Jumat, 18 April 2014

Perjanjian Kesulungan – Petrus Agung – Minggu, 13 April 2014

Minggu, 13 April 2014
Perjanjian Kesulungan
Petrus Agung

Dalam anugerah Tuhan, kita semua bisa menerima perjanjian kesulungan

Ada orang-orang yang melakukan kesalahan, tapi terbebas dari hukuman di dunia.
1. Kain – Kej 4: 13-15
Saat Kain membunuh Habel, ternyata Kain tidak dibunuh sebagai gantinya. Padahal saat itu hukumnya: “mata ganti mata, nyawa ganti nyawa”. Kain ter-proteksi karena tanda yang Tuhan berikan kepadanya. Kain dapatkan tanda itu karena dia adalah anak sulung, sehingga di dalam dirinya ada
Gereja Tuhan perlu mendapatkan tanda ini sehingga terlindungi dari yang jahat.

Dalam diri Kain ada proteksi perjanjian kesulungan.

2 Harun
Harun beberapa kali melakukan hal yang fatal:
  1. Harun dan Miriam memberontak terhadap Musa, saat Musa kawin dengan perempuan Kush. Tuhan marah, lalu Miriam kena kusta, tapi Harun tidak.
  2. Saat Musa naik ke gunung, orang Israel mendesak Harun membuat anak lembu emas, lalu mereka menyembahnya. Tuhan marah, dan membunuh semua yang menyembah anak lembu emas, tapi Harun tidak tersentuh.

Proteksi yang dialami Harun karena ia memakai pakaian imam besar, dan itu adalah gambaran dari Kristus. Saat jubah Harun dilepas, Harun mati.

Dalam kehidupan kita ada hal-hal yang Tuhan taruh, dan ternyata itu mem-proteksi kehidupan kita.

3. Tanda T – Yeh 9: 4-6
Kata tanda dalam huruf Ibrani adalah tâv (תּו , H8420), artinya tanda (mark).
Jika ada orang diberi tanda oleh Tuhan, maka saat apapun terjadi akan ada proteksi Tuhan dan tak tersentuh apapun

Saat wawancara dengan ps John Avanzini di rhema FM, salah satu pertanyaan p Agung adalah tentang tanda antikris (666). Menurut ps John:

Jika kita punya tanda yang dari Tuhan, tidak perlu khawatir dengan tanda yang dari setan

Tanda meterai dari Tuhan: Why 7: 1-3, Why 9: 1-4

katanya: " Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon- pohon sebelum kami memeteraikan hamba- hamba Allah kami pada dahi mereka! " (Why 7: 3)

Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput- rumput di bumi atau tumbuh- tumbuhan ataupun pohon- pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya. (Why 9: 4)

Tanda 666 baru disebutkan di kitab Wahyu pasal 13. Tapi sebelumnya ada 2 pasal yang berkata tentang tanda pada dahi hamba-hamba Tuhan.
Kita memerlukan meterai dari Tuhan di dahi kita.

Semua visi yang Tuhan tunjukkan belumlah final, karena itu artinya kita punya hak untuk bersyafaat, menawar dan mencoba mengubahnya.

Hak kesulungan seharusnya bagi anak tertua. Tapi Alkitab menyebutkan bahwa hak kesulungan beberapa kali bergeser:
  • Ismael geser ke Ishak
  • Ruben geser ke Yusuf
  • Esau geser ke Yakub

Ada orang-orang yang mendapatkan hak kesulungan sekalipun bukan anak sulung secara jasmani

Kej 49: 26 – berkat Yakub yang adalah hak kesulungan, berpindah dari Ruben pada Yusuf

Berkat ayahmu melebihi berkat gunung- gunung yang sejak dahulu, yakni yang paling sedap di bukit- bukit yang berabad- abad; semuanya itu akan turun ke atas kepala Yusuf, ke atas batu kepala orang yang teristimewa di antara saudara- saudaranya. (Kej 49: 26)

Semua berkat kesulungan yang diterima Yakub diturunkan kepada Yusuf. Tapi Yesus lahir dari keturunan Yehuda, dan bukan keturunan Yusuf.

Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara- saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak- anak ayahmu. (Kej 49: 8b)

Frase "anak-anak ayahmu sujud kepadamu" – adalah mimpi Yusuf. Dari mimpi itu Yusuf mendapat hak kesulungan. Maka hal ini seperti hak kesulungan bercabang 2:
  • Yusuf menerima hak kesulungan berdasarkan warisan.
  • Tapi ada cara lain: melalui cara Yehuda

Meterai Tuhan hanya aktif saat kita mengerjakan bagian kita dengan bertanggung-jawab.

