Friday, July 15, 2016

Menang dari Mental Hidup Sebagai Korban – Rony Tirtobisono – Minggu, 03 Juli 2016

Minggu, 03 Juli 2016
Menang dari Mental Hidup Sebagai Korban
Rony Tirtobisono

Ada perbedaan antara "menjadi korban" dan "hidup sebagai korban". Setiap orang pasti pernah menjadi korban: keadaan, keluarga, sahabat, rekan bisnis, dll.

P Rony adalah anak ke-4 dari 7 bersaudara, lahir dari keluarga yang berantakan. Semula keluarganya kaya, tapi kemudian jatuh miskin. Karena tidak sanggup menanggung rasa malu pada banyak orang, papa dari p Rony lari ke Kalimantan meninggalkan keluarganya. Sejak saat itu ibu p Rony harus menanggung hidup 7 orang anak. Dulunya tidak bekerja, sekarang harus bekerja. Kondisi ekonomi sangat berat.
Setelah lulus SD, di usia 11 tahun p Rony memutuskan untuk berhenti sekolah dan bekerja mencari uang untuk membantu ibunya. Kakak-kakak dan adik p Rony tetap bersekolah. P Rony mulai dari pekerjaan sederhana, dan penghasilannya diberikan kepada ibunya. P Rony adalah korban, tapi tidak mau tinggal dan hidup sebagai korban, memilih untuk bangkit dan melangkah, menerima kenyataan. Suatu hari p Rony bertemu kembali dengan papa-nya, lalu beliau diajak pulang, dan ada rekonsilisasi.

Jangan menghidupi dan tinggal sebagai korban
Kita ditetapkan menerima kehidupan lebih dari pemenang

Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." (Yoh 5: 7)

Orang yang lumpuh 38 tahun di tepi kolam Betesda adalah korban. Suatu kali Yesus datang dan bertanya maukah dia sembuh. Jawaban si sakit menyalahkan orang lain dan keadaan. Sebenarnya selama puluhan tahun lumpuh, dia terpelihara oleh Tuhan melalui orang lain yang memberinya makan, tapi kebaikan itu tidak dilihatnya.

Orang yang hidup sebagai korban selalu berharap kehidupannya menjadi tanggung jawab orang lain
Sekalipun pernah jadi korban, kita harus sadar bahwa kita harus mengerjakan hidup kita

Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia (Ams 23: 7a)

Ayat di atas membuat p Rony berani melamar pekerjaan ke sebuah perusahaan multinasional di Kudus, walau hanya lulusan SD. Ternyata p Rony diterima.

Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yoh 10: 10b)

P Rony Bekerja dengan totalitas, tidak memperhitungkan jam kerja. Dalam waktu singkat p Rony mendapat promosi demi promosi. Tahun 2000 p Rony diangkat menjadi General Manager salah satu anak perusahaan dengan 600 anak buah. Untuk menangani perusahaan ini, p Rony meminta hikmat Tuhan, karena tidak mengerti apapun. Karena mengandalkan Tuhan, p Rony memimpin devisinya selama 3 tahun, meraih sebagai devisi terbaik dari sisi profit, cash flow, inventory, dll.
Akhirnya p Rony diangkat menjadi salah satu direktur, mendapat fasilitas luar biasa, memimpin kurang lebih 26 perusahaan dengan 8600 karyawan dari berbagai level pendidikan.

Cara p Rony mengatasi masalah: mengajak staf yang beragama Kristen dan Katolik untuk berdoa di ruang kerja. Ternyata hal ini membuat berbagai masalah terselesaikan secara ajaib.

Selama bekerja, p Rony juga melayani di gereja, mulai dari usher, terima tamu, singer, WL, majelis, pendeta muda. Akhirnya Tuhan panggil p Rony pada tahun 2007 untuk melayani Tuhan sepenuh waktu.

Suatu hari p Rony mendapat ayat Fil 1: 29, dan ini terus berbicara selama beberapa tahun.

Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia (Fil 1: 29)

Tahun 2013 tiba-tiba kondisi fisik p Rony menurun drastis. Awalnya di-diagnosa kurang gizi. Beberapa waktu kemudian saraf motorik tubuh bagian kiri ber-reaksi lambat. Setelah diperiksa, diagnosanya stroke ringan. Beberapa saat kemudian bahkan pengelihatannya menurun.
P Rony mencari info beberapa terapi, tapi selalu ada halangan.

Kadang Tuhan tidak menyetujui tindakan kita, Tuhan bisa halangi, tapi memberi jalan yang lain.

