Tuesday, April 5, 2016

Kebangkitan Besar – Pastoral JKI – Minggu, 27 Maret 2016

Minggu, 27 Maret 2016
Kebangkitan Besar
Pastoral JKI

Kezia Samantha
Mat 21: 9-15 – Lawatan saat Yesus hidup.
Lawatan adalah kegerakan yang membuat kegemparan, dan menghasilkan keajaiban yang bisa dilihat dan dirasakan secara langsung. Kelahiran, hidup, kematian, dan kebangkitan Yesus selalu diwarnai kegemparan. Hingga hari ini Tuhan masih membuat kegemparan.

Tuhan mau kita mengikuti contoh yang Tuhan lakukan dalam setiap lawatan kegerakan

Contoh:
Azusa street adalah jalan yang kecil, ada beberapa orang berdoa, lalu terjadi lawatan dan kegerakan. Kegerakan di Azusa terhenti saat uang habis.

P Agung selalu berkata kepada anak-anaknya: hidup harus seperti Yesus dan mengikuti Yesus. Kezia melihat bahwa P Agung menjalani apa yang dikatakannya, tidak pernah meninggalkan Yesus, tidak pernah marah pada Yesus, tidak pernah mempertanyakan apapun yang terjadi dengan gereja, keluarga, kesehatan, dll. Ini karena p Agung percaya bahwa semua ketetapan Tuhan pasti baik.

Tuhan adalah pembawa lawatan, maka kita juga harus membawa lawatan.

Kita semua milik Tuhan Yesus, maka ikuti apa yang Tuhan minta. Petrus Agung penuh keterbatasan, maka jangan ikuti Petrus Agung. Tapi Tuhan Yesus sempurna, maka ikuti contoh Tuhan Yesus.

Minggu ini ada 2 perayaan, yaitu Purim dan Paskah, dan Purim adalah pembalikan keadaan:
  • Yesus membalikkan keadaan dari kematian menjadi kebangkitan yang besar. Ester dibalikkan keadaannya dari orang biasa jadi ratu.
  • Yesus mengalahkan iblis. Ester mengalahkan orang-orang yang memusuhi bangsa Israel.

Mari tumbuh, bangkit, bergerak memberitakan Injil ke seluruh dunia, sesuai nama gereja Injil Kerajaan

Saat p Agung sakit jantung yang pertama kali, anak-anak menanyakan: apakah p Agung bisa mengurangi pelayanan, hanya ambil yang besar-besar saja. Jawaban p Agung: Tuhan Yesus tidak selalu mengadakan KKR, tapi juga sering bersentuhan dengan orang kecil. Jika kita mau diangkat Tuhan, kita harus selalu bersentuhan dengan yang dari bawah. Seringkali gereja yang di daerah jauh lebih memiliki kehausan akan Firman Tuhan. Waktu p Agung tidak banyak, maka dia mengejar supaya bisa menyelesaikan banyak hal.

Sepanjang hidup p Agung banyak kegemparan: membangun Holy Stadium, makan dengan Obama, bahkan dalam kematian. Semua jemaat juga harus mewarisi: bergerak cepat dan membawa lawatan di Indonesia, lebih cepat dari sebelumnya. Tongkat estafet tidak diberikan pada orang yang berlari dengan lambat, tapi yang berlari dengan lebih cepat.

Waktu kedatangan Tuhan tidak lama lagi, kita harus punya hati dan passion untuk lawatan. Ambil jiwa-jiwa yang terhilang. Kita tidak boleh sekedar duduk, tapi harus bangkit, lari, terbang, dan mencapai puncak destiny. Tuhan pegang kendali jika kita mengikuti Yesus, dan tidak mundur, menyelesaikan yang belum selesai.

Hadasha Gloria

Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. (Rm 6: 9)

Lawatan Wales dibawa oleh Evan Roberts, 2 juta orang bertobat. Karena dicemooh banyak orang sebagai sesat, Evan mulai ragu apakah yang dia dapat dari Tuhan atau dari jiwanya sendiri, lalu Evan jatuh sakit. Kemudian dia dibawa ke negara lain, dan lawatan terhenti.

Sejak muda Evan sensitif terhadap Roh Kudus, dan hapal banyak ayat Alkitab. Tapi saat cemooh datang, imannya mati. Seharusnya Evan tahu bahwa dia harus ikut Yesus. Tuhan menjawab: Evan tidak bisa bangkit karena tidak kenal Tuhan Yesus secara pribadi, tidak bisa membedakan yang mana suara Tuhan, dan mana yang bukan.

