Thursday, December 8, 2016

Pondasi Keluarga – Philip Mantofa – Minggu pagi, 20 November 2016

Minggu pagi, 20 November 2016
Pondasi Keluarga
Philip Mantofa

Gereja yang berhasil dimulai dari hubungan yang berhasil. Gereja terdiri dari unit keluarga. Setiap keluarga yang ada dalam sebuah gereja akan mempengaruhi gereja itu, mulai dari keluarga hamba Tuhan maupun keluarga jemaat.

Kesaksian
Ps Philip adalah orang sangat sibuk, menjadi salah satu pemimpin dari tim penggembalaan salah satu mega church dengan 45 ribu anggota. Banyak hal yang terjadi dalam pelayanan yang menuntut waktu ps Philip. Kunci keberhasilan pelayanan ps Philip adalah keluarga yang bahagia, maka pengajaran ps Philip tentang keluarga relevan bagi semua orang, termasuk yang sangat sibuk.

Kunci sukses dalam hidup kita, di bidang apapun, tidak lepas dari kebahagiaan keluarga

Orang pertama yang Tuhan percayakan pada kita bukan orang-orang dalam pekerjaan atau pelayanan kita, tapi keluarga kita.

Kita boleh dan seharusnya penuh pewahyuan, karunia, perkara surgawi, dll. Tapi kita tidak boleh hidup hanya berdasar karunia itu, tetap harus menapak di bumi. Artinya ada kehidupan nyata yang harus dikelola.

Setiap anak Tuhan harus menjaga keseimbangan antara karunia dan keluarga, antara pelayanan dan keluarga, antara karir dan keluarga.

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. (1Kor 13: 13)

Banyak orang mengejar iman. Iman adalah cikal bakal mujizat. Manusia selalu lapar akan kuasa, sehingga manusia mengagumi iman. Orang-orang yang penuh iman menarik manusia. Iman menjadi perlombaan.

Saat iman mulai mengorbankan kasih, maka terjadi salah prioritas.

Iman adalah perlombaan. Iman selalu bicara tentang pencapaian: jumlah jemaat, berkat, jumlah yang disembuhkan, jumlah yang dibangkitan, dll.

Jangan terpancing untuk membuktikan diri. Setiap pembuktian diri memerlukan tujuan

Iman itu penting. Tanpa iman kita tidak bisa menyenangkan Tuhan, tidak bisa melakukan perkara-perkara besar.

Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. (Ibr 11: 6a)

Iman bekerja melalui kasih. Walau seseorang beriman luar biasa, tapi hidup kasihnya runtuh atau rapuh, maka Tuhan tidak melihat dia sebagai orang yang melayani Tuhan dengan segenap hati.

Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. (1Kor 13: 1-3)

Meninggalkan keluarga untuk pelayanan adalah iman tanpa kasih, atau iman yang mengorbankan kasih.
Contoh:
  • Saat anak ulang tahun tidak hadir, malah KKR
  • Saat seharusnya merayakan anniversary pernikahan malah pergi misi.

Ada 2 penghakiman di kehidupan setelah kita mati atau diangkat:
  1. Pengadilan domba dan kambing (Why 20: 12)
  2. Pembagian upah bagi mereka yang di dalam Kristus (1Kor 3: 11-15)

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus (Rm 8: 1)

Mereka yang di dalam Kristus tidak dihakimi, tapi menerima sesuai pekerjaannya (1Kor 3: 11-15). Sistem upah Allah adalah kasih, seberapa kita mengasihi orang lain (Mat 25: 31-46).

Cermin yang menunjukkan apakah kita hidup dalam kasih adalah orang-orang di sekitar kita, yaitu keluarga: istri dan anak-anak kita.

Sudahkah kita sukses mengasihi? Sudahkah kita belajar menguasai seni mengasihi?
Kelak di akhirat yang Tuhan tanyakan: sudahkah kita mengasihi orang tua kita, anak-anak kita, suami/ istri kita, saudara kandung kita?

Tuhan tidak akan menanyakan pencapaian-pencapaian kita. Dalam Mat 25 kambing berkata sudah melakukan banyak hal, dan Tuhan mengakuinya. Tapi yang menyembuhkan, melepaskan, memberkati adalah nama Yesus, artinya Tuhan sendiri yang melakukan. Mujizat tetap bisa terjadi walau hamba Tuhan yang melakukannya hidup dalam dosa. Karena nama Yesus sangat berkuasa.

