Tuesday, February 9, 2016

Burning with the Spirit – Hengky Kusworo – Minggu, 07 Februari 2016

Minggu, 07 Februari 2016
Burning with the Spirit
Hengky Kusworo

Do not quench the Spirit (1Tes 5: 19, NKJV)

Artinya roh kita bisa padam. Ada 3 hal yang menyebabkan roh padam.

1. "dipadamkan" berarti
tertindas (2 Ptr 2: 7-10)

tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, (2Ptr 2: 7)
. sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa (2Ptr 2: 8b)

Jika kita terus menerus melihat yang najis, maka roh kita tertindas, ujungnya kita ikut mengijinkan. Jika roh kita tertindas, maka lama-lama akan padam.

Bahaya tentang sesuatu yang diulang: akan masuk ke bawah sadar.

Kisah seorang hamba Tuhan
Pendeta ini punya 2 anak, keduanya bersekolah di sekolah Kristen. Saat masuk, 85% tidak setuju dengan homoseksual. Tapi ada kegiatan, dipertontonkan film, seperti brainwash, selama 2 jam. Ujungnya setelah acara 95% anak jadi bisa menerima homoseksual.

Akibat tertindas jiwa dan batinnya, ujungnya Lot incest dengan anaknya

Yusuf setiap hari dibujuk istri Potifar. Di titik dia tidak bisa mengatasi, dia lari keluar. Sayangnya banyak anak Tuhan tidak bisa, bahkan tidak mau lari dari godaan. Fenomena saat ini: 85% anak hari ini dididik oleh media.

Contoh bahaya pengulangan:
Seorang pencuri dimasukkan di sel teroris. Semula menolak. Tapi 3 bulan kemudian jadi pesuruh dari si teroris.

ada saatnya kita harus keluar dari situasi yang menekan supaya roh kita tidak padam.

2. "dipadamkan" juga berarti:
ditundukkan (Hk 16: 4-5, 16, 19-20)

Simson jatuh cinta dan terus bermain-main dengan kelemahan: Delilah (artinya lemah /
febel)

Seperti yang sudah- sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas. " Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia. (Hk 16: 20b)

Simson tahu saat dia kuat dan diurapi. Orang lain juga tahu. Tapi saat Roh Allah meninggalkan dia, Simson maupun orang lain tidak tahu. Simson harus bayar dengan nyawa, kehilangan kedua mata, tapi tidak mencapai destiny-nya.

Dosa perjinahan, jika kita minta ampun, Tuhan akan langsung ampuni. Tapi konsekuensinya terus berjalan (ps. Edwin Lewis Cole)

Contoh:
Daud berjinah, lalu bertobat. Tapi anak-anak Daud kena konsekuensinya.

Manusia punya kelemahan, tapi jadi murid Tuhan harus sangkal diri dan pikul salib. Tapi berita ini di masa sekarang tidak disukai. Orang lebih suka berita anugerah, setelah berbuat dosa lalu bertobat.

Kekuatan yang besar, pengurapan yang tak terkalahkan, bisa ditundukkan dengan kelemahan

Hidup kita tidak bisa bermain-main seperti Simson: walau berdosa, tapi pengurapan Tuhan masih bekerja dengan kuat.

Kesaksian
Rombongan ziarah menyeberangi danau Galilea. Tanpa alat musik, p Hengky memimpin penyembahan di kapal. Hadirat Tuhan menjamah semua peserta, hadiratNya sangat nyata.

Saat roh kita disentuh oleh Tuhan, semua akan berbeda. Tapi jika roh kita dicemari oleh yang najis dan kotor, maka kita akan seperti Lot yang tersiksa jiwanya, dan ujungnya melahirkan bangsa Moab dan Amon.

Kisah Jeremy Lin
Jeremy tidak setinggi orang Amerika, tapi punya impian tinggi: jadi pemain basket dunia. Di Amerika dia ditindas dan dihina. Jeremy sudah lahir baru, cinta Tuhan, rajin ke gereja, kuliah di Harvard.
Banyak pemain basket lain berusaha mencederai spirit-nya, tapi semua selalu dihadapkan ke Tuhan.
Di awal tidak ada yang mau menggaji Jeremy. Setelah ditolak banyak tim, akhirnya karena kasihan ada pelatih yang menerimanya, tapi selama 1 tahun hanya duduk di bangku cadangan. Ini membuat frustasi, tapi Jeremy ingat firman Tuhan: segala sesuatu dapat ditanggung karena Kristus.
Saat pertama main, ternyata buruk: banyak turnover, shoot meleset, dll.

