Sunday, May 1, 2016

7 Kesalahan si Sulung – Adi Sutanto – Minggu, 24 April 2016

Minggu, 24 April 2016
7 Kesalahan si Sulung
Adi Sutanto

Lukas 15:25-32

P Adi dipaksa orang tuanya masuk sekolah kedokteran, padahal sudah mendapat panggilan Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan. P Adi coba berkompromi dengan menawar pada Tuhan: setelah jadi dokter akan membangun gereja-gereja. Tapi bagi Tuhan ketaatan lebih berharga dibanding pengorbanan. Kemudian p Adi meminta tanda terakhir dari Tuhan supaya bisa mengambil keputusan. Tiba-tiba p Adi dengar suara seseorang merintih. Roh Kudus kemudian berkata bahwa satu orang yang merintih bisa didengar p Adi, apakah bisa juga mendengar ribuan jiwa yang menangis mencari keselamatan. Malam itu juga p Adi menyerahkan hidup dan masa depannya pada Tuhan.

Pelayanan itu panggilan dan bukan soal jabatan. Di manapun Tuhan tempatkan, kita bisa melayani Tuhan. Tidak ada yang hanya duduk menonton, semua jemaat bisa melayani Tuhan dan menyelamatkan jiwa-jiwa.

P Adi orang yang minder, tidak biasa bicara dihadapan banyak orang. Tapi panggilan Tuhan menariknya, dan Tuhan membuat semua yang tidak bisa menjadi bisa. Maka tidak ada alasan di hadapan Tuhan.

Injil Kerajaan selalu harus diberitakan. Tidak ada persembahan yang lebih bernilai kecuali jiwa-jiwa

7 Kesalahan si Sulung
1. Tidak mau mengampuni adiknya
Mengampuni adalah suatu keputusan, bukan perasaan. Walau perasaan masih jengkel, tetap putuskan untuk mengampuni.

Dalam doa Bapa kami, pengampunan Tuhan ada syaratnya: harus mengampuni orang lain lebih dulu.

dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; (Mat 6: 12)

Besarnya kesalahan orang lain kepada kita tidak boleh menjadi patokan apakah kita mengampuni dia.

Pengampunan adalah bagian dari Firman Tuhan yang harus kita jalankan

Kebenaran yang di-respon dengan hati yang salah tidak akan menghasilkan apa-apa. Tapi kesalahan yang di-responi dengan hati yang benar, dampak kesalahannya akan berkurang. Kesalahan yang diresponi dengan hati yang salah akan mendatangkan kehancuran.

Contoh: Yusuf mengampuni saudara-saudaranya yang jahat.

Minta Roh belas-kasihan dari Tuhan sehingga kita bisa mengampuni orang yang bersalah pada kita.

2. Tidak membedakan antara "dosa adiknya" dengan "adiknya yang berdosa"
Tuhan membenci dosa, tapi Tuhan mengasihi orang berdosa. Bedakan antara orangnya dengan dosanya. Tidak ada manusia atau gereja yang sempurna.

3. Melawan otoritas bapaknya
Tuhan berdaulat memberkati orang yang Dia mau berkati, memilih orang yang Dia mau pilih. Maka jangan berbantah-bantah dengan Tuhan.

Contoh:
Sebagai pengganti Yudas Iskariot, 11 rasul mencari gantinya dengan mengundi. Tapi kitab Kisah Para Rasul menunjukkan bahwa posisi rasul ke-12 Tuhan berika pada Paulus, padahal dulunya dia penganiaya jemaat.

4. Ngambek / protes / mutung dengan cara yg salah: tidak mau masuk ke rumah
Tuhan mau jika kita ajak berdialog dan meminta penjelasan, sehingga Tuhan berikan pengertian caraNya mengambil keputusan.

5. Iri hati – Dosa Membanding-bandingkan
Si sulung merasa melayani dengan setia, tapi tidak mendapat anak kambing. Sementara si bungsu memboroskan harta bapaknya dengan pelacur, saat pulang dipestakan dengan anak lembu tambun.

Allah menetapkan berkat bagi kita masing-masing, sesuai kapasitas kita masing-masing. Berkat besar sekalipun, jika bukan jatah kita maka tak akan enak. Jangan pernah iri dan meminta berkat orang lain.

