Monday, October 15, 2012

Pohon Korma dan Rajawali - Hengky Kusworo - Sabtu 15 September 2012

Pohon Korma dan Rajawali
Hengky Kusworo
Sabtu, 15 September 2012
Jurnal by: Ricky Hineni

Mazmur 92:13-14, Mazmur 103:5

Secara tidak sadar setiap kali datang ibadah kita akan ditanami benih. Orang benar diumpakan seperti pohon korma. Pohon ini dapat berbuah banyak, semua bagiannya dapat dimanfaatkan, berumur panjang. Biasanya di padang gurun ada badai dan angin kencang, akibatnya semua pohon tercabut. Tetapi pohon ini satu - satunya yang tak tercabut. Mengapa ? Dalam pertumbuhannya, biji pohon korma diberi batu besar agar ia tak bertunas sehingga akar - akarnya bertumbuh ke bawah dan mencari sumber air. Padahal sumber mata air di tengah gurun susah dicari. Mengapa pohon korma bisa bertahan ? Karena ia punya kedalaman. Demikian pula kita kalau kita ditanam oleh Tuhan kita akan punya kedalaman dengan Tuhan. Kalau dalam hidupmu, akarmu terus mencari Tuhan hidupmu akan kokoh dalam Tuhan. Mengapa ada orang Kristen yang mudah tercabut ? Karena ia tak punya kedalaman. Semakin kau dalam dengan Tuhan, semakin stabil hidupmu dengan Tuhan. Satu lagi dari pohon korma, semakin ia mencari sumbernya akarnya akan semakin merambat luas ke bawah. Saat ia mulai bertunas batu pun dapat bergeser. Kalau kau punya kedalaman dengan Yesus sebesar apapun masalahmu pasti akan geser dan kita akan dapat menari di atas gelombang. Taklukan semua yang belum kau taklukan.

Rajawali mempunyai masa muda yang diperbarui. Orang Kristen punya destiny menjadi Eagle Warrior. Rajawali didesain untuk menghadapai badai bukan menghindari badai. Ia masuk dan menari di atas badai. Pada usia 40 paruh, bulu -bulu rajawali akan menua. Ia punya pilihan untuk meremajakan dirinya. Dengan ia mencari tebing yang curam. Ia pukulkan paruhnya pada batu karang agar paruhnya itu pecah. Itu adalah satu-satunya cara meremajakan dirinya. Akibatnya muncul paruh yang baru. Paruh yang baru itu untuk mencabut semua bulu-bulunya dan rajawali menunggu sampai bulu - bulu barunya keluar. Setelah melewati suatu proses, ia menjatuhkan dirinya dari tebing dan akan terbang lebih tinggi dan cepat, matanya akan lebih tajam. Begitu juga dengan kita, Tuhan didik kita dengan masalah - masalah yang kita alami, jangan marah dan kecewa. Rajawali didik anaknya di puncak - puncak yang tinggi. Semakin kita berada di puncak tertinggi dengan Tuhan tidak ada musuh yang dapat menghadang kita. So, letakkan semua mimpi mimpi kecil kita di hadapan Tuhan. Biar Tuhan yang ubah menjadi yang lebih besar.


sumber:

No comments:

Post a Comment