Sabtu, 26 Juli 2014

153 – Petrus Agung – Minggu, 15 Juni 2014

Minggu, 06 Juli 2014
153
Petrus Agung

Yoh 21: 1-11 – Mengapa Tuhan beri angka yang detil?
Menurut Jerome (ahli Alkitab di abad 4):
Di jaman Yesus, para ahli mengatakan bahwa ikan terbagi atas 153 jenis. Maka kisah ini berarti tidak ada satu jenis manusia-pun yang tidak bisa kita tangkap dan menangkan. Kisah ini juga berarti tidak ada satu berkat pun yang meleset dari tangan kita.
Ada ahli lain mengartikan bahwa jika di cek dari aksara Ibrani, 153 artinya: Son of God

Kuasa kebangkitan Tuhan Yesus berkat secara maksimal kepada gerejanya: jiwa-jiwa maupun materi.

Yeh 47: 10-14
Ay 10 – sungai, tapi jenis ikannya lengkap seperti lautan. En-Gedi sampai ke En-Eglaim: jatah Kanaan yang Tuhan bagikan untuk kita.

En-Gedi =
‛êyn gedîy = עין גּדי (H5872) = mata air anak-anak (fountain of a kid)
Kid 1: 14 – En-Gedi selalu menggambarkan semua yang terbaik dari Tuhan: kelimpahan, kekudusan, cinta, perlindungan, berkat.
  • Tempat Tuhan menemukan kekasihNya.
  • Penghasil balsam yang merupakan obat.
  • Tempat tumbuhan yang akar dan daunnya untuk bahan parfum.
  • Tempat Daud bersembunyi dari Saul.
  • Lokasi satu-satunya air terjun di Israel.

En-Eglaim =
‛êyn ‛eglayim = עין עגלים (H5882) = mata air dari 2 anak lembu (fountain of two calves)
Frase “dua anak lembu” berkaitan dengan Yerobeam. Harusnya Tuhan ingin jadikan dia Daud ke-2. Tapi perbuatannya yang menyakiti hati Tuhan: membuat 2 anak lembu jantan emas untuk disembah oleh orang-orang Israel (1Raj 12: 28-30)

En-Gedi menggambarkan semua yang baik dan kecintaan Tuhan, En-Eglaim adalah tempat yang Tuhan benci dan tempat semua kejahatan.

Maka artinya Tuhan mau kita tebarkan jala, karena semua bisa kita tuai: dari yang paling mulia hingga yang paling hina, dari yang paling suci hingga yang paling najis, dari yang paling baik hingga yang paling jahat.

Beberapa pernyataan dari buku karangan John Maxwell:
Di abad-21 kesuksesan seseorang tergantung bagaimana kita membangun jala (nets). Jaring yang harus dibuat adalah yang membuat kita:
  1. Lepas dari zona nyaman. Kita harus mau bergaul, membuka hati untuk menambah teman. Semakin kita kenal banyak orang, kemungkinan diberkati semakin besar.
  2. Keluar dari lingkup keahlian kita: Ini untuk memperluas kemungkinan lingkup kerja kita.
  3. Keluar dari zona kekuatan kita

Contoh: gereja kekuatannya di dalam. Tapi di luar ada kekuatan-kekuatan yang tidak bisa kita pengaruhi. Jika kita menutup diri dengan kekuatan di luar, maka kita tidak bisa mempengaruhi lebih luas. Maka akibatnya perkembangan gereja hanya mengambil jemaat orang lain, tidak punya kemampuan menjangkau jiwa baru di luar.
Akibat lain: berbisnis terbatas hanya dengan rekan segereja.

Sungai berisi ikan tak terhingga. Jika jaring bisa dibentangkan seluas-luasnya, maka akan menghasilkan luar biasa banyak.

Yesus suka bergaul dengan orang berdosa. Itu jaring Yesus, menjangkau semua lapisan. Maka ada orang-orang yang bertobat: wanita Samaria, perwira romawi, Zakeus, Maria Magdalena, Nikodemus, Yudas, dll.

Kesaksian:
Tahun 99 JKI dilawat Tuhan, bahkan hingga kebaktian hampir setiap hari. Tapi dampaknya ada puluhan jemaat yang tidak naik kelas karena kebaktian setiap hari. Maka harus ada keseimbangan tubuh-jiwa-roh.
Maka saat ini JKI bergaul dengan banyak: TNI, pemerintahan, orang miskin, waria, anak jalanan, pemulung, orang-orang sakit, dll. JKI juga banyak unit yang menyentuh kebutuhan orang banyak: LBH, rusing, rumah shalom, klinik, sekolah, sekolah sepak bola, dapur umum, dll. Ini untuk melepaskan jala dari En-Gedi higga En-Eglaim.
JKI bukan sedang menghamburkan uang untuk semua itu, tapi sedang ber-investasi, seperti menabur benih, yang suatu hari akan dituai dengan cara Tuhan yang luar biasa.

Di akhir jaman, bisa jadi orang-orang berdosa akan masuk surga mendahului orang-orang yang sok suci. Karena Alkitab berkata bahwa yang Tuhan jaring di akhir jaman adalah mereka yang ada di jalan-jalan.

Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh (Luk 14: 21b)

Kamu adalah garam dunia (Mat 5: 13a)

Garam berfungsi sebagai perasa, pengawet, spa, es krim, dll. Menurut data ada 14 ribu kegunaan garam. Saat Tuhan berkata bahwa kita garam, artinya kegunaan kita ada 14 ribu. Banyak potensi yang Tuhan beri kepada kita, tapi belum kita kerjakan. Kita harus jadi garam yang luar biasa!
Garam bagus hanya saat bersentuhan/ bercampur. Maka kita harus menabur kebaikan, berbuat sesuatu yang berbeda.