Bagi orang yang tidak terima hak kesulungan secara warisan, ada peluang untuk mendapatkannya seperti Yehuda.

Kesulungan dan tanda dari Tuhan hanya diaktifkan saat kita melaksanakan tanggung-jawab kita.


Kej 37: 26 – Respon Yehuda saat saudara-saudaranya akan membunuh Yusuf. Hati Yehuda terusik dan sadar bahwa hal yang akan dilakukan terhadap Yusuf itu tidak benar. Yehuda mencegah saudara-saudaranya dan muncul sebagai pemimpin yang menunjukkan tanggung jawab.

Banyak orang mimpi atau mendapat pengelihatan tentang kekacauan di Indonesia, bahkan pertumpahan darah. Kita adalah orang yang bertanggung-jawab jika kita mencegah hal itu dengan memenuhi cawan-cawan kita: doa, kebaikan dan deklarasi.

Kej 38: 1-2 – Sejak Yusuf dijual, Yehuda terganggu hatinya, lalu meninggalkan saudara-saudaranya yang jahat. Dia menumpang seorang Adulam bernama Hira.
Adulam artinya “keadilan bagi manusia” (justice of the people). Yehuda seperti sedang mencari keadilan untuk adiknya yang dijual.

Hira artinya keluarga yang terhormat, keluarga bangsawan (a noble family). Yehuda seolah berkata bahwa seharusnya keluarga Yakub adalah keluarga yang terhormat, bukan saling jual keluarga.

Tuhan banyak bicara kepada kita, itu artinya kita harus ikut bertanggung-jawab dengan melakukan bagian kita.

Jangan sampai kejadian kerusuhan 1998 terulang, karena yang jadi korban adalah rakyat kecil. Contoh kehancuran bangsa:
  • Syria saat ini.
  • Ukraina: Tahun lalu p Agung sudah sampaikan pesan Tuhan. Saat ini terjadi perang.
  • Thailand: di KKR minggu lalu, p Agung sudah menyampaikan pesan Tuhan untuk negara itu.

Kej 42: 37-38 – Kelaparan terjadi di Kanaan, dan saudara-saudara Yusuf harus membeli gandum di Mesir. Untuk pembelian berikutnya, Yusuf meminta anak-anak Yakub membawa Benyamin. Ruben mau menyerahkan 2 anaknya sebagai jaminan Benyamin, tapi Yakub menolaknya.

Kej 43: 8-9 – Kelaparan semakin parah. Yakub akhirnya menyerahkan Benyamin kepada Yehuda, karena Yehuda bisa dipercaya. Sementara Ruben reputasinya tidak bisa dipercaya, pernah tidur dengan gundik Yakub.

Jika orang Kristen tidak sungguh-sungguh mendoakan bangsa kita, suatu hari Tuhan akan tanyakan tanggung jawab kita untuk bangsa ini.

Jika Tuhan menyatakan sesuatu kepada kita, itu artinya kita bisa dipercaya.

Kej 44: 12-34 – Saat Yusuf melakukan muslihat untuk menahan Benyamin, dan hal itu membahayakan nyawa Yakub. Maka Yehuda yang menjelaskan situasinya kepada Yusuf, sementara Ruben diam saja. Penjelasan Yehuda dan kesediaannya menggantikan posisi Benyamin, membuat Yusuf sadar bahwa keluarganya berubah, karena ada satu orang yang bertanggung-jawab. Kemudian Yusuf membuka identitasnya.

Saat kita ambil tanggung-jawab, tiba-tiba hak kesulungan akan menjadi bagian kita.

Jika ada berita di TV atau koran tentang situasi yang buruk, segera berdoa dan patahkan semua yang buruk, hanya kehendak Tuhan yang sempurna yang boleh jadi.

Kej 46: 28 – Yusuf menjemput Yakub dengan kereta yang megah. Sesampai di Mesir, Yakub memerintahkan Yehuda untuk bertemu Yusuf lebih dulu. Ini adalah kepercayaan yang diberikan karena tanggung-jawab.

Lihat apa yang terjadi pada kota dan bangsa kita. Jika tidak ada yang bertanggung-jawab, maka akan habis. Abraham gagal menyelamatkan Sodom, tapi doanya membuat Lot selamat.

Jika kita bertanggung-jawab, maka kita akan mendapat perlindungan istimewa dari Tuhan

Saat tanda Tuhan ada pada kita, tidak perlu khawatir akan tanda apapun dari si jahat, karena ada proteksi Tuhan atas kita. Tapi tanda itu hanya aktif saat kita mau mengambil tanggung-jawab.

