Saturday, April 18, 2015

Go – Petrus Agung – Minggu, 12 April 2015

Minggu, 12 April 2015
Go
Petrus Agung

Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat 28: 18-20)

Perintah dan mandat ini adalah falsafah orang yang percaya pada Yesus: pergilah (go) !

Luk 4: 42-43
Ada orang-orang yang merasa nyaman dengan Yesus, dan ingin Yesus tinggal di kota mereka. Tapi ini tidak bisa menahan Tuhan untuk pergi ke tempat lain, karena falsafah kerajaan Tuhan adalah: pergi.

Jika kita tidak menjalankan falsafah ini, kita tidak akan mendapat apa yang kita butuhkan atau ingini.

Ada 2 hukum berlaku dalam kehidupan:
1. Hukum alami
Contoh: Pendiri negara Singapura adalah Lee Kuan Yew. Orang ini merubah pulau kecil, miskin dan tak punya apa-apa, diubah menjadi salah satu negara terkaya dan termahal di dunia. Mr Lee menjalankan Singapura dengan prinsip-prinsip yang dimilikinya.
Banyak orang hebat di dunia, tapi sangat sedikit yang ikut Tuhan segenap hati.

Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang. (Luk 16: 8)

2. Hukum Tuhan (hukum Roh Kehidupan)
Kita tidak ditetapkan untuk selalu kalah dari orang dunia, karena ada hukum lain yang bisa membuat kita melejit: hukum Roh kehidupan. Sayangnya hukum ini baru kita kenal saat lahir baru. Sejak lahir kita dididik dengan cara pikir, hukum dan pendidikan dunia. Kita harus mengejar, mengerti dan memahami hukum Tuhan, sehingga walau kualifikasi kita kalah dari orang dunia, kita tetap menghasilkan sesuatu yang dahsyat. Bagian dari hukum Roh kehidupan: pergilah.

And he brought us out from thence, that he might bring us in, to give us the land which he sware unto our fathers (Ul 6: 23, NKJV)

Kita selalu harus keluar dari zona nyaman kita lebih dulu, supaya Tuhan bisa membawa kita masuk ke destiny kita, dan Tuhan akan memberikan apa yang sudah dijanjikanNya

TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya (Mam 121:8)

Cara fikirnya: kita harus keluar, tidak bisa diam ditempat, karena inilah nafas kekristenan.

Luk 15: 4-7
Ada 100 domba, hilang 1. Maka yang 99 ditinggalkan di padang gurun, bukan di padang rumput.
Harusnya saat gembala mencari domba yang hilang, 99 domba yang lain mengikuti gembala mencari.

Jika kita hanya memikirkan kepentingan kita, itu bertentangan dengan falsafah hidup orang percaya.

Mat 10: 7-10
sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya (Mat 10: 10b)

Pekerja mendapat upahnya saat dia mulai keluar dan bekerja. Upah artinya
to fatten, menjadi gemuk. Bukan dalam arti fisik, tapi artinya hidup dalam berkat.

Kesaksian
P Yus membagi nasi bungkus pagi-pagi jam 3:30. Ada becak dengan hiasan lampu led meriah. Saat didekati, ternyata dia sedang membaca Alkitab.
Pergi keluar dan membagikan berkat adalah gaya hidup gereja dan orang percaya.

Beloved, I pray that you may prosper in all things and be in health, just as your soul prospers. (3Yoh 1: 2, NKJV)

Setiap orang ingin hidup berkelimpahan.
Definisi kelimpahan:
1. To help on the road – pertolongan saat kita di jalan, bekal perjalanan.
Bekal itu tidak langsung kita dapatkan di awal, tapi Tuhan siapkan dipinggir-pinggir jalan yang akan kita lewati saat menuju destiny yang Tuhan tetapkan. Jika tidak berjalan kemana-mana, maka tidak ada berkat. Jika di tengah jalan, di persimpangan kita menyimpang ke jalan lain, maka tidak akan ada penyediaan.
Contoh: pembangunan Rumah Sakit. Karena jalan yang diambil salah, maka kering dan tidak ada penyediaan Tuhan. Setelah p Agung bertobat dan merendahkan diri kepada Tuhan, lalu berbalik ke jalan Tuhan, maka penyediaan terjadi lagi.

2.
Have a prosperous journey – mengalami perjalanan yang berkelimpahan.
Ini terjadi karena ada perbekalan sepanjang jalan.
Ilustrasi: permainan (games), jika jalannya benar akan mendapa berbagai kelengkapan.