Clear lots of ground for your tents! Make your tents large. Spread out! Think big! Use plenty of rope, drive the tent pegs deep. You're going to need lots of elbow room for your growing family. You're going to take over whole nations; you're going to resettle abandoned cities. Don't be afraid--you're not going to be embarrassed. Don't hold back--you're not going to come up short. You'll forget all about the humiliations of your youth, and the indignities of being a widow will fade from memory. (Yes 54: 2-4, MSG)

Gereja tidak berpolitik. Tapi saat gereja punya pengaruh, maka mau-tidak mau akan bersentuhan dengan politik. Jika gereja bisa mewarnai politik dengan baik, maka akan jadi baik, tanpa gereja ikut-ikutan kampanye.

Tebarkan jala dari ekstrim ke ekstrim, dari yang paling baik hingga paling brengsek, dari yang paling penuh kasih, hingga yang paling penuh kebencian. Maka jiwa-jiwa akan diselamatkan dan hidup kita diberkati Tuhan.

Suatu tentara Aram yang Tuhan butakan dibawa Elisa masuk Samaria. Saat raja akan membunuh mereka, Elisa melarang, justru memerintahkan untuk memberi mereka makan. Setelah makan dan minum, lalu disuruh pulang, maka sejak itu tidak ada lagi gerombolan Aram menyerang Israel.

17-18 seminar mid-life crisis


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Minggu, 20 Juli 2014

Far Beyond the Call of Duty – Petrus Agung – Minggu, 13 Juli 2014

Minggu, 13 Juli 2014
Far Beyond the Call of Duty
Petrus Agung


2 Raj 4: 8-13
Kandil adalah tempat lampu. Kisah ini berbicara tentang seseorang yang tidak punya permintaan apapun. Dia merasa baik-baik: bahagia, kaya, terpandang. Yang mengetahui kebutuhan perempuan Sunem ini adalah Gehazi, dan itu diusulkan ke nabi. Maka perempuan ini mendapat seorang anak laki-laki.

Ada hal-hal yang membuat Tuhan memberikan anugerah dan berkatNya kepada kita secara limpah, tanpa kita ber-inisiatif memintanya, bahkan tak terfikir sebelumnya

1. Melihat sesuatu yang luar biasa di balik hal-hal yang biasa
Wanita ini mengamati bahwa nabi Tuhan yang dari waktu ke waktu melewati daerah tinggalnya. Wanita ini bisa melihat suatu hal istimewa dibalik hal-hal yang normal/ biasa-biasa itu.

Ada banyak hal yang tersembunyi dari yang Tuhan lakukan, dan banyak orang anggap itu biasa. Tapi jika diperhatikan ternyata di baliknya tersimpan hal yang luar biasa.

Contoh:
  • Angin adalah sesuatu yang normal, tapi ada orang-orang yang bisa menggunakannya menjadi sumber tenaga/ energi yang luar biasa. Misal: kincir angin.
  • Air. Ada orang-orang yang bisa mengubah air yang biasa, jadi sumber tenaga yang luar biasa.

Semua jenis mujizat di Alkitab selalu dari hal yang biasa-biasa saja:
  • Air jadi anggur
  • 5 roti 2 ikan
  • Garam ditabur Elisa pada mata air di Yeriko
  • Minyak dalam buli-buli

Contoh kasus:
fastfood
Ada orang melihat antrian karyawan pabrik untuk makan siang. Karena jam makan siang pendek, sementara penyajian butuh waktu, sehingga kadang terjadi keributan karena berebut. Dari pengamatan ini orang tersebut menciptakan fastfood.

Minta supaya mata kita dibukakan Tuhan, sehingga apapun yang kelihatannya biasa-biasa saja di sekitar kita, bisa jadi luar biasa.

Elisa tidak menyapa atau berhenti, dia hanya sekedar lewat. Wanita ini bisa mengamati ada sesuatu yang luar biasa pada Elisa, dan membuat Elisa singgah.

Tumpangi mata kita setiap pagi, minta supaya Tuhan buka sehingga kita bisa melihat semua yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa.

2. Menawarkan dengan
passion hingga nabi berubah pikiran
Now it happened one day that Elisha went to Shunem, where there was a notable woman, and she persuaded him to eat some food. (2Raj 4: 8a, NKJV)

Dibujuk (pursuaded) artinya ditawari beberapa kali hingga tergerak hatinya. Wanita ini bukan sekedar menawari 1x, tapi membujuk hingga Elisa mau singgah untuk makan. Hal ini membutuhkan passion. Tanpa passion yang cukup, tidak bisa membujuk seseorang untuk berubah pikiran.

Seberapa kita mengingini sesuatu dari Tuhan, bisa terlihat dari cara pendekatan/ approach kita.

Tuhan adalah Tuhan yang menyembunyikan diri, maka kita harus mencarinya.

Contoh:
Kisah 2 murid yang ke Emaus. Menjelang dekat kota, Yesus seolah-olah hendak meninggalkan mereka. Tapi 2 murid itu berusaha membujuk, dan menunjukkan rasa ketertarikan, maka Yesus singgah.

Kita sering kehilangan berkat Tuhan karena kita kurang membujuk dan kurang
passion. Segala sesuatu yang tidak keluar dari passion kita, hingga kita sangat mau hal itu dan terus hadapkan ke Tuhan, maka hal itu tidak pernah datang ke hidup kita.

