Wednesday, February 3, 2016

Pelita di Hadapan Tuhan – Petrus Agung – Minggu, 31 Januari 2016

Minggu, 31 Januari 2016
Pelita di Hadapan Tuhan
Petrus Agung

Tuhan tetapkan bahwa kerajaan Israel harus dibagi 2, karena Salomo tidak seperti Daud. Dua suku ikut Rehabeam yang merupakan keturunan Daud, sementara 10 suku lain ikut Yerobeam. Tuhan juga berjanji kepada Yerobeam untuk menjadikan keluarganya seperti Daud, keturunannya akan ada di hadapan Tuhan dan memerintah turun-temurun.

Pernyataan bahwa "selalu ada keturunan Daud yang menduduki tahta" digenapi Tuhan hingga masa kini: raja-raja kerajaan Inggris masih keturunan Daud

And to his son I will give one tribe, that My servant David may always have a lamp before Me in Jerusalem, the city which I have chosen for Myself, to put My name there. (1 Raj 11: 36, NKJV)

Istilah yang digunakan untuk kata "keturunan" adalah pelita.

Di hadapan Tuhan, keturunan kita adalah seperti pelita.

Daud semakin tua, tapi harus menghadapi beberapa raksasa. Daud lupa bahwa usianya menua, dan dalam pertempuran itu Daud hampir mati, tapi ditolong jenderal-jenderalnya.

But Abishai the son of Zeruiah came to his aid, and struck the Philistine and killed him. Then the men of David swore to him, saying, "You shall go out no more with us to battle, lest you quench the lamp of Israel. " (2 Sam 21: 17, NKJV)

Frase "keturunan Israel" juga diterjemahkan sebagai "pelita Israel". Dalam perikop ini yang dikatakan sebagai pelita adalah Daud sendiri. Jika Daud adalah pelita di hadapan Tuhan, maka anak keturunan Daud seharusnya juga jadi pelita di hadapan Tuhan.

Jika orang tua adalah pelita di hadapan Tuhan, maka keturunan kita seharusnya juga jadi pelita di hadapan Tuhan.

Warisan rohani dari orang tua jasmani dan rohani itu nyata. Kita perlu mewarisi semua yang terbaik yang Tuhan berikan sejak Abraham hingga Tuhan Yesus, karena kita masuk pohon keluarga Yesus.

Jika kita lakukan segala sesuatu dengan benar di hadapan Tuhan, maka berkat yang didapat bukan hanya untuk kita, tapi untuk keturunan kita.

P Agung ingin ada anak-anak yang sejak kecil mengenal Tuhan, dan mengerti bagaimana melayani dan bekerja bagi Tuhan. Sehingga Roh Tuhan di dalam anak-anak itu yang menuntun mereka pada destiny mereka. Teknologi masa kini sangat maju, dan anak-anak mampu menguasainya, sementara orang tuanya gaptek. Hanya jika hati mereka dibawa ke Tuhan, dan mereka akan jadi orang yang memuliakan Tuhan seumur hidupnya.

Pengenalan akan Tuhan bisa diwariskan pada generasi berikutnya

Kesaksian tentang warisan rohani
2 minggu lalu p Agung menghadiri ayah bu Ribka (p Thomas) yang ultah ke-80. P Thomas punya warisan yang luar biasa.
Sejak tahun 80an, p Thomas selalu berkata:
"orang Indonesia bisa kenal Tuhan Yesus karena ada orang barat/ asing mengabarkan Firman kebenaran kepada bangsa kita, sehingga banyak orang kenal Tuhan Yesus. Maka kita berhutang pada bangsa-bangsa lain. Sekarang adalah waktu Indonesia memberkati bangsa-bangsa lain."

Karena kondisi Indonesia saat itu buruk, pernyataan ini ditertawakan banyak orang. Tapi p Thomas terus menyampaikan hal ini dengan berani, dan terus mengerjakannya sendiri.