Ilustrasi: Emas yang tertelan oleh anjing dan keluar dalam kotorannya tetap sama berharganya.

Kita harus belajar mengasihi, sehingga kita bisa lulus ujian kasih. Iman tidak perlu diuji, karena iman sekecil biji sesawi bisa memindahkan gunung.

Tipuan iblis: Manusia mengejar sukses sedemikian sehingga keluarganya tidak bisa menikmati, bahkan justru kehilangan.

Jika tidak bisa menikmati keluarga saat kekurangan, saat sukses juga tetap tak akan bisa menikmati.

Sukses, mujizat, lawatan Tuhan, pencapaian, jemaat berkembang, semua adalah bonus. Tapi yang utama: sudahkah kita belajar mengasihi dan sukses mengasihi? Takarannya adalah keluarga kita.

Kesaksian:
Kesuksesan yang kelak ps Philip bawa ke Tuhan bukan pelayanannya, tapi sudah merawat dan mengasihi istri dan anak-anaknya dengan baik.

Jangan letakkan status dan identitas di atas keberhasilan karir dan pelayanan, tapi takaran kesuksesan adalah keluarga inti.

Gembala yang sehat mengatur prioritasnya:
  1. Tuhan Yesus
  2. Keluarga
  3. Pelayanan/ pekerjaan

Jika seseorang hubungannya tidak beres dengan Tuhan atau dengan keluarganya, maka akan mencari pengakuan di luar. Akibatnya ada pamrih dalam pelayanan.

Utamakan keluarga lebih dari pelayanan-pekerjaan-karir

Kasih harus dikelola. Satu-satunya orang yang punya kasih tak terhingga adalah Yesus. Suami-istri pun kadang sulit menerima kelemahan pasangannya. Kasih dan usia manusia terbatas. Manusia tidak mampu memberikan kasih agape kepada semua orang. Maka kita harus profesional mengelola kasih, sehingga bisa mengerjakan visi Bapa. Kita harus jelas: dengan siapa kita hidup saat ini.

Contoh: Bisakah kita mewariskan seluruh hasil kerja kita selama bertahun-tahun pada orang yang tidak kita kenal?

Saat hubungan keluarga sehat, maka gereja sehat.

Kesaksian
Ps Philip komitmen kepada cabang-cabang gereja Mawar Sharon. Karena sudah terjadwal untuk melayani, walau di Jakarta baru terjadi demo besar-besaran, dan ada intimidasi kepada umat Kristen, ps Philip tetap berangkat.
Tapi jika undangan ke Jakarta bukan pelayanan, melainkan undangan pernikahan, maka ps Philip tidak akan berangkat.
Komitmen ps Philip untuk melayani di gereja selain GMS juga tidak sebesar komitmennya terhadap gereja-gereja GMS. Karena di gereja lain posisinya hanyalah sebagai salah satu pembicara.
Tuhan sayang pada semua orang, tapi ps Philip tidak bisa sayang kepada semua orang dengan cara yang sama.

Salah satu fungsi urapan Tuhan di hidup kita: membuat pengelihatan akan posisi tiap-tiap orang di hidup kita menjadi jelas, sehingga kita bertindak bijaksana

Mengelola kasih membuat kita lebih mudah mengambil keputusan. Di pelayanan kita hanyalah salah satu yang bisa melakukan, tapi di keluarga kita adalah satu-satunya ayah atau ibu bagi anak-anak. Demikian juga di tempat kerja, kita hanyalah salah satu karyawan.

Mengapa kita harus mengelola kasih
1. Tidak semua orang punya nilai yang sama dalam hidup kita.

Contoh:
Ps Philip diundang berbicara di JKI karena diundang dan kenal dengan ps Tina. Ps Philip mengatur jadwal-jadwalnya terlebih dulu, dan mencari yang masih senggang. Tapi jika seseorang yang tidak dikenal menghubungi dan meminta berkhotbah, maka akan diarahkan pada sekretarisnya.
Jika yang memintanya datang adalah gembala GMS Semarang, maka itu jadi prioritas dan ps Philip segera ke Semarang, karena ada komitmen sebagai orang-tua rohani bagi gembala GMS itu.
Ada orang tertentu yang prioritasnya lebih tinggi lagi, sewaktu-waktu menghubungi, ps Philip akan langsung datang secepatnya.