Suatu hari playmaker tim kena cedera engkel di tengah permainan. Karena pemain habis, terpaksa pelatih memainkan Jeremy. Hari itu dia cetak 39 poin, dan mencetak rekor NBA, sebagai
rookie (pemain pemula) yang mencetak poin terbanyak. Selanjutnya 9 pertandingan Jeremy terus dimainkan, dan tampil cemerlang.

Tidak ada kemuliaan tanpa bayar harga, tak ada mahkota tanpa duri (Jeremy Lin)

3. "dipadamkan" juga berarti:
mendiamkan

Jika Roh Kudus didiamkan, tidak pernah diajak bicara, walau tidak pernah lakukan dosa besar, ujungnya roh akan padam.

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala- nyala dan layanilah Tuhan (Rm 12: 11)

Roh yang menyala-nyala: dikobarkan dengan api, seperti air yang mendidih.
Orang yang diam dan tenang terhadap Roh Kudus, mengijinkan kepahitan masuk, maka hatinya akan jadi hitam.

Kis 8: 21-23
sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan (Kis 8: 23)



Kain membunuh adiknya karena marah: iri karena adiknya lebih baik, akhirnya membunuh.
Saul tidak pernah berjinah, tapi dia marah karena iri pada Daud.

Hati kita tidak lurus jika kita ijinkan iri hati dan marah. Kita bisa terlihat lurus di hadapan manusia, tapi belum tentu lurus di hadapan Allah. Jika hati kita pahit, kita akan terjerat kejahatan, jadi seperti empedu: pahit.

Supaya hati tidak hitam:
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. (Rm 12: 11)

Kita akan menyala-nyala jika hati kita dijamah Tuhan. Jika di dalam kita panas, yang hitam tidak akan menguasai. Jagai hati kita dengan segala kewaspadaan, jangan biarkan kebencian-kemarahan-iri hati mencemari hati kita. Jangan biarkan hati kita suam atau dingin.

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Ams 4: 23)

Kisah Manny Pacquiao (Pacman)
Pacman cinta Tuhan, dan dengar suara Tuhan. Di awal hidupnya sangat miskin. Suatu hari Pacman minggat dan menggelandang. Dia marah pada ayahnya, karena memasak anjing kesayangannya.
Di usia 14 tahun Pacman didatangi 2 malaikat. Sejak hari itu hidupnya membaik, dan kesukaaannya membaca Alkitab.

Saat di-wawancara oleh Rick Warren, Pacman mampu mengucapkan 60 pasal di luar kepala. Dan Pacman memberi quote:

Percaya dan kuasa doa saja tidak cukup, kita harus jadi pelaku Firman

Tujuan hidup Pacman bukan petinju, tapi memberitakan Yesus bagi semua orang. Roh Pacman tidak bisa dipadamkan oleh dunia dan kekayaan. Dia tetap bakar rohnya dengan membaca Alkitab.

Kesaksian
Dalam pesawat, seorang ayah berusaha menenangkan anaknya yang rewel. Selama 20 menit gagal, lalu capek dan tertidur. Setelah ayahnya menyerah, mamanya ganti mengangkat anaknya, menempelkan hidung ke anaknya, digoyang-goyang sebentar, lalu anak itu tidur.
Beda si ayah dan ibu: sentuhan. Si ayah tidak menyentuh si anak, sementara si ibu selalu bersentuhan dengan si anak.

Jika hidup kita tidak pernah disentuh Tuhan, akan kering, hitam. Hati dan hidup kita harus disentuh dengan api Tuhan terus-menerus, maka roh kita tidak akan pernah padam.

P Hengky pergi ke bekas tempat Ruang Maha Kudus. Sekitar 15 menit p Hengky diam dan merasakan hadirat Tuhan.

Kita harus ke gereja, masuk dalam hadirat Tuhan, sehingga bersentuhan dengan api Roh Kudus, yang membuat hati kita tidak dingin

Pesan P Agung (dari Philadelphia, USA)
Setiap kali seorang presiden membubuhkan tanda tangan, itu tanda persetujuannya. Artinya dia ikut bertanggung-jawab akan apa yang terjadi.

