Rabu, 27 Agustus 2014

Perang Bintang – Petrus Agung – Minggu, 24 Agustus 2014

Minggu, 24 Agustus 2014
Perang Bintang
Petrus Agung


Di dalam kehidupan ada hal-hal yang bisa kita jelaskan dengan logika, bisa dilihat hubungan sebab-akibatnya. Tapi ada hal-hal lain yang sama sekali tidak bisa dijelaskan secara logika.

Contoh:
  • Seorang anak menderita koma karena kecelakaan. Saat akan didoakan, p Agung meminta ayah si anak untuk merelakan. Beberapa saat setelah didoakan, tanda-tanda vital si anak menghilang, dan dinyatakan meninggal. Saat orang tuanya masuk ke ruangan, tanda-tanda kehidupan pulih. Saat orang tuanya kembali keluar, si anak meninggal lagi. Saat orang tuanya masuk ke ruangan, tanda-tanda vitalnya kembali muncul. Hal ini berlangsung hingga 3 kali. Tuhan berkata kepada p Agung bahwa si anak berat berpisah dengan orang tuanya. Dan karena agak usil, dia takut bertemu Tuhan. Akhirnya orang tua mengatakan pada si anak bahwa dia sudah diampuni Tuhan Yesus. Setelah itu si anak bisa meninggal dengan tenang.
  • Beberapa orang lain yang dalam kondisi koma, baru bisa meninggal setelah ada pemberesan, atau menunggu keluarga yang belum datang.
  • Seorang hamba Tuhan mengalami pergumulan karena ayahnya sakit parah. DOktoberer berkata bahwa sebenarnya sudah meninggal, dan hidupnya tergantung alat bantu. Setelah didoakan, tanpa mencabut alat penopang kehidupan, si ayah meninggal dengan tenang.
  • Ada hal-hal lain yang tak terjelaskan: seorang yang kerja apapun selalu gagal, melakukan apapun selalu sial, tempat-tempat yang digunakan untuk dagang apapun malah rugi dan akhirnya tutup.

Segala yang bukan dari Tuhan harus dipatahkan dalam hidup kita!

Kita harus mengerti peperangan rohani, karena banyak hal yang tidak bisa dijelaskan secara logika. Jika kita tidak menyerang setan, maka setan anggap itu kelemahan dan peluang untuk menghancurkan kita.

Alkitab berkata bahwa peperangan rohani itu nyata. Sebutan "bintang timur" seperti sebuah jabatan/ kepangkatan. Di awal yang punya sebutan ini adalah Lucifer saat jatuh. Tapi dalam kitab wahyu dikatakan Yesus adalah bintang timur yang gilang-gemilang. Kita sebagai anak-anak Tuhan adalah juga merupakan keturunan Abraham, sehingga termasuk bintang-bintangnya Tuhan.

wild ocean waves leaving nothing on the beach but the foam of their shame; Lost stars in outer space on their way to the black hole. (Yud 1: 13,MSG)

Ada bintang-bintang yang hilang menuju lubang hitam. Lubang hitam adalah benda langit yang menyedot habis benda langit lain. Banyak anak-anak Tuhan menjadi bintang yang jatuh.

Di dunia ada 2 rencana besar:
  1. Rencana setan: tujuannya menguasai dunia, dan menghancurkan hidup anak-anak Tuhan.
  2. Rencana Tuhan: rancangan damai sejahtera, limpah, memberi kita hari depan yang penuh pengharapan.

Pada 33° LU ada banyak kota yang mengalami hal-hal mengerikan: Bagdad-Irak, Damaskus-Syria, Beirut-Lebanon, Kabul-Afganistan, Nagasaki-Jepang, Benghazi-Libya, Segitiga bermuda, Babilonia kuno, lembah Megido, perkiraan lokasi taman Eden. Semua ini tidak kebetulan. Iblis tidak mau ada Eden kedua.
Kita tidak ikut rencana setan, tapi kita ikut rencana Tuhan.

Saat tim Bahtera mengunjungi Edinburgh, Scotland, ada 2 hal yang ditemui:
  1. The stone of destiny, konon ini merupakan batu alas tidur Yakub, saat dia bermimpi melihat Surga terbuka, dan malaikat Tuhan naik-turun.
  2. Millenium clock, di museum Edinburgh.

Millenium clock" tingginya 33 kaki (feet), terdiri atas 3 bagian: bawah, tengah, dan atas. Di bagian atas ada gambar 12 patung yang mengerikan. Patung ini dibuat pada musim panas 1999, oleh Eduard Bersudsky, dikerjakan dalam 8 minggu, dalam kondisi tidak sadar (trance). Patung ini ternyata adalah 12 kutukan bagi 12 bulan. Kutukan ini tidak selalu mengenai tepat yang lahir di bulan yang bersangkutan, tapi 12 kutukan ini bisa juga kena kepada orang yang lahir di bulan lain.