Jangan diputar balik: orang yang harusnya jadi VIP di hidup kita, malah tidak mendapat prioritas

Yesus sendiri punya prioritas. Ada lingkaran kepercayaan yang terdiri dari 70 murid (lingkaran ketiga), 12 rasul (lingkaran kedua), dan 3 murid (
inner-circle), dan Yohanes sebagai murid terkasih. Di luar 3 lingkaran ini adalah lingkaran pengaruh.

Kasih terhadap "lingkaran pengaruh" tidak boleh lebih besar dari kasih terhadap "lingkaran kepercayaan"

Pusat kehidupan kita: Yesus. Yesus yang memerintah dalam pernikahan, dalam rumah-tangga, dalam pelayanan, dalam pekerjaan, dll.

Lingkaran kedua adalah hanya bagi pasangan hidup. Hanya bagi suami-istri, tidak boleh ada orang ke-3, termasuk anak, orang-tua, apalagi teman – seberapapun rohani atau ber-karunia-nya orang itu.

Saat orang lain masuk ke lingkaran kedua, maka pernikahan akan jadi renggang.

Contoh: mengutamakan anak, membiarkan anak tetap tidur di antara orang-tuanya walau menurut usia seharusnya sudah tidur sendiri, dll.

Warisan paling berharga bagi anak: pernikahan orang-tua yang bahagia, karena jiwanya akan utuh.

Suami-istri adalah satu tubuh. Keputusan tentang hal-hal di luar keluarga, harus berdasar kesepakatan suami-istri.

Cara memasukkan orang lain ke dalam lingkaran kedua adalah dengan menceritakan masalah rumah-tangga kepada orang lain, terutama lawan jenis.

Kesaksian:
Seminggu sekali ps Philip dan istri kencan hanya berdua tanpa anak. Ini untuk menjagai romantisme, persahabatan, dan kepercayaan.

2. Agar kita mengerti cara meresponi setiap orang.

Jika kita mengerti prioritas, maka kita bisa menolak orang lain tanpa harus merasa bersalah.

Ilustrasi: Sakit ginjal.
  • Jika orang itu tak dikenal, ps Philip hanya akan mendoakan.
  • Jika orang itu jemaat, ps Philip akan mendoakan, lalu me-referensi-kan orang itu pada dokter yang terpercaya, bahkan meminta tolong pada dokter itu secara pribadi
  • Jika orang itu rekan sepelayanan yang lebih dekat, ps Philip bahkan akan menemani hingga ke Rumah Sakit.
  • Jika itu istrinya, maka ps Philip akan menawarkan ginjalnya sendiri.

Saat kita berkata ya pada sesuatu, artinya kita sedang berkata tidak untuk hal lain:
  • Ada pilihan antara keluarga dan pelayanan.
  • Ada pilihan antara tidur/ istirahat dan kegiatan.

Untuk suatu alasan yang tepat, kadang kita perlu berkata TIDAK

Hidup selalu dilema, maka Tuhan memberi kita kuasa untuk mengambil keputusan. Salah satu buah Roh adalah
penguasaan diri, ini adalah kunci di tangan kita.
Antara pelayanan dan keluarga keduanya baik, keduanya untuk Tuhan dan menyenangkan Tuhan. Tapi harus dipilih. Kadang harus utamakan pelayanan, kadang harus keluarga.

3. Supaya akhirnya kita bisa menyelesaikan pekerjaan Bapa dalam hidup kita.

Seumur hidupnya Yesus berkali-kali lewat gerbang indah. Tapi si lumpuh baru disembuhkan setelah Yesus mati, saat Petrus lewat situ, dan kemudian 3000 orang bertobat. Ini bukan karena Yesus tidak Maha Kuasa, tapi karena Yesus tahu batasan-batasan pelayananNya.

Kesuksesan bukanlah seberapa banyak uang kita, tapi seberapa banyak kasih yang kita curahkan dalam hati orang-orang yang mencintai kita.