3.
Succeed in reaching – berhasil menjangkau sesuatu

4.
To lead by direct and easy way – dipimpin dengan cara langsung dan mudah
Caranya dengan menjalani apa yang Tuhan tetapkan dalam hidup kita.

Burung nyaman dalam sarangnya, tapi 2 sayapnya tidak diciptakan untuk itu ()

Kesaksian
Hamba Tuhan teman p Agung pergi ke Amerika untuk study lebih lanjut setelah S2. Sebelum berangkat p Agung dan rekan ini bergurau: mengajak berlomba untuk mendapat gelar S3. P Agung tidak berusaha mencari gelar, karena tahu bahwa panggilannya jadi gembala.
Di jalan yang dijalani p Agung ada penyediaan (to help on the road)
Seorang hamba Tuhan yang sebelumnya anti p Agung, mengajukan p Agung untuk mendapat gelar dari sebuah perguruan tinggi teologi Amerika. Akhirnya p Agung mendapat gelar S3. Tapi rekan hamba Tuhan yang study ke Amerika, hingga meninggal tidak pernah sempat menyelesaikan S3 nya.
Beberapa hari lalu p Agung mendapat lisensi untuk mengajar di universitas yang memberikan gelar S3, dan mendapat gelar profesor di bidang pertumbuhan gereja. Untuk mendapat lisensi ini, harus diajukan lebih dulu ke departemen pendidikan tinggi pemerintah Amerika. Setelah disetujui pemerintah, maka bisa mengajar.

Visi untuk menjangkau Eropa
P Agung bertemu pdt Avsin (bekas Hizbulah yang ditangkap Tuhan). Pdt Avsin merasa akan ada gerakan anti imigran di Eropa, imigran dari timur tengah akan mengalami aniaya. Saat ada aniaya, maka hati orang akan terbuka bagi Injil. P Agung bercerita akan membuka cabang Impact di Eropa, sehingga bisa menjangkau orang-orang Kristen yang berasal dari timur-tengah. Saat orang-orang ini bertobat, merekalah yang akan menginjil ke timur-tengah.

Saat kita mendapat tugas, artinya kita masih dipakai Tuhan, maka ada penyediaan di sepanjang jalan.
Jangan menyimpang dari yang Tuhan mau, maka favor Tuhan akan kuat dalam hidup kita.

Hidup kita punya 2 pilihan
  1. Jalani high calling: jalan Tuhan dengan penuh syukur hingga mencapai puncak destiny kita.
  2. Jalan low calling: sekedar mengurus diri sendiri. Masih berkutat dengan perasaan sendiri: sakit hati, iri, dll.

Kebaskan semua yang tidak perlu dan yang bukan dari Tuhan, kejar yang Tuhan mau. Maka akan ada pertolongan Tuhan di sepanjang jalan kita

Miracle Healing Center
  1. Tanam patok yang baru: menanam fondasi yang baru, tidak akan membangun kuil yang baru bagi siapapun, tapi membangun tempat Tuhan bekerja
  2. Semua amplop yang ditulis nama juga ditanam, sebagai simbol.
  3. Menanam pohon, sebagai simbol ada kehidupan Tuhan yang ditanam. Tidak akan mati, tapi akan berkembang.


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064

Wednesday, April 8, 2015

Batu putih – Petrus Agung – Minggu, 05 April 2015

Minggu, 05 April 2015
Batu putih
Petrus Agung

Batu putih yang dibagikan bukanlah jimat atau barang keramat.

Arti batu putih
1. Dibenarkan dalam persidangan
Saat seseorang di sidang, dan hakim memutuskan dia bersalah, maka hakim menunjukkan batu hitam tanda dia bersalah. Jika hakim menunjukkan batu putih, itu tanda terdakwa dibenarkan.

Batu putih mengingatkan kita bahwa kita sudah dibenarkan oleh Kristus Yesus, Dia sudah bayar apa yang harus dibayar

2. Tanda kemenangan
Saat seorang olahragawan menang, hadiahnya batu putih, dan tertulis namanya. Maka setiap kali ada pesta raja, si juara bisa ikut menikmati pesta dengan menunjukkan batu putih.