Jangan hanya memperhatikan bulannya, tapi perhatikan efeknya kepada kehidupan kita. Jika sebuah kutuk dirasa berdampak pada kita atau anak kita, maka harus dipatahkan.

12 kutukan setan di “millenium clock” yang harus dipatahkan:
1. Januari: kutuk pelawak tua
Saat Simson saat dipenjara, dia dijadikan pelawak oleh orang Filistin (Hak 16: 25). Simson dipilih Tuhan sejak awal, tapi mempermainkan anugerah Tuhan dalam hidupnya.

Pelawak yang dimaksud adalah orang yang tidak serius dengan hidupnya, tidak serius menanggapi penetapan Tuhan, ujungnya hancur dan ditertawakan orang. Semua kebaikan Tuhan dianggap ringan, tidak pernah serius bertobat dan berubah.

Mike Tyson saat ini bekerja sebagai pelawak di Las Vegas. Dia menulis buku "from zero to zero".

2. Februari: kutuk martir
Martir karena nama dan penetapan Tuhan adalah mulia.
Kutuk martir ini artinya mati atau mengorbankan diri karena orang lain, secara konyol.

Contoh: Asael adik Yoab mengejar Abner, padahal sudah diperingatkan. Akhirnya Asael mati konyol di tangan Abner.

Ada orang yang mengorbankan dirinya bagi orang lain secara konyol. Contoh: menanggung hutang teman, ikut membolos karena solider dengan teman, dll.

3. Maret: kutuk kelahiran yang dipaksa
Kutuk ini dialami oleh orang yang merasa bahwa selama ini tidak bisa menikmati kehidupan: sekolah dipaksa orang tua, bekerja dipaksa suami/ istri, melakukan sesuatu karena dipaksa keadaan.
Ayub dalam puncak penderitaannya mengeluh dan mengutuki hari kelahirannya (Ayub 3).

Ada orang yang dipaksa Tuhan, ada yang dipaksa setan. Kita lahir karena tujuan Ilahi, bukan karena terpaksa atau rencana setan. Apapun yang Tuhan rencanakan atas kita akan jadi, dan tidak ada kuasa selain Tuhan yang bisa memaksa kita

4. April: kutuk bencana
Kutuk ini dialami oleh orang yang merasa bahwa kemanapun pergi diikuti bencana dan musibah, apapun yang dibuat sial. Kutuk ini digambarkan Ayub dalam Ayb 18: 7-12.

Rencana Tuhan: kebajikan dan kemurahan mengikuti seumur hidup kita, kemanapun kita pergi.

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. (Mzm 23: 6)

5. Mei: kutuk cendekiawan
Kutuk ini dialami oleh orang yang terlalu banyak memakai pertimbangan manusia-nya sendiri.

Hak 5: 15-16 – Debora mengajak Israel berperang, tapi pasukan Ruben banyak pertimbangan.

Mempertimbangan segala sesuatu itu baik. Tapi jika yang terdepan adalah pertimbangan manusia, maka kita akan jadi orang yang terus menimbang dan mendua hati. Akibatnya tidak mendapatkan apapun.
Kita berjalan dengan iman, bukan dengan apa yang terlihat.
Kita menggunakan hikmat Tuhan, bukan hikmat manusia.

6. Juni: kutuk korban perang
Kutuk ini dialami oleh orang yang merasa hidupnya adalah korban dari orang lain: anak, istri/ suami, kawan, tetangga, keluarga, dll. Akhirnya punya mentalitas korban (victim mentallity)

Orang yang punya victim mentallity tidak pernah menang. Yesus tidak pernah merasa diriNya sebagai korban, tapi Dia melakukan kehendak Bapa, menyelesaikan dan menjadi pemenang.

Kita bukan korban perang, kita adalah pemenang, bahkan lebih dari pemenang

Kita pasukan Tuhan yang berkemenangan, bukan orang yang terhenti di tengah jalan.

7. Juli: kutuk hidup seperti di camp perang
Kutuk ini dialami oleh orang yang di dalam hidupnya tidak pernah ada shalom, hanya berisi ketegangan dan kepanikan perang, yang dicari dan diperjuangkan tidak jelas.

Selama hidup kita seperti camp perang, berkatnya seperti ransum tentara. Tuhan mau kita hidup dalam shalom, unity, kasih, berkat Tuhan.

Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. (Yes 32: 17)

8. Agustus: kutuk kesedihan
Kutuk ini dialami oleh orang yang selalu menangis dan bersedih, tidak bisa menikmati kebahagiaan. Rancangan Tuhan adalah kita semua berbahagia (Matius 5)

Nabi Yeremia sepanjang hidupnya meratap dan dirundung kesedihan, tidak pernah menikmati sukacita.

Kita orang-orang yang berbahagia, jika kita menangis, itu tangisan untuk jiwa-jiwa.