Suatu hari ada beberapa pendeta coba mengikuti misi penginjilan p Thomas, tapi hanya 1 kali ikut, lalu kapok karena model pelayanannya menakutkan.
Dalam salah satu misinya, p Thomas menginjil seluruh penumpang angkot. Saat ada orang gila di jalan, beliau turun dari angkot, menginjili orang gila itu , memotong rambut dan kukunya.

Bu Aning rumah shalom dan p Victor pernah mengikuti pelayanan p Thomas. Mereka mendapat warisan dari p Thomas. Saat ini bu Aning banyak melayani orang miskin, sementara p Victor banyak bergerak di misi.

Tahun 1991 JKI baru mulai sebagai gereja. P Thomas di tahun itu juga merintis gereja. Bu Ribka membantu p Agung. Ada hamba Tuhan lain menegur bu Ribka: mengapa tidak bantu ayahnya? Tapi saat mendengar itu, p Thomas memerintahkan anaknya untuk tetap membantu p Agung. Sikap ini sebuah jiwa besar dan sikap yang sangat langka. Setelah sekian tahun berlalu, ternyata ini investasi p Thomas. Hari ini JKI sudah pergi hampir ke seluruh dunia. Ini juga dari benih yang ditanam p Thomas.

Ilustrasi cara berfikir:
Padi normalnya tidak bisa tumbuh di padang gurun atau daerah bersalju. Supaya menghasilkan, benih itu seharusnya dititipkan pada seseorang yang punya tanah yang subur.

Arahkan anak-anak ikut kebaktian sekolah minggu, sehingga warisan rohani dari gereja juga masuk ke hidup anak-anak.

Salah satu cara penginjilan p Thomas
Anak buahnya diminta mengamen. Jika yang pemilik rumah keluar, orang itu diinjili di depan rumahnya. Setelah 5-6 rumah, baru mereka makan dari hasil mengamen.
Pada Maret 2016 sekolah HOMs yang dikepalai bu Ribka akan buat sekolah untuk pengamen. Bu Ribka menerima warisan dari ayahnya.

Contoh warisan rohani
Ishak mau berikan hak kesulungan pada Esau karena sayang. Yakub tidak bisa ambil hak ini begitu saja karena ada jarak hubungan (gab) dengan ayahnya. Maka Yakub harus menyamar sebagai Esau.

Warisan rohani hanya bisa diterima saat ada relationship antara yang mewarisi dengan yang mewariskan. Jika hubungan terputus atau terganggu, maka warisan itu terhenti.

P Agung punya 3 anak, masing-masing mewarisi dari p Agung, tapi kadar kekuatannya berbeda-beda. Anak pertama kemampuan kepemimpinan (leadership) jauh lebih detil, jauh lebih hebat dari p Agung.
Anak kedua favor nya ajaib, artinya seharusnya tidak bisa, tapi dia menikmatinya.

Dalam sepanjang sejarah gereja, gereja yang dimulai dengan hati yang berontak-pahit-marah-permusuhan, tidak pernah jadi besar. Karena jika hal itu diwariskan, seperti minum sesuatu yang beracun. Apsintus adalah roh kepahitan, jika ada di hati akan menyebabkan semua yang dikatakan pahit. Kepahitan seperti sianida rohani: mematikan rohani dalam waktu singkat.

Jika kita melayani sebagai hamba Tuhan, tapi anak-anak kita tidak tertarik ikut pelayanan, maka ada sesuatu yang salah dengan keluarga itu, walaupun kelihatannya baik. Anak-anak hamba Tuhan yang tidak mau terlibat pelayanan karena ada kepahitan. Mungkin ada tindakan atau perkataan orang tua di rumah yang menyakiti hati anak-anak.

Jika kita melayani Tuhan dengan antusias, semua anak akan ingin ikut melayani Tuhan.

Anak ke-3 p Agung mewarisi hal spiritual, yaitu kepekaan mendengar suara Tuhan.

Akar untuk menyelesaikan banyak hal: mendengar suara Tuhan, bukan emosi atau pikiran kita
Suara Tuhan harus jadi hal yang terpenting dalam hidup kita.

