Wednesday, January 4, 2017

Menabur di Tanah yang Baik dan Berbuah – Tina Agung Purnomo – Minggu, 01 Januari 2017

Minggu, 01 Januari 2017
Menabur di Tanah yang Baik dan Berbuah
Tina Agung Purnomo

Mrk 4: 2-8, 14-20

Injil Markus lebih banyak menceritakan aktifitas Yesus dibanding injil Matius dan Lukas. Pengajaran Yesus hanya di pasal 4: Yesus mengajar 3 perumpamaan; dan di pasal 12: Yesus mengajar 1 perumpamaan.

Penabur adalah Tuhan, kita adalah tanahnya. Tuhan bisa menikmati panen raya dan buah yang lebat melalui hidup kita jika kita menjadi tanah yang baik.

Tanah yang baik adalah:
1. Tanah yang gembur, sudah dibajak, tidak keras
Tanah yang keras tidak bisa ditanami apapun. Tanah harus digemburkan sehingga biji bisa ditanam dengan baik. Selanjutnya tanah diaduk, sehingga gizi yang di bawah naik.

Seringkali hidup kita diaduk-aduk: kadang sudah tenang, lalu turun ke bawah, sudah nyaman dipindah ke tempat yang tidak nyaman. Tapi ini cara Tuhan supaya kita jadi tanah yang baik.

Yang tidak baik adalah jiwa dan daging kita, maka Tuhan mengolahnya sehingga jadi gembur dan siap ditanami Firman Tuhan.

Syukuri apapun yang kita alami, karena itu proses Tuhan untuk mempersiapkan diri kita. Jangan alergi dengan masalah dan persoalan, itu ada untuk membangkitkan iman kita. Saat kita seperti tanah yang gembur, benih apapun yang Tuhan tanam akan tumbuh.

Warisan terbesar p Agung kepada bu Tina: banyaknya masalah yang tertinggal. Semua ini membuat iman bu Tina bangkit, hatinya mengandalkan Tuhan, dan cara berfikir jadi Alkitabiah.

Saat tanah kita gembur, ditanami apapun akan tumbuh. Tanah yang keras adalah sikap skeptik, tidak gampang percaya, sekalipun mujizat terjadi.

Kesaksian di KKR Purwokerto
Seorang ibu minta didoakan untuk dapat hadiah pertama. Saat diundi, ternyata ibu inilah yang dapat hadiah motor. Ibu ini sedang membutuhkan kendaraan karena ekonominya sedang sulit. Tuhan itu memberi tepat pada yang membutuhkan. Ujungnya ibu ini mau dituntun untuk terima Tuhan Yesus.

Seringkali manusia ragu-ragu tentang kesaksian orang lain, maka dia tidak akan menerima. Orang yang ragu berkata bahwa mujizat itu khusus untuk 1 atau 2 orang tertentu saja.

Tuhan menjawab iman kita, bukan kebutuhan kita.

2. Tidak berbatu-batu
Orang yang terlalu sibuk, sehingga tidak ada waktu bagi Tuhan. Contoh: sibuk menjawab medsos, tidak perhatian, sehingga tidak tahu bahwa Tuhan datang membawa berkat.

Jangan terlalu sibuk dengan hidup kita!

Defisit rohani: banyak hamba Tuhan memberikan kepada orang lain, tapi sedikit menerima dari Tuhan, karena hubungan pribadi dengan Tuhan kurang.

Kita boleh melayani dengan segenap hati dan tenaga, tapi jangan lupa bahwa hubungan dengan Tuhan itu yang pertama dan utama. Ada waktu Tuhan bisa berbicara kepada kita, saat Roh Kudus dicurahkan itulah yang membuat hidup kita menjadi tanah yang baik, yang siap ditaburi benih Firman.

Pengurapan bertujuan membuat kita lebih dekat dengan Tuhan, lebih kuat menangani segala sesuatu. Berkat materi karena pengurapan hanyalah bonus

Kita seringkali jatuh bukan karena batu besar, tapi kerikil kecil. Contoh kerikil yang menghalangi kita jadi tanah yang baik: kepahitan, kejengkelan, tidak bisa mengampuni.