Saat Tuhan Yesus bangkit, maut tidak bisa berkuasa atasNya!

Kita mengikuti teladan Yesus, dan bangkit bersama Yesus. Setan sudah dikalahkan Tuhan Yesus 2000 tahun yang lalu, maka setan juga berada di bawah kaki kita, hingga kita selesaikan tugas sampai garis akhir.

Azusa street terhenti karena uang. Tapi kita sudah belajar bahwa uang mengikuti lawatan.

Kita tidak diciptakan untuk diam, pasif, atau terhenti. Tuhan sudah bayar semua dosa kita, dan ciptakan kita untuk jadi pembawa lawatan

Akan ada banyak orang di luar yang mencemooh JKI: akan habis dan mati. Perkataan ini sama seperti yang diucapkan banyak orang saat Yesus disalibkan. Setan merasa menang, bahwa Yesus sudah habis dan mati. Tapi saat Tuhan Yesus disalib, Dia juga dicemooh. Tapi di hari ke-3 Tuhan Yesus bangkit dan membalikkan semua keadaan.

Tidak ada lagi kesedihan, mari merapatkan barisan, sepakat dan unity, bertumbuh jadi ajaib, dan tak terhentikan, membawa lawatan ke seluruh dunia.

Victor Purnomo
Ada masa kosong selama ratusan tahun antara penulisan kitab Maleakhi dan Injil Matius. Di situ Yesus lahir dan membawa lawatan ke seluruh Israel. Yesus juga siapkan murid-muridNya untuk membawa yang lebih besar. P Agung sudah menanamkan benih, dan dia mengharapkan yang lebih besar segera terjadi.
Setelah kebangkitan, banyak hal yang harus dibereskan di dalam murid-muridNya. Demikian juga harus ada sesuatu yang dikerjakan dan dibereskan dalam hidup kita.

Luk 24: 1
Murid-murid memberi rempah-rempah yang terbaik untuk mayat Yesus. Yang menyedihkan Yesus: banyak murid tidak percaya bahwa Dia bangkit. Padahal selama hidupNya Yesus berkali-kali berkata bahwa Dia akan bangkit. Murid-murid membawa rempah-rempah, artinya mereka berharap hanya bertemu jasad Yesus. Memberi rempah-rempah adalah hal yang baik, tapi tidak benar, karena Yesus sudah bangkit.

Maka dalam 40 hari Yesus tunjukkan diri pada murid-muridNya, untuk mempersiapkan mereka membawa lawatan yang besar. Murid-murid dekat dengan Yesus, tapi tidak tahu hati Yesus yang paling dalam. Seringkali kita tidak kenal hati Tuhan, dan membuat Tuhan sedih.

Luk 24: 11
Murid-murid tidak percaya pada berita dari wanita-wanita yang melihat Yesus bangkit. Di dalam hati mereka: Yesus mati dan tidak mungkin bangkit. Pengajaran Yesus selama ini belum menembus hingga ke hati para murid, dan hanya berhenti di pikiran.

P Agung pernah berkata: saat berkhotbah, hanya 10% dari pendengar mengerjakan apa yang diajarkan. Sisanya hanya berkata khotbahnya bagus, tapi tidak melakukan.

Menyukai sebuah khotbah tidak pernah mengubah hidup kita sebelum kita melakukannya.
Saat dengar khotbah bagus: ambil rhema, dan mulai kerjakan.

P Victor dengar kesaksian p Agung tentang cara mendapat rumah. Kesaksian masuk di hati p Victor, dan saat mendapat rumah, itu dilakukan, dan rumah lunas dalam 1 1/2 tahun.

Kita bukan hanya pendengar, tapi pelaku-pelaku Firman.

Murid-murid tidak kenal dan tahu Tuhan karena ada selaput yang menutupi matanya. Saat Yesus membuka pikiran mereka, baru mereka mengerti bahwa Yesus bangkit.

Setelah pikiran terbuka dan mengerti, murid-murid tersebar dan membuat lawatan ke seluruh dunia.

Karena pikirannya sudah dibuka, 120 murid mengerti pesan Tuhan Yesus: untuk menunggu di loteng Yerusalem. Yesus janjikan seorang penolong, yaitu Roh Kudus, yang memberikan kuasa. Kuasa dari kata dunamos. Dunamos artinya sifat dan kuasa Tuhan yang melekat dalam hidup kita, dan menjadi sifat kita.

Tina Astari
Saat di salib, ada 2 orang disalibkan bersama Yesus, artinya di jaman itu penyaliban adalah hukuman yang umum. Beda antara Yesus dengan 2 orang yang lain: di dalam Yesus ada kasih kepada BapaNya dan kepada manusia.

