Wednesday, September 2, 2015

Jesus is Coming-How to be Ready – John Avanzini – Minggu, 30 Agustus 2015

Minggu, 30 Agustus 2015
Jesus is Coming – How to be Ready
John Avanzini

Segala sesuatu yang kita terima dari Tuhan diawali dari pengertian. Jika kita tidak mengerti apa yang Tuhan firmankan, kita tidak bisa menerima apa yang Tuhan berikan itu.

Injil Matius pasal 24-25 diucapkan pada satu kesempatan saja, dan termasuk pengajaran terpanjang di Alkitab. Yesus keluar dari Bait Allah, lalu memandang bangunan bait Allah dan berkata:

Ia berkata kepada mereka: " Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan. " (Mat 24: 2)

Ay 3 – Yesus menyeberangi lembah Kidron ke bukit Zaitun.
Di situlah para murid mengajukan pertanyaan yang sangat penting:

" Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan- Mu dan tanda kesudahan dunia? " (Mat 24: 3b)

Semua orang ingin tahu masa depan. Di ekonomi: semua ingin tahu index saham, harga emas, harga minyak, dll. Beberapa orang mencoba meramal masa depan dengan daun teh, astrologi, dll. Intinya semua orang ingin tahu tentang akhir jaman.

Mat 24: 4-44 – hal-hal yang dijelaskan di ayat-ayat sini tidak bisa dirubah.
Ay 4 – Banyak penyesatan datang di mana-mana sejak Yesus ucapkan hal ini.
Ay 5 – Banyak yang akan berkata bahwa "aku diurapi". Perhatikan bahwa penyesat-penyesat itu tidak berkata "aku Yesus", tapi "aku orang yang diurapi". Kata "Christ" atau "Messiah" artinya "yang diurapi"

for many will come in My name, claiming, 'I am the Messiah.' They will deceive many (Mat 24: 5, NLT)

Tidak ada yang kita lakukan untuk bisa menghentikan tanda-tanda akhir jaman di ayat 4 hingga 44. Yang bisa dilakukan hanya di ayat 14: menyebarkan Injil hingga ke ujung dunia.

Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." (Mat 24: 14)

Ay 21 – akan terjadi aniaya besar
Ay 29 – matahari menjadi gelap dan bulan berhenti bersinar
Ay 32 – perumpamaan tentang pohon ara, artinya berkembangnya negara Israel
Ay 37 – dunia akhir jaman seperti di jaman Nuh
Ay 42 – kita tidak tahu kapan semuanya akan terjadi

Pengajaran ps John diawali di ay 44, karena di ayat-ayat selanjutnya Yesus memberitahu cara-cara supaya kita siap menghadapi kedatangan Tuhan yang kedua kalinya.

Tuhan akan datang kembali, dan kita harus siap untuk kedatanganNya.

Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga." (Mat 24: 44)

Yesus memberi kita 4 cara supaya kita siap sedia

1. Pengelolaan keuangan dalam gereja dengan baik (Mat 24: 45-51)
Gereja, yaitu gembala sidang dan para pemimpin, seharusnya memberi "makan" jemaat dengan benar, memastikan bahwa keuangan gereja cukup untuk misi, dan untuk memberi makan bagi yang lapar dan memberi pakaian bagi yang telanjang.

"Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? (Mat 24:45)

Tapi ada jenis hamba yang lain:

Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, (Mat 24:48-49)

Langkah pertama untuk siap bagi second coming adalah: berada di gereja yang mengelola keuangan dengan benar!

Saat pertama memperlajari, ps John berfikir bahwa harusnya persiapannya lebih rohani: berpuasa, atau berdoa, atau menangis. Tapi ternyata Tuhan berkata tentang cara pembelanjaan uang gereja: untuk memberi makan yang lapar dan memberi pakaian yang telanjang.

2. Menggunakan uang kita untuk membeli minyak, sehingga pelita kita tetap menyala (Mat 25:1-13)

Minyak yang disebutkan di perikop ini bukan Roh Kudus! Karena dikatakan bahwa 5 gadis bijaksana tidak bisa membagi minyaknya karena khawatir kehabisan. Sementara jika Roh Kudus disalurkan, justru akan bertambah banyak. Selain itu dikatakan bahwa minyak itu bisa dibeli saat 5 gadis bodoh kehabisan minyak.