Cara doa kita seharusnya: minta supaya bisa menyelesaikan bagian-destiny-panggilan-tugas pelayanan-kehidupan yang Tuhan sediakan bagi kita.

6. Memiliki mentalitas pegawai/ pekerja, dan bukan anak

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; (Yoh 1:12)

7. Tidak sadar bahwa segala kepunyaan Bapa adalah juga milik si sulung
Si sulung tidak pernah mendapat kambing karena kebodohannya sendiri: tidak merasa berada di rumah bapaknya.

Kita berada dalam rumah Bapa, maka apapun yang Bapa punya – kita juga ikut memilikinya: langit dan bumi, mobil-mobil, pabrik-pabrik, rumah, dll.

Ilustrasi
Seseorang melakukan perjalanan dari Indonesia ke USA naik kapal laut. Karena lama perjalanannya sebulan, dia membawa bekal: abon, kecap dan nasi. Dia ingin membeli di kantin, tapi merasa tidak punya cukup uang. Saat meminta untuk bekerja di kantin dengan upah mendapat makanan, koki men-cek tiket penumpang ini. Ternyata ada pernyataan: "all meals included", artinya dia bisa makan setiap saat di kantin.

Semua kebutuhan kita: materi-rohani-jasmani-jiwani, sudah Tuhan sediakan sejak sebelum kita lahir.


Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, 085 727 868 064

Thursday, April 28, 2016

7 Kebaikan Anak Bungsu – Adi Sutanto – Minggu, 24 April 2016

Minggu, 24 April 2016
7 Kebaikan Anak Bungsu
Adi Sutanto

Luk 15: 11-24
Dosa si bungsu lebih terlihat jelas: ambil harta ayahnya, foya-foya, hidup dalam dosa. Saat jatuh miskin, si bungsu sadar dan pulang, kemudian dipestakan oleh bapaknya.

Sulung dan bungsu sama-sama punya dosa dan kelamahan. Tapi hati mereka berbeda. Si bungsu dalam hati terdalam percaya bapaknya baik. Maka ia berani pulang, rela jadi pekerja, konsekuen dengan perbuatannya. Sulung bekerja tiap hari dengan setia, tapi dasar hati dan mentalitasnya lain. Hati sulung berkata: bapaknya tidak adil dan pelit.

Cara pandang hati kita terhadap Tuhan menentukan segala-galanya.

Esau adalah anak sulung. Tapi sepanjang Alkitab, setiap kali nama Tuhan disebut sebagai: Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Tidak pernah disebut Allah Esau. Yakub dan Esau sama-sama berdosa, sama-sama lemah. Tapi dalam hati terdalam: Yakub sangat percaya janji Tuhan dan hak kesulungan. Demikian kuat, hingga dia berpura-pura jadi Esau supaya diberkati.

Orang yang percaya janji Tuhan adalah orang yang berbahagia, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang berjanji.

Alkitab terdiri atas perjanjian lama dan perjanjian baru. Ada banyak perjanjian dalam Alkitab. Selain itu, dari waktu ke waktu Tuhan juga mau berjanji kepada masing-masing anak-anakNya secara pribadi.

Puji Dia, sembah Dia, dekati Dia, senangkan hatiNya, belajar berkenan pada Tuhan, maka Tuhan akan datang dengan membawa janjiNya bagi kita.

Kesaksian
P Adi minder, takut pacaran. Saat sekolah di Singapura, melalui mimpi p Adi berikan Ruth. Karena p Adi akan jadi pendeta, bisa kaya atau miskin, bisa di kota atau desa, dll. Tuhan perintahkan supaya p Adi menamai istrinya: Ruth. Bu Ruth mendampingi selama 39 tahun, setia dimanapun p Adi melayani. Lamaran pertama ditolak, tapi p Adi percaya pada janji Tuhan.

Jika dapat janji dari Tuhan: pegang janji itu, karena akan jadi kenyataan yang memberkati kita.

Daud dan Saul
Dosa Daud terlihat lebih jahat: menghamili istri orang, mengirim orang ke medan perang supaya mati.
Tapi hati Daud beda dengan Saul. Hati terdalam Daud menghargai firman Tuhan. Jika tidak ada firman Tuhan, Daud mencari seperti rusa, hingga mendapatkan. Saul menuruti perintah Tuhan, tapi tidak sepenuhnya: menyisakan raja yang harus ditumpas, membakar korban padahal bukan tugasnya.