Setelah di MRI, didapati ada tumor di otak p Rony sebesar 4 cm, dan itu menekan syaraf-syaraf, akibatnya melemahkan tubuh bagian kiri. Jika tidak di operasi, maka sewaktu-waktu bisa meninggal. P Rony tidak siap di operasi dan pulang ke rumah.

P Rony merasa hampir waktunya dipanggil Tuhan untuk pulang. Maka p Rony berpesan 4 hal pada istrinya: jangan pernah kecewa mengiring Tuhan, jangan takut karena p Rony tidak punya musuh, p Rony tidak punya hutang, aset yang dimiliki hanya yang diketahui istrinya.
Setelah semua pesan disampaikan, p Rony lalu menyerahkan hidupnya pada Tuhan, siap untuk dipanggil, lalu mengucap syukur untuk semua kehidupannya. Tiba-tiba p Rony mendapat pengelihatan bahwa langit terbuka dan banyak malaikat yang menaikkan pujian. Beberapa saat kemudian pengelihatan itu hilang, dan p Rony tahu bahwa dia tidak jadi Tuhan jemput pulang.
Istri p Rony segera memanggil semua majelis dan menyatakan siap di operasi.

Esoknya saat ke rumah sakit, mobil terhadang macet parah. Secara ajaib ada polisi yang memimpin mobil ps Rony menembus kemacetan dan sampai di rumah sakit tepat waktu, di operasi, dan dipulihkan. Saat cek-up tahun 2014 ternyata otak p Rony sudah hampir pulih total.

Dalam setiap kelemahan kita, saat kita berserah pada Tuhan, maka kasih-karuniaNya melingkupi dan memenuhi kita, sehingga kita menjadi kuat di dalam Dia.

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Thursday, June 30, 2016

Pengurapan Akselerasi – Darrell Stott – Minggu, 26 Juni 2016

Minggu, 26 Juni 2016
Pengurapan Akselerasi
Darrell Stott
Kej 13: 14-15

1995 ps Darrel pertama kali ke Semarang, jemaat hanya 250 orang, dan ada masalah finansial. P Agung menjual mobil dan memasukkan uangnya dalam persembahan. Di masa itu banyak gereja besar undang ps Darrell. P Agung menginginkan lawatan terjadi di seluruh Semarang.

Jika seseorang nabi bernubuat, dengarkan baik-baik apa yang dikatakannya, dan jika percaya harap merespon. Banyak orang menyebut dirinya sebagai nabi dan bernubuat. Tapi seorang nabi tidak perlu memperkenalkan dirinya sebagai nabi. Saat nabi sejati bicara, Tuhan juga berbicara di hati jemaat.

Nubuatan ps Darrell 3 tahun yang lalu:
Bu Tina sangat penting bagi Tuhan, dan Tuhan memilihnya. Tuhan akan mengurapi bu Tina dengan urapan p Agung dan urapan yang baru, yaitu urapan macan tutul. Cheetah adalah binatang tercepat di seluruh dunia. Bu Tina harus berubah dan bergerak cepat dalam mengikuti Tuhan.

Nubuatan ps Darrell untuk p Agung, Samuel, dan Shasha, sekitar 2 tahun yang lalu:
  • Shasha saat itu masih kecil, tapi Tuhan akan mengurapinya dengan urapan kesembuhan, bukan hanya untuk di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Shasha akan jadi evangelis dengan urapan kesembuhan.
  • Tugas Samuel: melindungi Shasha, karena dia sangat penting bagi Tuhan. P Agung hanya punya 1 anak laki-laki, ada urapan dan rencana besar yang Tuhan sediakan bagi Samuel. Jika Samuel bisa santai, Tuhan akan memimpin dan bicara padanya.
  • Kezia serupa dengan ps Tina. Kezia bisa lakukan segala sesuatu dengan cepat.

Tuhan akan memberitahukan rencanaNya, tapi kita harus sepakat dengan rencana itu.
Seseorang jadi besar jika dia rendah hati, menghormati Tuhan dan para pemimpin gereja.

JKI adalah gereja dari denominasi Menonite yang berpusat di California. Pemimpin-pemimpin Menonite berdoa untuk memilih pengganti p Agung. Mereka tidak akan bertanya pada ps Darrel atau jemaat, tapi bertanya pada Tuhan.

