Wednesday, November 4, 2015

Minta, Cari dan Ketuk – Petrus Agung – Minggu, 01 November 2015

Minggu, 01 November 2015
Minta, Cari dan Ketuk
Petrus Agung

Pembukaan – Generasi Muda
Banyak gereja yang kehilangan generasi mudanya. Bahkan di salah satu sinode besar di Indonesia 80% gerejanya tidak lagi memiliki kebaktian kaum muda. Di Semarang, rata-rata hanya ada 20 anak muda di setiap gereja. Tidak banyak yang sadar bahwa ini "lampu kuning" untuk kegerakan di Indonesia. Alkitab berkata bahwa pada akhir jaman orang-orang muda akan mendapat pengelihatan-pengelihatan dan visi-visi yang hebat. Jika anak muda tidak ada di gereja, akan ada masalah besar.
Saat Bob Wainer berkhotbah di gereja dr Cho (Korea Selatan), sebagian besar yang hadir berusia setengah baya, anak mudanya tidak lagi ada di gereja. Generasi muda di Korea saat ini menyebut diri mereka sebagai free thinker, artinya cenderung atheis. Akibatnya kegerakan di Korea menurun.

Tuhan tidak mau generasi muda Indonesia terhilang dan terlalu sekuler

Penyebab fenomena ini salah satunya adalah gereja Tuhan sendiri. Banyak gereja yang tidak perduli dengan jiwa-jiwa baru, hanya fokus mengurusi jemaat yang sudah ada. Yang "mengusir" anak muda dari gereja seringkali adalah roh agamawi yang dibiarkan berkembang di dalam gereja Tuhan. Bahkan Yohanes pembabtis mendapat rhema Tuhan di padang gurun, bukan di lingkungan agama Yahudi.

Kesalahan gereja di masa sebelumnya
Mahatma Gandhi, India, suka membaca. Saat membaca Injil, dia suka dengan Tuhan Yesus. Satu hari Gandhi datang dengan pakaian tradisional India dan telanjang kaki. Di masa itu ke gereja harus menggunakan baju resmi dan jas. Karena penampilannya itu, Gandhi diusir oleh usher.
Gandhi marah, dan sampai akhir hayatnya tidak pernah berikan hidupnya pada Yesus. Jika saat itu perlakuan usher berbeda, maka saat ini kekristenan akan sangat berpengaruh di India.

Anak muda punya budaya (
culture) yang berbeda. Ada gab/ jarak antara generasi tua dan generasi muda. Kita tidak bisa tarik anak-anak muda ke budaya orang-orang dengan usia yang lebih tua. Tapi Yesus relevan bagi semua usia, tapi gereja masa kini masih harus banyak belajar. Kunci kegerakan dari setiap generasi adalah anak-anak muda.

Contoh:
Saat Yesus memberi makan 5 ribu orang, yang membawa 5 roti dan 2 ikan adalah seorang anak muda. Mereka semua bisa ikut Tuhan selama 3 hari, tanpa panitia dan bekal. Seorang anak muda bisa ikut Tuhan selama 3 hari, tanpa panitia dan tidak diberi makan, maka ini hanya mungkin karena pekerjaan Roh Kudus. Kisah ini bercerita juga bahwa Yesus selalu relevan dengan semua usia.

Minta, Cari dan ketuk
Luk 11: 9-13
Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu (Luk 11: 9)

Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu (Yoh 16: 24)

Tuhan seperti menantang kita dengan kebaikanNya: "mintalah !".
Dulu p Agung berfikir bahwa orang tidak perlu diajari tentang meminta, karena semua orang bisa melakukannya. Ada hal-hal yang perlu dipelajari supaya kita bisa meminta dengan bijaksana dan tepat, dan ini perlu kecerdasan. Karena jika tidak, ujungnya akan sia-sia.

