Tuesday, December 25, 2012

Unfinished Words and Unfinished Works - Petrus Agung – Minggu, 23 Desember 2012



Minggu, 23 Desember 2012
Unfinished Words and Unfinished Works
Petrus Agung

Mat 2: 16-18 – Bagian dari Natal pertama yang menyedihkan, banyak keluarga menderita karena kegilaan raja Herodes.

Ada anak usia 8 th yang cerdas, tapi mengalami gangguan syaraf, tapi jika berbicara kepalanya goyang-goyang. Awalnya karena terlalu banyak bermain game yang ada tokoh iblisnya. Ini adalah rencana setan untuk menghancurkan generasi muda.
Di kedatangan Tuhan yang pertama setan membunuh banyak anak, menjelang kedatangan Tuhan yang kedua setan membunuh lebih banyak lagi anak karena: aborsi, dll.

1. Ada sebuah kepedihan.
Teks asli berkata bahwa ratapan itu bukan berlaku untuk umum, tapi setiap kehilangan anak diratapi oleh orang tuanya secara individu.

Ungkapan kepedihan: seperti Rahel bangkit dari kuburnya hanya untuk ikut menangis.
Ini adalah ungkapan yang paling dalam dari Tuhan, bahwa Tuhan mengerti dan merasakan setiap penderitaan orang tua yang kehilangan anaknya. Ketika seseorang yang sudah mati berteriak, maka Tuhan selalu bertindak ! Contoh saat Habel dibunuh Kain, darahnya berteriak, dan Tuhan bertindak.

Kita adalah anak-anak Tuhan. Apapun yang sedang kita alami: penindasan, aniaya, ketidak-adilan,  selalu ada harapan bagi kita karena Tuhan tahu semuanya.

Kutipan di Injil Matius ini adalah kutipan yang belum selesai, karena Tuhan selalu menuntaskan yang Dia mulai. Sesuatu yang belum selesai, Tuhan akan tuntaskan.

2. Unfinished words and unfinished works
Yer 31: 15-17
Beginilah firman TUHAN: Dengar! Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi.(Yer 31: 15)

Ay 15 – ayat yang dikutip Matius, dan merupakan kalimat yang unfinished/ belum selesai karena Yeremia tidak berhenti dan selesai di ayat 15.

Dalam kehidupan kita di dunia, sering hidup kita seperti ayat 15: penderitaan, kesakitan, air mata, kesedihan, duka, masalah, problem, dll. Dan seolah itu akhir semuanya.

Tapi perkataan Tuhan tidak berhenti di situ, karena Tuhan akan tuntaskan !

Beginilah firman TUHAN: Cegahlah suaramu dari menangis, dan matamu dari mencucurkan air mata, sebab untuk jerih payahmu ada ganjaran, demikianlah firman TUHAN; mereka akan kembali dari negeri musuh. (Yer 31: 16)

Ay 16 - Ada upah bagi setiap pekerjaan kita.

Masih ada harapan untuk hari depanmu, demikianlah firman TUHAN: anak-anak akan kembali ke daerah mereka. (Yer 31: 17)

Kadang hidup kita berhenti pada ratapan yang tidak bisa dihibur, seperti di Yer 31:15. Tapi Tuhan berkata bahwa ayat 15 bukan akhir segalanya, karena masih ada ayat 16 dan 17:
·         Segala upaya kita ada upahnya (ay 16)
·         Masih ada harapan untuk masa depan kita (ay 17)

Jangan berhenti pada pekerjaan Tuhan yang kita anggap tidak selesai di hidup kita, karena Tuhan sudah menyelesaikan bagi kita di Golgota 2000 tahun yang lalu. Masalahnya apakah dan bisakah kita sabar hingga tanganNya menyelesaikan semuanya.

Mrk 10: 17-31
Orang muda yang kaya: dia bertanya bagaimana mendapat hidup kekal. Dia sedih dengan jawaban Yesus karena hartanya banyak, lalu melakukan kesalahan fatal dengan pergi meninggalkan Yesus. Seandainya dia bertahan beberapa saat, maka dia akan mendengarkan kalimat Yesus yang tuntas.

Ilustrasi: Cara menangkap monyet dengan menaruh kacang di dalam batok kelapa yang diberi lubang kecil. Ketika tangan monyet menggenggam kacang, maka dia tertangkap.
Tuhan seperti berkata kepada anak muda itu: lepaskan, karena kekayaan itu yang akan membawa anak muda itu ke neraka. Kekayaan kita di mata Tuhan seperti kacang jebakan untuk monyet.

Percakapan di Mrk 10: 23-31 adalah antara Yesus dan murid-muridnya, karena anak muda yang kaya tersebut sudah pergi. Di ayat 23-25 – pernyataan Yesus bahwa orang kaya sukar masuk kerajaan surga. Di ayat 28 – murid-murid bertanya pada Tuhan apa yang akan mereka peroleh.

Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. (Mrk 10: 29-30)

Sebenarnya Tuhan sedang memberi cara bagi anak muda itu supaya kekayaannya naik 100x lipat tanpa terikat kepada harta.

Yer 31: 15 – berisi penderitaan, tapi ayat 16 bicara upah, dan ayat 17 bicara tentang masa depan !

Yairus anaknya sakit dan hampir mati. Di tengah jalan ada wanita yang sakit pendarahan selama 12 tahun menyentuh jubah Yesus dan sembuh, dan Yesus berhenti untuk bercakap-cakap dengan wanita itu. Saat itulah datang pesuruh yang membawa berita bahwa anak Yairus sudah mati. Ini seperti ayat 15 bagi Yairus. Tapi Tuhan belum selesai, dan tetap pergi ke rumah Yairus dan bangkitkan anak itu, dan Tuhan selesaikan pekerjaanNya.

Kadang cara Tuhan aneh, kadang seperti dihambat orang lain. Tapi Tuhan tidak pernah bisa dihentikan untuk menuntaskan apa yang harus Dia tuntaskan.

Saat Lazarus sakit, Yesus menunda. Akhirnya Lazarus mati, dan orang-orang merasa Yesus terlambat. Tapi selesaikan yang Dia sudah janjikan, dan Lazarus bangkit.

Saat Tuhan menjanjikan untuk mengangkat hidup kita, kadang kita seperti berhenti di ayat 15, tapi  masih ada ayat 16 dan 17 bagi kita, karena Tuhan selalu selesaikan, dan tidak ada kata terlambat bagi Tuhan !
Dia Tuhan yang setia, Dia yang akan menyelesaikan bagi kita.
Mulai bulan agustus 2012, link MP3 rekaman hanya diberikan di grup mailing-list pada link di atas.

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
antoniusfw1@gmail.com (Google +, Google Talk);
antonius_fw@hotmail.com (MSN Massenger);
pin BB: 29C12B56

No comments:

Post a Comment