Ilustrasi cara menangkap kera
Ada kelapa yang lubangnya hanya se-tangan kera, lalu diisi kacang. Saat kera mencium bau kacang dan menggenggamnya, maka dia terperangkap.

Setiap yang kita lakukan ada tanggung-jawabnya. Jika semua kita lakukan tanpa motif pribadi, maka kita akan jadi orang yang merdeka, bertindak dengan bertanggung jawab, tidak bisa diperangkap jebakan iblis. Sebaliknya jika ada motif pribadi, kita akan seperti monyet yang terperangkap.

Tangan kita harus tetap terbuka untuk menolong orang lain dan menyembah Tuhan, bukan menggenggam sesuatu yang daging kita inginkan


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064

Wednesday, February 3, 2016

Pelita di Hadapan Tuhan – Petrus Agung – Minggu, 31 Januari 2016

Minggu, 31 Januari 2016
Pelita di Hadapan Tuhan
Petrus Agung

Tuhan tetapkan bahwa kerajaan Israel harus dibagi 2, karena Salomo tidak seperti Daud. Dua suku ikut Rehabeam yang merupakan keturunan Daud, sementara 10 suku lain ikut Yerobeam. Tuhan juga berjanji kepada Yerobeam untuk menjadikan keluarganya seperti Daud, keturunannya akan ada di hadapan Tuhan dan memerintah turun-temurun.

Pernyataan bahwa "selalu ada keturunan Daud yang menduduki tahta" digenapi Tuhan hingga masa kini: raja-raja kerajaan Inggris masih keturunan Daud

And to his son I will give one tribe, that My servant David may always have a lamp before Me in Jerusalem, the city which I have chosen for Myself, to put My name there. (1 Raj 11: 36, NKJV)

Istilah yang digunakan untuk kata "keturunan" adalah pelita.

Di hadapan Tuhan, keturunan kita adalah seperti pelita.

Daud semakin tua, tapi harus menghadapi beberapa raksasa. Daud lupa bahwa usianya menua, dan dalam pertempuran itu Daud hampir mati, tapi ditolong jenderal-jenderalnya.

But Abishai the son of Zeruiah came to his aid, and struck the Philistine and killed him. Then the men of David swore to him, saying, "You shall go out no more with us to battle, lest you quench the lamp of Israel. " (2 Sam 21: 17, NKJV)

Frase "keturunan Israel" juga diterjemahkan sebagai "pelita Israel". Dalam perikop ini yang dikatakan sebagai pelita adalah Daud sendiri. Jika Daud adalah pelita di hadapan Tuhan, maka anak keturunan Daud seharusnya juga jadi pelita di hadapan Tuhan.

Jika orang tua adalah pelita di hadapan Tuhan, maka keturunan kita seharusnya juga jadi pelita di hadapan Tuhan.

Warisan rohani dari orang tua jasmani dan rohani itu nyata. Kita perlu mewarisi semua yang terbaik yang Tuhan berikan sejak Abraham hingga Tuhan Yesus, karena kita masuk pohon keluarga Yesus.

Jika kita lakukan segala sesuatu dengan benar di hadapan Tuhan, maka berkat yang didapat bukan hanya untuk kita, tapi untuk keturunan kita.

P Agung ingin ada anak-anak yang sejak kecil mengenal Tuhan, dan mengerti bagaimana melayani dan bekerja bagi Tuhan. Sehingga Roh Tuhan di dalam anak-anak itu yang menuntun mereka pada destiny mereka. Teknologi masa kini sangat maju, dan anak-anak mampu menguasainya, sementara orang tuanya gaptek. Hanya jika hati mereka dibawa ke Tuhan, dan mereka akan jadi orang yang memuliakan Tuhan seumur hidupnya.

Pengenalan akan Tuhan bisa diwariskan pada generasi berikutnya

Kesaksian tentang warisan rohani
2 minggu lalu p Agung menghadiri ayah bu Ribka (p Thomas) yang ultah ke-80. P Thomas punya warisan yang luar biasa.
Sejak tahun 80an, p Thomas selalu berkata:
"orang Indonesia bisa kenal Tuhan Yesus karena ada orang barat/ asing mengabarkan Firman kebenaran kepada bangsa kita, sehingga banyak orang kenal Tuhan Yesus. Maka kita berhutang pada bangsa-bangsa lain. Sekarang adalah waktu Indonesia memberkati bangsa-bangsa lain."

