Tuesday, January 17, 2017

Suruhlah Mereka Pergi – Fonny Hoetomo – Minggu, 15 Januari 2017

Minggu, 15 Januari 2017
Suruhlah Mereka Pergi
Fonny Hoetomo

Mrk 6: 30-44

Ay 30 – Yesus punya manajemen yang rapi. Setelah mengutus murid-muridNya, murid-muridNya melaporkan kepada Yesus apa-apa yang sudah mereka lakukan.

Jika dalam pekerjaan, kita mengerjakan sesuatu tugas, laporkan perkembangannya, kesulitan-kesulitannya, seberapa sudah selesai dikerjakan. Maka atasan melihatnya, dan kepercayaannya pada kita meningkat.

Ay 31 – Orang banyak datang pada Yesus. Walau pelayananNya banyak, Yesus tahu bahwa waktuNya di dunia singkat. Maka Yesus harus menjaga kondisi supaya fit.

Kesaksian
John Sung, si obor asia, pelayanannya hebat. Dia meninggal di usia muda karena kurang mengurus kesehatannya.

Tubuh kita adalah Bait Allah, maka seharusnya harus dijaga dengan baik.

Yesus mengajar dengan penuh kuasa dan belas kasihan, sehingga semua mendengarkan dan diberkati, bahkan lupa waktu hingga hari hampir malam. Orang-orang ini mencari Yesus karena butuh kesembuhan dan pertolongan. Jumlah hadir saat Yesus menggandakan roti dikatakan 5000 laki-laki. Padahal dikisahkan bahwa yang memberi 5 roti-2 ikan adalah anak kecil. Jadi jika ditambah wanita dan anak-anak, jumlah totalnya bisa lebih dari 10 ribu orang. Diperkirakan tempat Yesus mengajar seperti ampitheatre, sehingga semua yang datang bisa mendengarkan.

"Suruhlah mereka pergi" adalah perkataan murid-murid kepada Yesus, supaya memerintahkan orang banyak itu pergi

Ada berbagai motifasi orang datang ke Yesus, dan Yesus menerima mereka semua, karena hatiNya penuh belas-kasihan

Uang yang ada pada para murid ada 200 dinar. 1 dinar adalah upah pekerja sehari. Dengan 200 dinar hanya bisa memberi makan sekitar 200 keluarga. Murid-murid melihat situasi: uang sedikit, tapi orang banyak, jadi mereka mengusulkan hal yang mudah: menyuruh orang banyak pergi.

Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja." (Yoh 6: 7)

Filipus menyampaikan kenyataan bahwa uang yang dimiliki kelompok Yesus kurang. Andreas menemukan bahwa ada anak kecil membawa 5 roti jelai dan 2 ikan kecil. Roti jelai adalah roti untuk orang miskin.

Sumber mujizat tidak jauh, ada di sekitar kita

Murid-murid sudah melihat Yesus membuat berbagai mujizat, tapi belum pernah melihat mujizat pelipat-gandaan roti. Ini seperti membatasi Yesus, mereka belum kenal Yesus seutuhnya. Jalan pikiran kita seringkali membatasi kuasa Tuhan: apakah Tuhan bisa menolong dalam pergumulan kita.

Saat kita datang pada Yesus dengan sepenuh hati, ada jawaban bagi masalah kita

Bagi semua murid roti yang dibawa anak kecil itu tidak berarti, tapi Yesus bisa melipat-gandakannya.

Setiap hari dari dapur umum JKI Injil Kerajaan memberi makan minimal 1300 orang. Sekolah Terang Bangsa memberikan beasiswa kepada banyak siswa. Semua tetap dilanjutkan dan tidak dihentikan.

Banyak hal kecil yang kita buat tidak diperhitungkan orang, tapi Tuhan melihat dan memperhitungkan, sekecil apapun kontribusi kita.

Saat makan dibagi-bagi jadi kelompok-kelompok kecil, dan masing- masing ber-
fellowship.
MK (Mezbah Keluarga) adalah keluarga kecil. Jika jemaat mau bergabung, ada banyak keuntungan. Saat jemaat mengalami sesuatu, yang bisa menolong paling cepat adalah dari keluarga terdekat, yaitu MK.