Contoh kisah bahwa karunia Roh Kudus tidak bisa dibeli:
Simon si penyihir hendak membeli kuasa Roh Kudus, tapi Petrus justru mengutuknya.

Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. (Kis 8: 20)

Minyak di kisah ini adalah bahan bakar yang menghasilkan dan memberi terang.

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Mat 5: 16)

5 gadis bodoh tidak bisa masuk bersama mempelai pria, karena uang untuk membeli minyak masih ada di kantong mereka. 5 gadis bodoh tidak menggunakan uangnya untuk mengabarkan Injil. Saat Tuhan datang yang kedua kalinya, sudah terlambat bagi kita untuk mulai menginjil, memberi makan orang lapar, memberi pakaian bagi yang telanjang, dll.

Minyak untuk memberi terang. Saat Tuhan datang pelita kita tidak boleh padam. Kita tidak akan siap jika uang kita masih di kantong kita.

Kapan Tuhan datang kembali? Bisa kapan saja! Karena kita tidak tahu, maka gunakan keuangan kita dengan baik: untuk memberitakan tentang putra Allah yang sudah mati bagi dunia dan Indonesia.

3. Menjadi penatalayan/
steward yang benar (Mat 25: 14-30)

Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan UANG tuannya (Mat 25: 18)

Ternyata persiapan ke-3 tentang kedatangan Tuhan kedua bukan hal yang terlalu rohani, tapi juga tentang keuangan.

Banyak pengajar mengajarkan hal yang berbeda tentang
second coming. Ps John menyampaikan apa yang Yesus katakan.

Kita harus menjadi penatalayan (
steward) yang benar, yaitu dengan memegang aturan pengelolaan dengan benar: perpuluhan benar dan rutin, persembahan rutin. Jika ini tidak dilakukan, kita tidak bisa ikut dalam second coming.

4. Melayani kaum kecil (Mat 25: 31-46)

Kriteria yang Tuhan minta:

Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. (Mat 25: 35-36)

Tindakan memberi makan, memberi pakaian, memberi minum, menyediakan bagi orang sakit, semua membutuhkan uang.

Tuhan Yesus menjelaskan tentang 4 hal untuk siap menghadapi second coming, dan semua hal berkaitan dengan pengelolaan keuangan kita.

Ps John bukan memberikan idenya sendiri, tapi membacakan Firman Tuhan. Dan Alkitab menunjukkan bagaimana supaya siap akan
second coming.

Kekekalan kita dan anak-anak, tergantung pada bagaimana kita tetap berada di gereja seperti ini yang memberitakan injil, memberi makan yang lapar, memberi pakaian yang telanjang, dst.

Jika kita diselamatkan, maka keuangan kita juga harus ikut diselamatkan. Artinya kita harus ikut membiayai pengabaran Injil.

Persembahan: di belakang amplop tuliskan: hari ini AKU SIAP


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064

Saturday, August 29, 2015

Guarantee Success – Charles Nieman – Jumat, 10 Agustus 2015

Jumat, 14 Agustus 2015
Guarantee Success
Charles Nieman

Dalam hal inilah Bapa- Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid- murid- Ku. (Yoh 15: 8)

Yesus menghendaki supaya kita semua murid-muridNya berbuah banyak, bukan sekedar berbuah. Semakin banyak buah di hidup kita, semakin Bapa dipermuliakan.
Dengan kata lain Bapa menghendaki kita untuk menjalani kehidupan yang berhasil dan berkelimpahan.

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yoh 10:10)

Kehendak Allah tidak terjadi begitu saja. Banyak anak Tuhan yang mengasihi Tuhan, tapi hidupnya tidak berbuah, janji-janji Tuhan tidak tergenapi di hidupnya.