Sehari setelah penguburan p Agung, Tuhan perintahkan ps Darrell bicara kepada bu Tina:
Tuhan punya rencana besar untuk Esau, tapi Yakub berusaha mencurinya. Berkat dari Holy Stadium akan turun kepada Esau. Bu Tina dan anak-anaknya adalah Esau. Akan ada urapan yang turun bagi bu Tina dan anak-anaknya karena p Agung. Visi dan impian p Agung tidak boleh mati. Tapi orang yang lain adalah Yakub, yang ingin membawa pemimpin, visi, arah dan tujuan baru. Jika ini terjadi, maka rencana Tuhan tidak akan terjadi pada Shasha, Samuel dan Kezia.
Bu Tina harus jadi gembala, sehingga urapan itu akan tinggal di keluarga p Agung. Jika bu Tina menolak jadi gembala, maka Yakub akan datang ke Holy Stadium. Di mana ada persatuan, di situ ada berkat. Tapi iblis ingin memecah-belah. Ps Darrell menubuatkan bu Tina sebagai gembala JKI, tapi itu harus diteguhkan oleh denominasi Menonite, dan ternyata terjadi.
Shasha, Samuel, dan Kesia akan diberkati, hanya jika bu Tina berkata ya untuk menjadi gembala. Karena bu Tina adalah ibu yang menjadi tudung (cover) anak-anaknya.
Apapun yang saat ini dilakukan bu Tina bukanlah demi posisinya, tapi demi anak-anaknya.

3 tahun lalu ps Darren diperintahkan Tuhan bernubuat tentang urapan akselerasi, saat sedang mengalami serangan jantung dan terbaring di rumah sakit.
Biasanya saat ps Darrel berkhotbah, p Agung pergi berkhotbah di gereja lain. Tapi saat pengurapan akselerasi dilepaskan, p Agung tidak berkhotbah di tempat lain seperti biasanya, tapi mendengarkan dengan serius dan meng-aminkan pesan Tuhan pada umatNya.

Masalah-masalah di Holy Stadium penyebabnya karena iblis ingin menghentikan rencana Allah. Setiap pendeta yang kenal Alkitab akan berkata: di dalam sebuah gereja Tuhan akan berikan mata dan visi hanya pada 1 orang yaitu gembalanya.

Hari ini visi p Agung untuk Semarang dan Indonesia harus mati. Sehingga Tuhan bisa memberikan visi yang baru: Tuhan memberikan seluruh dunia jadi milik kita.
Tuhan beri pertanyaan kepada semua jemaat: apakah kita akan mengambil visi itu?

Tujuan gereja:
win the lost at any cost. Visi gereja: berkhotbah tidak hanya di Semarang dan seluruh Indonesia, tapi juga kepada segala bangsa di seluruh dunia.

Visi dari Tuhan akan mati, jika tidak ada persatuan. Visi dari bu Tina, Kesia, Samuel, Shasha, ps Hengky, ps Victor, dll, akan mati tanpa ada persatuan. Apa yang kita pikirkan tidaklah penting.
Jemaat harus doakan, berkati dan hormati ps Tina.

Jika kita ingin melihat sesuatu yang besar terjadi, harus ada unity dalam gereja

Beberapa pengusaha diberkati saat ada pengurapan akselerasi, tapi berkat itu saat ini terhenti. Ini karena seharusnya berkat Tuhan untuk memberkati bangsa-bangsa lain, dan bukan disimpan untuk diri sendiri.

Semua orang punya potensi yang besar, dan orang-orang ini menunggu hidupnya berubah. Ada porensi-potensi di tanah gurun, tapi belum akan bertumbuh. Saat hujan mulai turun, barulah benih itu bertumbuh.

Alasan ps Darrell datang saat pentahbisan bu Tina:
  1. Ps. Tina adalah teman ps Darrell
  2. Saat minyak dicurahkan pada Daud, maka dia bukan lagi Daud. Saat pemimpin dari denominasi Menonite menumpangan tangan dan mengurapi bu Tina, maka ps Tina menjadi hamba Tuhan yang diurapi Roh Kudus.

Daud diurapi Tuhan, tapi melakukan banyak hal buruk: perzinahan, pembunuhan, dll. Maka di mata beberapa orang Daud tidak memenuhi syarat untuk menjadi apapun.
Orang yang diurapi tetap bisa membuat kesalahan. Tapi jangan jamah orang yang diurapi.

Kita tidak dapat menghormati Tuhan tanpa menghormati gembala anda !

JKI IK akan menjadi besar, tapi visi itu tidak datang dan terjadi melalui ps Hengky, ps Victor, atau ps Hasto. Visi selalu datang melalui gembala, dan ini selalu cara Tuhan bekerja.
Harapan ps Darrell bahwa semua pemimpin dan jemaat berdoa dan kemudian menerima visi p Agung: membawa injil ke seluruh dunia.