Jangan berusaha melakukan segala sesuatu, lakukan hanya yang Tuhan gariskan bagi kita

Yesus tidak menyembuhkan semua orang, tapi hanya sembuhkan orang yang Bapa perintahkan untuk sembuhkan. Contoh: di tepi kolam Betesda hanya 1 orang yang disembuhkan.


Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 085 727 868 064

Monday, December 5, 2016

Aku Datang untuk Melayani – Tina Agung Purnomo – Minggu, 4 Desember 2016

Minggu, 4 Desember 2016
Aku Datang Untuk Melayani
Tina Agung Purnomo

Bambang Budiyanto (In house consultant) - Pengantar

Hari ini adalah peluncuran
new chapter JKI Injil Kerajaan:
  1. Visi yang baru: menghadirkan kerajaan Allah di 20 ribu komunitas, mencetak pemimpin-pemimpin yang transformatif.
  2. Komitmen baru sebagai keluarga Allah. Gereja adalah keluarga Allah, semua yang hadir adalah keluarga, ruang ibadah adalah ruang tengah (living room), bukan restoran. Komitmen kekeluargaan akan dipertebal, saling mendukung dan mendoakan.
  3. Komitmen melengkapi jemaat. Memperlengkapi jemaat dan memberi kesempatan jemaat untuk melayani.
  4. Komitmen untuk mencintai Firman Tuhan, berdiri dan melakukan Firman. Segala sesuatu harus berdasar Firman Tuhan yang kokoh.

JKI IK akan belajar dari kitab Markus mulai 4 des 2016 s/d 9 April 2017.
Injil Markus adalah yang pertama kali ditulis, dan merupakan tuangan hati Petrus, pemimpin dari murid-murid Yesus Kristus. Disarankan setiap jemaat membaca pasal yang akan di bahas di minggu sebelumnya. Aplikasi dan pendalaman Firman Tuhan akan dilakukan di MK- MK yang ada.

Aku Datang untuk Melayani - Tina Agung Purnomo

The beginning of the gospel of Jesus Christ, the Son of God. (Mrk 1: 1)

Markus ingin memberitakan kabar baik yang berbeda, sesuatu pengumuman yang besar.

Kata "gospel/ kabar baik" yang digunakan: evangelion (tunggal), bukan evangelia (jamak)
Artinya kabar baik hanya dalam Yesus. Markus ingin memproklamirkan bahwa kabar baik itu hanya 1, yaitu Injil Yesus Kristus.

Markus banyak menceritakan tindakan Yesus, dan tempat-tempat yang dikunjungiNya. Markus melihat betapa luar biasanya Tuhan.

Gaya bahasanya mudah, injil Markus ditujukan pada orang non-Yahudi, karena berkali-kali Markus menjelaskan adat-istiadat orang Yahudi.

Inti Injil Markus : Yesus hadir untuk melayani, bukan dilayani.

Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa- Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. " (Mrk 10: 43-45)

Melayani: melakukan sesuatu, bukan pasif.

Mengenal Yohanes Markus (John Mark)
Yohanes adalah nama Yahudi, Markus adalah nama Latin. Ini berarti Markus seorang Yahudi yang ada kaitan/ koneksi dengan pemerintah Romawi.

Kis 12: 12-17 – Petrus dipenjara. Dengan ajaib Tuhan bebaskan, dan Petrus langsung menuju rumah Yohanes Markus.

Dan setelah berpikir sebentar, pergilah ia ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak orang berkumpul dan berdoa. (Kis 12: 12)

Keluarga Markus kaya, buktinya punya pembantu. Diperkirakan rumah orang tua Markus besar - sehingga bisa menampung banyak jemaat di Yerusalem.
Para ahli memperkirakan bahwa rumah Markus adalah:
  1. Tempat berkumpul jemaat perjanjian baru (Kis 12: 12-17)
  2. Tempat bersekutu setelah Yesus terangkat ke Surga, menunggu datangnya Roh Kudus
  3. Tempat perjamuan terakhir yang lengkap dan tersedia

Markus tidak asing dengan Tuhan Yesus, tapi saat Yesus masih hidup Markus masih sangat muda.

Salam kepada kamu dari Aristarkhus, temanku sepenjara dan dari Markus, kemenakan Barnabas--tentang dia kamu telah menerima pesan; terimalah dia, apabila dia datang kepadamu-- (Kol 4: 10)

Markus adalah keponakan Barnabas, teman sepelayanan Paulus.

Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem, setelah mereka menyelesaikan tugas pelayanan mereka. Mereka membawa Yohanes, yang disebut juga Markus (Kis 12: 25)

Barnabas membawa Markus masuk ke pelayanan

Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka (Kis 13: 5)

Markus ikut Paulus dan Barnabas sebagai pembantu.

Lalu Paulus dan kawan-kawannya meninggalkan Pafos dan berlayar ke Perga di Pamfilia; tetapi Yohanes meninggalkan mereka lalu kembali ke Yerusalem (Kis 13: 13)

Markus meninggalkan pelayanan. Kemungkinan karena tidak siap menghadapi beratnya pelayanan, karena latar belakangnya dari keluarga kaya.

Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus; tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka. Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus. (Kis 15: 37-39)

Saat Barnabas mau membawa Markus lagi, Paulus menolak dengan tegas. Akibatnya Barnabas berpisah dari Paulus. Barnabas melihat sesuatu yang baik di dalam Markus, maka tetap membawa Markus. Jika Markus tidak diajak lagi masuk pelayanan kemungkinan tidak akan ada injil Markus.

Adakah Barnabas-Barnabas di antara jemaat? Jika di masa lalu pernah menginjili seseorang dan ditolak, jangan menyerah. Kita tidak pernah tahu akan jadi apa orang yang pernah kita injili.

Kesaksian
Bu Tina berkali-kali ajak opa-nya terima Yesus, tapi selalu ditolak. Suatu kali opa-nya koma. P Agung dan bu Tina mengunjungi, lalu menginjili dan mengajak opa untuk terima Yesus. Opa menitikkan air mata. Beberapa jam kemudian opa meninggal.

Salam kepadamu dari Epafras, temanku sepenjara karena Kristus Yesus, dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas, teman-teman sekerjaku (Flm 1: 23-24)

Beberapa tahun kemudian (sekitar 12 tahun) Markus jadi teman sekerja Paulus.

Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku (2Tim 4: 11)

Di surat terakhirnya Paulus bahkan minta Markus supaya datang, karena pelayanan Markus sangat berharga bagi Paulus.

Walau Paulus berselisih dengan Barnabas, Markus bisa melayani keduanya.

Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku (1Ptr 5: 13)

Pelayanan Markus juga penting bagi Petrus, bahkan dianggap sebagai anaknya sendiri. Barnabas memuridkan Markus, yang kelak jadi orang yang penting bagi banyak Rasul lain.

Markus menulis karena diperintahkan oleh Petrus. Maka api Petrus terasa di Injil Markus.

Anak muda di taman Getsemani yang lari dengan telanjang diperkirakan adalah Markus (Mrk 14: 51-52)

Jangan menilai pribadi seseorang, karena kita tidak tahu bagaimana Tuhan bisa merubahnya kelak.

Kesaksian
Bu Tina bertobat tahun 1980 di youth jambore generation di Tawangmangu. Bu Tina sekolah di Jakarta, pertobatan itu saat pulang ke Semarang.
Sekembalinya ke Jakarta, bu Tina masuk ke berbagai gereja karena kehausan akan Tuhan. Bu Tina pernah ke gereja berbahasa Jawa, gereja berbahasa batak, gereja berbahasa mandarin.
Prinsip bu Tina: Yesus beribadah setiap Sabat, maka orang Kristen seharusnya juga beribadah setiap Minggu.
Suatu hari p Bambang ke jakarta, dan antarkan bu Tina ke CWS (Charismatic Worship Service) di hotel Hyatt. Ternyata lagu2nya dikenali. Maka bu Tina mulai berjemaat di situ.
Bu Tina selalu datang awal. Bu Tina melihat bahwa ada seorang pelayan yang menurunkan piano dari atas ke tempat ibadah, lalu membagi warta di setiap kursi. Bu Tina menawarkan diri untuk membantu membagi warta dan mengangkat piano. Dalam pelayanan sederhana itu bu Tina bertumbuh, akhirnya dibabtis.

Selesai kuliah, bu Tina kembali ke Semarang, bergabung dengan teman2 di yayasan Sangkakala. Mereka membuat opret, dan sukses dalam menginjil. P Adi melihat potensi bu Tina, lalu diarahkan untuk melayani. Dari situ bu Tina belajar melayani.