Mari mulai tahun yang baru dengan bebas dan hati yang baru, membuang semua kerikil di hidup kita.

3. Tidak ada tanaman liar/ semak belukar
Membersihkan tanaman liar tidak bisa hanya di permukaan, tapi harus dicabut hingga ke akar-akarnya.

Saat hidup kita penuh dengan tanaman liar, maka kekuatiran dan tipu daya dunia bisa masuk ke hidup kita. Jangan ingin kaya! Jika kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, maka berkat materi adalah bonus. Jangan kejar bonusnya, tapi kejar Tuhan.

Tuhan ingin hati dan hidup kita jadi tanah yang baik, bisa berkomunikasi dengan Tuhan dimanapun.

Cara menghilangkan semak belukar adalah dengan hidup dalam kasih. Karena di dalam kasih tidak ada ketakutan dan kekuatiran.

Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. (1Yoh 4: 18)

Kesaksian
Ibu dari salah seorang pastoral meninggal. Saat bu Tina datang, langsung di seka dan di make up. Ibu yang meninggal ini kena TBC. Seorang yang membantu mengingatkan bu Tina tentang bahaya ketularan. Bu Tina sempat takut, tapi Roh Kudus mengingatkan bahwa dalam kasih tidak ada ketakutan. Maka bu Tina memperkatakan dalam hati: saya melayani dengan kasih dan tulus, maka tidak akan tertular virus apapun. Setelah diperkatakan tidak ada lagi ketakutan.

Dalam kasih tidak ada ketakutan, kekuatiran, tidak akan dimanipulasi oleh harta-kekuasaan-keinginan daging. Kasih itu memberi dan mau berkorban.

Doa minta supaya kita menerima kasih Allah, yang melenyapkan semua ketakutan dan kekuatiran.

Tanah yang baik itu membuat tanaman tumbuh subur, dan menghasilkan buah, hingga 30x, 60x, dan 100x lipat. Penabur awal adalah Tuhan. Saat tanah kita sudah baik dan subur, lalu berbuah, selanjutnya yang jadi penaburnya adalah kita. Dalam buah ada bijinya, ini jangan dimakan, tapi ditanam kembali. Jika semua kita makan, maka tidak menghasilkan apapun.

Saat kita terima anugerah Tuhan, jangan dimakan semua. Cari tanah yang subur, tanamkan benih kita di tanah yang subur. Taburan kita menentukan tuaian kita.

Tanamkan benih kita pada sesuatu yang kekal: roh manusia. Cari orang yang bisa diselamatkan, taburkan benih pada orang itu.
Contoh: Anak sekolah yang membutuhkan bea siswa: kita taburi, sehingga dia punya harapan untuk masa depannya.

Jangan hidup untuk diri sendiri, iman kita bisa bertumbuh jika ikut melayani.

Kesaksian
Seorang jemaat suaminya stroke, bahkan ber-halusinasi bertemu orang-orang yang sudah meninggal. Teman-teman MK nya mendoakan, dan si suami ini sembuh, bahkan ikut melayani.

Rekening JKI Injil Kerajaan:
BCA 182-53-0000-9
BCA – Berkat bagi bangsa – 182-27-0000-9

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Tuesday, January 3, 2017

Tetapi Ia Dengan Keras Melarang mereka memberitahukan siapa Dia – Tina Agung Purnomo – Minggu, 25 Desember 2016

Minggu, 25 Desember 2016
Tetapi Ia Dengan Keras Melarang mereka memberitahukan siapa Dia
Tina Agung Purnomo

Mrk 3: 1-12

Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia. (Mrk 3: 12)

Markus tidak menjelaskan ucapan apa yang dilarang oleh Yesus, maka perlu dilihat pembandingnya pada Injil lain.

Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. (Mat 12: 16- 18)

Melarang = ἐπιτιμάω = epitimaō (G2008) = menghardik, menegur, melarang dengan keras, dan ada konsekuensi/ hukuman jika larangan itu dilanggar.

Tuhan melarang roh jahat menyaksikan siapa Dia. Ayat di Mrk 3:12 dan Mat 12:9 disebut Mesianic secret, artinya Yesus menyembunyikan identitasnya sebagai Mesias. Orang Yahudi menantikan Mesias, sementara Yesus baru memulai pelayananNya. Jika identitasNya terbuka di awal, Yesus bisa dibunuh.