Bahkan apa yang belum Tuhan nyatakan, tapi Daud sudah mengetahunya: membangun bait suci bagi Tuhan. Daud kenal hati Tuhan, dan hal ini menyentuh hati Tuhan. Akhirnya yang membangun rumah Tuhan bukan Daud, tapi keturunannya. Secara fisik adalah Salomo, tapi yang sejati adalah Yesus, yang disebut anak Daud.

P Adi pernah hadiri kebaktian Cathreen Coolman. Di tengah kebaktian, Cathreen bisa merasakan hadirat Tuhan. Saat hadirat itu datang, mereka yang sakit disembuhkan Tuhan.

Si bungsu berdosa, foya-foya, hidup dengan pelacur. Tapi dasar hatinya percaya bahwa bapaknya baik dan akan menerimanya kembali, sekalipun sebagai pekerja dan bukan anak. Dari jauh bapak sudah berlari menjemput bungsu. Ini mengindikasikan setiap hari bapa menunggu anaknya pulang.

Bapa tidak bertanya tentang dosa si bungsu, tentang bertanya berapa kerugian yang dialami. Si bungsu pulang saja bapa sudah senang. Sukacita Bapa itu menutupi semua dosa.

Saat datang pada Tuhan, jangan hitung-hitung lagi kelemahan dan kekurangan kita.
Hanya setan dan manusia yang menuduh, menghitung, dan mengingat-ingat kelemahan dan dosa.
Kita anak-anak Tuhan yang kudus - bukan karena tidak pernah berdosa, tapi dikuduskan oleh Tuhan.

Ilustrasi
Raja yang kaya membuat rumah ibadah, semua biaya ditanggungnya. Rumah dibangun megah, dan akan diresmikan. Malam sebelum peresmian raja bermimpi: malaikat datang memberikan peringatan: jangan menulis nama raja di prasasti, walau dia tanggung semua biaya. Yang harus ditulis adalah nama seorang janda miskin. Ternyata wanita ini memberi jerami pada sapi-sapi yang mengangkut bahan-bahan bangunan dari rumah ibadat.

Miliki hati yang mengasihi Tuhan! Di hadapan Tuhan itu melihat sekalipun pemberiannya kecil

Kesaksian
Anak seorang pendeta JKI akan kuliah, minta bantuan ke sinode. P Adi cek hati pendeta itu, dengan jalan men-cek hartanya: apakah gereja itu memberi perpuluhan pada sinode. Ternyata pendeta itu tidak beri perpuluhan. Jika tidak ada perpuluhan, apa yang bisa dilipatgandakan?

Tuhan menghargai persembahan yang kecil, sekalipun di dalam kekurangan.

7 kelebihan anak bungsu
1. Ingin mandiri- berdikari
Kita harus belajar mandiri, termasuk dalam mencari firman Tuhan. Tidak ada orang yang rohaninya kuat hanya dengan mendapat firman Tuhan pada hari minggu.
Contoh: bisa usaha sendiri, buka toko dan berjuang.

2. Rendah hati
Saat kehabisan uang, si bungsu mau kerja apa saja, mau makan apa saja, tidak gengsi, dan tidak malas.
Dosa awal setan adalah sombong. Karena itu Tuhan cinta pada orang yang rendah hati.
Berkat Tuhan seperti air: menuju tempat yang rendah. Tuhan mengasihi orang-orang yang merendahkan hatinya.

3. Sadar keadaannya
Si bungsu melarat di sini, sementara di rumah bapa kelimpahan. Pertobatan adalah kesadaran.

Saat Roh Kudus menyadarkan, tapi kita keraskan hati, maka akan habis.

4. Bangkit dan pergi kepada bapaknya
Bungsu mengambil langkah pertama.

5. Konsekuen
Rela bila dijadikan orang upahan bapanya. Sadar keadaannya

6. Terus berjalan pulang hingga ketemu Bapa, dan tidak berhenti
Kita harus berdoa hingga bertemu Tuhan. PUSH: pray until something happen.
Cara kita cari jiwa juga sama: hingga mendapatkan. Karena selalu ada orang-orang tertentu yang tidak bisa dijangkau selain oleh kita. Maka kita harus jalan hingga tuntas

7. Hati si bungsu percaya bahwa bapanya baik.
Karena percaya kebaikan bapaknya, bungsu berkata "harta kita". Tapi si sulung selalu berkata "harta bapak". Bungsu merasa ikut memiliki, sulung tidak merasa memiliki.