Kitab Matius pasal 5 hingga pasal 7 berisi khotbah di bukit. Dalam pengajaran di bukit ini Yesus memberikan dasar siapa diriNya dan apa yang diajarkanNya. Yesus mengajarkan tujuan kedatanganNya, perbedaan antara hidup di bawah hukum Taurat dengan hidup dibawah perjanjian baru (new covenant). Di akhir pengajaranNya Yesus berkata:

Setiap orang yang mendengar perkataan- Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu (Mat 7: 24-25)

Tuhan bandingkan hidup kita dengan rumah. Yesus bisa menggunakan ilustrasi lain, tapi memilih rumah sebagai pembanding hidup kita. Ada perbedaan antara rumah ber-pondasi batu dan pasir, dan ini sebuah materi pengajaran tersendiri. Tapi ps Nieman ingin menunjukkan sisi yang lain:

Kedua orang ini memilih untuk MEMBANGUN hidup mereka.

Membangun di atas pasir cepat, murah, dan mudah. Membangun di atas batu lebih mahal, lama, dan sukar.

Jika ingin hidup kita berlangsung untuk jangka waktu yang lama, bangunlah hidup kita di atas batu.

Langkah yang perlu di-praktek-kan dalam hidup kita, sehingga kesuksesan kita terjamin: adalah menjadi pembangun; baik itu dalam pernikahan, karir, keluarga, keuangan di masa depan, kesehatan, hubungan kita, bahkan perjalanan dengan Tuhan.

Langkah untuk menjamin kesuksesan kita adalah menjadi pembangun. Dalam setiap aspek kehidupan kita harus dipengaruhi keinginan untuk menjadi pembangun.
Seorang pembangun mewujudkan visi dalam kehidupan, penuh energi dan antusias dalam hidup, tidak puas jika hidup berlalu begitu saja, tapi selalu membangun sesuatu, menjalani kehidupan dengan bersikap sebagai seorang pembangun.

Semua hal berikut tidak terjadi begitu saja, tapi DIBANGUN:
Pernikahan yang luar biasa, anak-anak yang hebat, perusahaan yang hebat, negara yang hebat, karir yang hebat, hubungan yang berharga, gereja yang luar biasa.

Kita diutus Allah untuk menjadi pembangun.

Siapapun bisa jadi penghancur, dan sangat mudah untuk menghancurkan sesuatu: anak, karir, pernikahan, dll. Tapi perlu kerja keras dan tekat untuk membangun semua itu.

Mat 16: 18
Yesus akan membangun jemaatNya. Setiap hari, dimanapun, kapanpun, Yesus terus membangun gerejanya, bahkan walaupun ada orang-orang percaya yang dianiaya.

Jika Yesus tinggal di dalam kita, maka Roh Pembangun itu tinggal dan bergerak di dalam kita.

Kita sedang membangun dan menciptakan sesuatu, dimanapun kita berada: di gereja, di rumah, di tempat kerja, di sekolah, di negara. Selalu lihat diri kita sebagai seorang pembangun, dan bukan seorang pengkritik.

Saat Yesus di salib, tubuhNya kesakitan, perlahan-lahan menuju kematian, mengalami pemisahan dari BapaNya. Tapi di tengah-tengah itu pencuri di sebelahNya minta pengampunan. Yesus seolah-olah menghentikan sesaat karya penebusan yang hampir mencapai puncaknya, lalu “membangun” pencuri itu, fokus pada orang itu, dan memberitakan keselamatanNya. Di tengah-tengah kesakitanNya, Yesus tidak berhenti membangun sesuatu

Satu hal yang menjamin keberhasilan kita: menjadi pembangun, dan tidak sekedar menonton
Jaminan untuk pasti gagal: berhenti membangun.

Pernikahan akan gagal, karir akan gagal, kesehatan akan gagal, gereja akan gagal, jika berhenti membangun.

3 tanda yang menunjukkan bahwa kita sedang menuju kegagalan:

1. Berhenti membangun dan mulai me-manage
Seseorang berhenti membangun saat hanya mengasuh, menjadi care-taker, tidak membuat menjadi lebih naik dan besar, tidak memperhatikan, hanya membiarkan mengalir dalam kehidupan. Hal ini terjadi dalam pernikahan, karir, keuangan, kesehatan, gereja.

