Thursday, December 11, 2014

The Gate – Petrus Agung – Minggu, 07 Desember 2014

Minggu, 07 Desember 2014
The Gate
Petrus Agung

Pengantar
Pada KKR Bahtera bulan Desember akan ada 6 gerbang. Mulai minggu ini p Agung akan berikan pengantar dan pengenalan atas gerbang-gerbang tersebut. Pada 24 Desember malam (ibadah natal) JKI Injl Kerajaan akan mendahului dengan masuk 1 gerbang lebih dulu: gerbang pengenalan terhadap Roh Kudus secara pribadi. Karena tanpa pengenalan akan Roh Kudus akan sulit untuk memasuki gerbang-gerbang yang lain. Saat KKR jemaat bisa memasuki gerbang yang lain.
Untuk memasuki kerajaan surga yang mempengaruhi adalah apakah kita kenal pada Tuhan Yesus atau tidak, bukan seberapa kita tahu tentang Alkitab.

Gerbang
Kej 28: 10-22
Gerbang di Alkitab adalah tempat yang sangat penting. Keputusan-keputusan yang penting diputuskan penatua-penatua kota di gerbang kota. Kesepakatan bisnis juga dilakukan di gerbang kota, karena transaksi bisnis memerlukan saksi, dan saksi duduk di gerbang kota.

Contoh hal-hal yang dilakukan di gerbang kota:
  • Boas menebus Rut
  • Lot adalah salah seorang pemimpin kota sodom

Dalam kehidupan, seringkali Tuhan membawa gerbangNya menghampiri seseorang.

Yakub tidak sedang mencari gerbang, melainkan gerbang itu yang mendatangi Yakub. Saat gerbang menghampiri seseorang, artinya:
  • Akan ada keputusan-keputusan penting akan diambil atas hidupnya
  • Akan ada “transaksi-transaksi” penting berlaku dalam hidupnya
  • Ada kairos Tuhan yang datang dalam hidup kita.

Kairos adalah waktu Tuhan membuka kesempatan yang luar biasa. Jika kita bisa ambil kairos itu, akan ada perubahan hidup yang luar biasa. Kairos adalah gerbang Tuhan yang mendatangi kita. Jika kesempatan yang datang itu kita biarkan, maka akan lewat.

1. Tuhan yang lulus ujian

Hari itu Yakub belum menyebut Allah sebagai Tuhan-nya. Tuhan dipanggil sebagai “Allah Abraham” sejak saat Tuhan memanggil Abraham untuk keluar dari Ur-Kasdim, dan Abraham menyetujuinya. Tuhan dipanggil sebagai “yang disegani oleh Ishak” atau “Allah Ishak” setelah Abraham rela mengorbankan Ishak.

Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku. (Kej 28: 20-21)

Sebelum Yakub memanggil Tuhan sebagai “Allah Yakub”, Yakub meminta bukti pada Tuhan: memberi makanan, pakaian, keselamatan untuk kembali ke rumah ayahnya. Perlu kekurang-ajaran yang luar biasa bagi seorang mahluk ciptaan menguji penciptanya.

Sebutan “Allah Yakub” artinya “Tuhan yang lulus ujian”

Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu. (Kej 28: 20-21)

Bagian dari nasar Yakub adalah mendirikan tugu dan rumah Allah dari batu alas tidurnya, dan menyerahkan sepersepuluh hasil kerjanya kepada Tuhan.

Perpuluhan bukan pajak. Perpuluhan pertama muncul kira-kira 400 tahun sebelum taurat muncul, saat Abraham mengembalikan 1/10 jarahan pada Melkisedek.

Yakub bernazar akan membangun rumah Tuhan dan mengembalikan perpuluhan. Ini bagian dari pengikatan perjanjian antara Yakub dan Tuhan, dan juga pengakuan Yakub atas Tuhan.

Kita tidak perlu menunggu Tuhan melakukan sesuatu bagi kita (memberi makan, pakaian, dll). Akan lebih luar biasa jika seseorang yang tidak mempunyai apapun mau memberikan perpuluhan. Ini artinya orang itu percaya bahwa Tuhan bisa membirakan segala sesuatu kepadanya: makanan, pakaian, keselamatan, dan shalom.

Kesaksian pembicaraan beberapa hamba Tuhan.
Salah seorang berkata bahwa dia tidak punya pemasukan, makanannya dari pemberian orang lain, maka tidak bisa memberi perpuluhan. P Samuel Elkana memberikan solusi: orang ini bisa ambil 1 sendok nasi setiap kali makan, tambahkan lauk, dibungkus, lalu berikan itu kepada orang yang tidak mampu dan kesulitan mencari makan.