Semua yang hadir makan sampai kenyang, artinya Yesus memberkati dengan tidak tanggung-tanggung. Dikatakan bahwa roti awalnya roti jelai, tapi orang-orang bisa makan dengan enak.

Tuhan akan menolong kita hingga tuntas, karena Tuhan adalah alfa dan omega. Saat Tuhan mengakhiri sesuatu, Dia sudah memulai sesuatu yang baru, karena kasih Tuhan tidak berkesudahan.

Banyak orang berfikir bahwa dalam kebaktian yang terpenting hanyalah Firman. Memang Firman Tuhan memberi makan pada jemaat, tapi saat pujian dan penyembahan adalah saat jemaat meninggikan dan mengagungkan nama Tuhan.

Kita memberkati Tuhan dengan pujian dan penyembahan kita.

Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit (Mrk 6: 41a)

Yesus menengadah ke langit, artinya menghadap pada Bapa di surga.
Saat menghadapi sesuatu masalah, kekuatan dan pertolongan manusia terbatas, maka kita harus mengandalkan Tuhan, menghadapkan semua kepada Tuhan.

Hadapkan 5 roti-2 ikan yang Tuhan percayakan dalam hidup kita kepada Tuhan, ucapkan berkat yang sesuai Firman dan janji Tuhan: untuk pekerjaan, keluarga, usaha, pelayanan, dan semua yang Tuhan percayakan.

Setiap bangun pagi, jangan mengomel dan memikirkan persoalan. Tapi mulai hari dengan mendeklarasikan berkat yang dari Firman Tuhan:
Aku percaya Yesus, hidupku dijamin oleh Yesus, aku percaya kebenaran Firman, aku mau berkati dan perkatakan sesuai jatah Tuhan buat hidupku, iblis tidak punya hak atas hidup kita karena sudah dibayar lunas oleh darah Yesus.

Tuhan mengerti hidup kita, mengerti apa yang ada di dalam hati dan pikiran kita. Sebelum kita bicara, Tuhan sudah tahu, karena Dia lebih kenal kita daripada kita mengenal diri sendiri. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian dalam masalah.

Saat akhirnya semua orang pergi, mereka pergi dengan kenyang jasmani-rohani, dan disembuhkan.

Hal itu dikatakan- Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan- Nya.(Yoh 6: 6)

Yesus tahu apa yang Dia rencanakan untuk hidup kita, dan rencanaNya itu detil.

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yer 29: 11)

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah." (Yoh 6: 27-29)

Pekerjaan yang dikehendaki Allah : percaya pada Yesus.

Kesaksian
Bu Fonny dan beberapa teman dari beberapa kota menghadiri KKR Joyce Meyer di Jakarta. Saat itu ada banjir besar, lalu harus menerobos banjir besar. Bu Fonny dan rekan-rekannya berdoa supaya mobil bisa melewati banjir tanpa mogok. Sopir khawatir mobil akan mogok, tapi setiap kali mengatakan kekuatirannya, ibu-ibu penumpang melarang memperkatakan yang negatif. Akhirnya rombongan bisa sampai dengan selamat.

Kesaksian
Anak bungsu bu Fonny rencana dilahirkan secara cesar di tanggal kelahiran suami bu Fonny. Dokter yang menangani semula mencegah karena dianggap masih prematur. Bu Fonny dapat dari Tuhan bahwa harus dilahirkan hari itu. Akhirnya dokter menuruti tanggal yang diminta.
Ternyata setelah operasi, dokternya berkata bahwa saat itu ternyata adalah saat yang terbaik, karena jahitan-jahitan sebelah dalam dari hasil operasi cesar anak sebelumnya: sudah robek, dan tinggal lapisan tipis. Maka jika kandungan sobek, bayi bisa meninggal.

Ketika kita masih di dunia, mari kerjakan bagian kita, sekecil apapun kontribusi kita. Tuhan tidak melihat jumlahnya, tapi ketaatan hati kita. Hidup di dunia waktunya singkat, tapi waktu yang singkat itu menentukan hidup kita di kekekalan.