Karena kita dibenarkan, maka kita bisa mengikuti pesta Anak Domba yang dibuat oleh Yesus

3. Jaminan hidup
Negara menjamin hidup seorang pemenang yang diberi batu putih.

Kita adalah warga kerajaan surga, dan kerajaan surga tidak pernah menelantarkan rakyatnya.

4. Jaminan mendapatkan yang kita ingini
Di beberapa tempat berlaku: saat seorang juara pergi ke pasar, dengan menunjukkan batu putih, dia bisa mendapatkan apapun yang diingini dengan gratis.

Mintalah maka akan diberikan kepadamu (Mat 7:7a)

Batu putih menjamin Tuhan memberikan apa yang menyukakan kita

5. Perjanjian antara kita dengan Yesus
Saat seseorang raja datang ke kerajaan lain. Mereka akan bertukar batu putih dengan ukiran nama masing-masing. Kapanpun salah seorang mengunjungi yang lain, mereka akan diterima, disambut dan dilayani dengan kehormatan. Ini berlaku hingga anak keturunannya.

Batu putih mengingatkan kita akan hal-hal yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita.

Tulis: Di satu sisi nama kita, di sisi lain nama Yesus.

Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064

Victory – Petrus Agung – Minggu, 05 April 2015

Minggu, 05 April 2015
Victory
Petrus Agung

Yoh 20: 6-8
1. Kematian Yesus membawa penebusan dan pendamaian bagi kita
Dengan kematian Yesus, Yesus membawa darahNya sendiri masuk ke ruang maha kudus Bapa di Surga. Pendamaian antara Tuhan dengan umat ciptaanNya dilakukan oleh imam besar Harun dan keturunannya setahun sekali, sejak jaman Musa, atas perintah Tuhan. Pada hari kematian Yesus semua yang profetik itu digenapi dengan pengorbanan Yesus.

Seringkali kita tidak terlalu memahami betapa besar penebusan Tuhan.

Ilustrasi tentang dibenarkan:
Kisah sekitar tahun 50-60an. Ada petani penggarap di pinggiran Semarang. Saat itu ada kemarau panjang di Jawa. Karena kurang air, sawah tidak bisa dikerjakan, maka petani-petani penggarap tidak mendapat penghasilan. Petani ini pergi ke kota tanpa keahlian apapun, hanya bermodal tenaga. Dia jadi tukang becak, tapi tidak tahu jalan. Maka petani ini minta pembayaran yang oleh penumpangnya dianggap wajar, tapi minta tolong diberitahu arah yang harus ditempuh. Dia berfikir untuk menjadi tukang becak selama 2 minggu, lalu kembali pulang ke kampungnya.
Suatu hari dia melanggar jalan yang harusnya tidak dimasuki. Tiba-tiba ada mobil pejabat yang keluar, dan tertabrak oleh becak. Pejabat itu meminta polisi menahan si tukang becak. Saat sidang, si tukang becak mengaku bersalah. Hakim beri 2 pilihan: bayar denda, atau masuk penjara sekian waktu.
Tukang becak ini sangat sedih, tidak tahu hukuman mana yang harus dipilih. Karena jika membayar denda maka semua penghasilan selama beberapa minggu akan habis, bahkan masih kurang. Tapi jika harus dipenjara, maka sekian waktu tidak ada yang memberi nafkah keluarganya.
Hakim men-skors sidang, lalu memanggil si petani. Hakim meminta si tukang becak mempelajari rambu-rambu sebelum kembali menarik becak. Hakim itu memberi uang pribadinya pada si petani untuk membayar denda. Setelah sidang dibuka lagi, si petani menjawab dengan penuh percaya diri, bahwa dia memilih membayar denda. Maka si petani bebas dan pulang sebagai orang merdeka.
Terdakwa-nya adalah tukang becak, tapi yang membayar kesalahannya adalah si hakim.

Inilah penebusan Tuhan Yesus! Kelak semua manusia akan jadi terdakwa, dan Yesus-lah yang menjadi hakimnya. Maka pada sidang itu kita bisa berkata bahwa kita bebas, karena Yesus sudah bayar semuanya dengan mati menggantikan kita. Jika kita tidak mengerti bahwa Yesus sudah membayar semuanya, maka kita dalam masalah besar.

Contoh: Seseorang membunuh 3 orang, lalu memberi makan 1000 orang. Pembunuh ini tetap bersalah. Kebaikan hatinya tidak bisa menyelamatkannya dari jerat hukum.