Cara berdoa seseorang menunjukkan seberapa besar kepercayaannya pada Tuhan.


Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, 085 727 868 064

Wednesday, April 20, 2016

Tongkat Harun – Hadasha Gloria – Minggu, 17 April 2016

Minggu, 17 April 2016
Tongkat Harun
Hadasha Gloria

Tongkat ke-2: Tongkat Harun
Bil 17: 1-11
Setiap pemimpin suku Israel mendapat satu tongkat pemimpin/ tongkat gembala. Tongkat itu melambangkan otoritas dan kuasa. Suatu kali ada pemberontakan Korah-Datan dan Abiram, mereka meragukan bahwa Harun adalah pilihan Tuhan. Musa mengambil tongkat dari pemimpin 12 suku diletakkan di depan Tabut Tuhan. Esoknya hanya tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah, maka seluruh Israel mengakui Harun sebagai pilihan Tuhan.

1. Chosen generation
Buah badam = buah almond, adalah buah pertama yang muncul setelah musim dingin.

Seharusnya sebuah tongkat tidak bisa bertunas, berbunga dan berbuah dalam 1 hari. Ada 12 tongkat, yang bertunas-berbunga dan berbuah hanya 1 tongkat. Harun adalah generasi yang terpilih (chosen generation).

Generasi yang terpilih (Chosen generation) adalah kelompok orang yg melakukan hal-hal aneh, di luar kelaziman, tidak bisa diterima oleh banyak kalangan.

Contoh:
  • Sebelum meninggal, p Agung ingin membawa 3 ribu jiwa dipersembahkan kepada Tuhan. Ternyata yang dibabtis 3333 jiwa. Cara menarik jiwa bukan diinjili seperti lazimnya, tapi melalui berbagai hal dan bantuan. Apakah ini iblis?
  • Acara True Soulmate menampilkan 11 lagu sekuler. Tapi kenyataannya 900 jiwa dibabtis. Apakah ini iblis?
  • Saat Shasha dan ps Hengky melayani di Solo, beberapa lagu yang dinyanyikan adalah lagu sekuler. Saat berkhotbah, semua yang hadir dilawat dan dijamah Tuhan. Apakah ini iblis?

Iblis tidak pernah suka jika 1 jiwa saja diselamatkan.

Kitalah generasi yang dipilih Tuhan, di luar terlihat aneh, berbeda dengan yang lain.

Tongkat Harun hanya berbunga-bertunas-berbuah di dalam hadirat Tuhan.

JKI tidak lakukan hal-hal aneh secara sembarangan, tapi semua harus di dalam jalur Tuhan, dalam hadirat Tuhan, sesuai arahan Tuhan. Seaneh apapun caranya, selama itu sesuai mandat Tuhan, maka Tuhan yang akan bekerja.

Contoh hamba Tuhan yang aneh:
Smith Wigglesworth - pernah membangkitkan orang mati dengan memukul perutnya.

Pola hidup dari
the chosen generation setiap hari harus seperti pola hidup Tuhan.
Di jamanNya, Yesus juga dianggap aneh dan sesat. Menyembuhkan di hari sabat, mencelikkan mata dengan meludah ke tanah lalu dioles ke mata si buta. Orang umum berkata itu aneh, jijik, sesat.

Selama kita dalam mandat dan visi Tuhan, kita tetap akan lihat campur tangan Tuhan yang ajaib, Tangan Tuhan yang melakukan semua bagi kita.

2. Pembelaan Tuhan
Tuhan tunjukkan pembelaan kepada Harun dan keturunannya dengan ajaib:
  • Saat akan keluar dari Mesir, setiap kali Musa perintahkan Harun mengangkat tongkatnya, maka tulah muncul.
  • Saat Musa dan Harun dihujat dan diprotes oleh banyak orang, Tuhan berikan pembelaan dengan membuat tongkat Harun bertunas-berbunga-berbuah. Yang bisa melakukan mujizat untuk sebuah tongkat adalah Tuhan.