3 aspek dalam hal meminta
1. Ada permintaan-permintaan yang membawa tuntutan konsekuensi tertentu

Mat 20: 20-22
Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat." (Mat 20: 22)

Permintaan istri Zebedeus membawa konsekuensi: apakah Yohanes dan Yakobus memiliki kekuatan/ power/ kemampuan untuk minum dari cawan yang Tuhan minum.
Banyak orang berfikir bahwa Tuhan bisa kabulkan permintaan kita begitu saja. Tapi ada permintaan-permintaan yang memiliki konsekuensi.

Kesaksian
Rombongan yang ke Israel pergi ke Hebron, yaitu gua Makhpela (makam Abraham-Sara, Ishak-Ribka, Yakub-Lea). Hebron adalah daerah Palestina, yang menjaga daerah itu adalah tentara Israel.
Selesai acara, saat kembali ke bis, ada 4 remaja lokal setempat sedang duduk-duduk, remaja terkecil meminta uang. Pakaiannya lusuh. Saat diberi gelang, anak ini minta jam tangan, tapi tidak ada yang memberi. Setelah jemaat naik bus, anak-anak itu berjualan souvenir.
Salah seorang anggota rombongan memberi $20 ke salah satu anak, dengan harapan dibagi antara mereka berempat. Saat melihat uang, seorang anak diluar yang lebih besar lari dan menyambar uang itu. Anak kecil itu menangis menjerit-jerit dan memaksa minta uang lagi pada si pemberi.
Sopir bis bertindak tegas, menarik anak ini keluar bis. Anak kecil ini mengganjal pintu bis, bahkan menghadang di depan bis. Bis dijalankan pelan-pelan, baru anak itu menyingkir.
Setelah masuk wilayah Israel, baru ketegangan mereda.
Pesan dari sopir bus kepada jemaat: jika tidak mau dirampok, jika di Hebron: jangan beri apapun. Bulan sebelumnya ada kejadian serupa, ujungnya kaca belakang pecah karena dilempar batu.

Anak-anak ini tinggal dekat makam Abraham-Ishak-Yakub, tapi kehidupannya tidak mewarisi apapun dari yang dimiliki Abraham-Ishak-Yakub. Sementara itu rekan p Agung yang adalah orang Indonesia, memulai usaha dengan hanya berjualan pisang goreng, hidup ribuan kilometer dari makam itu, sekarang diberkati, dan bisa menikmati warisan Abraham. Saat menerima kebenaran Tuhan, hidup seseorang bisa berubah.

Ternyata ada orang-orang yang tidak bisa diberi apa-apa, karena saat diberi justru dampaknya buruk
Tuhan dalam kasihNya memberi atau menolak permintaan kita, karena Tuhan tahu konsekuensinya.

Ilustrasi:
Orang tua mengajak anaknya ke mall, dan menawarkan anaknya untuk minta apapun. Si anak minta pisau yang sangat tajam. Karena kasih sang ibu, si ibu akan berkata "tidak".

Tuhan tidak pernah menyangkali janjiNya, tapi semua janji dan kebaikanNya selalu didasari oleh kasihNya yang besar. Tuhan tahu memilihkan yang terbaik bagi anak-anakNya, jangan pernah marah, kecewa dan curiga kepadaNya.

2. Permintaan yang tidak berhikmat/ bijaksana
Kej 47: 13-19
Saat terjadi bencana kelaparan, orang Mesir masih punya uang. Di tahun pertama mereka gunakan uang untuk membeli gandum, yang merupakan bahan dasar membuat roti. Untuk membuat roti, mereka harus beli bahan lain untuk mengolah gandum hingga jadi roti.
Di tahun berikutnya permintaan orang Mesir masih kurang bijaksana: meminta makanan, artinya sesuatu yang sudah diolah dan bisa langsung dimakan. Akibatnya seluruh ternak orang Mesir jadi milik Firaun untuk membayar roti.
Setelah uang dan ternak habis, orang Mesir datang ke Yusuf lagi, dan meminta BENIH. Ini permintaan yang bijaksana.