Kesaksian
P Agung di awal tidak tergerak melayani. Setelah lahir baru, barulah ada hasrat yang kuat untuk jadi hamba Tuhan. Bagi p Agung pelayanan adalah segala-galanya. Saat ada hamba-hamba Tuhan melayani di Semarang, p Agung melihat bahwa itulah cara hidup yang luar biasa: hidup hanya sekali, tapi bisa memberkati banyak orang. Ini jadi passion p Agung.

Yang dibutuhkan adalah passion yang kuat. Jika itu keluar dari hati kita, maka Elisa (the Lord of my salvation) akan singgah di hidup kita

3. Mampu membuat nabi merasa nyaman
And then it became his custom: Whenever he passed through, he stopped by for a meal. (2Raj 4: 8b, MSG)

Elisa dari orang yang berkata tidak, jadi orang yang biasa mampir, karena merasa nyaman.
Dalam dunia bisnis, jika pelayanan kita memuaskan pelanggan, maka pelanggan itu akan menjadi pelanggan tetap kita.

Banyak orang ingin dipakai dan diurapi Tuhan, lalu Tuhan urapi. Tapi masalahnya bagaimana supaya hidup kita bisa membuat Roh Kudus betah bergaul dengan kita, dan mau bekerja bersama kita.
Roh Kudus adalah pribadi: punya perasaan, selera, dan kehendak. Roh Kudus tidak bisa bekerja bersama orang-orang yang tidak sesuai dengan kepribadian Roh Kudus.

Atap rumah Israel datar. Wanita Sunem membangun kamar di atas rumahnya, dan tangganya terletak di luar. Maka nabi bisa singgah kapanpun. Di kamar ada meja, kursi dan kandil, dan wanita ini yang mengantarkan makan ke kamar Elisa.

Kesaksian:
Saat pelayanan ke kota-kota, p Agung awalnya suka tinggal di rumah-rumah anak-anak Tuhan. Banyak anak-anak Tuhan yang menawarkan diri untuk disinggahi. Tapi kemudian p Agung memilih tinggal di hotel. Ini karena p Agung tidak nyaman: makan malam sambil dimintai konseling, saat pulang ke rumah sudah di antri banyak orang untuk didoakan dan konseling, padahal p Agung butuh istirahat. Ini adalah tuan rumah yang tidak membuat tamunya nyaman.

Bagi banyak orang Tuhan seperti pribadi yang diperas untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Kuncinya: sukakan hati Tuhan hingga Roh Kudus betah bersama kita, lalu Dia bawa kita dalam perjalanan yang luar biasa,

4. Memberi jauh melebihi dari sekedar tugas
Through Gehazi Elisha said, "You've gone far beyond the call of duty in taking care of us; what can we do for you? (2Raj 4: 13a, MSG)

Semua yang dilakukan wanita sunem dikatakan: melakukan jauh lebih dari yang seharusnya menjadi tugasnya.

Kesaksian: anak-anak p Agung.
  • Kezia sejak usia belasan tahun punya passion pada Tuhan. Sambil mempersiapkan pernikahan, Kezia menyiapkan koreografi untuk KKR bahtera. Saat Tuhan lihat semua yang dilakukan Kezia, Tuhan yang menjamin hidup mereka: rumah, mobil, dll.
  • Hadasha masih kuliah, nilai IP bagus, punya bisnis, membantu pelayanan, dan juga menari. Setiap kali p Agung lihat favor Tuhan pada Sasha.

Banyak anak muda yang awalnya berapi-api, tapi saat mulai kuliah atau kerja, maka pelayanannya mengendor. Jika kita bersikap sembarangan dengan hidup kita, maka saat meninggal masih ada 90% potensi yang belum disentuh dan dikerjakan.

Perempuan Sunem ini sudah kaya dan tidak punya kebutuhan lain. Tapi
passion-nya kepada Tuhan luar biasa, sehingga bisa membuat nabi terbiasa singgah, bahkan merasa nyaman.

Jika hati kita penuh
passion dengan Tuhan, melakukan far beyond the call of duty, maka hal-hal yang ajaib akan terjadi: Tuhan menurunkan anugerah, berkat dan kemurahan di hidup kita.

Kisah
Tempat pemotongan hewan di Amerika. Hasil pemotongan disimpan di
cool-storage yang besar. Ada seorang karyawan yang setiap absensi masuk dan pulang, selalu menyapa dengan hangat pada satpam yang sikapnya dingin.
Suatu hari, pekerja ini terkunci di cool-storage, padahal menjelang pulang kerja dan juga menjelang weekend. Saat pekerja ini hendak menyerah dan merasa akan mati, pintu dibuka oleh satpam yang dingin itu. Satpam ini mencari si pekerja, karena sore itu tidak ada yang menyapa dia, maka satpam itu mencari dan akhirnya menemukan si pekerja. Si pekerja diselamatkan karena sapaan.

Kesaksian
P Agung makan bakmi Aloy di Palembang. Saat salah satu tim tidak menghabiskan bakmi, pemilik warung menanyakan apa kekurangan, atau merasa tidak enak. Ujungnya p Agung sering mempromosikan bakmi ini.