Mat 27: 33-38

Mat 22: 37-40
Kasih adalah hukum yang terutama dan utama.

Tanpa kasih, tidak ada beda antara Yesus dan penjahat yang lain.

Inti dari kebangkitan besar adalah kasih. Yesus tidak akan bangkit jika di dalam diriNya tidak ada kasih, yaitu kasih kepada Allah Bapa, dan kasih kepada manusia.

Kebangkitan yang besar dimulai dengan hati yang penuh kasih kepada Tuhan dan kepada sesama.

Saat kematian p Agung, hati bu Tina dipulihkan Tuhan. Rasa cinta kepada p Agung pulih. Jika hari itu rasa cinta bu Tina tidak dipulihkan, bu Tina akan hidup dalam kemarahan, kepahitan, dan kekecewaan. Hari ini bu Tina hidup dengan kasih. Sebelum pemberangkatan jenasah bu Tina mendedikasikan lagi dirinya kepada Tuhan.

Saat lahir baru, bu Tina jadi sangat rajin baca Alkitab, rajin ke gereja. Hari-hari ini bu Tina merasa seperti saat lahir baru. Jadi kembali rajin membaca Alkitab, mendapat pengertian-pengertian baru.

Kelahiran baru tidak bisa disembunyikan, karena ada perbedaan yang sangat mencolok. Kelahiran baru membawa kasih turun dalam hidup kita: kasih pada Tuhan dan pada sesama. Kasih itulah yang membuat Yesus bangkit.

Kebangkitan sesungguhnya saat ada kasih dalam hidup kita.

Jangan simpan kepahitan, kejengkelan, dll, semua harus dibereskan. Biarkan kasih Yesus memenuhi hidup kita kembali.

Pesan bagi JKI Injil Kerajaan:
JKI harus bertumbuh kuat dalam pengenalan akan Yesus, mengenal Firman dengan solid, berdiri di atas Firman Tuhan. Penjangkauan jiwa dilakukan bukan karena perintah, tapi karena mengasihi jiwa-jiwa yang belum kenal Yesus. Tidak ada yang paling penting atau menonjol, semua bersama-sama bangkit dengan didasari kasih Kristus.


Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line 085 727 868 064

Thursday, March 31, 2016

New Chapter – Victor Purnomo – Jumat, 25 Maret 2016

Jumat, 25 Maret 2016
New Chapter
Victor Purnomo

Tina Astari

Karena itu, saudara- saudaraku, berusahalah sungguh- sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. (2Ptr 1: 10)

Bu Tina dan 60 jemaat ikut seminar Leadership di City Harvest. Saat lagu "I remember" dinyanyikan, bu Tina teringat banyak peristiwa lama, dan juga ayat ini.

Sebelum menikah, P Agung dan bu Tina punya pelayanan sendiri-sendiri. Setelah menikah, bu Tina mengikuti pelayanan pilihan p Agung. JKI berdiri karena ada peraturan pemerintah: tidak boleh ada persekutuan, harus jadi gereja atau bubar. P Agung memutuskan jadi gereja, ini keputusan berat bagi bu Tina karena merasa tidak siap dan tidak mampu jadi ibu gembala. Tuhan berikan ayat 2Ptr 1: 10 untuk meneguhkan. Tuhan memanggil, tapi pilihan tetap pada Tina. Akhirnya bu Tina menurut pada Tuhan, dan mengikuti pilihan p Agung.

Bu Tina masih bersedih. Saat yang paling berat adalah saat akan tidur, dan saat bangun pagi, karena ingat apa yang sudah dijalani bersama p Agung. Semua peristiwa ini seolah di-refresh saat bu Tina hadir di seminar di City Harvest. Seminar ini membuat roh bu Tina kuat, roh bu Tina disegarkan, bisa menyembah Tuhan lagi, dan diingatkan lagi akan panggilannya.

Selama ini bu Tina lari dari panggilan Tuhan, dan terjebak dalam kepahitan. Hari ini bu Tina minta maaf pada jemaat. Tuhan selalu panggil pulang seseorang saat imannya di titik paling tinggi. Maka bu Tina merelakan p Agung,

New Chapter – Victor Purnomo
Kel 12: 1-13
Paskah adalah hari sukacita, hari kemenangan, karena hidup lama kita diubah Tuhan menjadi hidup yang baru. Paskah adalah ide Tuhan, Tuhan punya rencana besar bagi orang-orang Israel. Paskah dimulai karena ada Firman yang datang pada Musa dan Harun.