Alasan Larangan untuk membertahukan identitas Yesus sebagai Mesias

1. Tuhan punya jangka waktu/ agenda/ Timeframe.
Ada waktu untuk bertumbuh dan mempersiapkan diri di bawah asuhan orang-tuaNya. Tapi setelah itu ada waktu Tuhan mulai menyatakan diriNya lewat mujizat-mujizat yang dikerjakanNya.

Yesus lahir untuk mengembalikan kerajaan Allah yang sudah hilang di dunia. Tuhan Yesus menyatakan bahwa kerajaan Allah sudah datang di dunia, dan kerajaan itu ada di dalam kita.

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. (Yoh 10: 10)

Yesus bersikap keras kepada iblis, supaya
timeframe Tuhan tidak berantakan. Musuh Tuhan adalah iblis. Kita juga harus bersikap keras pada iblis, sehingga agenda Tuhan bisa berlangsung di hidup kita dan tidak ada penundaan.

Kesaksian.
P Agung setia melayani dari kampung ke kampung, dan Tuhan janji akan memakainya. Saat bertanya kapan Tuhan akan pakai, Tuhan perintahkan p Agung untuk menikah dengan bu Tina, baru Tuhan akan pakai.

Kesetiaan adalah sesuatu yang langka di akhir jaman. Kita harus setia dalam pekerjaan, dalam pelayanan, dalam apapun yang Tuhan percayakan. Waktu peninggian/ promosi adalah dari Tuhan.

P Agung dan bu Tina menikah 15 maret di GIA Pringgading, diberkati oleh p Damaris dari Bandung. Dua Minggu setelah menikah, p Agung diundang p Arifin untuk khotbah di full gospel (FGBMFI) Surabaya, di gedung go-skate, di hadapan 4 ribu orang.
Sejak saat itu Tuhan bawa p Agung dari kota ke kota di Indonesia. Sebelumnya beliau hanya melayani di sekitar Semarang, dari kampung ke kampung.

Jangan sampai iblis mengacaukan agenda Tuhan dalam hidup kita. Kerjakan yang di tangan kita dengan penuh kehati-hatian dan kesetiaan.

2. Deklarasi tentang Anak Allah Harus Dinyatakan oleh anak-anak Allah, bukan oleh Iblis

Bilamana roh- roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan- Nya dan berteriak: " Engkaulah Anak Allah. " (Mrk 3: 11)

Iblis tahu siapa Yesus, dan tersungkur di depan Yesus. Kita harus kenal Yesus lebih dari iblis, sehingga kita yang mendeklarasikan kebaikan dan kebesaran Tuhan dalam hidup kita.

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: " Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini? " Maka jawab Simon Petrus: " Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup! " Kata Yesus kepadanya: " Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa- Ku yang di sorga (Mat 16: 15-17)

Pengertian Petrus berasal dari pewahyuan. Petrus berkata bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup, bukan Allah yang mati atau hanya diam. Allah adalah Roh, dan Roh Allah tinggal di dalam kita. Sebelum mendapat pewahyuan tentang Yesus, mata kita seperti dalam selubung, mata kita tidak bisa melihat Yesus dengan jernih. Saat kita mengerti siapa Yesus, kita bisa mendeklarasikan Yesus yang kita sembah.

Deklarasi publik tentang kedatangan Yesus
  1. Deklarasi dari malaikat pada natal yang pertama mendatangkan pengharapan dan sukacita. Orang-orang yang mendengar dan percaya datang, dan membawa persembahan.
  2. Deklarasi Yohanes pembabtis menghasilkan pertobatan dan pengharapan.

Deklarasi dari iblis tidak mendatangkan hal-hal positif, hanya mendatangkan ketakutan. Saat kita mendeklarasikan kata-kata dari Allah, maka yang muncul adalah pengharapan, pertobatan, sukacita, damai-sejahtera.

Deklarasi:
Tahun 2017 adalah tahun yang gilang-gemilang bagi kita, new-chapter, ada pembaharuan dalam hidup, rohani bertumbuh, kita jadi pemurid-pemurid, kita jadi anak-anak Allah yang dewasa rohani.