Saat Yehuda mau memikul tanggung-jawabnya, maka berkat Yakub membuka peluang bagi Yehuda untuk menerima hak kesulungan

Dunia bisa membedakan antara orang yang bertanggung-jawab dan yang tidak. Seringkali orang tidak mau lagi berbisnis atau mempekerjakan kita karena tidak mempunyai tanggung jawab.

Pengumuman:
  • Ibadah Jumat Agung jam 7 pagi. Perjamuan kudus menggunakan roti yang kosher, dari toko orang Yahudi di Bangkok.
  • Senin 18:30 - pembukaan impact, doa untuk bangsa, jemaat di-doakan satu-persatu.
  • Kamis: Penjangkauan dewasa muda jam 18:00


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Sabtu, 12 April 2014

Sesi 4: Pelitaku Tetap Menyala – Petrus Agung – Rabu, 08 Januari 2014

Rabu, 08 Januari 2014
Sesi 04: Pelitaku Tetap Menyala
Seminar Bisnis dan Akhir Jaman – Januari 2014
Petrus Agung

Apapun yang kelak akan Tuhan berikan kepada kita, tidak boleh membuat kita melekat pada dunia. Saat Tuhan datang, hati kitalah yang mempertimbangkan: ingin Tuhan atau ingin dunia. Jika hati kita cenderung pada dunia, maka tarikan Tuhan tidak akan mempan, dan kita akan tertinggal.

Hati kita harus melekat pada Tuhan, bukan pada yang duniawi

Mat 25: 1-13 - Ini perumpamaan kedua yang berkaitan dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Dikatakan gadis yang bijaksana dan yang bodoh, tapi tidak ada yang dikatakan jahat.

Di masa menjelang Tuhan datang, kita harus kerjakan tugas-tugas kita dengan maksimal, dan tidak bermalas-malasan.

Di perumpamaan seperti terbagi 2: 50% bijaksana, 50% bodoh. Tidak dikatakan 90%-10% atau prosentasi lain. Ini seperti penyakit “kebodohan” yang mewabah di kalangan anak-anak Tuhan.
Ada sesuatu yang membuat terjadinya kebodohan secara masal.

Jika kita ingin pelita kita tetap menyala, maka kita tidak boleh bodoh! Karena kebodohan memadamkan banyak hal dalam hidup kita.

For as he thinks in his heart, so is he. (Ams 23: 7a, Amp)

Thinks = menghitung/ Kalkulasi =
שׁער = sha'ar (H8176) : seperti orang yang membuka gerbang (open, to act as gate keeper).
Kita akan menjadi sesuai kalkulasi/ hitungan di jiwa kita. Kalkulasi di jiwa itu seperti membuka gerbang bagi hidup kita. Kebodohan adalah saat kita salah menghitung apa yang ada di jiwa kita.

Kesaksian:
Ibu p Agung pernah bertemu sorang peramal. Dia ramalkan p Agung akan jadi jutawan. Setelah lahir baru, perkataan itu dipatahkan, karena jutawan tidak pernah bisa punya uang dalam skala milyar.

Apapun yang kita aminkan, kita akan jadi seperti itu.

P Agung hadiah mendapat ultah berupa buku dari anak-anak bu Lisa-Jakarta. Judulnya: "Cara Berfikir Seorang bilioner". Buku itu berdasar sebuah riset. Teori di bab 1 buku itu: T -> F -> A = R
Tought (pemikiran) kita akan mempengaruhi feeling (perasaan). Apa yang kita rasa itu akan membuat kita bertindak (action). Lalu tindakan itu akan memberikan hasil (result). Ini cara kerja manusia secara umum.

Saat tidak ada kebodohan, maka tidak ada orang miskin di antara kita

Tetapi dari riset tentang kepribadian dan keberhasilan seseorang, berkaitan dengan keuangan orang tersebut, ternyata ada satu faktor yang terabaikan dalam teori di atas. Faktor itu adalah: P (
past programming), yaitu sesuatu yang sudah terprogram di masa lalu.
Faktor P: apapun yang kita dapatkan saat kita kecil hingga remaja: apa yang kita dengar, model kehidupan yang kita lihat, kejadian-kejadian yang kita alami, dll. Semua itu mempengaruhi bawah sadar/ sub-concious kita. Faktor ini ternyata begitu dominan dan mengalahkan logika kita.

Contoh:
  • Orang yang di bawah sadar berfikir bahwa kerja adalah seni, di kehidupan nyata ternyata tidak mendapat gaji.
  • Ada lagu-lagu rohani lama yang semua di fokus-kan ke surga. Ini membuat orang Kristen jadi miskin. Padahal jika kita diberkati, kita bisa melakukan banyak hal yang Tuhan perintahkan.
  • Pepatah-pepatah kuno yang baik, tapi mempengaruhi bawah sadar kita, dan ujungnya mempengaruhi seberapa besar kita terima berkat:
    • urip mung mampir ngombe (hidup hanya mampir minum).
    • sing penting dapure ngepul (yang penting dapur berasap).