Kesaksian mendengar suara Tuhan
P Agung akan ujian, dan siapkan 1 bolpen. Saat akan masuk kampus, ada suara: beli isi bolpen baru. Awalnya p Agung tertawa dan mengacuhkan karena bolpennya baru. Tapi karena suara itu berkata lagi, maka p Agung membeli isi bolpen. Di tengah-tengah ujian tiba-tiba bolpen macet, dan terpaksa p Agung mengganti dengan isi bolpen yang baru. Hari itu Tuhan selamatkan p Agung dari kepanikan yang tidak perlu.

Kesaksian mendengar suara Tuhan
P Agung diajak makan p Adi. Saat keluar rumah mengenakan T-shirt dan sandal, ada suara berkata: pakai sepatu dan baju resmi. Ternyata sesampai di tempat p Adi, beliau bawa Alkitab, dan ternyata harus melayani kebaktian tutup peti lebih dulu sebelum pergi makan.

Kemampuan mendengar suara Tuhan bisa di-transferkan, bisa didoakan oleh yang memiliki kepada yang belum memiliki.

Jika kita punya anak-anak yang mendengar suara Tuhan, sebelum kita alami sesuatu, Tuhan bisa gerakkan anak-anak untuk mendoakan kita, sehingga ada intervensi Tuhan dalam hidup kita.

Sharing Hadasha – mendengar suara Tuhan
Di buku Benny Hinn ada pernyataan: setiap kita bisa mendengar suara Tuhan, tapi dimulai dengan lembut, kecil dan berbisik. Seringkali itu tidak terdengar karena kalah dengan keinginan, kebisingan di pikiran kita, dan pendapat pribadi kita. Kita sendirilah yang menghalangi mendengar diri kita mendengar suara Tuhan.

Shasha nyaman jika berada di kamar doa papinya. suatu pagi Shasha masuk ke kamar doa, lalu ditanya p Agung "apakah mau dengar suara Tuhan". P Agung minta Shasha duduk diam dan mendengarkan. Perkataan Tuhan yang pertama didengar: "Sha, tidur". Ini disampaikan ke p Agung, lalu p Agung minta Shasha ikuti itu dan pergi tidur. Ini adalah awalnya. Saat itu Shasha kelas 3 SD.
Sampai hari ini Shasha belajar mendengar suara Tuhan, juga belajar membedakan antara suara hati sendiri dengan suara Tuhan.

Semua suara Tuhan ujungnya adalah berkat.

Shasha bertemu Tuhan secara fisik untuk pertama kali di HS junior. Saat itu kebaktian biasa. Tiba-tiba hadirat begitu kuat, Shasha bersujut, lalu muncul sosok Tuhan menghampiri, dan Shasha jatuh cinta saat menatap mata Tuhan. Shasha menangis berjam-jam karena merasakan hadirat dan cinta Tuhan.

Untuk mendengar suara Tuhan, dan berjumpa dengan Tuhan, diperlukan ketenangan di dalam hati, dan ada penundukan diri.

Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064

Wednesday, January 20, 2016

Tuhan atau Musa – Petrus Agung – Minggu, 17 Januari 2016

Minggu, 17 Januari 2016
Tuhan atau Musa
Petrus Agung

Bil 32: 1-5
Sebelum masuk tanah perjanjian, bangsa Israel harus menyeberangi sungai Yordan. S Yordan menyuburkan tanah di kedua sisi: tanah perjanjian (Kanaan) dan tanah di seberang Yordan.
Suku Ruben, Gad dan setengah suku Manasye ternaknya sangat banyak. Saat melihat tanah yang begitu baik mereka sangat tertarik, walau itu bukan tanah perjanjian. Suku-suku ini merasa tidak perlu menyeberang dan menghadapi banyak musuh. Permintaan ini tidak ada jahatnya, tapi adalah sebuah kebodohan karena di tanah perjanjian ada janji-janji Tuhan.