Karena kondisi Indonesia saat itu buruk, pernyataan ini ditertawakan banyak orang. Tapi p Thomas terus menyampaikan hal ini dengan berani, dan terus mengerjakannya sendiri.

Suatu hari ada beberapa pendeta coba mengikuti misi penginjilan p Thomas, tapi hanya 1 kali ikut, lalu kapok karena model pelayanannya menakutkan.
Dalam salah satu misinya, p Thomas menginjil seluruh penumpang angkot. Saat ada orang gila di jalan, beliau turun dari angkot, menginjili orang gila itu , memotong rambut dan kukunya.

Bu Aning rumah shalom dan p Victor pernah mengikuti pelayanan p Thomas. Mereka mendapat warisan dari p Thomas. Saat ini bu Aning banyak melayani orang miskin, sementara p Victor banyak bergerak di misi.

Tahun 1991 JKI baru mulai sebagai gereja. P Thomas di tahun itu juga merintis gereja. Bu Ribka membantu p Agung. Ada hamba Tuhan lain menegur bu Ribka: mengapa tidak bantu ayahnya? Tapi saat mendengar itu, p Thomas memerintahkan anaknya untuk tetap membantu p Agung. Sikap ini sebuah jiwa besar dan sikap yang sangat langka. Setelah sekian tahun berlalu, ternyata ini investasi p Thomas. Hari ini JKI sudah pergi hampir ke seluruh dunia. Ini juga dari benih yang ditanam p Thomas.

Ilustrasi cara berfikir:
Padi normalnya tidak bisa tumbuh di padang gurun atau daerah bersalju. Supaya menghasilkan, benih itu seharusnya dititipkan pada seseorang yang punya tanah yang subur.

Arahkan anak-anak ikut kebaktian sekolah minggu, sehingga warisan rohani dari gereja juga masuk ke hidup anak-anak.

Salah satu cara penginjilan p Thomas
Anak buahnya diminta mengamen. Jika yang pemilik rumah keluar, orang itu diinjili di depan rumahnya. Setelah 5-6 rumah, baru mereka makan dari hasil mengamen.
Pada Maret 2016 sekolah HOMs yang dikepalai bu Ribka akan buat sekolah untuk pengamen. Bu Ribka menerima warisan dari ayahnya.

Contoh warisan rohani
Ishak mau berikan hak kesulungan pada Esau karena sayang. Yakub tidak bisa ambil hak ini begitu saja karena ada jarak hubungan (gab) dengan ayahnya. Maka Yakub harus menyamar sebagai Esau.

Warisan rohani hanya bisa diterima saat ada relationship antara yang mewarisi dengan yang mewariskan. Jika hubungan terputus atau terganggu, maka warisan itu terhenti.

P Agung punya 3 anak, masing-masing mewarisi dari p Agung, tapi kadar kekuatannya berbeda-beda. Anak pertama kemampuan kepemimpinan (leadership) jauh lebih detil, jauh lebih hebat dari p Agung.
Anak kedua favor nya ajaib, artinya seharusnya tidak bisa, tapi dia menikmatinya.

Dalam sepanjang sejarah gereja, gereja yang dimulai dengan hati yang berontak-pahit-marah-permusuhan, tidak pernah jadi besar. Karena jika hal itu diwariskan, seperti minum sesuatu yang beracun. Apsintus adalah roh kepahitan, jika ada di hati akan menyebabkan semua yang dikatakan pahit. Kepahitan seperti sianida rohani: mematikan rohani dalam waktu singkat.

Jika kita melayani sebagai hamba Tuhan, tapi anak-anak kita tidak tertarik ikut pelayanan, maka ada sesuatu yang salah dengan keluarga itu, walaupun kelihatannya baik. Anak-anak hamba Tuhan yang tidak mau terlibat pelayanan karena ada kepahitan. Mungkin ada tindakan atau perkataan orang tua di rumah yang menyakiti hati anak-anak.

Jika kita melayani Tuhan dengan antusias, semua anak akan ingin ikut melayani Tuhan.

Anak ke-3 p Agung mewarisi hal spiritual, yaitu kepekaan mendengar suara Tuhan.

