Tuesday, April 2, 2013

Dia Menjumpaimu di Galilea – Petrus Agung – Minggu Paskah, 31 Maret 2013

Minggu, 31 Maret 2013
Dia Menjumpaimu di Galilea
Petrus Agung

Mrk 16: 1-8
Setelah peristiwa ini ada beberapa hal yang terjadi di Galilea, dan itulah pesan Paskah kali ini.

Yoh 21: 1-14
Murid-murid tergoncang karena Yesus yang mereka ikuti selama 3 tahun lebih ternyata mati di salib, dan dikuburkan. Tapi beberapa hari kemudian mereka dengar kabar dari beberapa wanita dan murid lain bahwa Yesus sudah bangkit. Walau Petrus mencintai Yesus dan ingin bertemu, tapi dia ragu Yesus masih mau terima dia karena sudah menyangkal Yesus.

Setelah balik ke Galilea dan tunggu beberapa waktu tapi Tuhan tidak juga muncul, Petrus dan teman-temannya kembali ke profesi lama sebagai penangkap ikan. Mereka berusaha tangkap ikan seharian tapi tidak dapat satu ikanpun.

1. Tumbuh jadi murid Tuhan yang dewasa dan tidak kekanak-kanakan

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. (Yoh 15:15)

Hari itu Yesus tidak memanggil para murid sebagai teman atau sahabat, tapi sengaja gunakan istilah “anak-anak” untuk menyapa para murid.
Anak-anak = paidion = παιδίον (G3813) = anak-anak yang belum dewasa.

Murid-murid sudah ikut Tuhan lebih dari 3 tahun, melihat mujizat Tuhan setiap hari, dan Tuhan juga sudah beritahukan bahwa Dia harus mati dan bangkit kembali. Tapi murid-murid masih tidak percaya. Inilah yang membuat Yesus memanggil mereka dengan sapaan “anak-anak”.

Tuhan sedih karena banyak anggota gereja Tuhan yang usianya dewasa, tapi manusia batiniah-nya belum matang, bahkan cenderung kekanak-kanakan.

Sering kita tinggalkan Tuhan atau fellowship hanya karena perkara-perkara kecil: tersinggung harga dirinya, lalu meledak dan keluar sifat kekanak-kanakan.

Sifat kedewasaan kita mempengaruhi berkat Tuhan dalam hidup kita

Kesaksian:
P Agung dari kecil dipaksa ayahnya ikut sekolah minggu, karena kelasnya di ruang tamu rumah p Agung. P Agung tidak suka dengan gurunya: tante "ya anak-anak" dan pak "injil Yahya". P Agung kecil akhirnya punya alasan untuk tidak lagi ikut sekolah minggu: sudah setia 1 tahun ikut sekolah minggu, tapi dapat hadiah pistol bocor. Sejak itu p Agung tidak mau ikut sekolah minggu.
Satu hari ada pengajar baru yang bisa bercerita dengan menarik. P Agung ikuti cerita guru ini dari dalam kamar tidurnya. Di belakang rumah p Agung, jika sore hari juga digunakan untuk sekolah minggu, dan ada pengajar yang pandai bercerita. Maka p Agung mendengarkan sekolah minggu di depan dan belakang secara diam-diam. Inilah cara Tuhan supaya p Agung tidak terhilang.
Satu hari guru yang mengajar di ruang tamu di pindah ke ranting lain. Sedangkan guru yang mengajar di belakang harus sekolah Alkitab di luar negri.
Pengajar di sekolah minggu di rumah p Agung jadi gembala di GKB Kahal: pdt Teofilus Hendra. Pengajar sekolah minggu di belakang rumah p Agung jadi gembala di GPDI Tanah Mas: pdt Filipus Widianto. Yang curi dengar akhirnya juga jadi pendeta.

Banyak keputusan untuk berhenti dari pelayanan hanya dikarenakan ketersinggungan terhadap suatu keadaan. Jika hal ini tidak kita selesaikan maka kita tidak akan pernah dewasa !

Mari tumbuh jadi umat dan murid Tuhan yang dewasa. Sehingga Tuhan tidak panggil sebagai anak-anak, tapi sebagai anak laki-laki yang dewasa dan tidak kekanak-kanakan.

Relakah kita didewasakan Tuhan ?

Kita bukan lagi anak-anak, seharusnya tidak ada alasan kekanak-kanakan yang keluar dari kita. Apapun yang kita alami: tersinggung, direndahkan atau apapun, kita harus jujur dan bicarakan itu kepada Tuhan, dan tidak mengorbankan panggilan kita.

2. Lepas dari belenggu cara berfikir yang bahwa kesuksesan tergantung pada faktor-faktor duniawi (waktu, tempat dan tenaga)
Semalaman murid-murid berjuang tapi tidak menangkap ikan. Yang Yesus minta adalah lauk pauk, artinya ikan yang sudah diolah (bakar, goreng, kukus, dll).