Kesaksian
Bu Tina mendoakan satu nama supaya bertobat, nama itu didoakan dan ditulis, lalu dinaikkan ke hadapan Tuhan dalam kebaktian Bob Wainer. Sekian waktu kemudian orang itu bertobat, bahkan mengambil sekolah Alkitab.

Apapun yang dikatakan iblis: jangan dipercaya, sebaik apapun itu! Karena ujung-ujungnya jelek. Hanya percayai perkataan firman Tuhan.

Contoh: ucapan dari peramal-peramal, paranormal-paranormal.

Kita harus belajar mendeklarasikan yang dari Allah, bukan yang dari iblis.

3. Punyailah Pengalaman Hidup Bersama Tuhan.

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. (Ayb 42: 5)

Sebelumnya Ayub mendengar tentang Allah dari orang lain. Kita sering dengar Yesus dari mimbar, kaset khotbah, radio, dll. Kita tidak bisa mengenal Allah hanya dari mimbar, tapi harus punya pengalaman hidup pribadi dengan Allah.

Kesaksian
P Agung berdoa minta rumah baru, karena rumah lama sering kebanjiran, dan beberapa kali didatangi jemaat yang mabuk.
Saat mendapat rumah di green-wood, 3 bulan pertama bu Tina takut apakah bisa membayar, maka hanya bisa bernyanyi El-Shadai.
Saat ke Vietnam, ternyata ada yang memberi cek sebesar 75 juta. Begitu pulang dari Kamboja, langsung diserahkan kepada pengusaha real-estate. Ini karena p Agung dan bu Tina punya prinsip untuk integritas kepada Tuhan: meminta pelunasan rumah, saat Tuhan beri dananya tidak ditahan, tapi langsung dibayarkan.
Semula pengusaha itu mau membantu hamba Tuhan, ternyata Tuhan balikkan sehingga hamba Tuhan yang membantunya. P Agung melunasi rumah itu hanya dalam waktu 9 bulan.
Pengalaman pribadi ini selalu diingat p Agung dan bu Tina.

Kita hanya bisa memberi saat kita mempunyai. Saat kita punya kesaksian hidup, kita tidak akan diam, kita akan membagikan di MK. Saat hidup kita mengalami perubahan, kesaksian itu bisa menyentuh dan mengubahkan orang lain. Jangan malu bersaksi!

Apapun yang berasal dari pikiran - hanya memberi informasi pada pikiran orang lain, dan responnya hanya apresiasi. Jika yang di share dari perasaan- hanya akan menuai simpati. Jika sesuatu itu keluar dari hidup yang diubah oleh Tuhan - itu sanggup mengubah hidup orang lain juga.

Tuhan beri kita kehendak bebas, tapi jangan sampai kehendak-bebas itu mengacaukan time-frame Tuhan dalam hidup kita.

Rekening JKI Injil Kerajaan:
BCA 182-53-0000-9
BCA – Berkat bagi bangsa – 182-27-0000-9

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Saturday, December 31, 2016

Seandainya Tuhan Yesus Tidak Lahir – Tina Agung Purnomo – Sabtu, 24 Desember 2016

Sabtu, 24 Desember 2016
Seandainya Tuhan Yesus Tidak Lahir
Tina Agung Purnomo

Seandainya Tuhan Yesus Tidak Lahir
1. Tidak ada penyembuhan gangguan fisik dan mental
  • Orang kusta tidak ditahirkan
  • 10 orang kusta tidak disembuhkan
  • Ibu Simon Petrus tidak disembuhkan
  • Setan yang menguasai orang - tidak dihardik keluar
  • Orang kerasukan setan (legion) di Gadara tidak dibebaskan
  • Bartimeus yang buta sejak lahir tidak dicelikkan
  • Orang buta, bisu-tuli, bongkok, busung air - tidak disembuhkan.
  • Wanita yang pendarahan 12 tahun tidak disembuhkan