Orang yang mengembalikan apa yang menjadi hak Tuhan adalah orang yang percaya pada Tuhan, percaya bahwa hidupnya karena berkat dan penyertaan Tuhan.

Bring your full tithe to the Temple treasury so there will be ample provisions in my Temple. Test me in this and see if I don't open up heaven itself to you and pour out blessings beyond your wildest dreams. For my part, I will defend you against marauders, protect your wheat fields and vegetable gardens against plunderers. " The Message of GOD-of-the-Angel-Armies. "You'll be voted 'Happiest Nation. ' You'll experience what it's like to be a country of grace. " GOD-of-the-Angel-Armies says so (Mal 3: 10-12, MSG)

Janji Tuhan bagi umatNya yang mengembalikan perpuluhan:
  • Membuka pintu Surga
  • Melimpahkan berkat yang melampaui semua mimpi kita yang paling liar
  • Menjaga dan mempertahankan kita terhadap perampok
  • Melindungi “kebun gandum” dan “taman sayuran” kita terhadap semua perompak
  • Orang lain akan menyebut kita sebagai bangsa yang berbahagia
  • Kita akan mengalami bagaimana rasanya menjadi negara yang penuh dengan anugerah

Masa ketika gerbang Tuhan mendekati kita adalah masa penentuan!

Momen saat gerbang Tuhan mendekati kita adalah waktu bagi kita untuk menghadapkan kerinduan hati, kebutuhan dan keinginan kita kepada Tuhan.

I am the gate; whoever enters through me will be saved. He will come in and go out, and find pasture (Yoh 10: 9, NIV)

Gerbang yang mendekati kita adalah Yesus sendiri!


2. Pengurapan

Alas kepala saat Yakub bermimpi berubah jadi monumen/ tugu, bahkan kelak menjadi rumah Tuhan.

Saat gerbang mendekati kita, itu saat impian kita jadi kenyataan.

Banyak orang tidak mengalami apapun karena tidak punya impian, atau tidak berani bermimpi, atau sudah bermimpi tapi tidak menanggapi mimpi itu dengan serius.

Saat terbangun, Yakub mengurapi batu alas tidurnya. Arti tindakan ini:
1. Yakub men-sakral-kan / mengkuduskan mimpinya, dan percaya semuanya akan jadi nyata.
Wujud fisik yang masih bisa dipegang Yakub dari mimpinya adalah batu alas tidur.

Jika kita punya impian: jangan pernah dilepaskan, dipadamkan atau dimatikan.

2. Urapan menjaga ke”waras”an rohani kita
Di dalam ikut dengan Tuhan kita perlu keseimbangan. Karena jika setan tidak bisa hentikan kita, dia akan dorong kita. Akibatnya kewarasan secara rohani hilang.

Urapan adalah tradisi yang dilakukan para gembala. Di timur tengah, saat musim panas, lalat mengganggu dengan luar biasa. Bahkan salah satu sebutan iblis adalah Beelzebub (raja lalat).
Lalat suka mengganggu domba dengan masuk ke lubang hidung dan lubang telinga. Lalat masuk, lalu bertelur. Saat telur menetas menjadi larva, larva akan memakan bagian dalam telinga. Bahkan masuk hingga ke otak. Jika sudah masuk otak, akan jadi domba gila yang membenturkan kepalanya ke mana saja: batu, pohon, dll, untuk mengeluarkan apa yang mengganggu di kepalanya.
Untuk mengatasi hal ini, para gembala selalu mengurapi kepala dan telinga domba dengan minyak. Minyak itu akan membuat lalat terperangkap dan mati, tidak bisa mengganggu lagi.

Anak Tuhan yang terlalu banyak dengar berita negatif seperti domba yang membiarkan lalat masuk dan bersarang di telinga. Ujungnya akan menjadi seperti domba gila, emosional dan menabrak kesana-kemari.

Saat gerbang mendekati kita, hidup kita harus di dalam pengurapan Tuhan, sehingga suara setan tidak membuat kita jadi gila.

Jiwa manusia seringkali rapuh. Ketika sesuatu yang ekstrim mengenai jiwa kita, itu akan berdampak sangat banyak. Orang yang tidak biasa minta diurapi Tuhan, akan rentan dengan kata/ pendapat orang lain tentang dirinya. Ini menciptakan kegilaan-kegilaan yang tidak perlu.