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Sabtu, 05 Juli 2014

Tanggung Jawab – Petrus Agung – Minggu, 22 Juni 2014

Minggu, 22 Juni 2014
Tanggung Jawab
Petrus Agung

Menjelang pemilu suasananya sangat tegang. Maka kita harus doa kepada Tuhan, supaya semua rencan setan dibatalkan. Tuhan berikan cara membatalkan bencana melalui kisah Salomo menghakimi 2 ibu yang berebut bayi. Salomo menyelesaikan masalah itu dengan bijaksana: bayi tidak jadi dibelah karena teriakan ibu kandungnya. Maka kita juga harus berseru kepada Tuhan: jangan sampai Indonesia terbelah. Jangan biarkan kejadian 98 terulang lagi.

Menjadi pelayan yang bertanggung-jawab:
1. Mempersiapkan diri sebagai pelayan yang siap
Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. (Luk 12: 35)

Kita hadir dengan sikap siap melayani, jangan datang hanya sebagai pengunjung atau penonton.

Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. (Mat 6: 22-23)

Yang membuat pelita kita tetap menyala: melihat dengan mata yang terang. Maka artinya kita harus punya hati hamba, tapi cara melihat kita harus terang, tidak mata gelap dan mudah emosi. Orang yang mata gelap yang menonjol adalah emosinya, dia tidak akan bisa menjadi pelayan yang baik.
Saat kita datang ke KKR dengan sikap hati hamba yang siap melayani, Tuhan berjanji akan memberikan upah.

and you yourselves be like men who wait for their master, when he will return from the wedding, that when he comes and knocks they may open to him immediately. (Luk 12: 36,NKJV)

Dalam KKR kita harus selalu siap sedia, karena sewaktu-waktu Tuhan mengetuk. Jika kita siap dan membuka pintu, maka Tuhan akan mengatakan atau memberikan sesuatu.

Berbahagialah hamba- hamba yang didapati tuannya berjaga- jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. (Luk 12: 37)

Jika kita siap, datang dengan hati hamba, siap melayani, maka Tuhan akan mengetuk. Saat kita membuka pintu, maka upah kita adalah: Tuhan yang melayani kita. Pelayan yang siap akan datang sedini mungkin, sebelum semua tamu datang. Dan pelayan itu harus tetap siap hingga pesta selesai.

2. Menjadi manajer yang dapat diandalkan (the dependable manager) – Luk 12: 41-44
The Master said, "Let me ask you: Who is the dependable manager, full of common sense, that the master puts in charge of his staff to feed them well and on time? (Luk 12: 42, MSG)

Memberi makan hamba yang lain artinya kita mengurus orang-orang. Jika ini bisa kita lakukan dengan baik, Tuhan akan percayai kita untuk mengurus harta Tuhan.

Tuhan mencari orang yang bisa mengatur, bisa dipercayai, dan dapat Tuhan andalkan.
Semakin sulit tugas yang Tuhan berikan, semakin besar kepercayaan Tuhan pada kita


Tips untuk jemaat yang tidak melayani:
Bawa banyak permen (tapi jangan permen karet supaya tidak mengotori). Jika ada jemaat yang marah-marah, beri permen, buat hingga dia tidak marah dan tersenyum. Semua orang bisa berbuat banyak, mengatur orang, tanpa harus jadi panitia.

3. Pelayan yang penuh akal sehat (common sense)
Pelayan yang baik harus penuh akal sehat, bukan yang emosional dan meledak-ledak. Pelayan yang baik harus bisa menekan perasaannya, karena tidak semua yang dilayani bersikap manis. Ada yang perkataannya cenderung menyakitkan hati, ada juga yang bertindak semaunya.

Untuk tetap bertahan dengan akal sehat, miliki pemikiran: "yang waras – yang mengalah"

Contoh kasus saat KKR:
  • Tag kursi. Orang yang berebut kursi biasanya emosi, galak, tidak punya common sense, membawa-bawa nama orang-orang tertentu.
  • Pelayan yang “menjual” kursi. Orang ini sudah mengambil upahnya, yaitu harga kursi.
  • Masalah makan. Makanan yang disediakan panitia tidak dimakan padawaktu seharusnya, karena menumpuk tidak dimakan.
  • Masalah penginapan. Ada orang-orang yang memasukkan teman-temannya tanpa mendaftar ke panitia lebih dulu. Akibatnya ada yang sudah terdaftar, tapi tidak dapat tempat.

Kita diberi kepercayaan jadi tuan rumah karena Tuhan yakin kita mampu.

4. Tidak memiliki hati yang jahat
Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. (Luk 12: 45-46)

Memukul bisa dengan perkataan dan sikap.
Jika kita di posisi di atas dan punya otoritas, kita mesti waspadai respon kita kepada orang-orang di bawah kita, karena kita bisa salah di hadapan Tuhan.

Kesaksian:
Seorang hamba Tuhan fulltime. Saat mendapat persembahan dalam jumlah kecil, tidak dihargai. Ini menyebabkan tidak bisa besar. Sikap itu mencederai hati orang, dan membawa kejatuhan.

Hati-hati dalam bersikap, terutama dengan orang yang tidak bisa berbuat apa-apa saat direndahkan/ dihina. Karena Tuhan mencatat, dan sekian waktu kemudian Tuhan bisa balikkan keadaan. Balas menghina/ merendahkan adalah sesuatu yang tidak ada gunanya.

Siapapun yang Tuhan percayakan datang dalam kehidupan kita, terutama mereka yang tidak bisa membalas kebaikan kita: beri terbaik yang kita bisa.

Semakin orang tidak bisa membalas kebaikan hati kita, semakin Tuhan memberkati hidup kita
Mari punya pengabdian dan melayani Tuhan dengan segenap hati.