Sebelum berbuat sesuatu, kita perlu Firman yang dari Tuhan.

Bulan maret 2016 menjadi babak baru dan
new chapter bagi JKI, pdt Petrus Agung yang memimpin JKI IK meninggal dunia.

Orang Israel punya kalendernya sendiri. Tapi saat Tuhan memerintahkan Paskah, Tuhan mengubah kalender Israel.

Tuhan sedang membuat sesuatu yang baru dan cara yang baru di tengah-tengah JKI IK. Untuk memasuki sesuatu yang baru, kita perlu kekuatan untuk berjalan bersama Tuhan.

Kata "permulaan segala bulan" artinya digoncang. Saat goncangan datang, ada pilihan: jadi lebih baik, atau justru hancur. Musuh mencoba menghancurkan kita dengan goncangan, tapi bersama Tuhan kita tidak terkalahkan. Mari memutuskan untuk menjadi lebih baik.

Tuhan tidak menunggu orang Israel siap. Mereka tidak pernah siap karena diperbudak 430 tahun.
Apakah kita siap atau tidak, jika Roh Tuhan bergerak, kita harus bergerak.

Tuhan menggoncangkan Mesir, tapi mendatangkan kemerdekaan dan kelepasan bagi Israel.

Musa berkata pada bangsa Israel untuk bersiap-siap, tapi tidak pernah tahu kapan Tuhan perintahkan untuk bergerak. Musa juga perintahkan hal yang tidak biasa: membuat roti yang tidak beragi. Biasanya orang Israel makan roti yang beragi.
Ragi Israel biasanya diambil dari anggur yang sudah ter-fermentasi. Ragi ini ditaruh di adonan tepung, sehingga roti mengembang. Tuhan larang menggunakan ragi, karena walau ragi mengembangkan roti, tapi juga mempercepat pembusukan. Bahkan Tuhan melarang jemaat menyimpan ragi.

Semua yang bisa membusukkan hidup kita, yang membuat kita gampang dicemari, harus dibuang.

Tuhan perintahkan bangsa Israel makan sayur pahit untuk mengingatkan perbudakan bangsa Israel selama 430 tahun.

Dalam perjanjian baru, saat Tuhan buat perjamuan terakhir, yang diambil hanya roti dan anggur, tapi tidak makan sayur pahit. Ini karena setelah Tuhan bangkit, semua yang memahitkan hidup kita disingkirkan, dan Tuhan membuat
covenant yang baru antara Tuhan dengan kita.

Dalam bacaan Tuhan perintahkan supaya makan dengan cepat, sambil pegang tongkat, ikat pinggang dan sepatu sudah dipakai. Ini supaya bangsa Israel siap sedia untuk berangkat sewaktu-waktu.

New chapter sedang terjadi, Tuhan minta kita harus siap sedia: pakai sepatu, pakai ikat pinggang, pegang tongkat. Kita harus siap bergerak dengan cepat dan kuat. Yang memimpin kita adalah Firman Tuhan, bukan ide manusia.

Malam itu Tuhan akan melewati tanah Mesir dan membunuh semua anak sulung. Hanya rumah yang ada tanda darah yang akan lolos, tidak ada penghancuran dan kematian. Selain itu Tuhan perintahkan: "jangan keluar". Artinya hanya orang yang tinggal dalam rumah dengan tanda darah yang selamat. Jika dia keluar, juga akan disambar.

JKI IK punya perjanjian darah, pesan Tuhan: jangan keluar !

Tuhan pukul anak sulung Mesir karena beberapa tahun sebelumnya Firaun sudah bunuh semua anak sulung Mesir, yang lolos hanya Musa.

Saat Tuhan memukul Mesir, Tuhan perintahkan orang Israel keluar dari Mesir. Perintah Tuhan tiba-tiba, karena Tuhan suka membuat hal yang tiba-tiba. Secara tiba-tiba Tuhan ubah budak jadi pasukan Tuhan. Budak biasa di atur dan diarahkan. Tapi tentara di medan perang harus tahu siapa lawan dan apa yang harus dilakukan.

Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau- pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: " Aku ini pahlawan! " (Yoel 3: 10)

Ayat ini adalah
new chapter: secara tiba-tiba petani jadi tentara, mata bajak jadi senjata. Bagian kita: taat, nanti Tuhan arahkan untuk bergerak dengan cara yang baru. Yang paling lemah jadi pahlawan, hatinya jadi berani. Apalagi yang kuat, akan jadi lebih dahsyat.