Dalam kehidupan, ada orang-orang yang menabrak logika yang ada. Ini karena ada yang tersimpan di bawah sadar kita. Bagian di bawah-sadar kita ini seperti thermostat (pengukur suhu). Ada titik yang merupakan batasan bagi kita untuk mencapai sesuatu. Berapa "thermostat" kita tentang berkat?

Kita harus sering diingatkan tentang apa yang Tuhan mau dalam hidup kita.

Model kehidupan yang kita lihat juga mempengaruhi cara fikir kita.
Contoh:
P Agung melihat sejak masa mudanya: pendeta hidupnya susah, puasa karena terpaksa, menjadi pendoa bagi orang-orang kaya. Saat lahir baru dan jadi hamba Tuhan, apa yang p Agung lihat bertahun-tahun itu membayanginya. P Agung tidak mau terima gambaran itu sebagai kebenaran. P Agung baca buku Keneth Hagin tentang iman. Hingga p Agung sampai pada kesimpulan bahwa jika mengerti tentang iman, hidupnya tidak akan susah.
Suatu kali p Agung menemani pdt Jeremia Rim saat antri tiket pesawat. Saat akan membayar tiket pesawat, p Agung lihat bahwa uang di dompet ps Rim sangat banyak. Hal ini menghancurkan kesimpulan bawah sadar p Agung yang semula. P Agung sampai pada kesimpulan bahwa hamba Tuhan juga bisa hidup diberkati.

Masing-masing kita punya peristiwa-peristiwa berbeda dalam kehidupan, dan itu membentuk kita.

Ada atmosfir yang mengelilingi dan mempengaruhi kita, menabrak semua logika normal, dan bisa membuat berkat seolah menjauh dari kita.

Ingat bagaimana masa kecil kita, lawan semua yang negatif dengan deklarasi firman Tuhan!

Kita harus belajar dan baca firman Tuhan terus-menerus karena itu akan membersihkan jiwa kita. Perkataan p Yusak yang juga mempengaruhi p Agung: mau surga dan juga mau menikmati dunia.

Cek apakah yang menghalangi kita selama ini adalah
past-programming kita, lalu patahkan. Contoh:
  • Ada yang melihat keluarga-keluarganya bangkrut di masa tua.
  • Sejak kecil terbiasa jika sakit sedikit langsung minum obat. Akibatnya sulit terima mujizat kesembuhan.

5 gadis tidak jahat, tapi bodoh. Kebodohan itu karena kalkulasi di jiwanya keliru. Seringkali kalkulasi yang salah itu oleh karena karena pihak lain, pengaruh lingkungan, atau masa lalu kita.
Jangan didik anak dengan cara menakut-nakuti, karena itu merusak past-programing mereka. Tapi masukkan firman Tuhan, karena itu akan membuat mereka kelak jadi bijaksana.

Beda gadis bodoh dengan yang bijaksana:
1. Yang bodoh hanya ber-reaksi, yang bijak punya antisipasi.
Di jaman itu jika mempelai pria terlambat adalah kejadian umum. Maka tindakan tidak membawa minyak cadangan adalah tindakan yang aneh dan bodoh, dan di luar logika.

Banyak anak Tuhan yang karena didikan masa lalu, mencetak sesuatu di pikiran dan jiwa kita, dan membuat banyak orang kehilangan banyak hal yang Tuhan sudah sediakan.

2. Yang bijaksana menggunakan uangnya untuk meyakinkan bahwa saat mempelai datang, mereka siap menyambut karena pelitanya tetap menyala. Yang bodoh menyimpan uangnya.

Pelita adalah tanda kesiapan melakukan apapun yang Tuhan perintahkan

Nyalakan pelita kita di banyak tempat, manfaatkan dan gunakan uang kita secara tepat sesuai yang Tuhan perintahkan.

Tuhan segera datang, mari songsong Dia dengan pelita yang masih menyala

Gift: lentera, mengingatkan bahwa Tuhan segera datang, dan kita harus siap menyongsong Tuhan dengan pelita yang tetap menyala.

Prosentasi tertinggi angket permintaan materi seminar: intim dan mendengar suara Tuhan.

Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Sesi 3: Repture - Petrus Agung – Rabu, 08 Januari 2014

Rabu, 08 Januari 2014
Sesi 03: Repture
Seminar Bisnis dan Akhir Jaman – Januari 2014
Petrus Agung

Berbagai perkembangan dunia saat ini sudah menggenapi nubuatan para nabi dan juga Tuhan Yesus tentang hal-hal yang terjadi menjelang kedatangan Tuhan yang kedua. Jika kedatangan Tuhan masih tertunda, kita harus melihatnya sebagai sebuah kesempatan dan anugerah yang Tuhan masih berikan, sehingga kita bisa memperbaiki hidup, mempersiapkan diri, dan berbuah lebih banyak. Sehingga saat Tuhan datang yang kedua kalinya, kita akan melihat kemuliaanNya.