Jawaban Yosua:
sampai TUHAN mengaruniakan keamanan kepada saudara- saudaramu seperti kepada kamu juga, dan mereka juga menduduki negeri yang akan diberikan kepada mereka oleh TUHAN, Allahmu. Kemudian bolehlah kamu pulang kembali ke negerimu sendiri dan menduduki negeri yang diberikan Musa, hamba TUHAN itu, kepadamu di seberang sungai Yordan, di sebelah matahari terbit. (Yos 1: 15)

Setelah Musa mati, 2 1/2 suku ini menghadapkan lagi hal itu pada Yosua. Yosua membedakan:
  • Tanah di seberang sungai Yordan, yaitu Kanaan, adalah negeri yang diberikan oleh Tuhan.
  • Tanah sebelum sungai Yordan adalah tanah yang diberikan oleh Musa kepada 2 1/2 suku.

Yordan memisahkan antara tanah yang Tuhan berikan, dengan tanah yang Musa berikan
Setelah menyeberang Yordan, kita mendapat tanah yang Tuhan beri.
Sebelum menyeberang Yordan, walau subur, adalah tanah yang Musa beri.

Suku Ruben-Gad-Manasye memilih berdasar apa yang mereka lihat, untuk kepentingan, kebutuhan, kebesaran, berkat, keluarga kita sendiri. Ini tidak salah, tapi bukan tanah perjanjian.

Tanah pemberian Tuhan adalah tanah perjanjian (
promise land) yang Tuhan janjikan dengan sumpah:
  • Dengan Abraham Tuhan berikan janji.
  • Dengan Ishak Tuhan berikan sumpah.
  • Dengan Yakub Tuhan buat sebuah penetapan.

Kita selalu dihadapkan pada 2 pilihan: yang Tuhan janjikan, atau yang kita inginkan/ butuhkan

Sebagian besar orang hidup di pemberian Musa: bagaimana perusahaan lebih besar, bagaimana pemasukan lebih besar, bagaimana hidup lebih baik, bagaimana anak-cucu lebih makmur, bagaimana hidup tercukupi, bagaimana hutang lunas, dll, semua kebutuhan pribadi di dunia. Ini tidak salah dan bukan dosa, tapi pilihan.

Dalam 3Yoh Rasul Yohanes mendoakan kelimpahan, yang merupakan bekal dalam perjalanan hidup umat Tuhan. Kita bisa pilih tipe perjalanan hidup yang kita inginkan.

Jika tujuan hidup kita untuk pencapaian pribadi dan keluarga maka jangkauannya sesuai usia kita, yaitu sekitar 80-90 tahun. Orang yang memilih tujuan hidupnya untuk diri sendiri atau keluarga, maka dia memilih perjalanan pendek, bekal dari Tuhan hanya untuk perjalanan yang pendek itu.
Suku Ruben-Gad hanya hidup untuk tujuannya sendiri, hidup berdasar apa yang ada pada mereka, tapi mereka tidak menyadari bahwa Tuhan sedang membangun sebuah bangsa yang besar.

Memilih tanah perjanjian artinya kita mengabdikan diri pada rencana Tuhan.

Berkat Tuhan adalah bekal bagi perjalanan hidup kita, besarnya tergantung tujuan hidup kita: untuk diri sendiri atau untuk kepentingan kerajaan Surga.

Kesaksian tentang pilihan
Sebelum bertobat p Agung punya cita-cita dan keinginan. P Agung dulunya punya sifat clingus (minder, pemalu), tidak berani bicara dihadapan 2-3 orang, sekolahnya tidak pintar, kuliah di jurusan sejarah. Kemungkinan masa depan p Agung hanya jadi penjaga museum atau dosen. Dengan latar belakang ini p Agung sangat sadar siapa dirinya dan apa modalnya. Mungkin kelak akan hanya punya sepeda motor, mobil, rumah, tapi tidak ada yang berlebih. Impiannya tidak bisa besar karena tidak ada modalnya. Nasib p Agung seharusnya terbatas.