Saat keluar dari Mesir orang Israel meminta emas, perak, kain-kain halus kepada orang Mesir, dan diberikan dengan sukacita. Selain itu banyak orang dari berbagai bangsa ikut bergerak keluar bersama orang Israel.

Nubuat ini sudah diberikan pada gereja JKI: kekayaan dari bangsa-bangsa akan datang, tapi bangsa-bangsa lain juga menggabungkan diri.

Kita bisa bergerak karena kita melihat Tuhan di depan. Banyak orang melihat ke JKI karena ada Tuhan di tengah-tengah kita. Jika tidak ada Tuhan di tengah kita, ini tak akan terjadi.

Orang asing ikut exodus bersama orang Israel, karena mereka lihat Tuhan ada di tengah orang Israel.
Selama Tuhan ada di tengah-tengah kita, dan berkenan pada kita, jangan takut!

1993 p Agung dan bu Tina ikut kkr Benny Hinn di Toronto. P Agung berkata: "walau tetap di gereja, tapi aku kehilangan Tuhan." Itu karena JKI hanya mengerjakan segala sesuatu tanpa penyertaan Tuhan. Perjumpaan dengan Tuhan di KKR itu dibawa ke Indonesia. Semua ini diceritakan kepada jemaat di gereja Permata. Lalu ada hadirat luar biasa di ruangan itu, semua yang hadir rebah, tidak mampu bangkit, bahkan tidak mampu bergerak. Ini dialami berbulan-bulan di gereja Permata.
Sejak hari itu, JKI tahu bahwa Tuhan yang membuat semuanya, maka selalu minta supaya Tuhan menyertai dan tidak tinggalkan. Saat Tuhan berjalan di depan, Dia buat semuanya jadi baik. Tanpa Tuhan semua akan hancur.

Di Paskah pertama Tuhan menciptakan sebuah kisah yang hebat. Tuhan juga mau buat kisah yang luar biasa bagi hidup kita. Minta supaya Tuhan buat
new chapter bagi hidup kita.

Di perjanjian baru Tuhan buat paskah yang baru: Yesus sebagai ganti domba, darahNya tertumpah. Jika kita letakkan Yesus di ambang hati kita, maka semua kutuk-kehancuran-bencana akan dilalukan dari hidup kita.

Tokoh-tokoh dalam kisah Paskah
1. Yudas
Yudas dulunya murid Yesus, tapi hatinya berubah, bahkan tukar Yesus dengan uang. Yesus bukan lagi yang nomor satu, tapi uang.

Jika kita tergantung pada uang untuk buat KKR, penginjilan, atau pelayanan apapun, itu artinya kita menukar Yesus dengan uang dan ada spirit Yudas.

Holy Stadium selesai walau tidak ada uang, karena ada Tuhan di tengah-tengah kita. Maka MHC juga akan selesai karena Tuhan di tengah-tengah kita.

2. Simon Petrus
Tuhan berkata: Ada orang-orang yang sedang ditampi, dan iblis ingin orang itu terhilang.

Cara orang Israel menampi gandum
Petani menumbuk gandum. Hasil tumbukan dilempar ke udara dengan sekop, maka angin meniup sekam, dan bulir gantum jatuh ke bawah.

Bagi orang-orang yang sedang ditampi: berdoa minta supaya yang di dalam kita diisi Tuhan, sehingga saat ditampi, tidak pernah hilang, dan tinggal tetap. Goncangan pasti dan selalu akan ada, tapi jika kita gandum, kita tidak akan pernah hilang.

3. Herodes dan Pilatus
Luk 23: 12
Sebelumnya mereka bermusuhan, setelah penyaliban Yesus mereka bersahabat. Nama Herodes artinya heroik, bersifat pahlawan. Nama Pilatus artinya tangannya bersenjata tombak. Mereka bersatu menyalibkan Yesus.

Ada orang-orang yang menunjukkan bahwa dirinya pahlawan, lalu bergabung dengan pembawa tombak, yang ingin menyingkirkan. Orang-orang seperti ini tidak boleh ada di sekitar kita.

4. Simon dari Kirene
Simon bukan orang yang dekat dengan Yesus. Hanya karena kebetulan lewat, ditangkap tentara, lalu disuruh membawa salib Yesus. Ini sesuai aturan penjajah saat itu. Simon adalah ayah dari Rufus dan Alexender. Simon tidak marah dan menggerutu.

Karena saat itu begitu dekat dengan Yesus, Simon mengalami hadirat dan kasih Yesus, membuat salib tidak terasa berat. Di sepanjang jalan Yesus juga banyak bercerita.