Penutup – Yosea C
Jika kita mengatakan bahwa kita mengalami Tuhan, tapi dalam kehidupan dikungkung masalah demi masalah, dan kalah; maka orang lain akan mempertanyakan kehadiran Tuhan di hidup kita.
Berjalan dengan Tuhan satu paket dengan mujizatNya!

Rekening JKI Injil Kerajaan:
BCA 182-53-0000-9
BCA – Berkat bagi bangsa – 182-27-0000-9

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Tuesday, January 10, 2017

Asal Kujamah Jumbai JubahNya – Yosea Christiono – Minggu, 08 Januari 2017

Minggu, 08 Januari 2017
Asal Kujamah Jumbai JubahNya
Yosea Christiono

Setiap orang ingin hidupnya lancar-baik- dan enak saja. Tapi kenyataannya tidak begitu. Saat kita hanya terima yang baik, kita tidak bisa menghargai anugrah yang kita terima.

Ilustrasi
Seorang anak dari kecil diberikan semua kemauannya dan diproteksi. Anak ini akan berfikir bahwa hidup ini mudah. Kelak anak ini tidak akan siap menghadapi kehidupan. Ini malah menjerumuskan.

Ada masa-masa hidup yang tidak nyaman, sebagai bagian pelatihan, sehingga kelak hidupnya kuat. Saat menghadapi sesuatu yang besar, yang butuh keteguhan hati dan kekuatan mental, kita harus sudah terlatih. Kemampuan menghadapi masalah tidak datang dengan tiba-tiba. Ujian kehidupan tidak bisa diprediksi. Hanya orang yang terlatih dan mau berubah, siap menghadapi ujian apapun dalam hidup.

Mrk 5: 24-33
Yesus sedang berjalan, banyak orang menempel pada Yesus. Di tengah orang berhimpitan, Yesus bertanya "siapa yang menjamah jubahKu ?". Di Matius ada penjelasan lebih rinci: yang disentuh adalah jumbai jubah Yesus.

Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah- Nya. (Mat 9: 20)

Tindakan iman wanita ini dilakukan dengan segenap hati. Tindakan iman wanita ini akhirnya dicontoh orang lain. Saat ada kesaksian seseorang, kita bisa mencontohnya. Saat kita punya iman yang sama, maka kita akan alami hal yang sama.

Mrk 6: 53-56 – Tindakan iman wanita ini ditiru oleh banyak orang, dan mereka juga disembuhkan.

Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh. (Mrk 6: 56)

Jika kita tidak mengalami Tuhan di hidup kita, harus introspeksi: mana yang tidak tepat di hidup kita. Jangan hanya mencontoh penampakan luar, tapi contohlah yang di dalam.

1. Jumbai jubah itu akan mengingatkan kamu kepada segala perintah Tuhan (Bil 15: 37-41)

Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN (Bil 15: 39)

Jumbai jubah mengingatkan orang Israel pada perintah Tuhan dan pengalaman-pengalaman dengan Tuhan.

Kesaksian
p Yosea mempunyai seorang teman pengusaha. Di sudut ruang kerja teman itu ada banyak akrilik berbentuk salib, dan di bagian bawah masing-masing salib ada catatan peristiwa-peristiwa yang pernah dialami teman ini dengan Tuhan.

Kita harus punya mezbah, yang menandai saat-saat kita mengalami Tuhan dengan luar biasa.

Saat Tuhan mau membangun karakter kita, memperkokoh akar hidup kita, Tuhan akan beri 1-2 peristiwa untuk mengujinya. Jika sebelumnya kita tidak punya pengalaman dengan Tuhan, maka bisa patah semangat dan kecewa dengan Tuhan.

Bagi orang Israel, melihat jumbai jubah artinya melihat pengharapan

Ibr 12: 1-3 – Kita harus punya pengalaman yang mengingatkan kita pada Tuhan.