Berikanlah benih, supaya kami hidup dan jangan mati, dan supaya tanah itu jangan menjadi tandus. " (Kej 47: 19b)

Jika kita meminta sesuatu yang konsumtif dan tidak bisa di multiplkikasi, suatu hari akan habis. Ini adalah permintaan yang tidak bijaksana. Permintaan yang bijaksana adalah meminta "benih", karena akan ada pelipatgandaan.

Daripada minta makanan atau pakaian, kita bisa minta benih, berupa pabrik atau toko atau bisnis, beserta kemampuan untuk mengelolanya. Ini adalah permintaan yang bijaksana dan cerdas

Selesaikanlah pekerjaanmu di luar, siapkanlah itu di ladang; baru kemudian dirikanlah rumahmu. (Ams 24: 27)

Ladang adalah tempat menabur dan menuai, tempat pelipat-gandaan terjadi. Prioritaskan semua yang bisa kita lipat-gandakan, baru yang tidak bisa dilipat-gandakan, atau yang hanya untuk dinikmati.

Kesaksian
Seorang bapak datang ke seorang hamba Tuhan dengan menangis. Dulu mereka kemana-mana naik vespa, anaknya 2. Satu hari ada yang menegur: harus ber-iman untuk dapat mobil. Setelah dirundingkan dengan keluarga, semua setuju untuk kridit mobil. Vespa dijual untuk uang muka mobil baru. Awalnya seluruh anggota keluarga gembira.
Bulan pertama angsuran masih bisa dilakukan, keluarga itu hidup vegetarian. Di satu titik anaknya sakit karena kurang gizi. Bulan itu keluarga itu tidak bisa bayar angsuran. Setelah 3 bulan tidak bisa bayar angsuran, dealer mobil memberi ultimatum untuk menarik mobil itu. Tindakan keluarga ini tidak bijak. Pendeta ini menjawab bapak itu: jual mobilnya, kembali naik vespa.

3. Permintaan yang membuka berkat-berkat yang lain – permintaan "
master key"

Di dalam Tuhan ada permintaan tertentu yang secara otomatis membuka kepada berkat-berkat lain, yang bahkan tidak kita minta

Ilustrasi:
Seorang manajer hotel bisa membuka semua pintu dengan menggunakan kartu "master key"nya.

2Taw 1: 7-12
Berfirmanlah Allah kepada Salomo: "Oleh karena itu yang kauingini dan engkau tidak meminta kekayaan, harta benda, kemuliaan atau nyawa pembencimu, dan juga tidak meminta umur panjang, tetapi sebaliknya engkau meminta kebijaksanaan dan pengertian untuk dapat menghakimi umat-Ku yang atasnya Aku telah merajakan engkau, maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu; selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau." (2Taw 1: 11-12)

Salomo minta hikmat dan pengertian demi kepentingan umatNya, untuk memimpin, menghakimi, dan menggembalakan umat Tuhan. Karena pernyataan ini, Salomo menerima semua berkat lain yang tidak dimintanya: kekayaan, harta benda dan kemuliaan.

Lalu tahulah Daud, bahwa TUHAN telah menegakkan dia sebagai raja atas Israel, sebab martabat pemerintahannya terangkat tinggi oleh karena Israel umat- Nya. (1Taw 14: 2)

Martabat pemerintahan Daud terangkat karena umat Tuhan, yaitu Israel, bukan karena kemampuan dan kehebatan Daud.

Jika kita ingin menikmati puncak-puncak berkat/ blessing di hidup kita, dan martabat kita diangkat tinggi, maka kita harus urusi kepentingan umatNya.

Ilustrasi
Seseorang gajinya 15 juta. Kebutuhan keluarga dan lain-lain terpenuhi, tapi hal-hal yang mewah tidak bisa dinikmati. Jika gaji naik 1 atau 2 juta lagi, maka sudah limpah.
Tapi saat orang ini menangkap visi Tuhan dan ikut memberkati visi itu, uang gaji itu tidak cukup, maka Tuhan memberkati dengan jauh lebih banyak.