Suatu hari di tahun 1979 p Agung lahir baru, lalu mendapat panggilan Tuhan. Ketika p Agung meng-iya-kan panggilan Tuhan, menyeberang Yordan, mengabdi pada impian dan rencana Tuhan, maka semua cita-cita sebelumnya ditinggalkan. Tuhan Yesus beri p Agung rencana baru yang besar, untuk kepentingan umatNya di Semarang, Indonesia, dan dunia. Tiba-tiba p Agung bisa berbicara di hadapan ribuan orang, ada kekuatan keuangan yang luar biasa karena untuk membiayai proyek-proyek Tuhan.

  • Di seberang Yordan p Agung hanya butuh soto untuk dirinya sendiri. Di tanah perjanjian p Agung butuh pabrik makanan, dan Tuhan sediakan semua dananya.
  • Di seberang Yordan p Agung hanya butuh iman untuk kredit rumahnya sendiri. Di tanah perjanjian Tuhan buat p Agung selesaikan membangun Holy Stadium tanpa hutang.

Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan- Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. (Ul 8: 17-18)

Tanah seberang Yordan adalah pemberian Musa. Maka setelah Musa mati jadi tidak jelas. Tanah yang diberikan Musa tidak ada perjanjiannya, tidak ada sumpahnya. Perjanjian Tuhan yang diucapkan dengan sumpah, adalah membuat Abraham jadi bangsa yang besar, mendapat tanah perjanjian, diberkati Tuhan, jadi berkat bagi banyak orang. Untuk meneguhkan perjanjian Tuhan dangan Abraham, Tuhan memberikan kuasa untuk mendapatkan kekayaan.

Sebagian besar orang Kristen jatahnya kecil, karena tujuannya hanya untuk dirinya sendiri/ pribadi. Saat kita abdikan diri untuk kepentingan pribadi dan keluarga, maka semua keterbatasan kita akan menghentikan kita.

Jika kita ingin melihat sesuatu yang besar, jangan pilih apa yang Musa tawarkan (kebutuhan pribadi kita dan keluarga), tapi pilih yang Tuhan janjikan. Karena Tuhan akan berikan kemampuan untuk mendapat berkat sebagai peneguhan atas janjiNya.

Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. (Luk 16: 3-4)

Dalam kehidupan natural kita punya 2 pilihan: mencangkul atau mengemis. Ini hukum dunia: kerja keras, lalu hidup diberkati; atau mengharap belas kasihan orang lain. Tapi di tanah perjanjian ada pilihan ke-3: menikmati kasih karunia dari Tuhan (
God grace and favor)

Karena dari kepenuhan- Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. (Yoh 1: 16-17)

Kita harus memilih antara Taurat Musa yang penuh aturan dan larangan, atau kasih karunia di dalam Yesus. Taurat berkata '
do' (kerjakan), Kasih karunia berkata 'done' (sudah selesai). Tetap ada bagian yang kita kerjakan, tapi itu karena anugerah dan favor-Nya turun.

Orang yang tinggal di tanah perjanjian mengalami perbedaan dan perkecualian di depan Tuhan, seperti hidup di Gosyen. Hal ini dialami dalam KKR Great Awakening.
  • Saat KKR Great Awakening hari pertama, kota Semarang hujan deras, tapi lokasi MHC kering, seperti dipayungi.
  • Daerah MHC nyamuknya ganas. Tapi selama acara Great Awakening tidak ada nyamuk

Tuhan bisa proteksi kita dari segala guncangan dunia, dan tinggal dalam hadirat Tuhan. Tapi itu tidak terjadi di tanah pemberian Musa, harus di tanah perjanjian.

Kesaksian
Selasa malam, 23:00, bu Yusak dipanggil Tuhan. Rabu direncanakan tutup peti 19:00. Kakak kandung bu Yusak menghadiri persemayaman, dan akan balik ke Semarang hari rabu. Kakak-beradik ini sangat rukun. Di perjalanan nafasnya sesak, lalu juga pulang ke surga. Maka upacara tutup peti kakak-beradik ini bersama-sama dan bersebelahan. Ini yang terbaik, bukan di pesawat, tidak merepotkan siapapun. Tidak ada manusia bisa mengatur seperti ini. Tuhan atur semuanya sempurna.