Kehidupan manusia mungkin terlihat selalu naik. Tapi setelah diamati dari dekat, selalu ada sedikit penurunan, lalu naik lagi. Saat kita retret, istirahat, pemulihan, itu saat hidup kita turun sedikit. Jika saat turun itu disertai pertobatan dan ketaatan, kita akan naik lebih tinggi.

2. The power of kepepet
Wanita ini berkali-kali mendengar tentang Yesus yang bisa menyembuhkan. Seseorang yang mendengar tentang Tuhan belum tentu berubah. Dia baru berubah saat ada respon dari dalam. Tapi dia punya masalah: sakit pendarahan, artinya dia najis (Im 15: 25), dan apapun yang disentuh juga najis.

Dengan Tuhan itu pribadi

Saat melihat Yesus, ada tarik-menarik di hati: antara merasa najis dan butuh disembuhkan.

Sama seperti orang berdosa yang butuh diampuni. Banyak orang yang merasa berdosa tidak mau ke gereja. Ini konsep yang salah. Dalam gereja ada berbagai macam orang: ada yang berkobar-kobar cinta Tuhan, ada yang baru bertobat, ada yang dewasa rohani, tapi ada juga yang berdosa. Saat ada salah dan dosa, tetap cari Tuhan karena itu pribadi, tidak bisa dengan perantaraan orang lain.

Wanita ini merangkak supaya bisa mendekati Yesus, dan akhirnya bisa menjamah jumbai jubah Yesus, dan disembuhkan.

Desperately looking for help
Saat seorang sudah sakit bertahun-tahun, tidak lagi perduli yang menyembuhkan dari agama apapun - yang penting sembuh.

Orang yang belum pernah mentok/ tersudut, tidak akan mengalami sesuatu yang besar.

> Ada adrenalin iman yang muncul di saat terdesak
Tekat wanita ini muncul dari dalam: jika tidak bertemu Yesus maka akan mati.

Kesaksian
P Yosea selalu berdoa pada Tuhan: "Jangan buat aku tenang jika menjauh daripadaMu, buat hatiku gelisah". Hati ini jadi alarm dalam hidup p Yosea. Jika tidak ada damai, maka p Yosea tidak akan mengambil keputusan besar, lalu mundur dan mencari Tuhan.

> The power of kepepet
Saat tersudut ada kekuatan yang keluar. Padahal kepepet (tersudut) itu tidak enak.

Ilustrasi
Saat keuangan mepet, keinginan kita dibatasi oleh jumlah uang. akan mulai melihat kemungkinan-kemungkinan yang sebelumnya tak terlihat saat kondisi longgar.

Saat ada masalah, orang yang tidak biasa cari Tuhan akan mencari teman atau peluang lain. Ini sikap yang salah, karena artinya teman kita menggantikan posisi Tuhan. Seharusnya yang pertama dicari adalah Tuhan. Hubungan kita dengan Tuhan itu pribadi, tanpa ada orang lain sebagai perantara.

Siapa diri kita sebenarnya: Respon pertama yang muncul di hati sebelum dipikir.

Tuhan dekat dengan orang yang hatinya hancur/ patah (Mzm 51: 19-21)
Wanita ini najis, yang disentuh harusnya ikut najis. Tapi saat menyentuh Yesus justru dia sembuh.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mzm 51: 19)

Tuhan sifatNya penuh kasih, dan ingin selalu menolong. Saat seseorang hancur hati, Tuhan seperti mendekatinya. Segera ceritakan pergumulan kita pada Tuhan.

Bahkan tindakan iman yang desperately wanita pendarahan ini mampu mengintervensi jadwal pelayanan Tuhan Yesus. Mampu membuat Tuhan Yesus berpaling kepadanya. Jadwal pelayanan Yesus sebenarnya (Mrk 5: 21-25) adalah jadwal pelayanan Tuhan pada anak Yairus.

3. Kasih Karunia dan kebenaran ada dalam Tuhan Yesus
Di jaman sekarangpun kita bisa menjamah Yesus.

Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. (Yoh 1: 15-17)

Saat Yesus berjalan, Dia penuh kasih karunia demi kasih karunia. Maka saat wanita itu menjamahNya, kasih karunia keluar dari Yesus dan menyembuhkan wanita ini.