Tuhan mau buat kita berjalan dengan Dia. Seberapa beratpun salib yang harus kita pikul, hadirat dan kasihNya lebih kuat, sehingga memampukan kita meraih destiny.

Bulan ini adalah new chapter bagi gereja dan pribadi kita masing-masing.


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064

Wednesday, March 9, 2016

3 Tongkat (bagian 1) – Petrus Agung – Minggu, 6 Maret 2016

Minggu, 06 Maret 2016
3 Tongkat (bagian 1)
Petrus Agung

Riset ilmiah tentang keyakinan diri seseorang
Sekian puluh orang amatir dikumpulkan, diberi stick golf, lalu diminta memukul bola golf. Hanya dibawah 20% yang bisa masuk. Lalu peneliti mengatakan bahwa ada bola yang berbeda, yang bisa menolong dirinya sendiri untuk masuk ke lobang. Padahal bolanya tetap sama. Hasil percobaan kedua 90% masuk. Di pukulan pertama, peserta tes mengukur diri sebagai amatir dan tidak bisa memukul. Di pukulan kedua mereka convidence/ percaya pada bolanya.
Kesimpulan p Agung: rasa "percaya" di dalam diri kita jika dibangkitkan hasilnya akan mentakjubkan.

Keyakinan yang positif di dalam diri manusia bisa mempengaruhi hasil yang dicapainya

Analogi iman: tubuh kita adalah bait Roh Kudus. Semua kuasa ajaib dan heran dan mujizat ada di dalam kita. Alkitab berkata: tanpa iman tak ada orang berkenan kepada Allah. Maka jika kita percaya pada Tuhan yang ada di dalam kita, maka akan banyak terobosan besar terjadi dalam hidup kita.

Rasa Percaya membawa perubahan yang luar biasa, karena itu dari sikap (attitude) kita.

Contoh dari kesaksian seorang ibu rumah tangga di Surabaya.
Beliau pernah mengunjungi anaknya yang tinggal di Australia. Suatu kali dia mendampingi anaknya memarkir mobil di tepi jalan, ternyata tidak berhasil sempurna. Karena tidak mau jika anaknya ditilang, si ibu mengangkat dan menggeser mobil. Di lain kesempatan ibu ini tidak mampu mengulangi mengangkat mobil.

Di dalam diri manusia ada potensi kekuatan yang dahsyat: tenaga-kekuatan-cinta-passion
Jika potensi ini bisa dibangkitkan dan keluar, hasilnya akan luar biasa, tidak lazim, dan jauh di atas rata-rata

Mat 21: 18-22 – Kekuatannya ada pada: percaya dan tidak bimbang

Banyak orang ingin berubah, tapi yang dilakukan hanya masuk kamar dan berdoa. Tuhan bisa saja merubah, tapi hanya di kasus khusus. Di kebanyakan kasus sebenarnya Tuhan sudah mengubah kita. Ada terlalu banyak cara berfikir dan pengertian kita yang keliru, yang membuat kita tidak bisa menikmati sesuatu walau sudah waktunya kita menikmati hal itu.

Kita bisa lakukan sesuatu yang besar jika percaya dan tidak bimbang.
Kesaksian
Di SHRK p Yusak hadir 3 kali walau kondisinya berat. P Yusak mendoakan doa penutup. Saat p Yusak berusaha ambil nafas, p Agung lupa menarik mic, ternyata suaranya keras seperti meniup. Tiba-tiba banyak jemaat mengalami manifestasi dan dijamah Roh Kudus. P Agung tanyakan ini ke Tuhan: mengapa hal yang tidak sengaja bisa luar biasa? Roh Kudus menjawab bahwa tulang Elisa juga bisa membangkitkan orang mati walau tidak sengaja.

Jemaat dijamah Tuhan karena hati mereka percaya sedang diberkati Tuhan, dan konsentrasi penuh pada Tuhan.

Jika ada sesuatu yang bisa membuat iman kita keluar akan mengubah segalanya. Ini dimensi yang berbeda dengan dimensi logika dan nalar manusia. Dr Cho mengatakan bahwa ini dimensi ke-4. Di dalam kehidupan normal banyak hal tidak logis.

Contoh logika manusia:
Saat sakit, selidiki gejalanya, periksa apakah ada uang, apakah perlu operasi? Jika semua mungkin, maka dilaksanakan.