Gereja harus selalu diingatkan dari waktu ke waktu bahwa dunia kita tidak selamanya seperti ini, tapi akan ada perubahan yang luar biasa, yang diawali dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua.

Mat 24: 31-44
Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain. (Mat 24: 31)

Ay 31 tergenapi di tahun 1948, ketika Israel yang dilambangkan sebagai pohon ara, berhasil muncul sebagai negara yang berdaulat. Ini berarti waktunya sudah dekat dan sudah di ambang pintu.

Ay 34 – Yang dimaksud dengan "angkatan ini" adalah angkatan dari pohon ara yang mulai bertunas. Ada berbagai teori yang berkata 1 angkatan adalah sekitar 40, 50, 70 atau 80 tahun. Jika kita gunakan 80 tahun, maka 1948 + 80 = 2028. Ini hanya tafsiran, karena Alkitab berkata bahwa tidak ada yang tahu hari dan jamnya. Tapi Alkitab tidak berkata bahwa kita tidak bisa mengetahui tahun-nya.

Di akhir 2005, saat KKR pertama Bahtera, seorang anak Tuhan dari kota lain diperintah Tuhan datang pagi-pagi ke Holy Stadium. Di HS dia mendapat penglihatan sebuah Bahtera yang sangat besar. Maka Bahtera bukan sekedar nama, tapi merupakan tugas bagi kita. Selama hampir 9 tahun Bahtera dibuat Tuhan jadi begitu profetis. Apa yang kita tarikan, deklarasikan, itulah yang terjadi. Semakin hari masa antara Firman dan penggenapannya semakin pendek, mereka yang bisa menyambar dengan cepat akan mengalami percepatan Tuhan.
Ini artinya Tuhan sedang benar-benar membangun Bahtera-Nya di akhir jaman.

Saat Tuhan datang, kita harus didapati sedang melakukan tugas kita.

Ay 40 – pada waktu seperti jaman Nuh akan terjadi pengangkatan/ repture.

Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. (Mat 24: 40-41)

Ini berarti ada orang yang akan ditinggal, dan ada yang akan dibawa.

Hati Bapa: Tidak ada bapak yang tega menyerahkan anak-anaknya kepada musuh untuk disiksa.

Tuhan selalu menawarkan keselamatan kepada manusia. Jangan hidup di luar Bahtera-Nya Tuhan yaitu Yesus, karena Tuhan rindu semua anak-anakNya menikmati kebahagiaan kekal bersama Tuhan.

Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya. (Why 11: 2)

Ada bagian halaman Bait Suci yang sengaja diserahkan. Ini berarti orang Kristen model “halaman” yang harus mengalami masa aniaya besar.
Jika hidup kita terlalu duniawi dan hanya fokus ke dunia, maka akan ada masanya kita bisa memiliki semua yang ditinggalkan oleh mereka yang terangkat. Dengan kata lain kita tidak terangkat.

Fokus kita harus pada Tuhan, karena Tuhan tahu siapa yang hatinya cinta dan merindukan Dia ! Tapi kita juga hidup di dunia dengan cara yang wajar.

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. (1 Kor 15: 51-52)

Tidak semua kita akan mati. Saat nafiri terakhir dibunyikan, akan ada orang hidup yang mendapat tubuh baru. Sedangkan yang sudah mati dibangkitkan dengan tubuh yang tidak bisa binasa. Tubuh baru seperti yang dimiliki Yesus: bisa disentuh, bisa komunikasi, bisa makan, bisa tembus tembok, tapi tidak bisa binasa dan tidak bisa sakit.

Saat inilah waktunya membawa orang-orang kepada Tuhan, sehingga kelak tidak ada penyesalan karena kita melewatkan kesempatan untuk membawa mereka kepada Tuhan.

Mimpi p Agung minggu pagi:
P Agung berdiri di tengah gerbang besar. Tampak Tuhan Yesus, menggandeng 2 orang di tangan kanan dan kiriNya. Orang yang digandeng ini menggandeng orang yang lain lagi, orang selanjutnya menggandeng orang yang lain lagi, hingga jumlahnya begitu banyak.
Tuhan mau percayakan banyak jiwa-jiwa kepada p Agung. Walau gerbang kita besar, tapi ternyata tidak cukup besar untuk jumlah besar yang masih ada di luar.