Dalam peristiwa di Luk 5: 4-10:
  • Yesus hanya perintahkan untuk pergi ke tempat yang dalam dan tebarkan jala.
  • Tangkapannya sangat banyak, jala hampir robek, perahu hampir tenggelam.
Dalam kuasa kebangkitanNya:
  • Yesus perintahkan tebarkan jala di sebelah kanan perahu, walau tempatnya dangkal.
  • Tangkapannya lebih banyak, tapi jala tidak robek, perahu tidak tenggelam.

Dalam hidup kita ada 2 pilihan saat bekerja:
  1. Work- Kerja normal seperti orang lain: waktu tepat, tempat tepat, tenaga masih kuat.
  2. Grace- Bertanya kepada Tuhan apa yang harus kita lakukan, bekerja dalam anugrahNya.

Dalam kisah di atas waktu menangkap ikan sudah sudah lewat, tenaga sudah habis, tempatnya salah karena di tempat yang dangkal, tapi ada
suara Tuhan: “Tebarkan jala ke sebelah kanan !”
Sebelah kanan artinya tempat yang terhormat, maka Tuhan sedang ajari kita sesuatu yang sangat terhormat: bekerja di dalam anugrah Tuhan.

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." (Yoh 6: 27)

Tuhan mengajari p Agung bahwa pekerjaannya bukan untuk mencari nafkah. Pekerjaan p Agung adalah melakukan yang Tuhan perintahkan: berkhotbah, melayani, konseling, mendoakan orang sakit, membangun Holy Stadium, membangun sekolah, dll. Semua dilakukan bukan supaya mendapat persembahan atau gaji.

Bebas dari pemikiran bahwa “bekerja adalah untuk hidup” akan membuat kita no limit!

Kesaksian:
P Agung sering diundang hamba Tuhan ke kota kecil atau pedalaman. Jika berharap mendapat sesuatu dari tempat itu, maka hati tidak akan beres, bahkan bisa emosi. Tapi p Agung lakukan semua karena Tuhan yang memerintahkan, sehingga berharap hanya pada Tuhan, bukan pada pemberian panitia pengundang. Jika perlu menggunakan dana pribadi.

Motivasi dagang kita jangan sekedar ingin dapat untung, tapi karena diperintahkan Tuhan. Sehingga pendapatan kita tidak bergantung pada penghasilan, tapi bisa Tuhan sediakan dari sumber lain.

Bekerja adalah kewajiban, tapi nafkah kita tidak boleh tergantung pada hal itu !
Jika kita tidak bebas dari hal ini, kita akan dibelenggu oleh apa yang orang tetapkan bagi kita.

Paskah tahun ini banyak hal yang harus dimerdekakan: yang belum bertobat minta
roh nya dibebaskan, bagi yang sudah bertobat, minta jiwa kita dibebaskan

Ul 11: 10-15 – Beda hidup dengan kekuatan sendiri atau dengan anugrah:
  • Ay 10 – Saat di Mesir tanaman tidak bisa dibiarkan, tapi harus diairi dengan ber-jerih payah.
  • Di tanah perjanjian ada gunung dan lembah, ada hujan yang mengairi, dan mata Tuhan mengawasi sepanjang tahun, sehingga tidak mungkin gagal.

Kita harus lepas dari belenggu cara berfikir bahwa untuk berhasil kita harus berada di saat yang tepat, di tempat yang tepat, dengan tenaga yang utuh; dan beralih pada cara Tuhan: anugrah

Orang yang sakit, 38 tahun menunggu di tepi kolam Betesda, menunggu air terguncang untuk disembuhkan. Karena lumpuh, dia selalu keduluan oleh orang lain. Saat bertemu Yesus, tanpa goncangan air, dia disembuhkan.

Paskah tahun ini Tuhan putuskan semua yang bukan dari Tuhan, dan Tuhan beri kita anugrah

3. Derajat kita Tuhan angkat sehingga ikut menjadi tuan rumah bersama Tuhan
Orang Yahudi tidak makan dengan orang yang tidak mereka inginkan untuk menjadi sahabat jangka panjang. Tuan rumahlah yang sediakan semua jamuan. Tuhan tidak meminta lauk pauk, karena saat murid-murid mendarat mereka lihat Tuhan sudah siapkan semua lauknya.

Yesus meminta ikan dari para murid, artinya Yesus beri kehormatan kepada para murid untuk ikut menjadi tuan rumah (co-host)

Dari orang yang bekerja UNTUK Tuhan, dirubah jadi orang yang bekerja BERSAMA Tuhan.

Setiap kali kita bawa persembahan kepada Tuhan, artinya derajat kita diangkat oleh Tuhan.