Pikiran adalah berkat Tuhan bagi kita. Hasil pemikiran logis manusia sangat luar biasa, banyak kemajuan dunia dan teknologi yang luar biasa.Tapi teknologi sangat mahal, sehingga kehidupan baik hanya bagi yang punya uang untuk membiayai hidupnya.
Masalahnya banyak manusia yang belum kelimpahan, banyak yang tidak bisa meraihnya. Maka manusia perlu beralih pada dimensi supranatural. Contohnya:

Hati yang gembira adalah obat yang manjur (Ams 15: 13)

Kita diberi pilihan Tuhan: gunakan logika kita sendiri, dengan ini sudah bisa jadi luar biasa; atau memilih
percaya pada Tuhan, maka akan ada yang berbeda.

Contoh perang antara iman dan logika
Para murid di tengah danau Galilea, terombang-ambing karena badai. Tuhan datang berjalan di atas air. Petrus menantang supaya Tuhan perintahkan dia datang dan berjalan di atas air, dan Tuhan perintahkan, maka Petrus benar-benar berjalan di atas air, karena saat itu yang bekerja hanya imannya. Tapi saat inderanya merasakan angin, ombak, dll, logikanya berkata bahwa itu tidak mungkin terjadi. Maka dia mulai tenggelam. Di akhir kisah Yesus ajak lagi Petrus berjalan di atas air, kembali ke perahu.

Dalam hidup kita bisa berpindah sekejap antara alam iman dan alam natural. Maka kita harus terus berlatih hidup di alam iman, supaya tidak tenggelam dalam kehidupan.

Kesaksian
Seorang bapak konseling ke p Agung. Dia kena kanker hati, datang dengan dipapah dan kondisi lemah. Dokter berkata bahwa usianya tinggal 6 bulan. P Agung bercerita untuk membangkitkan semangatnya, lalu didoakan sebentar, saat pulang keluar dengan gagah dan segar.

Contoh kekuatan sugesti/ keyakinan di masyarakat umum:
Kesembuhan karena air sumur biasa yang didoakan dukun. Ini karena sugesti orang yang datang.

Kita bisa selesaikan problem kita sendirian dengan Tuhan. Pembacaan Alkitab harian jangan jadi beban, tapi minta Tuhan munculkan 1 atau dua ayat. Lalu ayat itu kita perkatakan, maka kita masuk ke dimensi rohani yang luar biasa.

Contoh di Alkitab:
  • Wanita yang sakit pendarahan 12 tahun sembuh, padahal banyak orang menempel ke Yesus tapi tidak terjadi apa-apa.
  • Orang sakit diletakkan di pinggir jalan, sehingga saat Yesus lewat, mereka sembuh.
Covenant Money (perjanjian uang)
Saat doa bersama, bu Nany dapat sesuatu: Bagikan uang di jemaat masing-masing. Itu seperti saat Abimelekh beri uang kepada Abraham dan Sarah sejumlah 1000 syikal perak.

Tuhan beri penjelasan Kej 20 dan 21 (PR: baca di rumah)
Abraham takut dibunuh karena istrinya yang cantik. Maka Abraham minta istrinya berkata bahwa mereka bersaudara. Abimelekh jatuh cinta pada Sarah, dan mengambilnya sebagai istri. Tapi sebelum lakukan apapun, Tuhan sudah tegur. Karena Abimelekh tulus, dia bebas dari hukuman Tuhan dan Sarah dikembalikan. Abimelekh berikan banyak hal, termasuk 1000 syikal perak, sebagai tanda bahwa Sarah suci, dan dibenarkan dalam segala hal. Di pasal berikutnya Ishak lahir.

Covenant money sebagai tanda kita dibenarkan dalam segala hal.

Semua perjanjian Tuhan jadi dalam hidup kita jika kita percaya.
Bola golf adalah tipuan, tapi bisa jadi luar biasa karena menciptakan keyakinan. Covenant money ada dalam firman Tuhan, lalu Tuhan perintahkan. Jika di-respon dengan iman akan jadi terobosan yang luar biasa, dan semua janji Tuhan jadi kenyataan.

Kita harus diberkati secara materi, supaya pikiran kita tidak tercurah hanya pada kebutuhan sehari-hari, sehingga bisa memikirkan orang-orang lain yang perlu ditolong.