5. Harus memiliki persiapan
The servant who knows what his master wants and ignores it, or insolently does whatever he pleases, will be thoroughly thrashed. (Luk 12: 47, MSG)

Siapkan diri kita! Walau datang sebagai jemaat, hati harus tetap siap untuk melayani. Misalnya memberi makan atau minum pada seseorang yang kalihatannya butuh makan/ minum.
Orang yang tidak memiliki persiapan, bertindak kasar dan merendahkan orang lain, akan dibuang.

Setiap kebaikan kita akan membuka pintu berkat bagi hidup kita

But if he does a poor job through ignorance, he'll get off with a slap on the hand. Great gifts mean great responsibilities; greater gifts, greater responsibilities! (Luk 12: 48, MSG)

Seberapa Tuhan percayai kita, di dalamnya ada tanggung jawab !


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp 085 727 868 064

Senin, 30 Juni 2014

Survey and Mapping – Petrus Agung – Minggu, 29 Juni 2014

Minggu, 29 Juni 2014
Survey and Mapping
Petrus Agung

Victor and victim
Tuhan memberikan 2 pilihan dalam kehidupan kita: menjadi victor (pemenang) atau victim (korban) ?
Kisah anak yang hilang. Bungsu memiliki impian, dan merasa bahwa dia tidak bisa raih mimpinya di rumah bapanya. Saat bertobat, si bungsu tidak pernah menyalahkan bapaknya, tidak pernah menempatkan dirinya sebagai korban, pulang dengan tahu diri. Di awal bungsu meminta (give me), tapi saat bertobat hatinya berkata “jadikan aku” (make me). Pertobatan membuat hati Bapa timbul belas kasihan.
Sebaliknya dengan si sulung. Saat tahu bapak membuat pesta bagi adiknya, cara bicara sulung menempatkan diri sebagai korban (victim).

Cara berfikir menempatkan diri sebagai korban saat menghadapi apapun, dan menyalahkan orang lain sebagai penyebab nasib kita, membuat hidup kita tidak akan mengalami perubahan.

Saat breakfast with Obama, orang yang paling banyak dikerumuni adalah Nick Vujicic, seorang motivator tanpa tangan dan kaki. Salah satu kesaksian Nick: suatu kali bertemu dengan orang yang senasib. Selama pertemuan orang itu terus mengomel dan menyalahkan semua orang. Dia menempatkan diri sebagai korban. Nick memutuskan tidak akan pernah menjumpai orang ini lagi, karena orang yang selalu menganggap dirinya sebagai korban, dia tidak akan bisa ditolong, karena dia merasa paling benar.

Nasib kita ditentukan oleh keputusan yang kita ambil, bukan apa yang orang perbuat pada kita.
Happiness is a choice, destiny is a choice.

Kita tidak perlu belas-kasihan orang lain, tapi kita harus bertobat, maka anugerah Tuhan turun dan mengubah kehidupan kita

Survey and Mapping
Banyak jemaat yang setelah mengalami pesta rohani, lalu pulang ke rumah masing-masing. Tapi kemudian banyak yang mengalami bahwa semua berlalu biasa saja, tidak ada perubahan, tidak ada terobosan, hanya menunggu KKR berikutnya. Ini karena mereka tidak tahu yang harus dilakukan.

Yos 18: 1-10
Silo artinya tempat istirahat (place of rest). Kemah pertemuan diletakkan di Silo karena Israel sudah mengalami kemenangan besar atas Kanaan. Tapi ada 7 suku yang belum mendapat milik pusaka, masih berkemah di Silo seperti nomaden. Tanah bagian mereka tidak mereka dapat dengan nyata.

Hasil KKR Bahtera: Indonesia mendapat jaminan Tuhan, dan untuk pertama kalinya dapat poin tinggi dari Tuhan. Biasanya sekedar lolos (nilai 5,6), kali ini lulus (nilai 8). Kenyataan bahtera sama seperti yang dialami Israel: sudah menang perang, tapi banyak yang belum dapat bagian.

Yosua berkata bahwa Israel malas dan lamban, tapi lalu Yosua memberikan solusi. Ini artinya sebagian tidak tahu apa yang harus dilakukan, bukan sekedar malas. Solusi Yosua di Yos 18: 4-10.

Tuhan sudah memberikan kemenangan kepada musuh Israel di luar. 7 suku yang belum dapat bagian menggambarkan musuh di dalam diri kita sendiri yang belum ditaklukkan.

Akar masalah mengapa banyak orang tidak menikmati kemenangan di dunia nyata bukan sekedar karena malas, tapi kebanyakan tidak tahu harus memulai dari mana, dan harus berbuat apa.

Sehebat apapun keberadaan kita, jika kita tidak tahu harus berbuat apa, tidak tahu apa langkah pertama yang harus dilakukan, maka semua tidak berguna. Akibatnya tidak menikmati janji Tuhan, ujungnya marah pada Tuhan.

Contohnya:
  • Punya kendaraan yang canggih, tapi tidak diajari cara menyalakan mesinnya.
  • Punya gadget paling canggih, tapi tidak tahu cara menghidupkan.
  • Punya kulkas, tapi di daerahnya tidak ada listrik, akhirnya hanya berfungsi jadi lemari baju.

Suku-suku yang belum dapat jatah tanah pusaka:
1. Benyamin (anak dari tangan kananku)
Kita bisa punya status yang hebat, tapi itu tidak menjamin kita memperoleh hasil yang hebat, jika kita tidak tahu apa yang harus diperbuat.