9. September: kutuk pertapa
Orang yang menyendiri, mencari keinginannya, amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan (Ams 18: 1)

Kutuk ini dialami oleh orang yang tidak bisa mendengar perkataan orang lain, hidup dengan kebenaran diri sendiri, hidup menyendiri, egois. Setiap kali mendengar pendapat yang berbeda, amarahnya meledak. Mereka tidak percaya kepada orang lain, susah bergaul, di dalam dirinya berisi marah, kecewa, sakit hati.
Contoh: Kain, Saul, Uzia, dll.

Kita orang yang hidup bagi orang lain, garam dan terang dunia, punya kemanisan Tuhan

10. Oktober: kutuk kelaparan
Wujud kutuk ini di jasmani: kemiskinan. Wujud kutuk ini di jiwa: ada kekosongan jiwa, kurang kasih, kurang perhatian, tertolak, kesepian. Wujud kutuk ini di roh: hanya terima cerita kosong, tapi tidak mendapat makanan di roh. Yang didengar berita negatif, kemarahan, sakit hati.

Tuhan beri kita kelimpahan, tidak ada orang miskin di antara kita, jiwa kita mendapat ketenangan dari Tuhan, roh kita dipuaskan dengan firman, kebenaran dan hadirat Tuhan.

11. November: kutuk Kegilaan
Wujud kutuk ini: mendengar suara-suara tertentu yang bukan dari Tuhan, jiwa yang labil: sebentar gembira - sebentar sedih, melakukan tindakan-tindakan gila untuk diri sendiri atau untuk sesuatu yang tidak penting.

Tuhan memberikan kita jiwa yang stabil dan kekuatan roh yang luar biasa

12. Desember: kutuk kotak pandora dan kiamat
Kotak pandora adalah kotak yang jika dibuka akan keluar segala hal yang buruk, seperti neraka tumpah. Orang-orang yang jika melakukan sesuatu, ujungnya malapetaka, masalah, kiamat dan tak tertolong.

Contoh di Alkitab: Ham anak Nuh, menceritakan aib Nuh pada keluarganya. Ini seperti membuka kontak pandora. Sem dan Yafet menutupi aib bapaknya, akibatnya Sem dan Yafet diberkati oleh Nuh, tapi Ham dan keturunannya dikutuk.

Minta pada Tuhan supaya kita hanya membuka apa yang bisa dibuka dengan kunci-kunci kerajaan Surga. Yang bukan dari Tuhan jangan iseng dibuka, karena ujungnya mengerikan.


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp 085 727 868 064

Selasa, 19 Agustus 2014

Plan and Design – Petrus Agung – Minggu, 17 Agustus 2014

Minggu, 17 Agustus 2014
Plan and Design
Petrus Agung


Dunia tidak sedang bergulir begitu saja. Ada 2 kekuatan berbeda yang membuat perencanaan dan desain tentang dunia: Tuhan yang merupakan versi yang mulia, dan setan yang merupakan versi buruknya.

Tuhan perintahkan tim Bahtera berangkat ke Inggris dengan beberapa alasan:
1. Warisan rohani
Pesan Tuhan: akan ada perubahan fundamental di Inggris. Sebelum hal itu terjadi, Bahtera harus mengambil warisan rohani yang sudah tersimpan di sana berabad-abad. Kerajaan Inggris adalah satu-satunya negara yang pernah menguasai dan menjajah dunia secara nyata. Di mata Tuhan ini bukan karena kemampuan suatu bangsa semata, tapi ada campur tangan Tuhan.

2. Pergeseran ekonomi
Kondisi ekonomi dunia saat ini: Dollar Amerika menuju kehancuran, Euro juga akan melemah, tapi Poundsterling akan bertahan. Sehingga negara-negara yang dalam tudung Inggris kondisinya akan lumayan.

3. Yer 33: 3, 17-26
Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. (Yer 33: 3)

Jangan menolak jika Tuhan ajari berbagai hal besar yang tidak kita ketahui. Kita seharusnya berseru dan bertanya kepada Tuhan, karena pengetahuan dan pemikiran manusia terbatas

Sebab beginilah firman TUHAN: Keturunan Daud tidak akan terputus duduk di atas takhta kerajaan kaum Israel! Dan keturunan imam-imam orang Lewi tidak akan terputus mempersembahkan korban bakaran di hadapan-Ku dan membakar korban sajian dan mengorbankan korban sembelihan sepanjang masa." (Yer 33: 17-18)

"Beginilah firman TUHAN: Jika kamu dapat mengingkari perjanjian-Ku dengan siang dan perjanjian-Ku dengan malam, sehingga siang dan malam tidak datang lagi pada waktunya, maka juga perjanjian-Ku dengan hamba-Ku Daud dapat diingkari, sehingga ia tidak mempunyai anak lagi yang memerintah di atas takhtanya; begitu juga perjanjian-Ku dengan orang-orang Lewi, yakni imam-imam yang menjadi pelayan-Ku. (Yer 33: 20-21)

Dari daftar silsilah, raja-raja dan ratu-ratu kerajaan Inggris merupakan keturunan langsung dari suku Yehuda, terutama dari jalur raja Daud, dan juga merupakan keturunan suku Lewi.