Kesaksian
Jaman dulu pendeta termasuk kelompok susah. Pendeta terbatas karena tidak bisa meng-iklan-kan diri. Yang membuat p Agung bisa terangkat naik karena dia meletakkan dirinya di tempat Tuhan sedang bekerja. Tuhan tidak berminat membangun karier seorang hamba Tuhan demi kepentingan pribadi hamba Tuhan itu. Tapi Tuhan berminat untuk memenangkan jiwa-jiwa di seluruh Semarang. Jika kita tempatkan hidup kita sebagai bagian dari tujuan Tuhan, maka kita akan ikut jadi besar.

Seseorang bisa terangkat naik jika meletakkan dirinya di tempat Tuhan sedang bekerja.

Kesaksian.
P Agung dan p Timotius diundang ke gereja ps Harold di Topeka, Indiana.
Saat diajak sarapan dengan beberapa pengusaha di gereja ps Harold, p Agung minta p Timotius yang sharing di pertemuan itu, karena p Agung sangat capek.
Sorenya ps Harold menceritakan statemen p Tim saat sarapan:
"Jika gereja dan pendeta punya visi kecil, itu tidak bagus bagi bisnis p Tim. Karena visi kecil hanya butuh biaya kecil, maka apa alasan bagi Tuhan untuk memberi berkat berkelimpahan pada p Tim?"
Maka jika visi semakin besar, semakin bagus buat bisnis p Tim, bisa untuk maju menghadap ke Tuhan, minta berkat besar sehingga bisa membantu membiayai proyek-proyek Tuhan.

Ini adalah pengajaran king and priest: priest memiliki vision (visi), king memiliki provision (penyediaan bagi visi itu).

Sebagian besar orang Kristen hanya berkutat dengan masalah pribadinya. Maka berkat Tuhan hanya sebatas kebutuhan itu. Jika kita bisa jadi saluran berkat Tuhan, kita harus tahu bahwa pipa saluran ikut basah.

Memimpin umat Tuhan mahal biayanya, tidak cukup hanya dengan hikmat dan pengertian. Maka Tuhan tambahkan harta dan kemuliaan.

Setiap kali kita mendengar visi yang besar, jangan kehilangan semangat seperti balon kempes. Siapa kita sebenarnya: pribadi, keluarga, atau kepentingan kerajaan Tuhan yang lebih besar. Jika menyangkut umat Tuhan, maka Tuhan akan berikan jauh lebih dari yang kita bayangkan.

Diskusi antara p Agung dan ps John Avanzini.
P Agung berkata: ada 3 level dalam hidup kita:
  1. Not enough (tidak cukup)
  2. Just enough (sekedar cukup)
  3. More than enough (lebih dari cukup)

Ps john catat itu, dan hadapkan kepada Tuhan. Ternyata ps John dapat 1 poin lagi, dan JKI Injil Kerajaan sedang dibawa Tuhan masuk ke level ke-4. (Dijelaskan minggu depan)

Penutup: daun dan roti

And you shall eat the herb of the field. In the sweat of your face you shall eat bread (Kej 3: 8b-19a, NKJV)

Setelah manusia jatuh dalam dosa, Tuhan berkata bahwa tumbuhan di padang (herbs) jadi makanan kita. Jika perkataan Tuhan berhenti di sini, maka derajat kita tidak lebih tinggi dari binatang, karena makanan binatang tidak perlu diolah.
Tapi di ayat berikutnya Tuhan berkata bahwa dengan berpeluh manusia mendapat makanannya. Kata "makanan" berasal dari kata "lehem" yang artinya roti.

Tuhan beri pilihan kepada kita: gaya makan daun atau makan roti.