Akar untuk menyelesaikan banyak hal: mendengar suara Tuhan, bukan emosi atau pikiran kita
Suara Tuhan harus jadi hal yang terpenting dalam hidup kita.

Kesaksian mendengar suara Tuhan
P Agung akan ujian, dan siapkan 1 bolpen. Saat akan masuk kampus, ada suara: beli isi bolpen baru. Awalnya p Agung tertawa dan mengacuhkan karena bolpennya baru. Tapi karena suara itu berkata lagi, maka p Agung membeli isi bolpen. Di tengah-tengah ujian tiba-tiba bolpen macet, dan terpaksa p Agung mengganti dengan isi bolpen yang baru. Hari itu Tuhan selamatkan p Agung dari kepanikan yang tidak perlu.

Kesaksian mendengar suara Tuhan
P Agung diajak makan p Adi. Saat keluar rumah mengenakan T-shirt dan sandal, ada suara berkata: pakai sepatu dan baju resmi. Ternyata sesampai di tempat p Adi, beliau bawa Alkitab, dan ternyata harus melayani kebaktian tutup peti lebih dulu sebelum pergi makan.

Kemampuan mendengar suara Tuhan bisa di-transferkan, bisa didoakan oleh yang memiliki kepada yang belum memiliki.

Jika kita punya anak-anak yang mendengar suara Tuhan, sebelum kita alami sesuatu, Tuhan bisa gerakkan anak-anak untuk mendoakan kita, sehingga ada intervensi Tuhan dalam hidup kita.

Sharing Hadasha – mendengar suara Tuhan
Di buku Benny Hinn ada pernyataan: setiap kita bisa mendengar suara Tuhan, tapi dimulai dengan lembut, kecil dan berbisik. Seringkali itu tidak terdengar karena kalah dengan keinginan, kebisingan di pikiran kita, dan pendapat pribadi kita. Kita sendirilah yang menghalangi mendengar diri kita mendengar suara Tuhan.

Shasha nyaman jika berada di kamar doa papinya. suatu pagi Shasha masuk ke kamar doa, lalu ditanya p Agung "apakah mau dengar suara Tuhan". P Agung minta Shasha duduk diam dan mendengarkan. Perkataan Tuhan yang pertama didengar: "Sha, tidur". Ini disampaikan ke p Agung, lalu p Agung minta Shasha ikuti itu dan pergi tidur. Ini adalah awalnya. Saat itu Shasha kelas 3 SD.
Sampai hari ini Shasha belajar mendengar suara Tuhan, juga belajar membedakan antara suara hati sendiri dengan suara Tuhan.

Semua suara Tuhan ujungnya adalah berkat.

Shasha bertemu Tuhan secara fisik untuk pertama kali di HS junior. Saat itu kebaktian biasa. Tiba-tiba hadirat begitu kuat, Shasha bersujut, lalu muncul sosok Tuhan menghampiri, dan Shasha jatuh cinta saat menatap mata Tuhan. Shasha menangis berjam-jam karena merasakan hadirat dan cinta Tuhan.

Untuk mendengar suara Tuhan, dan berjumpa dengan Tuhan, diperlukan ketenangan di dalam hati, dan ada penundukan diri.

Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064

Wednesday, January 20, 2016

Tuhan atau Musa – Petrus Agung – Minggu, 17 Januari 2016

Minggu, 17 Januari 2016
Tuhan atau Musa
Petrus Agung

Bil 32: 1-5
Sebelum masuk tanah perjanjian, bangsa Israel harus menyeberangi sungai Yordan. S Yordan menyuburkan tanah di kedua sisi: tanah perjanjian (Kanaan) dan tanah di seberang Yordan.
Suku Ruben, Gad dan setengah suku Manasye ternaknya sangat banyak. Saat melihat tanah yang begitu baik mereka sangat tertarik, walau itu bukan tanah perjanjian. Suku-suku ini merasa tidak perlu menyeberang dan menghadapi banyak musuh. Permintaan ini tidak ada jahatnya, tapi adalah sebuah kebodohan karena di tanah perjanjian ada janji-janji Tuhan.