Kita harus tetap waspada tentang cara hidup kita, dan perilaku kita dalam kehidupan: dalam pernikahan, dalam karir, dalam keuangan, dalam kesehatan, dalam hubungan dengan Tuhan. Jangan hanya mengalir begitu saja, dan berubah dari pembangun (builder) dan menjadi manager.

Alasan umum berhenti membangun: tidak ada waktu. Setiap orang punya jumlah waktu yang sama setiap hari. Perlu menyiapkan waktu untuk membangun sesuatu, untuk itu diperlukan perubahan perilaku. Semua orang capek, tapi lebih baik kita jadi pembangun.

Kesaksian
Ps Tommy Barnett sudah berusia 77 tahun, sudah keliling dunia, tapi tidak berhenti membangun. Beliau berkata akan pensiun kelak jika sudah di Surga.

Kesaksian:
Pasangan mengalami masalah keluarga dan konseling pada ps Nieman. Saat ada seminar pernikahan, ps Nieman mengundang mereka, tapi mereka tidak bisa hadir dengan alasan tidak punya waktu. Kelak mereka perlu meluangkan waktu untuk mengurus perceraian.

"Tidak punya waktu" adalah kosakata dari seorang manajer, bukan kosakata seorang pembangun

Kita mulai me-manage saat cara pikir kita mulai mengecil. Saat kita kehilangan semangat dan kegairahan, kita akan jadi manager (caretaker).

Yesus datang untuk memberi kita hidup, dan hidup yang berkelimpahan. Yesus tidak datang untuk membuat kita hidup sekedar biasa-biasa saja/ menengah.

Kisah Nehemia
Nehemia menemukan kehendak Tuhan dan berhasil melakukannya tanpa berkompromi, dan tak pernah gagal. Di awal kisah Nehemia me-manage urusan raja. Lalu Tuhan beri dia visi untuk menjadi pembangun. Maka energi Nehemia mengerakkan seluruh penduduk Yerusalem untuk menjadi pembangun.

Sikap membangun kita harusnya menggerakkan orang lain untuk menjadi seorang pembangun juga.

Mari mengambil keputusan: tidak duduk dan sekedar menunggu seseorang melakukan sesuatu, atau sekedar menunggu Yesus datang kembali, tapi memilih menjadi pembangun.

2. Mulai mencari alasan mengapa kita tidak membangun.

Alasan-alasan tidak membangun:
Tidak punya waktu, terlalu sibuk, pasangan tidak mengerti mengapa saya harus terlibat, pasangan tidak tertarik, tidak seperti dulu, tidak punya uang, tidak ada terobosan, di kotaku tidak ada banyak kesempatan, dll.

Kesaksian
Ps Nieman punya perjanjian 2 orang yang akan konseling. 90% kota ps Nieman adalah Hispanik, dan budayanya Hispanik. Konseling awal dengan orang kulit putih (disebut Anglo). Orang ini akan meninggalkan El-Paso karena kota dikuasai dan dikontrol orang Hispanik, tidak bisa memulai bisnis, dll. Ps Nieman tidak setuju, karena ps Nieman juga bukan Hispanik tapi sukses, tapi orang ini berkata bahwa ps Nieman beda.
Konseling kedua adalah orang Hispanik. Orang ini merasa tidak berhasil di El-Paso karena orang Anglo memiliki, mengontrol semuanya, dan menekan orang Hispanik.
Ps Nieman bangkit dan memanggil orang pertama, karena kedua orang ini ternyata saling menyalahkan.
Masalah sebenarnya: mereka berdua salah. Yang terjadi adalah mereka mulai membuat alasan.

Banyak alasan untuk tidak membangun karena pernikahannya buruk, ada yang mencuri keuangan, dikhianati, difitnah, dibohongi, mengalami kemunduran kesehatan. Tujuan alasan-alasan ini adalah membenarkan ketidak-aktifan kita.