Jika kita pilih roti, ada proses yang harus dilewati: mengerjakan tanah, ditanami, dipupuk, dirawat, dipanen, diolah, dipilih yang mana jadi benih dan mana yang dijual.
Salah satu sifat roti: dipecahkan untuk orang lain sebelum terjadi pelipatgandaan.
  • Janda sarfat memecahkan roti untuk beri makan nabi Tuhan, lalu terjadi pelipatgandaan.
  • 5 roti 2 ikan dipecahkan memberi makan 5 ribu orang.
  • Perjamuan akhir. Roti adalah tubuh Tuhan yang dipecahkan. Maka dari hanya 12 orang murid, sekarang ada milyaran jiwa yang percaya pada Tuhan Yesus .

Pengumuman
Pendaftaran panitia KKR desember, perlu sekitar 5000 orang. Pendaftaran di loby HS.
Diperlukan: DK, mentor, distribusi makanan, parkir, medis, transportasi, kendaraan (jika bisa + supir).


Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064

Friday, October 30, 2015

Above the Crowd – Petrus Agung – Minggu, 25 Oktober 2015

Minggu, 25 Oktober 2015
Above The Crowd
Petrus Agung

Tidak ada apapun yang kebetulan di hidup kita. Tuhan mau bawa kita naik ke next level. Tuhan juga mau mengubah hidup anak-anakNya dari konsumen menjadi prosdusen.

Jawab Yesus kepadanya: " Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama- lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus- menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal. " (Yoh 4: 13-14)

Saat seseorang haus dan minum, dia adalah konsumen. Mengambil apa yang dia kurang/ tidak punya. Tuhan berkata bahwa sesuatu yang dikonsumsi itu kelak akan jadi produsen.

Kesaksian
Hampir dalam setiap event JKI selalu ada hadiah motor, dan selalu jatuh pada orang yang pas.
Ini ternyata tidak kebetulan.
Di masa muda p Agung dapat panggilan jadi hamba Tuhan, tapi ditentang ayahnya karena di masa itu pendeta melarat. Saat membaca buku Kenneth Hagin, p Agung sampai pada kesimpulan: jika tahu yang namanya "iman", maka hidup kita tidak akan kekurangan. Larangan orang-tuanya membuat p Agung berusaha mencari supaya tetap bisa melayani Tuhan, tapi tidak melarat.
P Agung lalu bertanya pada banyak pendeta, dan selalu jawabannya Ibr 11: 1. Jawaban tersebut tidak memuaskan p Agung karena hanya merupakan definisi. P Agung akhirnya bertanya pada seorang hamba Tuhan di Ungaran: minta diajari tentang iman, sehingga punya sepeda motor sendiri. Pendeta ini menjawab dengan rendah hati : saya sendiri belum punya motor, jadi tidak bisa ajari p Agung. Sejak itu p Agung berhenti mencari jawaban melalui pendeta.
P Agung akhirnya memilih jalan ber-iman, diajari Tuhan sendiri langkah demi langkah. Setelah tahu kunci iman, p Agung berubah dari konsumen: butuh sepeda motor, sekarang jadi produsen: memberikan sepeda motor kepada hamba-hamba Tuhan dan anak-anak Tuhan lain.

Di dalam Tuhan Yesus kita harusnya bukan hanya konsumen, tapi produsen. Bukan hanya orang yang meminta, tapi memberkati dan memberi

Above the crowd – di atas rata-rata orang kebanyakan

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. (Ibr 11: 1-2)

Iman adalah jaminan dan bukti. Yang terjadi jika seseorang ber-iman:

The act of faith is what distinguished our ancestors, set them above the crowd. (Ibr 11: 2)

Yang membuat leluhur Israel dibedakan adalah iman mereka. Iman menempatkan mereka di atas rata-rata orang banyak.
Tuhan mau jadikan kita di atas rata-rata, bukan sekedar jadi konsumen seperti kebanyakan orang, tapi jadi produsen yang memberkati banyak orang lain.

Orang yang mengerti iman, bertindak dengan iman, akan ada di atas rata-rata orang kebanyakan

Tuhan berkata bahwa kita adalah terang dunia, seperti pelita yang diletakkan di atas untuk memberi penerangan lebih luas.