Setelah ditunjukkan pada bangsa Israael, tongkat itu dikembalikan ke dalam hadirat Tuhan, dalam waktu yang sangat lama.

Pembelaan Tuhan akan datang saat kita masuk dalam hadirat Tuhan, duduk diam di kaki Tuhan.

Jangan adu bersilat lidah, tapi berdoa. Tidak perlu pembelaan diri keluar dari mulut kita. Saat kita diam dan berdoa, pembelaan akan datang dari Tuhan, pada waktu Tuhan yang sempurna, dan tidak ada manusia yang bisa membantah. Banyak orang mempertanyakan pembelaan Tuhan yang belum datang karena: kita terlalu cerewet.

Jika kita ingin pembelaan dari Tuhan, kuncinya: masuk dalam hadirat Tuhan, duduk dan diam. Maka pembelaan Tuhan akan datang tepat pada waktunya.

Ada pembelajaran Tuhan dalam setiap hal yang kita alami. Kunci kemenangan adalah jika kita bisa pahami maksud dan tujuan Tuhan membiarkan sesuatu terjadi.

Kesaksian
Beberapa kali Shasha mengadu ke p Agung bahwa dia difitnah dan dimarah-marahin seseorang. P Agung berkata bahwa itu baik buat jiwa Shasha, buat meng-kempes-kan kepala Shasha supaya tidak sombong. Shasha sampai heran, apakah ini papanya? Harusnya kan membela?
Kini Shasha baru tahu dari beberapa pastoral, ternyata tanpa setahu Shasha, p Agung sebenarnya marah, dan ingin melakukan pembelaan terhadap Shasha.

Bapak di dunia yang tidak sempurna saja membela anaknya. Apalagi Bapa di Surga, Dia sangat mengasihi kita, tidak biarkan kita jatuh. Tuhan membela kita di depan lawan-lawan kita. Tuhan tahu cara terbaik untuk membuat kita bertumbuh, membiarkan sesuatu terjadi dalam hidup kita supaya kita diproses, belajar sesuatu yang baru, sampai karakter dan pola hidup Tuhan masuk ke hidup kita.

Saat Tuhan menurunkan pembelaanNya, maka orang lain akan melihat buahNya pada kita

Masuk hadirat Tuhan tidak bisa dengan sikap hati yang salah. Di dalam hadirat Tuhan tidak ada kemarahan, kekecewaan, kebekuan dan pemberontakan. Tapi ada damai, sukacita dan kebahagiaan, seperti seorang anak yang tahu bahwa ada pembelaan dari ayahnya.

Pembelaan Tuhan tidak pernah terjadi saat kita mencari pembelaan manusia. Saat kita mencari pembelaan Tuhan, pembelaan dari manusia otomatis mengikuti.

Pengumuman
Kupang 6-7 Mei. Pagi KKR pelajar, sore KKR umum. Yang dibutuhkan hanya konselor

Flores 14-15 Mei (Labuhan Bajo) – dibutuhkan banyak tenaga.
14 mei sore – pemutaran film + pasar murah; 15 mei – Pantekosta

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, 085 727 868 064

Monday, April 11, 2016

Reaksi dan Respon – Kezia-Yoseph-Hadasha – Minggu, 20 Maret 2016

Minggu, 20 Maret 2016
Reaksi dan Respon
Kezia Samantha – Yoseph Samuel – Hadasha Gloria


Kezia Samantha
Hai saudara- saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata- kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. (Yak 1: 19-21)

Reaksi jemaat saat melihat video rekaman cuplikan pesan-pesan p Agung: rindu, sedih, marah, dll. Semua reaksi itu spontan keluar dari hidup kita, dan itu wajar. Tapi Firman berkata supaya kita tidak terburu-buru berkata-kata, mempertanyakan, memprotes, mengolok-olok, atau menghakimi, karena semuanya kedaulatan Tuhan.

Reaksi adalah sesuatu yang spontan keluar dari hati kita.

Kesaksian
Minggu sore p Agung panggil Kezia dan Erik untuk membersihkan suatu hadirat yang berbeda di kamar p Agung. Pesan p Agung: "papa berangkat dulu". Ternyata itu adalah pesan terakhirnya.
Saat pulang, pembantu tiba-tiba panggil Kezia, Erick dan Shasha, karena kondisi p Agung berbahaya. Reaksi Kezia saat melihat kondisi p Agung berkata "Tuhan tolong".