Alami persekutuan kehidupan yang lebih nyata dalam perjamuan kudus.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." (Yoh 6: 47-51)

Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap- tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal. Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita. (1Kor 11: 27-31)

Ada kuasa dalam perjamuan kudus: pemulihan, kesembuhan, kekuatan baru
Dalam perjamuan kudus kita bisa menjamah tubuh Tuhan

Saat kita butuh pertolongan Tuhan, ambil tubuh dan darah Tuhan. Tapi jangan di-mistik-kan. Saat kita satukan hati berdoa untuk roti dan anggur, maka selama perjamuan kudus, roti dan anggur jadi tubuh dan darah Kristus.

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878-3377-8822

Wednesday, January 4, 2017

Menabur di Tanah yang Baik dan Berbuah – Tina Agung Purnomo – Minggu, 01 Januari 2017

Minggu, 01 Januari 2017
Menabur di Tanah yang Baik dan Berbuah
Tina Agung Purnomo

Mrk 4: 2-8, 14-20

Injil Markus lebih banyak menceritakan aktifitas Yesus dibanding injil Matius dan Lukas. Pengajaran Yesus hanya di pasal 4: Yesus mengajar 3 perumpamaan; dan di pasal 12: Yesus mengajar 1 perumpamaan.

Penabur adalah Tuhan, kita adalah tanahnya. Tuhan bisa menikmati panen raya dan buah yang lebat melalui hidup kita jika kita menjadi tanah yang baik.

Tanah yang baik adalah:
1. Tanah yang gembur, sudah dibajak, tidak keras
Tanah yang keras tidak bisa ditanami apapun. Tanah harus digemburkan sehingga biji bisa ditanam dengan baik. Selanjutnya tanah diaduk, sehingga gizi yang di bawah naik.

Seringkali hidup kita diaduk-aduk: kadang sudah tenang, lalu turun ke bawah, sudah nyaman dipindah ke tempat yang tidak nyaman. Tapi ini cara Tuhan supaya kita jadi tanah yang baik.

Yang tidak baik adalah jiwa dan daging kita, maka Tuhan mengolahnya sehingga jadi gembur dan siap ditanami Firman Tuhan.

Syukuri apapun yang kita alami, karena itu proses Tuhan untuk mempersiapkan diri kita. Jangan alergi dengan masalah dan persoalan, itu ada untuk membangkitkan iman kita. Saat kita seperti tanah yang gembur, benih apapun yang Tuhan tanam akan tumbuh.

Warisan terbesar p Agung kepada bu Tina: banyaknya masalah yang tertinggal. Semua ini membuat iman bu Tina bangkit, hatinya mengandalkan Tuhan, dan cara berfikir jadi Alkitabiah.

Saat tanah kita gembur, ditanami apapun akan tumbuh. Tanah yang keras adalah sikap skeptik, tidak gampang percaya, sekalipun mujizat terjadi.

Kesaksian di KKR Purwokerto
Seorang ibu minta didoakan untuk dapat hadiah pertama. Saat diundi, ternyata ibu inilah yang dapat hadiah motor. Ibu ini sedang membutuhkan kendaraan karena ekonominya sedang sulit. Tuhan itu memberi tepat pada yang membutuhkan. Ujungnya ibu ini mau dituntun untuk terima Tuhan Yesus.

Seringkali manusia ragu-ragu tentang kesaksian orang lain, maka dia tidak akan menerima. Orang yang ragu berkata bahwa mujizat itu khusus untuk 1 atau 2 orang tertentu saja.

Tuhan menjawab iman kita, bukan kebutuhan kita.

2. Tidak berbatu-batu
Orang yang terlalu sibuk, sehingga tidak ada waktu bagi Tuhan. Contoh: sibuk menjawab medsos, tidak perhatian, sehingga tidak tahu bahwa Tuhan datang membawa berkat.

Jangan terlalu sibuk dengan hidup kita!

Defisit rohani: banyak hamba Tuhan memberikan kepada orang lain, tapi sedikit menerima dari Tuhan, karena hubungan pribadi dengan Tuhan kurang.