2. Simeon (didengar)
Doa dan permohonan kita PASTI didengar Tuhan. Tapi jika kita kurang mendengar Tuhan, maka saat jawaban Tuhan datang kita tidak bisa mendengarnya.

3. Zebulon (ditinggikan)
Status dan peninggian yang Tuhan berikan jangan di-sia-siakan atau buang, jangan sampai jadi tumpukan janji Tuhan yang tidak bisa kita nikmati.

4. Isakhar (ada balas jasa/ hadiah)
Tuhan berikan janji hadiah dan bonus, tapi jika tidak kita ambil maka tidak kita dapatkan secara fisik.

5. Asher (
happy)
Saat Toronto blessing seluruh dunia datang ke Toronto, bahkan ada jalur khusus imigrasi. Manifestasi terbanyak adalah tertawa kudus (holy laughter). Kebahagiaan karena Tuhan akan menyembuhkan batin kita. Tapi banyak urusan dunia yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan sekedar tertawa.

6. Naftali (bergulat/
wrestling)
Ada orang yang dengan perjuangan dan pergulatannya bisa berhasil, tapi ada juga yang tidak berhasil.

7. Dan (hakim)
Ada kelompok orang yang punya banyak pengetahuan, tapi hanya digunakan untuk berkomentar atau menghakimi, tapi juga tidak mendapat apapun.

Yang membuat kita bisa mengalami terobosan adalah jika kita bisa mengkombinasikan antara hal yang seharusnya jadi bagian kita, dengan penetapan yang dari Tuhan.

Pick three men from each tribe so I can commission them. They will survey and map the land, showing the inheritance due each tribe, and report back to me. They will divide it into seven parts. Judah will stay in its territory in the south and the people of Joseph will keep to their place in the north. "You are responsible for preparing a survey map showing seven portions. Then bring it to me so that I can cast lots for you here in the presence of our GOD (Yos 18: 4-6, MSG)

Langkah pertama untuk menentuk tindakan selanjutnya: harus men-survei (mengumpulkan data, melihat keadaan), dan memetakan daerah (survey and map the land). Setelah di survey, lalu tanah itu dibagi menjadi 7. Kemudian Tuhan yang menentukan tanah pusaka masing-masing suku.
Tanggung jawab pengintai: menyerahkan peta dan hasil survei dari 7 bagian tanah.

Tanggung jawab kita adalah melakukan survei dan pemetaan.

Jika kita hanya diam dan tidak berbuat apa-apa, artinya tidak bertanggung-jawab atas jatah kita sendiri. Akibatnya Tuhan bisa memotong jatah kita.

So off the men went. They covered the ground and mapped the country by towns in a scroll. Then they reported back to Joshua at the camp at Shiloh. (Yos 18: 9, MSG)

Pengintai dari 7 suku bertugas menjelajahi seluruh tanah, lalu membuat petanya. Kemudian Tuhanlah yang menentukan bagian bagi masing-masing suku.

Kesaksian tentang aplikasi survei dan pemetaan
Menjelang skripsi p Agung berhadapan dengan berbagai pilihan yang tidak mudah. Sebelum skripsi mahasiswa harus KKN selama 3 bulan, dan harus ikut membantu membangun desa. P Agung sudah pelayanan di berbagai tempat. Jika harus tinggal 3 bulan di desa, maka jadwal pelayanan yang sudah ada bisa batal. Padahal aturannya: jika absensi lebih dari 10% maka gagal dan harus mengulang. Maka p Agung melakukan survei dan pemetaan.

P Agung mengamati bahwa tokoh paling berpengaruh di desa adalah pak lurah. Setiap kali balik ke rumah, p Agung bawakan oleh-oleh: bandeng presto, wingko babat, lumpia, dll. Dengan ini p Agung bisa bebas meninggalkan desa untuk pelayanan sewaktu-waktu tanpa kena absensi.
Selama di desa p Agung melakukan survei, ngobrol dengan banyak orang. Dari survei p Agung mengerti 2 kebutuhan desa:
  • Sumur desa terlalu dalam, sehingga berat menarik timbanya, maka perlu waktu lama untuk menimba. Sumur itu juga berbahaya bagi jika anak-anak ikut menimba
  • Sedang terjadi hama tikus.
P Agung mencari solusi masalah desa ke pusat riset di UNDIP. Dari pusat riset diperoleh solusi: Sumur ditutup karena tidak perlu lubang besar, sehingga tidak berbahaya, lalu dipasang alat tepat guna, sehingga air bisa ditimba dengan ringan dan mudah.
Setelah alat jadi, p Agung bawa itu ke desa. Rasa penasaran penduduk tentang alat yang dibaa merupakan strategi pemasaran (marketing).
P Agung mendemonstrasikan alat kepada pak lurah, tapi tidak langsung diberikan begitu saja. P Agung meminta pak lurah mengumpulkan seluruh RT, RW dan kepala dukuh, untuk diberikan seminar dan demonstrasi penggunaan alat untuk menimba sumur.

Alat penimba sumur itu dijadikan sebagai hadiah lomba menangkap tikus. Dukuh yang terbanyak mendapat tikus (dikumpulkan ekor tikusnya) yang mendapatkan alat itu.
Acara ini dilaporkan p Agung kepada Camat dan dosen pembimbing, mereka diminta hadir dan berpidato saat pemberian hadiah bagi dukuh yang menang.
Dengan satu momen, dihasilkan banyak hal: dosen bangga, desa bebas tikus, ada dukuh yang mendapatkan alat penimba sumur, pak camat mendapat ide untuk membasmi hama tikus di seluruh kecamatan, pak lurah menikmati banyak hal.
Di akhir KKN ketahuan bahwa tim p Agung sering pulang. Tapi karena ada hasil nyata, maka p Agung mendapat nilai terbaik.