Jika tidak ada unity, visi p Agung akan mati. Artinya tetap ada gereja yang bagus, lagu penyembahannya bagus, tariannya bagus, ada pembicara-pembicara tingkat internasional, banyak uang. Tapi dunia tidak pernah dijangkau, dan JKI IK hanya bermain gereja-gerejaan di Semarang.
Apakah kita ingin hal ini terjadi? Atau rindu melihat seluruh dunia diselamatkan?

Urapan Tuhan akan meningkat saat unity meningkat: kuasa Tuhan, kesembuhan, keuangan, kesempatan, dll, semua dipercepat. Jemaat harus mempersiapkan diri untuk semua itu.

Relakan pendapat-pemikiran-visi kita sendiri mati, lalu ganti dengan visi Tuhan: menyampaikan Injil kepada seluruh dunia.

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Friday, June 24, 2016

Roma 8: 28 – Sony Mandagi – Minggu, 19 Juni 2016

Minggu, 19 Juni 2016
Roma 8: 28
Sony Mandagi

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Rm 8: 28-29)

Ayat ini ditulis dalam konteks: bagaimana hidup berjalan di dalam Roh saat sedang mengalami tantangan dan penderitaan.

Ayat ini sering digunakan untuk menghibur orang yang sedang jatuh dan kecewa, menjadi obat bagi jiwa yang sakit, menghibur keluarga yang menghadapi kematian.

Manusia percaya Tuhan bekerja dalam beberapa hal, tapi sulit percaya bahwa Tuhan bekerja dalam segala hal, terutama hal-hal yang tidak baik: sakit, pembunuhan, perceraian, kematian, dll.

Allah turut bekerja dalam segala sesuatu yang kita alami: yang baik dan yang tidak baik, yang enak dan yang tidak enak.

Allah bukan bekerja nanti setelah suatu kejadian terjadi, tapi Tuhan secara aktif turut bekerja: sebelum, sedang, dan sesudahnya.

Ayat ini mengajarkan bahwa awal kehidupan iman kita adalah Tuhan. Artinya jangan mencari Tuhan hanya saat permasalahan tiba, tapi kita mulai dari melihat Firman Tuhan: mengerti hikmat, kuasa, kebaikan, dan kemuliaanNya, sampai masuk dalam hati kita, sehingga saat menghadapi persoalan kita bisa melihat masalah dalam terang Firman.

Apapun yang Tuhan ijinkan kita lalui, Tuhan turut bekerja sama sejak awal. Tuhan tidak punya kewajiban untuk menjelaskan semua kepada kita. Seringkali tidak ada jawaban yang sempurna, tapi kita bisa yakin bahwa Tuhan bisa dipercaya. Ada masa-masa Tuhan beri pencerahan, tapi ada juga masa-masa kita harus percaya pada kebaikan Tuhan.

Kita tidak bisa mencari secara horizontal akan hal-hal yang hanya bisa dipenuhi secara vertikal

Contoh:
Saat memasuki pernikahan, pengharapan kepada pasangan sangat besar. Jika tidak hati-hati masing-masing akan berharap pasangan membahagiakannya. Tapi ini tidak akan terjadi karena kebahagiaan, sukacita, sejahtera dan rasa aman hanya bisa diberikan secera utuh oleh Tuhan.

Sebaliknya ada orang-orang yang menanti Tuhan bertindak sesuatu, padahal tanggung-jawab ada pada orang itu sendiri, karena Tuhan sudah berikan kuasa untuk bertindak.

Contoh:
Jika ada konflik, orang sering berdoa dan menanti Tuhan memulihkan hubungannya. Padahal Alkitab berkata bahwa kita harus segera minta maaf kepada orang yang kita salahi, maka hubungan akan dipulihkan. Kelihatannya rohani, tapi sebenarnya ini adalah ketidak-taatan.

Hanya Tuhan yang bisa selamatkan jiwa-jiwa. Tapi Tuhan panggil kita untuk proklamirkan Injil, bersaksi, mengajar, menghidupi Firman Tuhan. Yang menentukan hasilnya adalah Tuhan.

Kata "turut bekerja" = work together (KJV) = συνεργέω (G4903) sunergon. Artinya menggabungkan beberapa elemen untuk menghasilkan sebuah produk yang ada nilai dan tujuannya. Jika elemen-elemen itu terpisah-pisah maka tidak jelas fungsinya. Inilah cara kerja Tuhan di hidup kita: menggabungkan semua peristiwa dui hidup kita, baik atau tidak baik, susah atau tidak susah.

Ilustrasi: pabrik assembly mobil
Ada bagian pintu, mesin, kaca, roda, dll. Di ujung proses akan muncul sebuah mobil.