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu (Mat 5: 14-15)

Alkitab tidak banyak cerita tentang orang yang rata-rata, tapi bercerita tentang orang-orang yang di atas kebanyakan.

Karena iman kita mengerti (Ibr 11: 3a)

Orang yang mengerti beda dengan orang yang tidak mengerti. Pengertian dari manusia atau dari Tuhan sangat berbeda. Orang yang tidak mengerti ada di tengah kerumunan orang yang lain, orang yang mengerti berada di atas kerumunan. Setiap orang punya persepsi. Tapi persepsi yang dari Tuhan membuat perbedaan.

Contoh:
Yusuf menjumpai bahwa saudara-saudaranya iri kepadanya. Dia hampir dibunuh, tapi diselamatkan Tuhan, lalu dijual sebagai budak. Yusuf menderita selama sekitar 13 tahun, baru diubahkan Tuhan jadi luar biasa, bebas dan menjadi perdana menteri Mesir.
Secara manusiawi seharusnya Yusuf dendam luar biasa. Tapi Yusuf sama sekali tidak berniat balas dendam, karena dia MENGERTI. Saat saudara-saudaranya tersungkur menyembah, Yusuf tersenyum melihat cara Tuhan membalikkan keadaan.

Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. (Kej 50: 20)

Bahkan Yusuf memberi nama anak pertamanya Manasye, artinya "I dont remember" (aku tidak ingat). Yusuf berkata bahwa dia tidak lagi ingat semua kesakitan dan penderitaan di masa lalu.

Orang yang tidak bisa mengampuni orang lain yang bersalah padanya karena dia tidak mengerti.
Di manapun posisi kita saat ini, apapun yang kita alami: baik atau buruk, semua ada tujuan Tuhan.

Tuhan Yesus rela turun ke dunia, mengajar, hidup penuh pertentangan, menghadapi kematian yang mengerikan karena menanggung dosa manusia. Di tengah penderitaan di atas kayu salib, Yesus justru memintakan ampun bagi semua yang berbuat buruk padaNya. Yesus tidak mati dengan sakit hati, tapi dengan rela menyerahkan nyawaNya. Ini karena Yesus mengerti.

Jika kita hidup dengan iman, kita akan terima roh pengertian, dan itu membuat kita mengerti, dan hidup di atas rata-rata. Karena orang kebanyakan akan membenci dan balas dendam.

Stefanus dirajam hingga mati. Tapi dia justru memintakan ampun bagi yang merajam. Ini karena Stefanus mengerti.

Tuhan mau kita jadi orang yang mengerti banyak hal, diantaranya bahwa semua yang kelihatan berasal dari sesuatu yang tidak kelihatan.

Contoh:
Hagar dan Ismael pergi, lalu kehausan. Tuhan menghampiri dan membuka mata Hagar sehingga bisa melihat sumur. Sumur itu sudah ada sejak lama di situ, tapi Hagar lama tidak bisa melihatnya.

Elisa di Dotan, kota dikepung tentara Aram yang mencari Elisa. Hambanya panik, Elisa minta Tuhan buka mata hambanya, barulah bisa melihat begitu banyak malaikat yang bersama mereka.

Saat kita bergaul dengan orang-orang yang tidak beriman, maka akan terjadi pertentangan. Karena orang yang beriman bisa melihat yang tak terlihat oleh orang lain.

Kita harus hidup di atas rata-rata orang kebanyakan, dan yang membawa kita ke sana adalah iman.