Kebaikan hati dan perbuatan baik tidak bisa menghapus dosa atau membayar kesalahan kita. Di dunia saja hal ini tidak berlaku.

Kesaksian
Seorang Kristen melarikan diri karena membunuh seseorang. Dia melukis Yesus bermahkota duri dengan pensil, dan minta p Agung menjual lukisan karena dia kehabisan uang.
Orang ini seperti berteriak bahwa hanya Yesus yang bisa ampuni dosa yang dilakukannya, dan perbuatan baik apapun tidak bisa menghapuskan hutang darahnya.

Setiap orang percaya pada Yesus, saat meninggal kita tidak menghadapi maut. Tapi kita pulang sebagai anak, dan masuk ke dalam kekekalan bersama Tuhan.


2. Yesus memproklamirkan kemenanganNya di dunia orang mati
1Ptr 3: 18-20
Frase "memberitakan Injil" lebih tepat diterjemahkan sebagai "memproklamirkan".

Kol 2: 13-15
Sebelum kematian dan kebangkitan Yesus, Firdaus masih tertutup. Semua orang yang sudah meninggal tinggal di tempat penantian. Saat Yesus berkata "sudah selesai" dan menyerahkan nyawaNya kepada Bapa di Surga, roh-Nya turun ke dunia orang mati (hades). Di situ berkumpul jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal dari jaman penciptaan hingga jaman Yesus. Lalu Yesus memproklamirkan kemenanganNya pada semua orang benar di Hades. Orang-orang kudus jaman lampau bangkit dari kubur, lalu semua orang benar bangkit dengan tubuh baru. Tapi mereka baru keluar dari makam setelah Yesus lebih dulu keluar. Setelah Yesus keluar, barulah mereka keluar dan menampakkan diri kepada banyak orang.
Setelah memproklamirkan kemenanganNya, Yesus berurusan dengan setan. Tuhan menciptakan manusia supaya mereka berkuasa. Saat jatuh ke dalam dosa, otoritas itu jatuh ke tangan setan. Yesus meremukkan kepala setan, dan mengambil balik kuasa yang dicuri setan dari Adam dan Hawa.
Iblis berfikir bahwa membunuh Yesus semuanya selesai. Dia tidak tahu bahwa dengan matinya Yesus, Roh Allah yang ada di dalamNya masuk ke kerajaan iblis. Lalu Yesus melucuti semua kuasa iblis.

Setiap kali berhadapan dengan kuasa gelap, kita menang dengan berkata "di dalam nama Yesus".

3. Kain peluh yang terlipat adalah pesan Tuhan bahwa Dia akan kembali

Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. (Rm 8: 37)

Menang artinya decisive victory, kemenangan yang mutlak dan menentukan.

Ada banyak tafsiran tentang kain peluh yang dalam keadaan tergulung rapi. Salah satunya seperti ilustrasi berikut.

Ilustrasi
Di jaman dulu saat seorang tuan akan makan, tuan itu akan meletakkan serbet di pangkuan.
Jika di tengah-tengah makan tuan itu pergi, lalu serbet diletakkan di meja, maka pelayan akan membereskan semua sisanya karena artinya tuan itu sudah selesai makan.
Tapi jika si tuan belum selesai, maka si tuan akan melipat serbetnya, diletakkan dalam keadaan terlipat di samping piring. Pelayan yang melihat serbet terlipat rapi mengetahui artinya: si tuan pergi dan akan kembali untuk menyelesaikan makan.

Saat Yohanes melihat kain peluh terlipat, dia percaya bahwa Yesus akan kembali dan tidak hilang.

Tuhan beri tanda kain peluh itu di kubur, karena Tuhan mau berkata bahwa Dia akan kembali ke kubur-kubur dari anak-anakNya:
  • kubur bisnis mereka
  • kubur rumah tangga mereka
  • kubur destiny mereka
  • kubur pendidikan mereka
  • kubur masa depan kesehatan mereka
  • kubur masa depan anak-anak mereka
  • kubur hutang mereka
  • kubur kesulitan ekonomi mereka
  • dan apapun yang saat ini membelenggu anak-anakNya.

Tuhan akan kembali pada kubur-kubur anak-anakNya, dan semua akan dipulihkan!

Tuhan akan kembali saat kita berseru minta tolong padaNya. Saat Dia kembali, Yesus beri kemenangan yang dahsyat pada anak-anakNya.

Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064

Monday, April 6, 2015

Close to the Cross but Far From the Blood – Petrus Agung – Jumat, 03 April 2015

Jumat, 03 April 2015
Close to the Cross but Far From the Blood
Petrus Agung

Mat 27:31-54
Ada banyak orang di sekitar Yesus saat Dia disalibkan. Mereka sangat dekat dengan salib, tapi sangat jauh dari darahNya.

Contoh "dekat dengan salib tapi jauh dari darah Yesus":
Retret JKI beberapa tahun yang lalu. Setelah doa malam, mereka baru sadar bahwa tempatnya angker. Kemudian peserta berdoa dan menengking iblis. Tiba-tiba ada suara tanpa sosok: "awas kamu"! Salah seorang peserta retret mengambil salib yang tergantung di dinding, lalu salib itu diacung-acungkan sambil menantang setan. Tapi itu sama sekali tidak menolong.

Yang berkuasa bukan salib, tapi darah Yesus.

Ilustrasi:
  • Saat kita makan, yang hebat bukan piringnya, tapi makanannya.
  • Saat kita minum, yang menyegarkan adalah cairan di dalamnya, dan bukan cangkirnya

Salib adalah sebuah alat untuk membuat darah Yesus dicurahkan.

Dalam kisah penyaliban ada beberapa tipe orang di dekat salib Yesus

1. Majelis agama (Sanhedrin), imam-imam, ahli Taurat, dan tua-tua Yahudi
Mereka dekat dengan salib Yesus, tapi jauh dari darahNya. Mereka hanya bisa mengolok-olok Yesus. Menurut prinsip perjanjian lama, peristiwa penyaliban Yesus harusnya sakral. Di perjanjian lama imam besar masuk Ruang Maha Kudus 1 tahun sekali, lalu memercikkan darah pendamaian pada Tabut Perjanjian, sehingga ada pendamaian antara Tuhan dan manusia.
Ibadah ini berbahaya, imam besar bisa mati. Maka imam besar diikat pada tali, dan di bajunya ada bel. Jika bel tidak lagi berbunyi, maka imam-imam di ruang kudus harus menarik tali itu, karena selain imam besar tidak ada yang boleh masuk Ruang Maha Kudus.
Orang-orang ini sangat beragama, maka mereka seharusnya sadar bahwa Yesus adalah "anak domba Allah" yang disembelih bagi mereka, dan setiap tetesan darahNya mendamaikan manusia dengan Bapa di Surga.

Orang-orang berusaha mencari lokasi Tabut Perjanjian. Salah satu ahli berkata bahwa Tabut ada persis di gua di bawah Golgota. Dia melihat di gua itu ada retakan yang tembus hingga posisi salib Tuhan. Secara pribadi, dengan logika Alkitab, p Agung percaya ini benar. Tuhan pasti menggenapi apa yang diperintahkanNya sendiri dalam perjanjian lama. Darah Yesus mengalir, merembes ke bawah, hingga menetes pada Tabut Perjanjian. Maka secara sah Yesus membawa darahNya sendiri untuk dihadapkan pada Bapa, dan mendamaikan antara Bapa dengan manusia.

Jika kita tidak bisa memahami dan mengerti pengorbanan dan apapun yang Yesus lakukan, maka kita akan menyingkirkan banyak hal yang Tuhan ingin berikan dalam hidup kita.

Setiap anak Tuhan harus kenal dengan Tuhan melalui membaca Alkitab, dan minta roh pengertian dari Tuhan mengajari kita.

Kesaksian
Kebaktian khusus Bob Wainer di JKI Permata. Ps Bob menceritakan bebannya untuk memenangkan India. Ps Bob akan kumpulkan dan melatih banyak anak Tuhan India, sehingga mereka bisa menginjil di India. Dana yang dibutuhkan untuk acara itu sangat banyak.
Persembahan hari itu, ditambah kas gereja, semua diserahkan pada ps Bob untuk misi di India.
Ps Bob ajak p Agung ikut mengajar di India. Saat KKR di lapangan, massa yang hadir tidak tertib: ngobrol sendiri, berjalan kesana-kemari, tidak ada hadirat Tuhan. Ps Bob marah karena mereka tidak tahu harga yang dibayar ps Bob dan pembicara yang lain. Ps Bob bercerita perjuangannya selama 1 tahun: membagi visi dan mengumpulkan dana untuk acara itu, demi memenangkan India bagi Tuhan. Sejak saat itu tiba-tiba ada ketertiban, dan ada jemaat yang lebih responsif.