Tujuan Tuhan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita

Hal-hal yang disebut "baik"menurut manusia: gaji naik, tambah kaya, sehat, dst, semua keadaan yang menguntungkan kita. Jika tidak hati-hati, maka doa kita hanya terpancang pada hal-hal itu.

Segala sesuatu yang dialami di bumi, bertujuan menunjuk dan mempermuliakan pada sang Juru Selamat, yaitu Tuhan Yesus.

Hal-hal yang disebut "baik" menurut Tuhan: menjadi serupa dengan gambaran anakNya (Rm 28: 9). Baik di mata Tuhan artinya: makin diubahkan, makin merendahkan hati, makin seperti Yesus.

Apapun yang membuat kita semakin dekat pada Tuhan, adalah hal yang baik di mata Tuhan.

Yang bisa mengalami kebaikan Allah hanya mereka yang terpanggil sesuai rencana Allah, yaitu orang yang percaya pada karya keselamatan yang dilakukan Tuhan Yesus.

Kesaksian Ravi Zakarias pada hari doa nasional, Washington DC – USA
Tahun 1971 Ravi diundang untuk menjadi pembicara di Vietnam. Perang masih sengit dan terjadi pembunuhan di mana-mana. Penterjemahnya seorang muda berumur 17 tahun bernama Hien. Dua orang muda ini melayani di Kamp Militer Amerika, di penjara tawanan, dan di rumah sakit militer. Setelah empat bulan berkhotbah Ravi kembali ke USA.

Tujuh belas tahun kemudian, tahun 1988, Hien menelepon Ravi dari Los Angeles. Ravi bertanya apa yang dilakukan Hien di Amerika, dan bagaimana dia bisa keluar dari Vietnam.

Hien kemudian bercerita. Vietnam jatuh ke tangan Vietkong, Hien ditahan dan dimasukkan ke dalam penjara. Setiap hari dia hanya boleh membaca buku komunis. Di satu titik Hien frustrasi, dan memutuskan untuk tidak mempercayai Tuhan lagi mulai malam itu dan tidak akan berdoa.

Pagi harinya ketika bangun pemimpin pasukan meminta Hien membersihkan jamban. Saat sedang mengeluarkan isi keranjang sampah, terlihat kertas yang berbahasa Inggris. Hien ingin membacanya maka ia membersihkannya dan menaruh kertas tersebut ke dalam kantong pinggangnya. Pada malam ketika semua tidur, Hien membaca kertas itu, dan di sana tercantum robekan Alkitab dari Roma pasal 8.
Saat Hien ingin meninggalkan Tuhan, Tuhan berikan ayat yang paling berharga dan dibutuhkannya. Sejak hari itu Hien menyediakan diri membersihkan jamban setiap hari. Tenyata pemimpin pasukan itu mendapatkan hadiah Alkitab beberapa tahun lalu dan dia merobek halamannya satu per satu dan mengunakannya sebagai kertas untuk membersihkan kotorannya.

Akhirnya Hien dilepaskan dan mulai membuat perahu untuk melarikan diri dengan sekitar 52 orang lainnya. Satu hari 4 tentara Vietkong datang dan menuduh mereka hendak melarikan diri. Awalnya Hien berbohong dan tentara itu pergi. Hien tidak tenang, lalu kemudian bertobat dan berdoa minta ampun. Sebelum mereka berangkat, keempat tentara itu datang lagi dan menanyakan apakah mereka akan lari. Kali ini Hien menjawab dengan jujur. Ternyata keempat orang Vietkong itu mau ikut lari dan naik perahu bersama mereka. Ternyata 4 orang ini mampu kendalikan perahu dalam hantaman badai.

Hien datang ke Amerika Serikat dan menyelesaikan studinya di Berkeley. Sekarang dia seorang pengusaha di sana.


Jangan pernah berfikir Tuhan jauh dari kita, persekutuan yang intim dengan Tuhan adalah segala-galanya. Sehingga saat kita lemah, kita bisa percaya bahwa Tuhan selalu menyertai.

Kita tidak selalu merasa kehadiran Tuhan, tapi kita harus yakin bahwa Dia tak pernah meninggalkan dan undur dari kehidupan kita, karena Dia turut bekerja sama untuk menyelesaikan rancanganNya bagi anak-anakNya.

Tuhan juga turut bekerja sama bagi JKI Injil Kerajaan: dulu, sekarang dan seterusnya.


Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

link kesaksian ps Ravi Zakarias

Wednesday, May 25, 2016

Sikap Hati – Victor Purnomo – Minggu, 22 Mei 2016

Minggu, 22 Mei 2016
Sikap Hati
Victor Purnomo

2Sam 16: 5-14
1. Simei
Daud keluar dari istana saat Absalom memberontak. Hati Daud sedih dan pahit. Kesedihannya bertambah karena Simei mengutuki Daud. Simei adalah keluarga Saul, dan dulunya mendapat banyak fasilitas. Hari itu Simei seperti di atas angin, dan Daud hanya diam dan tidak berbuat apa-apa.

2Sam 19:15 – Daud kembali ke istananya, dan Simei diampuni.

Simei akhirnya mati karena dirinya sendiri. Salomo melarang Simei keluar kota, tapi Simei melanggar karena mengejar budaknya. Akibatnya Simei mati.

Semua emosi, kemarahan, dan kutukan yang keluar dari mulut kita sangat berbahaya, karena suatu kali akan menikam balik hidup kita.

Hidup jangan tergantung perasaan dan
mood. Hidup kita harusnya tergantung apa yang Tuhan mau kita lakukan. Ini membuat hidup kita aman.

Bagi Daud seharusnya mudah: bisa langsung bunuh Simei karena dia raja. Tapi Daud tutup mulut.

Dalam kejadian apapun Tuhan sedang menguji kita. Peristiwa apapun yang kita alami, urusannya bukan antara kita dengan orang lain, tapi urusannya antara kita dengan Tuhan.

Daud tenang karena tahu dia sedang berurusan dengan Tuhan, bukan dengan Simei atau Abisai.

2. Abisai
Abisai orang benar, dan menolong Daud. Tapi dia hampir bertindak salah. Daud melarang Abisai marah. Abisai adalah anak Zeruya. Sebutan "anak Zeruya" dikaitkan Daud dengan ketidak mampuan mengekang emosi.

Cara kita bertindak sedang dilihat Tuhan. Contoh: Saat Daud ingin membawa Tabut Tuhan ke Yerusalem: hati dan maksudnya baik, tapi caranya salah.

Kita harus punya 2 hal: hati kita benar, cara kita juga benar. Tuhan melihat 2 hal ini

Setan suka mengaduk-aduk perasaan manusia. Contohnya saat Tuhan Yesus dicobai, iblis minta Tuhan buktikan Dia Tuhan. Tapi Tuhan tidak perlu buktikan, karena diakui atau tidak Dia tetap Tuhan.

Banyak orang tidak bisa berdamai dengan keadaan, akibatnya marah. Daud adalah orang yang bisa berdamai dengan keadaan, ada ketenangan dan kedamaian di dalam. Abisai dan Simei tidak bisa berdamai dengan keadaan. Saat harus keluar dari istana, Daud tidak komplain dan menagih janji Tuhan.

3. Daud
Daud orang yang berdamai dengan musuh dan orang yang menjahati dia. Karena itulah Tuhan begitu mengasihi dia.

Daud rela melepaskan apa yang dimiliki (2Sam 15: 30)
Daud keluar dari istana dengan sedih: kepala berselubung dan kaki tidak berkasut. Kasut melambangkan hak. Daud rela melepaskan hak sebagai raja, asal tetap mendapatkan Tuhan.

Yang Daud harapkan adalah bertemu lagi dengan Tabut Tuhan jika kembali ke Yerusalem, dan bukan mengharap tahtanya. Yang dikejar Daud di hidupnya: ingin dekat dengan Tuhan dan tidak kehilangan. Saat ada orang yang hatinya seperti itu, Tuhan akan terpikat, dan membuat semua keadaan jadi baik.

Seberat apapun keadaan kita, Tuhan bisa merekayasa dan memulihkan keadaan kita.

Contoh di Alkitab:
Yang membuat Yakub jadi besar: ada Esau dan Laban di hidupnya. Tuhan ijinkan ada 2 orang ini supaya hidup Yakub jadi hebat dan luar biasa.
Yusuf jadi besar karena ada orang-orang jahat di sekitarnya.

Tuhan sedang memperbaiki dan membongkar hati kita, karena sikap hati kita sukar diubah. Jika yang di dalam berubah, yang di luar akan mudah diubah Tuhan. Minta Tuhan urusi yang di dalam kita.

Kesaksian
Seseorang marah pada p Victor karena urusan sepele: tidak terpilih jadi pendoa. Setiap kali bertemu p Victor, dia membuang muka. Tapi Tuhan jagai hati p Victor, sehingga setiap kali bertemu selalu disapa, dan tidak sakit hati.
Satu kali orang itu lari mendatangi p Victor, menangis dan minta maaf, karena dia ditegur dengan keras oleh Tuhan. Saat hati dan respon p Victor benar, Tuhan yang bergerak menegur orang itu

Penelitian Universitas Havard: Keberhasilan seseorang ditentukan 85% oleh sikap hati, dan 15% oleh kemampuan, kehebatan, dan kepandaian.