Gandeng 1 atau 2 orang yang belum kenal Yesus, lalu bawa kepada Yesus!

Tuhan Yesus ingin semua orang diselamatkan dan tidak ada yang binasa!

1Tes 4: 15-18
Saat Tuhan datang kedua kali, yang pertama terjadi adalah kubur dari mereka yang milik Yesus akan terbuka, dan mereka bangkit. Kubur yang tiba-tiba terbuka itu adalah tanda bagi mereka yang hidup bahwa ada sesuatu terjadi. P Agung memperkirakan rentang antara tanda ini dengan pengangkatan hanya berjarak beberapa detik.

Mat 27: 50-53 – Orang di jaman Yesus sudah pernah melihat hal ini terjadi: kubur terbuka, orang kudus bangkit dalam jumlah yang cukup besar, dan menampakkan diri di kota kudus.

Kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat singkat. Maka kita harus meng-kalkulasi hidup seperti apa yang akan kita jalani.

Tahun ini akan terjadi 2 kali bloodmoon (gerhana bulan). Dalam 1000 tahun sudah terjadi 3 kali, tahun ini adalah yang ke-4. Semua berkaitan dengan orang Yahudi, dan terjadi pada hari raya Paskah dan hari raya Tabernakel.
  • Abad 14 Pengusiran orang Yahudi dari Spanyol.
  • 1948 – Israel merdeka sebagai suatu negara.
  • 1967 – Yerusalem direbut Israel setelah perang 6 hari.
Tahun ini, bloodmoon terjadi sekitar April dan Oktober, dan ini akan menciptakan tanda bagi orang Yahudi. Secara prinsip perdamaian antara Israel-Palestina sudah disepakati.

Perkembangan politik Eropa: Austria baru saja melantik menlu berusia 27 tahun. Dia dikenal sebagai orang yang jenius dan tampan. Dia bisa mendamaikan imigran timur-tengah dengan masyarakat asli Austria. Austria diyakini para ahli sebagai bagian dari suku Dan yang hilang. Suku ini yang pertama kali menyembah berhala, dan tidak disebutkan di kitab Wahyu.
Antikris akan meniru Yesus secara keseluruhan. Yesus memulai pelayanan berusia 30 tahun.
Ada kemungkinan menlu Austria ini akan bisa mendamaikan timur-tengah dalam 3 tahun ke depan.

Klip gambaran pengangkatan

Renungkan: dimana kita berada saat repture terjadi? Terangkat atau tertinggal?

Altar call dan
re-commitmen bagi:
  • Mereka yang belum terima Tuhan Yesus
  • Mereka yang hidup jauh dari Tuhan
  • Mereka yang kehidupan doanya kacau
  • Mereka yang hidup semaunya sendiri
  • Mereka yang tidak yakin akan ikut terangkat dalam repture
  • Mereka yang sudah lama tidak ke gereja



Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Save Indonesia – Petrus Agung – Minggu, 06 April 2014

Minggu, 06 April 2014
Save Indonesia
Petrus Agung

Saat Tuhan memberitahukan Abraham tentang yang akan terjadi di Sodom, itu belum keputusan final. Tuhan beri kesempatan Abraham untuk mempertahankan Sodom semaksimal mungkin. Hal ini juga dialami Bahtera. Tuhan beri kita kesempatan untuk menentukan nasib Indonesia. Tuhan tunjukkan berbagai ancaman untuk Indonesia: banyak gunung berapi akan meletus, akan ada upaya pemecah belah, bahkan hingga terjadi pertumpahan darah.

Peneguhan dari hal di atas:
Seorang di luar Bahtera yang bertobat 10 tahun yang lalu, dia mendapat karunia mimpi dalam bentuk asli dan bukan perlambang. Dia sudah mendapat mimpi tentang tsunami Aceh dan lumpur lapindo. Tapi karena sebelumnya tidak punya komunitas, dia tidak lakukan apa-apa. Kali ini orang ini mimpi tentang gunung-gunung yang meletus, dan salah satunya gunung Anak Krakatau, dan dampak letusannya akan sangat besar. Orang ini juga bermimpi melihat pertumpahan darah.

Jika Tuhan memberitahukan manusia tentang suatu bencana, sebenarnya itu berarti masih bisa dibatalkan, dicegah, minimal dikurangi dampaknya.

Berkaitan dengan semua hal yang didapat tersebut, maka kita harus mendoakan bangsa kita. Salah satu hal yang harus dilakukan adalah mematok bagian tengah Indonesia:
  • Untuk seluruh wilayah Indonesia, darat dan laut, titik tengahnya adalah selat Makasar (antara pulau Sulawesi dan pulau Kalimantan). Dikerjakan oleh p Luky dari Mahanaim, p Yohanes Temanggung, dan bu Ribka (Tim 1).