Saat Yesus melakukan pengorbanan yang luar biasa, ternyata respon banyak orang sangat berbeda. Pengorbanan Yesus tidak penting bagi pemuka agama, dan mereka terus mengejek dan meminta bukti bahwa Yesus adalah Mesias. Padahal selama 3 tahun Yesus sudah membuktikan bahwa Dia adalah Mesias.
  • Lazarus sudah 4 hari mati, tapi dibangkitkan. Menurut tradisi Yahudi, setelah 4 hari maka roh seseorang tak mungkin kembali ke tubuhnya.
  • Anak dari janda di Nain dibangkitkan.

Tuhan tidak bisa di dikte manusia. Tuhan membuktikan bahwa Dia Mesias dengan caraNya sendiri.

Seringkali kita menggunakan banyak atribut salib (kalung, anting, baju, dll), mengerti tentang agama, tapi ternyata jauh dari darahNya. Kelompok pertama ini harusnya mengucap syukur kepada Tuhan, tapi mereka memilih untuk mencemooh.

Orang yang biasa mencemooh apa yang Tuhan kerjakan tidak akan pernah kemana-mana.

2. Prajurit-prajurit yang membuang undi untuk mendapatkan jubah Yesus.
Orang-orang agamawi mencemooh pengorbanan Yesus, sementara mereka membiarkan perjudian terjadi di depan mereka.

Jubah Yesus adalah jubah terusan dari atas hingga ke bawah. Ternyata itu adalah jubah seorang imam. Di bagian leher ada penguat supaya tidak robek. Imam besar yang jubahnya robek akan kehilangan keimamannya.

Jangan pernah menghakimi siapapun, karena orang yang menghakimi dekat dengan kemarahan. Kemarahan tanpa kendali menyebabkan seseorang kehilangan anugerah dan berkat besar dalam hidupnya

Dengan pakaiannya Yesus mengatakan bahwa Dia adalah imam besar. Salah satu alasan Kayafas marah pada Yesus karena Yesus mengenakan pakaian seperti imam besar.
Saat Kayafas bertanya apakah Yesus anak Allah, Yesus berkata: "Engkau sendiri mengatakannya" (Mat 26: 63-65). Mendengar itu Kayafas marah, DAN MEROBEK SENDIRI PAKAIANNYA.

Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya.(Mat 26: 65)

Mulai saat itulah Kayafas bukan lagi imam besar di hadapan Tuhan, karena Kayafas memecat dirinya sendiri. Sementara jubah imam besar yang digunakan Yesus tidak robek. Tuhan membuat supaya orang Romawi tidak merobek jubah Yesus, tapi membuang undi atasnya. Yang dirobek: tirai bait Allah. Tirai ini membatasi antara Tuhan dan manusia. Robekan dari atas, artinya inisiatif dari pihak Tuhan. Hari itu semua orang bisa melihat ke dalam Ruang Maha Kudus.

Kesaksian
Seseorang hamba Tuhan punya karunia kerasulan, membuka banyak gereja di mana-mana. Banyak hamba Tuhan lain mengeluh, mengejek, menghujat, bahkan membuat lelucon tentang hamba Tuhan itu. P Agung sering dengar ini, dan mulai meracuni hatinya. Tuhan selamatkan p Agung dengan memerintahkan supaya tidak ikut-ikutan menghakimi dan bergosip tentang hamba Tuhan itu. Karena saat itu dilakukan, sama dengan menolak semua anugerah, berkat, urapan, karunia,
favor Tuhan di hidupnya, dan tidak akan bisa mengalir pada p Agung. Jika merasa harus berbicara, bicarakan 4 mata dengan hamba Tuhan itu.
Satu kali JKI membeli tanah Holy Stadium, dan diberi waktu 2 tahun untuk melunasinya. Ada persembahan dari anak Tuhan dari Jakarta berupa ruko 3 lantai. Tuhan perintahkan supaya ruko itu dipersembahkan p Agung untuk sesuatu yang sedang dibangun hamba Tuhan itu. Sebelum ruko dipersembahkan, ada anak Tuhan lain memberikan 3 sertifikat dengan harga beberapa kali lipat dari yang akan dipersembahkan p Agung.
Setelah p Agung memberikan persembahan, hamba Tuhan itu mengurapi p Agung, dan meng-impartasi-kan urapannya pada p Agung.
Hingga saat ini p Agung tidak pernah melihat orang-orang yang dulu menghina hamba Tuhan itu, hidupnya menjadi luar biasa.