Ilustrasi
Sebuah perusahaan ingin mendapatkan manajer-manajer hebat. Syaratnya: waras dan tidak edan. Ujiannya : Ada kamar mandi, bak besar penuh air, gayung dan sendok. Tugas: menguras bak hingga kering. Orang pertama menggunakan gayung, orang kedua menggunakan sendok, orang ketiga menggunakan gayung dan sendok. Maka semua pelamar tidak lulus, karena untuk menguras bak cukup dengan membuka sumbat bak mandi.

Seringkali kita menganggap apa yang kita lihat sebagai caranya. Padahal ada banyak faktor yang datang dari Tuhan, yang seringkali tidak kita perhatikan. Salah satu faktor terpenting adalah saat gerbang Tuhan mendekati kita. Saat gerbang Tuhan datang dalam hidup kita, kita harus minta pengurapan Tuhan, tinggal dalam covenant/ perjanjian dengan Tuhan. Tujuannya agar dikuduskan dan terhindar dari beelzebub. Karena selama masa menanti janji Tuhan, iblis akan meniupkan: "mana janji Tuhan ?". Jika kita tidak di bawah pengurapan, maka kita jadi tidak beriman, dan tak ada apapun yang terjadi.

3. Membangun tangga

Saat mimpi, Yakub melihat tangga dibangun dari bumi sampai ke Surga, lalu ada malaikat TURUN dan naik (bukan naik dan turun)

Dibutuhkan orang yang punya kerinduan untuk membangun sesuatu, sehingga dia bisa menyentuh Surga. Jika itu jadi, akan berdampak pada Surga, dan dampaknya Surga akan turun kepada kita.

Segala hal harus selalu dimulai dengan kerinduan, doa, iman, dan penyembahan kita.

Semua kerinduan, doa, iman dan penyembahan yang kita lakukan seperti membangun tangga, menaikkan dupa ke tahta Tuhan. Semua itu bukan sekedar ritual. Saat “tangga” itu mencapai titik tertentu, maka malaikat akan turun mendatangi kita, lalu naik dan menarik kita ke atas.

Dengarkan pujian di manapun, karena itu membangun tangga untuk naik ke atas.

Kata shalom muncul pertama saat Abraham diminta Tuhan pergi ke tanah perjanjian. Menurut seorang rabbi Yahudi, kata shalom gambarannya seperti tangga yang membuat seseorang naik ke atas hingga mencapai kesempurnaan.

Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. (Mat 10: 12-13)

Shalom juga berarti damai, prosper, kebahagiaan, tangga naik hingga kita menyentuh surga.

Saat gerbang mendekati kita, tangga kita harus sudah siap. Maka tangan Tuhan terulur dan mengangkat kita naik sehingga mencapai kesempurnaan.

Ada orang bertanya: mengapa banyak hal tertutup bagi hidup nya?
Surga itu seperti ruang besar, di depannya ada banyak pintu, semua menuju destiny yang Tuhan tetapkan bagi masing-masing kita. Banyak orang masuk ke pintu yang salah, sehingga tidak bisa membukanya. Jika kita bisa masuk ke pintu yang tepat, itu seperti membuka semua pintu yang lain.

Ilustrasi
Seseorang menggemari menikmati lukisan. Tapi tidak berbakat melukis. Dia kaya dengan berdagang. Setelah kaya, dia mampu membeli dan menikmati lukisan-lukisan yang mahal.

Saat kita masuk gerbang yang benar, maka kita akan memiliki semuanya

Saat di Surabaya p Agung bertemu ps Kong Hee. Ps Kong Hee berkata kepada teman-temannya bahwa p Agung “gila” karena mengijinkan anak-anaknya pergi ke negara-negara ekstrim saat
red carpet. P Agung berkata bahwa yang lebih “gila” adalah Bapa di Surga yang memberikan anakNya: Yesus, untuk menebus orang-orang seperti kita.

Belajar bersyukur bukan hanya berkat yang kita terima, tapi juga berkat yang diterima orang lain.

Kata “waktu” dalam bahasa Ibrani adalah kesempatan (
oprtunity). Bahkan waktu 2 detik bisa mengubah semua keadaan, contohnya dalam pertandingan basket.

Jangan buang setiap kesempatan dan waktu sekecil apapun yang tersisa bagi kita, karena itu bisa mengubah segalanya

Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp 085 727 868 064

No comments:

Post a Comment