Kesaksian
P Agung pelayanan ke sebuah pulau. Saat mengadakan KKR di suatu kota, ada kelompok-kelompok yang tidak suka dan menolak. Sebenarnya dasarnya takut jika JKI membuka gereja di sana, padahal sudah belasan tahun terbukti bahwa Tuhan tidak pernah perintahkan hal itu.
Malam pertama 3 ribu orang datang. Banyak yang disembuhkan oleh Tuhan dari kanker, stroke, bahkan sakit jiwa. Esok harinya yang hadir di seminar penuh.
Selama Tuhan menyertai, p Agung tidak perduli dengan berbagai perkataan penentang, karena p Agung mengerti. Ini membuat reaksinya berbeda. Setiap kali orang lemparkan batu ke p Agung, p Agung perkatakan supaya itu jadi emas.

Jika Tuhan sertai kita, dan kita punya pengertian, maka semua akan berakhir baik.

Pdt Kong Hee baru di sidang. Banyak orang heboh karena hal ini. Kita tidak perlu ribut, doakan saja, jika perlu doa-puasa bagi ps Kong dan gerejanya. Pikirkan kepentingan kerajaan Surga.

Ibr 11: 4 – Daftar orang-orang beriman, dimulai dengan Habel, bukan dengan Adam.
Di jaman itu orang belum makan daging binatang, karena daging binatang baru Tuhan ijinkan untuk dimakan setelah air bah. Habel mempersembahkan kambing-domba karena iman.

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Rm 10: 17)

Iman muncul karena instruksi Kristus di hidup kita tentang yang harus kita buat. Maka istilah meng-iman-i sebenarnya tidak ada.

Saat belajar beriman, selalu akan ada kesalahan. Jangan takut salah! Jika salah, minta maaf.

Rekonstruksi timbulnya iman Habel:
Anak-anak Adam bertanya tentang asal-usul mereka. Lalu Adam bercerita tentang asal-usulnya, bagaimana dia jatuh ke dalam dosa. Lalu Tuhan menutupi ketelanjangan Adam dan Hawa dengan kulit hewan. Hal ini tiba-tiba jadi rhema dan memberi pengertian bagi Habel:
Untuk menutupi dosa atau sesuatu yang salah di dalam kita, harus ada korban domba kepada Tuhan.
Maka Habel memelihara kambing domba bukan untuk dimakan, tapi untuk dipilih yang terbaik, kemudian dipersembahkan bagi Tuhan. Obsesi Habel adalah memberi yang Tuhan mau. Sementara Kain mempersembahkan sebagian hasilnya

Dari sikap hatinya saja sudah terlihat bedanya: persembahan mana yang lebih baik.

Tidak ada salahnya dengan korban Kain: mempersembahkan hasil pekerjaannya. Tapi Habel berbeda karena memberi sesuai INSTRUKSI Tuhan.
Habel Tuhan tempatkan sebagai tokoh iman pertama karena banyak anak-anak Tuhan hidup seperti kain: setiap kali datang ke Tuhan seadanya. Seharusnya tidak boleh begitu. Dengar instruksi Tuhan dan lakukan, karena Tuhan punya selera.

Kesaksian
P Agung pergi ke suatu lokasi bersama tim Mahanaim. Sopirnya mengantuk. Supaya sopir tidak mengantuk, p Agung minta supaya rekan lain memutar khotbah bu Iin. Maka tidak ada yang mengantuk lagi. Salah satu quote bu Iin dalam khotbah itu:

Tuhan menerima kita apa adanya, tapi jangan datang menghadap ke Tuhan seadanya

Saat persembahan kita menyenangkan hati Tuhan, sesuai instruksiNya, maka kita terima perkenanan Tuhan, dan darahnya tetap berbicara walau dia sudah mati. Ini bicara tentang warisan (legacy).

Orang yang obsesinya menyukakan hati Tuhan, mungkin suatu hari akan mati, tapi warisan rohani dan jasmaninya akan langgeng dari generasi ke generasi.

Jika gereja Tuhan ada pekerjaan apapun, seringkali para pemimpin berfikir tentang dana-nya: cukup atau tidak. Padahal Tuhan Yesus tidak pernah mengeluh soal dana pada murid-muridNya.