Pilihlah tujuan hidup yang mulia, maka kita akan terhisap dalam rencana Tuhan yang ajaib dan luar biasa.

Tuhan sanggup mendandani kita.
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? (Mat 6: 28-30)

Kain bekerja sebagai petani. Habel memberi yang lebih baik. Habel memelihara kambing-domba dengan tujuan dipersembahkan bagi Tuhan, karena di masa itu manusia belum makan binatang. Obsesi habel ini membuat persembahannya lebih baik dari Kain.


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064

Monday, January 11, 2016

Kedudukan Tinggi - Keadaan Rendah – Timotius Tanutama – Minggu, 10 Januari 2016

Minggu, 10 Januari 2016
Kedudukan Tinggi - Keadaan Rendah
Timotius Tanutama

Ada 2 hal yang berbeda: keadaan dan kedudukan. Keadaan adalah yang situasi kita hadapi sehari-hari saat ini.

Baiklah saudara yang berada dalam keadaan yang rendah bermegah karena kedudukannya yang tinggi, (Yak 1: 9)

Setelah terima Tuhan Yesus, kita punya kedudukan yang tinggi sebagai anak Allah. Tapi masing-masing kita punya situasi dan keadaan yang berbeda-beda. Keadaan kita hanya sementara. Apapun keadaan dan kondisi kita, permasalahan apapun yang kita hadapi, itu tidak mengubah hakiki kita sebagai anak Allah.

Ay 10 – Orang yang kaya sebenarnya diharapkan juga punya kedudukan yang tinggi

Kita hidup di jaman antara saat Tuhan Yesus naik ke surga. Dan kelak turun dari surga untuk menjemput kita.

dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." (Kis 1: 11)

Tuhan Yesus naik ke Surga dengan posisi tanganNya memberkati kita.

Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan- Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. (Luk 24: 50-51)

Tuhan Yesus akan turun lagi dari Surga dengan cara yang sama: tanganNya memberkati kita.
Jika Tuhan naik dengan cara memberkati, maka kita juga akan hidup diberkati. Kita harus percaya bahwa Tuhan itu memberkati kita.

Kita punya kedudukan yang tinggi karena Tuhan memberkati kita

Jika keadaan kita saat ini susah, itu keadaan, bukan kedudukan. Keadaan bisa berubah-ubah, miskin atau kaya, tapi kedudukan kita tetap yaitu anak Tuhan.

Ia, yang tidak menyayangkan Anak- Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan- Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama- sama dengan Dia? (Rm 8: 32)

Kedudukan kita: Jika Tuhan menyerahkan anakNya sendiri bagi kita, apalagi hal-hal yang lain.

Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah. (Gal 3: 29)

Karena kita milik Kristus, maka kita juga keturunan Abraham dan berhak menerima janji-janji Allah.

Walau keadaan rendah, kita harus bermegah. Kata "bermegah" (Yak 1: 9) artinya bersukacita (
rejoice), glory, tetap percaya dengan suatu alasan atau tanpa alasan.

Cara mengubah keadaan yang rendah menjadi lebih baik dengan pertolongan Tuhan
2Raj 4: 1-7 - janda yang berhutang, akhirnya mendapat mujizat dan diberkati.

1. Hadapkan semua yang kita hadapi kepada Tuhan

Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? (2Raj 4:2a)

Setiap kali kita datang ke Tuhan, jawabanNya selalu: "apa yang bisa KU perbuat bagimu". Tuhan selalu siap menolong kita. Berbeda dengan manusia yang meninggalkan kita di saat kita alami kesulitan.

2. Tuhan menolong menggunakan apa yang ada pada kita.

Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kau punya di rumah." (2Raj 4:2b)

Tuhan menolong menggunakan apa yang ada pada kita.

Kesaksian
Seseorang pria sudah menganggur 6 tahun, yang bekerja istrinya. Dia minta nasehat pada p Timotius. P Timotius memberikan ayat ini, lalu menanyakan apa yang ada padanya. Saat digali tentang apa yang dimiliki di rumah, bagaimana sekolahnya, keahlian yang dimiliki, tetangga-tetangga dan pekerjaan mereka masing-masing, tiba-tiba orang ini tahu apa yang harus diperbuat.