Pelayanan adalah salah satu cara untuk tetap bertumbuh di dalam Tuhan. Selain itu, pelayanan akan jadi kenangan yang indah bagi kita di waktu yang akan datang.

Kata Yesus kepada mereka: " Makanan- Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan- Nya. (Yoh 4: 34)

Pengertian umum: makanan rohani kita adalah Firman Tuhan.
Tapi firman berkata bahwa makanan kita adalah melakukan kehendak Bapa, artinya melayani.
Saat kita berhenti makan- kita akan mati. Saat kita berhenti melayani- rohani kita akan berhenti bertumbuh.

Lakukan pelayanan, walau kecil dan tidak dilihat manusia, tapi Tuhan melihat. Kita bisa melakukan banyak hal.


Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 085 727 868 064

Sunday, December 4, 2016

Expiry Date – Tina Astari – Minggu, 27 November 2016

Minggu, 27 November 2016
Expiry Date
Tina Astari

Roh Kudus adalah penghubung antara manusia dengan surga: membuat kita bisa mengerti isi hati Tuhan, mengerti kehendak Tuhan bagi anak-anakNya.

Selama hidup di dunia, selalu ada masalah, problem dan kesulitan. Tapi setiap masalah ada kadaluarsanya (expiry date).

Jika saat masa-masa proses itu kita tidak menang, maka permasalahan akan terulang lagi.
Saat menunggu segala problem selesai, yang harus kita lakukan: mencari Tuhan.

Kecendurangan manusia: kondisi hati terbaca di penampilan, terutama pada masa sulit. Ada orang yang bisa menutupi masalahnya, tapi kebanyakan tidak bisa.

Cara comment di sosmed juga menunjukkan kondisi hati seseorang.

Kesaksian
Bu Tina tetap tenang karena walau update status, tapi tidak baca komentar-komentarnya.

But seek ( aim at and strive after ) first of all His kingdom and His righteousness ( His way of doing and being right ), and then all these things taken together will be given you besides. (Mat 6: 33, AMP)

Yang pertama dan terpenting adalah mencari kerajaan Allah.

Cari: berusaha mendapatkan-menemukan-memperolah. Artinya tidak diam.

Kerajaan Allah: pemerintahan Allah, dimana Allah sebagai raja, dilaksanakan di surga dan di bumi
Di dalam kerajaan ada tatanan, ada aturan, ada hukum-hukum. Tidak ada kerajaan/ pemerintahan yang tanpa tatanan.

Jika hukum-hukum di Alkitab dikerjakan oleh siapapun- maka hasilnya akan sama, tidak perduli apakah itu jemaat maupun hamba Tuhan.

Saat kita mencari kerajaan Allah, kita pasti menemukan Tuhan.

Gaya mencari Tuhan berbeda-beda bagi setiap orang:
Bu Tina dengan menyanyi & menyembah. p Agung dengan diam dan merenung. Ada hamba Tuhan yang dengan jalan kian-kemari.

Tuhan tunggu hingga jiwa kita tenang. Karena saat tidak tenang, tidak bisa menangkap Firman yang disampaikan.
Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. (Kol 3: 1-2)

Perkara di atas: Firman Tuhan.

Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada- Nya selama Ia dekat! (Yes 55: 6)

Kita adalah anak-anak Tuhan, cari Tuhan, karena Tuhan bisa dan mau ditemui.

Kesaksian
Jika ada masalah, kesal, jengkel, bu Tina tulis semua omelan, kekesalan dan umpatan di surat atau notes. Tapi ditutup dengan: bu Tina mengerti Tuhan punya maksud-maksud tertentu, maka memilih untuk mengucap syukur, ditutup dengan Firman Tuhan.
Setelah itu surat/ notes dihapus, dan perasaan plong. Sampah jangan disimpan.
Cara mengungkapkan isi hati ini didapat bu Tina dari ayahnya.

Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. (Luk 11: 9-10)

Tuhan mau kita mencari Dia, karena saat mencari Dia, kita akan fokus. Jika kita tidak bisa mendapat sesuatu, baca Firman Tuhan dengan bersuara, sehingga iman kita bangkit.