Tuhan selalu punya alasan saat melakukan dan mengerjakan suatu hal dalam hidup kita

Kuasa Darah Yesus
Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya (Im 17:11a)

Saat kita dibawa Tuhan ke gunung tertinggi, darah itu bisa naik dan menudungi kita, sehingga kita terjamin tetap berdiri di hadapan Tuhan hingga Tuhan datang yang kedua kalinya.
Saat hidup kita di lembah terdalam, darah itu mengalir, dan membawa kebangkitan dan kehidupan pada setiap kematian

Tulang-tulang Yesus tidak dipatahkan. Posisi penyaliban membuat orang yang disalib tercekik dan harus mengangkat tumitnya untuk bisa bernafas. Jika menjelang malam terhukum belum mati, maka kakinya diremukkan sehingga tidak bisa lagi mengangkat badannya, akibatnya mati tercekik. Orang Yahudi tidak boleh makan dari binatang tercekik.
Yesus tidak mati tercekik, tapi Dia berikan nyawaNya. Jika Yesus mati tercekik karena kakinya hancur, maka kemungkinan tidak akan ditombak. Tapi karena sudah mati, Yesus ditombak untuk memastikan kematianNya. Dari lubang tombak itu keluar darah dan air, artinya setiap darah sudah dicurahkan tuntas. Setelah darah habis, lalu keluar air, artinya gereja lahir karena pengorbanan Yesus.

Darah Yesus yang habis itu adalah untuk kita semua !

Di Jakarta ada pentahbisan 3 pendeta muda. Salah satu diantaranya sebelum lahir baru mencatat sekian ratus wanita yang pernah dikencani. Tapi darah Yesus menyentuhnya sehingga lahir baru, dan akhirnya serahkan diri menjadi pendeta.

Pengumuman
  • Program Paskah: Sampai tgl 4 April, pemilik IPad bisa download gratis semua buku-buku Bahtera di Indobooks.
  • Jumat 5 April 2013 18:30 – Ibadah Dewasa Muda, tema: “No Limit”.
    • Firman oleh p Agung, kesaksian dari bu Lisa. Bu Lisa dan suaminya selama 3 tahun naik mobil Jakarta-Semarang untuk ikut kebaktian. Mereka percepatan blessing dalam usahanya luar biasa.
    • Tulis target kita tahun ini di atas kertas, akan ada the power of agreement, p Agung akan doa bersepakat dengan semua yang hadir, sehingga bisa tangkap yang Tuhan mau yang akan menjadikan impian jadi kenyataan.

Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB: 29C12B56
WhatsApp 0858-7511-8451
LINE: antonfw (085-727-868-064)
WeChat: AntoniusFW (0858-7511-8451)

Saturday, March 30, 2013

Abundance Rain – Jumat Agung 2013 - Petrus Agung – Jumat, 21 Maret 2013



Jumat, 21 Maret 2013
Abundance Rain – Jumat Agung 2013
Petrus Agung

1Raj 18: 41-46

And Elijah said to Ahab, Go up, eat and drink, for there is the sound of abundance of rain(1Raj 18:41)

Setiap kali ada perintah makanlah dan minumlah, selalu disertai perkara-perkara yang luar biasa:
  • Elia mendapatkan roti dari malaikat dan diperintahkan makan dan minum supaya mampu berjalan jauh. (1Raj 19: 5-8)
  • Di perjamuan terakhir Tuhan Yesus juga perintahkan untuk makan dan minum, lalu lakukan hal itu sebagai peringatan akan Dia. (Luk 22: 19-20)

Setelah perjamuan terakhir, Yesus ditangkap, disalib, mati, bangkit, terangkat ke Surga. Kemudian hujan demi hujan yang luar biasa turun di tengah-tengah umatNya:
  • Pencurahan Roh Kudus (Kis 2)
  • Hujan pertobatan: 3000 jiwa diselamatkan dalam 1 hari
  • Gereja mengalami kelimpahan karena orang memberi dengan cara berbeda (Kis 4:34-35)

Pesan Jumat Agung kali ini: makanlah dan minumlah karena Tuhan sedang kirimkan hujan yang lebat di tengah-tengah kita.

Saat kita terima tubuh dan darah Yesus, kita akan segera alami hujan yang melimpah di hidup kita.

1. Gosyen
Hujan – akar katanya sama dengan kata Gosyen. Gosyen adalah tanah tempat orang Israel tinggal selama mereka ada di Mesir. Gosyen tidak tersentuh oleh tulah yang menimpa Mesir.

2. Kerjasama Raja dan Imam
Ahab makan dan minum, Elia naik ke puncak gunung dan tersungkur berdoa

So Ahab went up to eat and to drink. And Elijah went up to the top of Carmel; and he bowed himself down upon the earth and put his face between his knees (1Raj 18:42)

Akan tiba harinya urapan raja dan nabi dikombinasikan menjadi satu jadi kekuatan yang luar biasa.

Film tentang kisah nyata di Austria tgl 11 September beberapa abad yang lalu. Kekuatan dunia terbelah 2: kerajaan Turki di timur, dan kerajaan-kerajaan Kristen di barat. Ada seorang pendeta yang sederhana, jika dia berdoa terjadi banyak mujizat, orang yang didoakan sembuh, dia peka dan dengar suara Tuhan. Satu hari dia melihat sebuah komet, dan pendeta itu berkata bahwa itu komet darah, dan akan ada pertumpahan darah di negara itu.
Pendeta itu menghadap dan berkata pada raja Austria bahwa pada musim panas kerajaan Turki akan menyerbu, karena di awal musim semi perjanjian damai dengan Turki sudah habis. Awalnya raja tidak percaya, tapi karena terjadi mujizat pada saudara raja, kemudian raja ini mendengarkan, lalu bersahabat dengan raja Polandia sesuai saran si pendeta. Gabungan 2 kerajaan itu bisa menahan serbuan Turki. Saat pertempuran pendeta ini naik ke puncak gunung dan berdoa serta mengangkat tongkatnya yang berbentuk salib.
Kota Wina tidak pernah jatuh ke tangan Turki karena pengaruh 2 orang: si pendeta dan raja Polandia.