Dari mana asal pertolongan Tuhan
Yoh 2: 1-11 – Mujizat dalam perkawinan di Kana. Air dan tempayan ada di tempat itu. Yang bisa mengubah air jadi anggur adalah Tuhan.

Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing- masing isinya dua tiga buyung. (Yoh 2: 6)

Seringkali pertolongan dan mujizat Tuhan tidak jauh, tapi DI SITU.

Yoh 6: 1-14 – Yesus memberi makan 5 ribu orang.

Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini? (Yoh 6: 9)

Mujizat tidak jauh: DI SINI dan DI SITU.

Kesaksian
Saat hal ini disampaikan di Pekalongan, salah seorang jemaat bersaksi. Ternyata orang yang duduk di sebelahnya adalah pengusaha batik yang sedang mencari sales. Sementara bapak ini sedang membutuhkan pekerjaan.

Kesalahan banyak orang: merasa hanya bisa berhasil jika SEANDAINYA keadaan kita berbeda: anaknya seseorang, mendapat sesuatu, punya modal, sekolah ini, kenal seseorang, dll.

Kita harus memberi waktu dan cukup sabar untuk menggali apa-apa yang ada di sekitar kita.

Kita harus mau berubah dari keadaan yang rendah menjadi lebih tinggi. Karena kedudukan kita sudah tinggi dan ditetapkan Tuhan 2000 tahun yang lalu, yaitu kita diadopsi menjadi anak Tuhan.

Minta Tuhan buka mata kita, sehingga bisa melihat mujizat-mujizat dan pertolongan-pertolongan Tuhan di sekitar kita. Jika kita bisa melihat penyediaan Tuhan di sekitar kita, maka keadaan kita akan meningkat.

Setan selalu berusaha meyakinkan bahwa keadaan kita hanya seperti saat ini, dan itulah status dan kondisi kita. Sehingga manusia hanya mengharapkan surga, tapi kehilangan pengharapan di dunia. Tapi firman Tuhan berkata bahwa keadaan kita hanya sementara, tapi status kita tetap: anak Tuhan.

Contoh pertolongan Tuhan di sekitar kita
Saat menghadapi Goliat, Daud mengambil batu dari sungai, bukan import dari manapun. Daud memenggal leher Goliat dengan pedang Goliat yang ada di situ, bukan dari lokasi lain.

Orang benar akan hidup oleh iman. (Rm 1: 17b)

Tipuan setan yang lain: ada pemisahan antara hidup jasmani dan rohani. Menang di rohani, tapi kalah di jasmani, di pekerjaan, dll.

Keadaan kita hanya sementara, dan harus mengikuti kedudukan kita yang tinggi

3. Tuhan itu Tuhan yang tidak terbatas, maka jangan membatasi Tuhan

Lalu berkatalah Elisa: " Pergilah, mintalah bejana- bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana- bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. (2Raj 4: 3)

2Raj 4: 3 – Jangan hanya minta sedikit pada Tuhan, tapi kita harus jadi berkat bagi bangsa-bangsa.

Kesaksian
Anak p Tim sekolah di Singapura. Dia kost di lantai atas dari ruang umum (
club house), yang kadang digunakan untuk tempat persemayaman orang mati. P Tim mendorong dan mengubah mindset anaknya. Saat ini dia bisa punya 5 tempat kost bagi teman-temannya, dan punya penghasilan sendiri. Anak p Tim seharusnya bisa memulai 6 bulan lebih awal. Tapi itu tidak akan terjadi jika kebenaran yang disampaikan p Tim tidak masuk lebih dulu ke dalam hati anaknya.

Apapun keadaan kita dan yang kita alami, tidak bisa merubah kedudukan kita sebagai anak Tuhan

Ketika bejana- bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: " Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi, " tetapi jawabnya kepada ibunya: " Tidak ada lagi bejana. " Lalu berhentilah minyak itu mengalir. (2Raj 4: 6)

Jika kita sediakan wadah yang terlalu sedikit, maka berkat berhenti mengalir.