  • Untuk wilayah daratan saja, titik tengahnya adalah sebuah gunung di Kalimantan Tengah, dekat Palangkaraya (Tim 2).


Tim 1 berangkat dari Mamuju, Sulawesi Barat, dikawal oleh 4 aparat. Selat Makasar dikenal sebagai "segitiga bermuda" Indonesaia. Banyak kecelakaan di daerah itu: jatuhnya Adam Air, tenggelamnya kapal Tampomas. Di daerah itu magnetik-nya kuat, tidak ada sinyal apapun.
Mobil dari tim 2 menabrak motor, dan pengendaranya terpental. Mobil dan motor rusak. Pengendara motor sempat pingsan, tapi setelah didoakan lalu bangun dan hanya luka ringan. Setelah itu tim 2 tidak bisa komunikasi karena tidak ada sinyal. Lama perjalanan harusnya 12 jam, dengan menumpang mobil proyek bisa ditempuh hanya dalam 5 jam.

2 tim belum kembali sesuai jadwal. Tim 1 kehabisan bahan bakar, sehingga hanyut hingga bergeser mil dibanding posisi yang seharusnya. Tim pencari baru berangkat jam 8 pagi, tapi setelah 1 jam balik lagi karena ombak besar dan salah satu mesin mati. Helikopter yang akan disewa terjebak badai, mendarat di bukit, dan tidak bisa menembus awan. Kapal cepat yang akan dikirim tim SAR kehabisan behan bakar, dan perlu 4 jam untuk beli di kota lain. Akhirnya yang diberangkatkan untuk mencari: kapal perang AL dan pesawat F16 AU.
Pertolongan Tuhan: Tim 2 yang di gunung tinggal di rumah salah satu pemimpin desa. Tim 1 yang di laut ditolong dan ditarik oleh kapal nelayan, setelah bu Ribka berteriak-teriak minta tolong.
Semua ini dilakukan karena kita sedang menghadapi sesuatu yang sangat serius bagi bangsa Indonesia.

Apapun yang akan Tuhan kerjakan terhadap suatu bangsa, selalu ada ukurannya. Dan dilambangkan dengan
cawan.

Kej 15: 13-16
Saat akan membentuk bangsa Israel, rahimnya di Mesir, disemai selama 400 tahun dan diperbudak. Selama perbudakan mereka tidak dibayar, saat keluar dari Mesir mereka merampasi kekayaan orang Mesir. Tuhan tidak semena-mena dengan menyingkirkan bangsa Kanaan, tapi dalam keadilanNya itu tidak dilakukan karena kedurjanaannya belum genap.

Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genapTetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap (Kej 15: 13-16)

Jika suatu bangsa bersikap durjana, tapi seolah-olah tidak ada dampaknya secara langsung, itu karena cawan/ takaran Tuhan belum penuh.

Saat Tuhan hendak memusnahkan sebuah bangsa, ada ukuran kedurjanaan dan kejahatan yang harus digenapi. Sebaliknya untuk menyelamatkan dan mengubah suatu bangsa, maka diperlukan takaran tertentu yang harus dipenuhi.

3 takaran/ cawan yang harus kita perhatikan:
1. Cawan doa
Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus. (Why 5: 8)

Doa kita diukur dan ditimbang dengan sebuah cawan emas yang dipegang oleh para tua-tua. Saat cawan penuh dan naik ke hadapan Tuhan, maka akan dilemparkan ke bumi dan menghasilkan kegerakan yang luar biasa.

Why 8:1-5

Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi. (Why 8: 4-5)

Untuk mengubah bangsa Indonesia, kita harus penuhi cawan doa kita, minta Tuhan ubah dan selamatkan bangsa Indonesia. Jika kita tidak ikut berdoa, maka cawan doa tidak segera penuh. Jika cawan itu tidak penuh, tidak ada alasan bagi Tuhan untuk bergerak menyelamatkan bangsa kita, karena tanggung-jawab mendoakan bangsa ada di tangan kita.

Keep on asking and it will be given you; keep on seeking and you will find; keep on knocking [reverently] and [the door] will be opened to you (Mat 7: 7, AMP)

Kita diajarkan untuk tidak jemu-jemu berdoa karena itu mengisi cawan doa kita. Jika dalam pergumulan, doa kita belum dijawab, kita harus terus berdoa karena takarannya belum penuh. Jika yang kita berdoa untuk orang lain, atau hal yang lebih besar seperti kota atau bangsa, maka takarannya beda.

dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga- jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus- putusnya untuk segala orang Kudus, (Ef 6: 17-18)

Ada doa dan permohonan yang harus kita naikkan tanpa putus, supaya cawan doa itu penuh.