Lakukan survey dan pemetaan dalam menghadapi apapun, hadapkan ke Tuhan, maka kita akan tahu ke mana harus pergi, dan kita bisa menikmati Kanaan kita, janji Tuhan jadi kenyataan.

Semua ilmu kehidupan ada dalam Firman Tuhan, dan Tuhan mau buka dan tunjukkan itu semua. Jika kita bisa menangkapnya, maka kita akan segera memasuki masa-masa yang luar biasa, yang di roh jadi daging.

Lumbung Raja
Ide: jadi berkat bagi hamba-hamba Tuhan. Lumbung ini sebagai gudang dari sumbangan jemaat berupa barang-barang yang masih bagus, jangan barang-barang yang tidak layak.

Pengumuman:
Kamis-Jumat (3-4 Juli): seminar, materinya survey dan mapping. Akan dibagikan: minyak narwastu.

Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Selasa, 17 Juni 2014

5 Hal yang Membuat Orang Tidak Bisa Jadi Besar – Petrus Agung – Minggu, 15 Juni 2014

Minggu, 15 Juni 2014
5 Hal yang Membuat Orang Tidak Bisa Jadi Besar
Petrus Agung

Mat 14: 12-21 – peristiwa 5 roti 2 ikan bisa memberi makan ribuan orang, bahkan sisa 12 bakul. Dari sesuatu yang kecil diubah menjadi begitu besar.

Tuhan merencanakan yang terbaik buat kita semua, tapi ada hal-hal yang menghambat seseorang untuk bisa jadi besar.

1. Tidak mau repot
Hari sudah mulai gelap, tidak ada makanan, murid-murid minta supaya Tuhan suruh orang banyak pulang. Jika orang banyak pulang, maka persoalan selesai. Murid-murid tidak mau repot. Yesus sebaliknya mau direpotkan dengan memberi makan banyak orang.

Jika kita tidak mau repot, tidak mau kerja keras, hanya ingin rileks, hanya urusi kepentingan sendiri, maka kita tidak akan bisa memberikan yang terbaik, dan tidak pernah bisa jadi besar. Karena semakin banyak tanggung-jawab akan merepotkan, dan memerlukan kerja lebih keras, doa lebih banyak, dll.

Contoh:
  • event organizer yang tidak mau repot hanya akan mendapatkan job-job kecil.
  • Musa mengurus 2 juta bangsa Israel yang menuju Kanaan.

Ilustrasi: beda antara fine-dining dengan makan di warung.
  • Fine-dining – disambut pelayan, ada ucapan terima kasih, dll. Warung – langsung duduk.
  • Fine-dining – menu-menu terbaik ditawarkan dan jelaskan, bahkan sejarah dan cara pembuatan dijelaskan. Warung – kita pilih sendiri.

Ilustrasi
Perusahaan kontraktor besar di suatu negara. Setiap kali ada staf yang pensiun, diberi pesangon dalam jumlah besar. Suatu kali ada 3 orang yang ingin pensiun. 3 orang ini diminta masing-masing membuat rumah contoh yang terbaik, dengan budget sangat besar.
Arsitek pertama membangun sebuah villa yang mewah.
Arsitek kedua membangun kantor beberapa lantai.
Arsitek ketiga tidak mau repot, maka dia membangun rumah sederhana dengan cepat dan bahan-bahan yang murah. Karena ia ingin segera pensiun dan beristirahat.
Proyek pertama dan kedua perlu kita panjang, tapi proyek ketiga sangat cepat. Saat semua proyek selesai, diadakan pesta untuk melepas 3 arsitek ini. Mereka diberi bonus istimewa, yaitu bisa menentukan uang pensiun mereka sendiri, yaitu proyek terakhir. Ternyata bonus mereka berupa proyek terakhir yang mereka kerjakan.

Kerjakan segala sesuatu hingga tuntas, dan dengan penuh tanggung jawab.

Kesaksian
Teman hamba Tuhan p Agung membangun rumah di samping rumah p Agung. P Agung dimintai bantuan mengawasi pembangunan. Ternyata sekian tahun kemudian rumah itu diberikan pada p Agung. Jika saat itu p Agung lakukan dengan asal-asalan, kualitas rumah yang didapat hari ini juga asal-asalan.
Lot tidak mau dibawa malaikat ke puncak gunung, dia tidak mau repot. Lot memilih tinggal di Zoar yang artinya insignificant (tidak penting), destiny-nya terpotong habis, dan kisah tentang Lot berakhir.

2. Tidak mau berfikir atau tidak mau menggumulkan.

Murid-murid hanya melihat pada yang dimiliki dan merasa itu sedikit. Tuhan beri kita banyak potensi, tapi kita sering kurang menghargai potensi itu.

Sekecil apapun Tuhan berikan sesuatu pada kita, potensi multiplikasinya tetap luar biasa.

Ilustrasi
Seseorang pandai yang miskin menemukan koin bekas yang sudah tidak bisa digunakan untuk berdagang. Pilihannya: buang saja karena tidak berguna, digunakan untuk kerik-an, atau ditanggapi serius sebagai berkat Tuhan. Orang ini mem-foto koin tadi, lalu ditunjukkan kepada penjual barang antik. Ternyata itu koin langka. Saat bertemu seorang kolektor kaya, ternyata harganya sangat mahal, dan si penemu koin hari itu tiba-tiba kaya.