Akan ada masanya dimana apapun yang para utusan Tuhan katakan akan terjadi, dan mengubah dunia dengan sangat cepat.

Ahab disuruh makan dan minum, karena begitu hujan lebat turun Ahab harus kerja keras memimpin rakyatnya untuk bertani dan kerjakan banyak hal yang sebelumnya terbengkelai selama 3 1/2 tahun kekeringan.

Tuhan perintahkan kita makan dan minum, karena setelah ini kita harus bekerja keras saat hujan berkatNya turun dalam hidup kita. Tidak ada lagi tempat untuk kemalasan.

3. Iman dan Keyakinan atas Doa dan Perkataan Iman yang Kita Naikkan Kepada Tuhan
Di puncak gunung Karmel tempat Elia berdoa tidak terlihat laut manapun. Artinya bujang Elia melihat laut di tempat yang cukup jauh dari tempat Elia berdoa. Dan bujang itu harus lari bolak-balik sebanyak 7 kali, baru akhirnya melihat awan sebesar telapak tangan.

Seharusnya setiap kali doa dan perkataan iman kita naikkan kepada Tuhan, itu menghasilkan sebuah tuaian yang luar biasa.

Elia yakin akan terjadi hujan, karena Elia tahu hukum tabur-tuai, dan dia sudah tabur 12 gayung air pada parit di sekeliling mezbah.

Korban bakaran yang dinaikkan Elia bertujuan menyukakan hati Tuhan. Tapi Elia juga sadar bahwa setelah bangsa Israel bertobat, tuaian yang harus segera ia dapatkan adalah air, karena masa kemarau panjang sebelumnya.

Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya. (1Raj  18: 38)

Tuhan menjawab dengan menurunkan api dari Surga, korban dan air di parit dijilat sampai habis. Karena Tuhan terima taburan Elia berupa air, Tuhan akan beri tuaian berupa air juga.

Karena itu Elia sangat yakin bahwa ia mendengar bunyi hujan yang lebat dan memaksa bujangnya melihat awan hingga 7x. Bagi Elia menanti apa yang Tuhan janjikan bukan beban berat, tapi soal bagaimana dia percaya.

Anak p Agung minta dibelikan BB terbaru. Kemudian p Agung ajari untuk doa seperti yang dilakukan bu Aning (rumah shalom), tapi ditertawakan. Akhirnya setalah mau melakukan, dia mendapatkannya.

Banyak orang punya sikap hati seperti Naaman: bermasalah tapi tidak percaya pada sesuatu yang sederhana.

Kita bisa mendapatkan banyak hal dari Tuhan karena:
  1. Kuasa perkataan kita yang berasal dari iman. Elia yakin doanya akan menghasilkan tuaian yang luar biasa.
  2. Taburan. Jika kita menabur, satu saat Roh Kudus berkata bahwa itu cukup bagi kita untuk menarik tuaiannya.

Kehendak Tuhan yang sempurna adalah kita hidup dalam anugrah dan berkat Tuhan. Tuhan ciptakan manusia, dan hal yang pertama kali Tuhan perbuat adalah memberkati mereka.

Jika kita punya kebutuhan: kerjakan yang sederhana yang diarahkan Roh Kudus.

Menanam dan Membuang
Tuhan menanam taman Eden, kita juga bisa tanam banyak hal. Dalam hidup kita ada banyak hal yang bisa kita tabur:
  • Kita tanam kebencian- kita tuai kebencian
  • kita tanam kemarahan- kita tuai kemarahan
  • Kita tanam pengampunan- kita tuai anugrah
  • Kita tanam kasih- kita tuai kasih

Apapun yang kita tanam suatu hari akan menjadi tuaian kita.

Ada banyak hal yang harus kita simpan, tapi ada banyak hal yang harus kita hapus, supaya "baterai" hidup kita tidak "low bat".

Yesus mati bagi kita, dan salah satu doanya: ampuni mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.

P Agung bertemu dengan seseorang yang dulunya punya hubungan kurang baik. Tapi sekarang masing-masing bisa digunakan oleh Tuhan secara luar biasa. Pendeta ini mempelopori seminar bagi hamba-hamba Tuhan dengan p Agung sebagai pembicaranya. Ini karena mereka berdua tidak bawa masalah, tapi membuangnya.

Apapun yang bikin sebal dan jengkel hati kita, taburi dengan hal-hal yang baik: pengampunan dan kasih.