Pilih salah satu hari dalam seminggu hingga pemilihan Presiden, untuk doa-puasa bagi bangsa Indonesia, supaya cawan doa penuh.

2. Cawan deklarasi
and has made us kings and priests to His God and Father (Why 1: 6a, NKJV)

Tuhan membuat kita menjadi raja-rajaNya dan imam-imamNya.
And have made us kings and priests to our God; And we shall reign on the earth (Why 5: 10, NKJV)

Menjadi imam-imam dan raja-raja dari Tuhan adalah mandat dan
destiny kita. Artinya kita diberi kehormatan dan mandat oleh Tuhan untuk ikut menentukan apa yang terjadi pada bangsa kita.

Jika kita diam, maka setan akan meraja-lela. Tapi jika imam-imam dan raja-raja bertindak, maka hasilnya akan luar biasa!

Kekuatan imam-imam dan raja-raja: yang mereka ucapkan akan terjadi !

Raja-raja mengucapkan hal-hal yang berkaitan dengan kejadian-kejadian di dunia. Imam-imam mengucapkan hal-hal yang berkenaan dengan kerohanian seseorang.

You will make your prayer to Him, and He will hear you, and you will pay your vows. You shall also decide and decree a thing, and it shall be established for you; and the light [of God's favor] shall shine upon your ways (Ayb 22: 27-28, AMP)

Kita akan memutuskan (
decide) dan mendeklarasikan (decree) sesuatu, dan itu akan terjadi. Doa adalah tugas imam di perjanjian lama. Sedangkan decide and decree adalah tugas seorang raja.

And since we have the same spirit of faith, according to what is written, “I believed and therefore I spoke,” we also believe and therefore speak (2Kor 4:13, NKJV)

Percaya (
beliving) dan berkata-kata (speaking): apa yang kita percayai, itu yang kita katakan !

Contoh:
  • Tuhan ubah nama seseorang supaya nasibnya berubah. Abram jadi Abraham, Sarai jadi Sara.
  • Beberapa anak peserta red carpet tidak punya biaya untuk ke luar negeri, mereka menulis nama negara, ditempel di dinding, dan memperkatakannya. Akhirnya mereka bisa berangkat.
  • Perwira Romawi minta Yesus berkata, maka hambanya sembuh.

Jangan biarkan dekrit orang lain menguasai hidup kita:
  • Saat orang berkata kita “seperti orang susah” - katakan “aku orang paling berbahagia”
  • Saat orang berkata “wajahmu tidak meyakinkan” - katakan “sedang dalam proses perubahan yang luar biasa”
  • Saat orang berkata “kamu koq selalu sial?” - tolak dalam nama Tuhan Yesus, “aku orang yang diberkati dan berkelimpahan”.
  • Saat orang berkata “Indonesia gawat“ - balikkan “Indonesia akan jaya, mulia, dan dilawat Tuhan dengan luar biasa!”

Tujuan Tuhan memberikan radio Rhema adalah supaya Firman disampaikan dan udara dipenuhi kebenaran. Deklarasikan Firman Tuhan setiap kali memasuki tempat kerja/ usaha kita.

Kita bukan mengingkari fakta yang tidak baik, tapi kita menetapkan hal sebaliknya yang dari Tuhan.

3. Cawan Kebaikan
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan,tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!(Rm12:21)

Keributan, kerusuhan dan huru-hara adalah kejahatan. Benih-benih kejahatan: dikecewakan, tertipu, marah, dikhianati, tertindas, dll. Benih ini bisa dipadamkan dengan kebaikan.

Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! (Fil 4: 5)


Yang harus kita lakukan:
  • Gerakkan semua di sekitar kita untuk berdoa dan berpuasa bagi bangsa.
  • Deklarasi bagi bangsa dan bagi diri sendiri!
  • Lakukan/ tebar kebaikan:
    • Anak sekolah membagikan mainan kepada yang tidak mampu
    • MK membagikan makanan di jalan-jalan
    • Jaringan impact: membagikan sarung di daerah yang paling miskin di lokasi masing-masing. Sarung asosiasi dengan ibadah. Bangsa kita perlu "di-sarungi", supaya malu untuk berbuat buruk (korupsi dll)

Pengumuman:
  • Yang tergerak: beli sarung, kumpulkan ke gereja, gereja yang akan menyalurkan. Hubungi: Samuel Elisa Purnomo (081 805 82 000 3). Bagi yang akan menyumbang dalam bentuk uang ke rekening BCA 898 500 8091 a/n Samuel Elisa Purnama. 1 pcs harganya 20 ribu.

  • Seminar 1 dan 2 Mei, souvenirnya replika cawan.


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064