Alasan-alasan membantu kita untuk bisa menelan kegagalan kita. Alasan-alasan adalah gejala mengasihi diri sendiri

3. Mulai menyalahkan orang lain.
Mungkin ada orang-orang yang menyebabkan masalah bagi kita, tapi itu bukan alasan untuk menyalahkan orang lain. Mudah untuk menyalahkan orang lain.

Setelah mengajarkan ini di gerejanya. Ada seseorang minta didoakan karena disingkirkan saingan bisnisnya. Ps Nieman bertanya: apakah kamu menyerah, lalu menyalahkan orang itu? Atau bangkit dan mulai membangun?

Kebiasaan mencari orang lain untuk disalahkan diturunkan dari Adam. Saat Tuhan bertanya mengapa Adam makan buah, jawabannya seharusnya ya atau tidak. Tapi jawaban Adam: itu kesalahan wanita itu yang memberikan buah, dan Tuhan yang memberikan wanita itu pada Adam.

Saat mulai menyalahkan orang-orang lain, maka orang-orang itu mulai menyingkir dari kita, karena lelah sudah dipersalahkan terus-menerus.

Keluarga menjauh, teman menjauh, pelanggan menjauh. Mereka semua menjauh karena lelah dengan ke-negatifan dan kritik. Manusia ingin hal-hal yang positif dan memberi semangat, dan itu hanya bisa didapat di sekitar orang yang membangun.

Hal-hal yang menyalakan kembali roh membangun dalam kita:
1. Lihat kepada hal-hal yang kita asumsikan benar.
Memeriksa ulang asumsi-asumsi akan menghentikan kita terjebak dari konsep-konsep yang keliru.

Asumsi terburuk dari dunia: Tidak ada hal baik keluar dari Nazaret. Hal ini menghentikan orang-orang untuk berhubungan dengan Yesus.

2. Tantang/
challenge cara berfikir kita
Tanyakan diri sendiri: dari mana cara berfikir seperti itu berasal?

3. Mimpi besar lagi.
Tanya pada diri sendiri: hidupku bisa jadi apa? Pernikahan akan seperti apa? hubungan dengan Bapa akan seperti apa? gereja akan seperti apa?

Mimpi besar mengaktifkan dan memotivasi kita.

4. Tetap berfikir sederhana.
Jadikan semua hal dalam hidup menjadi sederhana/ simpel. Hidup sebenarnya tidak terlalu rumit.

Kesaksian:
Ps Nieman menikah selama 42 tahun. Dia tahu hal-hal yang membuat istrinya bahagia atau marah.

Rahasia kebahagiaan pernikahan: lakukan hal-hal yang membuat masing-masing berbahagia, berhenti melakukan hal-hal yang membuat masing-masing marah.

Cara berfikir pembangun: apa yang bisa kita lakukan untuk membuat sesuatu lebih baik.

5. Miliki misi yang menggerakkan kita

Saat seseorang tidak menemukan sesuatu untuk hidup, dia tidak layak untuk hidup #MartinLutherKing

Ini bukan berbicara tentang tugas atau pekerjaan, tapi sesuatu yang jika dilakukan akan berdampak positif dalam hidup orang-orang di sekitar kita.

Kita membangun saat kita memberkati kehidupan orang lain.

6. Bersihkan sampah
Suatu kali Nehemia melihat bahwa pengerjaan dinding berjalan lambat. Ternyata mereka patah semangat karena ada banyak sampah di jalan, sehingga mereka perlu waktu untuk melewati sampah-sampah sebelum mencapai tembok.

Lihat hidup kita: adakah sampah menumpuk di hidup dan pikiran kita, yang menggerogoti semangat kita. Contoh sampah-sampah di hidup kita: kebiasaan buruk, tidak mau mengampuni, keraguan, ketakutan.

Tuhan perlu lebih banyak pembangun di pernikahan, karir, masa depan keuangan, kesehatan, gereja

Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064

El Shaddai – Petrus Agung
Abraham sudah lebih dari 90 tahun, tidak mungkin punya anak. Saat Abraham tidak berdaya, Tuhan datang sebagai El Shaddai. El Shaddai artinya Allah yang Maha Kuasa. Kata "Shaddai" menggambarkan seorang ibu yang menyusui anaknya. Maka "El-Shaddai" berarti Tuhan yang memelihara kita dengan limpah.