Peperangan rohani harus dilakukan untuk mengambil berkat dan warisan rohani yang ada, karena selama ini semuanya itu disandera dan diikat kuasa gelap.

Setan selalu ingin mencuri apapun yang Tuhan berikan pada anak-anakNya

Salah satu kota tujuan adalah Edinburgh, Scotland. Kota ini dikenal sebagai pusat kelompok rahasia freemason (pembangun yang bebas), yang bercita-cita membentuk dan mengontrol dunia baru. Angka pangkat tertinggi freemason adalah 33.
Sebelum berangkat, visa dari bu Lisa (Mahanaim) ditolak kedutaan Inggris, karena setelah dicek dikatakan bahwa alamat perusahaan penjaminnya fiktif.
Di belakang istana Buckingham, ada gedung Grosvenor Palace di jalan yang bernomor 33. Ini adalah salah satu gedung perkantoran termahal di London. Perusahaan yang mengatakan akan menjamin bu Lisa mempunyai alamat kantor di gedung ini. Grosvenor berasal dari bahasa Prancis yang berarti “pemburu yang gagah perkasa” (the mighty hunter). Di dalam Alkitab yang mempunyai julukan ini adalah Nimrod, yang menurut tradisi membangun menara Babel.

Saat merenungkan kaitan dari semua hal di atas, Roh Kudus berkata bahwa kuncinya di angka 33. Menurut ps Larry Keffauver angka 3 adalah angka sakral bagi Tuhan:
  • Yesus mati dan bangkit di usia 33 tahun.
  • Daud memerintah di Yerusalem selama 33 tahun.
  • Beberapa ahli menghitung bahwa ada 33 mujizat Yesus yang disebutkan dalam Alkitab.
  • Kata “Elohim” tercatat 33 kali dalam kitab Kejadian.
  • Angka trinitas adalah 3: Bapa, Putera, Roh Kudus
  • Manusia terdiri atas roh, jiwa, tubuh
  • Yesus bangkit pada hari ke-3
  • Ada 3 penghulu malaikat besar: Michael, Gabriel, Rafael
  • Ada 3 persembahan orang Majus: emas, kemenyan, mur.
  • 3 murid terdekat Yesus: Petrus, Yakobus, Yohanes
  • 3 sosok yang muncul saat Yesus dimuliakan di bukit: Yesus, Musa, Elia
  • 3 ruangan dalam kemah suci yang dibuat Musa: halaman, ruang kudus, ruang maha kudus
  • 3 pemimpin besar saat bangsa Israel keluar dari Mesir: Musa, Harun, Miriam
  • 3 orang yang tidak mau menyembah patung Nebukadnezar: Sadrakh, Mesakh, Abednego.
  • 3 hal yang ada di ujung segalanya: iman, pengharapan, kasih.
  • dst

Saat dikaitkan dengan kota London, diperoleh kebetulan yang aneh:
  • Lebar kota 33 miles
  • Terbagi dalam 33 distrik
  • Ada 33 jalan masuk ke kota
  • Ada 33 trayek bis kota

Saat di cek pada peta dunia, di sekitar 33° lintang utara terdapat lokasi-lokasi berikut:
  • Bagdad, Irak – saat ini masih dalam peperangan dengan ISIS
  • Damaskus, Syria – perang saudara
  • Beirut, Lebanon – perang saudara
  • Kabul, Afganistan
  • Nagasaki, Jepang – dijatuhi bom atom pada perang dunia ke-2
  • Benghazi, Libya
  • Segitiga Bermuda
  • Lembah Megido – lokasi kelak terjadinya Armagedon.
  • Tempat perkiraan keberadaan taman Eden: pertemuan antara sungai Tigris dan sungai Efrat
  • Area 51, Amerika Serikat – lokasi pengujian senjata yang sangat tertutup


setan selalu meniru Tuhan, dan membuat segala sesuatunya berseberangan dengan rencana Tuhan.

Diperkirakan Tuhan membuat taman Eden di 33° LU, maka iblis membuat kota-kota yang mengerikan dan hancur di sepanjang 33° LU. Iblis tidak mau ada Eden yang baru.

Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah. (Ibr 3:4)

Kelompok rahasia menyebut dirinya freemason, pembangun yang bebas. Artinya mareka ingin bebas mendesain sendiri di luar desain Tuhan.

Setiap orang yang menolak desain Tuhan dalam hidupnya, ujungnya adalah kehancuran. Karena hanya Yesus-lah yang bisa membangun hidup kita jadi luar biasa.

Tuhan jelaskan semua ini karena segala sesuatunya sudah dekat.

Jangan hidup menurut desain kita sendiri, tapi berdasar desain Tuhan.