Tongkat pertama: tongkat Yakub
Kej 32: 9-10 – Tongkat Yakub adalah tongkat multiplikasi. Karena dari seorang Yakub, di masa kini jadi suatu bangsa besar yang menguasai dunia.

sebab aku membawa hanya tongkatku ini waktu aku menyeberangi sungai Yordan ini, tetapi sekarang telah menjadi dua pasukan. (Kej 32: 10b)

Kesaksian Ps Bill Wilson
Ps Bill Wilson datang ke kantor temannya, di sudut ada sebuah tongkat penuh ukiran. Pemilik tongkat menjelaskan bahwa setiap bapak yang akan berikan hak kesulungan kepada anak, dia menyiapkan tongkat dari kayu yang kuat, lalu direndam ramuan sehingga benar-benar kuat. Saat ayah menyalurkan berkat kesulungan, tongkat itu diserahkan pada anak itu.
Sejak hari itu tongkat itu jadi buku harian bagi anak itu untuk semua pengalaman dengan Tuhan, ditulis dari bawah ke atas. Setiap pengalaman dia ukirkan simbol tertentu. Jika ada banyak pengalaman, maka di akhir hidup tongkat itu akan penuh ukiran hingga ke atasnya.

Karena iman maka Yakub, ketika hampir waktunya akan mati, memberkati kedua anak Yusuf, lalu menyembah sambil bersandar pada kepala tongkatnya. (Ibr 11: 21)

Indikasinya ukiran tongkat Yakub sampai pada kepala tongkat.

Salah satu hak yang Tuhan berikan pada kita adalah hak kesulungan. Ini karena Yesus adalah yang sulung, sementara kita terhisap di dalam Yesus. Maka artinya kita juga memiliki tongkat yang dimiliki Yakub. Ini adalah tongkat perjalanan dengan Tuhan, dan tongkat ini membawa pelipatgandaan di hidup kita.

Yakub berjuang keras untuk mendapatkan tongkat itu. Yakub sangat mengingini hak kesulungan, dan yakin bahwa hak itu akan mengubah hidupnya. Tuhan membenci Esau karena menganggap ringan berkat Tuhan, sementara Yakub sangat menghargainya.

Pengertian dan iman akan mengubah nasib kita secara luar biasa.
Jangan tergantung pada manusia untuk mendoakan, karena di dalam kita ada potensi Tuhan yang dahsyat, jika kita percaya dan bertindak, maka sesuatu terjadi.

Kesaksian pembangunan Holy Stadium
Tanah HS awalnya 2,8 Ha, seharga 8,2M, dibayar dalam 2,5 tahun tanpa bunga. P Agung hadapkan semua ke Tuhan, secara logika akan memakan waktu yang panjang hngga HS bisa digunakan, sementara dana sudah habis. Roh Kudus arahkan untuk menabur ruko 3 lantai di Jakarta yang ditabur seseorang.
Di masa itu seorang hamba Tuhan membangun tower bagi Tuhan. P Agung berniat menabur sertifikat ruko untuk proyek itu. Begitu p Agung dan beberapa rekan sepakat, langsung menuai 3 sertifikat lain. Hamba Tuhan ini kemudian mengurapi p Agung, dan meng-impartasikan karunia menggembalakan gereja besar dengan jemaat banyak. Kemudian juga didoakan supaya pembangunan HS lebih cepat.
Dari 2,5 tahun kesempatan yang diberikan, tanah HS bisa lunas dalam 9 bulan.

Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.(Pkh 9: 11)

Penutup

Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; (Kis 2: 2)

Kesaksian pdt Adi tentang kairos
P Adi bertemu seorang anak Tuhan yang bawa persembahan besar untuk dibagikan ke hamba-hamba Tuhan di Indonesia. Saat akan mengunjungi gereja-gereja JKI di satu daerah, hanya ada 3 gereja yang bersedia menerima.
Di gereja pertama, gereja tidak bisa memberi apa-apa pada p Adi, hanya mendoakan
Di gereja kedua, diberi persembahan kasih sekedarnya.
Di gereja ke-3, gembala mengajak jemaat memberkati p Adi dengan semua uangnya.
Keesokan harinya ketiga hamba Tuhan diajak p Ady makan siang. Tuhan berkata: berapapun yang mereka berikan, kembalikan sekian ratus kali lipat, dan ini dilakukan saat makan siang berama.

Cerita ini membuat p Agung sadar: setiap hari ada kejutan Tuhan buat kita.

Kesaksian pengalaman perjamuan kudus
Di awal pelayanan semua p Agung dan istri kerjakan sendiri. Karena belum punya mobil, semua dibawa dengan motor. Semua cup perjamuan dibawa dengan taplak dan dicuci sendiri. Suatu hari hujan. P Agung terucap: suatu hari Tuhan akan beri mobil. Di tengah jalan ada orang mabuk, p Agung dan istri berbahasa Roh. Tiba-tiba si pemabuk memukul dalam jarak dekat, tapi melesat. Dua minggu setelah itu Tuhan beri mobil pertama.

Kadang-kadang kita berhadapan dengan kondisi berat: kerjakan dengan setia, karena Tuhan lebih setia pada kita

Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064