Aplikasi:
Jangan hanya bersyukur untuk makan 3 kali, tapi minta pada Tuhan supaya bisa makan 30 kali. Sehingga yang 27 kali bisa memberkati orang yang lain.

4. Bangun pertemanan dan persahabatan

Lalu berkatalah Elisa: " Pergilah, mintalah bejana- bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana- bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. (2Raj 4: 3)

Bejana kita sendiri terbatas. Dengan punya banyak teman, maka jadi tak terbatas. Jika hubungan janda ini dengan tetangganya buruk, maka bejana yang didapatnya sedikit.

Kesaksian
Untuk persiapan Great Awakening, p Tim bertugas menghubungi dan menjamu hamba-hamba Tuhan luar kota untuk menyampaikan visi. P Tim berusaha mencari bejana sebanyak mungkin, caranya dengan menyampaikan beberapa hal kepada para pendeta pada pertemuan pendahuluan, sehingga bisa jadi sahabat.
  1. JKI IK tidak membuat gereja baru
  2. JKI IK tidak membuat ajaran baru
  3. JKI IK tidak membuat tradisi baru, yang penting Tuhan Yesus Kristus.
  4. JKI IK tidak menerima sumbangan dari gereja yang diundang
  5. Bahkan jika mereka ingin bergabung dengan JKI IK, akan ditolak.

Yang penting bagi JKI: gereja-gereja lokal itu masing-masing berkembang hingga 2x lipat.

Ilustrasi
Ada 6 aliran gereja, masing-masing jumlahnya 1 juta, maka totalnya 6 juta. Jika masing-masing gereja saling menobatkan dan menyatakan yang lain sesat, maka tidak kemana-mana, jumlah total anak Tuhan tetap 6 juta, hanya berpindah. Ini adalah roh "tidak berguna".

Pada akhirnya yang terpenting adalah berapa jiwa yang dimenangkan bagi Tuhan

Ilustrasi
Membuat pameran mobil. Walau semua bagus, tujuan akhirnya: jumlah mobil yang laku berapa?

Dalam dunia bisnis, yang terpenting adalah jumlah keuntungannya.

Kesaksian
Salah satu pelanggan p Tim yang ordernya sangat besar, kemana-mana menggunakan motor. Jika di awal disepelakan karena penampilannya, maka p Tim bisa kehilangan berkat besar.

Hubungan yang baik dengan orang-orang lain membuat kita meningkat dan tidak terbatas

5. Kita harus bisa dipercaya

Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: " Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak- anakmu. (2Raj 4: 7)

Salah satu bukti bisa dipercaya: membayar hutang dan kewajiban kita.
Saat berkat Tuhan mulai mengalir, kita harus bisa Tuhan percayai.

Saat minyak sudah ada, ke mana janda itu menjualnya? Ini harus kembali ke step 1: cari dan tanya pada Tuhan. Semua prinsip ini harus selalu kita ulang hingga keadaan kita meningkat.

Semua tahapan di atas harus dikerjakan dengan iman.

Rm 10: 5-10

Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (Rm 10: 10)

sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat (2Kor 5: 7)

Kita hidup karena janji Tuhan.

Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: " Aku percaya, sebab itu aku berkata- kata ", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata- kata. (2Kor 4: 13)

Mulai perkatakan semua kebenaran firman Tuhan. Saat kita mulai melakukan sesuatu dengan memperkatakan firman Tuhan, maka gangguan akan berkurang, lebih fokus, dan sesuatu terjadi.

Kesaksian
P Tim pernah rugi dalam bisnis. 5 mobil habis untuk bayar hutang, sisanya untuk beli motor baru. P Tim beli helm yang tertutup. Tujuannya supaya setiap kali naik motor bisa memperkatakan Firman Tuhan: akan bangkit, berhasil, dst. Akhirnya iman dibangkitkan, dan semua hutang terbayar lunas.

Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064