For I know the plans I have for you," declares the LORD, "plans to prosper you and not to harm you, plans to give you hope and a future. (Yer 29: 11, NIV)



Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp 085 727 868 064

Rabu, 13 Agustus 2014

Repentance – Larry Keffauver – Minggu, 10 Agustus 2014

Minggu, 10 Agustus 2014
Repentance
Larry Keffauver

Kunci transformasi adalah pertobatan

Tuhan tidak ingin kita sekedar berubah, tapi harusnya hingga ber-transformasi menjadi semakin serupa dengan Yesus. Saat orang-orang melihat kehidupan kita, mereka ingin melihat Yesus hidup di dalam kita.
Yesus mengawali pelayanan dengan seruan untuk bertobat.

Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" (Mat 4: 17)

Petrus juga mengawali pelayanannya dengan seruan untuk bertobat.

Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (Kis 2: 38)

Pertobatan = metanoeō = μετανοέω (G3340). Metanoia artinya merubah arah.
Jika hidup kita mengarah kepeda kesalahan dan dosa, untuk bertobat artinya berbalik ke arah yang berlawanan, yaitu menuju kebenaran dan kepada Kristus.

Pertobatan adalah perubahan orientasi dan arah secara total

Jika saya tidak bertobat, saya berpusat pada diri sendiri dan egois. Saat bertobat, kita berfokus kepada Yesus dan orang-orang lain.

Pertobatan tidak hanya diperlukan di awal kehidupan Kristen kita, tapi juga di sepanjang hidup kita.

7 langkah/ kualitas yang menandai “dukacita Ilahi” yang memimpin kepada pertobatan:
Godly sorrow brings repentance that leads to salvation and leaves no regret, but worldly sorrow brings death. See what this godly sorrow has produced in you: what earnestness, what eagerness to clear yourselves, what indignation, what alarm, what longing, what concern, what readiness to see justice done. At every point you have proved yourselves to be innocent in this matter (2Kor 7: 10-11, NIV)

1. earnestness - kesungguhan
Saat bertobat, kita harus sungguh-sungguh ingin membereskan hubungan kita dengan Tuhan. Ada kesungguhan untuk lari menuju hadirat Tuhan, lari dari ke-egoisan kita, lari dari dunia, lari dari dosa, dan lari kepada belas-kasihan Tuhan.

Dukacita Ilahi menyebabkan kita lari mencari Tuhan.

Sering ada dosa-dosa tersembunyi dan rahasia dalam hidup kita: kesombongan, ke-egoisan, amoralitas, pornografi, keserakahan, cinta uang, dll.

Di luar kita bisa tampak suci, tapi kita tidak bisa menyembunyikan dosa kita dari Tuhan.

Dosa-dosa sehari-hari: pencobaan-pencobaan, keputusan-keputusan yang salah, memperkatakan hal-hal yang menyakit orang lain.

Kita membutuhkan belas-kasihan Tuhan setiap hari !

Doa yang paling kuno yang diucapkan gereja:

Tuhan Yesus Kristus, anak Allah, kasihanilah kami yang berdosa ini”.

Sama seperti kebutuhan kita untuk mandi setiap hari, setiap hari kita juga perlu dibersihkan dari dosa kita oleh pengampunan dan cinta Tuhan.

2. eagerness to clear yourselves – keinginan membersihkan diri
Saat bertobat, kita ingin bersih, lepas dari beban berlebihan, siap untuk tidak memberi tempat pijakan pada iblis dan dosa dalam hidup kita. Banyak orang yang sibuk membela diri dan memberi alasan untuk dosa-dosa kita, sehingga tidak pernah bertobat.

Saat bertobat kita akan menjadi pemberani bagi Kristus dan tidak lagi merasa malu.

Alasan untuk tidak berani bersaksi bagi Kristus karena banyak orang menyadari dari dasar hatinya bahwa mereka telah menjadi munafik karena ada dosa yang disembunyikan.

Kita tidak bisa memiliki kehidupan yang penuh kuasa tanpa pertobatan.

3. indignation – kemarahan kudus
Saat bertobat, akan ada rasa marah dan jijik untuk diri sendiri karena dosa, ada keinginan untuk menyalibkan daging, ada rasa muak akan dosa-dosa kita.

Akar dari penyakit di fisik, emosional dan spiritual, adalah dosa.

Dosa-dosa yang tidak kita akui adalah racun bagi relasi-relasi kita, pekerjaan kita, di sekolah.

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. (Yak 5: 16)

4. Alarm – tanda bahaya
Kadang dalam hidup, kita terlalu dekat dengan api neraka, lalu hidup kita terbakar dengan dosa. Maka alarm dari Roh Kudus mulai berbunyi, supaya kita menghentikan dosa itu.

Jangan lari saat alarm Tuhan berbunyi, tapi kita harus lari kepada Tuhan.
Tidak ada alasan apapun untuk berbuat dosa dalam hidup kita.