Kita boleh melayani dengan segenap hati dan tenaga, tapi jangan lupa bahwa hubungan dengan Tuhan itu yang pertama dan utama. Ada waktu Tuhan bisa berbicara kepada kita, saat Roh Kudus dicurahkan itulah yang membuat hidup kita menjadi tanah yang baik, yang siap ditaburi benih Firman.

Pengurapan bertujuan membuat kita lebih dekat dengan Tuhan, lebih kuat menangani segala sesuatu. Berkat materi karena pengurapan hanyalah bonus

Kita seringkali jatuh bukan karena batu besar, tapi kerikil kecil. Contoh kerikil yang menghalangi kita jadi tanah yang baik: kepahitan, kejengkelan, tidak bisa mengampuni.

Mari mulai tahun yang baru dengan bebas dan hati yang baru, membuang semua kerikil di hidup kita.

3. Tidak ada tanaman liar/ semak belukar
Membersihkan tanaman liar tidak bisa hanya di permukaan, tapi harus dicabut hingga ke akar-akarnya.

Saat hidup kita penuh dengan tanaman liar, maka kekuatiran dan tipu daya dunia bisa masuk ke hidup kita. Jangan ingin kaya! Jika kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, maka berkat materi adalah bonus. Jangan kejar bonusnya, tapi kejar Tuhan.

Tuhan ingin hati dan hidup kita jadi tanah yang baik, bisa berkomunikasi dengan Tuhan dimanapun.

Cara menghilangkan semak belukar adalah dengan hidup dalam kasih. Karena di dalam kasih tidak ada ketakutan dan kekuatiran.

Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. (1Yoh 4: 18)

Kesaksian
Ibu dari salah seorang pastoral meninggal. Saat bu Tina datang, langsung di seka dan di make up. Ibu yang meninggal ini kena TBC. Seorang yang membantu mengingatkan bu Tina tentang bahaya ketularan. Bu Tina sempat takut, tapi Roh Kudus mengingatkan bahwa dalam kasih tidak ada ketakutan. Maka bu Tina memperkatakan dalam hati: saya melayani dengan kasih dan tulus, maka tidak akan tertular virus apapun. Setelah diperkatakan tidak ada lagi ketakutan.

Dalam kasih tidak ada ketakutan, kekuatiran, tidak akan dimanipulasi oleh harta-kekuasaan-keinginan daging. Kasih itu memberi dan mau berkorban.

Doa minta supaya kita menerima kasih Allah, yang melenyapkan semua ketakutan dan kekuatiran.

Tanah yang baik itu membuat tanaman tumbuh subur, dan menghasilkan buah, hingga 30x, 60x, dan 100x lipat. Penabur awal adalah Tuhan. Saat tanah kita sudah baik dan subur, lalu berbuah, selanjutnya yang jadi penaburnya adalah kita. Dalam buah ada bijinya, ini jangan dimakan, tapi ditanam kembali. Jika semua kita makan, maka tidak menghasilkan apapun.

Saat kita terima anugerah Tuhan, jangan dimakan semua. Cari tanah yang subur, tanamkan benih kita di tanah yang subur. Taburan kita menentukan tuaian kita.

Tanamkan benih kita pada sesuatu yang kekal: roh manusia. Cari orang yang bisa diselamatkan, taburkan benih pada orang itu.
Contoh: Anak sekolah yang membutuhkan bea siswa: kita taburi, sehingga dia punya harapan untuk masa depannya.

Jangan hidup untuk diri sendiri, iman kita bisa bertumbuh jika ikut melayani.

Kesaksian
Seorang jemaat suaminya stroke, bahkan ber-halusinasi bertemu orang-orang yang sudah meninggal. Teman-teman MK nya mendoakan, dan si suami ini sembuh, bahkan ikut melayani.