Pengumuman
Jumat: ibadah DM dengan tema No Limit, 18:30 WIB


Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB: 29C12B56
WhatsApp 0858-7511-8451
LINE: antonfw (085-727-868-064)
WeChat: AntoniusFW (0858-7511-8451)

Wednesday, March 27, 2013

Karmel: Mezbah-Cangkul-Pedang – Petrus Agung – Minggu, 24 Maret 2013

Minggu, 24 Maret 2013
Karmel: Mezbah-Cangkul-Pedang
Petrus Agung

2Raj 2: 23-25 – Yang menghina Elisa bukan anak-anak kecil, tapi remaja yang beranjak dewasa.
Ungkapan “Naiklah” merupakan hinaan kepada Elisa untuk naik ke surga seperti Elia. Saat mereka berbicara tentang rambut di kepala Elisa, itu menyindir pengurapan Tuhan kepada Elisa.

Ay 25 - Setelah peristiwa itu Elisa pergi ke Karmel.
Di tempat yang dituju Elisa selalu terjadi sesuatu:
  • Yerikho – mata air Yerikho disehatkan
  • Bethel – peristiwa di 2Raj 2: 23-25

Elisa sudah menerima jubah Elia, tapi itu saja belum cukup untuk membawa seluruh bangsa menyembah hanya kepada Allah Jehova. Elisa membutuhkan pengurapan dan kelengkapan seperti yang Elia dapat di Karmel, sehingga bisa membawa bangsa Israel berbalik kepada Tuhan.

1Raj 18: 31-40 – Elia menghadapi nabi-nabi Baal
Ada 3 hal yang dibuat Elia dalam peristiwa gunung Karmel, dan itu juga harus kita miliki.

1. Membangun mezbah yang sudah runtuh

Jika ingin hidup dalam anugrah, perkenan, dan berkat Tuhan, maka kita harus membangun mezbah kita masing-masing.

Di awal ikut Tuhan kebanyakan orang antusias dan mencintai Tuhan, kehidupan doanya luar biasa, suka membaca Firman. Tapi karena banyak hal, akhirnya semua semakin luntur.

Fondasi paling utama hidup kita untuk tetap berdiri di hadapan Tuhan: membangun mezbah hidup kita

Setiap pagi saat kita duduk diam dan merenungkan Firman, menyembah Tuhan, menghadapkan hidup kepada Tuhan, menaikkan doa, ini membuat hubungan kita dengan Tuhan tetap berjalan.

Kesaksian: p Agung bertemu p Alex-gembala Bethany di bandara Juanda. P Agung tanya rahasia sukses p Alex. Ada pengajaran Tabernakel. Kebanyakan orang masuk dari halaman, masuk kemah suci, tapi P Alex langsung masuk ruang Maha Kudus, caranya: menyembah. Begitu menyembah maka langsung masuk ruang Maha Kudus dan bertemu Tuhan.

Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. (Ams 10: 22)

Jika kita sadar ada yang kurang, hilang, rusak, maka kita harus perbaiki mezbah kita!

Saat rekaman untuk TV Benny Hinn, ps Benny ajak p Agung doakan seorang ibu. Sebelum doakan, ps Benny ajari Firman, lalu menyembah dan mengundang Tuhan Yesus. Begitu manifestasi Tuhan turun, barulah ps Benny dan p Agung doakan kesembuhan, dan kesembuhan terjadi. Ps Benny tidak langsung mendoakan, tapi membangun mezbah dan menantikan Tuhan Yesus datang.

Begitu hadirat Tuhan turun, maka favor Tuhan turun dalam hidup kita, dan kita akan mendapat perkenan Tuhan dan manusia.

2. Cangkul
Setelah mezbah dibangun, Elia membuat parit di sekitar mezbah. Untuk membuat parit perlu cangkul.

Ukuran parit adalah 2 sukat benih, sehingga apapun yang diletakkan di situ adalah benih.

Pengertian
parit:
  1. Saluran semacam selokan.
  2. Perban untuk membalut luka, atau kulit tipis yang melapisi saat kulit alami proses kesembuhan.
  3. Parit dari akar kita: naik, tumbuh, memancar dengan kuat, makin luas dan jadi yang paling superior/ hebat.

Elia taruh “benih” berupa 12 buyung air dalam parit, melambangkan 12 suku Israel.
Tuaiannya adalah hujan yang lebat. Sebelum hari itu Israel tidak alami hujan dan gersang selama 3,5 tahun. Setelah peristiwa ini hujan turun dengan lebat.

Benih apapun yang kita tabur harus dari hati yang sudah tidak ada luka lagi !
Banyak orang meletakkan korban dan benihnya dengan luka di hati yang tidak terselesaikan.

Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! (Rm 12: 18)

Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; (2Kor 9: 10)

Tuhan beri kita benih untuk kita tabur, tapi sering benih itu mati karena parit kita penuh dengan luka: luka, kecewa, sakit hati, jengkel, marah, dendam, benci, pahit, menyimpan kesalahan orang lain, menghakimi. Jika kita mau bereskan itu semua maka hati kita merupakan parit yang bisa Tuhan beri benih terbaik!

