kita. Maka dengan dibimbing Roh Kudus, kita bisa menyampaikan hal yang tepat sesuai kebutuhan yang mendengar.

Ilustrasi 2:
P Agung ke London. Sebelum pulang mereka cari tempat makan di tepi sungai Themes. Pelayannya mengajak beberapa orang untuk melihat daging-daging yang akan diolah sedang digantung, dalam ruangan pendingin. Pelayan itu menceritakan bahan/ dagingnya, pengolahannya, juga memberi saran-saran penyajian. Walau harga mahal, tapi ada kepuasan karena mengerti apa yang dimakan.
Ini memberi makan pada otak konsumen.

Ilustrasi 3:
Penjual kain mengarahkan pembeli-nya untuk memilih kain yang sesuai dengan pelanggan, memberikan pengetahuan tentang asal-usul kain, dst.

Ilustrasi 4:
Saat ke Korea p Agung diajak fine dining. Sebelum makan ada tampilan tentang sejarah Korea yang berkaitan dengan makanan yang akan dihidangkan. Orang bayar mahal untuk pengetahuan yang disampaikan.

Mari belajar membagikan pengetahuan bagi orang-orang yang bergaul dengan kita, maka itu akan membuka saluran bagi kita.

Ilustrasi memberikan tambahan edukasi pada sebuah produk
Saat ke luar kota, P Agung melihat mobil box dengan tulisan "think what you drink". Tubuh kita perlu mineral organik. Kita bisa mendapat mineral an-organik, jika itu menumpuk, akan jadi masalah bagi kesehatan tubuh. Untuk mengetahui apa yang kita minum, maka dilakukan eksperimen:
4 gelas air putih dari beberapa merk. Kemudian ada alat yang memisahkan mineral-mineral an-organik. Nampak 1 gelas tetap jernih, tapi 3 yang lain jadi keruh.

Memberi edukasi pada orang lain akan memberi nilai tambah. Ini memaksa kita selalu belajar.

Contoh:
Salmon yang bagus geraknya banyak. Maka beberapa orang menambahkan hiu kecil untuk mengejar ikan-ikan salmon, sehingga dagingnya lebih enak. Pengetahuan ini bisa disampaikan saat menawarkan produk pada pelanggan.

2. Kebutuhan akan kekuasaan
Daerah sekitar sungai Gihon adalah tempat Salomo dilantik sebagai raja.

Kekuasaan adalah ukuran dari kesanggupan kita untuk memberi pengaruh dan kendali atas dunia sekitar kita.

Kekuasaan juga berarti kemampuan untuk berkata "tidak" pada hal jelek yang ditawarkan pada kita.

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." (Kej 1: 26)

Dari awal manusia secara alamiah diberi kebutuhan untuk berkuasa.

Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu." (Kej 3: 16)

Saat jatuh dalam dosa, suami-istri berebut kekuasaan. Kata "birahi" berasal dari akar kata yang artinya berusaha mengambil alih, mencoba berkuasa.

Kekuasaan punya pengaruh besar terhadap diri kita. Orang yang tidak punya kuasa akan apapun, akan hancur secara mental.

Contoh:
GPS yang laris di Korea adalah yang desain kalimatnya seperti seorang hamba pada tuannya, dan menggunakan suara wanita. Suami yang di rumah di tekan istri, biasanya di tempat kerja menekan anak buahnya. GPS tipe ini memberikan seorang sopir
sense of authority (merasa memiliki kekuasaan), dan dianggap high class.

Contoh:
Beberapa jas mahal karena model iklannya. Misal: konglomerat (Donald Trump), atau James Bond. Orang membeli jas karena ingin setara dengan model iklan tersebut.

Orang ingin dihargai dan dianggap elit. Saat seseorang di-elit-kan, dia rela keluar uang lebih banyak.

Contoh: barang yang sama diberi istilah berbeda, maka harganya beda
  • Kopi hitam di warung Rp 1500,- . Saat jadi black coffee americano, harganya jadi 10 ribu.
  • Pijat dan kerik 75 ribu. Java massage 200 ribu
  • Es teh 2 ribu, tropical ice tea 15 ribu
  • Gado-gado 15 ribu, boiled vegetable with peanut sauge 75 ribu
  • Es jeruk 6 ribu, orange juice full passion 18 ribu
  • Rusun pinggir kali 75 juta; River side apartement 750 juta, senin harga naik.

Saat kita bisa memberi "rasa berkuasa" kepada orang lain, itu meningkatkan harga jual.