Jawaban Yosua:
sampai TUHAN mengaruniakan keamanan kepada saudara- saudaramu seperti kepada kamu juga, dan mereka juga menduduki negeri yang akan diberikan kepada mereka oleh TUHAN, Allahmu. Kemudian bolehlah kamu pulang kembali ke negerimu sendiri dan menduduki negeri yang diberikan Musa, hamba TUHAN itu, kepadamu di seberang sungai Yordan, di sebelah matahari terbit. (Yos 1: 15)

Setelah Musa mati, 2 1/2 suku ini menghadapkan lagi hal itu pada Yosua. Yosua membedakan:
  • Tanah di seberang sungai Yordan, yaitu Kanaan, adalah negeri yang diberikan oleh Tuhan.
  • Tanah sebelum sungai Yordan adalah tanah yang diberikan oleh Musa kepada 2 1/2 suku.

Yordan memisahkan antara tanah yang Tuhan berikan, dengan tanah yang Musa berikan
Setelah menyeberang Yordan, kita mendapat tanah yang Tuhan beri.
Sebelum menyeberang Yordan, walau subur, adalah tanah yang Musa beri.

Suku Ruben-Gad-Manasye memilih berdasar apa yang mereka lihat, untuk kepentingan, kebutuhan, kebesaran, berkat, keluarga kita sendiri. Ini tidak salah, tapi bukan tanah perjanjian.

Tanah pemberian Tuhan adalah tanah perjanjian (
promise land) yang Tuhan janjikan dengan sumpah:
  • Dengan Abraham Tuhan berikan janji.
  • Dengan Ishak Tuhan berikan sumpah.
  • Dengan Yakub Tuhan buat sebuah penetapan.

Kita selalu dihadapkan pada 2 pilihan: yang Tuhan janjikan, atau yang kita inginkan/ butuhkan

Sebagian besar orang hidup di pemberian Musa: bagaimana perusahaan lebih besar, bagaimana pemasukan lebih besar, bagaimana hidup lebih baik, bagaimana anak-cucu lebih makmur, bagaimana hidup tercukupi, bagaimana hutang lunas, dll, semua kebutuhan pribadi di dunia. Ini tidak salah dan bukan dosa, tapi pilihan.

Dalam 3Yoh Rasul Yohanes mendoakan kelimpahan, yang merupakan bekal dalam perjalanan hidup umat Tuhan. Kita bisa pilih tipe perjalanan hidup yang kita inginkan.

Jika tujuan hidup kita untuk pencapaian pribadi dan keluarga maka jangkauannya sesuai usia kita, yaitu sekitar 80-90 tahun. Orang yang memilih tujuan hidupnya untuk diri sendiri atau keluarga, maka dia memilih perjalanan pendek, bekal dari Tuhan hanya untuk perjalanan yang pendek itu.
Suku Ruben-Gad hanya hidup untuk tujuannya sendiri, hidup berdasar apa yang ada pada mereka, tapi mereka tidak menyadari bahwa Tuhan sedang membangun sebuah bangsa yang besar.

Memilih tanah perjanjian artinya kita mengabdikan diri pada rencana Tuhan.

Berkat Tuhan adalah bekal bagi perjalanan hidup kita, besarnya tergantung tujuan hidup kita: untuk diri sendiri atau untuk kepentingan kerajaan Surga.

Kesaksian tentang pilihan
Sebelum bertobat p Agung punya cita-cita dan keinginan. P Agung dulunya punya sifat clingus (minder, pemalu), tidak berani bicara dihadapan 2-3 orang, sekolahnya tidak pintar, kuliah di jurusan sejarah. Kemungkinan masa depan p Agung hanya jadi penjaga museum atau dosen. Dengan latar belakang ini p Agung sangat sadar siapa dirinya dan apa modalnya. Mungkin kelak akan hanya punya sepeda motor, mobil, rumah, tapi tidak ada yang berlebih. Impiannya tidak bisa besar karena tidak ada modalnya. Nasib p Agung seharusnya terbatas.

Suatu hari di tahun 1979 p Agung lahir baru, lalu mendapat panggilan Tuhan. Ketika p Agung meng-iya-kan panggilan Tuhan, menyeberang Yordan, mengabdi pada impian dan rencana Tuhan, maka semua cita-cita sebelumnya ditinggalkan. Tuhan Yesus beri p Agung rencana baru yang besar, untuk kepentingan umatNya di Semarang, Indonesia, dan dunia. Tiba-tiba p Agung bisa berbicara di hadapan ribuan orang, ada kekuatan keuangan yang luar biasa karena untuk membiayai proyek-proyek Tuhan.