Ada seorang istri menteri bertugas kembangkan sebuah desa, tapi tidak ada tanaman yang berhasil karena airnya asin. Setelah ditangani tim agro, airnya tidak asin lagi. Kemudian ditanami banyak pohon dan sekarang semua sudah tumbuh dan berbuah, karena “parit”nya sembuh.

Bereskan semua yang membuat hati kita luka dan kecewa, sehingga pengertian ke-3 dari “parit” akan terjadi: mengalami pertumbuhan, naik, memancar kuat, makin luas dan jadi superior di atas yang lain.

Supaya yang kita buat berhasil: jangan simpan kepahitan, dendam, sakit hati, marah dan kecewa !
Ampuni semua yang bersalah pada kita, maka kemanisan Tuhan akan mengalir masuk ke hidup kita!

Miliki iman yang simple, singkirkan semua yang rumit, kembali pada kesederhanaan Alkitab !

Dalam KKR kesembuhan Ilahi, banyak orang-orang sederhana, dengan iman yang sederhana, justru mereka mengalami kesembuhan. Padahal yang sudah tahu banyak malah tidak bisa sembuh dari penyakit yang sederhana.

They shall call the people unto Mount [ Carmel ]; there they shall offer sacrifices of righteousness, for they shall suck the abundance of the seas and the treasures hid in the sand. (Ul 33: 19, Amp)

Bangsa-bangsa naik ke gunung Karmel untuk membangun mezbah, membangun parit, meletakkan korban yang benar. Korban yang benar harus dari hati yang benar.

Saat kita membangun sesuatu yang tepat di Karmel, hidup kita akan menghisap kekayaan yang luar biasa.

3. Pedang
Apapun yang Tuhan perintahkan dalam hidup kita harus dituntaskan! Seperti Elia yang menyembelih nabi-nabi Baal.

Pengumuman
Jumat Agung – ibadah pagi 07:00, kita makan dan minum perjamuan kudus, dan “abudant rain” akan menyusul.


Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB: 29C12B56
WhatsApp 0858-7511-8451
LINE: antonfw (085-727-868-064)
WeChat: AntoniusFW (0858-7511-8451)

Tuesday, March 19, 2013

Menimbang jaman – Petrus Agung – Minggu, 17 Maret 2013

Minggu, 17 Maret 2013
Menimbang jaman
Petrus Agung

Seminar Hamba Tuhan di Magelang
Di awal pelayanan p Agung pernah bertanya tentang iman kepada seorang hamba Tuhan asal Bali, bagaimana caranya beriman sehingga bisa punya sepeda motor. Dalam seminar ini hadiah doorprize motor pertama ternyata jatuh ke tangan seorang hamba Tuhan yang merupakan keponakan dari pendeta asal Bali yang p Agung ceritakan. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah lupa, dan Tuhan mau memberkati orang yang sudah menjadi berkat.


Menimbang Jaman
Peristiwa yang terjadi hari-hari terakhir menunjukkan kedatangan Tuhan tidak lama lagi.

Saat kita mendekat kepada Tuhan, kita berhadapan dengan misteri Tuhan yang membuat kita bertanya-tanya, tidak segamblang saat kita berbicara dengan manusia.

God delights in concealing things; scientists delight in discovering things. (Ams 25: 2, MSG)

Discover : membuka segala hal yang tertutup. Tuhan beri kita kemampuan untuk membuka misteri yang terselubung di depan kita.

Beberapa hari terakhir banyak orang sebarkan broadcast tentang RFID dari health-care presiden Obama-USA. Mereka siapkan chip sebesar gabah/ beras, rencananya akan ditanam di tubuh manusia: dahi atau lengan. Barangnya sudah ada, penerapannya yang belum pasti, tapi sejarah sudah bergerak ke arah itu. Chip ini mendeteksi kondisi tubuh kita: suhu badan, tekanan darah, kadar gula, obat yang diminum, dll, sehingga semua data tubuh terkumpul. Maka saat emergency RS sudah tahu kondisi pasien dan dimana masalahnya.
Kesaksian: Ada jemaat ambil doktoral di Malaysia, promotornya memberi ide untuk membuat sistem yang terhubung se-Asia di bidang kesehatan, sehingga dimanapun ada pasien bisa diperiksa oleh dokter-dokter yang kompeten tanpa harus bertemu pasien. Ini mengarah pada chip yang sama.

Ke depan chip ini akan digunakan untuk keamanan, supaya lokasi bisa dideteksi. Ujungnya bisa digunakan untuk transaksi ekonomi yang aman.

Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam. (Why 13: 16-18)

Semua yang ditulis di Why 13 sudah mendekati realita, karena justru di negara-negara Asia Timur dan Tengara perkembangan dan penggunaan teknologi gadget sangat maju. Sensor untuk RFID sudah ada di phone kita, hanya belum diaktifkan. Konon jika chip ini dipaksa lepas dari tubuh, akan keluar racunnya dan si pengguna langsung mati. Tapi kebenaran detil ini belum jelas.

Sebelum hal-hal yang terjadi di kitab Wahyu pasal 13, ada peristiwa-peristiwa yang mendahului di kitab Wahyu pasal 12. Jika kita mengerti apa yang terjadi di fasal 12, kita tidak perlu khawatirkan yang akan terjadi di fasal 13.