Luk 8: 1-3
Jika kita ingin di atas rata-rata, harus ada orang-orang yang tahu bagiannya. Wanita-wanita di perikop di atas memiliki kebebasan ekonomi. Mereka tahu bagiannya, yaitu melayani rombongan Tuhan dengan kekayaan mereka.

Dalam setiap movement selalu ada orang-orang yang Tuhan perintahkan untuk melayani dengan kekayaannya.

Orang yang tahu bagiannya memiliki iman seperti iman Habel: bekerja tidak untuk dinikmati sendiri, tapi yang terbaik diletakkan bagi Tuhan.

Contoh:
Ester diangkat jadi ratu bukan sekedar supaya menang kontes kecantikan, tapi untuk menyelamatkan bangsanya dari kebinasaan.

Sebelumnya setiap ide JKI, respon-nya selalu negatif: permusuhan dan kecurigaan. Tapi saat ini angin baru berbalik, dukungan begitu besar. Hampir 1500 gereja yang berkomitmen mengirim orang-orang mudanya. Bahkan ada hamba Tuhan di Indonesia timur ingin membuat hal yang sama di daerahnya.

Budget acara jambore Desember sekitar 10M, dan akan dihabiskan hanya dalam 2 hari. Saat dihadapkan ke Tuhan: apakah ini bermanfaat? Roh Kudus hadir dan berkata: jika bisa lahir 100 lagi hamba Tuhan, yang punya hubungan pribadi dengan Tuhan, tidak perduli kata orang lain, hanya perduli kata Tuhan.
Ternyata setelah dihitung, ternyata biaya KKR sebenarnya murah: 100 ribu rupiah per orang.

Jika kita ingin sebuah legacy/ warisan yang besar: lakukan bagian kita!

Tokoh kedua yang disebut ibrani adalah Henokh, ini berbicara tentang pengangkatan. Perhatikan urutannya, maka kita akan tahu prioritas untuk jaman ini.

Penutup
Bisa berterima kasih pada Tuhan juga iman. Kita bisa mengeluh dan bersungut-sungut, tapi jika kita memilih berterima kasih, Tuhan disukakan. Berterima-kasihlah saat menghadapi segala sesuatu.

Kesaksian
Beberapa tahun lalu ada pertemuan memperingati lawatan Tuhan yang ke-30 tahun. Seorang nabi dari Singapura berkata supaya mereka ke awal tempat kegerakan, lalu mengambil sumur kegerakan di situ. Sehingga dapat api untuk anak-anak muda. Rekan-rekan reuni p Agung tidak melakukannya, hanya mengobrol dan bernostalgia. Lalu berdoa singkat.
Esoknya p Agung bertanya pada Roh Kudus: apakah masih ada kesempatan untuk mengambil dari sumur kegerakan. Roh Kudus berkata masih ada kesempatan. Maka p Agung ajak ratusan youth JKI, dibagi beberapa kelompok, masing-masing doa selama 10 menit, dan mengambil dari sumur kegerakan. Dari waktu itu, p Agung menunggu kapan gelombang kegerakan itu terjadi, dan Tuhan berkata bahwa gelombang lawatan itu akan datang pada acara desember.

Kesaksian
Di suatu gereja ada persembahan untuk misi. Seorang wanita mengorbankan uang yang seharusnya untuk makan siangnya. Beberapa tahun kemudian wanita ini koma. Saat koma dia mengalami berada di surga, dan tiba-tiba banyak orang-orang datang dan menemuinya sambil berterima-kasih. Ternyata mereka jiwa-jiwa yang diselamatkan karena sebuah misi. Tuhan beritahu jiwa-jiwa ini bahwa wanita itulah salah seorang yang berkorban untuk dana penginjilan, yang membuka kesempatan untuk jiwa-jiwa itu ada di surga. Tuhan beri kesempatan pada jiwa-jiwa itu untuk berterima kasih pada wanita ini.
Sesaat kemudian, wanita ini bangun dari koma-nya.

Korespondensi:
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064