  • Di seberang Yordan p Agung hanya butuh soto untuk dirinya sendiri. Di tanah perjanjian p Agung butuh pabrik makanan, dan Tuhan sediakan semua dananya.
  • Di seberang Yordan p Agung hanya butuh iman untuk kredit rumahnya sendiri. Di tanah perjanjian Tuhan buat p Agung selesaikan membangun Holy Stadium tanpa hutang.

Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan- Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. (Ul 8: 17-18)

Tanah seberang Yordan adalah pemberian Musa. Maka setelah Musa mati jadi tidak jelas. Tanah yang diberikan Musa tidak ada perjanjiannya, tidak ada sumpahnya. Perjanjian Tuhan yang diucapkan dengan sumpah, adalah membuat Abraham jadi bangsa yang besar, mendapat tanah perjanjian, diberkati Tuhan, jadi berkat bagi banyak orang. Untuk meneguhkan perjanjian Tuhan dangan Abraham, Tuhan memberikan kuasa untuk mendapatkan kekayaan.

Sebagian besar orang Kristen jatahnya kecil, karena tujuannya hanya untuk dirinya sendiri/ pribadi. Saat kita abdikan diri untuk kepentingan pribadi dan keluarga, maka semua keterbatasan kita akan menghentikan kita.

Jika kita ingin melihat sesuatu yang besar, jangan pilih apa yang Musa tawarkan (kebutuhan pribadi kita dan keluarga), tapi pilih yang Tuhan janjikan. Karena Tuhan akan berikan kemampuan untuk mendapat berkat sebagai peneguhan atas janjiNya.

Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. (Luk 16: 3-4)

Dalam kehidupan natural kita punya 2 pilihan: mencangkul atau mengemis. Ini hukum dunia: kerja keras, lalu hidup diberkati; atau mengharap belas kasihan orang lain. Tapi di tanah perjanjian ada pilihan ke-3: menikmati kasih karunia dari Tuhan (
God grace and favor)

Karena dari kepenuhan- Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. (Yoh 1: 16-17)

Kita harus memilih antara Taurat Musa yang penuh aturan dan larangan, atau kasih karunia di dalam Yesus. Taurat berkata '
do' (kerjakan), Kasih karunia berkata 'done' (sudah selesai). Tetap ada bagian yang kita kerjakan, tapi itu karena anugerah dan favor-Nya turun.

Orang yang tinggal di tanah perjanjian mengalami perbedaan dan perkecualian di depan Tuhan, seperti hidup di Gosyen. Hal ini dialami dalam KKR Great Awakening.
  • Saat KKR Great Awakening hari pertama, kota Semarang hujan deras, tapi lokasi MHC kering, seperti dipayungi.
  • Daerah MHC nyamuknya ganas. Tapi selama acara Great Awakening tidak ada nyamuk

Tuhan bisa proteksi kita dari segala guncangan dunia, dan tinggal dalam hadirat Tuhan. Tapi itu tidak terjadi di tanah pemberian Musa, harus di tanah perjanjian.

Kesaksian
Selasa malam, 23:00, bu Yusak dipanggil Tuhan. Rabu direncanakan tutup peti 19:00. Kakak kandung bu Yusak menghadiri persemayaman, dan akan balik ke Semarang hari rabu. Kakak-beradik ini sangat rukun. Di perjalanan nafasnya sesak, lalu juga pulang ke surga. Maka upacara tutup peti kakak-beradik ini bersama-sama dan bersebelahan. Ini yang terbaik, bukan di pesawat, tidak merepotkan siapapun. Tidak ada manusia bisa mengatur seperti ini. Tuhan atur semuanya sempurna.

Pilihlah tujuan hidup yang mulia, maka kita akan terhisap dalam rencana Tuhan yang ajaib dan luar biasa.

Tuhan sanggup mendandani kita.
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? (Mat 6: 28-30)

Kain bekerja sebagai petani. Habel memberi yang lebih baik. Habel memelihara kambing-domba dengan tujuan dipersembahkan bagi Tuhan, karena di masa itu manusia belum makan binatang. Obsesi habel ini membuat persembahannya lebih baik dari Kain.


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064