Akhir tahun ada mandat untuk membuat
camp bagi 100 ribu orang. Ini artinya harus ada 400 ribu porsi nasi untuk 4 kali makan. Padahal dalam beberapa jam nasi akan basi. Melalui beberapa jemaat, dana untuk alat pengolah makanan sudah tersedia, dan siap didatangkan.
Untuk daging diperlukan 10 ton. Begitu disampaikan, sudah ada yang menutup kebutuhannya.

Tuhan-lah yang menggaransi hidup kita, sehingga kita pasti berhasil

Ps Nieman
Anak ps Nieman mengumpulkan 9 seri pengajaran ter-populer ps Nieman dalam 1 USB. Jika dalam bentuk buku dan dibeli perbuku, total harganya sekitar $600. Di Holy Stadium dijual $25

Di kedatangan sebelumnya pengajaran ps Nieman diawali dari hari jumat malam, lalu berkelanjutan sepanjang akhir pekan. Kali ini berbeda. Maka pesan malam ini untuk
leaders, besok untuk kaum muda, tapi pesan Tuhan berlaku untuk semua kalangan. Di hari Minggu temanya alfa dan omega.

Pulih Total – Petrus Agung – Minggu, 23 Agustus 2015

Minggu, 23 Agustus 2015
Pulih Total
Petrus Agung

Ps Nieman membahas alfa moment dalam hidup kita: suatu peristiwa kecil yang jika kita perhatikan akan membawa dampak yang besar. Ada sesuatu yang jika kita terima, akan berbuah sesuatu yang besar di masa depan. Jangan interupsi Tuhan jika Dia sedang bekerja.

Klip: jangan interupsi Tuhan.

Kita bisa belajar dari pergumulan seseorang dalam hidupnya. P Agung bertanya apa yang saat ini paling sulit di hidup ps Nieman, setelah istrinya meninggal di Desember 2012. Ps Nieman dan istri sudah menikah selama 42 tahun. Di Amerika orang tua tidak biasa tinggal dengan anak-anaknya. Ps Nieman sering merasa sendiri. Tapi masa-masa sulit ini dialami semua orang. Saat ditanya : apa yang menyebabkan cepat pulih, ps Nieman membagikan poin-poin penting dari hidup Daud.

1Sam 30: 1-6
Ziklag: dipelintir/ winding. 2 hal yang dilakukan Daud sehingga mengalami pemulihan total

1. Daud menguatkan kepercayaan kepada Tuhan

Yang dialami Daud dan pasukannya sangat berat. Di kondisi berat kebanyakan orang mencari kambing hitam. Maka mereka akan melempari Daud dengan batu, dan Daud sangat terjepit.
Banyak orang Kristen mengeluh tidak kuat, dan tidak tahu cara membangun imannya lagi.

Arti kata "menguatkan kepercayaannya"
  1. seperti seseorang memeluk Tuhan habis-habisan, dengan kuat. Untuk ini perlu keyakinan bahwa hanya Tuhan satu-satunya yang bisa menolong kita. Ini harusnya menjadi reaksi pertama kita: peluk Tuhan dengan erat, jangan cari pertolongan dari orang lain.
  2. Seseorang memutuskan untuk bisa pulih di hari itu. Jika kita mau kuat, keputusan kita harus sesuai dengan hati Tuhan. Kita harus membuat keputusan karena Tuhan memberikan kepada manusia free will dan otoritas. Maka keputusan yang kita ambil di dalam Tuhan : dihargai Tuhan.

Seringkali pertolongan Tuhan muncul setelah kita membuat keputusan. Tuhan akan mendukung keputusan-keputusan kita yang sesuai dengan hati Tuhan.

1Sam 30: 7-8 – Keputusan Daud untuk pulih dihargai Tuhan. Sehingga saat Daud mengajukan 2 pertanyaan, Tuhan berikan 3 jawaban.
Daud ajukan 2 pertanyaan:
  • Haruskah mengejar? ini adalah iman. Daud tidak mendahulukan kepentingan dan emosinya.
  • Dapatkah mereka disusul?