5. Longing – kerinduan kepeda Tuhan
Pertobatan menghasilkan kerinduan kepada Yesus, dan untuk ada dalam hadirat Tuhan, mengalami kekudusan dan kemurnian Tuhan.

Bait suci kekudusan Tuhan adalah diri kita. Tuhan ingin kita murni dan bersih. Tuhan mau berikan kepada kita sebuah kerinduan pada hadiratNya, bukan sekedar di gereja, tapi juga di rumah, dalam pernikahan, dalam keluarga, di tempat kerja. Sehingga saat orang-orang melihat hidup kita, mereka akan melihat kerinduan akan Tuhan dalam diri kita.

Tidak ada satu hal pun yang kita lakukan bisa membuat kita jadi baik bagi Tuhan. Tapi Tuhan mengasihi kita, setiap kali jika mengaku dosa, Tuhan mengampuni kita.


6. Concern (zeal) - perduli (semangat yang berkobar)
Ada orang yang menjadi bosan dengan kekristenan dan menjadi apatis. Akibatnya tidak ada keinginan untuk bercerita tentang Yesus kepada orang-orang yang belum diselamatkan, tidak tergerak untuk membantu sekitar kita karena hati yang dingin.

Dukacita Ilahi membangkitkan keprihatinan dan keperdulian atas orang lain, dan semangat yang berkobar-kobar.

Pertobatan menghasilkan hasrat dan ke-fanatikan untuk mengasihi Tuhan, orang lain, musuh kita, dan diri kita sendiri. Tidak ada orang yang baik. Kita semua adalah pendosa-pendosa yang diselamatkan oleh kasih karunia Allah.

7. readiness to see justice done – kesediaan untuk melihat terlaksananya keadilan
Saat bertobat, kita tidak hanya ingin memulihkan relasi kita dengan Tuhan, tapi juga dengan sesama.

Pertobatan bukan sekedar menyesal, tapi ingin membuat segalanya jadi benar dan pulih kembali.

Pertobatan perlu memberikan ganti-rugi. Pertobatan bukan sekedar meminta maaf, tapi juga ingin memperbaikinya. Kita perlu bertobat karena perbuatan dan perkataan kita pada : pasangan, anak-anak, orang tua: sehingga semua hubungan di pulihkan.

Pertobatan juga menggerakkan kita untuk melunasi hutang-hutang dan nazar-nazar kita.

Pertobatan membuka pintu pengudusan dan transformasi. Tanpa pertobatan kita tidak bisa jadi bersih.

Tanpa pertobatan kita tidak akan pernah mengalami belas-kasihan dan kekudusan Tuhan.

Now may the God of peace Himself sanctify you completely; and may your whole spirit, soul, and body be preserved blameless at the coming of our Lord Jesus Christ. He who calls you is faithful, who also will do it. (1Tes 5: 23-24, NKJV)

Tuhan ingin menguduskan kita seutuhnya: tubuh-jiwa-roh, sehingga kita tidak bercela dan hidup menghasilkan buah Roh bagi Tuhan.

1Kor 11: 27-30 – Kita harus menguji diri kita sendiri sebelum menerima tubuh dan darah Kristus.

Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. (1Kor 11: 28)

Saat kita terlalu nyaman dengan dosa-dosa yang tersembunyi, maka ber-akibat Injil tidak bisa dikabarkan, karena revival dimulai dari diri kita.

*) altar call untuk pertobatan


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line – 085 727 868 064

Dari Bertahan hidup sampai berkelimpahan – Yosea Christiono – Minggu, 03 Agustus 2014

Minggu, 03 Agustus 2014
Dari Bertahan hidup sampai berkelimpahan
Yosea Christiono

Tuhan akan bawa kita kepada kelimpahan. Mengerti posisi kita saat ini menentukan kita akan bergerak ke mana, membuat kita mampu menanti janji Tuhan dengan tenang.

Kelimpahan bukan hanya soal materi, tapi soal hati, mental dan jiwa yang harus memiliki pondasi untuk menerima kelimpahan.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat 6: 33)

Kita tidak bisa meloncat dari posisi bertahan hidup langsung menuju kelimpahan, karena harus melalui tahapan-tahapan. Tuhan akan membawa kita pada kelimpahan, tapi ditambahkan bertahap sesuai posisi kita.

Janji Tuhan kepada Abraham:

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." (Kej 12: 1-3)

Orang pendatang selalu punya daya juang yang lebih besar. Itulah sebabnya Tuhan perintahkan Abraham pergi dan keluar dari tempatnya semula, karena Tuhan akan memberkati Abraham dan menjadikannya menjadi bangsa yang besar.

Janji Tuhan kepada Abraham juga merupakan jatah kita.

Jika kehidupan kita tidak ada peningkatan, maka ada yang salah dalam hidup atau pola pikir kita.

Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, JIKA engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: (Ul 28: 2)

Perkataan “jika” menandakan adanya syarat untuk mendapatkan janji Tuhan: jika hati kita menempel dan memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan. Hati yang menempel pada Tuhan akan mengalami suka-cita, mempengaruhi konsep berfikir, emosi, dan mental kita. Semua itu akan membawa perubahan pola hidup yang akan mendatangkan berkat pada kita.

Ay 4 frase "hasil bumi" dan "hasil ternak" artinya yang diberkati bukanlah orang yang menganggur, tapi bekerja dan hatinya melekat pada Tuhan.

Banyak orang berada di persimpangan antara menginginkan yang jasmani atau yang rohani. Kebingungan ini tidak akan terjadi jika kita punya Tuhan, punya Firman, punya pengertian, dan punya Roh Kudus yang mendampingi kita.

Kelimpahan secara materi

Fil 4: 10-13 - Paulus mengerti arti kekurangan maupun kelimpahan (ay 5).
Ada 5 tahapan kelimpahan, dan ini tidak ditentukan oleh berapa materi yang dimiliki
  1. Bertahan hidup – dilambangkan jari kelingking
  2. Kekurangan – dilambangkan jari manis
  3. Cukup – dilambangkan jari tengah
  4. Lebih dari Cukup – dilambangkan jari telunjuk
  5. Kelimpahan – dilambangkan jempol

baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan (Fil 4: 12b)

Titik “bertahan hidup” berada di antara kenyang dan lapar. Jika saat ini kita berada di titik “bertahan hidup”, kita belum bisa berfikir tentang rumah atau kendaraan. Dari posisi “bertahan hidup” kita bisa mencapai kelimpahan, tetapi melalui tahapan-tahapan seiring pengalaman dengan Tuhan, perubahan pola pikir, perubahan mental, kebiasaan hidup.

Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. (Yoh 10: 9-10)

Tuhan Yesus datang untuk menyelamatkan kita. Kemudian Ia menjamin bahwa kita bisa bertahan hidup, bahkan mencapai untuk berkelimpahan.

Level Cukup – Mzm 23: 1-2, 5-6

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mzm 23:1)

Saat Tuhan gembala kita, maka kita berada di posisi cukup, artinya tidak kekurangan.
Ay 5 – Tuhan membawa dari level “tidak kekurangan” hingga level “limpah”
Ay 6 – Frase “kebajikan dan kemurahan” berbicara tentang hati dan jiwa kita.

Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. (Fil 4: 11)

Saat menulis ini posisi Paulus sebenarnya dalam kondisi kekurangan, bahkan kelaparan. Tapi Paulus memilih bersikap: belajar mencukupkan diri.

Level “cukup” adalah saat pemasukan seimbang dengan pengeluaran
Ilustrasi:
Pasangan muda yang baru menikah, gaji mereka berdua totalnya 2,7 juta. Ternyata mereka bisa hidup, bahkan menabung 200-300 ribu per-bulan. Artinya pasangan ini hidup di posisi cukup.

Level “cukup bukan hanya sekedar masalah angka. Jika pemasukan 5 juta, tapi pengeluaran 7 juta, maka masuk di posisi kurang. Pasangan dalam ilustrasi di atas penghasilannya lebih kecil, tapi di level “cukup”. Maka level “cukup” itu relatif.

Ilustrasi:
Penghasilan di awal menikah 3 juta. Beberapa tahun kemudian penghasilan jadi 5 juta. Jika gaya hidup-nya tetap sama seperti saat penghasilan 3 juta, maka dia bisa simpan 2 juta. Maka posisinya lebih dari cukup.

Tuhan akan beri kita berkat. Tapi jika kita tidak bisa me-manage dengan baik, maka kita tidak akan pernah mencapai kelimpahan.

Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. (1Tim 6: 6-8)

Paulus mengajarkan Timotius untuk mencukupkan diri dalam segala situasi, dan selalu bersyukur.

Saat kita berkata cukup, maka hati kita tenang (semeleh), tidak resah (kemrungsung).

Orang yang merasa kurang, seluruh pemikiran dipenuhi kekuatiran, sehingga saat ibadah Firman tidak bisa masuk. Orang yang berkata cukup, beban pikiran hanya 40-60%, sehingga masih ada ruang untuk menerima Firman Tuhan.

Berkecukupan adalah ketika pemasukan saya seimbang dengan kebutuhan saya.

Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku. (Ams 30: 7-9)

Miskin artinya di level bertahan hidup. Kekayaan artinya di level lebih dari cukup atau limpah. Rasa cukup itu membuat teduh, tidak resah (kemrungsung), dan memberikan kekuatan pada mental dan hati kita.


Level bertahan hidup

"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? (Mat 6: 25-26)

Kita tidak perlu khawatir tentang hidup kita, karena Tuhan menjamin kita bisa bertahan hidup: pasti makan. Jika bisa makan, ucapkan syukur, karena itu akan memberikan ketenangan pada jiwa kita.