1. Anak laki-laki dewasa (Why 12: 1-17)
Ay 1 – Perempuan yang mengandung adalah lambang gereja
Ay 5 – anak laki-laki bahasa aslinya uihos = υἱός (G5207 hwee-os') = anak laki-laki yang dewasa.
Gada bahasa aslinya rhabdos = ῥάβδος (G4464 hrab'-dos) = a stick or wand (as a cudgel, a cane or a baton of royalty) - rod, sceptre, staff = tongkat otoritas.

Maka artinya gereja akan melahirkan anak laki-laki dewasa yang memerintah dengan tongkat otoritas

Dari bacaan di atas gereja mempunyai 2 macam anak:
  1. hwee-os – anak laki-laki dewasa yang memerintah bumi dengan tongkat otoritas. Kelahirannya ditunggui dan akan dihabisi naga merah, tapi ditolong Tuhan dan dibawa ke tahta Tuhan.
  2. Keturunan yang memegang kesaksian Yesus.

Anak yang pertama bukan Yesus, karena Yesus tidak pernah dilahirkan dari gereja, tapi Yesus melahirkan gereja. Disebutkan juga bahwa anak yang kedua memegang kesaksian Yesus.

2 Tes 2: 1-12 – Peringatan rasul Paulus supaya waspada terhadap antikristus.

Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya. (2 Tes 2: 6)

Yang menahan antikristus adalah: Roh Kudus dan hwee-os – anak lelaki Tuhan yang dewasa.

Anak yang dewasa ini adalah satu kumpulan orang percaya yang hidupnya didewasakan Tuhan, matang, berjalan dalam kuasa dan otoritas Tuhan, menghasilkan kegerakan di seluruh dunia, berani taruh hidupnya untuk Tuhan, dan menggenapkan apa yang Tuhan inginkan. Kelompok ini bukan orang Kristen biasa. Saat kelompok ini akan disambar naga, mereka diambil Tuhan dan dibawa ke TahtaNya, kemudian balik bersama penghulu malaikat Mikhael untuk memerangi naga itu, dan mereka akan meraih kemenangan.

Anak ke-2 adalah orang Kristen kebanyakan: rajin ke gereja, ikut acara, sekedar memegang kesaksian Yesus, tapi tidak pernah ikut kegerakan dan planning Tuhan yang kuat pada akhir jaman.

Ini keadaan gereja Tuhan di hari-hari terakhir, dan semua akan semakin jelas menjelang 666 dinyatakan.

Kedua anak ini tetap akan berhadapan dengan naga merah. Anak pertama dibawa ke tahtaNya. Di perang terakhir mereka akan mengalahkan setan dengan perkataan kesaksian, darah Anak Domba, dan dengan tidak menyayangkan nyawanya. Mereka berani taruh hidupnya untuk Tuhan, dan akan jadi orang-orang yang menang. Anak kedua tidak punya kuasa darah Tuhan, sekedar menikmati hidup, tidak tahu rencana Tuhan, jadwal Tuhan, dan hati Tuhan. Ini berbicara tentang yang diangkat dan yang ditinggal.

Tuhan sedang ingin melahirkan sebuah generasi dengan tongkat otoritas yang berdiri memerangi setan dan menahannya sampai waktu Tuhan tiba.

Kerjakan tugas-tugas hingga tuntas, karena yang pekerjaannya belum tuntas tidak akan diangkat! Jangan puas jadi jemaat biasa, mari masuk dalam kegerakan, miliki otoritas dan kuasa dari Tuhan untuk menghabisi kuasa gelap.

2. Tanda dari Gereja Katolik
Tgl 12 Maret 2013, ada beberapa peristiwa yang terjadi bersamaan dengan acara di Bekasi:
  • Tahun baru Yahudi secara rohani (1 nissan), yaitu memperingati lahirnya bangsa Israel: dari budak di Mesir keluar jadi sebuah bangsa merdeka. Nissan berasal dari kata nissin, artinya miracle. Rosh hashanah adalah memperingati penciptaan dunia.
  • Prosesi pemilihan Paus baru (conclave) dimulai.

Selama 600 tahun terakhir tidak ada Paus yang resign/ mengundurkan diri. Ini bukan tradisi, sehingga jadi sebuah misteri.

Ketika Paus Yohanes Paulus II meninggal, di Amerika ada pembahasan tentang sebuah dokumen yang di release oleh Vatikan sendiri. Dokumen itu ditulis oleh uskup Malachy dari Irlandia yang hidup pada abad 12. Uskup Malachy akhirnya diangkat menjadi santo oleh gereja Katolik. Dalam perjalanan dari Irlandia ke Vatikan, uskup ini mendapat pengelihatan dari Tuhan, yaitu daftar orang-orang yang akan diangkat menjadi Paus. Setiap Paus dijelaskan dengan simbol-simbol tertentu, dan sejauh ini nubuatannya tepat.
Berdasar dokumen ini, maka saat Paus Yohanes Paulus 2 meninggal, tinggal tersisa 2 orang Paus sebelum masa Tuhan Yesus datang kedua kalinya. Saat Paus Benediktus mundur, artinya tersisa hanya 1 orang Paus lagi jika nubuatan uskup Malachy ini benar. Nubuatan Malachy berkata bahwa Paus terakhir memerintah di tengah-tengah masa aniaya yang sangat berat.