2. Tidak ada bukti KUASA atas kekuatan alam
  • Angin ribut tidak diredakan
  • Tidak ada manusia yang berjalan di atas air
  • Tidak ada yang memberi makan 5 ribu laki- laki dengan 5 roti dan 2 ikan, bahkan sisa 12 bakul
  • Tidak air yang menjadi anggur dalam pesta kawin di Kana
  • Ikan tidak datang ke jala murid-murid saat Yesus perintahkan melempar jala ke arah tertentu

3. Tidak ada kebangkitan orang mati
  • Tidak ada kebangkitan orang mati: anak Yairus, anak laki-laki dari janda di Nain, Lazarus

Tapi sejarah mencatat bahwa Yesus lahir, dan melakukan tindakan-tindakan yang penuh kuasa mujizat. Yesus lahir sebagai Adam kedua, tujuanNya mengembalikan kerajaan Allah yang diambil iblis di taman Eden, lalu kerajaan Allah akan kembali ditegakkan di dunia.

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. (Rm 14: 17)

Patokan dalam kehidupan sehari-hari:
  1. Adakah kebenaran ?
  2. Adakah damai sejahtera ?
  3. Adakah sukacita ?

Saat kita kebingungan untuk menempuh suatu hal, periksa 3 hal di atas. Jika tidak ada, jangan dikerjakan. Jika 3 hal di atas ada, kerjakan yang ingin kita kerjakan, pasti kerajaan Allah akan ada dalam hidup kita.

Yesus lahir di dunia seperti manusia biasa, tapi Dia membuktikan kuasa Allah di dalam kehidupanNya

Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Wednesday, December 21, 2016

Yang Begini Belum Pernah Kita Lihat – Yosea Christiono – Minggu, 18 Desember 2016

Minggu, 18 Desember 2016
Yang Begini Belum Pernah Kita Lihat
Yosea Christiono

Semakin kenal Tuhan hidup harusnya semakin sederhana, bukan semakin rumit. Saat belajar dari Tuhan, maka hikmat ditambahkan, rahasia-rahasia disingkapkan, kita akan melihat sisi-sisi Tuhan yang luar biasa. Jika karena pengalaman semua jadi lebih rumit, kemungkinan kita tambah menjauh dari Tuhan.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." (Mat 11: 28-30)

Yesus mengajar di rumah, orang-orang begitu antusias mendengarkan Yesus mengajar, rumah itu penuh. Saat kita suka terhadap pengajaran seseorang, kita menantikan dia berbicara. Karena setiap kali orang ini berbicara, ada sesuatu yang disingkapkan.

Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang- orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, (Mrk 2: 1-2)

Yesus adalah pengajar yang hebat. Di masa itu orang Yahudi tidak kurang pengajaran, tapi yang Yesus singkapkan berbeda, ada sesuatu yang Ilahi, sehingga membuat orang-orang datang ingin mendengarkan.

Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada- Nya, lalu Ia mengajar mereka. (Mrk 2: 13)

Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. (Mrk 4: 1-2a)

Tanpa sound system, orang datang dan ingin dengar Yesus. Orang yang ingin mendapat sesuatu, mereka diam dan mendengarkan. Jika tidak merasa butuh, orang akan ikut bicara. Maka semua orang yang hadir akan diam dan tenang sehingga bisa mendengarkan Yesus.

Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang- ulang kepada anak- anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu (Ul 6: 6-9)

Firman ini memerintahkan orang tua untuk mengajar Firman pada anak-anaknya di manapun. Maka artinya orang-orang Israel sudah biasa diajari tentang Tuhan sejak dari kecil.

Kesaksian acara seminar "my covenant"
Ada pertanyaan untuk anak: Apa yang tidak disukai dari orang tua. Jawaban anak 98%: jika orang tua memarahi mereka.

Pertanyaan untuk orang tua: Jika besok hingga 15 tahun ke depan harus menitipkan anak ke orang lain, dan tida boleh menjumpai, kriteria apa yang diinginkan?
Bapa di surga memilih orang tua yang tepat untuk membesarkan Allah yang jadi manusia: Yusuf dan Maria. Tuhan tidak sembarangan memilih. Anak adalah kepercayaan Tuhan kepada kita. Maka jika anak bertanya, orang tua harus menjawab.