Ilustrasi:
Ada berita tentang ibu dan anak yang bunuh diri. Ini artinya dia kalah dengan ayam. Ayam dari kecil dilatih induknya untuk mencari makan di sekitarnya (ceker-ceker). Jika ibu itu mau merendahkan diri untuk minta makan ke tetangganya, maka tidak perlu bunuh diri.

Gengsi membuat pintu besar yang tertutup saat kita butuh pertolongan dari orang lain.
Tuhan bisa gunakan siapapun untuk membuat kita bertahan hidup.

 
Level Kekurangan

Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia (Pkh 5: 9)

Orang yang tidak punya rasa cukup dan rasa puas, adalah orang yang di level kekurangan. Orang di level ini cinta uang, tidak bisa memberi dengan sukacita.

Contoh: sudah punya 1 mobil, ingin 2 lagi. Sudah punya 1 rumah, ingin punya lagi.

Contoh orang yang hidup dalam kelimpahan: P Yusak bisa tenang dalam segala situasi, karena bisa menerima semua keadaan dengan percaya pada pertolongan Tuhan.

Setiap orang berhak menilai dirinya sendiri, tetapi kerelaan mentaati kehendak Tuhan akan membawa kepada kelimpahan yang sesungguhnya.

Perpuluhan adalah hak Tuhan. Sekedar memberi perpuluhan, artinya sekedar mengembalikan hak Tuhan, maka tidak akan bisa mencapai kelimpahan, karena masih cinta uang.

Memberi harus dengan SUKACITA dan BERTANGGUNG-JAWAB.

Contoh kasus:
Seorang ibu tergerak memberi seorang hamba Tuhan sebesar jatah hidup keluarga sebulan. Kemungkinan yang bisa dilakukan: menggunakan tabungannya pribadi, atau minta ijin kepada suami.

Sekedar memberikan semua hasil kerja membawa kita di level bertahan hidup dan tidak bisa menjadi berkat. Jika kita membiasakan hidup dengan longgar dan limpah, maka kita akan bisa memberi dengan sukacita.

Kelimpahan secara Jiwa

Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja (3Yoh 1: 2)

Baik-baik dan sehat-sehat dalam segala sesuatu: mental, emosi, keuangan, materi, hubungan, pekerjaan. Saat jiwa kita baik-baik, maka segala sesuatu akan baik-baik.

Jiwa yang limpah mengatakan bahwa dirinya limpah dan lebih dari cukup, maka segala sesuatunya akan lebih dari cukup dan limpah. Jiwa yang limpah memiliki kelonggaran dalam segala hal.

Jika setiap hari berfikir hanya tentang diri sendiri yang ingin kaya, maka 100% pikiran hanya untuk diri sendiri. Akibatnya gampang tersinggung atau marah.

Jiwa yang berkelimpahan:
  1. Bersumber dari hati yang berharap dan mengandalkan Tuhan (Yer 17: 7-8)
  2. Memiliki emosi yang sehat karena diterima, dicintai, dan memiliki gairah kehidupan (Mat 3: 17)
  3. Memiliki pikiran Kristus yang mengenal kehendak Bapa dan berhati hamba (Fil 2: 1-5)
  4. Memiliki kehendak yang sejalan dengan kehendak Tuhan (Rm 12: 2)

Setiap kita punya destiny yang khusus dan spesial. Membandingkan hidup kita dengan orang lain membuat level hidup kita tidak bisa naik. Kita jadi iri hati, tidak tenang, susah menerima masukan.

Kelimpahan adalah memiliki SANGAT BANYAK KELONGGARAN dalam segala sesuatu:
Untuk memberi, untuk perduli, untuk mengasihi, untuk mendengarkan, untuk menolong, untuk menasehati, untuk memperhatikan, untuk berkorban, untuk taat, untuk memberkati.

Kita atur keuangan, sehingga punya simpanan/ tabungan. Sehingga saat tergerak untuk memberi, kita bisa memberi dengan bebas. Salah satu kesedihan: ingin memberi, tapi tidak punya.
Orang yang perduli: tidak hanya melihat kepentingan diri sendiri. Sehingga saat orang lain membutuhkan bantuan, kita bisa melihat kebutuhannya dan mengulurkan tangan untuk membantu.

Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. (Ams 19: 17)

Perpuluhan membuka tingkap langit di atas kita. Tetapi berapa berkat yang kita terima tergantung dari kemurahan dan kelimpahan hati kita dalam memberi.

Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. (2Kor 8: 2-3)

Makedonia adalah jemaat yang miskin secara materi, tapi memiliki mental memberi. Mereka memberi melampaui kemampuan mereka.

Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, --dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami--demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini. (2Kor 8: 7)

Ada sukacita besar dalam melayani Tuhan.

Why 3: 15-19 – Kondisi kita di hadapan Tuhan.

Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,(Why 3: 15-19)

Kita bisa saja kaya secara materi, tapi Tuhan bisa melihat kita sebaliknya.


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line – 085 727 868 064