Paus yang baru: Paus Fransiskus punya karisma dan
low profile. Dia tidak mau tinggal di rumah dinasnya dan memilih tinggal di apartemen kecil. Diberi fasilitas Limousin tapi jarang digunakan. Dia memasak sendiri, berpergian naik kendaraan umum, hatinya sangat perduli dengan orang miskin. Karena keperduliannya pada orang miskin, maka nama Paus yang digunakan adalah Fransiskus. Dia berasal dari ordo Jesuit, dan merupakan Paus pertama dari ordo tersebut.

Saat Paus baru ini memerintahkan gereja Katolik untuk menolong orang miskin, maka efeknya akan menjangkau umat Katolik seluruh dunia yang jumlahnya sekitar 1,5 milyar. Maka ini akan menggenapi perkataan Yesus di Luk 14:15-24.

Tanda akhir jaman: orang sakit, miskin, timpang, lumpuh, semua dibawa masuk dalam gereja Tuhan.

2007 Tuhan geser pelayanan gereja ke arah orang miskin, diawali ibadah anak raja. Tuhan bangun reputasi gereja sebagai yayasan yang perduli rakyat kecil: pasar rakyat, sekolah, dapur umum, LBH, LPK, dll. Karakter p Agung sebenarnya tidak terlalu tergerak saat melihat orang miskin. Tapi saat roh Tuhan gerakkan, selama 6-7 tahun terakhir gereja bergerak secara konsisten di antara kaum miskin.

Dan saat ini Katolik mengarah pada hal yang sama !

Gereja menjangkau kaum miskin karena mereka merupakan tuaian dan kegerakan akhir jaman. Jika kita anak laki-laki Tuhan yang dewasa, maka kita akan mau memikul tanggung-jawab, maka kita akan ambil bagian. Hanya mereka yang akil-balik yang berhak menerima warisan Abraham.

Di tanggal 19 Maret 2013 kita akan:
  1. Berdoa supaya generasi anak-anak Tuhan yang dewasa dan bertanggung-jawab dilahirkan, dan passion kita kepada jiwa-jiwa dan yang di bawah tidak pudar.
  2. Perangi dan tahan roh antikris sampai batas maksimal yang Tuhan tetapkan.
  3. Terima berkat Paskah dengan melakukan tindakan profetis makan Paskah.


3. Berkat Paskah
Sebagai bangsa Israel lahir pada 1 nissan. Di tanggal 19 Maret Tuhan perintahkan untuk makan seperti paskah pertama orang Israel saat akan keluar dari mesir, yaitu: roti, daging domba, sayur pahit.

Setelah orang Israel makan paskah, tulah ke-10 datang: seluruh anak sulung orang mesir mati. Kemudian orang Mesir usir orang Israel pergi, dan orang Israel menjarah besar-besaran. Orang Israel keluar menjadi bangsa yang punya kekayaan luar biasa.

Selama 40 tahun di padang gurun, tidak tercatat di Alkitab orang Israel makan paskah. Setelah menyeberang sungai Yordan dan sampai di Gilgal, di tempat yang disebut lembah Yeriko, bangsa Israel makan Paskah.

Yos 5: 10-11 - Perayaan paskah pertama bangsa Israel setelah masuk tanah Kanaan, diikuti peristiwa:
  • Esok harinya mereka makan hasil tanah Kanaan.
  • Ay 13 – panglima bala tentara Allah muncul
  • Yos 6 – Yerikho diruntuhkan

Dengan tindakan profetis, kita percaya bahwa:
  • Kita akan mendapat jarahan
  • Kita memasuk tanah Kanaan kita
  • Yerikho kita runtuh.
  • Semua kegenapan Tuhan jadi, genap dan sempurna.

Orang Israel percaya 20 April sebagai runtuhnya Yerikho, puncak Paskahnya sekitar 1 dan 2 April. Maret hari-hari ini adalah hari persiapan menyeberang Yordan. Mereka maju dan masuk Kanaan dengan Tabut Tuhan di depan. Penantian 40 tahun jadi kenyataan. Tapi hasil Kanaan baru didapat setelah mereka makan Paskah.

Lakukan bagian kita secara profetis dengan iman.

Pengumuman
Tgl 19/3 18:30 WIB: ibadah istimewa untuk me-responi Firman yang disampaikan hari ini. Bawa jubah. Urapi rumah sebelum berangkat

Tgl 20/3 pagi – peresmian rumah shallom
Tgl 20/3 sore – acara anak raja + pagelaran seni

Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
antoniusfw1@gmail.com (Google +, Google Talk);
antonius_fw@hotmail.com (MSN Massenger);
pin BB: 29C12B56

Bahan pelengkap