Tuhan berikan 3 jawaban:
  • Kejarlah!
  • Daud akan bisa menyusul mereka.
  • Daud akan bisa melepaskan para tawanan. dalam bahasa Inggris: akan pulih total (recover all).

So David inquired of the LORD, saying, "Shall I pursue this troop? Shall I overtake them? " And He answered him, "Pursue, for you shall surely overtake them and without fail recover all. " (1Sam 30: 8, NKJV)

Jawaban ke-3 Tuhan adalah jawaban atas keputusan Daud, karena Tuhan menghargai keputusan itu. Dengan bertanya pada Tuhan, artinya Daud mendahulukan Tuhan, dan memutuskan untuk pulih.

Tuhan menghargai setiap keputusan kita untuk tetap ada di jalur Tuhan.

Kesaksian
Seorang jemaat berhutang banyak, pekerjaan tidak jelas. Saat penerbangan dia membaca buku John Avanzini. Di buku itu diajar bebas dari hutang (
debt-free). Yang membuat dia bergantung tidak pada Tuhan: kartu kredit. Hari itu dia memutuskan dengan Tuhan saja, lalu menekuk kartu-kartu kreditnya, sehingga rusak dan tidak bisa menggunakannya lagi. Dalam beberapa bulan dia mengalami pemulihan total.

Banyak orang seperti orang sakit di tepi kolam Betesda: ditanya "maukah sembuh?" , jawabannya Ziklag / memelintir. Harusnya cukup jawab: mau atau tidak mau.

Putuskan bahwa semua hutang lunas terbayar, putuskan tidak lari dari segala masalah.

Oleh perjalananmu yang jauh engkau sudah letih lesu, tetapi engkau tidak berkata: " Tidak ada harapan! " Engkau mendapat kekuatan yang baru, dan sebab itu engkau tidak menjadi lemah. (Yes 57: 10)

Walau letih, orang ini selalu memutuskan bahwa ada harapan, mulutnya tidak berkata yang negatif. Mengeluh, complain, mengomel, cari kambing hitam dalam hidup: tidak menolong apapun.

Walau keputusan kita tidak murni kehendak Tuhan, tapi jika Tuhan berkenan maka akan disetujui.

Kesaksian
Tahun 1988 ada reformasi, persis kenaikan Tuhan Yesus. Peristiwa ini membawa perubahan besar dalam gereja. Sebelum 98 perkembangan gereja lambat, diawali 25 orang, hanya mencapai 400 orang setelah 7 tahun berdiri. Karena peristiwa 98, ada tambahan jemaat baru sehingga totalnya sekitar 700 orang.
Di bulan September ps Kong Hee hadir di JKI. Saat akan makan siang bersama, ps Kong berkata bahwa jemaatnya sudah 16 ribu. Ps Kong lalu bertanya berapa jemaat p Agung. Dalam hati p Agung agak jengkel dan dongkol, karena merasa kalah. Kemudian ps Kong bertanya: tahun depan mau memiliki berapa jemaat?
Ps Kong sendiri ingin jemaatnya 25 ribu. P Agung sebenarnya ingin menjawab 800, tapi malu. Kemudian p Agung menjawab karena terjepit dan terpicu oleh gengsi: 2 ribu. Gengsi adalah kesombongan. Setelah menjawab, baru p Agung berfikir: darimana? Ps Kong tidak mencela, malah justru meng-aminkan, lalu mengajak p Agung untuk sepakat: "2 ribu sebelum tahun 2000"
Awalnya p Agung tenang karena merasa ini hanya percakapan pribadi. Sorenya percakapan ini dikhotbahkan pada jemaat.
Desember 1999 jemaat JKI benar-benar menembus 2 ribu. Walau dasarnya kesombongan, tapi Tuhan tetap berikan. Tuhan berikan karena saat itu usia rohani p Agung belum seperti sekarang. Tuhan melihat kesombongan p Agung, tapi juga melihat kemauan untuk bertanggung-jawab. Keputusan p Agung itu dihargai Tuhan.