Rekening JKI Injil Kerajaan:
BCA 182-53-0000-9
BCA – Berkat bagi bangsa – 182-27-0000-9

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Tuesday, January 3, 2017

Tetapi Ia Dengan Keras Melarang mereka memberitahukan siapa Dia – Tina Agung Purnomo – Minggu, 25 Desember 2016

Minggu, 25 Desember 2016
Tetapi Ia Dengan Keras Melarang mereka memberitahukan siapa Dia
Tina Agung Purnomo

Mrk 3: 1-12

Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia. (Mrk 3: 12)

Markus tidak menjelaskan ucapan apa yang dilarang oleh Yesus, maka perlu dilihat pembandingnya pada Injil lain.

Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. (Mat 12: 16- 18)

Melarang = ἐπιτιμάω = epitimaō (G2008) = menghardik, menegur, melarang dengan keras, dan ada konsekuensi/ hukuman jika larangan itu dilanggar.

Tuhan melarang roh jahat menyaksikan siapa Dia. Ayat di Mrk 3:12 dan Mat 12:9 disebut Mesianic secret, artinya Yesus menyembunyikan identitasnya sebagai Mesias. Orang Yahudi menantikan Mesias, sementara Yesus baru memulai pelayananNya. Jika identitasNya terbuka di awal, Yesus bisa dibunuh.

Alasan Larangan untuk membertahukan identitas Yesus sebagai Mesias

1. Tuhan punya jangka waktu/ agenda/ Timeframe.
Ada waktu untuk bertumbuh dan mempersiapkan diri di bawah asuhan orang-tuaNya. Tapi setelah itu ada waktu Tuhan mulai menyatakan diriNya lewat mujizat-mujizat yang dikerjakanNya.

Yesus lahir untuk mengembalikan kerajaan Allah yang sudah hilang di dunia. Tuhan Yesus menyatakan bahwa kerajaan Allah sudah datang di dunia, dan kerajaan itu ada di dalam kita.

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. (Yoh 10: 10)

Yesus bersikap keras kepada iblis, supaya
timeframe Tuhan tidak berantakan. Musuh Tuhan adalah iblis. Kita juga harus bersikap keras pada iblis, sehingga agenda Tuhan bisa berlangsung di hidup kita dan tidak ada penundaan.

Kesaksian.
P Agung setia melayani dari kampung ke kampung, dan Tuhan janji akan memakainya. Saat bertanya kapan Tuhan akan pakai, Tuhan perintahkan p Agung untuk menikah dengan bu Tina, baru Tuhan akan pakai.

Kesetiaan adalah sesuatu yang langka di akhir jaman. Kita harus setia dalam pekerjaan, dalam pelayanan, dalam apapun yang Tuhan percayakan. Waktu peninggian/ promosi adalah dari Tuhan.

P Agung dan bu Tina menikah 15 maret di GIA Pringgading, diberkati oleh p Damaris dari Bandung. Dua Minggu setelah menikah, p Agung diundang p Arifin untuk khotbah di full gospel (FGBMFI) Surabaya, di gedung go-skate, di hadapan 4 ribu orang.
Sejak saat itu Tuhan bawa p Agung dari kota ke kota di Indonesia. Sebelumnya beliau hanya melayani di sekitar Semarang, dari kampung ke kampung.

Jangan sampai iblis mengacaukan agenda Tuhan dalam hidup kita. Kerjakan yang di tangan kita dengan penuh kehati-hatian dan kesetiaan.

2. Deklarasi tentang Anak Allah Harus Dinyatakan oleh anak-anak Allah, bukan oleh Iblis

Bilamana roh- roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan- Nya dan berteriak: " Engkaulah Anak Allah. " (Mrk 3: 11)

Iblis tahu siapa Yesus, dan tersungkur di depan Yesus. Kita harus kenal Yesus lebih dari iblis, sehingga kita yang mendeklarasikan kebaikan dan kebesaran Tuhan dalam hidup kita.

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: " Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini? " Maka jawab Simon Petrus: " Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup! " Kata Yesus kepadanya: " Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa- Ku yang di sorga (Mat 16: 15-17)

Pengertian Petrus berasal dari pewahyuan. Petrus berkata bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup, bukan Allah yang mati atau hanya diam. Allah adalah Roh, dan Roh Allah tinggal di dalam kita. Sebelum mendapat pewahyuan tentang Yesus, mata kita seperti dalam selubung, mata kita tidak bisa melihat Yesus dengan jernih. Saat kita mengerti siapa Yesus, kita bisa mendeklarasikan Yesus yang kita sembah.