Apabila di kemudian hari anakmu bertanya kepadamu: Apakah peringatan, ketetapan dan peraturan itu, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN Allah kita? maka haruslah engkau menjawab anakmu itu: Kita dahulu adalah budak Firaun di Mesir, tetapi TUHAN membawa kita keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat. (Ul 6: 20-21)

Orang-orang tetap mencari Yesus karena perkataanNya berkuasa.

Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran- Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli- ahli Taurat. (Mrk 1: 21-22)

Pengajaran Yesus penuh kuasa, artinya:
  • Yesus mengajar dengan pengurapan Roh Kudus. Orang yang diurapi bisa berbicara dengan tenang, tapi perkataannya bisa masuk hingga mendalam.
  • Yesus menguasai materi dengan sempurna. Bahkan di usia 12 tahun Yesus sudah bertanya-jawab dengan ahli-ahli Taurat.
  • Yesus tidak hanya bercerita, tapi di dalamnya ada dorongan dan motivasi. Pengajaran Yesus tidak hanya sampai di pikiran, tapi masuk hingga mengobarkan hati.
  • Yesus mengajar dengan penuh semangat dan penuh iman. Pengajaran yang berkuasa memadamkan kemarahan yang di dalam, menyembuhkan sakit hati yang di dalam.

ada orang- orang datang membawa kepada- Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada- Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas- Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: " Hai anak- Ku, dosamu sudah diampuni! " (Mrk 2: 3-5)

Yesus melihat iman yang di dalam mereka, dari perkataan dan perbuatan mereka. Iman selalu bicara yang di depan yang Tuhan kerjakan, tidak bicara yang di belakang.

Apakah gunanya, saudara- saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari- hari, dan seorang dari antara kamu berkata: " Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang! ", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. Tetapi mungkin ada orang berkata: " Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan ", aku akan menjawab dia: " Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan- perbuatanku. " (Yak 2: 14-18)

Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, (Ef 1: 15-16)

Iman bisa terdengar dari tindakan iman yang dilakukan, kasih bisa terdengar dari dan tindakan kasih yang dilakukan. Artinya Paulus mendengar tentang kasih dan iman jemaat itu dari kisah perbuatan-perbuatan mereka.

Ada 4 orang me-nandu seorang yang sakit, yakin bahwa Yesus bisa menyembuhkan. Yang menyembuhkan si sakit bisa imannya sendiri, iman teman-temannya, atau iman gabungan semuanya.

Iman kita bisa membawa orang lain ke Tuhan.

Mrk 2: 6-12
Yesus di rumah, banyak orang mengelilingi dia. Tiba-tiba ada lubang di atap, lalu ada tilam diturunkan. Yesus melihat iman mereka, lalu berkata bahwa dosa mereka diampuni. Di antara yang berkumpul mendengarkan Yesus, ada ahli-ahli Taurat.

"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu! " Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang- orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: " Yang begini belum pernah kita lihat. " (Mrk 2: 11-12)

Yesus sudah mengampuni orang itu di awal. Arti perkataan Yesus di ayat 11: di dalam pengampunan ada kesembuhan, mujizat, dan pemulihan.

Yang begini belum pernah kita lihat : seseorang yang mengajar dengan penuh kuasa.
  • Sesuatu yang baru
  • Sesuatu yang berbeda dari sebelumnya
  • Sesuatu yang membuat hidup lebih bersemangat

Di dalam Tuhan banyak hal baru. Hidup kita 95% nya adalah pengulangan. Yesus berikan anugerah yang baru setiap pagi. Jatah kita adalah mau diubah. Jika kita tidak mau diubah, maka tidak akan ada yang baru.

Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis- habisnya rahmat- Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan- Mu! "TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia (Rat 3: 22-25)

Saat kita berkata kasih setia Tuhan tak berkesudahan, artinya kita akan menerima sesuatu yang baru dari Tuhan.

Jika setiap hari kita makan firman, pujian dan penyembahan, maka kita akan bisa mendengar Tuhan dengan lebih baik, Tuhan jadi lebih jelas dan sederhana.
Tapi jika kita lebih suka memberi makan emosi, pikiran dan perasaan, mengembangkan impian dan keinginan pribadi, tanpa memberi makan roh tentang Tuhan, maka jiwa yang lebih kuat bicara


Korespondensi:
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822