P Agung meninggal di tempat tidurnya. Setelah keluarga dan pastoral flashback, ternyata p Agung banyak berikan tanda-tanda, baik keluarga, atau jemaat.
P Agung ternyata juga sudah berpesan supaya di ultahnya (20 Maret) ketiga anaknya berbicara di mimbar. Bahkan Tuhan sudah siapkan pembicara untuk 1 minggu setelah kematian p Agung.

P Agung berada di mimbar untuk menyampaikan Firman dan pesan dari hati Tuhan. Bagi p Agung mimbar bukan tempat curhat atau berkeluh-kesah. Saat bu Yusak meninggal, p Agung juga tidak menceritakan perasaannya. Maka anak-anak p Agung sepakat untuk tidak menyampaikan perasaan pribadi, tapi yang dari hati Tuhan.
Dalam 2 minggu terakhir p Agung banyak sekali beri wejangan ke anak-anaknya. Senin 7 Maret, p Agung beri nasehat ke Kezia dan Shasha tentang reaksi dan respon.

Saat manusia menghadapi masalah, ada 2 hal keluar dari hidup kita: reaksi dan respon. Seringkali reaksi yang keluar adalah reaksi yang salah. Saat kemarahan menguasai, kita akan keluarkan perkataan yang salah, kemudian melakukan tindakan yang salah.

Reaksi kita menentukan masa depan kita.
Reaksi terbaik: diam. Jangan langsung bertindak, jangan langsung mengatakan sesuatu.

1Sam 18: 6-10
Saul dipilih jadi raja, tapi bereaksi salah hanya karena mendengar perkataan para wanita. Begitu ber-reaksi yang salah, roh jahat masuk di hidup Saul, dan Tuhan tidak pernah lagi mempercayakan apapun pada Saul.

Jangan takut kehilangan Petrus Agung, tapi takutlah kehilangan Tuhan. Takutlah jika saat ibadah tidak ada hadirat Tuhan.

Apapun yang terjadi, jangan kata-katain orang di PP (status,
profil picture), jangan ada yang jahat keluar dari hidup kita, belajar diam. Karena begitu marah, kita tidak bisa berfikir jernih, dan hati tidak bisa menangkap yang dari Tuhan.

Yosep Samuel
Kesaksian
Yosep pernah bereaksi salah. 10 tahun lalu Yosep menemani p Agung makan malam dengan tamu. Tiba-tiba tukang parkir memintanya pindah, Yosep marah kepada tukang parkir di hadapan p Agung dan tamu. P Agung hanya diam, dan terlihat kecewa.

P Agung berkata kepada Yosef: kamu harus punya
cool spirit, harus tahu levelmu, dengan siapa kamu berbicara dan bertengkar. Yosef membantah, dan menganggap p Agung membela tukang parkir, bukan anaknya. P Agung tetap tenang, dan berkata bahwa dia tidak mungkin ber-reaksi seperti yang Yosep minta karena p Agung adalah hamba Tuhan, dan panggilannya raja.

Yosef bertobat, dan belajar mengontrol diri. Tuhan mau kita semua punya penguasaan diri, cool spirit.

Hadasha Gloria
Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: " Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu. (Yes 30: 15a)

Kesaksian
Shasha harus tulis artikel buat sebuah artikel di majalah, tapi bingung akan menulis apa. Shasha bertanya pada p Agung, lalu P Agung jelaskan: saat ada sesuatu yang berat, ada pilihan: reaksi atau respon. Reaksi langsung keluar begitu saja, respon keluar setelah lebih dulu diolah dan dipertimbangkan.

Reaksi keluar tanpa berfikir. Respon keluar setelah ada proses: diam, renungkan, tanya Tuhan, baru kemudian melakukan sesuatu.

Contoh perbedaan antara reaksi dan respon
Ada wanita-wanita eksekutif di sebuah kafe. Lalu ada 1 cicak kecil jatuh di meja. Terjadi kehebohan, ada yang teriak-teriak, ada yang keluar tanpa bayar. Seseorang pelayan wanita dengan tenang datang dengan tissue, mengambil cicak dan membuangnya, maka masalah selesai.