Deklarasi publik tentang kedatangan Yesus
  1. Deklarasi dari malaikat pada natal yang pertama mendatangkan pengharapan dan sukacita. Orang-orang yang mendengar dan percaya datang, dan membawa persembahan.
  2. Deklarasi Yohanes pembabtis menghasilkan pertobatan dan pengharapan.

Deklarasi dari iblis tidak mendatangkan hal-hal positif, hanya mendatangkan ketakutan. Saat kita mendeklarasikan kata-kata dari Allah, maka yang muncul adalah pengharapan, pertobatan, sukacita, damai-sejahtera.

Deklarasi:
Tahun 2017 adalah tahun yang gilang-gemilang bagi kita, new-chapter, ada pembaharuan dalam hidup, rohani bertumbuh, kita jadi pemurid-pemurid, kita jadi anak-anak Allah yang dewasa rohani.

Kesaksian
Bu Tina mendoakan satu nama supaya bertobat, nama itu didoakan dan ditulis, lalu dinaikkan ke hadapan Tuhan dalam kebaktian Bob Wainer. Sekian waktu kemudian orang itu bertobat, bahkan mengambil sekolah Alkitab.

Apapun yang dikatakan iblis: jangan dipercaya, sebaik apapun itu! Karena ujung-ujungnya jelek. Hanya percayai perkataan firman Tuhan.

Contoh: ucapan dari peramal-peramal, paranormal-paranormal.

Kita harus belajar mendeklarasikan yang dari Allah, bukan yang dari iblis.

3. Punyailah Pengalaman Hidup Bersama Tuhan.

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. (Ayb 42: 5)

Sebelumnya Ayub mendengar tentang Allah dari orang lain. Kita sering dengar Yesus dari mimbar, kaset khotbah, radio, dll. Kita tidak bisa mengenal Allah hanya dari mimbar, tapi harus punya pengalaman hidup pribadi dengan Allah.

Kesaksian
P Agung berdoa minta rumah baru, karena rumah lama sering kebanjiran, dan beberapa kali didatangi jemaat yang mabuk.
Saat mendapat rumah di green-wood, 3 bulan pertama bu Tina takut apakah bisa membayar, maka hanya bisa bernyanyi El-Shadai.
Saat ke Vietnam, ternyata ada yang memberi cek sebesar 75 juta. Begitu pulang dari Kamboja, langsung diserahkan kepada pengusaha real-estate. Ini karena p Agung dan bu Tina punya prinsip untuk integritas kepada Tuhan: meminta pelunasan rumah, saat Tuhan beri dananya tidak ditahan, tapi langsung dibayarkan.
Semula pengusaha itu mau membantu hamba Tuhan, ternyata Tuhan balikkan sehingga hamba Tuhan yang membantunya. P Agung melunasi rumah itu hanya dalam waktu 9 bulan.
Pengalaman pribadi ini selalu diingat p Agung dan bu Tina.

Kita hanya bisa memberi saat kita mempunyai. Saat kita punya kesaksian hidup, kita tidak akan diam, kita akan membagikan di MK. Saat hidup kita mengalami perubahan, kesaksian itu bisa menyentuh dan mengubahkan orang lain. Jangan malu bersaksi!

Apapun yang berasal dari pikiran - hanya memberi informasi pada pikiran orang lain, dan responnya hanya apresiasi. Jika yang di share dari perasaan- hanya akan menuai simpati. Jika sesuatu itu keluar dari hidup yang diubah oleh Tuhan - itu sanggup mengubah hidup orang lain juga.

Tuhan beri kita kehendak bebas, tapi jangan sampai kehendak-bebas itu mengacaukan time-frame Tuhan dalam hidup kita.

Rekening JKI Injil Kerajaan:
BCA 182-53-0000-9
BCA – Berkat bagi bangsa – 182-27-0000-9

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822