Bicarakan hal-hal yang membangun, bukan yang meruntuhkan.


Bagi tentara di kaki salib, jubah Yesus hanyalah properti yang bagus, dan mahal, tanpa tahu kedalaman dan nilainya, semua hanya diukur uang.
Mari ikut Tuhan di kedalamanNya, bukan hanya di permukaan. Saat kita bisa tangkap value-nya, kita akan mengalami anugerah Tuhan yang luar biasa.

3. Simon dari Kirene
Ada orang yang dekat dengan salib dan bersentuhan dengan darah, yaitu Simon dari Kirene. Kota Kirene terletak di dekat Libya.

Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. (Mrk 15: 21)

Salam kepada Rufus, orang pilihan dalam Tuhan, dan salam kepada ibunya, yang bagiku adalah juga ibu. (Rm 16: 13)

Rekonstruksi kisah
Pada hari raya Paskah, orang-orang Yahudi yang saleh di seluruh dunia pulang ke Yerusalem untuk merayakan Paskah dan Pentakosta, setelah itu mereka kembali ke daerahnya. Di antaranya adalah Simon dari Kirene. Yesus memanggul salib sendiri, dan terjatuh beberapa kali. Karena melihat Yesus tidak kuat, maka tentara Romawi memaksa Simon untuk membantu memikul salib Yesus. Simon takut pada orang Romawi, maka dia terpaksa memikul salib. Simon pasti bertanya-tanya tentang Yesus, dan apa kesalahan yang menyebabkan Yesus disalib. Selain itu saat penyaliban terjadi gempa, dan gerhana matahari total di atas Yerusalem. Beberapa hari kemudian ada berita kebangkitan Yesus.

Pada hari Pantekosta, semua orang Yahudi kembali kumpul di Yerusalem. Roh Kudus dicurahkan pada para rasul. Para rasul berbicara dalam berbagai bahasa, termasuk kirene. P Agung yakin bahwa saat Petrus berkhotbah itulah Simon tersadar bahwa yang dikatakan Petrus benar. Di hari itu Simon termasuk dalam 3000 orang yang percaya dan dibabtis.
Simon mengalami perubahan. Saat kembali ke Kirene, dia bawa hidup baru dan berita itu kepada keluarganya, lalu menceritakan semua yang dilaminya. Maka seluruh keluarga Simon terima Yesus sebagai Tuhan dan Mesias. Simon bukan hanya close to the cross, tapi juga touch by the blood.

Siapapun yang bersentuhan dengan Tuhan, terutama Tuhan dalam penderitaanNya, maka dia tidak bisa lari dari Tuhan.


Setiap kali salib dan darah menyentuh hidup kita, semua tidak akan sama.

Iman Simon ditanam kuat dalam keluarganya. Sejarah membuktikan bahwa di kota Roma ada jemaat Tuhan, dan beberapa orang pemimpin yang terkenal adalah Alexander dan Rufus. Paulus memberikan salam kepada mereka, dan bahkan menganggap istri Simon dari Kirene sebagai ibunya.

Orang yang dekat dengan salib, mengerti pengorbanan Tuhan, lalu mengijinkan darah Tuhan masuk di hidup kita, itu akan mengubah kita selamanya.

Kadang kita seperti dipaksa memikul salib, tapi jangan pernah sesali, karena Tuhan sedang merencanakan sesuatu yang luar biasa dengan hidup dan keluarga kita.

Kesaksian keponakan p Hengky (Jeden)
Anak ini mimpi di bawa ke surga. Saat bertemu Yesus, Tuhan tunjukkan tanganNya yang berlubang dan berpesan: "always remember this". Kita harus ingat saat Yesus disalib, mati, dan bangkit bagi kita.

Cinta Tuhan pada kita sangat besar, hingga Dia berikan nyawaNya bagi manusia.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3: 16)

Biarkan salib dan darah Yesus menyatu dengan hidup kita.

Penutup
Ps John Avanzini berkata bahwa dia melihat di hidup p Agung ada perjanjian garam. Ps John berpesan supaya setiap kali Tuhan gerakkan, maka p Agung harus menaburi persembahan dengan garam. Karena perjanjian garam berkata: "lemaknya buat Tuhan, dagingnya buat kita".

Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064