Reaksi yang salah bisa membuat masalah lebih parah, dan tidak menyelesaikan masalah. Tapi saat kita me-respon dengan benar, akan menyelesaikan masalah dengan efektif dan cepat, membuat semua yang salah bisa diselesaikan.

Kesaksian
P Agung ajak Shasha khotbah duet. Reaksi Shasha panik dan merasa tidak mampu. P Agung berkata bahwa ini jalan tercepat Shasha untuk mencapai destiny-nya. Sampai saat ini, saat berkhotbah, Shasha merasa p Agung ada di belakangnya dan meyakinkan bahwa dia bisa.

Shasha dekat dengan papanya karena kurang feminim. Jika dekat maminya harus pakai rok, pakai bando, pakai make up dll. Jika ibunya memaksa, p Agung membela dengan berkata bahwa Shasha sudah cantik apa adanya.

Pesan p Agung ke Shasha:
Jika kita difitnah dan dimaki-maki orang: diam, jangan balas, jangan ber-reaksi yang salah, serahkan semua ke Tuhan, ber-respon seperti yang Tuhan mau, maka kita akan melihat pembelaan Tuhan.

Shasha lihat p Agung lakukan hal sama saat difitnah orang: diam, hadapkan ke Tuhan. Maka pembelaan akan datang dari Tuhan, di waktu yang sempurna, dengan cara di luar pikiran manusia.

Manusia sering tidak sabar, terlalu cerewet kepada Tuhan. Padahal Tuhan sudah menata hidup kita. Jika itu bisa kita tangkap dan pelajari, akan ada yang luar biasa.

Yusuf difitnah saudara-saudaranya, bahkan dijual. Yusuf tetap diam. Bahkan saat digoda istri Potifar, Yusuf diam dan tidak menyebarkan aib istri Potifar. Saat juru minuman lupa akan Yusuf, Yusuf tetap diam. Inilah yang membuat Yusuf naik tinggi.
Saat masa kesesakan tiba, Firaun perlu Yusuf untuk membantunya. Firaun sejak kecil dididik jadi raja, tapi mudah marah, sementara Yusuf sangat tenang menghadapi segala sesuatu.

Menurut psikologi: Orang yang gampang emosi tidak bisa menggunakan akal sehat, ujungnya jadi parah dan malah mengacaukan semuanya. Emosi membuat kita tidak bisa mendengar suara Tuhan. Saat tenang, kita bisa dengar suara Tuhan, dan masalah bisa selesai dengan baik
.

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. (Ams 16: 32)

Ketika kita bisa menguasai diri, membiarkan Roh Kudus masuk dan menguasai kita, kita akan bisa menguasai kota, bahkan dunia, karena karakter Kristus masuk dalam hidup kita.

Contoh kasus: butuh uang, lalu pasang status + no rekening. Ini salah, seharusnya hadapkan masalah itu ke Tuhan, minta tolong ke Tuhan.

P Agung sudah tidak ada, saat berada di puncak destiny-nya. Jangan bersedih, mari lanjutkan visi-visi Tuhan: memuliakan Tuhan, memenangkan milyaran jiwa bagi Tuhan.

Mari bangkit, menyelesaikan visi Tuhan di hidup kita, jalan dengan Tuhan, dan tidak berhenti.

Jika hati kita percaya pada Tuhan, akan ada ketenangan, damai sejahtera turun dalam hidup kita. Untuk ber-respon dengan benar, ketenangan harus ada di hati kita. Dalam hati yang percaya tidak ada kegelisahan. Tidak akan ada pertanyaan di hati tentang pertolongan Tuhan, karena kita tahu Tuhan pasti menolong kita.

Hengky Kusworo
Reaksi salah dari Saul membuat dia kehilangan kerajaan.
Respon benar dari Yusuf membuat dia jadi penguasa Mesir.

Jika ada reaksi yang salah, hadapkan ke Tuhan, minta ampun, supaya kita dipulihkan.

Ziklag dibakar hanya 3 hari sebelum Daud naik tahta. Daud tidak bereaksi salah, tapi menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, dan menghadap Tuhan. Respon yang benar membuat Daud jadi raja.

dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." (Yes 30: 15b)

Terima warisan p Agung:
Hati yang tenang dan teduh, menguasai diri, roh pengertian yang kuat, mampu me-respon dengan benar, ada penguasaan diri, menghadapkan semuanya pada Tuhan.

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, 085 727 868 064