Contoh
Dibalik restauran "all you can eat", hidangan prasmanan, istilah "pembeli adalah raja", adalah untuk memuaskan kehausan akan otoritas dari pelanggan untuk memilih sesuai kehendaknya.



3. Kebutuhan atas kekayaan
Kej 34: 20-21
Yakub melintasi daerah keluarga Sikhem. Sikhem memperkosa Dina, anak yakub. Sikhem lalu melaar dina, tapi anak-anak yakub berniat membalas dendam. Mereka meminta Sikhem dan seluruh kaumnya disunat. Sikhem dan ayahnya membujuk kaumnya, sehingga setuju. Setelah disunat dan kesakitan, lalu mereka dibantai

"These men are at peace with us. (Kej 34: 21a)

Kata "
peace" dari kata "shalom", artinya pertumbuhan manusia hingga mencapai sesuatu yang total dan utuh. Arti kalimat: jika keluarga Yakub bergabung dengan keluarga Sikhem, akan memberikan keutuhan karena saling melengkapi.

Kita akan mengalami shalom jika semua orang yang berhubungan dengan kita selalu diuntungkan.

Dengan pola pikir seperti ini kita tidak akan berfikir untuk memanipulasi, merugikan, atau menipu orang lain. Maka kita akan memiliki reputasi: siapapun yang berdagang dengan kita akan diuntungkan, sementara kita juga mendapatkan keuntungan.

Klip tentang seorang pengemis
Pengemis tidak cukup hanya "menjual" belas kasihan. Tapi juga harus bisa memberkati orang lain. Seorang pengamis buta dengan tulisan di sampingnya: "I'm blind, please help me". Lalu ada gadis yang merubah tulisannya jadi: "its a beautifull day, but i can't see it". Orang-orang yang lewat membaca tulisan ini dan merasa diberkati, maka mereka memberi sedekah dalam jumlah banyak.

Di awal si pengemis menjual kemalangannya. Tapi realitanya manusia itu egois, maka hanya sedikit orang yang menolongnya. Kalimat yang ditulis si gadis menyadarkan banyak orang bahwa hari ini indah, dan itu memberkati banyak orang, sehingga mereka memberi lebih kepada pengemis yang kurang beruntung itu.

Beri keuntungan pada orang lain, walau belum tentu berupa orang, maka akan ada perbedaan

4.
Esteem of others – kebutuhan penghargaan dan pujian dari orang lain.
Kebutuhan ini beda dengan self-esteem (menilai diri sendiri). Tapi jika menilai diri terlalu tinggi, justru berbahaya karena membawa kerusakan. Manusia butuh diakui oleh orang lain. Maka ajaran Tuhan untuk menjadi hamba yang tak terlihat sangat berat bagi banyak orang.

Pada dasarnya semua manusia butuh pengakuan dan pujian dari orang lain.

Riset tentang pelajar
68% pelajar Amerika yakin mereka bisa menguasai ilmu matematika, 23% pelajar KorSel yakin bisa matematika. Kenyataannya: pelajar KorSel nilainya tertinggi, pelajar Amerika terendah. Ini karena hanya keyakinan pribadi, bukan kapasitas yang sebenarnya

Contoh aplikasi memberi pujian
Saat di USA Tshirt p Agung habis. Di satu toko p Agung beli Tshirt. Sesampai di kasir, kasirnya berkata bahwa selera p Agung tinggi. Pelayan itu lalu tunjukkan p Agung kaos yang lain, tapi tidak dipilih karena bergambar tengkorak.

Terapkan ini pada konsumen kita : memuji selera pelanggan.

Berikan 4 hal yang menjadi kebutuhan dan memotivasi manusia, ini seperti membuka saluran berkat, maka berkat akan datang dalam hidup kita.

Jika kita menghina pelanggan, merugikan pelanggan, tidak bisa meng-apresiasi, ini artinya menutup saluran berkat kita sendiri..

Riset di 2 kelas yang berbeda.
Diberi soal yang sangat mudah sehingga rata-rata nilai 90. Kelas A dipuji hasilnya: pintar, cerdas. Kelas B dipuji perjuangannya: gigih, tidak gampang menyerah.
Kemudian diberi soal yang sangat sulit. Kelas A responnya menangis, marah, bahlan soal disobek-robek. Ini karena mereka kehilangan "piala"nya: pintar dan hasilnya bagus. Kelas B tetap berjuang terus, tidak ada yang menangis.

Apresiasi setiap konsumen yang kita layani, maka konsumen itu akan datang kembali.

Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064