Jangan takut membuat keputusan bagi hidup kita! Jika anakNya berani ambil keputusan, bagi Bapa itu anak yang berani bertanggung-jawab. Banyak hal di hidup p Agung jadi besar saat ini karena di masa lalu dipaksa Tuhan. Tapi untuk itupun ada keputusan yang diambil.

Kesaksian
Januari 2007 JKI mulai menjangkau anak Raja. 31 des 2006 ada acara akhir tahun di Holy Stadium. Tapi kebaktian itu adalah kebaktian yang paling tidak ada hadirat Tuhan. P Agung bertanya apa kesalahannya, dan takut jika Tuhan tinggalkan.
1 Jan 2007, sore hari, p Agung dan beberapa rekan berdoa. Tidak ada hadirat Tuhan. Mendadak Tuhan hadir dan memerintahkan untuk membuat sekolah: PG-TK-SD-SMP-SMA serentak. P Agung mengerti bahwa akan menghadapi kritik, dll.
Untuk laboratorium menggunakan barang-barang pinjaman, hanya untuk peninjauan. Di tahun pertama ada 1000 murid, sekarang 4 ribu murid.
P Agung tidak tahu bahwa ijin untuk SMA TerBang adalah sma terakhir yang mendapat ijin untuk didirikan di Semarang.

Hanya Tuhan yang mengerti masa depan. Jika masa itu tidak gila-gilaan dengan Tuhan, hari ini tidak jadi apapun, malah parah. Sekolah hanya akan jadi penyesalan.

Akulah yang menguatkan perkataan hamba- hamba- Ku dan melaksanakan keputusan- keputusan yang diberitakan utusan- utusan- Ku; yang berkata tentang Yerusalem: Baiklah ia didiami! dan tentang kota- kota Yehuda: Baiklah ia dibangun, Aku mau mendirikan kembali reruntuhannya! (Yes 44: 26)

Walau Tuhan paksa kita, tetap kita yang harus ambil keputusan. Mari belajar membuat keputusan yang benar di hadapan Tuhan.

2. Mengerti cara berfikir Tuhan.
Orang yang membiasakan diri bertanya kepada Tuhan, akan dijawab dan mendapatkan keputusan Tuhan. Setiap kali kita dapat keputusan Tuhan, kita akan jadi lebih faham cara berpikir Tuhan. Akhirnya kita bisa mencapai apa yang Paulus katakan: aku memiliki pikiran Kristus.

Sebuah gelombang baru sedang muncul: jawaban doa Tuhan Yesus. Kita harus bisa membaca gelombang-gelombang Tuhan yang datang di hidup kita.

Yoh 17: 20-24
Ay 20 – Kita termasuk yang didoakan Tuhan.
Ay 22 – Tubuh Tuhan/ gereja/ orang percaya bisa menjadi satu karena kemuliaan dan kuasa Tuhan.

Tuhan sangat ingin memberi kita kemuliaanNya.

Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. (1Kor 2: 7)

Desember akan terhimpun 100 ribu pasukan Tuhan. P Agung sudah menyampaikan visi ke Solo (selasa, hadir 700 an) dan Jepara (rabu, hadir 700 an), sambutannya luar biasa. Di Semarang hadir 900 an lebih, dari sekitar 20 sinode. Akan ada kegerakan secara merata di berbagai gereja, bukan hanya di satu atau dua gereja saja. Pemerintah/ bamag juga sudah men-support.

P Agung bekerja dengan pamrih: hati Tuhan disukakan, Tuhan meng-apresiasi. Saat Tuhan disenangkan, semua masalah akan beres.

Buat keputusan, dan baca ke mana arah gerak Roh Tuhan. Jika kita ingin pulih: ikut di mana kegerakan Tuhan sedang terjadi.

Pengumuman
  • Minggu pertama sept, akan ada korban khusus untuk acara desember.
  • Rekening khusus utk acara KKR akhir tahun 28-30 Desember 2015: BCA 009 497 9991 a/n Petrus Agung Purnomo

Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064