Sikap hati muncul dari dalam, dan kita tidak bisa berpura-pura

Dalam menghadapi situasi apapun, pilihlah: jadi Daud, Simei, atau Abisai. Semua kondisi kita kita pilih sendiri. Jika kita bisa menetapkan hati kita benar di hadapan Tuhan, maka apa yang sukar bagi kita, dan kita pikir hilang, akan Tuhan kembalikan.

Kita sukar memiliki sikap hati yang benar, karena kita suka membela diri.
Tetapkan pilihan: menjaga sikap hati yang benar.

Pengumuman
Seminar: New wave of Economics System, Rabu 25 Mei 18:30
Minggu 29 Mei 2016 - peneguhan dan pentahbisan bu Tina sebagai gembala jemaat. 07:00


Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, 085 727 868 064



Tuesday, May 24, 2016

Menghadapi Perubahan yang Kita Tidak Dambakan – Virgo Handoyo – Minggu, 22 Mei 2016

Minggu, 22 Mei 2016
Menghadapi Perubahan yang Kita Tidak Dambakan
Virgo Handoyo (Dosen Calvary babtist University)




 


Dalam hidup kadang kita menghadapi perubahan-perubahan yang tidak kita dambakan. Penderitaan adalah harga dari kasih yang harus kita bayar. Jika kita tidak meninggalkan orang yang kita kasihi, orang yang kita kasihi itu akan meninggalkan kita.

Seorang ahli mengadakan penelitian tentang hal-hal yang menyebankan stress. Poin tertinggi disebabkan oleh kehilangan pasangan karena kematian (100 poin). Penyebab-penyebab lain: masalah rumah tangga (50 poin), dipecat dari pekerjaan (47 poin), pensiun (45 poin), rumah disita (30 poin).

Meninggalnya p Agung menyebabkan kehilangan dan keguncangan bagi keluarga, jemaat, rekan-rekan, bahkan masyarakat luas yang pernah disentuh oleh pelayanannya.

Jemaat mula-mula juga mengalami stress berat. Yohanes memberi penghiburan pada jemaat:

Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: " Berbahagialah orang- orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini. " " Sungguh, " kata Roh, " supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka. " (Why 14: 13)

Orang yang mati di dalam Tuhan disebut berbahagia karena:
1. Orang yang mati di dalam Tuhan bertemu dengan Tuhan muka-dengan-muka

Kesaksian
P Handoyo bertobat Maret 1979. Dia mendoakan keluarganya supaya diselamatkan. P Handoyo mendapat rhema dari sebuah ayat yang tertulis di
white-board ruang sekolah minggu:

Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." (Kis 16: 31)

Seminggu kemudian ada peristiwa mengejutkan. Ibu p Handoyo seperti rohnya keluar, dan bertemu Tuhan, lalu bercakap-cakap dari jam 8 pagi hingga jam 2 siang. Selama waktu itu ibu tidak sadar. Di tengah kondisi tidak sadar ibu ini sempat berkata kepada keluarganya untuk bertobat. Saat bertemu Tuhan, yang bisa diingat ibu ini adalah anaknya yang terkecil. Tuhan ijinkan ibu ini kembali, tapi harus bersedia memikul salib. Ujungnya seluruh keluarga p Handoyo diselamatkan.

Orang yang di dalam Tuhan tidak perlu takut kematian, karena akan bertemu Tuhan face-to-face

2. Orang yang mati dalam Tuhan beristirahat dari jerih lelahnya

P Agung pernah sakit jantung, dan sudah di ring. Tapi aktifitasnya luar biasa, harus bertanggung-jawab terhadap banyak pelayanan.

3. Perbuatan orang yang mati di dalam Tuhan menyertai mereka.
Pepatah: Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang.

Hingga hari ini, karya-karya p Agung masih dibicarakan di Semarang, Indonesia, bahkan di seluruh dunia.

Perbuatan kita akan selalu menyertai kita, baik itu hal yang baik atau jahat.

