Wednesday, August 5, 2015

Who We Are – Petrus Agung – Minggu, 02 Agustus 2015

Minggu, 02 Agustus 2015
Who We Are (Siapa kita di hadapan Tuhan)
Petrus Agung

Seringkali sebuah nama disebut dalam Alkitab, lalu diikuti sebutan atau predikat yang mengikuti. Ternyata sebutan itu mempengaruhi destiny dan hal-hal yang akan kita alami dengan Tuhan.

Orang percaya yang kenal siapa dirinya di hadapan Tuhan, maka cara pandangnya akan berbeda.

1. Percaya walau belum melihat
Hak 6: 11-12
Ay 11 – Gideon bukan pemberani, karena dia bersembunyi
Ay 12 – nama Gideon diberi atribut oleh Tuhan, dan isinya berlawanan dengan kenyataannya

TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani (Hak 6: 12b)

Manakah yang mau kita percayai: janji Tuhan atau kenyataan dalam hidup kita?
Pada kenyataannya tidak mudah untuk memegang janji Tuhan. Saat mendengar kata malaikat, Gideon bisa berfikir bahwa hal itu ejekan atau sindiran.

Ketidaksabaran kita sering mematikan janji Tuhan.
Kita harus sabar dan memberi waktu dan kesempatan kepada Tuhan menggenapi janjiNya.

Kesaksian
Ayah P Agung memberi buku tentang kisah dari Tan Hok Tjuan, pendiri sinode gereja Isa Almasih. Di bagian akhir ada kesaksian dari beberapa orang yang pernah mengalami hidup bersama beliau.

Kesaksian ayah p Agung di buku tersebut:
Saat p Agung masih bayi, dalam penyerahan anak, pendeta Tjuan dan ps Charles Doss (Amerika) bernubuat. Nubuat pdt Tjuan untuk p Agung: suatu hari akan disebut Petra, melalui hidupnya akan membangun gereja, bangsa-bangsa akan datang kepadanya, dan dia diberkati luar biasa.
Ps Doss juga bernubuat: di abad-mu gerbang akan terbuka sangat lebar, sahat itu harus cepat lari dan masuk sambil membawa pasukan masuk, tabur benih yang kudus sampai tuaian terjadi, menuai luar biasa, mengalami lawatan Tuhan, sampai sungai Efrat dikeringkan malaikat.

Kenyataannya:
Di TK kelas 0 besar, papi-mami p Agung harus me-loby ke guru, karena nilainya pas, bahkan harus les. Di masa sekolah P Agung sebal karena tidak bisa bermain, harus les, tapi nilai tetap 6. Lulus SD nilainya pas-pasan. P Agung daftar hanya di satu SMP terbaik, dan ternyata diterima.
Di SMP p Agung hampir tidak naik kelas, karena nilai merahnya 7.
Latar belakang ini membuat P Agung tidak suka bersaing, karena itu artinya akan kalah lagi. Orang yang sering menang akan suka bersaing, karena suka merasakan kemenangan.
Selesai SMP daftar hanya di 1 SMA terbaik, dan diterima. Tes hasil masuk p Agung rata-rata 8,9.
Selesai SMA hanya daftar 1 universitas: UNDIP, dan diterima.
Nubuatan tentang p Agung luar biasa bagus, tapi kenyataannya di awal sangat tidak qualified.

P Agung besar sebagai anak yang minder, dari dasarnya tidak mungkin jadi hamba Tuhan. Hari ini nubuatan tentang p Agung itu sudah digenapi Tuhan. Tuhan tidak pernah lupa dengan apa yang Dia janjikan dan rencanakan, tidak ada yang tidak mungkin bagi orang yang percaya kepadaNya.

Pegang saja firman Tuhan! Tuhan sanggup menggenapi apa yang Dia janjikan dalam hidup kita!


2. Reputasi Tuhan adalah menggenapi janjiNya
Est 6: 13
Istri Haman berkata bahwa suaminya akan kalah, jika Mordekhai adalah Yahudi. Nama Yahudi diambil dari nama Yehuda. Ada perjanjian antara Tuhan dengan suku Yehuda: tongkat kerajaan (artinya otoritas dan kekuasaan) tidak akan beranjak dari suku Yehuda.

Kesaksian KKR Linz, Austria
P Agung mendapat visi dari Tuhan untuk Eropa, tapi p Agung tidak punya kontak. Tuhan kirimkan pendeta asal Iran. Tiga minggu sebelum acara, hanya 40 orang bersedia hadir dari 120 tempat yang tersedia. Dengan bantuan kepala sekolah Alkitab Betlehem, maka pada hari H ada 100-an peserta KKR di Linz Austria. Ada 2 kelompok hadir: hamba-hamba Tuhan berbahasa Persia dan berbahasa Arab. Kedua kelompok ini semula tidak bisa makan bersama, tidak bisa tidur di lokasi yang sama, tidak bisa duduk di tempat yang sama. Di acara malam, pendeta dari Iran mengakui bahwa sakit hati terhadap orang Arab, padahal konflik-nya beberapa abad yang lalu. Hari itu terjadi rekonsiliasi.

Kesaksian KKR Cologne, Jerman
ada 2 kelompok juga, jumlah masing-masing kelompok sama besar. Kelompok Arab adalah dari Kristen tradisional keturunan, jadi merasa tidak ada kaitan dengan perseteruan dengan orang-orang Kristen Persia. Tempat dengan kapasitas 180 orang dihadiri 200 jiwa lebih. Di acara terakhir, perlu pemulihan terlebih dulu bagi hamba-hamba Tuhan Persia, barulah mereka bisa mengikuti ibadah penutupan bersama-sama, dan terjadi rekonsiliasi.

Beri waktu kepada Tuhan untuk menggenapi janjiNya, jangan kecewa, walau kadang di awal segalanya terlihat kacau. Orang yang mau berpegang pada yang Tuhan katakan, akan mengalami hal-hal yang luar biasa.

Eropa sedang kebanjiran pengungsi dari Afrika dan Timur Tengah. Beberapa gereja lokal Eropa bergerak menjangkau dan mem-
follow up para pengungsi itu.

Reputasi Tuhan menggenapi janjiNya dikenal bahkan oleh orang-orang yang di luar umat Tuhan.
Bahkan Tuhan rela mati bagi kita karena reputasiNya menepati janji-janjiNya

> Klip pelayanan di Eropa

Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064


Pembukaan – Kesaksian Mesir
Presiden Mursi pernah ingin merubah Mesir jadi negara agama, dan bersumpah bahwa partainya akan berkuasa selama 400 tahun. Suatu kali ada demo besar-besaran. Gereja dari Philip (asal Mesir, worship leader untuk KKR Eropa) dibuka sebagai rumah sakit darurat. Mendengar sumpah Mursi, sejumlah 78 ribu orang-orang Kristen berdoa bersama dan meneriakkan nama Yeshua. Di puncaknya ada seseorang berdiri dan bernubuat bahwa Mursi harus jatuh. Besoknya ada kudeta, dan Mursi jatuh.

Jangan pernah sepelekan nama Yesus. Setiap kali menghadapi masalah yang di luar kemampuan manusia, sebut nama Yesus, Nama di atas segala nama! Maka sesuatu yang Ilahi akan terjadi.

No comments:

Post a Comment