All truth is paralel - Morris Cerullo

Jasmani dan rohani itu paralel. Apa yang kita dapatkan secara rohani di kamar doa, akan kita dapat di alam jasmani.

Manusia sering terbalik: ingin diberkati secara jasmani, cari hanya jasmani. Seharusnya cari yang rohani lebih dulu.

Beloved, I pray that you may prosper in all things and be in health, just as your soul prospers. (3Yoh 1: 2, NKJV)

Jika jiwa kita limpah, berkat materi juga limpah di hidup kita.

Firman harus limpah dan kuat dalam hidup kita, nanti Tuhan dengan mudah mencurahkan berkat jasmani.

Kesaksian
Rumah p Petrus dulu di belakang gereja permata, luas 119 m2, luas bangunan 75m2. Satu kali pemilik perumahan Greenwood meminta p Agung pindah ke sana.
Selama 3 bulan pertama P Agung dan bu Tina berdoa segenap hati, karena dalam hati bu Tina ada ketakutan untuk membayar angsuran. Lagu yang dinaikkan selalu El-Shaddai.
Saat di Kamboja, p. Agung teringat ada yang memberkati, dan amplopnya belum dibuka. Ternyata cek sejumlah 70 jt rupiah. Ini cukup untuk melunasi rumah.

Semua yang jasmani harus diawali dengan yang rohani. Jika ada breakthrough di alam rohani, akan ada terobosan di alam jasmani.

Jika ingin next level: cari Tuhan hingga Firman itu limpah di hidup kita. Jangan fikirkan yang jasmani, tapi hal-hal di atas - di mana Kristus ada.

Jangan cari berkatnya, cari pemberi berkatnya.

Kesaksian
Ayah p Agung lama tidak ke gereja. Suatu hari bu Tina digerakkan Roh Kudus untuk mengirim mobil dan sopir kepada mertuanya, sehingga datang ke gereja.
Awalnya ayah p Agung melihat bahwa mantunya galak seperti singa. Tapi kemudian melihat bahwa bu Tina berubah banyak, maka mau diajak ke gereja kembali.

Tuhan selalu mengerjakan sesuatu dalam hidup kita, jika kita lulus, Tuhan selalu sediakan bonusnya.

Lalu sangat takutlah Yakub dan merasa sesak hati; maka dibaginyalah orang- orangnya yang bersama- sama dengan dia, kambing dombanya, lembu sapi dan untanya menjadi dua pasukan. (Kej 32: 7)

Yakub ketakutan dan sesak hati.

Kej 32: 22-32
Pergumulan Yakub dengan Allah: seorang diri

Meskipun kita punya kenalan hamba Tuhan, suami/ istri-nya adalah hamba Tuhan - saat pergumulan dan mencari Tuhan harus sendiri.

Pergumulan iman kita sendiri-sendiri, tidak ada iman rombongan. Dalam MK boleh minta dukungan rekan-rekan MK, tapi pergumulan kita sendiri dengan Tuhan.
Pergumulan sendiri dengan Tuhan selalu membuat kita kuat.

Dari pergumulan dengan Tuhan, Yakub berubah jadi Israel.

Kata Filipus kepadanya: " Mari dan lihatlah! " Yesus melihat Natanael datang kepada- Nya, lalu berkata tentang dia: " Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya! " (Yoh 1: 47)

Yakub karakter aslinya buruk, penipu. Setelah bertemu dengan Tuhan, nama Yakub diubah jadi Israel, tidak ada lagi kepalsuan di dalamnya.

Mari jadi Israel sejati, tidak ada kepalsuan, sehingga hidup kita jadi berkat. Sering ada orang yang mengamati hidup kita: dalam persoalan, kondisi tertekan, dll.

And as he passed Penuel [ Peniel ], the sun rose upon him, and he was limping because of his thigh. (Kej 32: 31, AMP)

Kita harus berbeda dengan dunia, sehingga orang bisa lihat bagaimana kita berjalan dengan Tuhan, dan Tuhan mengubah karakter masa lalu kita menjadi karakter yang baru.

Jika kita mencari Tuhan, maka tanpa minta berkat-pun, Tuhan akan memberkati kita secara limpah.
Tanda kita menang dari pergumulan: kita bisa menyaksikan pertolongan Tuhan kepada orang-orang lain.

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 085 727 868 064