Suatu kali Alfred Nobel terkejut membaca orbituari laporan kematiannya. Redakturnya salah mencantumkan nama, karena yang seharusnya meninggal adalah kakaknya. Nobel melihat bagaimana kesan-kesan orang mengenai dirinya: penemu dinamit, peledak, penghancur. Nobel tidak suka dengan orbituari itu, dan ingin membuat citra dirinya berubah, bukan penghancur tapi pendamai.
Nobel kemudian menulis wasiat bahwa setiap tahun dia ingin memberi hadiah dan penghargaan pada orang-orang yang melakukan tindakan-tindakan mulia, yang membuat perbaikan dalam kehidupan. Bidangnya mula-mula 5 : fisika, kedokteran, perdamaian, literatur, dan kimia. Beberapa waktu kemudian ada 1 kategori tambahan: ekonomi.
Nobel berhasil merubah citra dirinya.

Selama masih hidup di dunia, Tuhan beri kita kesempatan mengubah tapak-tapak hidup kita.

Tindakan yang harus dilakukan oleh mereka yang kehilangan seseorang karena kematian: kenali rasa kehilangan kita. Ada perubahan status dari orang-orang yang ditinggalkan. Dari istri menjadi janda, dari anak yang punya orang tua lengkap jadi hanya punya satu orang tua.

Seorang ahli meneliti bagaimana manusia meresponi perubahan yang mendadak. Kesimpulannya ada 5 tahapan (
stage):
1. penyangkalan (denial)
2. kemarahan/ konflik
Rasa sakit karena perubahan yang mendadak membuat seseorang memproyeksikan kemarahannya pada orang lain disekitarnya. Misalnya: keluarga saling menyalahkan.

3. tawar-menawar (
bargaining)
4. depresi
Menurut riset puncak depresi ada di bulan ke-6. Secara statistik kedukaan akan pulih dalam 1 tahun. Tapi jika tidak sanggup menangani kesedihan akan berlangsung lebih lama.

5. penerimaan (
acceptance)
Menerima realitas yang ada, move on. Jika sampai pada titik ini, fokus berubah menjadi restorasi/ pemulihan. Pemulihan yang dilakukan: sistem keluarga, identitas, penyesuaian dengan status yang baru, menata ulang organisasi dan pelayanan.

Proses pemulihan ini perlu waktu, kesabaran, toleransi satu-sama lain, kesehatian, unity, tema work yang saling men-support.

Jemaat yang sehat mampu menghadapi perubahan mendadak dengan dinamis dan bijaksana.

Betul bahwa kita mengalami stress, terguncang (shock), menderita (suffering), tapi melalui semua itu kita akan naik dan melayang terbang seperti rajawali bersama Tuhan.

Teruskam misi dan visi p Agung: jangkau dan menangkan semua jiwa-jiwayang terhilang berapapun harganya (
win the lost at any cost)

Sikap Hati – Victor Purnomo
Jika keadaan yang kita ingin ubah tidak bisa diubah, Tuhan bisa ubah hati kita. Perubahan hati lebih kuat dari perubahan di sekitar kita.

Saat Absalom berontak dan Daud harus lari, ada 3 orang yang terlibat: Simei, Abisai, Daud. Respon ketiganya berbeda, dan kita harus memilih salah satunya.

Simei: mengutuki Daud, mengucapkan kata-kata yang jahat dan negatif, menumpahkan semua perasaannya. Saat Daud kembali ke istana, Simei ketakutan dan menyesal. Daud mengampuninya.

Ilustrasi:
Kemarahan itu seperti menghamburkan bantal berisi kapuk. Saat menyesal, tidak mungkin mengumpulkan semua isinya kembali.

Saat marah dan kecewa- jangan diungkapkan semua, simpan, supaya kelak kita tidak menyesalinya

Abisai: marah dan ingin memenggal Simei. Abisai adalah tipe orang yang suka membunuh orang yang menyakitinya. Mungkin secara fisik, atau secara mental. Daud minta Abisai supaya tenang.

Daud: menerima semua yang dialami sebagai kehendak Tuhan. Daud keluar dari istana tanpa kasut, melambangkan dia melepaskan haknya. Yang Daud pikirkan adalah Tabut Tuhan, berharapkan bisa melihat lagi Tabut Tuhan, jika Tuhan kembalikan Daud ke istana.

Ketenangan Daud membuat Tuhan mengembalikannya ke istana dan tahtanya.

Kitalah yang menentukan sikap hati kita. Minta Tuhan ubah hati kita sehingga sanggup menghadapi semua situasi.

Penelitian Universitas Havard: Keberhasilan seseorang ditentukan 85% oleh sikap hati, dan 15% oleh kemampuan, kehebatan, dan kepandaian.

Jaga hati kita, karena itu modal terbesar kita.

Pengumuman
Seminar: New wave of Economics System, Rabu 25 Mei 18:30

Minggu 29 Mei 2016 – peneguhan dan pentahbisan bu Tina sebagai gembala jemaat. 07:00

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, 085 727 868 064