Kesaksian
P Agung bertemu 2 orang teman, mereka mau buat suatu proyek yang butuh modal besar hingga milyar-an. P Agung dapat dari Tuhan bahwa sebenarnya mereka bisa memulai cukup dengan ratusan juta. Akhirnya mereka mulai dengan dana yang ada, lalu berhasil, sekarang keuntungannya milyaran. Jika mereka menunggu modal, maka kairos-nya akan lewat.

Lihat apa yang sudah Tuhan letakkan di tangan kita. Jika itu kita gumulkan, minta hikmat Tuhan, maka akan menjadi sesuatu yang besar.

3. Tidak mau mengatur/ manage

Di injil lain, Tuhan awali dengan memerintahkan orang banyak untuk duduk berkelompok. Mereka harus duduk hingga tidak berebut. Mereka harus berkelompok sehingga tidak ada yang tidak kebagian, dan semua makan hingga kenyang.

Bagian Tuhan melakukan multiplikasi, bagian kita mengatur agar berkat itu bisa masuk dengan baik

Ilustrasi dari seminar Keith Johnson: beda orang yang hidupnya sudah stabil dengan orang yang masih di bawah. Jika punya uang 10 ribu, kebanyakan dihabiskan untuk makan, bahkan berhutang. Orang yang stabil hanya menggunakan 7 ribu, sisanya ditabung.

Kita harus menata hidup kita dengan baik, sehingga berkat Tuhan yang akan datang tidak tercecer.

Jika kita merindukan berkat besar dari Tuhan, kita harus siapkan wadahnya, dan siap untuk me-manage berkat tersebut. Banyak orang tidak siap menerima berkat besar Tuhan dalam hidup kita.

Contoh:
  • Sebelum mujizat penggandaan minyak seorang janda, Elia terlebih dulu memerintahkannya mengumpulkan banyak wadah.
  • Manusia diciptakan Tuhan di hari terakhir. Segala hal diciptakan dan diatur lebih dulu, baru kemudian manusia diciptakan, sehingga bisa hidup.
  • Survey membuktikan bahwa orang-orang yang menang lotre ujungnya lebih miskin dari sebelum menang, karena tidak siap me-manage uang itu.

Jika kita tidak mempersiapkan diri, maka yang terjadi adalah saling menunggu: manusia menunggu berkat Tuhan, Tuhan menunggu kita menyiapkan wadah untuk menampung berkat yang akan datang.

Banyak orang menimba air, tapi tidak punya kolam penampungan. Maka ia hanya dapat 1 timba.

4. Tidak mau menghitung

Perikop cerita ini menyebutkan banyak angka: 5000 pria, 5 roti, 2 ikan, 12 bakul, 200 dinar, dst.

Kehidupan kita semua ada hitungannya. Orang yang bisa menghitung dengan tepat akan menang dengan luar biasa.

Ilustrasi
Kejuaraan tinju tahun 1974: M Ali lawan George Foreman, di Zaire. Ronde 1-6 Ali nyaris tidak berkutik dan dihajar oleh lawannya, Ali tidak bisa membalas memukul, tapi membalas dengan perkataan yang merendahkan/ mengejek. Lama-lama Foreman emosi, lupa taktik, menyerang membabi-buta, dan akhirnya kekuatan pukulannya menurun. Di ronde 7 tenaga Foreman sudah habis. Di ronde 8, dengan 2 pukulan Ali merobohkan Foreman. Selain menghadapi Ali yang tahan pukul, Foreman juga menghadapi mulut Ali, dan emosinya sendiri.

Jika ingin menjadi besar, kita harus menghitung segala sesuatu dalam hidup kita.

5. Tidak mau keluar biaya, maunya gratis.

Di Injil Yohanes dikatakan bahwa kas mereka tidak cukup untuk membeli semua roti.

Kesaksian:
P Agung diundang ke kota kecil di luar pulau oleh persatuan beberapa gereja. Saat mengundang, mereka bertanya berapa tarif khotbah p Agung, tiket hotel, tiket transport, dll. Ternyata gereja-gereja itu urunan hingga terkumpul 15 juta. Padahal jika semua kebutuhan p Agung dibebankan kepada mereka, biayanya 50 juta.
Panitia memperkirakan yang hadir 300-an. Kapasitas gedung 1000 orang. P Agung meminta mereka gunakan uang hasil urunan untuk mengangkut orang-orang yang tinggalnya jauh, sehingga yang datang bisa mencapai 1500 orang.
Tim p Agung bayar semua sendiri: tiket, makan, dll. Bahkan memberi bantuan dana untuk transport jiwa-jiwa dan kekurangan sewa gedung.
Di luar dugaan orang-orang hadir tepat waktu, dengan penuh kehausan akan Tuhan. Roh Tuhan bekerja dengan dahsyat.
Sehabis acara Tuhan bertanya kepada p Agung : apakah pantas p Agung mengambil dana hasil urunan gereja-gereja kecil tersebut, padahal firman yang disampaikan juga dari Tuhan.

Banyak orang ingin jadi besar, tapi tidak mau korban, maka tidak akan pernah bisa.

Pengumuman
Sebelum pilpres ada seminar 2 hari: 3-4 juli, akan dibagikan minyak narwastu. P Agung akan ajarkan spiritual mapping, social mapping, political mapping, hitungan psikologis.


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064